Jurnal Infotel (Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Purwokerto)
Not a member yet
392 research outputs found
Sort by
Sistem Informasi Layanan SMS Gateway Bagi Bidan Dalam Program Pemantauan Kesehatan Ibu dan Anak (PWS KIA) di Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Pemantauan wilayah setempat kesehatan ibu dan anak (PWS KIA) merupakan program pemerintah dalam monitoring perkembangan kesehatan ibu dan anak di suatu wilayah. Keberhasilan program PWS KIA tidak terlepas dari peran bidan dalam pengumpulan data dan luas cakupan wilayah sehingga pelaporan baru diperoleh pada periode tertentu sementara informasi yang dibutuhkan bersifat realtime layanan. Pemanfaatan teknologi telekomunikasi khususnya perangkat mobile merupakan teknologi yang banyak digunakan masyarakat dalam berkomunikasi . Pertukaran pesan melalui Sort Message Service (SMS) merupakan media komunikasi yang paling efektif dalam menyampaikan pesan. Perkembangan Teknologi SMS Gateway memungkinkan untuk mengolah data pesan SMS menjadi suatu informasi yang bermanfaat. Berdasarkan uraian diatas, maka adapun tujuan penelitian mengembangkan sistem layanan SMS gateway dalam program PWS KIA dengan metode waterfall dalam pengembangan perangkat lunak. Pengembangan sistem menggunakan bahasa pemrograman PHP, DBMS MySQL dan Gammu SMS Gateway. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi bidan untuk melaporkan setiap layanan PWS KIA secara realtime dan diharapkan Dinas Kesehatan Bantul dapat memperoleh data terbaru layanan PWS KIA tanpa harus menunggu dalam periode tertentu.Pemantauan wilayah setempat kesehatan ibu dan anak (PWS KIA) merupakan program pemerintah dalam monitoring perkembangan kesehatan ibu dan anak di suatu wilayah. Keberhasilan program PWS KIA tidak terlepas dari peran bidan dalam pengumpulan data dan luas cakupan wilayah sehingga pelaporan baru diperoleh pada periode tertentu sementara informasi yang dibutuhkan bersifat realtime layanan. Pemanfaatan teknologi telekomunikasi khususnya perangkat mobile merupakan teknologi yang banyak digunakan masyarakat dalam berkomunikasi . Pertukaran pesan melalui Sort Message Service (SMS) merupakan media komunikasi yang paling efektif dalam menyampaikan pesan. Perkembangan Teknologi SMS Gateway memungkinkan untuk mengolah data pesan SMS menjadi suatu informasi yang bermanfaat. Berdasarkan uraian diatas, maka adapun tujuan penelitian mengembangkan sistem layanan SMS gateway dalam program PWS KIA dengan metode waterfall dalam pengembangan perangkat lunak. Pengembangan sistem menggunakan bahasa pemrograman PHP, DBMS MySQL dan Gammu SMS Gateway. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi bidan untuk melaporkan setiap layanan PWS KIA secara realtime dan diharapkan Dinas Kesehatan Bantul dapat memperoleh data terbaru layanan PWS KIA tanpa harus menunggu dalam periode tertentu
Penggunaan Web Crawler Untuk Menghimpun Tweets dengan Metode Pre-Processing Text Mining
Saat ini jumlah data di media sosial sudah terbilang sangat besar, namun jumlah data tersebut masih belum banyak dimanfaatkan atau diolah untuk menjadi sesuatu yang bernilai guna, salah satunya adalah tweets pada media sosial twitter. Paper ini menguraikan hasil penggunaan engine web crawel menggunakan metode pre-processing text mining. Penggunaan engine web crawel itu sendiri bertujuan untuk menghimpun tweets melalui API twitter sebagai data teks tidak terstruktur yang kemudian direpresentasikan kembali kedalam bentuk web. Sedangkan penggunaan metode pre-processing bertujuan untuk menyaring tweets melalui tiga tahap, yaitu cleansing, case folding, dan parsing. Aplikasi yang dirancang pada penelitian ini menggunakan metode pengembangan perangkat lunak yaitu model waterfall dan diimplementasikan dengan bahasa pemrograman PHP. Sedangkan untuk pengujiannya menggunakan black box testing untuk memeriksa apakah hasil perancangan sudah dapat berjalan sesuai dengan harapan atau belum. Hasil dari penelitian ini adalah berupa aplikasi yang dapat mengubah tweets yang telah dihimpun