Jurnal Universitas Siliwangi
Not a member yet
2884 research outputs found
Sort by
KOMUNIKASI PEMASARAN SEBAGAI FAKTOR PEMBENTUK CITRA MEREK: STUDI KASUS PADA PT. BPR MITRA KANAKA SANTOSA BANDUNG
This study aims to analyze the effect of marketing communication on brand image at PT. BPR Mitra Kanaka Santosa Bandung, focusing on three dimensions: public relations, advertising, and personal selling. The research is motivated by the increase in promotional activities that have not yet resulted in significant improvements in brand image or customer growth. A quantitative method with a survey approach was employed. The sample consisted of 73 active savings customers selected using probability sampling from a total population of 350 customers. Data were collected using a closed ended questionnaire with a Likert scale, and analyzed using path analysis. The results show that, partially, only personal selling has a significant influence on brand image. Public relations and advertising do not have a significant effect. Simultaneously, the three marketing communication variables do not significantly affect brand image. These findings indicate that direct, personal marketing strategies are more effective in building brand image than one-way communication approaches such as advertising or public relations
Analisis Perilaku Konsumen Muslim: Pengaruh Citra Merek dan Persepsi Harga terhadap Keputusan Pembelian Al-Qur’an Cordoba di Shopee
ABSTRACTEase of internet access allows users to understand the situation, conditions, and public perception of the company they are targeting. The main problem is that some customers provide negative reviews regarding delivery, product quality, such as font size being too small and the color mismatch between the ordered and received, which impacts the brand image of the Cordoba Al-Qur'an. This study aims to examine the influence of brand image and price on purchasing decisions for the Cordoba Quran on the Shopee e-commerce platform by consumers in the city of Bandung. This study uses a descriptive and verification approach with a quantitative method. The sample used in this study was 100 consumers who had purchased the Cordoba Quran product on the Shopee e-commerce. The sampling technique applied was nonprobability sampling with a purposive sampling approach. Data were analyzed using multiple linear regression with the help of IBM SPSS Statistic 29 software. The results of the study indicate that partially, brand image and price have a positive influence on purchasing decisions for the Cordoba Quran on the Shopee e-commerce by consumers in the city of Bandung. Simultaneously, brand image and price also have a positive influence on purchasing decisions for this product. The coefficient of determination (R Square) indicates that 57.8% of purchasing decisions for the Cordoba Quran are influenced by brand image and price, while the rest, which is 42.2%, is influenced by other factors not discussed in this study. In conclusion, brand image and price play an important role in influencing consumer behavior in making purchasing decisions.ABSTRAKKemudahan pengaksesan internet memungkinkan pengguna untuk mengetahui situasi, kondisi, dan pandangan masyarakat terhadap perusahaan yang mereka akan tuju. Masalah utama yaitu sebagian pelanggan memberikan ulasan negatif mengenai pengiriman, kualitas produk seperti ukuran huruf yang terlalu kecil dan ketidaksesuaian warna yang dipesan dan yang diterima oleh konsumen berdampak pada citra merek Al-Qur’an Cordoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh citra merek dan harga terhadap keputusan pembelian Al-Qur'an Cordoba di platform e-commerce Shopee oleh konsumen di kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan verifikatif dengan metode kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 konsumen yang telah membeli produk Al-Qur'an Cordoba di e-commerce Shopee. Teknik sampling yang diterapkan adalah nonprobability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistic 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, citra merek dan harga memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian Al-Qur'an Cordoba di e-commerce Shopee oleh konsumen di kota Bandung. Secara simultan, citra merek dan harga juga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk ini. Nilai koefisien determinasi (R Square) mengindikasikan bahwa 57,8% keputusan pembelian Al-Qur'an Cordoba dipengaruhi oleh citra merek dan harga, sementara sisanya, yaitu 42,2%, dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kesimpulannya, citra merek dan harga memegang peran penting dalam mempengaruhi perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian
Analisis Determinasi Kemiskinan di Kabupaten/Kota Yogyakarta 2018–2023
Poverty remains a major issue in the Special Region of Yogyakarta (DIY), which has the highest percentage compared to other provinces on the island of Java. This condition indicates an inequality in welfare that needs to be studied, particularly in terms of education, health, and employment. This study aims to analyze the effect of Literacy Rate (LR), Life Expectancy (LE), and Open Unemployment Rate (OUR) on poverty levels in five districts/cities in DIY. Using a quantitative approach with secondary panel data from the Central Statistics Agency (BPS), the analysis was conducted using Fixed Effect panel data regression through EViews 12 software. The results show that the OUR has a significant positive effect on poverty levels, while the LFR and HLE have a negative but insignificant effect. These findings confirm that unemployment is the most dominant factor in determining poverty levels in DIY. The implication is that poverty alleviation policies should focus on creating productive jobs, aligning education with labor market needs, and equalizing access to health care to strengthen the socio-economic resilience of the community. Kemiskinan masih menjadi isu utama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang persentasenya paling tinggi daripada provinsi lain di Pulau Jawa. Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan kesejahteraan yang perlu dikaji, khususnya dari aspek pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Angka Melek Huruf (AMH), Angka Harapan Hidup (AHH), dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap tingkat kemiskinan di lima kabupaten/kota di DIY. Melalui pendekatan kuantitatif dengan data panel sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), analisis dilakukan menggunakan regresi data panel model Fixed Effect melalui perangkat lunak EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPT berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat kemiskinan, sementara AMH dan AHH berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa pengangguran merupakan faktor paling dominan dalam menentukan tingkat kemiskinan di DIY. Implikasinya, kebijakan pengentasan kemiskinan sebaiknya difokuskan pada penciptaan lapangan kerja produktif, penyelarasan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja, serta pemerataan akses kesehatan untuk memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat
Implementasi Program Sekolah Rakyat di Kota Bengkulu: Analisis Fiskal, Sosial, dan Pendidikan
This study aims to analyze the implementation of the People's School (Sekolah Rakyat, SR) Program in Bengkulu City, which is an educational initiative with a boarding school model targeting poor and extremely poor communities. The research applies a descriptive qualitative approach by supporting primary data from student surveys and secondary data from official government documents, the Regional Fiscal Study (Kajian Fiskal Regional, KFR), and statistics from the Central Bureau of Statistics (BPS). The findings indicate that the SR Program in Bengkulu has successfully enhanced students’ learning motivation, academic performance, discipline, and self-confidence, while also reducing the financial burden on their families. Large-scale fiscal investments through state budget allocation and direct assistance to students have generated positive impacts in both educational and socio-economic domains. However, major challenges include dependence on the state budget (APBN), limited availability of qualified teachers, disparities in general educational infrastructure, and insufficient socialization in remote areas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Sekolah Rakyat (SR) di Kota Bengkulu, yang merupakan inisiatif pendidikan berbasis asrama untuk masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan dukungan data primer dari survei kepada siswa serta data sekunder dari dokumen resmi pemerintah, laporan Kajian Fiskal Regional (KFR), dan data Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program SR di Bengkulu berhasil meningkatkan motivasi belajar, prestasi akademik, disiplin, dan rasa percaya diri siswa, serta meringankan beban ekonomi keluarga. Investasi fiskal yang besar melalui alokasi APBN dan bantuan langsung kepada siswa telah memberikan dampak positif, baik di bidang pendidikan maupun sosial-ekonomi. Namun, tantangan utama meliputi ketergantungan pada APBN, keterbatasan tenaga pendidik berkualitas, kesenjangan infrastruktur pendidikan umum, serta keterbatasan sosialisasi di daerah terpencil
Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi POC Biofouling Tiram Mutiara terhadap Kerapatan Stomata Hotong (Setaria italica (L.)
