OJS Kader Bangsa University
Not a member yet
461 research outputs found
Sort by
Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Dalam Menangani Dismenore Di SMA Airlangga Namu Ukur Tahun 2021
Adolescence is a very important developmental period, and begins with the maturation of the physical (sexual) organs so that they are able to reproduce, including puberty in adolescent girls, namely menstruation, with symptoms that often occur are discomfort during menstruation and even severe pain called dysmenorrhea. . This study aims to describe the knowledge and attitudes of young women in dealing with dysmenorrhea at Airlangga Namuukur High School in 2021. The type of research is descriptive research. The population of the study was 44 students of SMA Airlangga Namuukur class X and XI with total sampling technique. The results showed that most of the young women with good knowledge were 40 people (90.9%) and had sufficient knowledge as many as 4 people (9.1%) and the attitude in dealing with dysmenorrhea was mostly positive 26 people (59.1) and 18 people negative attitude (40.95%).Masa remaja merupakan masa perkembangan yang sangat penting, dan diawali dengan matangnya organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu bereproduksi termasuk masa pubertas pada remaja putri yakni menstruasi, dengan gejala yang sering terjadi adalah adanya rasa tidak nyaman saat menstruasi bahkan nyeri hebat disebut dengan dismenore. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap remaja putri dalam menangani dismenore di SMA Airlangga Namu Ukur Tahun 2021. Jenis penelitian adalah penelitian deskriftif. Populasi dari penelitian siswa SMA kelas X dan XI SMA Airlangga Namu Ukur berjumlah 44 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar remaja putri berpengetahuan baik sebanyak 40 orang (90.9%) dan pengetahuan cukup sebanyak 4 orang (9.1%) dan sikap dalam menangani dismenore sebagian besar bersikap positif 26 orang (59.1) dan sikap negatif 18 orang (40.95%)
Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Program Penanggulangan TBC
Tuberculosis (TB) continues to stand as a pressing challenge in global public health. Success in identifying new cases and completing treatment cycles serves as a key indicator in measuring the effectiveness of TB control efforts. When treatment fails, not only does it heighten the risk of transmission to others, but it can also give rise to drug resistance, often referred to as multidrug-resistant TB (MDR TB). This study was designed to explore the relationship between patients’ knowledge, the role of Treatment Supervisors (PMOs), and internal motivation with the success of TB control efforts at Sekayu Regional Hospital in 2018. An analytical survey approach was adopted using a cross-sectional design, involving 52 respondents. The findings revealed statistically significant associations between knowledge (p = 0.005), PMO involvement (p = 0.000), and motivation (p = 0.031) and the effectiveness of the TB program. These results highlight the essential role of healthcare workers, especially in providing education and counseling, to empower communities in preventing the early spread of infectious diseases.Penyakit tuberkulosis (TB) hingga kini masih menjadi tantangan serius dalam dunia kesehatan global. Keberhasilan dalam menjaring kasus baru serta menuntaskan pengobatan menjadi tolok ukur penting dalam menilai efektivitas upaya penanganan TB. Ketika pengobatan tidak berhasil, tidak hanya memperbesar potensi penularan ke individu lain, tetapi juga berisiko memunculkan kekebalan terhadap obat, yang dikenal sebagai TB resisten ganda (MDR TB). Kajian ini dimaksudkan untuk menelusuri kaitan antara tingkat wawasan pasien, peran Pengawas Minum Obat (PMO), serta dorongan dari dalam diri (motivasi), terhadap keberhasilan program pengendalian TB di RSUD Sekayu pada tahun 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei analitik dengan rancangan potong lintang (cross sectional) dan melibatkan 52 partisipan. Temuan menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan (p = 0,005), peran PMO (p = 0,000), dan motivasi (p = 0,031) dengan keberhasilan pengendalian TB. Berdasarkan hasil ini, peran aktif petugas kesehatan menjadi sangat krusial, terutama dalam hal penyuluhan dan pemberian bimbingan kepada masyarakat guna mencegah penyebaran penyakit menular sejak din
Analisis Kualitas Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien BPJS Kelas III di Instalasi Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah
