OJS Kader Bangsa University
Not a member yet
    461 research outputs found

    Hubungan Kualitas Pelayanan Bagian Pendaftaran Rawat Jalan terhadap Kepuasan Pasien

    No full text
    Service quality has a direct impact on patient satisfaction assessments. In Purwodadi Regency there are only twelve hospitals. One ofthese Health Care is Puskesmas X, which is the most preferred reference by the public. The aim of this research is to determine therelationship between service quality in the registration department and outpatient satisfaction at X Palembang Health Care. The approach taken in this research is quantitative-analytic with a cross sectional study. This research was carried out from Oktober to November 2023. Samples were taken using accidental sampling with a population of 107,520 patients and samples taken of 100respondents using the Slovin formula calculation. The research instrument used a structured questionnaire. The results of theresearch show that there is a relationship between the quality of registration department services and outpatient satisfaction atPuskesmas X Palembang which includes components: tangibles with a p-value of 0.000 < 0.05; reliability with p-value 0.006 <0.05; responsiveness with p-value 0.000 < 0.05; assurance with a p- value of 0.000 < 0.05; and empathy with a p-value of 0.000 < 0.05. Overall, the total percentage of patient satisfaction is 70%. Thus, it can be concluded that to increase patient satisfactionscores, Health Care are obliged to improve the quality of service in every department.Kualitas pelayanan berdampak pada penilaian kepuasan pasien secara langsung di Puskesmas X Palembang yang menjadi pilihan rujukan tempat pelayanan kesehatan oleh masyarakat sebagai Faskes awal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan bagian bagian pendaftaran terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas X Palembang. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kuantitatif-analitik dengan studi CrossSectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November  2024. Sampel diambil menggunakan accidental sampling dengan jumlah populasi 107.520 pasien dan sampel yang diambil sebanyak 100 responden menggunakan perhitungan rumus slovin. Instrumen penelitian menggunakan angket terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas pelayanan bagian pendaftaran dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas X Palembang yang meliputi komponen: bukti langsung (tangibles) dengan nilai p-value 0,000 < 0,05; keandalan (reliability) dengan p-value 0,006 < 0,05; ketanggapan (responsiveness) dengan p-value 0,000 < 0,05; jaminan (assurance) dengan p-value 0,000 < 0,05; dan empati (emphaty) dengan p-value 0,000 < 0,05. Adapaun secara keseluruhan persentase kepuasan pasien sebesar 70%.Kesimpulan dari penelitian ini untuk meningkatkan nilai kepuasan pasien, maka Puskesmas wajib meningkatkan kualitas pelayanan di setiap bagian

    Analisis Penggunaan Kontrasepsi IUD pada Ibu-Ibu Post Sectio Caesarea

    No full text
    Contraception is a health service program to prevent or delay pregnancy for women. The target form of contraception is post-CS mothers who have given birth. For this reason, post-CS mothers who are over 30 years old and already have more than 2 children are advised to use long-term contraception in post-CS mothers at RSIA Az-Zahra Palembang in 2024. This research method uses an analytical method with a case control approach by looking at medical record data at RSIA Az-Zahra. The results of this study The frequency distribution of respondents who used IUD contraception was 72 respondents (50%) and respondents who did not use IUD contraception were 72 respondents (50%). Most of the respondents, namely 79 respondents (54.9%) had non- risk parity, most of the respondents, namely 83 respondents (57.6%) did not work, most of the respondents, namely 76 respondents (52.8%) were knowledgeable. The conclusion is that we as health workers can continue to provide education and counseling to post-CS mothers in choosing contraceptives, especially IUDs, by using counseling media that are easy for the public to understand.Kontrasepsi merupakan program pelayanan kesehatan dalam mencegah atau menunda kehamilan bagi wanita. Bentuk sasaran dalam melakukan kontrasepsi ini yaitu ibu-ibu post SC yang sudah melahirkan. Untuk itu ibu-ibu post SC yang memiliki usia diatas 30 tahun dan sudah mempunyai anak lebih dari 2 disarankan untuk kontrasepsi jangka panjang yaitu Intrauterine Device (IUD) dan pemasangan maupun pencabutan hanya boleh dilakukan oleh tenaga yang terlatih. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis penggunaan kontrasepsi IUD pada ibu-ibu post SC di RSIA Az-Zahra Palembang Tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan case control dengan melihat data rekam medik di RSIA Az- Zahra. Hasil penelitian ini distribusi frekuensi responden yang menggunakan kontrasepsi IUD sebanyak 72 responden (50%) dan responden yang tidak menggunakan kontrasepsi IUD sebanyak 72 responden (50%). Sebagian besar responden yaitu sebanyak 79 responden (54,9%) memiliki paritas tidak beresiko, sebagian besar responden yaitu sebanyak 83 responden (57,6%) tidak bekerja, sebagian besar responden yaitu sebanyak 76 responden (52,8%) berpengetahuan. Kesimpulannya bahwa kita sebagai tenaga kesehatan dapat melanjutkan dalam memberikan penyuluhan dan konseling kepada ibu-ibu post SC dalam pemilihan alat kontrasepsi khususnya IUD dengan menggunakan media konseling yang mudah di mengerti oleh masyarakat

