OJS Kader Bangsa University
Not a member yet
461 research outputs found
Sort by
Analisis Deskriptif Pengetahuan Tentang Perubahan Fisik Pubertas Remaja Putri di Pondok Pesantren Alfalah Sofaniyah Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes Tahun 2024
Puberty imarks ithe itransition ifrom ichildhood ito iadolescence iaccompanied iby ia iseries iof icomplex iphysical, icognitiveiand ipsychological idevelopmental iprocesses. iThere iare istill imany iyoung iwomen iwho ido inot iknow ithe idevelopment iofipuberty. iLack iof iknowledge iabout ipuberty ican ihave ia inegative iimpact ion ithe idevelopment iof iadolescent igirls. iThisitype iof iresearch iuses iquantitative idescriptive ianalysis imethods. The data collection process uses a questionnaire method with a Guttman scale. From the results of research on 39 research samples of adolescent girls at the Al Falah Sofwaniyah Jatirokeh Islamic Boarding School, the results showed that 25 girls (64%) had knowledge of puberty in the "Good" category. 11 children (28%) had knowledge of puberty in the "Enough" category. 3 children (8%) had knowledge of puberty in the "Poor" category. With these data it can be concluded that the majority of young women at the Al Falah Sofwaniyah Jatirokeh Islamic Boarding School have good knowledge about puberty.Pubertas menandai peralihan dari masa kanak-kanak ke masa remaja disertai dengan rangkaian proses perkembangan fisik, kognitif, dan psikologis yang kompleks. masih banyak remaja putri yang belum mengetahui perkembangan pubertas. Kurangnya pengetahuan pubertas dapat berdampak negatif terhadap perkembangan remaja putri. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analisis deskriptif. Proses pengumpulan data menggunakan metode kuisioner dengan skala guttman. Dari hasil penelitian terhadap 39 sampel penelitian remaja putri di Pondok Pesantren Al Falah Sofwaniyah Jatirokeh Songgom Brebes mendapatkan hasil 25 anak (64%) remaja putri memiliki pengetahuan pubertas dengan kategori “Baik”. 11 anak (28%) memiliki pengetahuan pubertas dengan kategori “Cukup”. 3 anak (8%) memilki pengetahuan pubertas dengan kategori “Kurang”. Dengan data tersebut dapat disimpulkan Sebagian besar remaja putri pada Pondok Pesantren Al Falah Sofwaniyah Jatirokeh Songgom Brebes memiliki pengetahuan tentang pubertas dengan kategori yang baik
Dampak Capital Structur, Liquiditas, Ukuran Perusahaan Dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan
The research was conducted to find empirical evidence about the variables of capital structure, liquidity, firm size and profitability to firm value. The data used uses the manufacturing industry sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2015-2019. The variables used are capital structure with DER indicator, Firms Size with ln indicator (total Asset), liquidity with current ratio indicator and profitability with ROA indicator, the dependent variable using firm value with PBV indicator. The type of data with secondary data is taken from the financial statements of 27 public companies with multiple regression analysis. The results show that capital structure, liquidity, firm size and profitability have an influence on firm valuePenelitian yang dilakukan untuk mencari bukti empiris tentang variabel capital struktur, Liquiditas, firm size Dan Profitabilitas ke Nilai Perusahaan. Data yang dipakai menggunakan sektor industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2015-2019. Adapun variba yang dipakai struktur modal dengan indikator DER, Firms Size dengan indikator ln (total Asset), liquidity dengan indikator current ratio dan profitabilitas dengan indikator ROA, variabel dependen menggunakan nilai perusahaan dengan indikator PBV. Jenis data dengan data sekunder diambil dari laporan keuang 27 perusahaanpublik dengan analisa regresi berganda. Hasil menunjukkan bahwa capital struktur, Liquiditas, firm size Dan Profitabilitas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan
Gambaran Pengetahuan Tentang Sadari Pada Murid Kelas XI SMA Negeri 1 Kadugede Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan
Sadari is a breast self examination which aimed at early detection of an abnormal lump in
