Jurnal Infotel (Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Purwokerto)
Not a member yet
392 research outputs found
Sort by
Pengembangan Sistem Otomatisasi AC dan Lampu Menggunakan Fuzzy dan Raspberry Pi
Otomatisasi AC dan lampu dilakukan untuk menghemat energi yang digunakan pada kehidupan sehari-hari. Dalam pengembangan otomatisasi AC dan lampu perlu menerapkan sebuah perangkat yang memiliki fungsi maksimal dengan harga yang minimal. Raspberry Pi merupakan perangkat atau modul dengan harga rendah yang mampu melakukan komunikasi wireless tanpa bantuan modul lain. Dalam pengembangan otomatisasi AC dan lampu juga diperlukan sebuah metode yang mampu melakukan kontrol terhadap nyala AC dan lampu. Penerapan metode fuzzy dapat dilakukan untuk menghimpun informasi keadaan ruang yang didapat dari sensor untuk menentukan nyala AC dan lampu secara otomatis. Oleh sebab itu pada penelitian ini mengusulkan pengembangan otomatisasi AC dan lampu menggunakan Raspberry Pi dan Fuzzy. Otomatisasi AC dan lampu menggunakan Raspberry Pi yang menerapkan metode Fuzzy dapat menghemat energi hingga 59,87% dalam hal lama waktu nyala AC dan 57,47% untuk lumenasi lampuAutomation of AC and lamps is done to save energy used in everyday. In the development of AC and lamps automation need to implement a device that has the maximum function with a minimal price. Raspberry Pi is a device or module with a low price that can perform wireless communication without the help of other modules. In the development of air AC and lamps automation also required a method that is able to control the flame AC and lamps. The application of the fuzzy method can be done to collect the space state information obtained from the sensor to determine the flame of the AC and the lamps automatically. Therefore, this research proposes development of AC and lamps automation using Raspberry Pi and Fuzzy. Automation of AC and lamps using Raspberry Pi which apply Fuzzy method can save energy up to 47,22% in case of AC and 57,62% for lamps lumenation
Rancang Bangun Layer Fisik Visible Light Communication Pada Sistem Transmisi Audio
Kini, fungsi LED tidak hanya sebagai penerangan saja, melainkan dapat dimanfaatkan sebagai media komunikasi. Teknologi ini lazim disebut sebagai komunikasi cahaya tampak atau VLC, yang mana telah mulai diaplikasikan pada area-area yang rentan gelombang elektromagnetik seperti rumah sakit, kabin pesawat, bandara, markas militer dan lain sebagainya. Media yang umumnya dijadikan objek transmisi data adalah berupa gambar, video, audio (musik), teks, bahkan paket data untuk keperluan browsing internet. Penelitian ini mengimplementasikan sistem VLC yang berfokus pada layer fisik, yakni pada bagian Analog Front-End (AFE). Sistem yang dirancang terdiri atas modul AFE transmitter sebagai modulator dan AFE receiver sebagai demodulator. Rancangan AFE transmitter mengadopsi prinsip dari modul Bias-T, dengan fungsi yang sama namun memiliki keunggulan pada sisi low-cost. Sedangkan pada bagian AFE receiver, terdapat modul DC-offset remover yang berfungsi untuk mereduksi sinyal DC dari ambient light. Hasil demonstrasi menunjukkan bahwa sistem secara fungsional dapat digunakan untuk transmisi sinyal audio via cahaya tampak dan secara langsung ditampilkan ke loudspeaker yang mana pengamatan dilakukan secara langsung dengan membandingkan amplitude sinyal input ke LED driver dengan sinyal output dari stage terakhir dari AFE receiver. Berdasarkan pengujian dapat ditunjukkan bahwa bandwidth optimum dari AFE transceiver adalah dalam rentang 50 kHz sampai 450 kHz (referensi redaman pada frekuensi cut-off = -3 dB) dan jarak maksimum transmisi data adalah 40 cm dengan sudut elevasi penerimaan sebesar 0 derajatCurrently, LED functions not only as illumination purpose but also can be used as a communication device. Commonly, this technology is called as "visible light communication (VLC)", which has begun to be applied in areas susceptible to electromagnetic waves, such as hospitals, aircraft cabins, airports, military