Ketersediaan nutrisi berperan penting dalam mengatur fungsi fisiologis tanaman, termasuk pembentukan dan kerapatan stomata yang memengaruhi efisiensi fotosintesis serta penggunaan air. Salah satu sumber nutrisi organik potensial adalah Pupuk Organik Cair (POC) berbasis biofouling Tiram Mutiara, yang mengandung unsur hara esensial seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi dan frekuensi aplikasi POC biofouling Tiram Mutiara terhadap kerapatan stomata tanaman hotong (Setaria italica (L.)). Penelitian dilaksanakan di Desa Mamala, Kabupaten Maluku Tengah, dari Oktober 2023 hingga Januari 2024, menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dua faktor, yaitu konsentrasi POC (0, 10, 20, dan 30 mL/L) serta frekuensi aplikasi (satu kali pada 25 Hari Setelah Tanam [HST] dan dua kali pada 25 dan 50 HST). Hasil analisis varians menunjukkan bahwa kedua faktor berpengaruh signifikan terhadap kerapatan stomata, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Perlakuan P3W2 (30 mL/L, dua kali aplikasi) memberikan nilai tertinggi dengan kerapatan stomata 366,67 stomata/cm². Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi dan frekuensi aplikasi POC biofouling meningkatkan aktivitas fisiologis tanaman melalui pembentukan stomata yang lebih padat dan efisien. Dengan demikian, POC biofouling Tiram Mutiara berpotensi digunakan sebagai pupuk organik ramah lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan efisiensi fotosintesis tanaman hotong. Nutrient availability plays a crucial role in regulating plant physiological functions, including stomatal formation and density, which directly affect photosynthetic efficiency and water use. One promising organic nutrient source is Pearl Oyster biofouling-based liquid organic fertilizer (POC), which contains essential elements such as nitrogen, phosphorus, and potassium. This study aimed to examine the effects of different concentrations and application frequencies of Pearl Oyster biofouling POC on the stomatal density of foxtail millet (Setaria italica (L.)). The research was conducted in Mamala Village, Central Maluku Regency, from October 2023 to January 2024, using a randomized complete block design (RCBD) with two factors: POC concentration (0, 10, 20, and 30 mL/L) and application frequency (once at 25 Days After Planting [DAP] and twice at 25 and 50 DAP). Analysis of variance revealed significant effects of both factors on stomatal density, plant height, and leaf number. The highest stomatal density (366.67 stomata/cm²) was observed in treatment P3W2 (30 mL/L applied twice). These findings indicate that higher concentrations and more frequent applications of biofouling-based POC enhance plant physiological activity by promoting denser and more efficient stomatal development. Therefore, Pearl Oyster biofouling POC can serve as an environmentally friendly organic fertilizer that supports improved growth and photosynthetic efficiency in Setaria italica (L.).Ketersediaan nutrisi berperan penting dalam mengatur fungsi fisiologis tanaman, termasuk pembentukan dan kerapatan stomata yang memengaruhi efisiensi fotosintesis serta penggunaan air. Salah satu sumber nutrisi organik potensial adalah Pupuk Organik Cair (POC) berbasis biofouling Tiram Mutiara, yang mengandung unsur hara esensial seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi dan frekuensi aplikasi POC biofouling Tiram Mutiara terhadap kerapatan stomata tanaman hotong (Setaria italica (L.)). Penelitian dilaksanakan di Desa Mamala, Kabupaten Maluku Tengah, dari Oktober 2023 hingga Januari 2024, menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dua faktor, yaitu konsentrasi POC (0, 10, 20, dan 30 mL/L) serta frekuensi aplikasi (satu kali pada 25 Hari Setelah Tanam [HST] dan dua kali pada 25 dan 50 HST). Hasil analisis varians menunjukkan bahwa kedua faktor berpengaruh signifikan terhadap kerapatan stomata, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Perlakuan P3W2 (30 mL/L, dua kali aplikasi) memberikan nilai tertinggi dengan kerapatan stomata 366,67 stomata/cm². Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi dan frekuensi aplikasi POC biofouling meningkatkan aktivitas fisiologis tanaman melalui pembentukan stomata yang lebih padat dan efisien. Dengan demikian, POC biofouling Tiram Mutiara berpotensi digunakan sebagai pupuk organik ramah lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan efisiensi fotosintesis tanaman hotong. Nutrient availability plays a crucial role in regulating plant physiological functions, including stomatal formation and density, which directly affect photosynthetic efficiency and water use. One promising organic nutrient source is Pearl Oyster biofouling-based liquid organic fertilizer (POC), which contains essential elements such as nitrogen, phosphorus, and potassium. This study aimed to examine the effects of different concentrations and application frequencies of Pearl Oyster biofouling POC on the stomatal density of foxtail millet (Setaria italica (L.)). The research was conducted in Mamala Village, Central Maluku Regency, from October 2023 to January 2024, using a randomized complete block design (RCBD) with two factors: POC concentration (0, 10, 20, and 30 mL/L) and application frequency (once at 25 Days After Planting [DAP] and twice at 25 and 50 DAP). Analysis of variance revealed significant effects of both factors on stomatal density, plant height, and leaf number. The highest stomatal density (366.67 stomata/cm²) was observed in treatment P3W2 (30 mL/L applied twice). These findings indicate that higher concentrations and more frequent applications of biofouling-based POC enhance plant physiological activity by promoting denser and more efficient stomatal development. Therefore, Pearl Oyster biofouling POC can serve as an environmentally friendly organic fertilizer that supports improved growth and photosynthetic efficiency in Setaria italica (L.)
