Jurnal Infotel (Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Purwokerto)
Not a member yet
392 research outputs found
Sort by
Augmented Reality sebagai Alat Pengenalan Hewan Purbakala dengan Animasi 3D menggunakan Metode Single Marker
Saat ini untuk mempelajari hewan purbakala melalui pelajaran sejarah di sekolah hanya dilakukan hanya melalui sebuah buku dan gambar yang terdapat pada buku-buku dan alat peraga biasa, tetapi dengan menggunakan teknologi augmented reality diharapkan dalam pembelajarannya dapat membuat pelajaran sejarah terutama mengenai hewan purbakala dapat lebih menarik dan menyenangkan karena augmented reality dapat menjadi sebuah alat peraga virtualisasi hewan purbakala dlam bentuk 3D. Aplikasi augmented reality ini sebagai media pengenalan hewan purbakala kepada anak-anak usia 13 sampai 18 tahun secara virtual menggunakan perangkat smartphone agar proses pengenalan Hewan purbakala dapat menjadi lebih menarik dan mudah diapliaksikan karena mudah dibawa serta tidak menggunakan alat peraga yang sulit didapat dan memiliki harga yang mahal. Virtualisasi Alat Peraga Pengenalan Hewan Purbakala menggunakan augmented reality dapat menampilkan Animasi Hewan purbakala dalam bentuk 3D. Dengan proses, pengguna menjalankan aplikasi kemudian aplikasi akan melakukan pelacakan marker, setelah marker dikenali sesuai data acuan yang terdapat didalam sistem aplikasi, maka aplikasi dapat menampilkan binatang Purbakala secara 3D pada layar smartphone.Saat ini untuk mempelajari hewan purbakala melalui pelajaran sejarah di sekolah hanya dilakukan hanya melalui sebuah buku dan gambar yang terdapat pada buku-buku dan alat peraga biasa, tetapi dengan menggunakan teknologi augmented reality diharapkan dalam pembelajarannya dapat membuat pelajaran sejarah terutama mengenai hewan purbakala dapat lebih menarik dan menyenangkan karena augmented reality dapat menjadi sebuah alat peraga virtualisasi hewan purbakala dlam bentuk 3D. Aplikasi augmented reality ini sebagai media pengenalan hewan purbakala kepada anak-anak usia 13 sampai 18 tahun secara virtual menggunakan perangkat smartphone agar proses pengenalan Hewan purbakala dapat menjadi lebih menarik dan mudah diapliaksikan karena mudah dibawa serta tidak menggunakan alat peraga yang sulit didapat dan memiliki harga yang mahal. Virtualisasi Alat Peraga Pengenalan Hewan Purbakala menggunakan augmented reality dapat menampilkan Animasi Hewan purbakala dalam bentuk 3D. Dengan proses, pengguna menjalankan aplikasi kemudian aplikasi akan melakukan pelacakan marker, setelah marker dikenali sesuai data acuan yang terdapat didalam sistem aplikasi, maka aplikasi dapat menampilkan binatang Purbakala secara 3D pada layar smartphone
Pengendali Listrik Rumah Berbasis Cloud Computing
Makalah ini membahas mengenai cara untuk mengurangi konsumsi energi pada rumah melalui penyediaan informasi kepada penghuni mengenai penggunaan listrik di rumahnya, dan menyediakan cara yang efektif untuk merespon informasi tersebut. Makalah ini mengusulkan sebuah Sistem Monitoring Listrik Rumah (SMLR). Sensing, monitoring, dan actuating adalah bagian dari SMLR yang berperan penting dalam mengurangi konsumsi energi di rumah dapat diakses melalui web browser dan perangkat mobile. Sistem ini dibangun dalam sebuah platform cloud computing yang menyediakan tools dan mekanisme yang membantu pengembangan aplikasi di lingkungan cloud yang membantu user untuk memonitor dan mengontrol peralatan listrik yang ada dirumah. Hasil Riset ini diharapkan dapat mendorong pengguna untuk mengubah kebiasaan mereka dalam menggunakan listrik. Pengguna akan memperhatikan penggunaan listrik mereka karena mereka sadar untuk menggunakan listrik se-efisien