    Perbandingan Sistem Pembuktian Pidana dalam Tradisi Common Law dan Civil Law: Studi Komparatif Malaysia dan Italia

    No full text
    Sistem pembuktian pidana merupakan salah satu aspek fundamental dalam hukum acara pidana karena berperan menentukan terpenuhinya unsur kesalahan terdakwa dalam suatu proses peradilan. Penerapan sistem pembuktian pidana di suatu negara tidak terlepas dari sistem hukum yang dianutnya. Malaysia sebagai negara persemakmuran Inggris menganut sistem common law, sedangkan Italia menganut sistem civil law, sehingga keduanya memiliki karakteristik pembuktian pidana yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan sistem pembuktian pidana yang berlaku di Malaysia dan Italia berdasarkan tradisi hukum yang melandasinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, perbandingan, dan konseptual. Pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin, serta literatur hukum yang relevan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai perbedaan dan persamaan sistem pembuktian pidana dalam kerangka common law system dan civil law system, serta memberikan kontribusi akademik bagi pengembangan kajian hukum acara pidana, khususnya dalam perspektif perbandingan hukum

    Analisis Efektivitas Kinerja Balanced Scorecard pada BPRS Amanah Rabbaniah Kopo

    No full text
      This study aims to analyze the effectiveness of the Balanced Scorecard (BSC) performance system at BPRS Amanah Rabbaniah, Kopo Branch Office. The BSC is utilized as a tool to measure organizational performance comprehensively through four perspectives: financial, customer, internal business processes, and learning and growth. This study employed both qualitative and quantitative approaches, with data obtained from interviews, observations, and financial statement analysis. The findings indicate that the implementation of BSC at BPRS Amanah Rabbaniah is moderately effective, though there are areas requiring improvement, particularly asset efficiency and profit stability. This study recommends strengthening digitalization, improving human resource quality, and evaluating sustainable financial strategies.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem kinerja Balanced Scorecard (BSC) di BPRS Amanah Rabbaniah Kantor Kas Kopo. BSC digunakan sebagai alat untuk mengukur kinerja organisasi secara menyeluruh melalui empat perspektif: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BSC di BPRS Amanah Rabbaniah cukup efektif, meskipun masih terdapat beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal efisiensi aset dan stabilitas laba. Penelitian ini memberikan rekomendasi penguatan digitalisasi, peningkatan kualitas SDM, serta evaluasi strategi keuangan yang berkelanjutan

    Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Melalui Penyuluhan dan Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

