OJS Kader Bangsa University
Not a member yet
461 research outputs found
Sort by
Tinjauan Kriminologis atas Penyalahgunaan Kekuasaan dalam Tindak Pidana Pelecehan Seksual di Indonesia
Abuse of power in the context of sexual harassment is also rooted in patriarchal culture and hierarchical social structures. A system that places men, or those with power, as dominant figures creates a fertile space for sexual exploitation of those considered subordinate. The purpose of this study is to determine the form of abuse of power that occurs in cases of sexual harassment in Indonesia, the criminogenic factors that encourage abuse of power in acts of sexual harassment and to determine the impact of abuse of power in sexual harassment on victims from a criminological perspective. The results of this study are that abuse of power in acts of sexual harassment in Indonesia is a serious problem that not only violates criminal law, but also reflects structural inequality in power relations that are detrimental to victims. From a criminological perspective, the impacts are not limited to physical aspects, but also include psychological, social, economic losses, and long-term trauma.Penyalahgunaan kekuasaan dalam konteks pelecehan seksual juga berakar dari budaya patriarki dan struktur sosial yang hierarkis. Sistem yang menempatkan laki-laki, atau pihak yang memiliki kekuasaan, sebagai figur dominan menciptakan ruang yang subur bagi terjadinya eksploitasi seksual terhadap pihak yang dianggap subordinat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang terjadi dalam kasus tindak pidana pelecehan seksual di Indonesia, faktor-faktor kriminogen yang mendorong terjadinya penyalahgunaan kekuasaan dalam tindakan pelecehan seksual dan untuk mengetahui dampak penyalahgunaan kekuasaan dalam pelecehan seksual terhadap korban dari perspektif kriminologi. Metode yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif melalui analisis literatur dapat memberikan dasar argumentatif yang kuat untuk memahami dan merumuskan penyelesaian kasus pelecehan seksual berbasis keadilan restoratif dalam konteks penyalahgunaan kekuasaan. Hasil dalam penelitian ini adalah Penyalahgunaan kekuasaan dalam tindak pidana pelecehan seksual di Indonesia merupakan permasalahan serius yang tidak hanya melanggar hukum pidana, tetapi juga mencerminkan ketimpangan struktural dalam relasi kuasa yang merugikan korban. Dari perspektif kriminologis, dampak yang ditimbulkan tidak sebatas pada aspek fisik, tetapi juga mencakup kerugian psikologis, sosial, ekonomi, hingga trauma jangka panjang
Peran Pendidikan Dalam Menekan Angka Pernikahan Dini Di Desa Karang Agung
Early marriage remains a significant issue in Karang Agung Village, influenced by various factors, including low education levels. This study aims to analyze the role of education in reducing early marriage rates in the area. The research employed a quantitative survey method by distributing questionnaires to 30 respondents, with data analyzed using SPSS software. The results indicate that most respondents who entered early marriage had low educational backgrounds, with the primary reasons being lack of education (30%), cultural or traditional influences (26.7%), and other unspecified factors (43.3%). Additionally, social media (50%) was the main source of information about early marriage, while schools also played a significant role in education (43.3%). Social environments contributed to the decision to marry early for more than half of the respondents (56.7%). These findings suggest that improving access to and the quality of education can be an effective strategy for reducing early marriage rates. Therefore, stronger policies and educational programs in schools, along with broader social awareness campaigns through various media, are necessary to increase public awareness of the negative impacts of early marriage.Pernikahan dini masih menjadi permasalahan yang signifikan di Desa Karang Agung, dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya, termasuk rendahnya tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan dalam menekan angka pernikahan dini di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 30 responden serta analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden yang menikah dini memiliki tingkat pendidikan rendah, dengan alasan utama pernikahan dini adalah kurangnya pendidikan (30%), pengaruh tradisi atau budaya (26,7%), serta faktor lainnya (43,3%). Selain itu, media sosial (50%) menjadi sumber informasi utama tentang pernikahan dini, sementara peran sekolah dalam memberikan edukasi juga cukup besar (43,3%). Lingkungan sosial juga berkontribusi terhadap keputusan menikah dini bagi lebih dari separuh responden (56,7%). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan akses dan kualitas pendidikan dapat menjadi strategi efektif dalam menekan angka pernikahan dini. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan program edukasi yang lebih intensif di sekolah serta sosialisasi melalui media yang lebih luas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak negatif pernikahan dini
Penjatuhan Sanksi Terhadap Anak Sebagai Pelaku Penyalahgunaan Narkotika