mungkin. Semakin banyak listrik yang dihemat, semakin sedikit mereka menghabiskan uang untuk membayar tagihan.Makalah ini membahas mengenai cara untuk mengurangi konsumsi energi pada rumah melalui penyediaan informasi kepada penghuni mengenai penggunaan listrik di rumahnya, dan menyediakan cara yang efektif untuk merespon informasi tersebut. Makalah ini mengusulkan sebuah Sistem Monitoring Listrik Rumah (SMLR). Sensing, monitoring, dan actuating adalah bagian dari SMLR yang berperan penting dalam mengurangi konsumsi energi di rumah dapat diakses melalui web browser dan perangkat mobile. Sistem ini dibangun dalam sebuah platform cloud computing yang menyediakan tools dan mekanisme yang membantu pengembangan aplikasi di lingkungan cloud yang membantu user untuk memonitor dan mengontrol peralatan listrik yang ada dirumah. Hasil Riset ini diharapkan dapat mendorong pengguna untuk mengubah kebiasaan mereka dalam menggunakan listrik. Pengguna akan memperhatikan penggunaan listrik mereka karena mereka sadar untuk menggunakan listrik se-efisien mungkin. Semakin banyak listrik yang dihemat, semakin sedikit mereka menghabiskan uang untuk membayar tagihan
Perancangan dan Implementasi Modul Praktikum
Kemajuan teknologi berbasis komputer berkembang dengan sangat pesat. Seiring dengan perkembangan jaman, kemajuan tersebut memberikan pengaruh terhadap perubahan cara penyampaian pengajaran yang mengarah pada penggunaan jenis media penyampaian. Praktikum merupakan salah satu bentuk pengajaran yang memberikan pengalaman belajar secara nyata terhadap kondisi sebenarnya di lapangan mengenai penggunaan dan implementasi alat praktek yang berhubungan dengan berbagai materi yang dipelajari oleh mahasiswa dan memiliki tujuan untuk memberikan keterampilan dan pengenalan terhadap mahasiswa/peserta didik. Penelitian ini melakukan implementasi teknologi augmented reality terhadap salah satu modul praktikum yaitu pengenalan tata letak hardware dan Port I/O pada motherboard dan bertujuan sebagai alat bantu penyampaian pengajaran praktikum. Pengimplementasian teknologi augmented reality melibatkan aksi oleh user terhadap media penangkapan gambar motherboard menggunakan web camera dan tampilan pemetaan tata letak hardware dan port i/o pada motherboard. Penelitian telah diimplementasikan dan diujicoba terhadap 3 kelas dengan 97 responder. Adapun hasil dari penelitiannya adalah 83% responder menyukai aplikasi, 77% memahami materi, 84,5% menginginkan aplikasi ini menjadi alat bantu ajar, 65,98% meminta materi untuk dilengkapi dan diperbanyak, 77,3% dapat belajar mandiri menggunakan aplikasi ini, tanpa bantuan dari dosen ataupun asisten.Kemajuan teknologi berbasis komputer berkembang dengan sangat pesat. Seiring dengan perkembangan jaman, kemajuan tersebut memberikan pengaruh terhadap perubahan cara penyampaian pengajaran yang mengarah pada penggunaan jenis media penyampaian. Praktikum merupakan salah satu bentuk pengajaran yang memberikan pengalaman belajar secara nyata terhadap kondisi sebenarnya di lapangan mengenai penggunaan dan implementasi alat praktek yang berhubungan dengan berbagai materi yang dipelajari oleh mahasiswa dan memiliki tujuan untuk memberikan keterampilan dan pengenalan terhadap mahasiswa/peserta didik. Penelitian ini melakukan implementasi teknologi augmented reality terhadap salah satu modul praktikum yaitu pengenalan tata letak hardware dan Port I/O pada motherboard dan bertujuan sebagai alat bantu penyampaian pengajaran praktikum. Pengimplementasian teknologi augmented reality melibatkan aksi oleh user terhadap media penangkapan gambar motherboard menggunakan web camera dan tampilan pemetaan tata letak hardware dan port i/o pada motherboard. Penelitian telah diimplementasikan dan diujicoba terhadap 3 kelas dengan 97 responder. Adapun hasil dari penelitiannya adalah 83% responder menyukai aplikasi, 77% memahami materi, 84,5% menginginkan aplikasi ini menjadi alat bantu ajar, 65,98% meminta materi untuk dilengkapi dan diperbanyak, 77,3% dapat belajar mandiri menggunakan aplikasi ini, tanpa bantuan dari dosen ataupun asisten
