OJS Kader Bangsa University
Not a member yet
461 research outputs found
Sort by
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu Hamil dalam Mengkonsumsi Tablet Fe
One of the government's efforts to prevent anemia in pregnant women is through a program providing iron tablets. This study aims to determine the relationship between knowledge, attitudes and family support simultaneously with pregnant women's compliance with consuming Fe tablets at the Palembang Campus Health Center. Analytical survey research method with a cross-sectional approach. The population in this study were all second and third trimester pregnant women in the Palembang campus health center work area in January-April 2024, namely 120 pregnant women. Samples were taken using accidental sampling technique with a total sample of 34 respondents, data analysis used univariate and bivariate analysis with the chi square statistical test. Univariate results showed that of the 34 respondents who complied with consuming Fe tablets, 22 respondents (64.3%) and 12 respondents who did not comply with consuming Fe tablets (35.5%). The results of bivariate analysis using the chi square test show that there is a relationship between knowledge (p value = 0.025), attitude (p value = 0.015) and family support (p value= 0.042) with the compliance of pregnant women with consuming Fe tablets at the Palembang Campus Health Center in 2024. It is hoped that The results of this research can be an illustration for the community health center to further increase the compliance of pregnant women with consuming Fe tablets by providing information to pregnant women about the benefits of Fe tablets.
alah satu usaha pemerintah untuk mencegah anemia pada ibu hamil yaitu melalui program pemberian tablet besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe di Puskesmas Kampus Palembang. Metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester II dan III di Wilayah Kerja Puskesmas kampus Palembang pada bulan Januari-April 2024 yaitu sebanyak 120 ibu hamil trimester II dan III. Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistic chi square. Hasil univariat menunjukkan dari 34 responden yang patuh mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 22 responden (64,3%) dan responden yang tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 12 responden (35,5%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi square diketahui bahwa ada hubungan pengetahuan (p value = 0,025), sikap (p value =0,015) dan dukungan keluarga (p value =0,042) dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe di Puskesmas Kampus Palembang tahun 2024. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat menjadi gambaran bagi pihak puskesmas untuk dapat lebih meningkatkan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe dengan cara memberikan informasi kepada ibu hamil tentang manfaat dari tablet Fe
Analisis SWOT untuk Meningkatkan Kepuasan Konsumen di Babe Gym Bandar Lampung
Increasing public awareness of the importance of a healthy lifestyle encourages the growth of the fitness industry in Indonesia, including in the city of Bandar Lampung. Babe Gym is one of the business actors in this field that needs to formulate a strategy to maintain and increase customer satisfaction in the midst of fierce competition. This study aims to analyze internal and external factors that affect Babe Gym's customer satisfaction using a SWOT analysis approach. The research was conducted through a qualitative approach with observation methods, in-depth interviews, and the distribution of questionnaires to management and customers. Data analysis is carried out using IFE and EFE Matrices to identify strengths, weaknesses, opportunities, and threat factors, which are then incorporated into the SWOT Matrix to formulate the right development strategy. The results of the study show that Babe Gym has strength in terms of affordable price and the owner's commitment to customer comfort. However, the disadvantages include a less strategic location, lack of promotion, and limited facilities. The main opportunities come from the increasing public interest in healthy lifestyles and the potential for cooperation with supplement business partners. The threats faced are low customer loyalty and a lack of focus on service and equipment safety. Babe Gym's strategic position is in Quadrant I (Grow and Build), which recommends an aggressive strategy for expansion and service improvement. The strategy includes improving facilities, external cooperation, and strengthening promotions and customer loyalty. This research provides a strategic basis for the development of competitive and sustainable fitness services.Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat mendorong pertumbuhan industri kebugaran di Indonesia, termasuk di Kota Bandar Lampung. Babe Gym merupakan salah satu pelaku usaha di bidang ini yang perlu merumuskan strategi untuk mempertahankan dan meningkatkan kepuasan pelanggan di tengah persaingan yang ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kepuasan pelanggan Babe Gym dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner kepada manajemen dan pelanggan. Analisis data dilakukan menggunakan Matriks IFE dan EFE untuk mengidentifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, yang kemudian dimasukkan ke dalam Matriks SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Babe Gym memiliki kekuatan pada aspek harga yang terjangkau dan komitmen pemilik terhadap kenyamanan pelanggan. Namun, kelemahan mencakup lokasi yang kurang strategis, minimnya promosi, dan keterbatasan fasilitas. Peluang utama berasal dari meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan potensi kerja sama dengan mitra bisnis suplemen. Ancaman yang dihadapi adalah rendahnya loyalitas pelanggan dan ketidakfokusan pada layanan serta keselamatan peralatan. Posisi strategis Babe Gym berada pada Kuadran I (Grow and Build), yang merekomendasikan strategi agresif untuk ekspansi dan peningkatan layanan. Strategi tersebut meliputi peningkatan fasilitas, kerja sama eksternal, serta penguatan promosi dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini memberikan dasar strategis bagi pengembangan layanan kebugaran yang kompetitif dan berkelanjutan
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Body Scrub Biji Pepaya (Carica papaya L.)
