OJS Kader Bangsa University
Not a member yet
    461 research outputs found

    Kajian Sistematis Integrasi Optik Lokal Yogyakarta dengan E-Commerce Tokopedia dan Shopee

    No full text
    Digital transformation driven by the development of information technology has affected various sectors, including the optical business. In Yogyakarta, a city with rapid growth of optical MSMEs, the utilization of e-commerce platforms such as Tokopedia and Shopee is still not optimal. In fact, the adoption of marketplaces has the potential to expand market reach and increase competitiveness. This study aims to examine the readiness and challenges of adopting digital technology in local optical businesses through the Systematic Literature Review (SLR) approach with the PRISMA protocol. A total of 25 relevant articles were selected from the Google Scholar, Garuda, DOAJ, and Scopus databases based on the inclusion criteria: publications in 2018–2024 and focusing on the digitalization of health MSMEs, e-commerce, and optical business practices in Indonesia, especially the Yogyakarta region. The results of the study showed that 87% of the literature supports the benefits of e-commerce integration for market expansion and improving customer experience. However, only around 12% of local opticians have implemented digital strategies optimally, especially in utilizing marketplace features such as chatbots, stock integration, and Official Stores. The main challenges include limited digital literacy of the workforce, inefficient logistics, and unsynchronized online health service regulations. This study concludes that structural readiness and increasing digital competence are the main prerequisites in optimizing the transformation of the optical business through e-commerce. As a recommendation, digital literacy training, marketplace integration workshops, and support for incentive policies from local governments are essential. This study also offers a conceptual model of three pillars of integration: digital products, marketplace interactions, and online-offline service synchronization as the basis for a post-pandemic local optical digitalization strategy.Transformasi digital yang didorong oleh perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi berbagai sektor, termasuk bisnis optik. Di Yogyakarta, kota dengan pertumbuhan UMKM optik yang pesat, pemanfaatan platform e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee masih belum optimal. Padahal, adopsi marketplace berpotensi memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesiapan dan tantangan adopsi teknologi digital dalam bisnis optik lokal melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Sebanyak 25 artikel yang relevan dipilih dari database Google Scholar, Garuda, DOAJ, dan Scopus berdasarkan kriteria inklusi: publikasi tahun 2018–2024 dan fokus pada digitalisasi UMKM kesehatan, e-commerce, serta praktik bisnis optik di Indonesia, khususnya wilayah Yogyakarta. Hasil kajian menunjukkan bahwa 87% literatur mendukung manfaat integrasi e-commerce terhadap ekspansi pasar dan peningkatan pengalaman pelanggan. Namun, hanya sekitar 12% optik lokal yang telah menerapkan strategi digital secara optimal, khususnya dalam memanfaatkan fitur marketplace seperti chatbot, integrasi stok, dan Official Store. Adapun tantangan utama meliputi keterbatasan literasi digital tenaga kerja, logistik yang belum efisien, serta belum sinkronnya regulasi layanan kesehatan daring. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesiapan struktural dan peningkatan kompetensi digital menjadi prasyarat utama dalam mengoptimalkan transformasi bisnis optik melalui e-commerce. Sebagai rekomendasi, pelatihan literasi digital, workshop integrasi marketplace, serta dukungan kebijakan insentif dari pemerintah daerah sangat diperlukan. Penelitian ini juga menawarkan model konseptual tiga pilar integrasi: produk digital, interaksi marketplace, dan sinkronisasi layanan online-offline sebagai dasar strategi digitalisasi optik lokal pascapandemi

    Presentase Kejadian Nyeri Punggung Mahasiswa Berdasarkan Pemilihan Posisi Duduk Perkuliahan Biostatistik

    Get PDF
    Background: Choosing a sitting position when following the lecture process is a routine thing and is usually done every day by students, this aims to further maximize the learning process. By occupying a strategic sitting position, it will be easier to interact, either with lecturers or with classmates. However, the selection of this sitting position often causes complaints in the form of back pain if the sitting position occupied is not ergonomic. Methods: This research is a descriptive survey research. The sample in this study was the third semester students of class A1, A2 and A3 totaling 110 students who were selected using purposive sampling technique. This research was conducted in September 2016-February 2017. The results showed that in class A1 there were 6 students (17.0%) with mild pain and 1 person (2.9%) with moderate pain. In class A2 there are 2 students (5.7%) with mild pain and 2 students (5.7%) with moderate pain. In class A3 there are 2 students (5.7%) with mild pain, 1 student (2.9%) with moderate pain and 1 student (2.9%) with severe pain. Conclusion: Of the 110 students who took the biostatistics course, there were 15 students who experienced back pain. Suggestion: choose a strategic and ergonomic position so that back pain during the learning process is not expected to occur. Keywords: Back Pain Percentage, Sitting Positio