ALLELOPATHY EFFECT OF Ageratum conyzoides LEAVES AND Imperata cylindrica ROOTS ON SEED GERMINATION AND PLANT GROWTH OF MUNG BEANS
Ageratum conyzoides, and Imperata cylindrica are cosmopolite weeds in agricultural land that can reduce the productivity of cultivated plants. This study aims to analyze the effect of A. conyzoides leaves biomass and I. cylindrical former plant media on the percentage of germination and growth of mung beans (Vigna radiata). The research was conducted by making 3 (three) replications of each Treatment. Treatment A (application of A. conyzoides leaf biomass to the planting media), Treatment B (used I. cylindrica planting media), and Control Treatment. Anova test and Tukey HSD test were conducted using R-Studio. The results showed that Treatments (A) and (B) reduced the success of mung bean germination compared to the control (97%), with A at 60% and B at 50%. The changes in leaf number and root length are very noticeable compared to plant height. The allelopathic effect was stronger in A than B. Biomass of A. conyzoides and used media of I. cylindrica has the potential to inhibit germination and early growth of mung beans.Ageratum conyzoides, and Imperata cylindrica are cosmopolite weeds in agricultural land that can reduce the productivity of cultivated plants. This study aims to analyze the effects of A. conyzoides leaf biomass and I. cylindrica grown in the planting medium on the germination percentage and growth of mung beans (Vigna radiata). The research was conducted by making 3 (three) replications of each treatment. Treatment A involves a planting medium mixed with A. conyzoides leaf biomass, Treatment B consists of a used planting medium overgrown with I. cylindrica, and the Control Treatment serves as a reference. ANOVA test and Tukey HSD test were conducted using R-Studio. The results indicated that both Treatments A and B reduced the germination success of mung beans compared to the control group, which had a germination rate of 97%. Treatment A achieved only a 60% germination rate, while Treatment B recorded 50%. Notable changes were observed in leaf number and root length, while plant height changes were less significant. The allelopathic effect was stronger in Treatment A than in Treatment B. The biomass of A. conyzoides and the used media from I. cylindrica demonstrated potential to inhibit the germination and early growth of mung beans. This study also emphasizes the potential of utilizing allelopathic compounds from both species as environmentally sustainable bioherbicides. Their use can reduce chemical exposure, reduce production costs, and maintain the ecosystem. These bioherbicides have the opportunity to be integrated into integrated pest management (IPM) strategies in food crops to support sustainable agriculture
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Jarak Cina (Jatropha multifida L.) Sebagai Antifungi Fusarium sp. Penyebab Penyakit Layu pada Tanaman Cabai Besar
Fusarium sp. merupakan salah satu patogen yang menyebabkan rendahnya produktivitas tanaman cabai besar. Upaya utama yang umum dilakukan petani dalam pengendaliannya yaitu dengan penggunaan pestisida kimia yang berdampak buruk bagi tanaman dan lingkungan. Penggunaan ekstrak daun jarak cina dapat menjadi alternatif dalam menghambat pertumbuhan Fusarium sp. karena mengandung senyawa antifungi seperti flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun jarak cina terhadap pertumbuhan Fusarium sp. secara in vitro dan in vivo. Percobaan dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Agustus tahun 2024. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap untuk in vitro pada konsentrasi 35%, 40%, 45%, 50%, 55% dan 60%, serta Rancangan Acak Kelompok untuk in vivo dengan menggunakan konsentrasi yang efektif dari hasil pengujian in vitro. Hasil pengujian in vitro menunjukkan bahwa ekstrak daun jarak cina dengan konsentrasi 55% dan 60% memiliki diameter hambat 0 mm dan daya hambat 100% selama 7 hari setelah inokulasi (HSI). Adapun hasil pengujian in vivo menunjukkan bahwa konsentrasi 55% dan 60% berpengaruh terhadap jumlah daun, kejadian penyakit, serta keparahan penyakit layu fusarium pada tanaman cabai besar selama 21 hari setelah tanam (HST). Fusarium sp. is one of the pathogens that cause low productivity of chili plants. The main method commonly used by farmers in