Jurnal Infotel (Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Purwokerto)
Not a member yet
    392 research outputs found

    Inisialisasi Key Generating Kriptografi AES Pada Pendekatan Protokol SMSSEC

    Get PDF
    Perkembangan teknologi di dunia internet tidak terlepas dari saling keterkaitannya dengan kriptografi yang menyediakan layanan dalam pengamanan data. Salah satu pengamanan data yang diperlukan yakni penyandian data dengan proses komputasi kriptografi yang digunakan saat berlangsungnya proses melibatkan data penting seperti yang ada pada perbankan, yakni pertukaran data rahasia yang dilakukan oleh seseorang untuk memudahkan atau memfasilitasi kegiatannya. Kebutuhan untuk kemudahan dalam akses ke data pribadinya di dunia perbankan seperti transaksi cek saldo atau transfer antar rekening sangatlah krusial dan perlu dijaga kerahasiaannya. Metode kriptografi klasik sudah tidak lagi mumpuni jika diterapkan untuk dijadikan salah satu solusi dalam pengamanan data transaksi tersebut. Oleh karena itu dalam penelitian ini, diusulkan suatu rancangan baru mengenai metode pengamanan data yang dapat digunakan pada aplikasi perbankan dengan biaya komputasi yang minimum. Adapun rancangan baru tersebut melibatkan pendekatan protokol SMSSecure yang di dalamnya menyertakan sekaligus tiga tipe algoritma kriptografi. Pada penelitian ini juga dilakukan pembaharuan proses kriptografi simetrik Advanced Encryption Standard (AES) yakni pada inisialisasi pembuatan kunci enkripsi/dekripsi. Dari hasil simulasi pengujian diperoleh hasil bahwa performansi waktu proses komputasi dari usulan rancangan mencapai empat sampai lima belas kali jauh lebih cepat dibanding rancangan awal. Juga ada penghematan dari hasil analisis parameter konsumsi memory yang dibutuhkan selama satu kali transaksi yakni sekira tiga kilo bytes. Namun, parameter avalanche effect yang dihasilkan jauh dari kriteria baik dan berada di nilai AE sebesar 78,74%.Perkembangan teknologi di dunia internet tidak terlepas dari saling keterkaitannya dengan kriptografi yang menyediakan layanan dalam pengamanan data. Salah satu pengamanan data yang diperlukan yakni penyandian data dengan proses komputasi kriptografi yang digunakan saat berlangsungnya proses melibatkan data penting seperti yang ada pada perbankan, yakni pertukaran data rahasia yang dilakukan oleh seseorang untuk memudahkan atau memfasilitasi kegiatannya. Kebutuhan untuk kemudahan dalam akses ke data pribadinya di dunia perbankan seperti transaksi cek saldo atau transfer antar rekening sangatlah krusial dan perlu dijaga kerahasiaannya. Metode kriptografi klasik sudah tidak lagi mumpuni jika diterapkan untuk dijadikan salah satu solusi dalam pengamanan data transaksi tersebut. Oleh karena itu dalam penelitian ini, diusulkan suatu rancangan baru mengenai metode pengamanan data yang dapat digunakan pada aplikasi perbankan dengan biaya komputasi yang minimum. Adapun rancangan baru tersebut melibatkan pendekatan protokol SMSSecure yang di dalamnya menyertakan sekaligus tiga tipe algoritma kriptografi. Pada penelitian ini juga dilakukan pembaharuan proses kriptografi simetrik Advanced Encryption Standard (AES) yakni pada inisialisasi pembuatan kunci enkripsi/dekripsi. Dari hasil simulasi pengujian diperoleh hasil bahwa performansi waktu proses komputasi dari usulan rancangan mencapai empat sampai lima belas kali jauh lebih cepat dibanding rancangan awal. Juga ada penghematan dari hasil analisis parameter konsumsi memory yang dibutuhkan selama satu kali transaksi yakni sekira tiga kilo bytes. Namun, parameter avalanche effect yang dihasilkan jauh dari kriteria baik dan berada di nilai AE sebesar 78,74%