Satisfaction starts from the acceptance of patients from the first time they arrive, until the patient leaves the hospital. To achieve patient satisfaction, of course, by making efforts to provide quality health services in health institutions. The purpose of this study was to determine the relationship between physical evidence (tangible), responsiveness, reliability, assurance, and empathy with BPJS III patient satisfaction at the Inpatient Installation of Palembang Regional Hospital. The design of this study was an analytical survey with a cross-sectional study approach. The population is all BPJS III participant patients undergoing treatment at the Inpatient Installation of the RSUD totaling 485 people and samples were taken from September 2023 to February 2024 with a sample size of 83 respondents. The statistical analysis used was univariate, bivariate, and multivariate analysis to see the relationship between the quality of health services and the satisfaction of BPJS Class III patients at the Inpatient Installation of the RSUD. From the entire analysis process that has been carried out, it can be concluded that of the five independent variables, all variables are stated to have a simultaneous relationship with the satisfaction of BPJS Class III patients at the Inpatient Installation of the RSUD.Kepuasan dimulai dari penerimaan terhadap pasien dari pertama kali datang, sampai pasien meninggalkan rumah sakit. Untuk pencapaian kepuasan pasien tentu saja dengan melakukan upaya penyelenggaraan pelayanan kesehatan di institusi kesehatan yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bukti fisik (tangible), daya tanggap (responsiveness), kehandalan (reliability), jaminan (assurance), dan empati (emphaty) dengan kepuasan pasien BPJS III di Instalasi Rawat Inap RSUD Palembang. Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi adalah seluruh pasien peserta BPJS III yang menjalani perawatan di Instalasi Rawat Inap RSUD berjumlah 485 orang dan diambil sampel mulai dari bulan September 2023 sampai Februari 2024 dengan jumlah sampel yang didapat sebesar 83 responden. Analisis statistik yang dipergunakan adalah analisis univariat, bivariat, dan multivariat untuk melihat hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien BPJS Kelas III di Instalasi Rawat Inap RSUD . Dari keseluruhan proses analisis yang telah dilakukan, dapat di simpulkan bahwa dari lima variabel independen semua variabel dinyatakan ada hubungan secara simultan dengan kepuasan pasien BPJS Kelas III di Instalasi Rawat Inap RSUD.
 
Analisis Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Kesehatan di Poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kayuagung
Patient satisfaction is one of the important indicators that must be considered in health services. The definition of patient satisfaction according to Kotler is a person's feeling of pleasure or disappointment that arises after comparing their perception or impression of the performance or results of a product and their expectations. The standard of patient satisfaction in health services is set nationally by the Indonesian Ministry. The purpose of this study was to determine the relationship between tangible evidence, responsiveness, reliability, assurance, and empathy and several factors that influence community satisfaction at the Kayuagung City Regional General Hospital Polyclinic. The design of this study is an analytical survey with a cross-sectional study approach. The population is all outpatients at the Kayuagung City Regional Hospital Polyclinic which is calculated based on the number of patients in 2025 of 24,709 with a sample size of 100 respondents. The statistical analysis used is univariate, bivariate, and multivariate analysis to see the relationship between factors that affect health services, age, gender, education, employment status, economic status, payment method, polyclinic visited, patient status, disease suffered and distance / access with the dependent variable of the level of community satisfaction at the Outpatient Polyclinic of Kayuagung City Hospital. From the entire analysis process that has been carried out, it can be concluded that of the ten independent variables, there are variables that are related and there are variables that are not related simultaneously to the level of community satisfaction at the Outpatient Polyclinic of Kayuagung City Hospital.Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan kesehatan. Pengertian kepuasan pasien menurut Kotler adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil sebuah produk dan harapan-harapannya. Standar kepuasan pasien di pelayanan kesehatan ditetapkan secara nasional oleh Departemen Kesehatan RI Tahun 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bukti fisik (tangible), daya tanggap (responsiveness), kehandalan (reliability), jaminan (assurance), dan empati (emphaty) dan beberapa faktor yang mempengaruhi dengan kepuasan masyarakat di Poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kayuagung. Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi adalah seluruh seluruh pasien rawat jalan di Poliklinik RSUD Kota Kayuagung yang dihitung berdasarkan jumlah pasien pada tahun 2025 sebesar 24.709 dengan jumlah sampel yang didapat sebesar 100 responden. Analisis statistik yang dipergunakan adalah analisis univariat, bivariat, dan multivariat untuk melihat hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi pelayanan kesehatan usia, jenis kelamin, pendidikan, status pekerjaaan, status ekonomi, cara pembayaran, poliklinik yang di tuju, status pasien, penyakit yang di derita dan jarak tempuh / akses dengan variabel dependen tingkat kepuasan masyarakat di Poliklinik Rawat Jalan RSUD Kota Kayuagung . Dari keseluruhan proses analisis yang telah dilakukan, dapat di simpulkan bahwa dari sepuluh variabel independen ada variabel yang berhubungan dan ada variabel yang tidak berhubungan secara simultan dengan tingkat kepuasan masyarakat di Poliklinik Rawat Jalan RSUD Kota Kayuagung
Pendampingan Sertifikasi Produk Halal UMKM Keripik Sambal Siti Boru Regar Padangsidimpuan
Assistance with halal product certification is a service activity that aims to help business actors obtain halal certificates for the products they produce. The research was carried out by assisting MSMEs with "Siti Boru Regar" chili chips in Padangsidimpuan, North Sumatra. The method of this activity is PAR (Participatory Action Research). Assistance is carried out by training Sambal Chips MSME actors in filling out the SJPH manual, filling out the SiHalal application and inputting production data into the SiHalal application, as well as carrying out halal verification for the Salam Chips MSME actors who are accompanied. Assistance is provided until Sambal Chips MSMEs get Halal certificates for free. So the result of this service is the certification of halal products for the accompanied Sambal Chips MSMEs, which is expected to provide added value to the products produced so that public/buyer confidence becomes more confident in the halalness of the products produced, and is expected to increase sales results for Sambal Chips MSMEs "Siti Boru Regar" Padangsidimpuan.Pendampingan sertifikasi produk halal merupakan kegiatan pengabdian yang bertujuan untuk membantu para pelaku usaha mendapatkan sertifikat halal pada produk yang dihasilkan. Penelitian dilakukan pendampingan terhadap UMKM keripik sambal “Siti Boru Regar” Padangsidimpuan Sumatera Utara. Metode kegiatan ini yaitu PAR (Participatory Action Research). Pendampingan dilakukan dengan melatih para pelaku UMKM Keripik sambal dalam mengisi manual SJPH, mengisi aplikasi SiHalal dan menginput data produksi pada aplikasi SiHalal, serta melakukan verifikasi halal bagi pelaku UMKM Keripik Salam yang didampingi. Pendampingan dilakukan sampai para pelaku UMKM Keripik Sambal mendapatkan sertifikat Halal secara gratis. Maka hasil dari pengabdian ini adalah tersertifikasinya produk halal bagi pelaku UMKM Keripik Sambal yang didampingi, yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada produk yang diproduksi sehingga kepercayaan masyarakat/ pembeli semakin yakin terhadap kehalalan produk yang dihasilkan, dan diharapkan dapat meningkatkan hasil penjualan para UMKM Keripik Sambal “Siti Boru Regar” Padangsidimpuan.  
Asuhan Kebidanan komprehensif pada Ny."N" Umur 28 Tahun Usia Kehamilan 36 Minggu G1P2A0 dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK)
Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang berdampak signifikan terhadap kesehatan ibu dan janin. KEK dapat menyebabkan anemia, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), persalinan prematur, bahkan kematian ibu dan bayi. KEK dapat diidentifikasi melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) <23,5 cm. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny, "N", usia 28 tahun, dengan usia kehamilan 36 minggu, G2P1A0 yang mengalami KEK. Desain penelitian ini adalah studi deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan di PMB Hj. Nurachmi, S.ST.,M.Kes Kota Palembang, pada bulan Januari 2023. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Dari total 46 ibu hamil yang diperiksa, sebanyak 15 orang (33%) mengalami KEK, sedangkan 31 prang tidak mengalami KEK. Hasil ini menunjukkan bahwa KEK masih menjadi masalah yang signifikan. Faktor penyebab KEK pada kasus ini meliputi pola makan yang tidak adekuat, asupan energi yang rendah, serta jarak kehamilan yang dekat. Asuhan kebidanan yang diberikan mencakup upaya pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil, pemantauan KEK perlu dilakukan secara holistik untuk mencegah komplikasi yang lebih lanjut bagi ibu dan janin.
