Jurnal Infotel (Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Purwokerto)
Not a member yet
    392 research outputs found

    Lokal Fuzzy Thresholding Berdasarkan Pengukuran Fuzzy Similarity Pada Interaktif Segmentasi Citra Panoramik Gigi

    Get PDF
    Dalam segmentasi citra, thresholding merupakan salah metode yang mudah dan sederhana untuk diimplementasikan. Pada citra panoramik gigi, penentuan global threshold masih kurang begitu optimal untuk diimplementasikan. Hal tersebut dikarenakan adanya factor penghambat seperti pencahayaan yang tidak merata dan citra yang kabur. Faktor-faktor tersebut  dapat menyebabkan histogram tidak bisa dipartisi dengan baik, sehingga akan berpengaruh pada hasil segmentasi. Pada penelitian ini diusulkan lokal fuzzy thresholding berdasarkan pengukuran fuzzy similarity pada interaktif segmentasi citra panoramik gigi. Metode yang diusulkan terdiri dari tiga tahapan utama, tahap pertama region splitting untuk mendapatkan lokal region. Tahap kedua adalah user marking untuk mendapat inisial seed background dan objek, Tahap terakhir adalah pengukuran fuzzy similarity pada setiap lokal region untuk mendapatkan nilai lokal threshold. Hasil uji coba pada citra panoramik gigi, metode yang diusulkan berhasil melakukan segmentasi dengan rata-rata missclasification error (ME) 5.47%.Dalam segmentasi citra, thresholding merupakan salah metode yang mudah dan sederhana untuk diimplementasikan. Pada citra panoramik gigi, penentuan global threshold masih kurang begitu optimal untuk diimplementasikan. Hal tersebut dikarenakan adanya factor penghambat seperti pencahayaan yang tidak merata dan citra yang kabur. Faktor-faktor tersebut  dapat menyebabkan histogram tidak bisa dipartisi dengan baik, sehingga akan berpengaruh pada hasil segmentasi. Pada penelitian ini diusulkan lokal fuzzy thresholding berdasarkan pengukuran fuzzy similarity pada interaktif segmentasi citra panoramik gigi. Metode yang diusulkan terdiri dari tiga tahapan utama, tahap pertama region splitting untuk mendapatkan lokal region. Tahap kedua adalah user marking untuk mendapat inisial seed background dan objek, Tahap terakhir adalah pengukuran fuzzy similarity pada setiap lokal region untuk mendapatkan nilai lokal threshold. Hasil uji coba pada citra panoramik gigi, metode yang diusulkan berhasil melakukan segmentasi dengan rata-rata missclasification error (ME) 5.47%

    Penerapan Algoritma Alphabeta Pruning Sebagai Kecerdasan Buatan pada Game Pawn Battle

    Get PDF
    Catur merupakan game strategi. Catur dimainkan oleh dua orang. Ada dua jenis warna bidak pada permainan catur, yaitu: bidak hitam dan bidak putih. Agar dapat memenangkan sebuah permainan catur, pemain harus menguasai strategi-strategi dalam bermain catur. Ada banyak startegi dalam bermain catur yang hanya dapat dipahami dengan banyak bermain dan berlatih. Modul-modul cara bermain catur pada umumnya hanya menjelaskan kejadian yang biasa terjadi dalam permainan catur. Sehingga berlatih merupakan satu-satu nya cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan dalam bermain catur. Penelitian ini merupakan penelitian implementasi yang menggunakan algoritma Alpha Beta Prunnning sebagai kecerdasan buatan dalam permainan catur. Algoritma yang biasanya digunakan dalam permainan catur adalah algoritma Min-Max. Algoritma Min-Max merupakan algoritma yang digunakan untuk menemukan langkah terbaik dalam permainan catur. Sedangkan Algoritma Alpha Beta Pruning adalah algoritma yang digunakan untuk mencegah perluasan cabang/node untuk mendapatkan hasil pencarian langkah yang lebih baik dari sebelumnya. Penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan gambaran penerapan algoritma Alpha Beta Prunning yang digunakan dalam  membangun sebuah kecerdasan buatan pada permainan catur.Catur merupakan game strategi. Catur dimainkan oleh dua orang. Ada dua jenis warna bidak pada permainan catur, yaitu: bidak hitam dan bidak putih. Agar dapat memenangkan sebuah permainan catur, pemain harus menguasai strategi-strategi dalam bermain catur. Ada banyak startegi dalam bermain catur yang hanya dapat dipahami dengan banyak bermain dan berlatih. Modul-modul cara bermain catur pada umumnya hanya menjelaskan kejadian yang biasa terjadi dalam permainan catur. Sehingga berlatih merupakan satu-satu nya cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan dalam bermain catur. Penelitian ini merupakan penelitian implementasi yang menggunakan algoritma Alpha Beta Prunnning sebagai kecerdasan buatan dalam permainan catur. Algoritma yang biasanya digunakan dalam permainan catur adalah algoritma Min-Max. Algoritma Min-Max merupakan algoritma yang digunakan untuk menemukan langkah terbaik dalam permainan catur. Sedangkan Algoritma Alpha Beta Pruning adalah algoritma yang digunakan untuk mencegah perluasan cabang/node untuk mendapatkan hasil pencarian langkah yang lebih baik dari sebelumnya. Penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan gambaran penerapan algoritma Alpha Beta Prunning yang digunakan dalam  membangun sebuah kecerdasan buatan pada permainan catur