    Basic Static Code Analysis Untuk Mendeteksi Backdoor Shell Pada Web Server

    Get PDF
    Mengakses  sistem komputer tanpa ijin merupakan kejahatan yang dilakukan dengan memasuki atau menyusup kedalam suatu sistem jaringan komputer tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem tersebut. Kejahatan  tersebut bertujuan untuk mengintai atau mencuri informasi penting dan rahasia. Dalam praktiknya peretas menyisipkan berkas backdoor shell pada lokasi yang sulit ditemukan oleh pemilik sistem. Beberapa perangkat yang sudah ada masih dalam bentuk terminal. Perangkat tersebut melakukan pencarian berkas berdasarkan nama-nama yang telah terdaftar sebelumnya. Akibatnya, pada saat berkas backdoor shell  jenis baru menginfeksi, tools tersebut tidak dapat mendeteksi keberadaannya. Berdasarkan hal tersebut, maka dalam penelitian ini pencarian backdoor shell pada web server menggunakan metode basic static code analysis. File sistem diproses melalui dua tahap utama yaitu string matching dan taint analysis. Dalam proses taint analysis, sistem menghitung peluang kemungkinan setiap signature sebagai backdoor untuk mengatasi kamus backdoor yang tidak lengkap. Berdasarkan  hasil yang didapat dari pengujian yang dilakukan terhadap 3964 berkas diperoleh tingkat akurasi  yang lebih besar dibandingkan dengan aplikasi php shell detector sebesar 75%.Mengakses  sistem komputer tanpa ijin merupakan kejahatan yang dilakukan dengan memasuki atau menyusup kedalam suatu sistem jaringan komputer tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem tersebut. Kejahatan  tersebut bertujuan untuk mengintai atau mencuri informasi penting dan rahasia. Dalam praktiknya peretas menyisipkan berkas backdoor shell pada lokasi yang sulit ditemukan oleh pemilik sistem. Beberapa perangkat yang sudah ada masih dalam bentuk terminal. Perangkat tersebut melakukan pencarian berkas berdasarkan nama-nama yang telah terdaftar sebelumnya. Akibatnya, pada saat berkas backdoor shell  jenis baru menginfeksi, tools tersebut tidak dapat mendeteksi keberadaannya. Berdasarkan hal tersebut, maka dalam penelitian ini pencarian backdoor shell pada web server menggunakan metode basic static code analysis. File sistem diproses melalui dua tahap utama yaitu string matching dan taint analysis. Dalam proses taint analysis, sistem menghitung peluang kemungkinan setiap signature sebagai backdoor untuk mengatasi kamus backdoor yang tidak lengkap. Berdasarkan  hasil yang didapat dari pengujian yang dilakukan terhadap 3964 berkas diperoleh tingkat akurasi  yang lebih besar dibandingkan dengan aplikasi php shell detector sebesar 75%