 
Status PKWTT Advokat Korporasi dan Implikasinya Terhadap Hak Imunitas Menurut UU No. 18 Tahun 2003
Jurnal ilmiah hukum ini mencoba meneliti serta menganalisis kejadian di lapangan tentang fenomena profesi advokat muda yang cenderung dikondisikan sebagai karyawan permanen (PKWTT), sehingga advokat muda tersebut menjadi kehilangan hak imunitas dalam menjalankan profesinya maupun hak independensi dalam menyuarakan pendapat hukumnya karena selalu dikondisikan agar selalu memenuhi keinginan subyektif pesero aktif korporasi yang terkadang sangat tidak sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris, dilakukan di daerah hukum Provinsi Jawa Tengah, yakni para advokat muda yang dikaryawankan pada PT. Mekar Armada Jaya, PT Sekawan Putera Santosa, PT Centratama Nasional Bank pada kurun waktu 2025. Tindakan secara sengaja dengan “memaksa/mengkondisikan” para advokat muda, agar bersedia ditempatkan pada posisi tenaga legal support officer pada beberapa korporasi di Indonesia sebagai karyawan permanen PKWTT, adalah perbuatan melawan hukum (ranah perdata), karena hal ini bertentangan dengan ketentuan Pasal 14-16, dan 20 UU No. 18 Tahun 2003, tentang independensi dan hak imunitas pekerjaan profesi advokat maupun peraturan Kode Etik Profesi Advokat Indonesia. Korporasi ketika sedang membutuhkan advokat internal perusahaan maupun advokat litigasi perusahaan, diwajibkan merekrut secara baik dan benar, kebutuhan advokat tersebut sesuai pedoman yang telah diatur dalam UU No. 18 Tahun 2003 dan peraturan Kode Etik Profesi Advokat Indonesi
Analisis Faktor Usia Pendidikan dan Paritas yang Mempengaruhi Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Pada Ibu Hamil
potential for unexpected complications. Therefore, optimal monitoring is of utmost importance. The aim of this study is to conduct an in-depth analysis of the factors associated with Antenatal Care (ANC) visits in PALI Regency, with a focus on the working area of Babat Public Health Center (Puskesmas Babat). This study employed an analytical survey design with a cross-sectional approach. The research was conducted at Babat Public Health Center in PALI Regency in February 2025. The population in this study consisted of all postpartum mothers who had their pregnancies checked at Babat Public Health Center in PALI Regency in 2024, totaling 270 individuals. The sampling technique used in this study was total sampling. Thus, the sample included all pregnant women who had antenatal check-ups in 2024 at Babat Public Health Center, totaling 270 individuals. The data used were secondary data obtained from medical records, using a checklist sheet as the research instrument. The dependent variable in this study was antenatal care (ANC) visits by pregnant women, while the independent variables included maternal age, education level, and parity. The Chi-Square statistical test was performed using computerized processing with a significance level of α = 0.05. The conclusion of this study is that there is a significant relationship between maternal age and ANC visits, with a P-value of 0.001, which is less than α = 0.05. Likewise, there is a significant relationship between the mother's level of education and ANC visits, with a P-value of 0.001 < 0.05. There is also a significant relationship between parity and ANC visits, as the P-value of 0.003 is still less than α = 0.05.Kesehatan ibu selama masa kehamilan merupakan aspek krusial yang perlu mendapat perhatian, mengingat kemungkinan terjadinya komplikasi yang tidak diharapkan. Oleh karena itu, pengawasan yang optimal menjadi hal yang sangat penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis mendalam mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ANC di Kabupaten PALI, dengan fokus pada wilayah kerja Puskesmas Babat. Desain pada penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian telah dilaksanakan di Puskesmas Babat Kabupaten PALI pada bulan Februari 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang telah memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Babat Kabupaten PALI pada tahun 2024 dengan jumlah sebanyak 270 orang Tehnik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang pernah melakukan pemeriksaan kehamilannya pada tahun 2024 di Puskesmas Babat Kabupaten PALI yang berjumlah 270 orang. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari pencatatan rekam medis, dengan bantuan instrumen berupa lembar checklist. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kunjungan Antenatal Care (ANC) pada ibu hamil, sedangkan variabel independen meliputi umur ibu hamil, pendidikan dan paritas. Uji statistik Chi-Squaredilakukan melalui proses komputerisasi dengan tingkat kemaknaan a = 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara umur ibu dan kunjungan ANC, dengan nilai P sebesar 0,001 yang lebih kecil dari α = 0,05. Demikian pula, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dan kunjungan ANC dengan nilai P = 0,001 < 0,05. Ada hubungan yang signifikan antara paritas dan kunjungan ANC, karena nilai P sebesar 0,003 masih lebih besar dari α = 0,05
Pulling The Strings Of Student Shoppers: How Service Quality, Pricing Power, And Promotional Strategy Shape Bukalapak’s Appeal Among Unri Management Undergraduates