SADARI is an examination of the breast itself whose aim is to detect early the presence of abnormal lumps in the breast, detect early the presence of abnormal lumps in the breast to detect early the presence of cancer. The main indication for BSE is a diagnosis of breast cancer from the front, left and right and paying attention to whether there are lumps, changes in skin color, scaly nipples, fluid or pus discharge and blood detection. The aim of this research is to determine the description of knowledge about BSE in Class XI Students of SMA Negeri 1 Kadugede, Kadugede District, Kuningan Regency. This research uses a Descriptive Survey method which aims to see a picture of female students' knowledge about Awareness. The research population was all students of SMA Negeri 1 Kadugede in 2023. Primary data was obtained through direct interviews with all class XI students of SMA Negeri 1 Kadugede using a questionnaire. This data was analyzed univariately using a descriptive survey method which aims to obtain an overall picture of students' knowledge and attitudes towards BSE in 2023 at SMA Negri 1 Kadugede. Univariate analysis was carried out using research outcome variables. This analysis only provides the distribution and percentage of each variable. Based on research results, good knowledge in Class , Knowledge about prevention by implementing BSE is 75%SADARI adalah suatu pemeriksaan terhadap payudara sendiri yang tujuannya adalah untuk mendeteksi secara dini adanya benjolan abnormal pada payudara, mendeteksi secara dini adanya benjolan yang abnormal pada payudara untuk mendeteksi dini adanya kanker. Indikasi utama SADARI diagnosis kanker payudara dari depan, kiri dan kanan serta memperhatikan apakah terdapat benjolan, perubahan warna kulit, putting bersisik, cairan atau keluarnya nanah dan deteksi darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang SADARI Pada Murid Kelas XI SMA Negeri 1 Kadugede Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan. Penelitian ini menggunakan metode Survey Deskriptif yang bertujuan melihat gambaran pengetahuan siswi tentang Sadar. Populasi penelitian adalah semua murid SMA Negeri 1 Kadugede Tahun 2023. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung kepada seluruh siswa kelas XI SMA Negri 1 Kadugede dengan menggunakan angket. Data ini dianalisis secara univariat dengan menggunakan metode survei deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran keseluruhan tentang pengetahuan dan sikap siswa terhadap SADARI tahun 2023 SMA Negri 1 Kadugede. Analisis univariat dilakukan dengan menggunakan variabel hasil penelitian. Analisis ini hanya memberikan distribusi dan persentase masing-masing variabel. Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan baik pada murid Kelas XI SMA Negeri 1 Kadugede tentang pengertian SADARI sebesar 75 %, Pengetahuan murid tentang manfaat SADARI 72,5 %, Pengetahuan murid tentang tujuan dilakukannya SADARI sebanyak 70 %, Pengetahuan murid tentang tanda dan bahaya dilakukannya SADARI 80 %, Pengetahuan tentang pencegahan dengan dilakukannya SADARI sebesar 75%
Pengaruh Pengetahuan dan Dampak Pernikahan Dini di Desa Kerta Dewa Kabupaten Musi Rawas Utara Tahun 2024
Marriage is an important thing in life. From marriage, a person will be able to achieve more balance in life, both biologically,psychologically and socially. The high number of cases of young marriage in Indonesia tends to occur in many villages due to the poor level of knowledge of the village population. This is because people who live in rural areas still have little knowledge about the dangers of underage marriage. Marriages at this age are mostly carried out by women with low educational status and who also come from families with low economic status. The aim of this research is to look at the influence of knowledge about early marriage and the impact of early marriage in Kerta Dewa Musi Rawas Village, North Lubuk Linggau in 2024. Research method This research method uses a qualitative-descriptive approach. Qualitative is an approach that underlies a socialphenomenon that exists in human life or patterns that are analyzed against ordinary