Body scrub merupakan sediaan topikal yang umum digunakan untuk mengangkat sel kulit mati melalui partikel abrasif alami. Salah satu bahan eksfoliator potensial adalah biji pepaya (Carica papaya L.), yang mengandung enzim papain dan antioksidan, serta madu sebagai humektan alami. Dalam penelitian ini, ekstrak biji pepaya diperoleh melalui metode maserasi dan diformulasikan dalam empat variasi konsentrasi (0%, 2,5%, 5%, dan 7,5%) bersama madu. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Farmasi Universitas Kader Bangsa selama April–Juni 2024. Evaluasi sediaan meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, kelembapan kulit, dan iritasi. Semua formula menunjukkan stabilitas fisik yang baik. Formula F2 (5%) memberikan hasil paling optimal dengan pH stabil, daya lekat kuat, kelembapan konsisten, dan daya sebar sesuai standar. Tingkat iritasi ringan yang muncul dapat ditoleransi dan mereda dalam 48 jam. Berdasarkan hasil tersebut, formula F2 dinilai sebagai sediaan paling aman dan efektif serta berpotensi dikembangkan sebagai produk kosmetik eksfoliatif alami
Pengaruh Lokasi Tumbuh Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Salam (Sygium polyanthum)
Daun salam (Syzygium polyanthum) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, terpenoid, dan eugenol yang berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lokasi tumbuh terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun salam. Penelitian dilakukan pada bulan April–Agustus 2024 di Laboratorium Farmasi Universitas Kader Bangsa Palembang dan Laboratorium Kimia STIK Siti Khadijah Palembang. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder, sedangkan aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun salam dari dataran tinggi memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 5,603 ppm, diikuti oleh dataran sedang (8,583 ppm), dan dataran rendah (9,280 ppm). Vitamin C sebagai kontrol positif menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 8,554 ppm. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p < 0,05) antara lokasi tumbuh terhadap aktivitas antioksidan. Hasil ini menunjukkan bahwa perbedaan ketinggian lokasi tumbuh memengaruhi kandungan senyawa aktif dan kekuatan aktivitas antioksidan ekstrak daun sala
Tingkat Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Masyarakat Desa Betung Barat
This study aims to educate 1st to 3rd-grade students at SDN 3 Abab about the importance of Clean and Healthy Behavior (PHBS), particularly in washing hands correctly. The methods used include lectures, discussions, simulations, and monitoring the effectiveness of the program. The results show an improvement in the students' understanding of PHBS. Additionally, a survey in Betung Barat Village revealed that the majority of the community works as farmers with low incomes. Although basic infrastructure such as toilets is relatively adequate, 9% of households still lack proper sanitation. Adherence to posyandu activities is also low, with 56.7% of families regularly participating. This research uses a mixed-methods approach, combining qualitative and quantitative techniques to measure the impact of health education on community behavior. Overall, the study emphasizes the need for economic strengthening, improved access to healthcare, and optimization of maternal and child health services as steps to improve community welfare.Penelitian ini bertujuan untuk mengedukasi siswa SD kelas 1-3 di SDN 3 Abab mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama dalam mencuci tangan yang benar. Metode yang digunakan mencakup ceramah, diskusi, simulasi, dan monitoring efektivitas program. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai PHBS. Selain itu, survei di Desa Betung Barat mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani dengan penghasilan rendah. Meskipun infrastruktur dasar seperti jamban sudah cukup memadai, 9% rumah masih tidak memiliki sanitasi yang layak. Kepatuhan terhadap posyandu juga masih rendah, dengan 56,7% keluarga rutin mengikuti kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mengukur dampak penyuluhan terhadap perilaku masyarakat. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan perlunya penguatan ekonomi, peningkatan akses kesehatan, dan optimalisasi layanan ibu dan anak sebagai langkah untuk meningkatkan kesejahteraan masyaraka
Hubungan Antara Menarche dan Pengetahuan Ibu Usia 40–60 Tahun dengan Kejadian Menopause