    Implementasi Metode Weighted Product Untuk Aplikasi Pemilihan Smartphone Android

    Get PDF
    Ketidaktahuan akan kelebihan dan kekurangan smartphone android merupakan kerugian bagi user karena banyaknya pilihan smartphone android yang beredar di pasaran. Salah satu cara mengatasi masalah tersebut adalah dengan adanya suatu metode yang dapat memberikan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan secara tepat. Penelitian bertujuan membuat aplikasi sistem pemilihan smartphone android dengan menerapkan metode Weighted Product yang dapat menyelesaikan masalah dengan cara perkalian untuk menghubungkan rating attribute dengan atribut bobot yang bersangkutan. Adapun yang menjadi kriteria dalam pertimbangan pemilihan smartphone Android dalam penelitian diperoleh dari hasil kuesioner yaitu harga, memori internal, RAM, kamera dan kapasitas baterai. Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi sistem pemilihan smartphone android berbasis web yang dapat memberikan rekomendasi kepada user sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan dalam memilih  smartphone android dengan menerapkan metode weighted product dalam proses analisa sistem sehingga diperoleh hasil yang terbaik dalam pengambilan keputusan.Ketidaktahuan akan kelebihan dan kekurangan smartphone android merupakan kerugian bagi user karena banyaknya pilihan smartphone android yang beredar di pasaran. Salah satu cara mengatasi masalah tersebut adalah dengan adanya suatu metode yang dapat memberikan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan secara tepat. Penelitian bertujuan membuat aplikasi sistem pemilihan smartphone android dengan menerapkan metode Weighted Product yang dapat menyelesaikan masalah dengan cara perkalian untuk menghubungkan rating attribute dengan atribut bobot yang bersangkutan. Adapun yang menjadi kriteria dalam pertimbangan pemilihan smartphone Android dalam penelitian diperoleh dari hasil kuesioner yaitu harga, memori internal, RAM, kamera dan kapasitas baterai. Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi sistem pemilihan smartphone android berbasis web yang dapat memberikan rekomendasi kepada user sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan dalam memilih  smartphone android dengan menerapkan metode weighted product dalam proses analisa sistem sehingga diperoleh hasil yang terbaik dalam pengambilan keputusan

    Analisis Performansi Perutingan Link State Menggunakan Algoritma Djikstra Pada Platform Software Defined Network (SDN)

    Get PDF
    Software Defined Network (SDN) merupakan paradigma baru dalam sistem jaringan. Konsep dasar yang diusung oleh SDN adalah pemisahan antara layer control dan forward dalam perangkat yang berbeda. Konsep inilah yang menjadi perbedaan anatar SDN dan jaringan konvensional. Selain itu SDN memberikan konsep network topology virtualisation dan memungkinkan administrator untuk melakukan customize pada control plane. Dengan diterapkannya protokol OpenFlow pada SDN maka terdapat peluang untuk menerapkan perutingan flow based pada jaringan SDN dalam pendistribusian data dari source sampai ke destination. Link state IS-IS merupakan protokol routing yang menggunakan algoritma djikstra untuk menentukan jalur terbaik dalam pendistribusian paket. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap implementasi Link State IS-IS pada paltform SDN dengan menggunakan arsitektur RouteFlow. Parameter yang digunakan adalah  throughput, delay, jitter dan packet loss serta performansi perangkat controller. Hasil pengujian pada kondisi overload yaitu dengan background traffic 125 Mb nilai packet loss mencapai 1,23%, nilai throughput 47,6 Mbp/s dan jitter 2.012 ms. Nilai delay terbesar adalah pada topology 11 switch 11 host yaitu berkisar diangka 553 ms. Sedangkan performansi perangkat controller  dengan konsumsi memory pada saat menjalankan mengontrol jaringan berkisar diantara 25,638%  sampai  39,04%Software Defined Network (SDN) merupakan paradigma baru dalam sistem jaringan. Konsep dasar yang diusung oleh SDN adalah pemisahan antara layer control dan forward dalam perangkat yang berbeda. Konsep inilah yang menjadi perbedaan anatar SDN dan jaringan konvensional. Selain itu SDN memberikan konsep network topology virtualisation dan memungkinkan administrator untuk melakukan customize pada control plane. Dengan diterapkannya protokol OpenFlow pada SDN maka terdapat peluang untuk menerapkan perutingan flow based pada jaringan SDN dalam pendistribusian data dari source sampai ke destination. Link state IS-IS merupakan protokol routing yang menggunakan algoritma djikstra untuk menentukan jalur terbaik dalam pendistribusian paket. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap implementasi Link State IS-IS pada paltform SDN dengan menggunakan arsitektur RouteFlow. Parameter yang digunakan adalah  throughput, delay, jitter dan packet loss serta performansi perangkat controller. Hasil pengujian pada kondisi overload yaitu dengan background traffic 125 Mb nilai packet loss mencapai 1,23%, nilai throughput 47,6 Mbp/s dan jitter 2.012 ms. Nilai delay terbesar adalah pada topology 11 switch 11 host yaitu berkisar diangka 553 ms. Sedangkan performansi perangkat controller  dengan konsumsi memory pada saat menjalankan mengontrol jaringan berkisar diantara 25,638%  sampai  39,04