controlling the wilt disease is using chemical pesticides that have a negative impact on plants and the environment. The use of chinese castor leaf extract can be an alternative in inhibiting the growth of Fusarium sp. because it contains antifungal compounds such as flavonoids, saponins, and tannins. This research aimed to determine the effect of chinese castor leaf extract on the growth of Fusarium sp. in vitro and in vivo. This experiment was conducted from March to August 2024. The experiment was conducted using a Completely Randomized Design for in vitro in concentration of 35%, 40%, 45%, 50%, 55% and 60%, and a Randomized Group Design for in vivo using effective concentrations from in vitro results. The results of in vitro testing showed that Chinese castor leaf extract with a concentration of 55% and 60% had an inhibition diameter of 0 mm and 100% inhibition for 7 days after inoculation. The results of in vivo testing showed that concentrations of 55% and 60% had an effect on the number of leaves, disease incidence, and severity of fusarium wilt disease in large chili plants 21 days after planting.Fusarium sp. merupakan salah satu patogen yang menyebabkan rendahnya produktivitas tanaman cabai besar. Upaya utama yang umum dilakukan petani dalam pengendaliannya yaitu dengan penggunaan pestisida kimia yang berdampak buruk bagi tanaman dan lingkungan. Penggunaan ekstrak daun jarak cina dapat menjadi alternatif dalam menghambat pertumbuhan Fusarium sp. karena mengandung senyawa antifungi seperti flavonoid, saponin, dan tanin. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun jarak cina terhadap pertumbuhan Fusarium sp. secara in vitro dan in vivo. Percobaan dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Agustus tahun 2024. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap untuk in vitro pada konsentrasi 35%, 40%, 45%, 50%, 55% dan 60%, serta Rancangan Acak Kelompok untuk in vivo dengan menggunakan konsentrasi yang efektif dari hasil pengujian in vitro. Hasil pengujian in vitro menunjukkan bahwa ekstrak daun jarak cina dengan konsentrasi 55% dan 60% memiliki diameter hambat 0 mm dan daya hambat 100% selama 7 hari setelah inokulasi (HSI). Adapun hasil pengujian in vivo menunjukkan bahwa konsentrasi 55% dan 60% berpengaruh terhadap jumlah daun, kejadian penyakit, serta keparahan penyakit layu fusarium pada tanaman cabai besar selama 21 hari setelah tanam (HST). Fusarium sp. is one of the pathogens that cause low productivity of chili plants. The main method commonly used by farmers in controlling the wilt disease is using chemical pesticides that have a negative impact on plants and the environment. The use of chinese castor leaf extract can be an alternative in inhibiting the growth of Fusarium sp. because it contains antifungal compounds such as flavonoids, saponins, and tannins. This research aimed to determine the effect of chinese castor leaf extract on the growth of Fusarium sp. in vitro and in vivo. This experiment was conducted from March to August 2024. The experiment was conducted using a Completely Randomized Design for in vitro in concentration of 35%, 40%, 45%, 50%, 55% and 60%, and a Randomized Group Design for in vivo using effective concentrations from in vitro results. The results of in vitro testing showed that Chinese castor leaf extract with a concentration of 55% and 60% had an inhibition diameter of 0 mm and 100% inhibition for 7 days after inoculation. The results of in vivo testing showed that concentrations of 55% and 60% had an effect on the number of leaves, disease incidence, and severity of fusarium wilt disease in large chili plants 21 days after planting
Pengaruh Media Tanam dan Interval Penyiraman terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada (Lactuca sativa L.) pada Sistem Vertikultur