headquarters and etc. Generally, the media, which is used as object of the data transmission, e.g. digital images, video, audio (music only), texts, and even data packets for internet browsing purposes. This research implements a VLC system that focuses on the physical layer, especially in Analog Front-End (AFE) part. The designed system consists of an AFE transmitter module as a modulator and an AFE receiver as a demodulator. The designing AFE transmitter adopts the Bias-T module principle, it has same the functionality but extremely lower in the cost factor. While in the AFE receiver part, the DC-offset remover module is implemented, it has a function to reduce the DC signal that generated from ambient light. The results of demonstration show that the system, functionally, can be used for transmitting audio signals via visible light and the received data can be displayed to the loudspeaker directly. In this work, the data observation is done by comparing the amplitude of input signal connected to the driver LED against the output signal from the last stage of the AFE receiver. From the test results, it can be shown that the optimum bandwidth of the AFE transceiver is about 50 kHz to 450 kHz (with attenuation at fc = -3 dB as a reference) and the maximum distance for data transmission is 40 cm and angle of reception is 0
Model Infrastruktur dan Manajemen Platform Server Berbasis Cloud Computing
Cloud computing adalah teknologi baru yang masih sangat berkembang pesat. Teknologi ini menjadikan internet sebagai media utama untuk mengelola data dan aplikasi secara remote. Teknologi memungkinkan para pengguna untuk menjalankan suatu aplikasi tanpa harus memikirkan aspek infrastruktur dan platform-nya. Aspek teknis lain seperti memory, storage, backup and restore, dapat dilakukan dengan sangat mudah karena semuanya sudah disediakan oleh penyedia jasa cloud. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan memodelkan infrastruktur serta manajemen kebutuhan platform server di jaringan komputer Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman. Tahap pertama dalam penelitian ini adalah studi literatur, dengan mencari tahu model implementasi pada penelitian sebelumnya. Kemudian hasilnya digabungkan dengan pendekatan baru yang disesuaikan dengan resource yang ada dan mencoba mengimplementasikannya langsung di jaringan server yang ada. Hasil percobaan menunjukkan, implementasi teknologi cloud computing mampu menggantikan infrastruktur jaringan yang lama tanpa mengubah kondisi server yang sudah ada sebelumnya.Cloud computing adalah teknologi baru yang masih sangat berkembang pesat. Teknologi ini menjadikan internet sebagai media utama untuk mengelola data dan aplikasi secara remote. Teknologi memungkinkan para pengguna untuk menjalankan suatu aplikasi tanpa harus memikirkan aspek infrastruktur dan platform-nya. Aspek teknis lain seperti memory, storage, backup and restore, dapat dilakukan dengan sangat mudah karena semuanya sudah disediakan oleh penyedia jasa cloud. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan memodelkan infrastruktur serta manajemen kebutuhan platform server di jaringan komputer Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman. Tahap pertama dalam penelitian ini adalah studi literatur, dengan mencari tahu model implementasi pada penelitian sebelumnya. Kemudian hasilnya digabungkan dengan pendekatan baru yang disesuaikan dengan resource yang ada dan mencoba mengimplementasikannya langsung di jaringan server yang ada. Hasil percobaan menunjukkan, implementasi teknologi cloud computing mampu menggantikan infrastruktur jaringan yang lama tanpa mengubah kondisi server yang sudah ada sebelumnya
Aplikasi Pemantau Suhu dan Kelembaban Udara Berbasis Nuvoton NUC140VE3CN dan Sensor HTU21D