    Modifikasi Pembagi Daya Wilkinson Dual Band pada Frekuensi L-Band dan S-Band

    Get PDF
    Pembagi daya Wilkinson merupakan pembagi daya yang menggunakan saluran dengan panjang ?/4 dan menyisipkan komponen isolasi antar kedua port keluaran. Dengan menggunakan panjang saluran ?/4, bandwidth yang dihasilkan relatif sempit karena berhubungan dengan panjang saluran yang tetap. Penelitian ini melakukan modifikasi dari penelitian sebelumnya yang dapat menghasilkan pembagi daya Wilkinson yang bersifat dual band menjadi wide band dengan area kerja dari rentang L-Band hingga S-Band. Dari simulasi didapatkan bandwidth dari nilai returnloss dibawah -10 dB sebesar 3.6355 GHz, dan nilai isolasi antara port 2 dan port 3, pada frekuensi 1,27 GHz dan 2,3 GHz, nilai isolasi parameter S23 dan S32 dengan komponen isolasi resistor 100 ohm bernilai -9,7521 dB dan -12,3626 dBPembagi daya Wilkinson merupakan pembagi daya yang menggunakan saluran dengan panjang ?/4 dan menyisipkan komponen isolasi antar kedua port keluaran. Dengan menggunakan panjang saluran ?/4, bandwidth yang dihasilkan relatif sempit karena berhubungan dengan panjang saluran yang tetap. Penelitian ini melakukan modifikasi dari penelitian sebelumnya yang dapat menghasilkan pembagi daya Wilkinson yang bersifat dual band menjadi wide band dengan area kerja dari rentang L-Band hingga S-Band. Dari simulasi didapatkan bandwidth dari nilai returnloss dibawah -10 dB sebesar 3.6355 GHz, dan nilai isolasi antara port 2 dan port 3, pada frekuensi 1,27 GHz dan 2,3 GHz, nilai isolasi parameter S23 dan S32 dengan komponen isolasi resistor 100 ohm bernilai -9,7521 dB dan -12,3626 d

    Perbandingan Estimasi Derau tanpa Informasi Sinyal Transmisi dengan Masukan Sinyal DVB-T pada Sistem Radio Kognitif

    Get PDF
    Tiga algoritma estimasi derau tanpa informasi sinyal transmisi dibandingkan hasil performanya. Ketiga estimator tersebut yaitu Maximum likelihood estimator, estimator berdasarkan cyclic prefix dan estimator dengan metode Forward consecutive mean excision (FCME). Perbandingan dilakukan dengan menggunakan masukan sinyal DVB-T dan dengan memvariasikan SNR dan jumlah OFDM simbol. Performa dari ketiganya diukur dengan NMSE. Cyclic prefix-estimator dan Maximum likelihood-estimator memiliki performa yang stabil terhadap perubahan SNR, sedangkan FCME-estimator memiliki performa yang berfluktuasi terhadap perubahan SNR. Penambahan jumlah simbol juga menghasilkan performa yang membaik pada ketiganya. Performa dari ketiganya menunjukkan bahwa maximum likelihood-estimator memiliki NMSE yang paling kecil. Artinya bahwa estimator ini memiliki tingkat keakuratan yang tinggi.The comparison of the performance of three algorithms of blind noise estimation without a priori information about transmitted signal is conducted in this research. The three estimators are maximum likelihood estimator, estimator based on cyclic prefix and estimator based on Forward consecutive mean excision (FCME). The comparison is done with the input DVB-T signal and with varied SNR and time observation. The performance of the three estimators are measured with NMSE. Cyclic prefix-estimator and Maximum likelihood-estimator has a stable performance against SNR, while FCME estimator has a fluctuative result. The number of symbol has an impact for three estimators, thus the performances are getting better as the number of symbol is increasing. The comparison shows that maximum likelihood-estimator has the best performances of all. It means that this estimator has high accuracy

