OJS Kader Bangsa University
Not a member yet
461 research outputs found
Sort by
TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP TINDAK PIDANA KORUPSI PENGGELEMBUNGAN ANGGARAN REHABILITASI GEDUNG SMPN 10 METRO YANG DILAKUKAN OLEH APARATUR SIPIL NEGARA (Studi Putusan Nomor : 32/Pid.Sus-Tpk/2021/PN.Tjk)
Crimes of corruption that often occur in the work enviroment service has become a culture that is very difficult to get rid of . Reform it’s been rolling since 1998 which ever since then the screams for democratization and eradication of corruption, nepotism and collusion have resonated great. However, in reality the handling of corruption has arrived at the time this is still not satisfactory. Eradicating corruption is not an easy thing to do. Eradicating corruption is not an easy thing to do. The research problem discusses the factors causing the State Civil Apparatus to commit the criminal act of corruption inflating the rehabilitation budget and a criminological review of the criminal act of corruption inflating the budget based on the Study of Decision Number 32/Pid.Sus-Tpk/2021/Pn Tjk. The research method is normative and empirical juridical, using secondary and primary data, obtained from library research and field studies, and data analysis with qualitative juridical analysis. Based on the results of the research and discussion, the perpetrators of corruption occur because of the destruction of social order as the loss of standards and values. Moral decadence causes corruptors to feel that corruption is common because many have done it. Evil behavior is driven by a weak conscience that is unable to withstand strong urges of lust. The desire to have wealth, wealth and luxury, even if it is obtained from illegal means. It is different from the radical theory, which argues that capitalism is the cause of crime.Tindak pidana korupsi yang sering terjadi di lingkungan kerja dinas telah menjadi budaya yang sangat sulit untuk dihilangkan. Reformasi bergulir sejak tahun 1998 yang sejak saat itu jeritan demokratisasi dan pemberantasan korupsi, nepotisme dan kolusi menggema hebat. Namun, kenyataannya penanganan korupsi yang sudah sampai pada saat ini masih belum memuaskan. Pemberantasan korupsi bukanlah hal yang mudah dilakukan. Pemberantasan korupsi bukanlah hal yang mudah dilakukan. Masalah penelitian membahas tentang faktor penyebab Aparatur Sipil Negara melakukan tindak pidana korupsi penggelembungan anggaran rehabilitasi dan tinjauan kriminologis tindak pidana korupsi penggelembungan anggaran berdasarkan Kajian Putusan Nomor 32/Pid.Sus-Tpk/ 2021/Pn Tjk. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dan empiris, dengan menggunakan data sekunder dan primer yang diperoleh dari studi kepustakaan dan studi lapangan, serta analisis data dengan analisis yuridis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, pelaku korupsi terjadi karena rusaknya tatanan sosial seperti hilangnya standar dan nilai. Dekadensi moral menyebabkan para koruptor merasa bahwa korupsi adalah hal yang biasa karena banyak yang melakukannya. Perilaku jahat didorong oleh hati nurani yang lemah yang tidak mampu menahan dorongan nafsu yang kuat. Keinginan untuk memiliki kekayaan, kekayaan dan kemewahan, meskipun diperoleh dari cara yang haram. Berbeda dengan teori radikal yang berpendapat bahwa kapitalisme adalah penyebab kejahatan
Pengaruh Ekstrak Daun Harendong Bulu (Clidemia hirta) Terhadap Kadar Gula Darah Mencit (Mus Musculus)
Diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by hyperglycemia due to beta cell damage orinsulin resistance. One of the plants used as medicine is harendong bulu (Clidemia hirta). HarendongBulu leaf with the Latin name (Clidemia hirta) is a plant that has been forgotten by its medicinalbenefits, namely diabetes mellitus. Harendong Bulu leaves contain secondary metabolites, namelyflavonoids and tannins. This research is an experimental research. The aim of this study was toinfluence the effect of Harendong Bulu (Clidemia hirta) leaf extract on alloxan-induced blood sugarlevels in mice. The research object was divided into 5 groups, namely the negative control group (NaCMC 0.5%), positive control (Metformin), the treatment of harendong bulu leaf extract at a dose of150 mg/kgBW, 300 mg/kgBW, 450 mg/kgBW. Blood sugar levels were measured on day 0 using aglucometer and on day 21 using a spectrophotometer. Data analysis using the two-way ANOVA testshowed that there was no significant difference in blood sugar levels between the treatment groups.The conclusion of this study is from statistical tests that the dose of Harendong Bulu leaf extract hasno significant effect on reducing blood sugar levels in mice induced by alloxan.Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit metabolism yang ditandai dengan adanyahiperglikemia akibat dari kerusakan sel beta atau terjadinya resistensi insulin. Salah satu tumbuhanyang dijadikan sebagai obat yaitu harendong bulu (Clidemia hirta). Daun harendong bulu dengan namalatin (Clidemia hirta) merupakan satu tanaman yang diduga mempunyai manfaat dalam pengobatanyaitu diabetes melitus. Daun harendong bulu memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yaitufalavonoid dan tanin. Penelitian ini merupakan penelitiaan eksperimental. Tujuaan dari penelitiaan inimengevaluasi pengaruh ekstrak daun harendong bulu (Clidemia hirta) terhadap kaar gula darah mencityang diinduksi aloksan. Objek penelitiaan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif(Na-CMC 0,5%), kontrol positif (Metformin), perlakuaan ekstrak daun harendong bulu dengan dosis150 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, 450 mg/kgBB. Kadar gula darah puasa diukur pada hari ke-0menggunakan glukometer dan ke-21 menggunakan spektrofotometer. Analisis data dengan uji twoway ANOVA menunjukan tidak ada perbedaan yang bermakna dari kadar gula darah antar kelompokperlakuaan. Kesimpulan penelitiaan ini adalah dari uji statistic pemberian dosis ekstrak daunharendong bulu tidak berengaruh nyata dalam menurunkan kadar gula darah mencit yang diinduksialoksa
BIOLOGI KRIMINAL, PSIKOLOGI KRIMINAL DAN SOSIOLOGI KRIMINAL DALAM TINJAUAN HUKUM PIDANA
Pengertian kriminologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari sebab akibat, perbaikan dan pencegahan kejahatan sebagai gejala manusia dengan menghimpun sumbangan-sumbangan berbagai ilmu pengetahuan. Tugasnya kriminologi merupakan sarana untuk mengetahui sebab-sebab kejahatan dan akibatnya yang mempelajari cara-cara mencegah kemungkinan timbulnya kejahatan. bahwa disamping ilmu hukum pidana yang juga dinamakan ilmu tentang hukumnya kejahatan, ada juga ilmu tentang kejahatan itu sendiri yang dinamakan kriminologi, kecuali obyeknya berlainan dan tujuannya pun berbeda, dimana hukum pidana adalah peraturan hukum yang mengenai kejahatan atau yang berkaitan dengan pidana dengan tujuan ialah agar dapat dimengerti dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya sedangkan obyek kriminologi adalah kejahatan itu sendiri, tujuannya mempelajari apa sebabnya sehingga orang yang melakukan dan upaya penanggulangan kejahatan itu. Pendekatan penelitian ini ialah pendekatan penelitian Yuridis-Normatif. Sumber data penelitian ini diambil dari beberapat literatur yang ada di Perpustakaan offline maupun digital
KEADILAN RESTORATIF SEBAGAI KEWENANGAN KEJAKSAAN DALAM PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYAH
Keadilan restoratif merupakan suatu jalan untuk menyelesaikan kasus pidana yang melibatkan masyarakat, korban dan pelaku kejahatan dengan tujuan agar tercapainya keadilan bagi seluruh pihak, sehingga diharapkan terciptanya keadaan yang sama seperti sebelum terjadinya kejahatan dan mencegah terjadinya kejahatan lebih lanjut. Salah satu institusi pemerintahan yaitu kejaksaan yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan, serta kewenangan lain berdasarkan undang-undang. Kejaksaan dalam menjalankan fungsinya yang berkaitan dengan kekuasaan kehakiman dilaksanakan secara merdeka. Pengaturan fungsi kejaksaan yang berkaitan dengan kekuasaan kehakiman perlu dikuatkan sebagai landasan kedudukan kelembagaan dan penguatan tugas dan fungsi kejaksaan. Dalam melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan, kewenangan kejaksaan dapat menentukan apakah suatu perkara dapat atau tidak dilimpahkan ke pengadilan memiliki arti penting dalam menyeimbangkan antara aturan yang berlaku (rechtmatigheid) dan interpretasi yang bertumpu pada tujuan atau asas kemanfaatan (doelmatigheid) dalam proses peradilan pidana. Kewenangan Jaksa dalam melaksanakan diskresi Penuntutan (Prosecutorial discretionary atau opportuniteit beginselen) yang dilakukan dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan nilai-nilai keadilan yang hidup di masyarakat memiliki arti penting dalam rangka mengakomodasi perkembangan kebutuhan hukum dan rasa keadilan di masyarakat yang menuntut adanya perubahan paradigma penegakan hukum dari semata-mata mewujudkan keadilan retributif (pembalasan) menjadi keadilan restoratif