menjadi data yang siap diolah lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan user berdasarkan kata kunci dan tanggal pencarian. Hal ini dilakukan karena dari beberapa penelitian terkait terlihat bahwa data pada media sosial khususnya twitter saat ini menjadi tujuan perusahaan atau instansi untuk memahami opini masyarakat Saat ini jumlah data di media sosial sudah terbilang sangat besar, namun jumlah data tersebut masih belum banyak dimanfaatkan atau diolah untuk menjadi sesuatu yang bernilai guna, salah satunya adalah tweets pada media sosial twitter. Paper ini menguraikan hasil penggunaan engine web crawel menggunakan metode pre-processing text mining. Penggunaan engine web crawel itu sendiri bertujuan untuk menghimpun tweets melalui API twitter sebagai data teks tidak terstruktur yang kemudian direpresentasikan kembali kedalam bentuk web. Sedangkan penggunaan metode pre-processing bertujuan untuk menyaring tweets melalui tiga tahap, yaitu cleansing, case folding, dan parsing. Aplikasi yang dirancang pada penelitian ini menggunakan metode pengembangan perangkat lunak yaitu model waterfall dan diimplementasikan dengan bahasa pemrograman PHP. Sedangkan untuk pengujiannya menggunakan black box testing untuk memeriksa apakah hasil perancangan sudah dapat berjalan sesuai dengan harapan atau belum. Hasil dari penelitian ini adalah berupa aplikasi yang dapat mengubah tweets yang telah dihimpun menjadi data yang siap diolah lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan user berdasarkan kata kunci dan tanggal pencarian. Hal ini dilakukan karena dari beberapa penelitian terkait terlihat bahwa data pada media sosial khususnya twitter saat ini menjadi tujuan perusahaan atau instansi untuk memahami opini masyaraka
Web Server Berbasis ATmega 128 Untuk Monitoring dan Kontrol Peralatan Rumah
Penggunaan mikropengendali untuk mengendalikan perangkat yang ada di rumah tentu menjadi salah satu penerapan prinsip kerja yang praktis dan fleksibel.Mikropengendali dapat digunakan untuk memudahkan dalam mengendalikan lampu ruangan, pemantauan suhu, dan pengendalian sistem penggerak tirai.Dengan memanfaatkan modul jaringanNM7010A TCP/IP Starter Kit maka aplikasi rumah tersebut dapat dikendalikan melalui jaringan intranet. Pada mikropengendali ATmega128, data akan diproses dan dieksekusi untuk mengendalikan sistem kerja keseluruhan rangkaian. Dari hasil pengujian membuktikan bahwa mikropengendali dapat berperan sebagai Embedded Server untuk mengendalikan lampu, pengaktifan kanal Analog to Digital Converter (ADC) yang digunakan untuk memantau suhu.Hasil pengujian terhadap LM35 menunjukan bahwa rata-rata error konversi sebesar 0,64%. Untuk mengeksekusi sistem melalui jaringan TCP/IP diperlukan waktu tunda antara 0,5 sampai 1,2 detik.Penggunaan mikropengendali untuk mengendalikan perangkat yang ada di rumah tentu menjadi salah satu penerapan prinsip kerja yang praktis dan fleksibel.Mikropengendali dapat digunakan untuk memudahkan dalam mengendalikan lampu ruangan, pemantauan suhu, dan pengendalian sistem penggerak tirai.Dengan memanfaatkan modul jaringanNM7010A TCP/IP Starter Kit maka aplikasi rumah tersebut dapat dikendalikan melalui jaringan intranet. Pada mikropengendali ATmega128, data akan diproses dan dieksekusi untuk mengendalikan sistem kerja keseluruhan rangkaian. Dari hasil pengujian membuktikan bahwa mikropengendali dapat berperan sebagai Embedded Server untuk mengendalikan lampu, pengaktifan kanal Analog to Digital Converter (ADC) yang digunakan untuk memantau suhu.Hasil pengujian terhadap LM35 menunjukan bahwa rata-rata error konversi sebesar 0,64%. Untuk mengeksekusi sistem melalui jaringan TCP/IP diperlukan waktu tunda antara 0,5 sampai 1,2 detik
Implementasi Konten E-Learning Mata Kuliah Fisika