Parameter suhu dan kelembaban udara memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman hortikultura. Berdasar hal tersebut, aplikasi monitoring dirancang untuk menggunakan personal computer (PC) sebagai penampil data hasil pengukuran sehingga memungkinkan pengguna mengamati kedua parameter tersebut dengan mudah. Dalam penelitian ini, Nuvoton NUC140VE3CN mengolah data suhu dan kelembaban udara dari sensor HTU21D, kemudian data ditampilkan pada LCD Black Dot Matrix 128x64 serta dikirimkan ke PC melalui komunikasi serial (via modul FTDI232RL). Data ini diterima oleh serial port PC pengguna, kemudian ditampilkan oleh aplikasi Processing yang telah dibuat. Dari hasil pengujian diperoleh aplikasi mampu menampilkan data suhu, kelembaban udara, waktu, status suhu dan status kelembaban udara secara tepat sesuai perencanaan. Aplikasi mampu merekam data, dan menyimpannya dalam file berformat csv. Status suhu dan kelembaban udara telah dapat menampilkan kondisi optimal atau tidak optimal. Pengujian akurasi pengukuran dilakukan dengan membandingkan hasil pembacaan antara sensor HTU21D terhadap Thermo-hygrometer Analog acuan. Rerata suhu yang diperoleh sensor HTU21D sebesar 25,1ºC sedangkan Thermo-hygrometer sebesar 25ºC. Selisih dari kedua perangkat sebesar 0,5ºC, dengan error rerata sebesar 2%. Untuk rerata kelembaban udara, hasil yang diperoleh sensor HTU21D sebesar 72,1% dan Thermo-hygrometer sebesar 65,4%. Selisih nilai keduanya sebesar 6,8% dengan error rerata sebesar 10%.The parameter of temperature and relative humidity have an important role in the growth and development of horticultural crops. Based on this, monitoring application is designed to use personal computer (PC) as a data viewer of the measurement results. Hence, it allows users to observe these parameters with ease. In this study, Nuvoton NUC140VE3CN performs data processing of temperature and relative humidity from HTU21D sensor, after which the data will be displayed on 128x64 Black Dot Matrix LCD and they are also sent to the PC through serial communication (via FTDI232RL module). These data will be received by user's PC serial port, and be displayed by the Processing application that has been created. From the performed tests, the application had been able to display temperature, relative humidity, time, the status of temperature and relative humidity appropriately as planned. The application is capable to record data and save them in a CSV-formatted file. The status of temperature and relative humidity had been able to indicate optimal or non-optimal condition. The test for measurement accuracy was performed by comparing the readings from HTU21D sensor to referenced analog Thermo-hygrometer. The average temperature obtained from HTU21D sensor is 25.1ºC, while Thermo-hygrometer results in 25º C. The measurement differences between them are 0.5ºC with average error of 2%. For average relative humidity, the result obtained from HTU21D sensor is 72.1% and it is 65.4% from Thermo-hygrometer . The differences between them are 6.8% with average error of 10%
Peringkasan dan Support Vector Machine pada Klasifikasi Dokumen
Klasifikasi adalah proses pengelompokkan objek yang memiliki karakteristik atau ciri yang sama ke dalam beberapa kelas. Klasifikasi dokumen secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakan ciri atau fitur kata yang muncul pada dokumen latih. Jumlah dokumen yang besar dan banyak mengakibatkan jumlah kata yang muncul sebagai fitur akan bertambah. Oleh karena itu, peringkasan dipilih untuk mereduksi jumlah kata yang digunakan dalam proses klasifikasi. Untuk proses klasifikasi digunakan metode Support Vector Machine (SVM) untuk multikelas. SVM dipilih karena dianggap memiliki reputasi yang baik dalam klasifikasi. Penelitian ini menguji penggunaan ringkasan sebagai seleksi fitur dalam klasifikasi dokumen. Peringkasan menggunakan kompresi 50%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa proses peringkasan tidak mempengaruhi nilai akurasi dari klasifikasi dokumen yang menggunakan SVM. Akan tetapi, penggunaan peringkasan berpengaruh pada peningkatan hasil akurasi dari metode klasifikasi Simple Logistic Classifier (SLC). Hasil pengujian metode klasifikasi menunjukkan bahwa penggunaan metode Naïve Bayes Multinomial (NBM) menghasilkan akurasi yang lebih baik dari pada metode SVM.Classification is the process of grouping objects that have the same features or characteristics into several classes. The automatic documents classification use words frequency that appears on training data as features. The large number of documents cause the number of words that appears as a feature will increase. Therefore, summaries are chosen to reduce the number of words that used in classification. The classification uses multiclass Support Vector Machine (SVM) method. SVM was considered to have a good reputation in the classification. This research tests the effect of summary as selection features into documents classification. The summaries reduce text into 50%. A result obtained that the summaries did not affect value accuracy of classification of documents that use SVM. But, summaries improve the accuracy of Simple Logistic Classifier. The classification testing shows that the accuracy of Naïve Bayes Multinomial (NBM) better than SVM
Pemanfaatan Raspberry Pi Sebagai Server Web Untuk Penjadwalan Kontrol Lampu Jarak Jauh
Abstrak - Saat ini energi listrik yang digunakan oleh masyarakat, industri dan perusahaan terus meningkat pemakaiannya, pertumbuhan penduduk semakin meningkat, rumah-rumah, gedung serta industri juga semakin lama semkin banyak. Bangunan tersebut terkadang perangkat listriknya seperti contohnya lampu masih menyala diluar jam kerja dan yang di rumah-rumah pun terkadang masih menyala sampai pagi. Masalah tersebut dikarenakan masyarakat lalai dalam mematikan perangkat elektronik tersebut. Hal itu kalau berlanjut terus menerus maka akan mengakibatkan pemborosan dalam mengkonsumsi energi listrik. Maka dari itu diperlukan adanya solusi agar supaya dapat menghemat konsumsi energi tersebut. Salah satu contohnya adalah pemakaian sistem kontrol perangkat listrik jarak jauh menggunakan internet. Karena menggunakan internet maka diperlukan server web yang berfungsi sebagai server untuk mengontrol perangkat tersebut. Penelitian ini mengajukan perancangan server web yang digunakan sebagai server untuk kontrol penggunaan lampu. Perancangan ini berupa perancangan perangkat lunak menggunakan bahasa pemrograman PHP, Bahasa Pemrograman C, dan database. Hasil dari penelitian ini adalah server web yang dapat digunakan untuk kontrol dan monitor perangkat elektronis rumah dengan menggunakan Rasberry Pi.Abstrak - Saat ini energi listrik yang digunakan oleh masyarakat, industri dan perusahaan terus meningkat pemakaiannya, pertumbuhan penduduk semakin meningkat, rumah-rumah, gedung serta industri juga semakin lama semkin banyak. Bangunan tersebut terkadang perangkat listriknya seperti contohnya lampu masih menyala diluar jam kerja dan yang di rumah-rumah pun terkadang masih menyala sampai pagi. Masalah tersebut dikarenakan masyarakat lalai dalam mematikan perangkat elektronik tersebut. Hal itu kalau berlanjut terus menerus maka akan mengakibatkan pemborosan dalam mengkonsumsi energi listrik. Maka dari itu diperlukan adanya solusi agar supaya dapat menghemat konsumsi energi tersebut. Salah satu contohnya adalah pemakaian sistem kontrol perangkat listrik jarak jauh menggunakan internet. Karena menggunakan internet maka diperlukan server web yang berfungsi sebagai server untuk mengontrol perangkat tersebut. Penelitian ini mengajukan perancangan server web yang digunakan sebagai server untuk kontrol penggunaan lampu. Perancangan ini berupa perancangan perangkat lunak menggunakan bahasa pemrograman PHP, Bahasa Pemrograman C, dan database. Hasil dari penelitian ini adalah server web yang dapat digunakan untuk kontrol dan monitor perangkat elektronis rumah dengan menggunakan Rasberry Pi
Seeded Region Growing pada Ruang Warna HSI untuk Segmentasi Citra Ikan Tuna