Pemanfaatan Cloud Computing untuk Enterprise Resources Planning di Indonesia
Cloud Computing adalah sebuah topik yang telah mendapatkan momentum dalam beberapa tahun terakhir. ERP (Enterprise Resource Planning) adalah struktur sistem informasi yang digunakan untuk mengintegrasikan proses bisnis dalam perusahaan manufaktur/jasa yang meliputi operasional dan distribusi produk yang dihasilkan. Selama ini, aplikasi ERP dan cloud computing berjalan sendiri-sendiri, belum pernah ada yang menyatukannya untuk kepentingan bisnis perusahaan. Aplikasi ERP untuk Cloud Computing (ERP Cloud) akan menguntungkan perusahaan kecil karena dapat menurunkan hambatan umum terutama berkaitan dengan biaya investasi yang besar untuk penggunaan Sistem ERP pada umumnya. Usaha Kecil Menengah (UKM) dapat memiliki akses penuh atas sistem ERP yang sesuai dengan proses bisnis perusahaan tanpa perlu membeli keseluruhan aplikasi ERP atau menyewa konsultan TI yang mahal. Dengan kondisi Indonesia yang masih didominasi oleh perusahaan dengan skala kecil menengah maka di Indonesia sangat diperlukan pemanfaatan jasa could computing untuk ERP perusahaan sehingga semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan aplikasi ERP dengan biaya yang lebih ringan.Cloud Computing adalah sebuah topik yang telah mendapatkan momentum dalam beberapa tahun terakhir. ERP (Enterprise Resource Planning) adalah struktur sistem informasi yang digunakan untuk mengintegrasikan proses bisnis dalam perusahaan manufaktur/jasa yang meliputi operasional dan distribusi produk yang dihasilkan. Selama ini, aplikasi ERP dan cloud computing berjalan sendiri-sendiri, belum pernah ada yang menyatukannya untuk kepentingan bisnis perusahaan. Aplikasi ERP untuk Cloud Computing (ERP Cloud) akan menguntungkan perusahaan kecil karena dapat menurunkan hambatan umum terutama berkaitan dengan biaya investasi yang besar untuk penggunaan Sistem ERP pada umumnya. Usaha Kecil Menengah (UKM) dapat memiliki akses penuh atas sistem ERP yang sesuai dengan proses bisnis perusahaan tanpa perlu membeli keseluruhan aplikasi ERP atau menyewa konsultan TI yang mahal. Dengan kondisi Indonesia yang masih didominasi oleh perusahaan dengan skala kecil menengah maka di Indonesia sangat diperlukan pemanfaatan jasa could computing untuk ERP perusahaan sehingga semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan aplikasi ERP dengan biaya yang lebih ringan
Analisis Dan Pemodelan Proses Bisnis Prosedur Pelaksanaan Proyek Akhir Sebagai Alat Bantu Identifikasi Kebutuhan Sistem
Proyek Akhir (PA) adalah mata kuliah yang diajukan untuk memenuhi persyaratan studi Diploma di suatu Perguruan Tinggi. Mata kuliah ini dilaksanakan pada Semester 6 (enam) atau tingkat akhir dari perkuliahan studi Diploma. Sebuah proses bisnis dapat dijelaskan dengan sederhana sebagai aliran aktifitas kegiatan. Proses bisnis adalah kumpulan dari tugas atau aktivitas yang terstruktur yang dapat menghasilkan layanan atau produk tertentu untuk satu atau banyak konsumen. Pada penelitian ini dilakukan analisis dan pemodelan proses bisnis dalam pelaksanaan proyek akhir. Hasil analisis dan pemodelan proses bisnis ini digunakan untuk memperbaiki alur kerja dan sebagai dasar pengembangan sistem informasi manajemen proyek akhir yang mampu mendukung alur pelaksanaan proyek akhir meliputi pengajuan topik, penentuan