    Penyuluhan Pada Ibu Hamil Sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan tentang Prenatal Yoga di PMB Permata Banyuasin

    Get PDF
    Pregnancy is a reproductive process that requires special attention so that it runs smoothly because it involves the lives of the mother and fetus (Elisabeth, 2020). Prenatal yoga is one way to prepare mothers physically and psychologically, including reducing anxiety before giving birth. Prenatal Yoga helps expectant mothers prepare themselves to face childbirth with confidence, happiness, comfort, without fear, as well as strengthening and forming body posture. The aim of this service is to increase the knowledge and participation of pregnant women in carrying out prenatal yoga exercises to improve health and reduce discomfort during pregnancy. The steps for this activity consist of establishing relationships, submitting proposals and setting schedules, as well as involving an evaluation process with a question and answer session. This counseling includes lecture methods, discussions, practices, and audio-visual media during prenatal yoga. The result of this community service activity is that 60% of pregnant women had poor knowledge about prenatal yoga before receiving counseling. After being provided with information about prenatal yoga, the knowledge of pregnant women increased by about 90%. The recommendation from the community service group to pregnant women is to improve their health by practicing prenatal yoga, including body movements and breathing techniques that can provide a relaxing effect, help reduce physical stress, and facilitate the delivery process.Kehamilan merupakan suatu proses reproduksi yang perlu perhatian khusus agar berlangsung lancar oleh karena melibatkan nyawa ibu dan janin (Elisabeth, 2020). Prenatal yoga merupakan salah satu cara mempersiapkan ibu secara fisik dan psikis, termasuk mengurangi kecemasan menjelang persalinan. Prenatal Yoga membantu calon ibu mempersiapkan diri untuk menghadapi persalinan dengan keyakinan, kebahagiaan, kenyamanan, tanpa ketakutan, serta memperkuat dan membentuk postur tubuh. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan partisipasi ibu hamil dalam praktik prenatal yoga untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi ketidaknyamanan selama kehamilan. Langkah-langkah kegiatan ini terdiri dari menjalin hubungan, mengajukan proposal dan menetapkan jadwal, serta melibatkan evaluasi proses dengan sesi tanya jawab. Penyuluhan ini melibatkan metode ceramah, diskusi, praktik, dan media audio visual selama prenatal yoga. Hasil dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebanyak 60 % ibu hamil memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang prenatal yoga sebelum mendapatkan penyuluhan. Setelah diberikan penyuluhan tentang prenatal yoga pengetahuan ibu hamil meningkat sekitar 90%. Saran dari kelompok pengabdi masyarakat kepada ibu hamil agar memperbaiki kesehatannya dengan berlatih yoga hamil, seperti gerakan tubuh dan pernafasan yang dapat memberikan efek santai, membantu mengurangi tekanan fisik, dan mempermudah proses persalinan

    Peran Promosi Kesehatan dalam Meningkatkan Pengetahuan Terhadap Penyakit Hipertensi Pada Lansia

    No full text
    Hypertension is a condition in which there is an abnormal increase in blood pressure with systolic and diastolic numbers showing higher than 140/90 mmHg (Indah, 2023). Increased blood pressure can cause various kinds of damage to body systems such as the kidneys, heart, and brain when left in prolonged conditions. Hypertension often does not cause symptoms, so this condition is often referred to as a "silent killer" (WHO, 2013). The purpose of this Community Service activity is to increase the knowledge of the elderly, so that they can prevent hypertension and maintain health. The PKM implementation method uses a community-based participatory research (CBPR) approach, which involves the elderly and the local community actively in planning, implementing, and evaluating health promotion programs. The results of this activity show that the health promotion approach based on local wisdom has succeeded in increasing the knowledge of the elderly about hypertension. This improvement is achieved through the integration of local cultural values in educational materials, which makes the program more relevant and interesting for participants.    Hipertensi merupakan kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah yang tidak normal dengan angka sistolik dan diastolic menunjukkan lebih tinggi dari 140/90 mmHg (Indah,2023). Tekanan darah yang meningkat dapat menyebabkan berbagai macam kerusakan pada sistem tubuh seperti pada ginjal, jantung, dan otak bila dibiarkan dalam kondisi berkepanjangan. Hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala, sehingga kerap kondisi ini disebut sebagai “silent killer” (WHO,2013). Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia, sehingga mereka dapat mencegah hipertensi dan menjaga kesehatan. Metode pelaksanaan PKM ini menggunakan pendekatan penelitian berbasis komunitas (community-based participatory research/CBPR), yang melibatkan lansia dan masyarakat setempat secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program promosi kesehatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan promosi kesehatan berbasis kearifan lokal berhasil meningkatkan pengetahuan lansia terhadap penyakit hipertensi. Peningkatan ini dicapai melalui integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam materi edukasi, yang membuat program lebih relevan dan menarik bagi peserta. &nbsp