Menurut WHO, setiap tahun sekitar 25 juta perempuan di dunia diperkirakan mengalami menopause, dengan Asia sebagai wilayah tertinggi kasus gejala awal menopause. Di Indonesia, prevalensi perempuan yang memasuki menopause sebesar 7,4% dari populasi, meningkat menjadi 11% pada tahun 2010, dan naik lagi menjadi 14% pada tahun 2015. Peningkatan ini dipengaruhi oleh bertambahnya usia harapan hidup dan perbaikan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara usia menarche dan pengetahuan ibu usia 40–60 tahun dengan kejadian menopause. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional, melibatkan seluruh ibu usia 40–60 tahun di RT 14 RW 03 Kelurahan Sukajaya Palembang sebanyak 36 orang sebagai sampel (sampling jenuh). Pengumpulan data dilakukan pada 10–18 Februari 2023 dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 23 responden (63,9%) sudah menopause, 13 responden (36,1%) belum menopause; menarche cepat dialami 17 orang (47,2%) dan menarche lambat 19 orang (52,8%); pengetahuan baik dimiliki 13 orang (36,1%), sedangkan 23 orang (63,9%) memiliki pengetahuan kurang. Uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara usia menarche dengan kejadian menopause (p = 0,019) dan antara pengetahuan dengan kejadian menopause (p = 0,003), dengan p < 0,05. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi dan penyuluhan kesehatan tentang menopause agar ibu lebih siap dalam menghadapinya
Pengetahuan dan Sikap Siswa SMA Negeri 12 Palembang terhadap Kehamilan Remaja Tahun 2024
Kehamilan remaja merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang berdampak luas terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap siswa SMA Negeri 12 Palembang terhadap kehamilan remaja. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh siswa kelas XI, dengan sampel sebanyak 100 responden yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang baik (60%) dan sikap positif terhadap pencegahan kehamilan remaja (72%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan siswa masih rendah meskipun sikap cenderung positif, sehingga diperlukan peningkatan pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan
Penanganan Tindak Pidana Penistaan Agama Dalam Perspektif Hukum Pidana Dan Hukum Islam
Indonesia Criminal Code (KUHP) and Syariah Law are applicable to treat blasphemy that is regarded insert a significant social, legal, and political implications in Indonesia. This study to analyze both approach while handling blasphemy as a crime.A The study uses a normative, juridical method with a statute approach and a comparative legal approach. Data were obtained through a literature review of laws and regulations, legal literature, and sources of Syariah law. The results show that the Criminal Code, through Article 156a and other related provisions, positions blasphemy as an offense that threatens public order, with an emphasis on protecting diversity and tolerance. Meanwhile, Syariah law treat handling of this crime on the principle of maintaining the purity of faith and religious honor (hifz al-din), which in some schools of thought stipulates strict sanctions, even up to the death penalty. Legal policy in Indonesia tends to take a moderate position by accommodating Islamic legal values within constitutional boundaries and human rights principles. In conclusion, there is common ground between the Criminal Code and Islamic law in terms of the goal of protecting religion, but significant differences exist in the form and level of sanctions. These findings are expected to serve as a reference for policymakers in formulating regulations that are just, proportional, and appropriate to Indonesia's social contextKitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Hukum Islam merupakan norma yang dapat diterapkan terhadap tindak pidana Penghinaan terhadap agama yang mengakibatkan dampak sosial, hukum, dan berimplikasi politik signifikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan perbandingan hukum (comparative approach). Data diperoleh melalui studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum, serta sumber-sumber hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHP melalui Pasal 156a dan ketentuan terkait lainnya memposisikan penistaan agama sebagai delik yang mengancam ketertiban umum, dengan penekanan pada perlindungan keberagaman dan toleransi. Sementara itu, Hukum Islam mendasarkan penanganan tindak pidana ini pada prinsip menjaga kemurnian akidah dan kehormatan agama (hifz al-din), yang dalam beberapa mazhab menetapkan sanksi yang tegas bahkan hingga hukuman mati. Politik hukum di Indonesia cenderung mengambil posisi moderat dengan mengakomodasi nilai-nilai hukum Islam dalam batas-batas konstitusional dan prinsip hak asasi manusia. Kesimpulannya, terdapat titik temu antara KUHP dan Hukum Islam dalam tujuan perlindungan agama, namun terdapat perbedaan signifikan dalam bentuk dan tingkat sanksi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan aturan yang berkeadilan, proporsional, dan sesuai konteks sosial Indonesi
Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny."P" umur 29 tahun usia kehamilan ggu G2P1A0 dengen Hipertensi Gestasional