pembimbing, pelaksanaan seminar dan pelaksanaan sidang. Dalam analisa proses bisnis pelaksanaan proyek akhir ini kita dapat mengidentifikasi bahwa ada kasus yang dapat dimodelkan dengan Business Process Modelling and Notation dan ada kasus yang cukup dimodelkan dengan notasi swimlanes s dimana masing-masing model memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Analisis dan pemodelan proses bisnis pelaksanaan proyek akhir ini dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi kebutuhan sistemProyek Akhir (PA) adalah mata kuliah yang diajukan untuk memenuhi persyaratan studi Diploma di suatu Perguruan Tinggi. Mata kuliah ini dilaksanakan pada Semester 6 (enam) atau tingkat akhir dari perkuliahan studi Diploma. Sebuah proses bisnis dapat dijelaskan dengan sederhana sebagai aliran aktifitas kegiatan. Proses bisnis adalah kumpulan dari tugas atau aktivitas yang terstruktur yang dapat menghasilkan layanan atau produk tertentu untuk satu atau banyak konsumen. Pada penelitian ini dilakukan analisis dan pemodelan proses bisnis dalam pelaksanaan proyek akhir. Hasil analisis dan pemodelan proses bisnis ini digunakan untuk memperbaiki alur kerja dan sebagai dasar pengembangan sistem informasi manajemen proyek akhir yang mampu mendukung alur pelaksanaan proyek akhir meliputi pengajuan topik, penentuan pembimbing, pelaksanaan seminar dan pelaksanaan sidang. Dalam analisa proses bisnis pelaksanaan proyek akhir ini kita dapat mengidentifikasi bahwa ada kasus yang dapat dimodelkan dengan Business Process Modelling and Notation dan ada kasus yang cukup dimodelkan dengan notasi swimlanes s dimana masing-masing model memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Analisis dan pemodelan proses bisnis pelaksanaan proyek akhir ini dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi kebutuhan siste
Rancang Bangun Sistem Informasi Praktek Kerja Lapangan Berbasis Web dengan Metode Waterfall
Perkembangan teknologi dan komunikasi sangat membantu kinerja dan proses bisnis organisasi. Perkembanganya harus menghasilkan manfaat bagi organisasi dalam memperoleh informasi, serta membantu organisasi dalam menjalankan proses bisnis yang dibutuhkan sehingga membantu pengelola organisasi mengambil keputusan. Perubahan bentuk proses bisnis yang digunakan dengan perkembangan teknologi dan komunikasi diharapkan mampu mendorong organisasi untuk memiliki pengelolaan yang lebih baik. Salah satu proses bisnis yang terjadi pada Sekolah Tingggi Teknologi Telematika Telkom (ST3 TELKOM) Purwkerto adalah pengelolaan kegiatan praktek kerja lapangan (PKL). Pengelolaan kegiatan Praktek Kerja Lapangan di institusi ini masih menggunakan cara manual di sebagian proses bisnisnya, sehingga manfaat dari perkembangan teknologi dan komunikasi tidak sepenuhnya terpakai. Peneliti bermaksud dan memandang perlu untuk mengembangkan sistem informasi Praktek Kerja Lapangan yang menggunakan metida Waterfall. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan proses bisnis Praktek Kerja Lapangan dengan mudah tanpa harus menggunakan cara manual seperti registrasi untuk mengikuti PKL, menampilkan informasi yang dibutuhkan dalam kegiatan PKL, memanipulasi data yang digunakan yang akan digunakan dalam kegiatan PKL.Perkembangan teknologi dan komunikasi sangat membantu kinerja dan proses bisnis organisasi. Perkembanganya harus menghasilkan manfaat bagi organisasi dalam memperoleh informasi, serta membantu organisasi dalam menjalankan proses bisnis yang dibutuhkan sehingga membantu pengelola organisasi mengambil keputusan. Perubahan bentuk proses bisnis yang digunakan dengan perkembangan teknologi dan komunikasi diharapkan mampu mendorong organisasi untuk memiliki pengelolaan yang lebih baik. Salah satu proses bisnis yang terjadi pada Sekolah Tingggi Teknologi Telematika Telkom (ST3 TELKOM) Purwkerto adalah pengelolaan kegiatan praktek kerja lapangan (PKL). Pengelolaan kegiatan Praktek Kerja Lapangan di institusi ini masih menggunakan cara manual di sebagian proses bisnisnya, sehingga manfaat dari perkembangan teknologi dan komunikasi tidak sepenuhnya terpakai. Peneliti bermaksud dan memandang perlu untuk mengembangkan sistem informasi Praktek Kerja Lapangan yang menggunakan metida Waterfall. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan proses bisnis Praktek Kerja Lapangan dengan mudah tanpa harus menggunakan cara manual seperti registrasi untuk mengikuti PKL, menampilkan informasi yang dibutuhkan dalam kegiatan PKL, memanipulasi data yang digunakan yang akan digunakan dalam kegiatan PKL
Simulasi Virtual Local Area Network (VLAN) Berbasis Software Defined Network (SDN) Menggunakan POX Controller
VLAN (Virtual LAN) merupakan sebuah teknologi yang dapat mengkonfigurasi jaringan logis independen dari struktur jaringan fisik. Hasil dari penelitian sebelumnya sudah diprediksi bahwa dibutuhkan Virtual Network yang akhirnya terciptalah VLAN. Namun paradigma jaringan saat ini tidak flexible, ketergantungan terhadap vendor sangat besar karena fungsi data plane dan control plane berada dalam satu paket device. SDN (Software defined network) yang merupakan salahsatu evolusi teknologi jaringan sesuai dengan tuntutan yang berkembang dimana memisahkan fungsi data plane dan control plane pada suatu perangkat. POX Controller digunakan untuk men-simulasikan dan menguji Platform SDN (Software defined network). Pada penelitian ini menggunakan Openflow versi 1.0 untuk memasang header VLAN sehingga penelitian ini difokuskan untuk mengevaluasi performa forwarding VLAN yang memanfaatkan Openflow sebagai control plane dapat berfungsi dengan baik. Hasil penelitian ini mengusulkan penerapan karakteristik teknologi VLAN pada SDN karena telah berjalan dengan benar sesuai hasil pengujian konektifitas, verifikasi dan keamanan. Kemudian hasil pengujian lanjutan untuk melihat pengaruh SDN dengan skenario penambahan jumlah VLAN ID didapatkan bahwa set-up time akan bertambah seiring meningkatnya jumlah host dan dengan menggunakan protokol OpenFlow, latency yang terjadi di jaringan dapat dipantau dengan parameter round trip time (RTT) yang stabil direntang 0,2 sampai 6 second walaupun jumlah vlan_id dan background traffic bertambah.VLAN (Virtual LAN) merupakan sebuah teknologi yang dapat mengkonfigurasi jaringan logis independen dari struktur jaringan fisik. Hasil dari penelitian sebelumnya sudah diprediksi bahwa dibutuhkan Virtual Network yang akhirnya terciptalah VLAN. Namun paradigma jaringan saat ini tidak flexible, ketergantungan terhadap vendor sangat besar karena fungsi data plane dan control plane berada dalam satu paket device. SDN (Software defined network) yang merupakan salahsatu evolusi teknologi jaringan sesuai dengan tuntutan yang berkembang dimana memisahkan fungsi data plane dan control plane pada suatu perangkat. POX Controller digunakan untuk men-simulasikan dan menguji Platform SDN (Software defined network). Pada penelitian ini menggunakan Openflow versi 1.0 untuk memasang header VLAN sehingga penelitian ini difokuskan untuk mengevaluasi performa forwarding VLAN yang memanfaatkan Openflow sebagai control plane dapat berfungsi dengan baik. Hasil penelitian ini mengusulkan penerapan karakteristik teknologi VLAN pada SDN karena telah berjalan dengan benar sesuai hasil pengujian konektifitas, verifikasi dan keamanan. Kemudian hasil pengujian lanjutan untuk melihat pengaruh SDN dengan skenario penambahan jumlah VLAN ID didapatkan bahwa set-up time akan bertambah seiring meningkatnya jumlah host dan dengan menggunakan protokol OpenFlow, latency yang terjadi di jaringan dapat dipantau dengan parameter round trip time (RTT) yang stabil direntang 0,2 sampai 6 second walaupun jumlah vlan_id dan background traffic bertambah