    Perhitungan Kemiripan Term Co-occurence Berdasarkan Cluster Dokumen Untuk Pengembangan Thesaurus Bahasa Arab

    Get PDF
    Salah satu cara dalam pembentukan thesaurus adalah dengan cara menghitung nilai kemiripan term. Untuk mendapatkan nilai kemiripan tersebut dapat dilakukan dengan pendekatan co-occurence yaitu melihat frekuensi kemunculan bersama term-term tersebut. Frekuensi tersebut dilihat dari seberapa banyak term tersebut muncul bersama pada dokumen-dokumen corpus. Setiap dokumen-dokumen yang terdapat pada corpus memiliki konten atau topik yang berbeda-beda. Sehingga term-term yang berada pada dokumen suatu topik akan memiliki konteks yang berbeda dengan term-term pada dokumen dengan topik lainnya. Oleh sebab itu, paper ini mengusulkan metode baru dalam perhitungan kemiripan term dengan co-occurence yang memperhatikan cluster dari dokumen pada pengembangan thesaurus Bahasa Arab. Dokumen-dokumen corpus akan di clustering untuk mengelompokkan berdasarkan kedekatan konten dari dokumen tersebut. Untuk mendapatkan nilai kemiripan term dilakukan perhitungan clusterweight dengan memanfaatkan nilai dari inverse class frequency setiap term terhadap cluster yang ada. Thesaurus dibentuk dengan melihat nilai hasil perhitungan kemiripan term tersebut. Thesaurus yang dibentuk dengan metode usulan berhasil meningkatkan relevansi antar term dibuktikan dengan hasil percobaan memiliki nilai precision tertinngi sebesar 63,3%, recall sebesar 78,6% dan f-measure sebesar 50%.Generating automatically thesaurus is by calculating the similarity value term. To get the value of the similarity can be carried out with the co-occurence approach is to see the frequency of occurrence along these terms. The frequency of how much these terms occurence  on documents corpus. Each of the documents contained in the corpus have content or topics vary. So the terms that are in the document a specific topic will have a different context with the terms of the document with other topics. Therefore, this paper proposes a new method of measurement term similarity with co-occurence based on cluster of documents on the generate of Arabic thesaurus. The documents will be in the corpus clustering to group by the proximity of the content of the document. To get the term similarity value calculation clusterweight by leveraging the value of inverse class frequency of each term to an existing cluster. Thesaurus is formed by looking at the value of the calculation result of the similarity term. Thesaurus formed by the proposed method succeeded in improving inter-term relevance is evidenced by the experimental results have a precision value of 63,3%, amounting to 78,6% recall and F-measure by 50%

    Analisis Pengaruh Penggunaan Physical Cell Identity (PCI) Pada Perancangan Jaringan 4G LTE

    Get PDF
    Abstrak - Belum meratanya   jaringan 4G/LTE di kota Balikpapan khususnya kecamatan Balikpapan Timur maka dibutuhkanlah suatu perancangan  jaringan 4G LTE agar semua pengguna smartphone di Balikpapan Timur dapat menggunakan  teknologi ini. Dalam perencanaan jaringan 4G LTE pada penelitian ini mengunakan  Physical Cell Identity (PCI) supaya tidak terjadi interferensi antar satu dengan sel lain.Metode penelitian diawali dengan melakukan simulasi dengan menggunakan software Atoll meliputi: simulasi perencanaan jaringan tanpa PCI, simulasi perencanaan jaringan menggunakan PCI dilanjutkan dengan membandingkan hasil yang didapatkan. Untuk nilai parameter Best signal Level dan RSRP tidak mengalami perubahan setelah diterapkan PCI, sedangkan untuk nilai parameter C / (N+ I) setelah penggunaan PCI mengalami peningkatan sebesar 0,09 dB, untuk parameter throughput mengalami peningkatan sebesar 0,063 Kbps, sedangkan untuk nilai parameter BLER tidak mengalami peningkatan yaitu memiliki rata-rata sebesar 0,02 tetapi memiliki pertambahan luasan area level terbaik dari 4,6 km menjadi 4,7 km Kata kunci: LTE, 4G, PCI, BLER, RSRPAbstract - The lack of equalization of 4G / LTE network in Balikpapan city especially East Balikpapan, it is  needed a design of 4G LTE network so that all smartphone user in East Balikpapan can use this technology. In this research, 4G LTE network planning is using Physical Cell Identity (PCI) so that there is no interference between one with other cell. The research method begins by performing simulations using Atoll software include: simulation of network planning without PCI, simulation of network planning using PCI followed by comparing the results. For parameter value of Best signal Level and RSRP did not change after applied by PCI, while for parameter value C / (N + I) after PCI usage increased by 0,09 dB ,  For throughput parameters increased by 0.063 Kbps, for the BLER parameter value did not increase which has an average of 0.02 but has increase coverage area of ??the best level from 4.6 km to 4.7 km Keyword: LTE, 4G, PCI, BLER, RSR