    Analisa Performansi Algoritma Penjadwalan Proportional Fairness Dan Log Rule Dengan Skenario Multicell Pada Sistem 3GPP LTE

    Get PDF
    Teknologi Long Term Evolution (LTE) dikembangkan dengan tujuan untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh pengguna maupun operator jasa telekomunikasi, memperluas daerah jangkauan, menambah kapasitas sistem, dan mengurangi delay. Dengan spesifikasi yang tinggi, LTE diharapkan mampu memberikan kemudahan pelanggan dalam mengakses layanan Voice over IP, Streaming, dan Video Conference. LTE diharapkan mampu memberikan layanan dengan besar throughput yang tinggi dan delay yang rendah. Padahal tidak semua user membutuhkan throughput yang sama besar namun yang dibutuhkan adalah kesesuaian pengendalian delay dan fairness index untuk setiap user dengan tetap memperhatikan batasan throughput. Untuk mendapatkan kinerja dan hasil yang maksimal tersebut pada LTE diperlukan sistem algoritma penjadwalan yang baik. Pada penelitian ini, dianalisis performansi LTE dengan parameter Delay, Packet loss, Throughput, dan Fairness Index menggunakan algoritma penjadwalan Proportional Fairness dan Log Rule pada LTE-Simulator dengan skenario menggunakan trafik VoIP, Video dan Best Effort. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penjadwalan algoritma Proportional Fairness lebih baik dalam menangani layanan VoIP, sedangkan algoritma Log Rule lebih baik dalam menangani layanan Video. Hal ini menandakan kedua algoritma ini sangat cocok digunakan untuk jaringan LTE dengan kondisi trafik layanan real-time, tetapi tidak untuk layanan non real-time seperti layanan Best EffortTeknologi Long Term Evolution (LTE) dikembangkan dengan tujuan untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh pengguna maupun operator jasa telekomunikasi, memperluas daerah jangkauan, menambah kapasitas sistem, dan mengurangi delay. Dengan spesifikasi yang tinggi, LTE diharapkan mampu memberikan kemudahan pelanggan dalam mengakses layanan Voice over IP, Streaming, dan Video Conference. LTE diharapkan mampu memberikan layanan dengan besar throughput yang tinggi dan delay yang rendah. Padahal tidak semua user membutuhkan throughput yang sama besar namun yang dibutuhkan adalah kesesuaian pengendalian delay dan fairness index untuk setiap user dengan tetap memperhatikan batasan throughput. Untuk mendapatkan kinerja dan hasil yang maksimal tersebut pada LTE diperlukan sistem algoritma penjadwalan yang baik. Pada penelitian ini, dianalisis performansi LTE dengan parameter Delay, Packet loss, Throughput, dan Fairness Index menggunakan algoritma penjadwalan Proportional Fairness dan Log Rule pada LTE-Simulator dengan skenario menggunakan trafik VoIP, Video dan Best Effort. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penjadwalan algoritma Proportional Fairness lebih baik dalam menangani layanan VoIP, sedangkan algoritma Log Rule lebih baik dalam menangani layanan Video. Hal ini menandakan kedua algoritma ini sangat cocok digunakan untuk jaringan LTE dengan kondisi trafik layanan real-time, tetapi tidak untuk layanan non real-time seperti layanan Best Effor

    Identifikasi Telapak Tangan menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Learning Vector Quantization (LVQ)

