Jurnal Infotel (Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Purwokerto)
Not a member yet
392 research outputs found
Sort by
Desain dan Implementasi Platform Manajemen Historis Harga Saham dengan Kurasi Data dan Analisis Teknikal
Current research topics related to the stock is dominated by stock price prediction. To predict the stock price, it needs historical stock prices data. Many providers are providing the data, but not all of them free. Some providers that provide historical stock prices data for free are Yahoo Finance, Google Finance, Stooq, and the National Stock Exchange (NSE) of India. However, often there are differences in data between providers both in terms of availability, content, data formats, and so on. Thus, investors need to take data from some providers to be compared in order to obtain optimal analytical results. Therefore, this study builds data management platform to curate the historical stock prices data from the four data sources as well equipped with technical analysis to facilitate analysis of investment. In this study it was found that the data curation of historical stock prices for the four data sources can be performed with RDBMS technology as the database. However, there is a weakness that is less flexible when required adding additional data sources of unstructured data or have a different column. But, with the data from the four data sources that have been integrated, technical analysis can provide a broader picture the trend of stock price movements by comparing the results of the analysis for each data source.Saat ini penelitian terkait saham didominasi oleh topik prediksi harga saham. Untuk melakukan prediksi harga saham dibutuhkan data historis harga saham. Banyak provider yang menyediakan data tersebut namun tidak semuanya gratis. Beberapa provider yang menyediakan data historis harga saham secara gratis adalah Yahoo Finance, Google Finance, Stooq, dan National Stock Exchange (NSE) India. Namun, seringkali terdapat perbedaan data antar provider baik dari sisi ketersediaan, konten, format data, dan sebagainya. Sehingga, investor perlu mengambil data dari beberapa <em>provider</em> untuk diperbandingkan guna mendapatkan hasil analisis yang optimal. Oleh karena itu, penelitian ini membangun platform manajemen data historis harga saham yang melakukan kurasi data dari keempat sumber data tersebut sekaligus dilengkapi dengan analisis teknikal untuk memudahkan analisis investasi. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa kurasi data historis harga saham untuk keempat sumber data tersebut sudah dapat dilakukan dengan teknologi RDBMS sebagai databasenya. Namun,&nbsp; terdapat kelemahan yaitu kurang fleksibel apabila diperlukan penambahan sumber data dengan data yang tidak terstruktur atau memiliki kolom berbeda-beda. Meskipun demikian, dengan data dari keempat sumber data yang telah terintegrasi, analisis teknikal dapat memberikan gambaran yang lebih luas terhadap tren pergerakan harga dengan memperbandingkan hasil analisis untuk setiap sumber data
Implementasi Zigbee Transceiver Untuk Akuisisi Data Sensor Inersia Pada Wireless Body Area Network (WBAN)
Laju pertambahan jumlah penduduk yang membutuhkan layanan kesehatan di Indonesia tidak berbanding lurus dengan penambahan jumlah fasilitas kesehatan yang ada. Salah satu solusi alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengembangkan teknologi Wireless Body Area Network (WBAN) sebagai alat bantu layanan kesehatan. WBAN adalah suatu sistem terpadu yang terdiri atas sekelompok modul sensor yang terdistribusi dan terhubung secara nirkabel pada suatu topologi jaringan tertentu dan berfungsi untuk mengekstrak dan berbagi informasi untuk diolah sesuai bidang aplikasinya. Salah satu aplikasi WBAN adalah untuk analisis gait atau metode untuk mempelajari pola berjalan manusia. Untuk melakukan proses analisis gait secara optimal dibutuhkan instrumen sensor inersia yang terpasang pada tubuh pasien yang merekam data gait dari pasien. Data dari pasien lalu dikirimkan melalui protokol komunikasi nirkabel ZigBee ke network coordinator yang berfungsi sebagai pengumpul data. Jaringan memiliki topologi dalam bentuk star dengan data rate dari sensor sebesar 50 Hz. Data dari network coordinator kemudian dibaca pada PC yang telah dilengkapi perangkat lunak pengolah data untuk diolah lebih lanjut. Sistem diuji pada ruangan koridor sejauh 4 meter dengan nilai RSSI atau kuat sinyal bernilai paling kecil sebesar -64 dBm. Dalam hal konsumsi daya, sensor node