Jurnal Universitas Siliwangi
Not a member yet
2884 research outputs found
Sort by
Analisis Jalur Kritis dan Percepatan dengan Metode Precedence Diagram Method (PDM) dan Metode Crashing pada Pekerjaan Struktur Proyek Pembangunan Gedung
Percepatan dalam pembangunan proyek adalah strategi yang diterapkan untuk menyelesaikan proyek lebih cepat dari jadwal yang direncanakan tanpa mengorbankan kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang jalur kritis, yang lebih lanjut akan digunakan untuk analisis perubahan durasi dan biaya setelah percepatan. Penelitian ini menganalisis pekerjaan struktur pada Proyek Pembangunan Gedung Pelayanan dengan metode Precedence Diagram Method (PDM) untuk mendapatkan jalur kritis dengan software. Selain itu diterapkan pula metode crashing pada aktivitas yang berada di jalur kritis dengan alternatif penambahan tenaga kerja, penambahan jam lembur, serta kombinasi dari kedua alternatif tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh aktivitas pekerjaan berada pada jalur kritis, sehingga penjadwalan dengan metode PDM terbukti efektif dalam mengidentifikasi aktivitas yang memengaruhi penyelesaian proyek. Strategi percepatan yang diterapkan mampu mengurangi durasi proyek dengan variasi efektivitas, di mana kombinasi penambahan tenaga kerja dan jam lembur memberikan hasil paling optimal dengan peningkatan biaya yang relatif kecil. Penelitian ini juga merekomendasikan penggunaan metode PDM dalam proyek konstruksi karena kemampuannya dalam memetakan jalur kritis secara jelas. Kajian lebih lanjut diperlukan untuk menilai dampak percepatan terhadap kualitas pekerjaan, khususnya risiko penurunan mutu akibat jam lembur, serta penerapan pendekatan Time Cost Trade Off (TCTO) yang lebih komprehensif, mencakup aspek biaya material, peralatan, dan risiko keterlambatan, sehingga hasil perhitungan percepatan dapat lebih aplikatif.
Analisis Stabilitas Galian dengan Menggunakan Metode Secant Pile
Penelitian ini dilakukan pada galian untuk basement gedung di kawasan padat penduduk daerah Bandung, Jawa Barat. Galian diperkuat menggunakan secant pile karena sifatnya yang fleksibel, minim getaran dan tidak membutuhkan lahan luas, sesuai dengan kondisi dengan bangunan eksisting terdekat pada jarak 24,3 m. Analisis difokuskan pada faktor keamanan, deformasi lateral dan deformasi aksial. Metode elemen hingga digunakan melalui perangkat lunak berbasis elemen hingga dengan peninjauan pada dua potongan, yaitu potongan melintang (potongan 1) dan potongan memanjang (potongan 2). Parameter tanah yang digunakan diperoleh dari uji lapangan SPT dan uji laboratorium pada empat titik bor log dengan kedalaman muka air tanah bervariasi, yaitu 1,2 m, 3,3 m, 0,8 m dan 2 m pada masing-masing titik bor log. Kondisi tanah sekitar galian hingga kedalaman secant pile berdiameter 60 didominasi oleh tanah lunak, dengan kedalaman galian 4,5 m dan panjang secant pile 9 m. Hasil analisis menunjukkan nilai faktor keamanan pada galian potongan 1 sebesar ,934 ( 1,5) dan pada potongan 2 sebesar 1,946 ( 1,5) serta FK terhadap heave, blow-in dan piping berturut-turut sebesar 1,6 ( 1,25), 1,274 ( 1,25) dan 1,66 ( 1,5). Deformasi lateral yang terjadi pada dinding secant pile sebesar 4,16 cm ( 4,5 cm) pada potongan 1 dan 4,22 cm ( 4,5 cm) pada potongan 2 serta deformasi aksial (penurunan tanah di area sekitar galian) potongan 1 sebesar 0,03 cm dan 0,27 cm pada potongan 2. Keseluruhan hasil analisis menunjukkan galian dengan perkuatan secant pile aman sesuai dengan batas izin geoteknik
STATE HIGH SCHOOL STUDENTS IN TASIKMALAYA CITY ARE ASSESSED BASED ON THEIR INTEREST CLASS (NATURAL SCIENCES/SOCIAL SCIENCES)
This study aims to determine the profile of students' mathematics anxiety based on the chosen elective class. The method used in this study is a survey method with data collection techniques involving observation (interviews or questionnaires). Participants were grade XI students of Public Senior High Schools in Tasikmalaya City in the 2023/2024 academic year, totaling 10 schools. The sample consisted of two classes from each school, consisting of one class specializing in science and one class specializing in social studies, selected using a purposive sampling technique. The instrument used was a mathematics anxiety questionnaire. Data processing techniques involved descriptive statistical analysis using Ms. Excel Nvivo version 14. The results of the study showed that there were differences in anxiety between students in science and social studies elective classes. The impression from these findings is the need for special interventions in the mathematics learning process in social studies classes to reduce mathematics anxiety
Implementasi Building Information Modeling (BIM) 5D pada Perencanaan Kampus di Kabupaten Majalengka