    Get PDF
    Sistem pengenalan diri (personal recognition) adalah sebuah sistem untuk mengenali identitas seseorang secara otomatis dengan menggunakan computer dengan kata sandi (password), ID card, atau PIN untuk mengidentifikasi seseorang. Namun,pengenalan diri dengan sistem tersebut memiliki beberapa kelemahan yaitu dapat dicuri dan mudah diduplikasi, memiliki kemungkinan seseorang untuk lupa dan beberapa password dapat diperkirakan sehingga dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Untuk dapat mengenali seseorang secara otomatis dapat dilakukan secara komputasi, yaitu dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan. Penelitian ini mengimplementasikan metode jaringan syaraf tiruan Learning Vector Quantization dengan objek pengenalan yaitu telapak tangan. Dalam penelitian ini model proses pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah Waterfall, sedangkan bahasa pemrograman yang digunakan adalah Matlab, dan sistem manajemen basis datanya adalah Microsoft Access. Keluaran dari aplikasi yang dikembangkan adalah identifikasi telapak tangan user. Dari hasil pengujian, tingkat akurasi dari aplikasi ini sebesar 74,66% dalam membedakan antar user yang satu dengan yang lain

    Segmentasi Dan Perbaikan Citra Untuk Proses Pengukuran Dimensi Beras

    Get PDF
    Pada model pengukuran fisik beras masih menggunakan model pengukuran manual yaitu menggunakan micrometer dimana penggunaannya masih memerlukan waktu yang cukup lama dan hasil pengukurannya masih bersifat subjektif dikarenakan hasil pengukuran menggunakan micrometer. Bergantung juga kepada kemampuan penglihatan masing-masing individu yang melakukan pengukuran. Maka perlu adanya cara pengukuran yang lebih cepat dalam mengukur dimensi beras tanpa mengurangi tingkat akurasi dengan menggunakan teknologi pemprosesan citra. Tujuan penelitian adalah mendapatkan cara yang lebih cepat dibandingkan menggunakan micrometer  dengan memanfaatkan teknologi pemrosesan citra sebagai alat bantu instrumen pengukuran yang dapat menampilkan nilai ukur yang jelas terbaca. Penelitian dilakukan menggunakan data beras dari BULOG Kota Tegal.  Dilakukan pengukuran panjang dan lebar beras tersebut baik dengan caliper dan dibandingkan dengan hasil citra menggunakan digital microscope dengan bantuan coding pada MATLAB secara realtime dari ruang warna YCBCR menjadi RGB diubah ke grayscale.  Hasilnya menunjukkan bahwa pengukuran  dimensi beras berupa panjang dan lebar suatu beras dapat dilakukan dalam pemrosesan citra dan hasil klasifikasi beras berdasarkan ukuran panjang dan lebarnya diperoleh beras memiliki ukuran 6.67-7.50 mm yang merupakan bentuk panjang, dan bahwa dari 100 beras diperoleh klasifikasi beras berdasarkan dimensi untuk lebarnya  berupa bulat dengan ukuran < 2 mmPada model pengukuran fisik beras masih menggunakan model pengukuran manual yaitu menggunakan micrometer dimana penggunaannya masih memerlukan waktu yang cukup lama dan hasil pengukurannya masih bersifat subjektif dikarenakan hasil pengukuran menggunakan micrometer. Bergantung juga kepada kemampuan penglihatan masing-masing individu yang melakukan pengukuran. Maka perlu adanya cara pengukuran yang lebih cepat dalam mengukur dimensi beras tanpa mengurangi tingkat akurasi dengan menggunakan teknologi pemprosesan citra. Tujuan penelitian adalah mendapatkan cara yang lebih cepat dibandingkan menggunakan micrometer  dengan memanfaatkan teknologi pemrosesan citra sebagai alat bantu instrumen pengukuran yang dapat menampilkan nilai ukur yang jelas terbaca. Penelitian dilakukan menggunakan data beras dari BULOG Kota Tegal.  Dilakukan pengukuran panjang dan lebar beras tersebut baik dengan caliper dan dibandingkan dengan hasil citra menggunakan digital microscope dengan bantuan coding pada MATLAB secara realtime dari ruang warna YCBCR menjadi RGB diubah ke grayscale.  Hasilnya menunjukkan bahwa pengukuran  dimensi beras berupa panjang dan lebar suatu beras dapat dilakukan dalam pemrosesan citra dan hasil klasifikasi beras berdasarkan ukuran panjang dan lebarnya diperoleh beras memiliki ukuran 6.67-7.50 mm yang merupakan bentuk panjang, dan bahwa dari 100 beras diperoleh klasifikasi beras berdasarkan dimensi untuk lebarnya  berupa bulat dengan ukuran < 2 m