The rapid growth of the e-commerce industry in Indonesia has driven competition between digital platforms, including Bukalapak, which, despite having competitive service features, has not shown dominance in the preferences of young consumers. This study aims to analyze the effect of service quality, price, and promotion on the purchasing decisions of Bukalapak application users among students majoring in Management at University of Riau class of 2020. Using a quantitative approach with a case study strategy, data were collected through questionnaires and interviews and analyzed using multiple linear regression with the help of SPSS software. The results showed that promotion had the most significant influence on purchasing decisions, followed by service quality, whereas price had no significant effect. The findings confirm that the effectiveness of promotional communications and improvement of the quality of the digital service experience are the main factors influencing the purchasing behavior of the younger generation, while price considerations are no longer the dominant factor. The contribution of this research lies in a more contextualized understanding of e-commerce user preferences among university students, as well as enriching the digital marketing literature by highlighting the importance of marketing mix strategies based on specific user segments. The practical implications of the findings are aimed at local e-commerce platform managers to strengthen service aspects and adopt more adaptive promotional strategies in the face of competitive digital market dynamics.Pertumbuhan pesat industri e-commerce di Indonesia telah memicu persaingan antar platform digital, termasuk Bukalapak, yang meskipun memiliki fitur layanan yang kompetitif, belum menunjukkan dominasi dalam preferensi konsumen muda. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan, harga, dan promosi terhadap keputusan pembelian pengguna aplikasi Bukalapak di kalangan mahasiswa jurusan Manajemen Universitas Riau angkatan 2020. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan strategi studi kasus, data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi memiliki pengaruh paling signifikan terhadap keputusan pembelian, diikuti oleh kualitas layanan, sedangkan harga tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas komunikasi promosi dan peningkatan kualitas pengalaman layanan digital merupakan faktor utama yang mempengaruhi perilaku pembelian generasi muda, sementara pertimbangan harga tidak lagi menjadi faktor dominan. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemahaman yang lebih kontekstual tentang preferensi pengguna e-commerce di kalangan mahasiswa, serta memperkaya literatur pemasaran digital dengan menyoroti pentingnya strategi pemasaran campuran berdasarkan segmen pengguna spesifik. Implikasi praktis dari temuan ini ditujukan kepada pengelola platform e-commerce lokal untuk memperkuat aspek layanan dan mengadopsi strategi promosi yang lebih adaptif di tengah dinamika pasar digital yang kompetitif
Penyuluhan Tentang Pernikahan Dini Pada Remaja Di Desa Benuang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Pali
Underage marriages are still common, especially in rural areas. If a woman marries at too early an age, it will have an impact on the process of pregnancy and childbirth as a result of the immature reproductive state. The form of this community service is in the form of counseling to the target of activities, namely teenagers in Benuang Village, with a total of 30 teenagers about knowledge of underage marriage in adolescents. The instruments used were in the form of pretest and posttest questionnaire leaflets. Evaluation of activities is carried out using a questionnaire on the Impact of underage marriage knowledge pretest posttest. Based on the results obtained, the increase in the number of teenagers with good knowledge from 5 (16,67%) Teenagers increased to 28 (93,33%). It can be concluded that adolescent knowledge increased by 100% before and after counseling. Counseling has been proven to increase adolescent knowledge about the impact of underage marriage.Pernikahanan di bawah umur masih banyak terjadi, terutama masyarakat di daerah pedesaan. Jika seorang wanita melakukan pernikahan pada usia terlalu dini, maka akan berdampak pada proses kehamilan dan kelahiran anak sebagai akibat dari keadaan reproduksi yang belum matang. Bentuk dari pengabdian kepada masyarakat ini berupa penyuluhan kepada sasaran kegiatan yaitu Remaja di Desa Benuang peserta yang berjumlah 30 Remaja tentang Pengetahuaan terhadap Pernikahan dibawah Umur pada Remaja. Instrumen yang digunakan berupa leaflet kuesioner pretest dan posttest. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan Dampak pernikahan dibawah umur pretest posttest. Berdasarkan hasil yang diperoleh peningkatan jumlah remaja dengan pengatahuan baik dari 5 (16,67%) Remaja meningkat menjadi 28 (93,33%). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan Remaja meningkat menjadi sebesar 100% sebelum dan sesudah penyuluhan. Penyuluhan terbukti meningkatkan pengetahuan remaja tentang dampak dari pernikahan di bawah umur