Teknik Migrasi Data Lintas DBMS dengan Menggunakan Metadata
Proses migrasi data biasanya dibutuhkan saat adanya perubahan sistem, format, atau tipe storage. Saat ini telah dikenal beberapa teknik dan kakas untuk melakukan migrasi data, misalnya CSV file, ODBC, SQLDump dan sebagainya. Sayangnya tidak semua teknik tersebut dapat diimplementasikan untuk migrasi data antara dua DBMS yang berbeda. Dalam penelitian ini dipaparkan sebuah teknik migrasi data yang dapat digunakan untuk migrasi data lintas DBMS. Teknik migrasi data yang dipaparkan memanfaatkan metadata yang ada di masing-masing DBMS. Proses migrasi data yang dipaparkan di sini melalui tiga tahap yaitu capture, convert dan construct. Sebuah prototype dibangun untuk menguji teknik migrasi data ini. Dengan menggunakan schema HR dilakukan uji coba migrasi data lintas DBMS antara Oracle dan MySQL. Dengan menggunakan teknik ini, migrasi data full-schema membutuhkan waktu rata-rata 20,43 detik dari DBMS Oracle ke MySQL dan 12,96 detik untuk skenario sebaliknya. Adapun untuk migrasi data parsial dibutuhkan waktu rata-rata 5,95 detik dari DBMS Oracle ke MySQL dan 2,19 detik untuk skenario sebaliknya.Proses migrasi data biasanya dibutuhkan saat adanya perubahan sistem, format, atau tipe storage. Saat ini telah dikenal beberapa teknik dan kakas untuk melakukan migrasi data, misalnya CSV file, ODBC, SQLDump dan sebagainya. Sayangnya tidak semua teknik tersebut dapat diimplementasikan untuk migrasi data antara dua DBMS yang berbeda. Dalam penelitian ini dipaparkan sebuah teknik migrasi data yang dapat digunakan untuk migrasi data lintas DBMS. Teknik migrasi data yang dipaparkan memanfaatkan metadata yang ada di masing-masing DBMS. Proses migrasi data yang dipaparkan di sini melalui tiga tahap yaitu capture, convert dan construct. Sebuah prototype dibangun untuk menguji teknik migrasi data ini. Dengan menggunakan schema HR dilakukan uji coba migrasi data lintas DBMS antara Oracle dan MySQL. Dengan menggunakan teknik ini, migrasi data full-schema membutuhkan waktu rata-rata 20,43 detik dari DBMS Oracle ke MySQL dan 12,96 detik untuk skenario sebaliknya. Adapun untuk migrasi data parsial dibutuhkan waktu rata-rata 5,95 detik dari DBMS Oracle ke MySQL dan 2,19 detik untuk skenario sebaliknya
Analisis Estimasi Kanal Dengan Menggunakan Metode Invers Matrik Pada Sistem MIMO-OFDM
Kanal merupakan media transmisi antar pengirim dan penerima. Pada sistem komunikasi berbasiskan nirkabel, kanal memegang peranan penting dalam menentukan kualitas dari proses pengiriman sinyal dari pengirim ke penerima. Terdapat beberapa faktor yang menentukan kualitas komunikasi nirkabel akibat pengaruh kanal, diantara komponen yang mempengaruhi kanal antara lain; kanal terdapat banyak noise (derau), atenuasi (redaman), juga dengan banyaknya jalur yang digunakan, sehingga terjadi redaman yang dikenal dengan istilah multipath fading yang dapat merusak sinyal, sehingga sinyal berubah dari bentuk aslinya. Multipath fading merupakan gejala pelemahan sinyal akibat sinyal dari pengirim melewati berbagai macam jalan, bisa sinyal langsung, terpantul, maupun sinyal yang sudah teredam oleh bahan tertentu, misalnya kaca atau kayu. Penggunaan teknik OFDM dapat meminimilasi pengaruh gejala multipath fading. OFDM merupakan teknik pentransmisian data berkecepatan tinggi dengan menggunakan beberapa sinyal pembawa (carrier) secara paralel. Sedangkan MIMO merupakan teknik