Building Information Modeling (BIM) merupakan inovasi teknologi dalam industri konstruksi yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas perencanaan, perancangan, serta pengelolaan proyek secara terintegrasi. Penerapan BIM, khususnya BIM 5D, memungkinkan penggabungan pemodelan tiga dimensi dengan analisis waktu dan biaya, sehingga mampu meningkatkan akurasi perencanaan, efisiensi pelaksanaan, serta pengendalian biaya proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estimasi biaya dan durasi pelaksanaan melalui implementasi BIM 5D pada pekerjaan struktur, arsitektur, serta mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) pada tahap perencanaan pembangunan kampus di Kabupaten Majalengka dengan menggunakan perangkat lunak BIM 5D. Metode penelitian dilakukan melalui penyusunan model 3D berbasis BIM yang dikembangkan menjadi proses quantity takeoff, analisis penjadwalan, serta estimasi biaya terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemodelan 3D berbasis BIM mampu mempermudah proses perhitungan volume pekerjaan secara lebih akurat serta mengidentifikasi potensi clash antar elemen struktur, arsitektur, dan MEP sejak tahap perencanaan. Analisis penjadwalan menggunakan BIM 5D menghasilkan estimasi durasi pelaksanaan selama 30 minggu atau setara dengan 209 hari kalender. Sementara itu, hasil perbandingan estimasi biaya antara metode BIM 5D dan metode konvensional menunjukkan adanya selisih sebesar 2,20%, yang mengindikasikan efisiensi biaya melalui penerapan BIM. Secara keseluruhan, implementasi BIM 5D terbukti mampu meningkatkan akurasi pemodelan, mempercepat proses penyusunan jadwal, serta menghasilkan estimasi biaya yang lebih efisien dan andal dibandingkan dengan metode konvensional, sehingga berpotensi mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam perencanaan proyek konstruksi
Analisis Kinerja Ruas Jalan Cimanuk Kabupaten Garut
Jalan Cimanuk merupakan jalan kolektor yang memiliki lebar jalan 9 meter dan menjadi salah jalan satu jalan menuju pusat kota dan RSU dr. Slamet. Pada sepanjang Jalan Cimanuk terdapat toko-toko, tempat makan, sekolah, taman yang menjadikan pusat tarikan masyarakat sehingga sangat padat pada jam-jam tertentu serta volume kendaraan pada ruas jalan ini termasuk penyumbang kendaraan terbesar terhadap Simpang Maktal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Kinerja ruas Jalan Cimanuk dan memberikan alternatif penanganan jika terjadi kejenuhan dalam lima tahun kedepan dengan metode mengacu pada PKJI (2023). Data Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) dan hambatan samping diperoleh melalui survei langsung ke lapangan dan proyeksi pertumbuhan kendaraan untuk tahun mendatang. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa volume kendaraan tertinggi kondisi eksisting terjadi pada Selasa, 18 Maret 2025 sebesar 2139 SMP/jam, Kapasitas = 2835 SMP/jam, Derajat Kejenuhan = 0,75 (D), Kecepatan Tempuh = 28,68 km/jam, dan Waktu Tempuh = 1,80 menit. Hasil proyeksi lima tahun kedepan menunjukan terjadinya kenaikan nilai DJ pada tahun ke-5 sebesar 0,85 (E). Untuk mengatasi permasalahan ini, Solusi yang diambil yaitu dengan melakukan penertiban kendaraan parkir atau berhenti (PSV) dan pengaturan jam operasional kendaraan. Hasil analisis alternatif solusi didapat kapasitas naik menjadi 3080 SMP/jam, Volume arus lalu lintas berkurang menjadi 2376,38 SMP/jam, Kecepatan Tempuh sebesar 29,75 km/jam, Waktu Tempuh sebesar 1,74 menit, dan derajat kejenuhan pada tahun ke-5 turun menjadi 0,84 (D)
EXPLORING STUDENTS’ CONCEPTUAL AND PROCEDURAL ERRORS IN AKM-BASED CENTRAL TENDENCY TASKS
This study investigates students’ errors in solving Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)-based problems on measures of central tendency, with a focus on conceptual understanding, procedural reasoning, and technical accuracy. Employing a qualitative descriptive design, data were collected from 20 eighth-grade students through an AKM-based diagnostic test and semi-structured interviews. The findings reveal that students’ errors are predominantly conceptual and procedural, particularly in interpreting the meaning of mean and median, planning solution strategies, and systematically analyzing contextual data representations. Technical errors occurred less frequently and were mainly associated with computational inaccuracy and limited reflective checking. These results indicate that students’ engagement with AKM-style statistics tasks is characterized by surface-level processing rather than meaningful statistical reasoning. The study contributes to research on statistical literacy by highlighting the need to integrate conceptual understanding, procedural planning, and reflective practices in numeracy instruction. Implications are discussed for strengthening assessment-oriented learning and supporting students’ numeracy development within competency-based curricula.