    Analisis Perbandingan Kinerja Protokol Routing DSDV dan OLSR Untuk Perubahan Kecepatan Mobilitas pada Standar IEEE 802.11ah

    Get PDF
    Dewasa ini, teknologi informasi yang praktis dan efisien sangatlah dibutuhkan. Jaringan ad hoc merupakan teknologi wireless LAN (WLAN) yang tidak membutuhkan suatu infrastruktur seperti base station pada jaringannya. Akan tetapi, teknologi wireless sering kali memiliki keterbatasan resource. Standar IEEE 802.11ah didesain untuk bekerja pada frekuensi sub – 1 GHz, jangkauan transmisinya mencapai 1 Km, konsumsi daya yang rendah, serta dapat melayani ribuan station untuk sebuah access point. Pada penelitian ini telah membandingkan protokol routing DSDV dan OLSR pada standar IEEE 802.11ah dengan menggunakan NS 3. Sedangkan parameter perbandingan yang digunakan adalah throughput, packet delivery ratio, rata – rata delay, dan konsumsi energi. Berdasarkan hasil yang didapat, protokol routing OLSR memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan protokol routing DSDV pada skenario perubahan kecepatan. Nilai rata – rata throughput untuk OLSR adalah 28400 Bps sedangkan untuk DSDV adalah 2934 Bps. Nilai rata – rata PDR untuk OLSR adalah 14,582 % sedangkan untuk DSDV adalah 2,7 %. Nilai rata – rata delay untuk OLSR adalah 0,04453994 s sedangkan untuk DSDV adalah 0,6261986 s. Sedangkan rasio perbandingan untuk konsumsi energi antara protokol routing OLSR dan DSDV adalah 1,48 % untuk skenario perubahan kecepatan.Dewasa ini, teknologi informasi yang praktis dan efisien sangatlah dibutuhkan. Jaringan ad hoc merupakan teknologi wireless LAN (WLAN) yang tidak membutuhkan suatu infrastruktur seperti base station pada jaringannya. Akan tetapi, teknologi wireless sering kali memiliki keterbatasan resource. Standar IEEE 802.11ah didesain untuk bekerja pada frekuensi sub – 1 GHz, jangkauan transmisinya mencapai 1 Km, konsumsi daya yang rendah, serta dapat melayani ribuan station untuk sebuah access point. Pada penelitian ini telah membandingkan protokol routing DSDV dan OLSR pada standar IEEE 802.11ah dengan menggunakan NS 3. Sedangkan parameter perbandingan yang digunakan adalah throughput, packet delivery ratio, rata – rata delay, dan konsumsi energi. Berdasarkan hasil yang didapat, protokol routing OLSR memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan protokol routing DSDV pada skenario perubahan kecepatan. Nilai rata – rata throughput untuk OLSR adalah 28400 Bps sedangkan untuk DSDV adalah 2934 Bps. Nilai rata – rata PDR untuk OLSR adalah 14,582 % sedangkan untuk DSDV adalah 2,7 %. Nilai rata – rata delay untuk OLSR adalah 0,04453994 s sedangkan untuk DSDV adalah 0,6261986 s. Sedangkan rasio perbandingan untuk konsumsi energi antara protokol routing OLSR dan DSDV adalah 1,48 % untuk skenario perubahan kecepatan

    321

    full texts

    392

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Infotel (Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Purwokerto)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