    Sosialisasi Program Community Mental Health Nursing di Wilayah Kerja Puskesmas Sako Palembang

    No full text
    Mental health has now become a global health problem for every country. In this era of globalization and free competition, there is a tendency for mental disorders to increase. According to the World Health Organization Asia Pacific region (WHO SEARO) there are around 450 million people suffering from mental and behavioral disorders worldwide. The importance of the role of family and community in helping improve clients' abilities and preventing relapse is one of the main reasons for the importance of implementing mental nursing care using the Community Mental Health Nursing (CMHN) approach (Keliat, 2011). The aim of this activity is to socialize health workers and the public about CMHN in order to minimize the occurrence of mental health disorders. The method used is socialization of the community Mental Health Nursing program to community leaders, cadres providing outreach to mental health cadres (KKJ) about early detection, home visits and community mobilization as well as health education to the community about CMHN. The results of this activity showed that there were 16 participants in the activity and it went according to the existing plan. The conclusion obtained is that there has been an increase in cadre knowledge after the socialization of the CMHN program and it is hoped that in the future the Sako Health Center will have special cadres for mental health in the community.  Kesehatan jiwa saat ini telah menjadi masalah kesehatan global bagi setiap negara, pada era globalisasi dan persaingan bebas ini kecenderungan terjadi peningkatan gangguan jiwa. Menurut World Health Organization regional Asia Pasifik (WHO SEARO) terdapat sekitar 450 juta orang menderita gangguan mental dan perilaku di seluruh dunia. Pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam membantu meningkatkan kemampuan klien dan mencegah kekambuhan menjadi salah satu alasan utama pentingnya penerapan asuhan keperawatan jiwa dengan pendekatan Community Mental Health Nursing (CMHN) (Reni, nuryani et al, 2020). Tujuan kegiatan ini untuk melakukan sosialisasi petugas kesehatan dan masyarakat tentang CMHN agar dapat meminimalisir terjadinya gangguan kesehatan mental. Metode yang digunakan berupa sosialisasi program community Mental Health Nursing kepada tokoh masyarakat, kader pemberian sosialisasi kepada kader kesehatan jiwa (KKJ) tentang deteksi dini, kunjungan rumah dan mobilisasi masyarakat serta edukasi kesehatan kepada masyarakat tentang CMHN. Hasil dalam kegiatan ini didapatkan bahwa terdapat 16 peserta kegiatan dan berjalan sesuai dengan rencana yang ada. Kesimpulan yang didapat adalah adanya peningkatan pengetahuan kader setelah sosialisasi program CMHN dan diharapkan Kedepan Puskesmas Sako mempunyai kader khusus Kesehatan jiwa di Masyarakat

    Legal Feasibility of AI Implementation in Indonesian Pharmaceutical Services

    No full text
    The development of Artificial Intelligence (AI) offers significant potential to improve efficiency, accuracy, and personalization in pharmaceutical services. However, Indonesia lacks a specific legal framework to regulate its application, especially regarding patient protection and professional accountability. This study aims to analyze the compatibility of AI use in pharmaceutical services with principles of health law and consumer protection, and to identify legal gaps concerning liability for AI-induced harm. Using a normative juridical method, the study examines relevant laws and legal literature. The findings show that Indonesia’s positive law does not yet regulate informed consent, algorithm validation, or legal responsibility in AI-based pharmaceutical services. This legal vacuum risks undermining patient rights. The study recommends sectoral regulations that address AI validation, independent audits, data protection, and liability frameworks tailored to AI characteristics, ensuring ethical and legally accountable implementation

    Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan Di Kelurahan Kabil Kecamatan Nongsa Kota Batam

    Get PDF
    Nowadays, the trend of living healthily has been resurfaced that the treatment with natural ingredients has started to be popular again. The efforts to treat with traditional medicine serve as a form of community empowerment and an appropriate technology which could improve the level of public health. Riau Islands Province ranks ad the 28th place in terms of using Family Medicinal Plants, about 22%. According to the preliminary survey conducted in June 2024 in Kabil Village, Nongsa District, Batam City, the use of family medicinal plants is relatively small since there has only been a few families who grow medicinal plants in their yard. One alternative that can be taken to deal with this problem is to carry out the counseling program for the use of family medicinal plants. This activity is aimed at increasing participants' understanding the beneficial impacts of medicinal plants and to process involved. The method applied is a lecture followed by immediate discussion using leaflets involving the types, the uses and the processing of family medicinal plants. This activity has run quite well and the participants' were vividly enthusiastic when discussing with the source person and the resulting activities were capable of increasing the participants' understanding as it was shown by the increase in post-test scores in comparison with the previous one. It is advisable that the commuity leaders initiate the local residents  through the planting of the family medicinal plants in their own yards or gardens.Dewasa ini, tren hidup sehat kembali digaungkan sehingga pengobatan dengan bahan – bahan alami mulai diminati kembali. Upaya pengobatan dengan obat tradisional merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat dan teknologi tepat guna yang dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Provinsi Kepulauan Riau berada di urutan ke-28 dalam pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga yaitu sebesar 22 %. Berdasarkan survey awal pada bulan Juni 2024 di Kelurahan Kabil Kecamatan Nongsa Kota Batam, pemanfaatan tanaman obat keluarga sangat kecil karena hanya beberapa keluarga saja yang memiliki tanaman obat di halaman rumahnya. Salah satu alternatif cara yang dapat dilakukan untuk menangani permasalahan tersebut yaitu melaksanakan penyuluhan tentang pemanfaatan tanaman obat keluarga. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk menambah pemahaman peserta tentang manfaat tanaman obat dan cara pengolahannya. Metode yang digunakan yaitu ceramah kemudian dilanjutkan diskusi secara langsung dengan media leaflet yang mencakup jenis, kegunaan dan pengolahan tanaman obat keluarga. Kegiatan ini berjalan dengan baik serta terlihat antusiasme peserta saat berdiskusi dengan narasumber dan hasilnya dapat meningkatkan pemahaman peserta yang ditunjukkan meningkatnya nilai post-test terhadap pre-test. Saran untuk tokoh masyarakat di Kelurahan Kabil diharapkan dapat menginisiasi warga setempat melalui kegiatan penanaman tanaman obat keluarga di pekarangan rumah secara serentak

    Pendampingan Tumbuh Kembang Bayi dengan Metode Pijat Bayi

    No full text
      Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan kader posyandu dan ibu yang memiliki bayi di bawah dua tahun mengenai stimulasi tumbuh kembang melalui metode pijat bayi sehat (baby massage). Program ini dilaksanakan di Stikes bpi dalam bentuk kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi dan pemantauan lanjutan. Sebanyak 12 peserta terlibat, terdiri dari 5 ibu dengan baduta dan 7 kader posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya stimulasi tumbuh kembang dan manfaat pijat bayi, peningkatan keterampilan dalam melakukan pijat bayi, serta keterlibatan aktif kader dalam melanjutkan praktik ini di posyandu masing-masing. Evaluasi dilakukan tiga kali untuk memantau keberlanjutan praktik pijat bayi secara mandiri oleh para ibu

    Prinsip Non-Refoulement dalam Perspektif Pancasila: Kemanusiaan dan Batas Kapasitas Negara