social phenomena by using the culture of the society concerned or obtaining an overview of the rules that apply. The key informant, namely the Head Kerta Dewa Village and teenagers who carry out underage marriages in Kerta Dewa Village, North Musi Rawas Regency and several residents under 35 years of age.Research conducted on women under 35 years of age showed that the majority of respondents, namely 20 people (100%) 14 people (70%) had the wrong level of knowledge and only around 6 people (30%) had the correct level of knowledge so that the majority of respondents (70%) had knowledge that was not good or correct. Meanwhile, knowledge is one of the important factors that influences the incidence of child marriage. Previous studies concluded that one of the factors that causes child marriage is the lack of good background knowledge (Aychiluhm et al, 2021). Efforts to increase knowledge must continue to be made in the communityPernikahan adalah hal penting dalam kehidupan. Dari pernikahan, seseorang akan lebih bisa memperoleh keseimbangan hidup baik secara biologis, psikologis maupun secara sosial. Tingginya kasus pernikahan usia muda di Indonesia adalah cenderung banyak terjadi di berbagai pedesaan karena tingkat pengetahuan penduduk desa yang kurang. Hal ini dikarenakan masyarakat yang tinggal di pedesaan masih rendah pengetahuannya tentang bahaya melakukan pernikahan di bawah umur. Pernikahan usia tersebut paling banyak dilakukan pada perempuan-perempuan berstatus pendidikan rendah dan juga berasal dari keluarga berstatus ekonomi rendah. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh pengetahuan tentang pernikahan dini dan dampak pernikahan dini di Desa Kerta Dewa Kabupaten Musi Rawas Utara Tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Kerta Dewa serta remaja yang melaksanakan pernikahan di bawah umur dan informan adalah warga perempuan yang umur di bawah 35 tahun di Desa Kerta Dewa Kabupaten Musi Rawas Utara. Hasil penelitian yang dilakukan pada perempuan di bawah umur 35 tahun menunjukkan bahwa sebagian besar responden yaitu 20 orang (100%) memiliki tingkat pengetahuan yang salah atau kurang baik sebesar 14 orang (70%) dan sekitar 6 orang (30%) yang memiliki tingkat pengetahuan benar atau baik, sehingga sebagian besar responden belum memiliki pengetahuan yang baik atau benar. Sementara pengetahuan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kejadian pernikahan usia anak. Studi sebelumnya menyimpulkan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan pernikahan usia anak adalah tidak adanya background pengetahuan yang baik (Aychiluhm et al, 2021). Upaya peningkatan pengetahuan harus terus dilakukan pada masyarakat
Hubungan Antara Kebersihan Pasien Dan Perawatan Lensa Kontak Lunak Terhadap Kejadian Iritasi Mata Di Optik Reka Jaya
Iritasi mata adalah keluhan-keluhan yang terjadi pada mata berupa gatal, pedih, nyeri, perih, mata merah, dan sakit sehingga terjadi gangguan didalam penglihatan. Iritasi mata merupakan salah satu suatu keadaan terjadinya kemerahan, nyeri, pembengkakan, gatal dan berair pada mata. Sebanyak 68,7% dari mereka pernah mengalami dampak negatif penggunaan lensa kontak, 46,6% dari mereka mengalami iritasi mata, 80% komplikasi dari penggunaan lensa kontak berhubungan dengan perawatan lensa kontak yang buruk.. Pengumpulan data dilakukan dengan metode cross sectional dengan cara wawancara (kuesioner). Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa hubungan kebersihan pasien dengan kejadian iritasi mata adalah dari 25 responden kebersihan kurang baik terdapat 68% yang iritasi serta 32% yang tidak iritasi dan dari 16 responden yang kebersihan pasien baik terdapat 12,5% yang iritasi serta 87,5% yang tidak iritasi. Sedangkan hubungan perawatan lensa kontak lunak dengan kejadian iritasi mata adalah dari 23 responden yang perawatan lensa kontak lunak kurang baik terdapat 73,9% yang iritasi serta 26,1% yang tidak iritasi dan dari 18 responden perawatan lensa kontak lunak baik terdapat 11,1% yang iritasi serta 88,9% yang tidak iritasi. Dapat dilihat bahwa ada hubungan antara kebersihan pasien dan perawatan lensa kontak lunak terhadap kejadian iritasi mata.