    No full text
    In order to implement the Higher Education Tri Dharma, especially community service, Kader Bangsa University Palembang organized a KKN program in Pengabuan Village, PALI Regency. This activity aims to assist the community in utilizing existing resources, with an emphasis on increasing awareness and practice of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). Through participatory and observational approaches, this activity aims to increase community awareness, especially those in Pengabuan Village, about the importance of Clean and Healthy Living Behavior for health and environmental cleanliness. The results show that there is community interest in the importance of health and environmental cleanliness because the outreach activities carried out received great attention. This Community service activities also identifies the challenges faced and provides recommendations for the development of future KKN programsDalam rangka melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, Universitas Kader Bangsa Palembang menyelenggarakan program KKN di Desa Pengabuan, Kabupaten PALI. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, dengan penekanan pada peningkatan kesadaran dan praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Melalui pendekatan partisipatif dan observasi, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terutama yang berada di Desa Pengabuan mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi kesehatan serta kebersihan lingkungan. Hasilnya menunjukkan bahwa adanya minat masyarakat sekitar mengenai pentingnya kesehatan dan kebersihan lingkungan karena kegiatan penyuluhan – penyuluhan yang dilakukan mendapatkan perhatian yang besar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan program KKN di masa mendatan

    Sosialisasi Peningkatan Pemahaman Kesehatan Mental Pada Remaja

    No full text
    Adolescence is a dynamic phase of development and undergoes many changes in the life of adolescents. One of these changes occurs in their mental condition. The changes that occur during adolescence can trigger mental emotional problems. The prevalence of mental emotional disorders has increased from 6.1%, or around 12 million people, to 9.8%, or around 20 million people. However, few adolescents seek professional help for their mental health problems and understanding of mental health in Indonesia tends to be low. This community service aims to increase the knowledge of adolescents regarding mental health. This community service was conducted at STIKes Budi Mulia Sriwijaya. The methods used in this community service are lectures and discussions involving students. The pre-test results showed a good knowledge level of 22.9%, sufficient by 39.5%, and less by 33.3%. After socialization, there was a change in the level of good knowledge by 52.1%, sufficient by 29.1%, and less by 14.5%. The existence of this education can increase the knowledge of adolescents to work together to maintain mental health and to know the causes, prevention, and treatment of mental illness.Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan yang dinamis dan mengalami banyak perubahan dalam kehidupan remaja. Salah satu perubahan tersebut terjadi pada kondisi mentalnya. Akibat perubahan yang terjadi pada masa remaja dapat memicu terjadinya masalah mental emosional. Prevalensi penderita gangguan mental emosional remaja mengalami kenaikan dari 6,1 % atau sekitar 12 juta penduduk, meningkat menjadi 9.8% atau sekitar 20 juta penduduk. Akan tetapi, hanya sedikit remaja yang mencari bantuan profesional untuk masalah kesehatan mental mereka dan pemahaman akan kesehatan mental di Indonesia cenderung rendah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pada remaja terkait kesehatan mental. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di STIKes Budi Mulia Sriwijaya. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah, dan diskusi yang melibatkan siswa. Hasil pre- test menunjukkan tingkat pengetahuan baik sebesar 22,9%, cukup sebesar 39,5% dan kurang sebesar 33,3%. Setelah adanya sosialisasi menunjukkan perubahan tingkat pengetahuan baik sebesar 52,1%, cukup sebesar 29,1% dan kurang sebesar 14,5 %. Adanya edukasi ini dapat menambah pengetahuan remaja untuk saling bekerja sama menjaga kesehatan mental serta dapat mengetahui penyebab, pencegahan, dan pengobatan akibat penyakit mental

    Peran Orangtua Dalam Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19 Di SD Negeri 095263 Bosi Sinombah Kab. Simalungun Tahun 2021