Citra ikan tuna sebelum masuk tahapan klasifikasi, harus memiliki hasil segmentasi yang baik. Hasil segmentasi yang baik adalah objek dan background terpisah dengan jelas. Citra ikan tuna yang memiliki sebaran cahaya yang tidak merata dan memiliki tekstur yang kompleks akan menghasilkan kesalahan segmentasi. Salah satu metode segmentasi pada citra adalah seeded region growing dan parameter yang digunakan hanya dua yaitu seed dan threshold. Penelitian ini mengusulkan metode seeded region growing pada ruang warna HSI untuk segmentasi citra ikan tuna. Ruang warna RGB (red green blue) pada citra ikan tuna ditransformasikan kedalam ruang warna HSI (hue saturasi intesitas) yang kemudian hanya ruang hue untuk dijadikan segmentasi dengan menggunakan seeded region growing. Penentuan parameter seed dan threshold dilakukan secara manual dan hasil dari segmentasi tersebut dilakukan refinement dengan morfologi matematika. Pengujian dilakukan sebanyak 30 citra dan metode evaluasi hasil segmentasi menggunakan RAE (relative foreground area error), MAE (missclassification error) dan MHD (modified Hausdroff distance). Citra ikan tuna berhasil dilakukan segmentasi dengan dibuktikan nilai RAE, ME dan MHD secara berturut adalah 5,40%, 1,53% dan 0,41%.The image of the tuna before entering process classification, it must have a good segmentation results. The result of good segmentation is object and background separate clearly. The image of tuna which has a distribution of light that is uneven and has a complex texture will produce an error segmentation. One method of image segmentation was seeded region growing and parameters that used only two, namely seed and threshold. This research proposed method seeded region growing in the HSI color space for image segmentation of tuna. The Color space of RGB (red green blue) on image of tuna transformed into a color space HSI (hue saturation intensity) then only the hue color space used as segmentation by using seeded region growing. Determination of seed and threshold parameters can do manually and the result of the segmentation do refinement with mathematical morphology. The experiment using 30 image of tuna to segmentation and evaluation methods using RAE (relative foreground area error), MAE (missclassification error) and the MHD (modified Hausdroff distance). The image of the tuna successfully performed segmentation evidenced by a value RAE, ME and MHD respectively are 5,40%, 1,53% dan 0,41%
Penggabungan Metode Inferensi Fuzzy dengan Operator Prewitt untuk Deteksi Tepi
Prewitt adalah salah satu operator klasik dalam deteksi tepi, sederhana dan mudah diimplementasikan namun sensitif terhadap noise. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk memperbaiki kinerja operator-operator klasik, dan Fuzzy Logic menjadi salah satu pendekatan yang digunakan. Hal ini dikarenakan deteksi tepi melibatkan tingkat keabuan citra (gray level) yang menimbulkan persoalan ambiguitas nilai dan kekaburan, dua persoalan yang dapat diatasi oleh sebuah sistem Fuzzy dengan baik. Penelitian ini akan membahas tentang penggabungan sistem inferensi Fuzzy dengan operator Prewitt untuk deteksi tepi. Metode yang digunakan adalah mengubah nilai gradien x dan y yang dihasilkan oleh operator Prewitt menjadi himpunan Fuzzy, kemudian menggunakannya sebagai input untuk diolah ke dalam sistem inferensi Fuzzy. Perbandingan citra tepi yang dihasilkan antara menggunakan operator Prewitt murni dengan menggunakan Prewitt-Fuzzy akan ditampilkan dalam tulisan ini.Prewitt is one of classical operator in edge detection which is simple and easy to implement but sensitives to noise. Some researches had been done to improve the classical operators performance, and Fuzzy Logic became one of approach which has been used. This is because edge detection involves the gray level of images which leads to ambiguity and vaugeness, two obstacles which usually can be solved well by Fuzzy systems. This research will discuss about the implementation of Fuzzy inference system together with the Prewitt operator to detect edges. The method used in this research are transforming the gradient of x and y which are obtained by Prewitt operator into Fuzzy Set, and using them as two input to be processed by the Fuzzy inference system. The comparison between two edge-image resulted by pure Prewitt and by Prewitt-Fuzzy will be presented in this paper