dalam proses pentransmisian sinyal dengan menggunakan beberapa antena, baik pada sisi pengirim maupun penerima. Tujuan dari penggunakan teknik multi-antena adalah untuk memaksimalkan proses transmisi data (sinyal) ke penerima. Sehingga penggabungan teknik MIMO-OFDM merupakan suatu teknik transmisi yang mampu menyediakan layanan dengan kecepatan transfer data tinggi serta dapat meminimalisasi akibat pengaruh multipath fading. Dalam proses pendeteksian data pada sisi penerima diperlukan peran dari proses estimasi kanal. Perubahan kondisi kanal yang setiap saat berubah mengakibatkan perlunya proses estimasi kanal disisi perangkat penerima. Salah satu metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan teknik invers matrik. Pola penggunaan antena banyak (multi-antena) pada sisi pengirim dan penerima dapat dipolakan dalam bentuk matrik. Sehingga estimasi kanal dengan menggunakan salah satu teknik dalam matrik yaitu invers matrik dapat dimungkinkan. Hasil keluaran dari penelitian adalah membandingkan pengaruh penambahan teknik OFDM dalam proses estimasi kanal menggunakan metode invers matrik pada sistem MIMO. Dari hasil simulasi menunjukkan sistem estimasi kanal menggunakan metode invers matrik MIMO tanpa OFDM, sistem dapat menghasilkan BER 0 (tanpa error) disaat sistem diberikan noise sebesar 12 dB. Artinya sistem MIMO tanpa OFDM hanya tahan sampai adanya noise sebesar 12 dB. Sedangkan untuk sistem MIMO dengan penambahan teknik OFDM menghasilkan nilai BER 0 (tanpa error) disaat diberikan nilai noise sebesar 15 dB.Kanal merupakan media transmisi antar pengirim dan penerima. Pada sistem komunikasi berbasiskan nirkabel, kanal memegang peranan penting dalam menentukan kualitas dari proses pengiriman sinyal dari pengirim ke penerima. Terdapat beberapa faktor yang menentukan kualitas komunikasi nirkabel akibat pengaruh kanal, diantara komponen yang mempengaruhi kanal antara lain; kanal terdapat banyak noise (derau), atenuasi (redaman), juga dengan banyaknya jalur yang digunakan, sehingga terjadi redaman yang dikenal dengan istilah multipath fading yang dapat merusak sinyal, sehingga sinyal berubah dari bentuk aslinya. Multipath fading merupakan gejala pelemahan sinyal akibat sinyal dari pengirim melewati berbagai macam jalan, bisa sinyal langsung, terpantul, maupun sinyal yang sudah teredam oleh bahan tertentu, misalnya kaca atau kayu. Penggunaan teknik OFDM dapat meminimilasi pengaruh gejala multipath fading. OFDM merupakan teknik pentransmisian data berkecepatan tinggi dengan menggunakan beberapa sinyal pembawa (carrier) secara paralel. Sedangkan MIMO merupakan teknik dalam proses pentransmisian sinyal dengan menggunakan beberapa antena, baik pada sisi pengirim maupun penerima. Tujuan dari penggunakan teknik multi-antena adalah untuk memaksimalkan proses transmisi data (sinyal) ke penerima. Sehingga penggabungan teknik MIMO-OFDM merupakan suatu teknik transmisi yang mampu menyediakan layanan dengan kecepatan transfer data tinggi serta dapat meminimalisasi akibat pengaruh multipath fading. Dalam proses pendeteksian data pada sisi penerima diperlukan peran dari proses estimasi kanal. Perubahan kondisi kanal yang setiap saat berubah mengakibatkan perlunya proses estimasi kanal disisi perangkat penerima. Salah satu metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan teknik invers matrik. Pola penggunaan antena banyak (multi-antena) pada sisi pengirim dan penerima dapat dipolakan dalam bentuk matrik. Sehingga estimasi kanal dengan menggunakan salah satu teknik dalam matrik yaitu invers matrik dapat dimungkinkan. Hasil keluaran dari penelitian adalah membandingkan pengaruh penambahan teknik OFDM dalam proses estimasi kanal menggunakan metode invers matrik pada sistem MIMO. Dari hasil simulasi menunjukkan sistem estimasi kanal menggunakan metode invers matrik MIMO tanpa OFDM, sistem dapat menghasilkan BER 0 (tanpa error) disaat sistem diberikan noise sebesar 12 dB. Artinya sistem MIMO tanpa OFDM hanya tahan sampai adanya noise sebesar 12 dB. Sedangkan untuk sistem MIMO dengan penambahan teknik OFDM menghasilkan nilai BER 0 (tanpa error) disaat diberikan nilai noise sebesar 15 dB