    Get PDF
    Peran orang tua adalah suatu hal kompleks pengharapan anak terhadap orang tua yang mempunyai tanggung jawab dalam keluarga. Orang tua pada awalnya berperan dalam membimbing sikap serta keterampilan yang mendasar, agar patuh terhadap aturan untuk pembiasaan yang baik. Pembelajaran daring merupakan salah satu metode pembelajaran online atau dilakukan melalui jaringan internet. Pembelajaran daring dikembangkan untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan dan juga meningkatkan ketersediaan layanan pendidikan. Pelaksanaan pendidikan juga tanggung jawab orang tua dan masyarakat sekitar, tidak hanya tanggung jawab lembaga pendidikan juga sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak-anaknya, diantaranya orangtua berperan sebagai: pendidik, pendorong, fasilitator dan pembimbing. Jenis rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 61 responden. Penelitian dilakuakan dengan membagikan kuesioner kepada responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa motivasi belajar daring siswa kelas III-VI selama pandemi covid-19 di SD Dolok Huluan Kabupaten Simalungn tahun 2021 mayoritas berada dalam kategori tinggi yaitu 52,2%. Hasil penelitian diperoleh peran orang tua baik 59 orang (96,7%) indikator peran orang tua sebagai pendidik ialah mayoritas cukup sebanyak 42 responden (68.9%), peran orang tua sebagai pendorong adalah mayoritas baik sebanyak 48 responden (78,7%), peran orang tua sebagai fasilitator mayoritas baik yaitu sebanyak 49 responden (80,3%) dan peran orang tua dalam pembelajaran daring sebagai pembimbing mayoritas baik sebanyak 49 responden (80,3%). Diharapkan orang tua lebih meningkatkan perannya sebagai orang tua dalam mendidik, membimbing dan mendampingi anak selama pembelajaran daring berlangsung di masa pandemi Covid-19 Kata kunci : Peran Orangtua, Pembelajaran Darin

    Optimalisasi Penegakan Talang Elektornik Traffic Law (Etle) sebagai Instrumen Digital Dalam Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas dalam Yuridiksi Polrestabes Palembang

    No full text
    Sistem e-Tilang yang dibentuk ini memiliki pertim-bangan: Pertama, bahwa penyelenggaraan peradilan dilaksanakan dengan asas sederhana, cepat dan biaya ringan untuk membuka akses yang luas bagi masyarakat dalam memperoleh keadilan. Kedua, bahwa Pengadilan bersama Kepolisian dan Kejaksaan merupakan lembaga yang diberikan amanat untuk menyeleng-garakan pengelolaan perkara pelanggaran lalu lintas berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP dan UU No. 2 tahun 2009 tentang LLAJ serta peraturan perundang-undangan yang terkait lainnya. Ketiga, bahwa penyelesaian dan pengelolaan perkara pelanggaran lalu lintas tertentu selama ini tidak optimal sehingga perlu dilakukan pengaturan agar keadilan dan pelayanan publik dapat dirasakan oleh masyarakat atau pencari keadilan. Adapun sasaran komunikasi dalam praktik penerapan sistem e-Tilang ada 2 (dua) macam yaitu sasaran internal organisasi (implementator kebijakan sistem e-Tilang (petugas lalu lintas jajaran PMJ) maupun eksternal organisasi (seluruh masyarakat/ pengguna jalan). Secara eksternal, proses sosialisasi praktik penerapan sistem e-Tilang yang dilakukan oleh PMJ disimpulkan bahwa pelaksanaan sosialisasi kebijakan sistem e-Tilang yang diberikan oleh petugas polisi secara langsung dilapangan kepada masyarakat (pengendara/pengemudi) belum memiliki dampak siknifikan sehingga belum optimal karena hanya sebesar 22% saja pengemudi yang mengetahui/mendengar secara langsung informasi e-Tilang melalui petugas. Hal ini dikarenakan sosialisasi terkait kebijakan keselamatan lalu lintas hanya dilakukan beberapa saat sebelum dan sesudah kebijakan di luncurkan, sehingga ada elemen masyarakat yang lain belum tersentuh dengan sosialisasi yang dilakukan oleh petugas.The e-Tilang system that was created has the following considerations: First, that the administration of justice is carried out on the basis of simplicity, speed and low cost to open wide access for the public to obtain justice. Second, that the Court together with the Police and Prosecutor's Office are institutions that are mandated to carry out the management of traffic violation cases based on Law Number 8 of 1981 concerning the Criminal Procedure Code and Law No. 2 of 2009 concerning LLAJ and other related laws and regulations. Third, that the resolution and management of certain traffic violation cases has not been optimal so far, so arrangements need to be made so that justice and public services can be felt by the public or justice seekers. There are 2 (two) types of communication targets in the practice of implementing the e-Tilang system, namely internal targets of the organization (e-Tilang system policy implementers (PMJ traffic officers) and external organizations (the entire community/road users). Externally, the socialization process The practice of implementing the e-Ticket system carried out by PMJ concluded that the implementation of the socialization of the e-Ticket system policy provided by police officers directly in the field to the public (motorists/drivers) has not had a significant impact so it is not optimal because only 22% of drivers know about it. / hear e-Ticket information directly through officers. This is because socialization regarding traffic safety policies is only carried out a few moments before and after the policy is launched, so there are other elements of society that have not been touched by the socialization carried out by officers

