Jurnal Universitas Siliwangi
Not a member yet
2884 research outputs found
Sort by
ANALISIS SWOT PADA UMKM “RAJA AYAM” UNTUK PENGEMBANGAN UMKM DI WILAYAH KOTA TASIKMALAYA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan strategi pengembangan UMKM Kedai Raja Ayam di Tasikmalaya menggunakan pendekatan analisis SWOT. Kedai Raja Ayam, yang didirikan pada tahun 2019, telah berkembang dengan tiga cabang yang berlokasi di sekitar area Universitas Siliwangi . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kedai Raja Ayam memiliki potensi besar untuk tumbuh, terutama karena lokasi strategisnya yang dekat dengan populasi mahasiswa. Meskipun menghadapi tantangan seperti persaingan bisnis dan dampak pandemi COVID-19, usaha ini mampu bertahan dengan fokus pada kualitas rasa dan pelayanan yang ramah. Penggunaan banner sebagai strategi pemasaran sederhana dan adopsi pembayaran digital juga mendukung operasional usaha. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi Kedai Raja Ayam. Berdasarkan analisis tersebut, penelitian ini merekomendasikan pengembangan strategi pemasaran yang lebih terstruktur,peningkatan pengelolaan sumber daya, penguatan hubungan dengan pelanggan dan komunitas, serta pengembangan kemitraan strategis. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa Kedai Raja Ayam memiliki dasar yang kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan. Dengan menerapkan strategi yang tepat berdasarkan analisis SWOT, usaha ini dapat meningkatkan daya saing dan mencapai kesuksesan jangka panjang
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA JEOPARDY GAME DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA (Studi Quasi Eksperimen Pada Mata Pelajaran EKonomi Materi Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal Kelas XI SMAN 1 Jatiwaras)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya nilai kemampuan kognitif siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI SMAN 1 Jatiwaras. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran discovery learning berbantuan media jeopardy game dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa pada mata pelajaran ekonomi materi kebijakan moneter dan kebijakan fiskal kelas XI SMAN 1 Jatiwaras. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain quasi eksperimen yang menggunakan nonequivalent control group design. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dengan instrumen tes kemampuan kognitif berupa soal Pilihan Ganda. Populasinya adalah kelas XI SMAN 1 Jatiwaras tahun ajaran 2024/2025 yang mengambil mata pelajaran ekonomi dengan total 6 kelas yang berjumlah 203 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 68 siswa yaitu kelas XI-8 sebagai kelas eksperimen dan XI-6 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat peningkatan kemampuan kognitif siswa yang menggunakan model pembelajaran discovery learning berbantuan media jeopardy game dengan nilai signifikansi 0,001 yang berarti hipotesis diterima. Namun, kemampuan kognitif kelas eksperimen belum mampu menandingi kelas kontrol dengan nilai kemampuan kognitif tertinggi mata pelajaran ekonomi. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran discovery learning berbantuan media jeopardy game dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa.Kata Kunci: Discovery Learning, Jeopardy Game, Kemampuan Kognitif Sisw
STUDENTS' METACOGNITION PROFILE BASED ON SOLO TAXONOMY AT RELATIONAL AND EXTENDED ABSTRACT LEVELS
The aim of this research is to evaluate students' metacognitive abilities based on the SOLO taxonomy at the relational and extended abstract levels. This study adopts a qualitative research approach with a descriptive research method. Data collection techniques include tests and unstructured interviews. Data analysis techniques, following the Miles and Huberman model, involve data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that subjects at the relational and extended abstract levels performed all metacognitive activities, but the indicators achieved in solving HOTS problems on arithmetic progression varied. Subject SR-1 was able to perform planning indicators, but with errors, could monitor correctly, and performed evaluation indicators, but with errors. Subject SR-2 was able to plan correctly, could monitor but with errors, and performed evaluation indicators correctly. Subject SR-3 was able to perform planning, monitoring, and evaluation indicators correctly. Subject SR-4 was able to perform planning indicators, but with errors, could monitor correctly, and performed evaluation indicators, but with errors. Subjects SEA-1 and SEA-2 were able to perform planning, monitoring, and evaluation indicators correctly
STUDENTS’ NUMERACY SKILLS IN SOLVING MINIMUM COMPETENCY ASSESSMENT (MCA)-TYPE MATHEMATICS PROBLEMS: A CASE STUDY IN JUNIOR HIGH SCHOOL