The proliferation of drug misuse has begun among youngsters. This study aims to examine the factors influencing judges in determining two types of criminal sanctions for children who abuse narcotics, as well as the legal protections available for these children, in order to elucidate and analyse the enforcement of regulations against juvenile narcotics offenders. This study used normative legal research methodology. The research methodology used was the statutory and case law approaches, done via library research. The study's results identified factors that affect judges' decisions regarding two types of criminal sanctions for minors who misuse narcotics, specifically based on the guidelines for imposing punishment (strafftoemeting-leidraad) and the theories of balance, artistic and intuitive approaches, and wisdom. Efforts to safeguard children who misuse narcotics are implemented not only via diversion strategies, which seek to redirect them from the official criminal justice system to other measures. Additionally, it was conducted under supervision, including prevention, treatment, and rehabilitation for youngsters who misuse narcotics.Maraknya penyalahgunaan narkoba telah dimulai di kalangan anak muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi hakim dalam menetapkan dua jenis sanksi pidana bagi anak yang menyalahgunakan narkotika, serta perlindungan hukum yang tersedia bagi anak-anak tersebut, guna menjelaskan dan menganalisis penegakan peraturan terhadap pelaku tindak pidana narkotika remaja. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian hukum normatif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach), yang dilakukan melalui penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan hakim mengenai dua jenis sanksi pidana bagi anak di bawah umur yang menyalahgunakan narkotika, khususnya berdasarkan pedoman penjatuhan hukuman (strafftoemeting-leidraad) dan teori keseimbangan, pendekatan artistik dan intuitif, serta kebijaksanaan. Upaya untuk melindungi anak-anak yang menyalahgunakan narkotika dilaksanakan tidak hanya melalui strategi pengalihan, yang berupaya mengalihkan mereka dari sistem peradilan pidana resmi ke tindakan lain. Selain itu, dilakukan di bawah pengawasan, termasuk pencegahan, pengobatan, dan rehabilitasi bagi anak-anak yang menyalahgunakan narkotika
Keseimbangan Hak Terdakwa dan Korban: Intertekstualitas In Dubio Pro Reo dan In Dubio Pro Viktima
Asas praduga tak bersalah yang diwujudkan melalui In Dubio Pro Reo telah lama menjadi pilar fundamental dalam sistem peradilan pidana, menegaskan bahwa setiap keraguan harus ditafsirkan demi kepentingan terdakwa. Namun, perkembangan viktimologi dan tuntutan terhadap keadilan yang lebih manusiawi melahirkan asas baru, In Dubio Pro Victima, yang berorientasi pada perlindungan hak dan martabat korban. Studi ini menawarkan sintesis konseptual baru melalui pendekatan intertekstualitas, yang menelaah bagaimana kedua asas tersebut dapat berdialog dan saling melengkapi dalam praktik hukum pidana Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan untuk mengidentifikasi titik temu antara kepentingan korban dan hak terdakwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa In Dubio Pro Reo dan In Dubio Pro Victima bukan prinsip yang saling bertentangan, melainkan dapat diintegrasikan dalam kerangka keadilan prosedural dan substansial yang seimbang. Sintesis ini menegaskan bahwa hukum pidana modern perlu mengadopsi paradigma ganda menjamin hak asasi terdakwa sekaligus memberikan pemulihan yang bermakna bagi korban. Kesimpulannya, intertekstualitas kedua asas ini menjadi fondasi bagi reformasi hukum pidana Indonesia yang lebih adil, empatik, dan berorientasi pada kemanusiaa
Analisis Peran KPU dalam Meningkatkan Transparansi Pemilu melalui Digitalisasi di Desa Pengandonan
General elections are the main instrument for realizing people's sovereignty, where transparency and accountability are essential to maintain public trust in the democratic process. This study aims to analyze the role of the General Election Commission (KPU) in promoting electoral transparency through digitalization in Pengandonan Village. The research uses an empirical method with a descriptive qualitative approach, conducted through observation, interviews, and documentation involving election organizers and local communities. The results show that the implementation of digital systems such as Sirekap, Sidalih, and Sipol plays a significant role in improving KPU’s efficiency, accelerating the dissemination of election results, and minimizing potential fraud. However, the application of digitalization in Pengandonan Village still faces several challenges, including limited internet infrastructure, low digital literacy, and a lack of trained human resources. To overcome these issues, KPU provides technical training, capacity building, and collaborates with local governments. Overall, digitalization has proven to be an important instrument in creating elections that are more transparent, inclusive, and with higher integrity, while also strengthening community participation at the village level.