Pembangunan Aplikasi Perhitungan Honor dan Pengukuran Kinerja Asisten Praktikum Berbasis SaaS
Bagi suatu perguruan tinggi, kegiatan praktikum sangat penting untuk mendukung pembelajaran di kelas. Beberapa masalah yang muncul dalam pengelolaan kegiatan praktikum seperti keterlambatan pengumpulan berita acara praktikum (BAP) sehingga memperlambat perhitungan, pembayaran dan pelaporan honor asprak. Dibutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk rekapitulasi dan validasi ratusan lembar BAP yang telah terkumpul setiap bulannya. Dibutuhkan pengolahan data lebih lanjut untuk menilai kinerja asprak berdasarkan data BAP. Untuk mengatasi permasalahan di atas maka dibangun aplikasi perhitungan honor dan kinerja asprak. Aplikasi ini digunakan untuk mengelola data BAP, perhitungan dan pelaporan honor, perhitungan nilai transkrip aktivitas kemahasiswaan (TAK) dan pencetakan sertifikat asprak. Keterbatasan SDM atau biaya menyebabkan tidak semua perguruan tinggi dapat langsung membuat aplikasi yang dibutuhkan. Oleh karena itu aplikasi ini dibangun berbasis Software as A Service (SaaS). Aplikasi ini dikembangkan dengan metode analisis perancangan terstruktur dengan model waterfall. Pengumpulan data kebutuhan aplikasi dilakukan dengan survey ke fakultas-fakultas di Universitas Telkom. Hasilnya dianalisis dan dikembangkan menjadi rancangan aplikasi. Aplikasi diimplementasikan pada pemrograman PHP. Pengujian dilakukan dengan metode black box testing. Hasilnya berupa aplikasi SaaS untuk perhitungan honor dan pengukuran kinerja asisten praktikum. Perguruan tinggi pengguna aplikasi SaaS ini dapat melakukan kostumisasi terhadap fitur yang ada sesuai dengan kebutuhan.Bagi suatu perguruan tinggi, kegiatan praktikum sangat penting untuk mendukung pembelajaran di kelas. Beberapa masalah yang muncul dalam pengelolaan kegiatan praktikum seperti keterlambatan pengumpulan berita acara praktikum (BAP) sehingga memperlambat perhitungan, pembayaran dan pelaporan honor asprak. Dibutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk rekapitulasi dan validasi ratusan lembar BAP yang telah terkumpul setiap bulannya. Dibutuhkan pengolahan data lebih lanjut untuk menilai kinerja asprak berdasarkan data BAP. Untuk mengatasi permasalahan di atas maka dibangun aplikasi perhitungan honor dan kinerja asprak. Aplikasi ini digunakan untuk mengelola data BAP, perhitungan dan pelaporan honor, perhitungan nilai transkrip aktivitas kemahasiswaan (TAK) dan pencetakan sertifikat asprak. Keterbatasan SDM atau biaya menyebabkan tidak semua perguruan tinggi dapat langsung membuat aplikasi yang dibutuhkan. Oleh karena itu aplikasi ini dibangun berbasis Software as A Service (SaaS). Aplikasi ini dikembangkan dengan metode analisis perancangan terstruktur dengan model waterfall. Pengumpulan data kebutuhan aplikasi dilakukan dengan survey ke fakultas-fakultas di Universitas Telkom. Hasilnya dianalisis dan dikembangkan menjadi rancangan aplikasi. Aplikasi diimplementasikan pada pemrograman PHP. Pengujian dilakukan dengan metode black box testing. Hasilnya berupa aplikasi SaaS untuk perhitungan honor dan pengukuran kinerja asisten praktikum. Perguruan tinggi pengguna aplikasi SaaS ini dapat melakukan kostumisasi terhadap fitur yang ada sesuai dengan kebutuhan