dapat digunakan secara berkelanjutan dalam jangka waktu 2 jam 25 menitLaju pertambahan jumlah penduduk yang membutuhkan layanan kesehatan di Indonesia tidak berbanding lurus dengan penambahan jumlah fasilitas kesehatan yang ada. Salah satu solusi alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengembangkan teknologi Wireless Body Area Network (WBAN) sebagai alat bantu layanan kesehatan. WBAN adalah suatu sistem terpadu yang terdiri atas sekelompok modul sensor yang terdistribusi dan terhubung secara nirkabel pada suatu topologi jaringan tertentu dan berfungsi untuk mengekstrak dan berbagi informasi untuk diolah sesuai bidang aplikasinya. Salah satu aplikasi WBAN adalah untuk analisis gait atau metode untuk mempelajari pola berjalan manusia. Untuk melakukan proses analisis gait secara optimal dibutuhkan instrumen sensor inersia yang terpasang pada tubuh pasien yang merekam data gait dari pasien. Data dari pasien lalu dikirimkan melalui protokol komunikasi nirkabel ZigBee ke network coordinator yang berfungsi sebagai pengumpul data. Jaringan memiliki topologi dalam bentuk star dengan data rate dari sensor sebesar 50 Hz. Data dari network coordinator kemudian dibaca pada PC yang telah dilengkapi perangkat lunak pengolah data untuk diolah lebih lanjut. Sistem diuji pada ruangan koridor sejauh 4 meter dengan nilai RSSI atau kuat sinyal bernilai paling kecil sebesar -64 dBm. Dalam hal konsumsi daya, sensor node dapat digunakan secara berkelanjutan dalam jangka waktu 2 jam 25 meni
Implementasi Algoritma Perturb and Observe untuk Mengoptimasi Daya Keluaran Solar Cell Menggunakan MPPT di Laboratorium Energi Baru Terbarukan
Energi yang dihasilkan oleh sel surya sangat bervariasi dan sangat tergantung pada kondisi cuaca. Untuk mengoptimasinya digunakan maximum power point. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma Perturb and Observe pada Maximum Power Point Tracker (MPPT) sebagai kontroller untuk pembangkitan energi surya. Sistem dibangun menggunakan Arduino Uno R3 untuk mengekstraksi daya maksimum panel surya. Microcontroller ini mengontrol DC buck converter dan digunakan untuk charging baterai 6V. Metode ini beroperasi dengan memberi perturbing tegangan atau arus terminal array dan membandingkan daya yang dihasilkan dengan output panel surya. Diperlukan perturbing yang sesuai untuk mendapatkan nilai optimasi yang tepat. Validasi dari panel surya menggunakan metode yang diusulkan pada MPPT-nya memberikan performansi yang lebih baik dibuktikan pada nilai daya dan tegangannya. Menggunakan parameter perturbation 0.1, MPPT mampu mengoptimasi daya ouput panel surya sebesar 24.49 W dengan beban 5 ? dan nilai irradiasi 523 W/m2 dibandingkan dengan metode konvensional dengan beban sama dan nilai irradiasi sebesar 527 W/m2 yang menghasilkan daya keluaran 15.37 WPhotovoltaic systems produce very intermittent energy and highly dependent on the wheather conditions. To optimize the power of solar cell, Maximum Power Point (MPP) is usually used . This project presented implementation of Perturb and Observe algorithm for Maximum Power Point Tracker (MPPT) as controller for solar power generator. Constructed system harnessed Arduino Uno R3 to extract maximum power of solar cell. Microcontroller controlled DC buck converter for storing the energy using 6V battery. This methode provided perturbing (increase or decrease), voltage or current of terminal array, and compared power produced with solar cell output power. Appropriate perturbing is necessary to receive the most optimimal power. Validity of the photovoltaic module with P & O method allowed better performance of MPPT due to variation of both power and voltage. Using perturbation parameter 0.1 V for proposed method in the MPPT, solar panel was able to optimize power output up to 24.49W using load 5? in 523 W/m2 irradiance level compared with conventional methode using identical load and irradiance level 527 W/m2 providing power output 15.37
Penerapan Metode Weighted Product dan Analytic Hierarchy Process Untuk Pemilihan Koperasi Berprestasi