Mata kuliah Fisika yang diselenggarakan oleh program studi D3 Teknik Komputer, Fakultas Ilmu Terapan, Universitas Telkom merupakan mata kuliah dengan pemahaman dasar yang akan digunakan pada mata kuliah lanjutan di semester berikutnya. Salah satu cara untuk memperkuat pemahaman dari mata kuliah ini yaitu dengan cara melakukan visualisasi materi dan penambahan interaktifitas bagi kuliah teori yang biasanya terlalu tekstual. Metode pembelajaran ini dinamakan metode blended learning. Metode ini menggabungkan antara metode konvensional dan konten e-learning sebagai suplemen pemahaman dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menghasilkan konten e-learning untuk digunakan pada penerapan metode blended learning di mata kuliah Fisika, program studi D3 Teknik Komputer, Fakultas Ilmu Terapan. Selain menghasilkan konten e-learning, penelitian ini juga mengukur konten e-learning tersebut dengan menggunakan beberapa aspek pengukuran yang dilihat dari perspektif mahasiswa. Pembangunan konten e-learning pada penelitian ini menggunakan metode Prototype dengan hasil penelitian terbagi dari dua kelompok, yaitu konten pembelajaran serta hasil pengukuran dari aspek user experience dari konten pembelajaran.Mata kuliah Fisika yang diselenggarakan oleh program studi D3 Teknik Komputer, Fakultas Ilmu Terapan, Universitas Telkom merupakan mata kuliah dengan pemahaman dasar yang akan digunakan pada mata kuliah lanjutan di semester berikutnya. Salah satu cara untuk memperkuat pemahaman dari mata kuliah ini yaitu dengan cara melakukan visualisasi materi dan penambahan interaktifitas bagi kuliah teori yang biasanya terlalu tekstual. Metode pembelajaran ini dinamakan metode blended learning. Metode ini menggabungkan antara metode konvensional dan konten e-learning sebagai suplemen pemahaman dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menghasilkan konten e-learning untuk digunakan pada penerapan metode blended learning di mata kuliah Fisika, program studi D3 Teknik Komputer, Fakultas Ilmu Terapan. Selain menghasilkan konten e-learning, penelitian ini juga mengukur konten e-learning tersebut dengan menggunakan beberapa aspek pengukuran yang dilihat dari perspektif mahasiswa. Pembangunan konten e-learning pada penelitian ini menggunakan metode Prototype dengan hasil penelitian terbagi dari dua kelompok, yaitu konten pembelajaran serta hasil pengukuran dari aspek user experience dari konten pembelajaran
Implementasi Location Based Service Rute Objek Wisata Tegal
Tegal merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang memilik banyak objek wisata yang dikelola oleh pemerintah mapun pihak swasta. Tidak sedikit wisatawan Tegal yang merasa bingung dalam memutuskan untuk mengunjungi tempat wisata yang cocok, ini dikarenakan kurangnya informasi mengenai objek wisata tersebut. Sistem layanan berbasis lokasi atau lebih dikenal dengan Location Based Service (LBS) adalah layanan yang ditawarkan melalui ponsel dengan mempertimbangkan lokasi geografis perangkat tersebut. Karena LBS sangat tergantung pada lokasi pengguna mobile, tujuan utama dari sistem penyedia layanan adalah untuk menentukan di mana pengguna. Sebuah LBS dapat menunjukkan pengguna ke restoran, pom bensin, rumah sakit maupun objek wisata terdekat. Dengan menggunakan LBS maka akan mempermudah wisatawan dalam menentukan tujuan wisata di kota dan kabupaten Tegal berdasarkan lokasi pengguna dengan menggunakan GoogleMaps API V2. Implementasi Location Based Service rute objek wisata Tegal dapat memberikan informasi lokasi objek wisata, titik koordinat dan informasi pendukung mengenai objek wisata yang ada di Tegal.Tegal merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang memilik banyak objek wisata yang dikelola oleh pemerintah mapun pihak swasta. Tidak sedikit wisatawan Tegal yang merasa bingung dalam memutuskan untuk mengunjungi tempat wisata yang cocok, ini dikarenakan kurangnya informasi mengenai objek wisata tersebut. Sistem layanan berbasis lokasi atau lebih dikenal dengan Location Based Service (LBS) adalah layanan yang ditawarkan melalui ponsel dengan mempertimbangkan lokasi geografis perangkat tersebut. Karena LBS sangat tergantung pada lokasi pengguna mobile, tujuan utama dari sistem penyedia layanan adalah untuk menentukan di mana pengguna. Sebuah LBS dapat menunjukkan pengguna ke restoran, pom bensin, rumah sakit maupun objek wisata terdekat. Dengan menggunakan LBS maka akan mempermudah wisatawan dalam menentukan tujuan wisata di kota dan kabupaten Tegal berdasarkan lokasi pengguna dengan menggunakan GoogleMaps API V2. Implementasi Location Based Service rute objek wisata Tegal dapat memberikan informasi lokasi objek wisata, titik koordinat dan informasi pendukung mengenai objek wisata yang ada di Tegal