Metode penelitian digunakan ialah Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yang difokuskan untuk mengkaji penerapan kaidah-kaidah dalam perspektif siyasah syar’iyah dalam penerapan hukum positif khususnya kewenangan Kejaksaan dalam keadilan restoratif, yang dilakukan dengan membandingkan, mengungkapkan, menyamakan dan menerapkan dari perspektif siyasah syar’iyah, data tersebut yang selanjutnya data tersebut dianalisis untuk mendapatkan hasil yang komprehensif dan mendalam untuk mengambil kesimpulan dengan pokok masalah. keadilan restorative dalam Islam sudah mengajarkan arti pentingnya hukum pidana islam. Ada 3 asas ukum pidana islam yaitu keadilan, kepastian hukum dan kemaslahatan umat, juga banyak macam macam hukuman, ada hukuman pokok (Uqubah Ashliyah), hukuman pengganti (Uqubah Badaliyah), hukuman tambahan (Tiba’iyah) dan hukuman pelengkap (Uqubah Takmiliyah)
Hubungan Konsumsi Makanan Kariogenik, Kebiasaan Menggosok Gigi Dan Peran Orang Tua dengan Karies Gigi Pada Anak KelaS III
Dental caries in childhood can affect a child's quality of life, because it can result in painful teeth, hampered nutritional intake and if not treated can hinder the child's growth resulting in missed school time due to toothache. The aim of this research was to determine the relationship between cariogenic food consumption, tooth brushing habits and the role of parents with dental caries in grade III children at SDN Pondok Ranggon 04 Pagi, using a cross sectional design with a quantitative approach. The data used is primary data, obtained using questionnaires and dental examinations to obtain data from a sample of all class III children totaling 118 respondents. The results of the study showed that 85 children (72%) had dental caries and there was a relationship between consumption of cariogenic foods (p = 0.001), tooth brushing habits (p = 0.005) and the role of parents (p = 0.002) with dental caries in third grade children. at SDN Pondok Ranggon 04 AM. It is hoped that the school can carry out a community movement related to dental health by forming "Dental Caries Ambassadors" as a driving force for all students to be independent in maintaining health and preventing dental cariesKaries gigi pada masa kanak-kanak dapat memengaruhi kualitas hidup seorang anak, karena bisa mengakibatkan gigi terasa sakit, penerimaan nutrisi terhambat dan jika tidak diobati dapat menghambat pertumbuhan anak sehingga waktu sekolah terlewatkan karena sakit gigi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan konsumsi makanan kariogenik, kebiasaan menggosok gigi dan peran orang tua dengan karies gigi pada anak kelas III di SDN Pondok Ranggon 04 Pagi, menggunaakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data yang dipergunakan adalah data primer, didapatkan dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan gigi untuk memperoleh data dengan sampel seluruh anak kelas III sebanyak 118 responden. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85 anak (72%) memiliki karies gigi dan ada hubungan antara konsumsi makanan kariogenik (p = 0,001), kebiasaan menggosok gigi (p = 0,005) dan peran orang tua (p = 0,002) dengan karies gigi pada anak kelas III di SDN Pondok Ranggon 04 Pagi. Diharapkan agar pihak sekolah dapat melakukan gerakan masyarakat terkait kesehatan gigi dengan membentuk “Duta Karies Gigi” sebagai motor penggerak seluruh siswa-siswi untuk mandiri dalam menjaga kesehatan dan mencegah karies gigi
Hubungan antara Pengetahuan dan Pekerjaan Ibu dan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi di Bawah Usia 6 Bulan
Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) menjelaskan pemberian ASI Eksklusif pada bayi sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pedoman internasional yang menganjurkan pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI bagi bayi, pertumubuhan dan perkembangannya. Data yang diperoleh dari profil Dinas Kesehatan Kota Palembang bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif yaitu sebanyak 36,94% pada tahun 2021 meningkat menjadi 62,6% pada tahun 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Palembang tahun 2023. Metode penelitian ni adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang membawa bayi umur 7-12 bulan yang datang berkunjung ke Puskesmas Sosial pada tanggal 18Februari 2023 - 21 Februari 2023 dengan sampel 35 responden secara accidental sampling. Analisa yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-Square dengan komputerisasi dengan batas bermakna α = 0,05. Hasil penelitian dari 35 responden dengan pemberian ASI Eksklusif 40,0% dan yang tidak memberikan ASI Eksklusif 60,0%, ibu yang berpengetahuan baik sebanyak 80,0% dan yang berpengetahuan kurang 20,0%, dan ibu yang bekerja sebanyak 37,1% dan yang tidak bekerja 62,9%. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan pemberian ASI Eksklusif, dimana p value 0,027 dan tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan pemberian ASI Eksklusif, dimana p value 0,054