Penilaian koperasi berprestasi di Dinas Koperasi dan UKM Kota Samarinda masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu yang lama serta kurangnya efektifitas pada hasil yang diperoleh. Sistem Pendukung Keputusan dengan metode Weighted Product (WP) merupakan metode yang efektif karena waktu yang dibutuhkan untuk perhitungan jauh lebih singkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan metode Weighted Product (WP) dalam membangun sebuah sistem pendukung keputusan berbasis web serta membandingkan hasilnya dengan perhitungan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan hasil perbandingan, bahwa kedua metode memberikan hasil yang tidak berbeda dalam urutan perengkingan koperasi berprestasi di Kota Samarinda.Penilaian koperasi berprestasi di Dinas Koperasi dan UKM Kota Samarinda masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu yang lama serta kurangnya efektifitas pada hasil yang diperoleh. Sistem Pendukung Keputusan dengan metode Weighted Product (WP) merupakan metode yang efektif karena waktu yang dibutuhkan untuk perhitungan jauh lebih singkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan metode Weighted Product (WP) dalam membangun sebuah sistem pendukung keputusan berbasis web serta membandingkan hasilnya dengan perhitungan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan hasil perbandingan, bahwa kedua metode memberikan hasil yang tidak berbeda dalam urutan perengkingan koperasi berprestasi di Kota Samarinda
Faktor - Faktor Keberhasilan Proses Virtualisasi Dalam Perspektif E-Commerce Di Indonesia
Perkembangan dunia IT di Indonesia yang semakin pesat sehingga semakin menggantikan berbagai kegiatan yang dilakukan secara tradisional mulai perlahan berpindah ke arah virtual, termasuk salah satunya adalah di bidang perdagangan yang sekarang dikenal dengan e-commerce, perkembangan dan animo masyarakat dalam menggunakan e-commerce bisa dilihat dari mulai banyaknya perusahaan besar baik lokal maupun internasional berusaha masuk dan menguasai pasar online di Indonesia, kucuran dana yang tidak sedikit kerap kali diberitakan oleh media nasional untuk perusahaan-perusahaan e-commerce tanah air. Tentu dengan harapan dapat menguasai atau minimal bertahan di persaingan bisnis e-commerce di Indonesia, untuk itu harus memperhatikan beberapa faktor apa saja mengapa orang memiliki minat untuk melakukan transaksi online. Hasil dari penelitian ini memberikan model keberhasilan proses virtualisasi dilihat dari perspektif e-commerce dengan memperhatikan minat belanja online.The rapid development of IT sector in Indonesia has increasingly replacing traditional activities, including the trading sector which has slowly changing to virtual activities, that are widely known as e-commerce. The development and public interest in using this e-commerce service, can be seen from the growing number of big companies both local and international, who are trying to enter and also controlling online market in Indonesia. National media has also reported about the huge number of funding that these e-commerce companies has spent, for the hope of monopolize the online market or at least just survive in the fierce competition of e-commerce business in Indonesia. But to do that, they have to understand and see the basic reasons about why do people have high interest for online transaction over traditional transaction. The result of this study will provide a success model of virtualization process, viewed from the perspective of e-commerce, from observing the ever-growing of online shopping interest by Indonesian citizen
Implementasi Protokol Single Sign On (SSO) Menggunakan Face Recognition
Akun (user) merupakan kunci dari segala sistem untuk bisa mengakses sistem tersebut. Sekarang setiap orang memiliki banyak akun dari sistem yang berbeda-beda. Semua akun tersebut harus diingat untuk bisa mengakses sistem. Untuk mengatasi hal seperti ini diperlukan perangkat pengelolaan akun yang terpusat yaitu menggunakan protokol Single Sign On (SSO). Dalam Penelitian ini menggunakan metode pengembangan sistem linier sequential model. Metode pengembangan sistem linier sequential model melalui empat tahapan proses yaitu analisis, desain, pengkodean dan pengujian. Pengujian yang dilakukan diantaranya pengujian blackbox, performance testing, efficiency, portability, usability, pengujian Algoritma Eigenface untuk Face Recognition, dan pengujian Multi login sistem. Hasil penelitian berupa tahapan-tahapan pengembangan sistem dengan hasil pengujian blackbox yaitu seluruh fungsi sistem berjalan dengan baik. Pada pengujian performance testing menunjukkan kinerja sistem sangat baik. Pada pengujian efficiency menghasilkan nilai diatas rata-rata GTMetrix. Pada pengujian aspek portability menunjukkan sistem bisa diakses di 3 browser. Pada pengujian usability menunjukan sistem layak digunakan. Dari pengujian Algoritma Eigenface menunjukkan proses verifikasi wajah berjalan lancar tanpa terkendala. Dapat mengakses sistem dengan login melalui sistem yang berbeda menunjukkan uji multi login sistem berhasil. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sistem login SSO dapat mempermudah pengelolaan akun untuk admin dan pengguna. Sistem login SSO layak diterapkan dengan menggunakan autentikasi Face Recognition. Saran untuk pengembangan sistem lebih lanjut yaitu diperlukan penambahan fungsi enkripsi dan pembangunan dedicated server sendiri untuk Face RecognitionAccount is the key of every systems in order to access the system. Nowadays, every people has some different account systems. All of these account must be remembered, so that they could access the system. Facing this issue, the management account devices which is centralized by using Single Sign On (SSO) protocol is needed. This research was using sequential linear system development models. The sequential linear system development through four stages, analysis, design, coding and testing. Some tests were also performed, such as blackbox test, performance test, efficiency, portability, usability, Eigenface alghorithm test, and multi login test. The result of the research were the stages of system development with blackbox test of system functions were running well. Performance test shown the excellence of system performance. Efficiency test has a result above-average GTMetrix. Portability aspect test shown that system could being accessed in three browser. Usability test shown that the process of face verification is going well without any mistakes. Accessing the system by login through some different system implied that multi login system test is successful. The conclusion could be implied from this research is SSO login system could simplify the management account for administrators and users. SSO login system needs to be applied by using face authentication recognition. Some advices for further system development are the additional function of encryption and the establishment of dedicated server for Face Recognitio
Manajemen Pengetahuan Melalui Web 2.0 (Wikipedia) pada Organisasi
Himpunan mahasiswa merupakan wadah bagi setiap mahasiswa program studi tertentu yang bertujuan untuk menampung aspirasi setiap anggotanya. Proses berbagi pengetahuan biasanya dilakukan melalui pertemuan langsung yang dilakukan di dalam kelas, diskusi, dan rapat. Sistem manajemen pengetahuan dapat mengelola dan mendokumentasikan semua pengetahuan setiap anggotanya agar proses berbagi pengetahuan tidak terhambat. Penelitian ini mengembangkan sebuah sistem manajemen pengetahuan web 2.0 dengan konsep Wikipedia. Konsep Wikipedia diterapkan untuk memungkinkan setiap anggota organisasi dalam menambah, menghapus, dan memperbaiki isi dari website. Informasi dan pengetahuan yang ada dapat dimanfaatkan dan diperbaharui secara terus menerus oleh sesama anggota organisasi. Proses manajemen pengetahuan yang digunakan pada sistem ini adalah knowledge discovery, knowledge capture dan knowledge sharing. Hasil dari pengujian User Acceptance Test yang telah dilakukan bahwa sistem manajemen pengetahuan telah dapat diterima oleh organisasi dalam membantu anggota organisasi mengembangkan pengetahuan serta mendapatkan pengetahuan yang baru.Student association is a place for every student of certain majors, which is intended to accommodate the aspirations of all its members. Knowledge sharing process usually done through direct meetings in the classroom and discussions. Knowledge Management System can manage knowledge and document of each member so that the process of knowledge sharing is not impeded. This study develops a web 2.0 knowledge management system with the concept of Wikipedia. Wikipedia’s concept is applied to allow each member of organization to add, delete, and edit the content of the website. Information and knowledge can be used and updated continuously by fellow members of organization. Knowledge management process that used in this system is knowledge discovery, knowledge capture and knowledge sharing. The result of User Acceptance Test is knowledge management system has been accepted by the Organization in assisting organization members develop knowledge and acquire new knowledge
Sistem Kendali PID untuk Pengendalian Kecepatan Motor Penggerak Unmanned Ground Vehicle untuk Aplikasi Industri Pertanian