Simulasi Sistem Parkir Mal Berbasis Lokasi Kunjungan User Menggunakan Arduino Uno dan RFID
Kehadiran mal memungkinkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya hanya pada satu lokasi saja. Layanan parkiran merupakan salah satu layanan yang terpenting pada mal. Kendala yang sering ditemukan pada layanan parkir mal adalah pengunjung kesulitan mencari lokasi lot parkir yang kosong. Pengunjung ketika ingin mengunjungi sebuah outlet tertentu cenderung memilih pintu yang terdekat agar tidak membutuhkan waktu yang lama untuk berjalan. Dalam memperoleh lokasi parkir, pengunjung terkadang harus berputar terlebih dahulu untuk mendapatkan tempat parkir yang diinginkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, sebuah sistem dirancang untuk dapat memberikan rekomendasi lokasi lot parkir terdekat dari lokasi kunjungan. Setiap lot dan outlet akan diberikan titik koordinat yang digunakan untuk menghitung jarak terdekat dengan menggunakan Euclidean Distance. Arduino Uno digunakan untuk mengendalikan sensor Light Dependent Resistor (LDR), buzzer, dan Radio Frequency Identification (RFID) reader. Pengujian sistem yang dirancang dilakukan terhadap 10 skenario. Hasil pengujian menunjukkan persentase ketersediaan lot parkir terdekat dengan outlet yang akan dikunjungi adalah sebesar 100%. Hal ini disebabkan karena sistem dirancang dengan mempertimbangkan jarak antara lot dengan outlet tujuan dan status ketersediaan lot terdekat. Apabila lot terdekat telah ditempati maka sistem secara otomatis akan memberikan rekomendasi lot terdekat berikutnya kepada penggunaThe presence of the mall allows people to make ends meet only at one location. The park service is one of the most important services in the mall. The visitor often face some problem, such as very difficult in finding the location of an empty parking lot. Visitors tend to choose the nearest door so that they do not require a long time to walk. In obtaining the location of parking, visitors sometimes have to spin in advance to obtain the desired parking spot. Based on these problems, a system designed to provide recommendations on the location of the nearest parking lot to the outlet that user want to visit. Every parking lot and outlet will be given the coordinates that will be used to calculate the distance by using Euclidean distance. Arduino Uno is used to control Light Dependent Resistor (LDR) sensors, buzzer, and Radio Frequency Identification (RFID) reader. The test of designed system involves 10 different scenarios. The result of designed system testing show the percentage of availability of the nearest parking lot with outlets to be visited is 100%. This is due to the system is designed by considering the distance between the lot with the destination outlet and the nearest lot availability status. If the closest lot was occupied, the system will automatically give recommendations next closest lot to the use
Simulasi Penggunaan Frekuensi Milimeter Wave Untuk Akses Komunikasi Jaringan 5G Indoor
Millimeter Wave (mmWave) is a solution to overcome of frequency limitations in 5G technology implementations using high frequency domain. This research discusses about mmWave frequency selection for 5G technology using empirical models in indoor propagation model. Several MmWave frequencies are simulated on indoor office environment. Based on simulation with InH placed in each room 5x5 meter size, it will be more effective using 60GHz, compared to 38Ghz, 28GHz, and 5GHz and also unlicenced 2.4. The average SIR will better at mmWave frequencies in the 60GHz with 33.97 dB and the average received signal is -73.87 dBm. Overall, it can also be concluded that the InH device with low frequency is not suitable applied indoors with massive deployement, it can be interference, for exampe using unlicenced 2.4GHz and 5GHz, receiver only gets average SIR of approximately 5dB.
Keywords-5G, Indoor, Milimeter Wave, Indoor Hotspot