Pengaruh Rekrutmen dan Pelatihan Terhadap Kinerja Pegawai di Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya Palembang
Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang didapatkan oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Keberhasilan dari kinerja pegawai dari sebuah perusahaan maupun lembanga tersebut memalui proses rekrutmen dan pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rekrutmen dan pelatihan terhadap kinerja pegawai Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya dan untuk mengetahui variabel rekrutmen (X1) dan pelatihan (X2) yang manakah berpengaruh terhadap kinerja (Y) pada Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya Palembang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner yang menggunakan skala likert. Populasi atau sampel dalam penelitian ini adalah pegawai yang bekerja di Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya sebanyak 101 orang dan metode penentuan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh semua populasi digunakan sebagai sampel. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persentase pengaruh rekrutmen (X1) sebesar 6.2% lebih besar dibandingkan variabel pelatihan (X2) sebesar 4.2% secara parsial, sedangkan secara simultan variabel rekrutmen dan pelatihan berpengaruh sebesar 11.4% terhadap kinerja pegawai (Y). Meskipun persentase pengaruhnya tidak terlalu besar, karena maasih didominasi oleh variabel lainya. Maka dapat disimpulkan bahwa rekrutmen dan pelatihan berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja di Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya Palembang
Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan Menggunakan Metode Economic Value Added (Eva) pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan perusahaan menggunakan metode Economic Value Added (EVA) pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2017. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat deskriptif kuantitatif. Populasi yang digunakan oleh peneliti adalah perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2017 sebanyak 42 perusahaan. Teknik yang digunakan dalam penentuan sampel penelitian ini adalah purposive sampling. Data yang digunakan meliputi data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan studi pustaka, dengan dokumentasi berupa laporan keuangan perusahaan tahun 2015-2017. Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Economic Value Added (EVA). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai EVA pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi tahun 2015-2017 mengalami hasil yang baik walaupun terjadi hasil yang fluktuaktif pada tahun-tahun penelitian. Dengan demikian para manajer telah mampu memberikan hasil yang positif terhadap penyandang dana perusahaan. Adapun 18 perusahaan mempunyai nilai EVA > 0 atau positif bertururt-turut selama tahun 2015-2017 artinya manajemen perusahaan telah menciptakan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan, 1 perusahaan yang memiliki nilai EVA < 0 atau negatif berturut-turut selama periode penelitian berarti perusahaan tersebut tidak memberikan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan. Sedangkan untuk 9 perusahaan lainnya memiliki nilai EVA positif dan negatif ditahun tertentu
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DISMENORHEA DENGAN MOTIVASI UNTUK PERIKSA KE PELAYANAN KESEHATAN DI SMP NEGERI 3 WANASARI BREBES TAHUN 2022
Dismenorhea adalah nyeri saat menstruasi atau kram menstruasi. Penyebab Dismenorhea atau kram menstruasi adalah ketika zat kimia yang disebut prostaglandin membuat rahim berkontraksi (mengencang) terlalu kuat, hal ini dapat menekan pembuluh darah di dekatnya, memotong suplai oksigen ke jaringan otot. Hal itulah yang menyebabkan rasa sakit yang hebat. Masih banyak perempuan yang menganggap nyeri haid sebagai hal yang biasa, mereka beranggapan 1-2 hari sakitnya akan hilang. Padahal nyeri haid hebat bisa menjadi tanda gejala suatu penyakit misalnya Endometriosis yang bisa mengakibatkan sulitnya punya keturunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang Dismenorhea dengan motivasi untuk Periksa ke Pelayanan Kesehatan di SMP Negeri 3 Wanasari Brebes. Jenis penelitian yang dilakukan adalah analitik dan rancangan penelitiannya dengan cross sectional, adapun populasinya yaitu siswi kelas VII, VIII, IX yang sudah mengalami menstruasi di SMP Negeri 3 Wanasari Brebes yang berjumlah 30 siswi. Pengambilan sampel secara random sampling, adapun variabel penelitian variabel bebas adalah pengetahuan remaja putri tentang Dismenorhea dan variabel terikatnya adalah motivasi untuk periksa ke pelayanan kesehatan. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan siswi tentang Dismenorhea yang memiliki motivasi terdapat 17 siswi, dari 17 siswi tersebut yang memiliki motivasi baik ada 82%, dan yang tidak ada motivasi hanya 18%. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh x2 hitung = 10,706 sedangkan x2 tabel = 6,635 hal ini menunjukkan bahwa x2 hitung lebih besar dari x2 tabel yaitu 10,706 > 6,635 yang artinya signifikan atau ada hubungan antara pengetahuan remaja puteri tentang Dismenorhea dengan motivasi untuk periksa ke pelayanan kesehatan di SMP N 3 Wanasari kabupaten Brebes, yang berarti semakin baik tingkat pengetahuan remaja puteri tentang Dismenorhea di SMP N 3 Wanasari kabupaten Brebes, maka akan semakin memiliki motivasi untuk periksa ke pelayanan kesehatan. Simpulan: bahwa ada hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang Dismenorhea dengan motivasi untuk periksa ke pelayanan kesehatan di SMP N 3 Wanasari kabupaten Brebes. Saran bagi sekolah diharapkan pihak sekolah dapat mendorong siswi yang mengalami Dismenorhea untuk periksa ke pelayanan kesehatan sebagai deteksi dini
HUBUNGAN JARAK KEPELAYANAN DAN STATUS EKONOMI DENGAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKARAMI KABUPATEN MUARA ENIM TAHUN 2021
Kebijakan Kementerian Kesehatan dalam dekade terakhir menekankan agar setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan dalam rangka menurunkan kematian ibu dan kematian bayi. Pada tahun 2015, penekanan persalinan yang aman adalah persalinan ditolong tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Menurut Profil Kesehatan Sumatera Selatan 2019 jumlah kematian ibu di Provinsi Sumatera Selatan adalah 240 dari 233.344 kelahiran hidup. Jumlah kematian ibu di Kabupaten Muara Enim pada tahun 2019 adalah sebanyak 43 kasus. Sedangkan kematian bayi di Kabupaten Muara Enim pada tahun 2019 adalah 289 per 1.000 kelahiran hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jarak kepelayanan, dan status ekonomi secara simultan dengan pemilihan penolong persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami Kabupaten Muara Enim tahun 2021. Jenis penelitian yang dilakukan adalah analitik dengan metode kuantitatif menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Sukarami Kabupaten Muara Enim berjumlah 65 orang. Sampel penelitian menggunakan metode total sampling, yaitu adalah semua ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Sukarami Kabupaten Muara Enim berjumlah 65 orang. Adapun data dalam penelitian ini menggunakan data primer. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 42 responden dengan jarak ke tempat pelayanan kesehatan dekat yang memilih penolong persalinan tenaga kesehatan sebanyak 29 responden (69%) dan yang memilih penolong persalinan bukan tenaga kesehatan sebanyak 13 orang (31%). Sedangkan dari 23 responden dengan jarak ketempat pelayanan kesehatan jauh yang memilih penolong persalinan tenaga kesehatan sebanyak 8 responden (34,8%) dan yang memilih penolong persalinan bukan tenaga kesehatan sebanyak 15 orang (65,2%). Selanjutnya berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dari 38 responden dengan status ekonomi tinggi yang memilih penolong persalinan tenaga kesehatan sebanyak 26 responden (68,4%) dan memilih penolong persalinan bukan tenaga kesehatan sebanyak 12 orang (31,6%). Sedangkan dari 27 responden dengan status ekonomi rendah memilih penolong persalinan tenaga kesehatan sebanyak 11 responden (40,7%) dan memilih penolong persalinan bukan tenaga kesehatan sebanyak 16 orang (59,3%). Kesimpulan dari penelitian ini Ada hubungan jarak kepelayanan dan status ekonomi secara simultan dengan pemilihan penolong persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami Kabupaten Muara Enim tahun 2021. Saran untuk pegawai Puskesmas diharapkan dapat melaksanakan program kelas ibu yang sasarannya tidak hanya ibu hamil saja melainkan tokoh masyarakat, tokoh agama, suami dan keluarga ibu hamil, serta meningkatkan pembinaan dukun bayi untuk mendukung pemanfaatan fasilitas kesehatan