Kata kunci : Kebersihan Pasien, Perawatan Lensa Kontak Lunak, Kejadian Iritasi Mat
Analisis Key Performance Indicator Pada Pelayanan Customer Service di Stasiun KIaracondong
This study aims to find out what points are being studied to meet the Key Performance Indicators at Kiaracondong Station. How do Customer Service officers at Kiaracondong Station comply with applicable customer service procedures. As well as analyzing the role of Customer Service at Kiaracondong Station in fulfilling Key Performance Indicator (KPI) points. This scientific research obtained data using descriptive qualitative methods. Data collection techniques are carried out in natural settings, primary data sources, and data collection techniques are more in participan observation, in depth interviews, and documentation. The data obtained and presented came from sources at the research location and informants consisting of: Informant 1 SPV Customer Care, Informant 2 and 3 Customer Service Officers. The results of this scientific research show that Customer Service services at Kiaracondong Station are in accordance with KPI points which include Service SOPs, 7S Culture, Grooming, and AKHLAK Core Values. Officers carry out SOPs consistently and become the face of the company in building customer satisfaction. They also act as a liaison between the system and customers, and show high loyalty despite facing personnel limitations. Routine evaluation and application of AKHLAK values strengthens the work culture and supports the achievement of KPIs strategically.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui poin apa saja yang menjadi peniliaian untuk memenuhi Key Performance Indicator di Stasiun Kiaracondong. Bagaimana petugas Customer Service di Stasiun Kiaracondong dalam mentaati prosedur pelayanan pelanggan yang berlaku. Serta menganalisis peran Customer Service di Stasiun Kiaracondong dalam memenuhi poin Key Performance Indicator (KPI). Penelitian Ilmiah ini memperoleh data menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data dilakukan pada natural setting (kondisi yang alamiah), sumber data primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperan serta (participan observation), wawancara mendalam (in depth interiview) dan dokumentasi. Data yang diperoleh dan disajikan berasal dari sumber yang ada di lokasi penelitian dan informan yang terdiri dari : Informan 1 SPV Customer Care, Informan 2 dan 3 Petugas Customer Service. Hasil dari penelitian ilmiah ini menunnjukkan bahwa pelayanan Customer Service di Stasiun Kiaracondong sudah sesuai dengan poin KPI yang mencakup SOP Pelayanan, Budaya 7S, Grooming, dan Core Value AKHLAK. Petugas menjalankan SOP dengan konsisten dan menjadi wajah perusahaan dalam membangun kepuasan pelanggan. Mereka juga berperan sebagai penghubung antara sistem dan pelanggan, serta menunjukkan loyalitas tinggi meskipun menghadapi keterbatasan personil. Evaluasi rutin dan penerapan nilai-nilai AKHLAK memperkuat budaya kerja dan mendukung pencapaian KPI secara strategis
Analisis Perilaku Merokok, Dampak Kesehatan dan Strategi Pengendalian Tembakau
Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat merokok tertinggi di dunia. Sistem kesehatan nasional di Indonesia melaporkan defisit keuangan yang signifikan karena penyakit terkait tembakau seperti stroke, penyakit jantung iskemik, diabetes, kanker, hingga kematian dini. Meskipun kebijakan pengendalian tembakau berhasil menurunkan perokok remaja, namun tingkat perilaku merokok usia dewasa semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perilaku merokok dan persepsi terhadap dampak kesehatan dari rokok konvensional, rokok elektrik dan heated-tobacco products (HTP), serta mengetahui alternatif strategi untuk mengendalikan penggunaan tembakau. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada bulan Maret 2022 - Juni 2023 di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang dan Makassar. Sampel penelitian yaitu perokok aktif sebanyak 750 responden yang direkrut dengan metode cluster dan random sampling. Jumlah perokok aktif dari tiga jenis rokok didominasi oleh kelompok laki-laki yaitu lebih dari 80% responden pada setiap kategori rokok. Dari ketiga jenis rokok, keluhan minimal paling banyak dirasakan oleh pengguna HTP (72%). Keluhan pengguna rokok konvensional meliputi batuk (21%), kelelahan (14%), sesak napas (24%), disfungsi penciuman (2%), sakit tenggorokan (17%), sedangkan keluhan pusing (9%), mual (10%) dan hilang napsu makan (7%) paling sering ditemui pada pengguna rokok elektrik. Rokok memiliki konsekuensi negative jangka pendek dan jangka panjang terhadap kesehatan sehingga strategi harm reduction perlu dipertimbangkan sebagai upaya preventif dan promotif. Rokok HTP memiliki potensi sebagai alternatif untuk mengendalikan penggunaan tembakau
Hubungan Perilaku Merokok Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Plaju Kota Palembang
Acute Respiratory Tract Infection is a disease of the upper and lower respiratory tract which can usually be contagious and can even cause death, this depends on environmental factors and host factors. The aim of the research was to determine smoking behavior factors related to the incidence of ISPA in toddlers in the work area of the Plaju Health Center, Palembang City. This type of research uses a quantitative analytical method using a cross sectional approach. The population in this study were all mothers who had toddlers aged 1-5 years, namely 253 toddlers. Sampling used accident sampling of 80 respondents. Statistical analysis uses the Chi Square test with questionnaires and interviews. Based on the research results, it shows that there is a relationship between family members' smoking behavior (p= 0.004), use of mosquito coils (p= 0.001), humidity (p= 0.011), lighting (p= 0.008) and house ventilation (p= 0.007) with the incidence of ARI. in toddlers. It is hoped that Puskesmas officers will increase their role in providing education to the community so that they can avoid smoking behavior, especially among parents who have toddlers, so that the incidence of ISPA can be reducedSaluran pernapasan atas dan bawah terserang penyakit yang disebut infeksi saluran pernapasan akut. Penyakit ini sering menular dan, tergantung pada faktor pejamu dan lingkungan, dalam beberapa situasi bisa berakibat fatal. Tujuan penelitian adalah untuk meneliti hubungan perilaku merokok dengan kejadian ISPA pada anak usia dini di wilayah Kota Palembang yang berada di bawah kendali Puskesmas Plaju. Penelitian semacam ini menggunakan metode cross-sectional dan alat analisis numerik. Penelitian ini melibatkan 253 ibu yang memiliki anak usia 1 - 5 tahun. 80 orang dalam sampel acak. Saat melakukan wawancara dan survei, analisis statistik dengan uji Chi Square. Temuan penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku merokok anggota keluarga (p=0,004), penggunaan obat nyamuk bakar (p=0,001), kelembaban (p=0,011), pencahayaan (p=0,008), dan keadaan tempat tinggal. kejadian ISPA dan ventilasi balita (p= 0,007). Diharapkan kepada aparat Puskesmas untuk meningkatkan keterlibatannya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan merokok, khususnya pada orang tua yang memiliki anak kecil, sehingga kejadian ISPA dapat diturunkan
Terapi Seni Pada Pasien Anak dengan Kanker : Literatur Review
Children with cancer will face physical, psychological, social and spiritual problems and can lead to death throughout the course of the disease. Implementing art therapy interventions into the holistic care of pediatric oncology patients can help maximize quality of life and obtain appropriate means of communication. The aim of this literature review is to determine the effectiveness of art therapy in pediatric cancer patients. The method used is a literature review using the Google Scholar Proquest, Science Direct and Pubmed databases. The research results showed that from the 6 articles there were 3 themes of art therapy, namely expressive writing, drawing, and bibliotherapy, which generally had a positive impact on the patient's health well-being and improved quality of life. In conclusion, more research is needed on art therapy in cancer patients, especially in pediatric cancer, so that art therapy becomes a new