Numeracy skills is one of the abilities of students who use mathematics as a tool to solve problems in everyday life. Therefore, this research aims to analyze students' numeracy skills to solve the Minimum Competency Assessment (AKM) type mathematics problems. This research method is a case study in one of the state schools in Yogyakarta. The results of this research show that students' numeracy abilities in solving mathematics problems, especially AKM type questions, can be demonstrated from students' ability to understand facts, processes, concepts and procedures; ability to apply conceptual knowledge and understanding in solving mathematical problems in everyday life; and reasoning abilities in analyzing data and information, making conclusions, and expanding understanding. In general, students have numeracy skills in the advanced category with characteristics including students having basic mathematical concepts and having ideas for determining strategies for solving problems very well. Then, students are also able to reason in solving complex and non-routine problems based on their mathematical concepts. With this, it is hoped that students can use their numeracy skills to solve problems they encounter in daily life.Copyright © 2021UniversitasSiliwangi. All rights reserved
Analisis Kebutuhan Pengembangan LKPD Berbantuan Coding-Robotic Berbasis STEM pada Materi Momentum dan Impuls
Penelitian ini merupakan analisis kebutuhan pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbantuan media coding-robotic (bahasa Python) berbasis STEM pada materi momentum dan impuls. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mengacu pada minat, pemahaman konsep, hambatan dan kesulitan belajar, media pembelajaran, keterampilan TIK, dan ketertarikan terhadap inovasi yang dimiliki peserta didik. Selain itu, strategi, hambatan dalam pembelajaran, penerapan STEM, kompetensi guru, ketersediaan fasilitas sekolah, dan kebutuhan terhadap LKPD pada pembelajaran yang dimiliki oleh guru. Subjek penelitian ini adalah 15 orang guru mata pelajaran fisika (Pontianak, Kuburaya, sambas) dan 65 peserta didik (Kubu Raya) yang telah mempelajari materi momentum dan impuls. Data diperoleh menggunakan angket kuisioner pada Google Form yang disebarkan secara daring kemudian disimpulkan berdasarkan hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan pemahaman (92,9%) karena pembelajaran tidak berbasis eksperimen nyata (44,6%); pembelajaran terlalu abstrak dan menoton (43,1%); pembelajaran tidak menarik (35,4%); dan tidak dikaitkan dengan kehidupan nyata (24,6%); 2) media pembelajaran terbatas; 3) Media yang harus dikembangkan untuk materi momentum dan impuls adalah LKPD berbantuan robotika yang menggunakan bahasa Python berbasis Pendekatan STEM untuk mendukung pembelajaran hands-on dan selaras dengan perkembangan zaman
Eksplorasi Work-Life Balance dan Work Engagement Terhadap Kinerja Karyawan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Tasikmalaya
This study aims to answer the following research questions: (1) does work-life balance (WLB) affect employee performance, and (2) does work engagement affect employee performance at PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Tasikmalaya. The research employed a quantitative approach with an explanatory and cross-sectional design. The population consisted of all employees in the observed branch, totaling 46 persons, who were selected using a saturated sampling technique. Data were collected through a Likert-scale questionnaire measuring WLB, work engagement, and employee performance, and were analyzed using multiple linear regression. The results show that WLB is perceived at a fairly good level, while work engagement and employee performance are at a high level. Inferentially, WLB has a positive and significant effect on employee performance, and work engagement likewise has a positive and significant effect on performance. Simultaneously, WLB and work engagement explain 61.0% of the variance in employee performance, while the remaining 39.0% is influenced by other factors outside the model. These findings indicate that improving employee performance in the banking sector is not only determined by technical aspects of the job, but also by the organization’s ability to create a healthy work-life balance and foster strong work engagement through appropriate human resource management policies and practices.Keywords: work-life balance; work engagement; employee performance
Dampak dilakukan Merger pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan Literature Review