Saat ini, penelitian terhadap penggunaan UGV dalam bidang industri pertanian dilakukan secara intensif. UGV dapat diaplikasikan dalam bidang industri pertanian dikarenakan operasinya yang fleksibel dan bentuknya yang sesuai dengan kondisi pada lahan pertanian. Salah satu faktor penting dalam pengoperasian UGV di lahan pertanian adalah pengendalian kecepatan geraknya. Kecepatan gerak UGV secara langsung ditentukan oleh kecepatan sudut dari motor dc yang digunakan sebagai tenaga penggerak pada roda-roda UGV. Artikel ini akan mendeskripsikan mengenai perancangan sistem kendali untuk mengendalikan kecepatan motor dc penggerak pada roda UGV. Pengendalian UGV ini dirancang menggunakan sistem kendali PID dimana berdasarkan metode trial dan eror dihasilkan nilai gain persamaan PID sebagai berikut KP = 0.03, KI = 0.0000001, dan KD = 0.005. Kecepatan UGV pada penelitian ini diuji dengan menggunakan dua input perintah kecepatan sudut dalam pemrogramannya. Berdasarkan pengujian sistem kendali menggunakan input 5500 RPM dan 4500 RPM diperoleh hasil bahwa UGV dapat bergerak pada jalur lurus dengan kecepatan yang konstan dengan nilai 0.528 m/s dan 0.431 m/s. Input perintah pada program berupa nilai RPM pada persamaan sistem kendali menghasilkan pengendalian motor dc yang tepat dibandingkan input program berupa nilai PWM secara langsung untuk menggoperasikan motor dc.Nowadays, researches on the UGV usage for agricultural industry are done intensively. UGVs can be applied in agricultural industry sector due to its flexible operation and its suitable shape for agricultural field conditions. An important factor in the UGV operation on agricultural field is the controlling of UGV motion velocity. Directly, the UGV motion velocity is determined by the angular velocity of the dc motors used as the UGV propulsion motor on its wheels. This paper aims to describe the control system design for controlling the UGV propulsion dc motor speed. The UGV control is designed by using the PID control system where based on the trial and error method the PID gains are obtained as follows, KP = 0.03, KI = 0.0000001, and KD = 0.005. The UGV velocity is tested by using two input commands on its programming as the angular velocity. Based on the control system testing with two input commands of 5500 RPM and 4500 RPM, it is obtained that UGV can move on a straight path with constant velocity at 0.528 m/s and 0.431 m/s. The input commands on the UGV programing in RPM values on the designed control system resulting in the proper dc motor speed controller compare to the input commands in PWM values directly to operate the dc motor
Perbaikan Missing value Menggunakan Pendekatan Korelasi Pada Metode K-Nearest Neighbor
Missing value sering terjadi dalam metode klasifikasi dikarenakan informasi tentang obyek tidak diberikan, sulit dicari atau memang informasi tersebut tidak ada. Hal ini menyebabkan menurunnya keakuratan dan kualitas data pada saat data diolah. Pendekatan korelasi dilakukan karena peneliti harus mengetahui tentang ada tidaknya dan kuat lemahnya hubungan variable yang terkait dalam suatu objek atau subjek yang diteliti. Metode klasifikasi yang digunakan yaitu metode K-NN, karena metode ini termasuk metode klasifikasi yang memiliki konsistensi yang kuat. Metode ini mencari kasus dengan menghitung kedekatan antara kasus baru dengan kasus lama berdasarkan nilai K atau tertangga terdekat. Pendekatan korelasi dapat dilakukan untuk mengatasi missing value, terbukti dengan meningkatnya hasil klasifikasi dan hilangnya data yang belum terklasifikasi. Kuisioner berfungsi sebagai alat ukur, kuisioner berisi beberapa pertanyaan yang diberikan kepada responden, dari hasil kuisioner dilakukan analisa data untuk mengetahui tingkat korelasi data cadangan. Setelah mendapatkan tingkat korelasi data cadangan, maka data cadangan tersebut digunakan sebagai pengganti data yang terdapat missing value. Sebelum dilakukan penggantian data yang terdapat missing value, hasil klasifikasi dari 500 data adalah jurusan IPA sejumlah 88 siswa, jurusan IPS 126 siswa, jurusan bahasa 271 siswa, dan belum terklasifikasi/false 15 siswa. Setelah dilakukan penggantian data yang terdapat missing value, hasil klasifikasi dari 500 data adalah jurusan IPA berjumlah 102 siswa, jurusan IPS berjumlah 316 siswa, bahasa berjumlah 82 siswa, dan tidak ada data yang belum terklasifikasi. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan nilai k = 3, 5, 7, 9, dan 11. Dapat diketahui nilai k = 5 memiliki tingkat akurasi yang tinggi dibandingkan dengan nilai k yang lain yaitu 97%, jadi dalam penelitian ini nilai k yang dipakai pada metode K-NN adalah 5Missing value often occur in classification method that is caused by information on the object is not given, it is difficult to find, or because of the information is unavailable. It will cause the decrement of accuracy and data quality during it is analyzed. Correlation approach was conducted because it should be known the existence and the strength of variable correlation in related to an object or subject studied. Classification method used is K-NN method. It is because this method is included in classification method that has strong consistency by finding the case through calculation on the closeness between the case with the old one based on K value or the nearest neighbor. Correlation approach can be done to overcome missing value, as evidenced by the increasing classification results and the loss of unclassified data. Questionnaire as a measuring tool, the questionnaire contains some questions given to the respondent, from the results of questionnaires conducted data analysis to determine the level of correlation of data backup. After getting the level of backup data correlation, then the backup data is used as a substitute for missing data value. Before the replacement of data there is missing value classification of 500 data classified natural science major 88 students, social science major 126 students, the language major 271 students, and unclassified / false 15 students. After the replacement of data there is missing value from 500 data, it can be classified into natural science major 102 students, social science major 316 students, the language major 82 students, and no unclassified data. Based on the experimental results, the value of k = 3, 5, 7, 9, and 11. It can be seen that k = 5 has a high accuracy of 97.0%, so in this study majors using K-NN method set k value used is 5
Analisis Perbandingan Pemodelan Pathloss COST-231 Hata dan Walfisch Ikegami Terhadap Pathloss Pengukuran dengan Metode Drive test di Wilayah Banyumas
Pemodelan Pathloss adalah komponen penting dalam perancangan jaringan komunikasi wireless. Pemodelan Pathloss ini membantu memprediksi seberapa buruk Pathloss atau redaman yang terjadi pada area perencanaan jaringan komunikasi wireless, Tetapi dalam memprediksi Pathloss diperlukan pemilihan beberapa pemodelan Pathloss yang sesuai dengan karakterisik wilayah tertentu agar pada saat implementasi jaringan wireless, jaringan tersebut dapat memberikan layanan komunikasi wireless yang optimal sesuai dengan hasil perancangan. Pada penelitian ini membandingkan&nbsp; pemodelan Pathloss COST-231 Hata dan Pathloss Walfisch Ikegami terhadap Pasthloss Pengukuran di Wilayah banyumas untuk memilih pemodelan Pathloss yang sesuai dengan karakteristik wilayah banyumas di tiap Cluster Urban, Suburban dan Rural. Pathloss Pengukuran diperoleh melalui mengukur daya terima handphone dengan metode drivetest pada frekuensi 1800 Hz. Pada penelitian ini, penulis menganalisis grafik pathloss dan nilai MSE (Mean Square Error) dari Pathloss Pengukuran terhadap masing-masing pemodelan Pathloss di tiap Cluster. Hasil pada penelitian ini, Pemodelan Pathloss COST-231 Cluster Urban dan Rural mempunyai kesesuaian dengan Pathloss pengukuran dengan nilai MSE adalah 18,16 dB dan 10,33 dB, Sedangkan pada Cluster Suburban mempunyai kesesuaian dengan Pathloss Walfisch Ikegami dengan nilai MSE 5,58 dB.The Pathloss model is an important component for wireless communication network planning. This Pathloss model can predict how bad the Pathloss that occurs in the wireless communication network planning area. but predicting the pathloss need the selection of some pathloss model according the characteristic of the certain area so that when the implementation of wireless networks, the network can provide optimal wireless communication services as the planning result. In this study we compare Pathloss model COST-231 Hata and Pathloss Model Walfisch Ikegami with Pathloss Measurements in Banyumas Area to select which Pathloss model that corresponds to the characteristics of banyumas region in each Urban, Suburban and Rural Cluster. Pathloss measurement is obtained by measuring the received power of mobile phones with the Drivetest method at a frequency of 1800 Hz. In this study, we analyzed the pathloss graph and MSE (Mean Square Error) from Pathloss Measurement of each Pathloss model in each Cluster. The results of this study, Pathloss COST-231 Urban and Rural Pathloss model had compatibility with Pathloss measurement by MSE value are 18.16 dB and 10.33 dB, while in the Suburban Cluster had compatibility with Pathloss Walfisch Ikegami with MSE value 5.58 dB