Peningkatan hasil selada pada vertikultur memerlukan media tanam dan penyiraman yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh variasi media tanam dan interval penyiraman terhadap pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa L.) pada sistem vertikultur. Penelitian dilaksanakan di Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Galihjaya, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya (350 mdpl) dari Mei hingga Agustus 2023. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok faktorial dua faktor, yaitu empat jenis media tanam (tanah, tanah + pupuk kandang domba, tanah + arang sekam, dan tanah + pupuk kandang domba + arang sekam) dan tiga interval penyiraman (dua hari sekali, satu hari sekali, dan satu hari dua kali), dengan 36 petak percobaan dan tiga ulangan. Data dianalisis menggunakan uji F dan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil menunjukkan adanya interaksi antara media tanam dan interval penyiraman terhadap jumlah daun umur 21 dan 31 HST. Efek mandiri media tanam terlihat pada jumlah daun selada umur 31 HST dan jumlah klorofil daun umur 35 HST, laju asimilasi bersih umur 21-26 HST dan umur 26-31 HST, laju tumbuh tanaman umur 21-26 HST dan umur 26-21 HST dan bobot panen umur 35 HST, sedangkan efek mandiri interval waktu penyiraman tidak terlihat nyata pada semua parameter. Kombinasi tanah dan pupuk kandang domba menghasilkan nilai tertinggi dengan bobot brangkasan rata-rata 53,20 g per tanaman.Peningkatan hasil selada pada vertikultur memerlukan media tanam dan penyiraman yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh variasi media tanam dan interval penyiraman terhadap pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa L.) pada sistem vertikultur. Penelitian dilaksanakan di Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Galihjaya, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya (350 mdpl) dari Mei hingga Agustus 2023. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok faktorial dua faktor, yaitu empat jenis media tanam (tanah, tanah + pupuk kandang domba, tanah + arang sekam, dan tanah + pupuk kandang domba + arang sekam) dan tiga interval penyiraman (dua hari sekali, satu hari sekali, dan satu hari dua kali), dengan 36 petak percobaan dan tiga ulangan. Data dianalisis menggunakan uji F dan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil menunjukkan adanya interaksi antara media tanam dan interval penyiraman terhadap jumlah daun umur 21 dan 31 HST. Efek mandiri media tanam terlihat pada jumlah daun selada umur 31 HST dan jumlah klorofil daun umur 35 HST, laju asimilasi bersih umur 21-26 HST dan umur 26-31 HST, laju tumbuh tanaman umur 21-26 HST dan umur 26-21 HST dan bobot panen umur 35 HST, sedangkan efek mandiri interval waktu penyiraman tidak terlihat nyata pada semua parameter. Kombinasi tanah dan pupuk kandang domba menghasilkan nilai tertinggi dengan bobot brangkasan rata-rata 53,20 g per tanaman
Keanekaragaman Artropoda pada Berbagai Kombinasi Pola Tanam Jagung Ketan dan Edamame
Sistem tanam monokultur yang umum diterapkan petani cenderung menurunkan kestabilan agroekosistem karena meningkatnya risiko serangan hama dan penyakit. Salah satu alternatifnya ialah sistem polikultur yang dapat memperkaya habitat bagi berbagai jenis artropoda, termasuk musuh alami hama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman artropoda pada berbagai kombinasi tanam jagung ketan dan kedelai edamame dengan tambahan tanaman border serai dan kemangi. Penelitian dilaksanakan pada empat tipe lahan pertaniandi Kebonsari, Jember, Jawa Timur: 1) monokultur jagung ketan, 2) polikultur jagung ketan-edamame, (3) polikultur jagung ketan-edamame dengan border serai, dan 4) polikultur jagung ketan-edamame dengan border kemangi. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan pitfall trap, yellow trap, dan sweep net, sedangkan data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman (H'), kemerataan (E), dan dominasi (C). Hasil menunjukkan bahwa perlakuan polikultur bersamaan dengan border tanaman aromatik terbukti meningkatkan keseimbangan komunitas arthropoda yang menguntungkan. Polikultur kemangi efektif meningkatkan parasitoid, sedangkan polikultur serai lebih optimal dalam meningkatkan predator dan penyerbuk. The monoculture system commonly practiced by Indonesian farmers tends to reduce agroecosystem stability due to the higher risk of pest and disease. On the other hand, polyculture can provide a more diverse habitat that supports beneficial arthropods, including natural enemies. This study aimed to analyze the diversity of arthropods in various planting combinations of waxy maize and edamame with additional border plants of lemongrass and basil. The research was conducted from June to September 2024 in Kebonsari, Jember, East Java, using four treatments: (1) maize monoculture, (2) maize–edamame polyculture, (3) maize–edamame polyculture with lemongrass