Machine Learning Untuk Estimasi Posisi Objek Berbasis RSS Fingerprint Menggunakan IEEE 802.11g Pada Lantai 3 Gedung JTETI UGM
Penelitian ini membahas tentang estimasi posisi (localization) objek dalam gedung menggunakan jaringan wireless atau IEEE 802.11g dengan pendekatan Machine Learning. Metode pada pengukuran RSS menggunakan RSS-based fingerprint. Algoritma Machine Learning yang digunakan dalam memperkirakan lokasi dari pengukuran RSS-based menggunakan Naive Bayes. Localization dilakukan pada lantai 3 gedung Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JTETI) dengan luas 1969,68 m2 dan memiliki 5 buah titik penempatan access point (AP). Untuk membentuk peta fingerprint digunakan dimensi 1 m x 1 m sehingga terbentuk grid sebanyak 1893 buah. Dengan menggunakan software Net Surveyor terkumpul data kekuatan sinyal yang diterima (RSS) dari jaringan wireless ke perangkat penerima (laptop) sebanyak 86.980 record. Hasil nilai rata-rata error jarak estimasi untuk localization seluruh ruangan di lantai 3 dengan menggunakan algoritma Naive Bayes pada fase offline tahap learning adalah 6,29 meter. Untuk fase online dan tahap post learning diperoleh rata-rata error jarak estimasi sebesar 7,82 meter.Penelitian ini membahas tentang estimasi posisi (localization) objek dalam gedung menggunakan jaringan wireless atau IEEE 802.11g dengan pendekatan Machine Learning. Metode pada pengukuran RSS menggunakan RSS-based fingerprint. Algoritma Machine Learning yang digunakan dalam memperkirakan lokasi dari pengukuran RSS-based menggunakan Naive Bayes. Localization dilakukan pada lantai 3 gedung Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JTETI) dengan luas 1969,68 m2 dan memiliki 5 buah titik penempatan access point (AP). Untuk membentuk peta fingerprint digunakan dimensi 1 m x 1 m sehingga terbentuk grid sebanyak 1893 buah. Dengan menggunakan software Net Surveyor terkumpul data kekuatan sinyal yang diterima (RSS) dari jaringan wireless ke perangkat penerima (laptop) sebanyak 86.980 record. Hasil nilai rata-rata error jarak estimasi untuk localization seluruh ruangan di lantai 3 dengan menggunakan algoritma Naive Bayes pada fase offline tahap learning adalah 6,29 meter. Untuk fase online dan tahap post learning diperoleh rata-rata error jarak estimasi sebesar 7,82 meter
Analisa Karakteristik Teori Antrian pada Jaringan IP Multimedia Subsystem (IMS) Menggunakan OPNET Modeler 14.5
Perkembangan teknologi telekomunikasi yang semakin pesat, membuat para operator dan vendor telekomunikasi harus dapat menyediakan layanan telekomunikasi yang aman, cepat, dan multi guna, untuk mendorong terciptanya ekosistem layanan telekomunikasi yang beragam bagi para penggunanya. Next Generation Network (NGN) merupakan sebuah teknologi masa depan yang mendukung beberapa layanan terintegrasi seperti voice, data, dan multimedia. Hal utama dari konsep NGN adalah konvergensi dan layanan yang berbasis IP sehingga diperlukan sebuah teknologi yang dikenal dengan IP Multimedia Subsystem (IMS). Agar pengiriman data dalam layanan IMS menjadi lebih efektif dan efisien maka diperlukan sebuah teori antrian yang tepat untuk digunakan sebagai pengatur aliran paket data. Penelitian ini melakukan pengamatan terhadap beberapa layanan pada jaringan IMS dengan menggunakan tiga teori antrian yang berbeda yaitu First In First Out (FIFO), Priority Queuing (PQ), dan Weighted-Fair Queuing (WFQ). Pengamatan dilakukan terhadap layanan Video Conference dan VoIP. Dari hasil simulasi dapat diketahui bahwa teori antrian WFQ pada layanan video conference menghasilkan rata-rata delay sebesar 9.22 ms , delay variation sebesar 0.036 ms dan packet loss sebesar 0.88%. Sedangkan untuk layanan VoIP menghasilkan rata-rata delay sebesar 144 ms, delay variation sebesar 0.021 ms, dan packet loss sebesar 0.05% serta menghasilkan rata-rata throughput sebesar 7.052 Mbps, sehingga teori antrian yang tepat digunakan dalam jaringan IMS dalam penelitian ini adalah WFQ.Perkembangan teknologi telekomunikasi yang semakin pesat, membuat para operator dan vendor telekomunikasi harus dapat menyediakan layanan telekomunikasi yang aman, cepat, dan multi guna, untuk mendorong terciptanya ekosistem layanan telekomunikasi yang beragam bagi para penggunanya. Next Generation Network (NGN) merupakan sebuah teknologi masa depan yang mendukung beberapa layanan terintegrasi seperti voice, data, dan multimedia. Hal utama dari konsep NGN adalah konvergensi dan layanan yang berbasis IP sehingga diperlukan sebuah teknologi yang dikenal dengan IP Multimedia Subsystem (IMS). Agar pengiriman data dalam layanan IMS menjadi lebih efektif dan efisien maka diperlukan sebuah teori antrian yang tepat untuk digunakan sebagai pengatur aliran paket data. Penelitian ini melakukan pengamatan terhadap beberapa layanan pada jaringan IMS dengan menggunakan tiga teori antrian yang berbeda yaitu First In First Out (FIFO), Priority Queuing (PQ), dan Weighted-Fair Queuing (WFQ). Pengamatan dilakukan terhadap layanan Video Conference dan VoIP. Dari hasil simulasi dapat diketahui bahwa teori antrian WFQ pada layanan video conference menghasilkan rata-rata delay sebesar 9.22 ms , delay variation sebesar 0.036 ms dan packet loss sebesar 0.88%. Sedangkan untuk layanan VoIP menghasilkan rata-rata delay sebesar 144 ms, delay variation sebesar 0.021 ms, dan packet loss sebesar 0.05% serta menghasilkan rata-rata throughput sebesar 7.052 Mbps, sehingga teori antrian yang tepat digunakan dalam jaringan IMS dalam penelitian ini adalah WFQ
Pengembangan Dashboard Information System (DIS)
Perkembangan dan perubahan teknologi informasi saat ini harus dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh organisasi. Informasi merupakan salah satu aset yang paling utama dalam mendukung kemajuan dan pencapaian tujuan suatu organisasi. Pengukuran kinerja dari suatu organisasi perlu dilakukan untuk memastikan ketercapaian yang telah ditetapkan. Dalam proses pengukuran kinerja diperlukan data dan informasi yang diambil dari bagian yang terkait ataupun keseluruhan. Hasil dari monitoring kinerja dapat langsung di lihat oleh user yang berkepentingan secara efektif dan efisien. Dashboard merupakan suatu alat yang dapat membantu pimpinan dari perguruan tinggi untuk memonitoring dan mengevaluasi kinerja organisasinya dengan menyajikan informasi Key Performance Indicators (KPI) dalam bentuk antar muka visual secara sekilas dalam satu layar, sehingga data dapat dianalisa dengan lebih efektif dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan studi kasus. Studi literatur dilakukan untuk mengkaji berbagai konsep mengenai dashboard, KPI dan visualisasi informasi. KPI yang digunakan dalam pengembangan dashboard di LPPM menggunakan indikator dari kontrak manajemen pada program customer dan learning growth yang diterapkan di ST3 Telkom Purwokerto. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model waterfall pada penyampaian dashboard ke user yang telah dilakukan dengan 2 iterasi, dashboard ini sudah memenuhi kebutuhan dari LPPM dalam memantau kinerjanya.Perkembangan dan perubahan teknologi informasi saat ini harus dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh organisasi. Informasi merupakan salah satu aset yang paling utama dalam mendukung kemajuan dan pencapaian tujuan suatu organisasi. Pengukuran kinerja dari suatu organisasi perlu dilakukan untuk memastikan ketercapaian yang telah ditetapkan. Dalam proses pengukuran kinerja diperlukan data dan informasi yang diambil dari bagian yang terkait ataupun keseluruhan. Hasil dari monitoring kinerja dapat langsung di lihat oleh user yang berkepentingan secara efektif dan efisien. Dashboard