Merger yang terjadi pada tiga Bank Umum Syariah di Indonesia, diantaranya Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank BRI Syariah, dan Bank BNI Syariah, menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing dan kinerja keuangan perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak merger terhadap kinerja keuangan BSI melalui tinjauan literatur (Literature Review ) terhadap 15 artikel terbitan tahun 2021–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi literature (Literature Review ). Data diperoleh penulis dengan melakukan pencarian terhadap berbagai sumber tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua artikel yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh merger terhadap profitabilitas. Sementara itu, lima artikel lainnya menyatakan bahwa setelah dilakukan merger menunjukkan adanya peningkatan profitabilitas. Terdapat enam artikel yang menunjukkan adanya peningkatan ROA (Return on Assets). Selain itu, terdapat lima artikel menunjukkan adanya peningkatan ROE (Return on Equity). Merger BSI berhasil meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan sumber daya serta modal, membawa sinergi positif dan meningkatkan nilai perusahaan bank
Pengembangan Website Marketplace Visit The Duo sebagai Platform Digital untuk Destinasi Wisata Pulau Lae-Lae dan Pulau Samalona
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Visit The Duo, sebuah website marketplace yang berfungsi sebagai platform digital untuk meningkatkan promosi dan aksesibilitas destinasi wisata Pulau Lae-Lae dan Pulau Samalona di Kota Makassar. Pemanfaatan teknologi digital dianggap krusial dalam memperluas jangkauan pemasaran dan menyediakan informasi wisata yang lebih efektif, responsif, dan mudah diakses oleh wisatawan. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (RD) dengan model pengembangan perangkat lunak Waterfall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website yang dikembangkan berhasil menyediakan fitur utama seperti informasi destinasi, katalog paket wisata, sistem pemesanan online, serta integrasi konten visual yang mendukung pengalaman pengguna. Pengujian melalui Black Box Testing, Usability Testing, dan User Acceptance Test (UAT) memperlihatkan bahwa platform ini mudah digunakan, informatif, serta mampu menjawab kebutuhan wisatawan dan pelaku UMKM lokal. Secara keseluruhan, Visit The Duo dinilai efektif dalam meningkatkan visibilitas destinasi wisata, memperkuat strategi pemasaran digital, dan mendukung keberlanjutan pariwisata melalui keterlibatan masyarakat lokal
Electricity Demand Forecasting In NTT Province For 2024-2034 Using Software Low Emissions Analysis Platform (LEAP)
This study aims to electricity demand forecasting and optimize New Renewable Energy (NRE) to supply electrical energy demand in East Nusa Tenggara (NTT) Province 2024-2034 using Low Emissions Analysis Platform (LEAP) Software, considering factors of population growth, economic growth, and government policies related utilization NRE and environment. The method used is a quantitative descriptive end-use model. High, medium, and low scenarios were added to make the research results more adaptive. Moreover, PLTD and PLTU are scenarios that will experience decreased installed capacity until 2034. The results of forecast electricity demand 2024-2034 in NTT Province, for the high scenario increased from 1,448.49 GWh to 2,018.56 GWh with average growth of 3.50%, medium scenario increased from 1,318.91 GWh to 1,595.31 GWh with average growth of 2.06%, low scenario increased from 1,200.10 GWh to 1,359.33 GWh with average growth of 1.39%. Optimization of NRE in the high, medium, and low scenarios shows that NRE can supply electricity demand until 2034
Tingkat Kesiapan Implementasi IFRS S1 dan S2: Studi Kasus pada Perusahaan dalam Indeks ESG Quality 45 IDX KEHATI
This study aims to evaluate the level of readiness for the implementation of IFRS S1 and IFRS S2 standards through an analysis of disclosure gaps in the 2024 sustainability reports of companies listed in the ESG Quality 45 IDX KEHATI index. IFRS S1 and IFRS S2 are published by the International Sustainability Standards Board (ISSB) and are effective from January 1, 2024. The study uses a qualitative approach through content analysis using 29 main indicators of IFRS S1 and IFRS S2 which are grouped into four pillars: Governance, Strategy, Risk Management, and Metrics and Targets. The results of the study show that companies in the ESG Quality 45 IDX KEHATI index have shown fairly good initial readiness in disclosing strategic aspects and sustainability governance, but are not yet fully ready to meet all technical aspects required by IFRS S1 and S2. These findings have implications for regulators in designing transition policies and assistance for standard implementation more effectively. In addition, it is a reference for companies in building a strong internal reporting system and improving the quality of sustainability reporting