borders, and (4) maize–edamame polyculture with basil borders. Arthropod sampling was carried out using pitfall traps, yellow traps, and sweep nets, and data were analyzed using the diversity index (H'), evenness index (E), and dominance index (C). The results showed that the polyculture combined with aromatic plants as a border effectively enhanced the balance of beneficial arthropod communities. Polyculture with basil effective in increasing parasitoid abundance, while polyculture with lemongrass is more optimal in increasing predators and pollinators. Sistem tanam monokultur yang umum diterapkan petani cenderung menurunkan kestabilan agroekosistem karena meningkatnya risiko serangan hama dan penyakit. Salah satu alternatifnya ialah sistem polikultur yang dapat memperkaya habitat bagi berbagai jenis artropoda, termasuk musuh alami hama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman artropoda pada berbagai kombinasi tanam jagung ketan dan kedelai edamame dengan tambahan tanaman border serai dan kemangi. Penelitian dilaksanakan pada empat tipe lahan pertaniandi Kebonsari, Jember, Jawa Timur: 1) monokultur jagung ketan, 2) polikultur jagung ketan-edamame, (3) polikultur jagung ketan-edamame dengan border serai, dan 4) polikultur jagung ketan-edamame dengan border kemangi. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan pitfall trap, yellow trap, dan sweep net, sedangkan data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman (H'), kemerataan (E), dan dominasi (C). Hasil menunjukkan bahwa perlakuan polikultur bersamaan dengan border tanaman aromatik terbukti meningkatkan keseimbangan komunitas arthropoda yang menguntungkan. Polikultur kemangi efektif meningkatkan parasitoid, sedangkan polikultur serai lebih optimal dalam meningkatkan predator dan penyerbuk. The monoculture system commonly practiced by Indonesian farmers tends to reduce agroecosystem stability due to the higher risk of pest and disease. On the other hand, polyculture can provide a more diverse habitat that supports beneficial arthropods, including natural enemies. This study aimed to analyze the diversity of arthropods in various planting combinations of waxy maize and edamame with additional border plants of lemongrass and basil. The research was conducted from June to September 2024 in Kebonsari, Jember, East Java, using four treatments: (1) maize monoculture, (2) maize–edamame polyculture, (3) maize–edamame polyculture with lemongrass borders, and (4) maize–edamame polyculture with basil borders. Arthropod sampling was carried out using pitfall traps, yellow traps, and sweep nets, and data were analyzed using the diversity index (H'), evenness index (E), and dominance index (C). The results showed that the polyculture combined with aromatic plants as a border effectively enhanced the balance of beneficial arthropod communities. Polyculture with basil effective in increasing parasitoid abundance, while polyculture with lemongrass is more optimal in increasing predators and pollinators.
ANALYSIS OF SUPPLY CHAIN AND VALUE ADDED IN COCONUT MILK AGROINDUSTRY IN FANINDO TRADITIONAL MARKET BATU AJI DISTRICT BATAM CITY
This study aims to analyze the supply chain, supply chain performance, and value-added of coconut in coconut milk agro-industry in Fanindo Traditional Market, Batu Aji District, Batam City. The method used was case study. Respondents in this study consisted of agro-industry owners, coconut suppliers, and coconut farmers. The analysis method used was descriptive qualitative to answer the first objective, supply chain performance analysis method with marketing margin, farmer's share, and marketing efficiency approaches, and value-added analysis method. The results of this study show that the coconut supply chain consists of two channels, namely farmers - suppliers - agro-industry - consumers and farmers - agro-industry - consumers. The performance of the supply chain has been said to be efficient because the value of farmer's share of both channels 40%, namely 50,43% and marketing efficiency between 0-33% (8,31% at the supplier level and 0,40% at the agro-industry level) which means it is also in the efficient category. The value added generated is positive at Rp1,800,68/coconut (35,85%) which means that coconut milk agro-industry in Fanindo Traditional Market, Batu Aji District, Batam City is feasible to develop