Pemilihan umum merupakan instrumen utama dalam mewujudkan kedaulatan rakyat yang menuntut transparansi dan akuntabilitas untuk menjaga kepercayaan publik. Penelitian ini menganalisis peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam meningkatkan transparansi pemilu melalui digitalisasi di Desa Pengandonan. Metode penelitian yang digunakan adalah empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan penyelenggara pemilu serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem digital seperti Sirekap, Sidalih, dan Sipol meningkatkan efisiensi kerja KPU, mempercepat penyebaran hasil pemilu, serta mengurangi potensi kecurangan. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur internet, rendahnya literasi digital, dan kurangnya sumber daya manusia terlatih. Untuk mengatasinya, KPU melakukan pelatihan teknis, peningkatan kapasitas, dan menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah. Secara keseluruhan, digitalisasi menjadi instrumen efektif dalam menciptakan pemilu yang lebih transparan, inklusif, dan berintegritas. Penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam penyelenggaraan pemilu berperan penting dalam memperkuat kualitas demokrasi dan partisipasi masyarakat di tingkat lokal
Hubungan Pengetahuan dan Kebiasaan Sarapan dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri
Anemia is a condition in which the hemoglobin (Hb) or number of red blood cells is below normal and insufficient to meet a person's physiological needs. Breakfast contributes around 25% of a day's nutritional intake. A person's knowledge can influence the number of cases of anemia in teenagers. Lack of knowledge about the signs, effects and prevention of anemia causes young women to consume foods that do not contain much iron. The aim of this study was to determine the relationship between knowledge and breakfast habits and the incidence of anemia in adolescent girls. This research is a quantitative research with a cross sectional approach. The population in this study was 40 teenagers and the sample in this study was 30 respondents, with the criteria for students being female students aged 12-14 years. The technique used in sampling is purposive sampling technique. Data collection uses a questionnaire. The results of the study showed that there was no relationship between knowledge and the incidence of anemia in young women with a value of p= 0.260 (p> 0.05). Meanwhile, the relationship between breakfast habits and the incidence of anemia in adolescent girls is known to be p = 0.631 > a = 0.05, so it can be concluded that there is no significant relationship between breakfast habits and the incidence of anemia in adolescent girls. There is no relationship between knowledge and breakfast habits and the incidence of anemia in young women at the Al-Falah Sofwaniyah Islamic Boarding School.Anemia adalah suatu kondisi di mana hemoglobin (Hb) atau jumlah sel darah merah berada di bawah normal dan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis seseorang. Sarapan menyumbangkan sekitar 25% asupan gizi dalam sehari Pengetahuan seseorang dapat mempengaruhi jumlah kasus anemia pada remaja. Kurangnya pengetahuan tentang tanda-tanda, efek dan pencegahan anemia menyebabkan remaja putri mengonsumsi makanan yang tidak mengandung banyak zat besi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan kebiasaan sarapan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini terdapat 40 remaja dan sampel pada penelitian ini berjumlah 30 responden, dengan kriteria siswa merupakan siswi remaja putri usia 12-14 tahun. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan dengan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri dengan nilai p= 0,260 (p> 0,05), Sedangkan hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan kejadian anemia pada remaja putri diketahui bahwa nilai p=0,631 > a=0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan dan kebiasaan sarapan dengan kejadian anemia pada remaja putri di Pondok Pesantren Al-Falah Sofwaniya
Akibat Pernikahan Dini Ditinjau dari Hukum Positif Maupun dari Segi Kesehatan yang Dilakukan Oleh Masyaraskat di Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Pali, Sumatra Selatan
Adapun Pelaksanaan Penelitian memgkaji tentang Peran Pemerintah Daerah Kabupaten Pali Provinsi Sumatra Selatan dalam melaksnakan pernikahan Dini untuk menuntunkan Pernikahan dini dengan pertimbangan bahwa di Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kab. Pali Prov. Sumatra Selatan adapun Permasalaha dalam penelitan ini adalah Peran Pemerintah Kabupaten Pali Provinsu Sumatra Selatan Menungkan Angkat Penikahan Dini .Faktor yang menyebabkan Tinggi Pernikahan Dini di Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Pali Provinsi sumatra Selatan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pemerintash kab. Pali dalam menunrukan Penikahan dini serta Faktor apa yang menyebabkan Tinggi Pernikahan Dini di Desa Sinar Dewa Kecamatan Ralang Ubi Kabupaten Pali Provinsi sumatra Selatan. Penelitian ini menggunakan metode Kwantatif dengan pendekatan sosilogi empiris . Pengumpulan data menggunakan wawancara dengan teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling. Sebagai data pendukung, dalam penelitian ini menggunakan studi literatur. Adapun analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. hasil Penelitian Penulis bahwa pernikahan dini di Kabupaten Pali saat ini disebabkan kurangnya sosialisasi dari Pemetinrah daerah akibat yang timbul dari pernikahan Dini dan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai Pernikahan Dini dan rendahnya Tingkat Pengetahuan masyarakat mengenaI akibat Pernikahani dini baik dari segi Hukumnya maupun dari segi kesehata
Hubungan Riwayat Hipertensi, Riwayat Keturunan dan Obesitas dengan Kejadian Preeklamsi Pada Ibu Hamil