and efficient supportive intervention in routine practice that is easy to apply without harm and side effects in pediatric patients with cancer.Anak-anak dengan kanker akan menghadapi masalah fisik, psikologis, sosial, dan spiritual serta dapat meluas kepada kematian sepanjang perjalanan penyakitnya. Menerapkan intervensi terapi seni ke dalam perawatan holistik pasien onkologi anak dapat membantu memaksimalkan kualitas hidup dan memperoleh sarana komunikasi yang tepat. Tujuan literatur review ini untuk mengetahui efektifitas terapi seni pada pasien kanker anak. Metode yang digunakan adalah literatur review malalui database Google Scholar Proquest, Science direct dan Pubmed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 6 artikel terdapat 3 tema terapi seni yaitu menulis ekspresif, menggambar, dan biblioterapi secara garis besar memiliki dampak positif pada kesejahteraan kesehatan pasien dan perbaikan kualitas hidup. Kesimpulan dibutuhkan lebih banyak penelitian tentang terapi seni pada pasien kanker khususnya pada kanker anak sehingga terapi seni menjadi intervensi suportif yang baru dan efisien dalam praktik rutin mudah diterapkan tanpa membahayakan dan efek samping pada pasien anak dengan kanker
Gambaran Status Gizi Pasien Tuberculosis Paru Dewasa Puskesmas Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin
Tuberculosis is an infectious disease caused by the presence of Mycobacterium tuberculosis. One of the influencing factors is nutritional status. Poor nutritional status can exacerbate the risk of pulmonary tuberculosis. Likewise, Tuberculosis can affect food intake and then cause weight loss so that it affects nutritional status.The condition of Pulmonary Tuberculosis patients with poor nutritional status will inhibit healing and increase mortality compared to Pulmonary Tuberculosis patients with normal nutritional status. This study aims to describe the nutritional status of adult pulmonary tuberculosis patients at the Bayung Lencir Public Health Center, Musibanyuasin Regency. Analytical (qualitative) descriptive research using the simple random sampling method, in order to obtain 30 samples. The results showed that there were 20 male tuberculosis patients and 10 female patients. Tuberculosis patients of productive age from 26-45 years as many as 30 people. The nutritional status of Tuberculosis patients was measured using BMI (body mass index) with normal nutritional status as many as 12 people (40.0%), underweight nutritional status as many as 17 people (56.7%), and obesity nutritional status as many as 1 person (3.3 %). From this study, it was concluded that tuberculosis patients at the Bayung Lencir Public Health Center, Musibanyuasin Regency, on average had a nutritional status below normal (less).Mycobacterium Tuberkulosis adalah bakteri yang menyebabkan penyakit Tuberkolosis. Salah satu faktor penyebabnya adalah status gizi. Status gizi yang buruk dapat memperparah resiko Tuberkulosis Paru. Penyakit Tuberkulosis bisa mempengaruhi asupan makan, sehingga bisa terjadi penurunan berat badan yang akan mempengaruhi status gizi. Keadaan penderita Tuberkulosis Paru dengan status gizi kurang akan menghambat penyembuhan serta meningkatkan angka kematian dibandingkan penderita Tuberkulosis Paru dengan status gizi normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada pasien Tuberkulosis paru dewasa di Puskesmas Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitan ini menggunakan metode deskriptik analitik (kualitatif) dengan sampel random sampling yang berjumlah 30 sampel. Hasil penelitian didapatkan pasien tuberkulosis laki-laki berjumlah 20 orang dan perempuan 10 orang. Pasien tuberkulosis berusia produktif dari 26-51 tahun yakni sebanyak 30 orang. Status gisi penderita Tuberkulosis pengukuran menggunakan IMT (indeks masa tubuh) dengan status gizi normal sebanyak 12 orang (40,0%), status gizi kurus sebanyak 17 orang (56,7%), dan status gizi obesitas sebanyak 1 orang (3,3%). Kesimpulan dari penelitian bahwa pasien tuberkulosis di Puskesmas Bayung Lencir Kabupaten Musi banyuasin rata-rata memiliki status gizi dibawah normal (kurang)