Evaluasi Sistem Drainase di Jalan Cilolohan Kota Tasikmalaya Menggunakan Pemodelan EPA SWMM 5.2
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem drainase di persimpangan Jalan Cilolohan, Kota Tasikmalaya, yang kerap menghadapi masalah banjir akibat kapasitas saluran yang tidak memadai serta tingginya akumulasi sedimentasi. Evaluasi teknis dilakukan melalui pendekatan pemodelan hidrologi dan hidraulika menggunakan Storm Water Management Model (SWMM) 5.2. Pemodelan ini didukung oleh pemetaan topografi dan delineasi daerah tangkapan air (catchment area) berbasis GIS, serta verifikasi spasial presisi melalui Google Earth. Data curah hujan harian maksimum periode 2014–2023 dianalisis secara statistik menggunakan metode distribusi probabilitas untuk menetapkan hujan rencana. Berdasarkan uji kesesuaian, distribusi Log Pearson III terpilih sebagai model terbaik untuk wilayah tersebut. Hasil simulasi menunjukkan bahwa segmen saluran SSA, SSC, SSD, SSE, dan SSF mengalami over-capacity pada kondisi puncak hujan. Fenomena limpasan ini dipicu oleh kombinasi intensitas hujan tinggi, koefisien limpasan impervious yang besar pada kawasan perkotaan, dan sedimentasi yang mereduksi dimensi tampungan efektif secara signifikan. Sebagai solusi, dilakukan desain ulang dimensi saluran melalui proses iterasi trial-and-error pada perangkat lunak SWMM hingga tercapai konfigurasi penampang yang mampu menyalurkan debit rencana tanpa indikasi luapan. Selain penyesuaian dimensi fisik, pembersihan sedimentasi secara berkala sangat direkomendasikan sebagai langkah operasional rutin guna menjaga kapasitas hidraulik tetap optimal. Temuan ini diharapkan menjadi acuan teknis bagi pemerintah daerah dalam perencanaan mitigasi banjir dan peningkatan sistem drainase perkotaan
EFFECTIVENESS OF THE PROBING PROMPTING MODEL ASSISTED BY KAHOOT GAMIFICATION ON STUDENTS’ MATHEMATICAL CONCEPTUAL UNDERSTANDING
Limited conceptual understanding and low student engagement often hinder middle school learners in transforming contextual problems into formal mathematical representations. This study aims to evaluate the effectiveness of the Probing Prompting model assisted by Kahoot gamification in improving students’ mathematical conceptual understanding and to describe their attitudes toward its implementation. A quasi-experimental design was employed involving two seventh-grade classes with 23 students in the experimental group and 27 students in the control group. Data were collected through an essay test on conceptual understanding and a student attitude questionnaire. The results of the independent sample t-test showed a significant difference between the two groups, with the experimental class achieving an N-Gain score of 0.66 in the medium category, outperforming the control class, which obtained an N-Gain score of 0.28 in the low category. Students also demonstrated a positive attitude toward the integration of Kahoot, with an average score of 3.16. These findings indicated that the combination of structured probing questions and digital gamification was effective in strengthening students’ conceptual understanding while creating a more engaging and supportive learning experience.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR ROLL DEPAN MELALUI PEER TEACHING PADA PESERTA DIDIK TUNAWICARA KELAS 5 SD
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan senam lantai, khususnya roll depan, pada siswa kelas 5 MI Roudlotush Sholihin Jemur Kebumen, termasuk siswa tunawicara, melalui penerapan strategi peer teaching. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada penelitian ini menggunakan 5 dimensi diantaranya : perasaan senang, pemahaman gerak, kepercayaan diri, mempraktikkan gerak, dan motivasi belajar dengan menggunakan rumus gregory yang melibatkan ahli validitas penjas adaptif dan ahli pendidikan anak berkebutuhan khusus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan motorik siswa secara signifikan. Pada siklus I, persentase ketercapaian kompetensi sebesar 74%, meningkat menjadi 90% pada siklus II, melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Strategi peer teaching terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran yang inklusif, meningkatkan pemahaman siswa, serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan strategi peer teaching untuk mendukung pembelajaran inklusif dalam pendidikan jasmani
Analisis Kreativitas Guru Pendidikan Jasmani pada Satuan Pendidikan Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kreativitas guru Pendidikan Jasmani pada satuan pendidikan dasar di Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu. Penelitian deskriptif kualitatif melibatkan 9 orang guru PJOK. Pengumpulan data melalui angket, wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana PJOK memenuhi standar sebesar 53,67% dan tidak memenuhi standar sebesar 46,33%, dalam kondisi baik sebesar 35,22% dan kondisi kurang baik sebesar 64,78%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar sekolah telah memiliki sarana dan prasarana yang memenuhi standar, namun kualitas dan kondisi sarana tersebut masih perlu mendapat perhatian khusus untuk mendukung pembelajaran PJOK yang lebih efektif dan aman. Tingkat kreativitas guru dalam menyikapi keterbatasan sarana dan prasarana tergolong sangat kreatif (82,96%). Peneliti selanjutnya dapat memfokuskan pada efektivitas teknologi dalam pembelajaran PJOK, serta bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan kreativitas dan efektivitas pembelajaran olahraga di Sekolah Dasa