    Hubungan antara Paritas dan Pendidikan tengan Kejadian Abortus Inkomplett Pada Ibu Hamil

    No full text
    Abortus inkomplit merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian karena prevalensinya cukup tinggi. Abortus didefinisikan sebagai penghentian kehamilan sebelum usia 20 minggu, dihitung sejak hari pertama haid terakhir. Abortus inkomplit terjadi ketika sebagian hasil konsepsi keluar dari rahim melalui kanalis servikalis. Menurut World Health Organization (WHO, 2018), abortus terjadi pada 25% kehamilan, dengan 80% kasus terjadi pada usia kehamilan 2–4 bulan. Setiap tahun, tercatat sekitar 4,2 juta kasus abortus. Dari 46 juta aborsi global, 20 juta di antaranya tidak aman, menyebabkan sekitar 800 kematian dan menyumbang 13% terhadap angka kematian ibu secara global. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Peneliti melibatkan seluruh ibu hamil dengan perdarahan trimester pertama (usia kehamilan < 20 minggu) yang dirawat di RS Dr. A.K. Gani Palembang selama tahun 2023. Sampel berjumlah 65 responden yang dipilih dengan metode total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dan tingkat pendidikan dengan kejadian abortus inkomplit. Analisis univariat menunjukkan bahwa dari 65 responden, 26 orang (40,0%) termasuk kategori paritas tinggi, sedangkan 14 orang (42,4%) termasuk paritas rendah. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara paritas dengan kejadian abortus inkomplit (p = 0,989), serta antara tingkat pendidikan dengan kejadian abortus inkomplit (p = 0,599). Penelitian ini menyimpulkan bahwa paritas dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian abortus inkomplit pada ibu hamil trimester pertama di RS Dr. A.K. Gani Palembang tahun 2023. &nbsp

    Determinan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Wilayah Kerja Puskesmas Sukajadi Kota Prabumulih

    Get PDF
    In countries that are still experiencing development, such as Indonesia, ISPA is one of the main causes of death in children. Extrinsic and intrinsic risk factors are related to the occurrence of ARI. The aim of this research is to look at the factors that can influence the incidence of ISPA in toddlers in the Sukajadi Prabumulih Community Health Center Working Area. The research design uses a cross-sectional study with observational analysis. The total sample was 79 mothers who had toddlers aged 24-59 months seeking treatment at the Sukajadi Health Center, Prabumulih City, while the data collection method was purposive sampling. Research findings show that there is a relationship between the incidence of ISPA in toddlers in the Sukajadi Community Health Center Working Area, Prabumulih City and maternal education, employment, income and maternal knowledge. The end of the research is to provide evidence for a conclusion that will enable the community health center to improve its current level of service and take a more proactive approach in providing counseling and educating about ARI in toddlers.Di negara-negara yang masih mengalami perkembangan seperti Indonesia, ISPA merupakan salah satu penyebab kematian utama pada anak-anak. Faktor risiko ekstrinsik dan intrinsik mempunyai hubungan dengan terjadinya ISPA. Tujuan penelitian ini untuk melihat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sukajadi Prabumulih. Desain penelitian menggunakan cross-sectional study dengan analisis observasional. Jumlah sampel sebanyak 79 orang ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan berobat di Puskesmas Sukajadi Kota Prabumulih sedangkan metode pengambilan data yaitu purposive sampling. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sukajadi Kota Prabumulih dengan pendidikan ibu, pekerjaan, pendapatan, dan pengetahuan ibu. Akhir penelitian adalah untuk memberikan bukti pada kesimpulan yang akan memungkinkan pusat kesehatan masyarakat untuk meningkatkan tingkat pelayanannya saat ini dan mengambil pendekatan yang lebih proaktif dalam memberikan konseling dan mengedukasi tentang ISPA pada balita

    320

    full texts

    461

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS Kader Bangsa University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