merupakan suatu alat yang dapat membantu pimpinan dari perguruan tinggi untuk memonitoring dan mengevaluasi kinerja organisasinya dengan menyajikan informasi Key Performance Indicators (KPI) dalam bentuk antar muka visual secara sekilas dalam satu layar, sehingga data dapat dianalisa dengan lebih efektif dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan studi kasus. Studi literatur dilakukan untuk mengkaji berbagai konsep mengenai dashboard, KPI dan visualisasi informasi. KPI yang digunakan dalam pengembangan dashboard di LPPM menggunakan indikator dari kontrak manajemen pada program customer dan learning growth yang diterapkan di ST3 Telkom Purwokerto. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model waterfall pada penyampaian dashboard ke user yang telah dilakukan dengan 2 iterasi, dashboard ini sudah memenuhi kebutuhan dari LPPM dalam memantau kinerjanya
Rancang Bangun Sistem Pakar Pendiagnosa Penyakit Paru-Paru Menggunakan Metode Case Based Reasoning
Penelitian ini membahas tentang pembuatan sistem pakar yang dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit paru-paru. Metode yang digunakan adalah metode Case Base Reasoning (CBR). CBR merupakan salah satu metode yang menggunakan pendekatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligent) dan menitikberatkan pemecahan masalah dengan didasarkan pada knowledege dari kasus-kasus sebelumnya. Kasus-kasus yang digunakan diperoleh dari catatan penangan kasus diagnosa penyakit paru dari seorang dokter spesialis paru sebanyak 8 kasus dan disediakan satu buah kasus baru untuk dihitung nilai kedekatannya dengan kasus lama. Hasil dari penilitian ini memberikan keluaran berupa kemungkinan penyakit dan saran pengobatan yang didasarkan pada kemiripan kasus baru dengan pengetahuan yang dimiliki sistem. Nilai kedekatan dari 8 kasus lama terhadap kasus baru dari seorang pasien adalah 0.38 terhadap data kasus pertama, 0.45 terhadap data kasus kedua, 0.56 terhadap data kasus ketiga, 0.56 terhadap data kasus keempat, 0.72 terhadap data kasus kelima, 0.93 terhadap data kasus keenam, 0.52 terhadap data kasus ketujuh, dan 0.66 terhadap data kasus kedepelapan. Nilai kedekatan paling maximum diperoleh terhadap data kasus keenam, yaitu sebesar 0.93 atau 93%, sehingga dapat disimpulkan bahwa pasien didiagnosa terserang penyakit radang par
Model Layanan Monitoring Perkembangan Anak
Aktivitas monitoring merupakan hal yang penting di sebuah daycare. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan untuk memantau aktivitas harian dan perkembangan anak oleh orang tua yang menitipkan anaknya di daycare tersebut. Salah satu bentuk penerapan dari kegiatan monitoring adalah ketersediaan buku komunikasi. Buku komunikasi merupakan sarana untuk mengetahui aktivitas harian anak selama di daycare. Pada buku komunikasi dicatat aktivitas harian dan perkembangan anak. Selain itu, terdapat pencatatan indikator-indikator tertentu untuk beberapa lembaga yang telah menerapkan konsep integrated school and daycare. Indikator tersebut merupakan bentuk pengarahan berdasarkan kurikulum dan silabus yang telah direncanakan. Setiap tahap perkembangan perlu dicatat indikator-indikatornya oleh guru kelas dan biasanya akan dilaporkan dalam bentuk raport/portofolio anak. Berdasarkan pengamatan, raport terbukti kurang efektif untuk melakukan kegiatan monitoring. Hal ini dikarenakan orangtua tidak dapat memantau perkembangan anak setiap saat. Pemakaian raport hanya dilakukan persemester. Pemantauan persemester membutuhkan waktu yang lama. Untuk menyelesaikan hal ini, diperlukan sebuah Content Management System (CMS) yang dapat menyediakan daily report untuk memantau perkembangan anak. Kebutuhan untuk monitoring perkembangan anak oleh orang tua menggunakan CMS berawal dari fakta sedikitnya jumlah aplikasi CMS open source berbasis web yang diimplementasikan untuk manajemen daycare dan preschool. Penyediaan fitur khusus seperti dailyreport, tumbuh kembang anak, dan portofolio (pengganti raport) sangat penting untuk dipantau orang tua kapan pu