Preeclampsia is a disease with signs of hypertension, edema, and proteinuria arising from pregnancy. This disease generally occurs in the 3rd trimester of pregnancy, but can occur earlier, for example in a hydatidiform moleTo find out whether there is a relationship between a history of hypertension, a history of heredity and obesity with the incidence of pre-eclampsia in pregnant women. This type of research is quantitative using an Analytical Survey with a Cross Sectional approach, where the independent variable (history of hypertension, history of heredity and obesity) and the dependent variable (incidence of pre-eclampsia). The population in this study were 1,980 pregnant women who had their pregnancy checked. The sample in this study was carried out by random sampling with the simple random sampling method. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis. The results of the univariate analysis showed that there were 17.9% fewer people with preeclampsia than those without preeclampsia, which was 82.1%. While the results of the chi square test showed that there was a relationship between a history of hypertension and the incidence of preeclampsia with p value = 0.000, there was a relationship between heredity and the incidence of preeclampsia with p value = 0.000, and there was a relationship between obesity and the incidence of preeclampsia with p value = 0.020. Relationship history of hypertension, history of heredity, and obesity with the incidence of preeclampsia
Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dengan Kadar Gula Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus
Diabetes Mellitus (DM) is a health problem of global concern. DM is included in a group of metabolic diseases which are characterized by an increase in blood sugar levels due to inability to produce insulin or impaired insulin performance. The aim of this study was to determine whether there was a relationship between the level of adherence to taking medication and fasting blood sugar levels. A cross-sectional design was used in this study to collect independent and dependent variables simultaneously. Chi-square was used for statistical tests. This research used a sample of 53 people. In this review, based on the Chi-Square factual test, it was obtained that P-value = 0.000 < 0.05, it can be concluded that there is a significant relationship between the level of adherence to taking medication and fasting blood sugar levels at the Kertapati Community Health Center, Palembang CityDiabetes Melitus (DM) adalah salah satu masalah kesehatan perhatian dunia. DM termasuk dalam kelompok penyakit metabolik yang mana ditandai adanya peningkatan kadar gula darah akibat ketidakmampuan produksi insulin ataupun kinerja insulin yang terganggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada hubungan antara Tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah puasa. desain cross-sectional digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan variabel independen dan dependen secara bersamaan. Chi-square digunakan untuk uji statistik. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 53 orang. Dalam tinjauan ini, berdasarkan uji faktual Chi-Square, diperoleh P-value = 0,000 < 0,05, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah puasa di Puskesmas Kertapati Kota Palemban
Pendampingan Pemberian Terapi Kognitif (Senam Otak) Pada Lanjut Usia Di Posyandu Bina Sejahtera Palembang
The aging process in the elderly occurs as the elderly age increases, which will cause problems related to health, economic and social aspects. Therefore, it is necessary to improve health services for the elderly so that the elderly can improve their quality of life. The decline in physical function that occurs in the elderly is a decline in body systems such as the nervous system, stomach, spleen and liver, a decrease in the ability of the five senses such as vision, hearing, smell and taste bods, as well as experiencing disturbances in sleep patterns. The elderly are a group that is vulnerable to health, therefore good knowledge and attitudes are needed to improve their health. The aim of this Community Service activity is to improve cognitive abilities in the elderly to prevent decline in cognitive function. This PKM implementation method uses a community-based approach to the community where this activity involves posyandu cadres and members of posyandu lansia Bina Sejahtera Palembang. The results of this PKM activity showed an increase in knowledge and changes in the attitudes and behavior of the elderly in terms of knowledge about cognitive therapy and brain exercise.
Proses penuaan pada lansia terjadi seiring bertambahnya umur lansia, yang akan menimbulkan permasalahan terkait aspek kesehatan, ekonomi, maupun sosial. Oleh karena itu perlunya peningkatan pelayanan kesehatan terhadap lanjut usia sehingga lansia dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Penurunan fungsi fisik yang terjadi pada lansia yakni penurunan sistem tubuh seperti sistem saraf, perut, limpa, dan hati, penurunan kemampuan panca indera seperti penglihatan, pendengaran, penciuman, dan perasa, serta mengalami gangguan pola istirahat tidur. Lansia merupakan kelompok yang rentan akan kesehatan, oleh karena itu diperlukannya pengetahuan dan sikap yang baik untuk meningkatkan kesehatannya. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kognitif pada lansia untuk mencegah terjadinya kemunduran fungsi kognitifnya. Metode pelaksanaan PKM ini menggunakan pendekatan kepada Masyarakat dengan berbasis community dimana kegiatan ini melibatkan kader posyandu dan anggota posyandu lania Bina Sejahtera Palembang. Hasil kegiatan PKM ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan mengubah sikap serta perilaku lansia dalam pengetahuan tentang terapi kognitif dan Senam otak