Hipertensi gestasional merupakan penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhi hipertensi gestasional pada ibu hamil di Praktik Mandiri Bidan Hj. Nurrachmi,S.ST.,M.Kes . Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember tahun 2022 di PMB Hj. Nurrachmi,S.ST.,M.Kes. Desain penelitian ini menggunakan case study adala suatu metode penelitian dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal . Sampel penelitian ini adalah Ny. “P” usia 29 tahun G2P1A0 usia kehamilan 36 minggu dengan Hipertensi Gestasional yang telah bersedia menanda tangani lembar kasus informed consent yang dianjurkan. Mayoritas responden berada dalam kelompok usia ≥35 tahun, yaitu sebanyak 38 orang (54,2%), yang menunjukkan bahwa lebih dari separuh ibu hamil dalam penelitian ini tergolong dalam usia kehamilan yang berisiko tinggi. Sementara itu, responden dengan usia ≤20 tahun sebanyak 7 orang (10,0%), yang juga termasuk kategori usia risiko tinggi terhadap komplikasi kehamilan, termasuk hipertensi gestasional, sebagian besar responden berada pada usia kehamilan trimester II, yaitu sebanyak 38 orang (54,2%). Sedangkan responden yang berada pada trimester I berjumlah 7 orang (10,0%), Sebanyak 11 responden (24,4%) teridentifikasi mengalami hipertensi, yang merupakan angka yang cukup tinggi dan mengindikasikan bahwa hampir setengah dari populasi dalam studi ini mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan. Sementara 34 responden (75,6%) tidak mengalami hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Praktik Mandiri Bidan Hj. Nurrachmi, S.ST., M.Kes, dapat disimpulkan bahwa hipertensi gestasional pada ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko, yaitu: Usia ibu hamil, terutama usia ≥35 tahun, memiliki kaitan erat dengan peningkatan kejadian hipertensi gestasional. Riwayat hipertensi, baik pada kehamilan sebelumnya maupun sebagai penyakit kronis, berkontribusi signifikan terhadap risiko terjadinya preeklampsia dan hipertensi pada kehamilan saat ini. Faktor genetik atau riwayat keluarga dengan hipertensi juga menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap kejadian hipertensi dalam kehamilan. Paritas dan jarak kehamilan yang tidak ideal (terlalu dekat atau terlalu jauh) menjadi faktor tambahan yang memperbesar risiko terjadinya komplikasi hipertensi pada kehamilan
Hubungan Umur dan Frekuensi Hubungan Seksual pada Menopause di Desa Purbayasa Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga
Biological changes experienced by women during menopause can affect various aspects of life, including sexual activity. One of the key factors to examine is the relationship between age and sexual frequency in menopausal women. This study aims to investigate the correlation between age and the frequency of sexual activity among menopausal women in Purbayasa Village, Padamara Subdistrict, Purbalingga Regency. This research employed a correlational analytic design with a cross-sectional approach involving 118 female respondents aged 40–64 years who met the inclusion criteria. The sampling technique used was purposive sampling, and data analysis was conducted using the chi-square test. The results showed that most women in the menopausal age group remained sexually active, with a frequency of ≥2 times per week (57.8%). In contrast, only 23.1% of postmenopausal women reported similar activity levels. The statistical test revealed a significant relationship between age and sexual frequency (p = 0.000; CC = 0.442), indicating a moderate association. The study concludes that as age increases, the frequency of sexual activity in menopausal women tends to decrease. This decline is influenced not only by hormonal changes but also by psychological, physical, and partner-related factors. Therefore, attention to the sexual health of menopausal women should be an integral part of comprehensive health services to support their overall quality of life.Perubahan biologis yang dialami wanita selama masa menopause dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk aktivitas seksual. Salah satu faktor penting yang perlu dikaji adalah hubungan antara usia dan frekuensi hubungan seksual pada wanita menopause. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dengan frekuensi hubungan seksual pada wanita menopause di Desa Purbayasa, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional dan melibatkan 118 responden wanita usia 40–64 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan melalui uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wanita dalam kelompok usia menopause masih aktif secara seksual dengan frekuensi ≥2 kali per minggu (57,8%). Sebaliknya, hanya 23,1% wanita pascamenopause yang menunjukkan frekuensi serupa. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia dengan frekuensi hubungan seksual (p = 0,000; CC = 0,442) yang termasuk dalam kategori sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa semakin tinggi usia wanita menopause, semakin rendah frekuensi hubungan seksual yang dilakukan. Penurunan ini tidak hanya disebabkan oleh faktor hormonal, tetapi juga oleh aspek psikologis, fisik, dan kondisi pasangan. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesehatan seksual wanita menopause perlu menjadi bagian dari layanan kesehatan holistik untuk mendukung kualitas hidup yang optimal