    No full text
    Penelitian ini membahas penerapan prinsip non-refoulement dalam konteks hukum internasional dengan meninjau nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kemanusiaan. Latar belakang penelitian berangkat dari fenomena pengungsi dan pencari suaka yang menghadapi risiko pengembalian paksa ke negara asal, sementara negara berada dalam keterbatasan sumber daya dan kapasitas perlindungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana prinsip non-refoulement dapat dipahami dan diimplementasikan selaras dengan sila kemanusiaan yang adil dan beradab, sekaligus mengevaluasi batas kemampuan negara dalam melindungi individu tanpa mengabaikan kepentingan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan normatif-kualitatif melalui analisis dokumen hukum internasional dan nasional, serta telaah literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai kerangka etis normatif, tetapi juga sebagai dasar konseptual untuk memaknai prinsip non-refoulement secara kontekstual dan proporsional, dengan menempatkan perlindungan pengungsi dalam relasi dialektis antara martabat manusia dan kapasitas riil negara. Penelitian ini menawarkan model pemaknaan non-refoulement berbasis Pancasila sebagai konsep kemanusiaan kontekstual yang memungkinkan penyeimbangan antara kewajiban internasional, nilai ideologis nasional, dan keterbatasan faktual negara. Kesimpulannya, prinsip non-refoulement dapat dijalankan secara proporsional melalui pendekatan kontekstual-Pancasila, sehingga tercapai perlindungan pengungsi yang efektif, berkeadilan, dan tetap selaras dengan kepentingan nasional

    Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemeriksaan Jantung Bawaan

    No full text
    ABSTRAK Congenital Heart Disease (CHD) is one of the congenital abnormalities in newborns (BBL) that contributes to infant and child morbidity and mortality worldwide. Congenital heart disease (CHD) is the most common type of congenital abnormality found in newborns (Ministry of Health, 2023). The incidence of CHD is 9.1 per 1000 live births and is commonly found in Asia, Europe, and North America (Gumilar and Pradnyani, 2020). Based on the 2022 Indonesian Health Profile, deaths in the neonatal period aged 0-28 days were recorded at 18,281 deaths, 5% of deaths were caused by congenital abnormalities (Ministry of Health, 2022). Early CHD screening needs to be known by mothers, so that mothers understand the importance of having their children examined by health workers. Efforts so that mothers understand about early CHD screening, it is necessary to increase mothers' knowledge about CHD. Based on the results of interviews with pregnant women in January 2024, it was stated that at PMB Haryanti there had never been any health education about PJB screening and there was no communication media explaining PJB screening. The purpose of this study was to determine the effect of health education using leaflet media on mothers' knowledge about PJB at PMB Haryanti Wonogiri. This study used a quantitative one group pretest and posttest design. The population in this study were pregnant women in the PMB Haryanti Wonogiri work area and the sample used was 28 people. The analysis test used the T test with a significance value of 0.000, this value is smaller than 0.05 so that there is an effect of health education using leaflets on pregnant women's knowledge about Congenital Heart Disease screening.  Penyakit Jantung Bawaan (PJB) merupakan salah satu kelainan kongenital pada bayi baru lahir (BBL) yang berkontribusi pada morbiditas dan mortalitas bayi dan anak di seluruh dunia. Penyakit jantung bawaan (PJB) termasuk jenis kelainan kongenital paling umum ditemukan pada anak baru lahir (Kemenkes, 2023). Kejadian PJB sebesar 9,1 per 1000 kelahiran hidup banyak ditemui di Asia, Eropa, dan Amerika Utara (Gumilar dan Pradnyani, 2020). Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun  2022, kematian pada masa neonatal usia 0-28 hari tercatat sebanyak 18.281 kematian, 5% kematian disebabkan oleh kelainan bawaan (Kemenkes, 2022). Skrining PJB sejak dini perlu diketahui oleh ibu, sehingga ibu mengerti akan pentingnya memeriksakan anaknya ke tenaga kesehatan. Upaya agar ibu mengerti tentang  skrining PJB sejak dini, maka perlu adanya peningkatan pengetahuan ibu tentang PJB. Berdasarkan hasil wawancara pada ibu hamil pada bulan Januari 2024, menyatakan bahwa di PMB Haryanti belum pernah ada pelaksanaan penyuluhan kesehatan tentang skrining PJB dan belum ada media komunikasi yang menjelaskan tentang skrining PJB. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan ibu tentang PJB di PMB Haryanti Wonogiri.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif one group pretest dan post test. populasi dalam penelitian ini adalah   ibu hamil yang ada di wilayah kerja PMB Haryanti Wonogiri dan sampel yang digunakan yaitu 28 orang. Uji analisis menggunakan T test dengan hasil nilai signifkansi yaitu sebesar 0,000, nilai ini lebih kecil dari 0,05 sehingga Kesimpulan ada pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan leaflet dengan pengetahuan ibu hamil tentang skrining Penyakit jantung bawaan. &nbsp

    320

    full texts

    461

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS Kader Bangsa University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