    Prediksi Produktivitas Tanaman Padi di Kabupaten Karawang Menggunakan Bayesian Networks

    Get PDF
    Penelitian ini ditujukan untuk membangun sebuah model prediksi tingkat produktivitas padi di kabupaten Karawang. Prediksi menggunakan Bayesian Networks dilakukan dengan tiga tahap, yaitu tahap pra-pemrosesan data, tahap implementasi dan tahap evaluasi. Tahap pra-pemrosesan dilakukan dengan transformasi data numerik menjadi data nominal dengan menggunakan dua skenario,yaitu threshold mean dan teknik diskretisasi. Tahap implementasi adalah menerapkan algoritma Bayesian Networks, yaitu melalui proses pembelajaran struktur dan pembelajaran parameter. Proses pembelajaran struktur dan parameter pada bayesian networks menggunakan software CaMML 1.41. Evaluasi performa Bayesian Networks dalam memprediksi produktivitas padi dengan confusion matrix, yaitu  menghitung akurasi prediksi dan log loss. Hasil eksperimen menunjukkan hasil yang memuaskan, akurasi di atas 90%.  Model terbaik dihasilkan dari tahap pra-pemrosesan menggunakan diskretisasi dan training data selama 5 tahun dan testing data selama 1 tahun. Hal ini menunjukkan pemilihan teknik pra-pemrosesan dan teknik pembagian training data dan testing data mempengaruhi hasil evaluasi performa struktur Bayesian Networks.This research is aimed to build a model for predicting rice productivity level in Karawang district. The prediction using Bayesian Networks allowed three stages, pre-processing of data, implementation and evaluation stages. Pre-processing is transformation of numerical data into nominal data by using two scenarios, using threshold mean and discretization. Implementation stage is to apply Bayesian Networks algorithm, that is through structure learning process and parameter learning. The learning process of structures and parameters on bayesian networks using CaMML 1.41 software. Evaluation of Bayesian Networks performance in predicting rice productivity with confusion matrix, ie calculating prediction accuracy and log loss. The experiment results show the satisfactory results, the accuracy above 90%. The best model generated from pre-processing using the data discretization and 5-year training and 1-year testing data. This explain that the selection techniques of pre-processing and the technique of dividing the training data and testing the data affect the results of the performance evaluation of the structure of Bayesian Networks

    Perancangan Film Pendek Animasi 3 Dimensi Legenda Desa Penyarang

    Get PDF
    Legenda merupakan cerita prosa rakyat, yang dianggap oleh empunya cerita sebagai suatu kejadian yang sungguh-sungguh pernah terjadi. Cerita rakyat adalah bagian dari kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki setiap bangsa. Cerita rakyat di Indonesia memiliki beragam cerita yang sangat menarik, salah satunya adalah Legenda desa Penyarang. Legenda desa Penyarang adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari desa Penyarang, kecamatan Sidareja, kabupaten Cilacap. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan terhadap warga di kabupaten Cilacap didapatkan data bahwa beberapa masyarakat tidak mengetahui tentang legenda tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan kembali cerita rakyat Legenda desa Penyarang kepada masyarakat adalah melalui film animasi. Penelitian ini menyajikan tentang perancangan animasi 3 dimensi tentang Legenda desa Penyarang dan dampaknya bagi masyarakat di sekitar desa tersebut setelah film animasi tersebut berhasil dibuat dan disosialisasikan. Ada tiga tahap penting dalam proses perancangan animasi 3 dimensi dalam penelitian ini yaitu Pra Produksi, Produksi, dan Pasca Produksi. Hasil akhir dari penelitian berupa video yang dapat digunakan tidak hanya untuk disosialisasikan di sekitar desa Penyarang, namun dapat digunakan secara lebih luas lagiLegenda merupakan cerita prosa rakyat, yang dianggap oleh empunya cerita sebagai suatu kejadian yang sungguh-sungguh pernah terjadi. Cerita rakyat adalah bagian dari kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki setiap bangsa. Cerita rakyat di Indonesia memiliki beragam cerita yang sangat menarik, salah satunya adalah Legenda desa Penyarang. Legenda desa Penyarang adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari desa Penyarang, kecamatan Sidareja, kabupaten Cilacap. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan terhadap warga di kabupaten Cilacap didapatkan data bahwa beberapa masyarakat tidak mengetahui tentang legenda tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan kembali cerita rakyat Legenda desa Penyarang kepada masyarakat adalah melalui film animasi. Penelitian ini menyajikan tentang perancangan animasi 3 dimensi tentang Legenda desa Penyarang dan dampaknya bagi masyarakat di sekitar desa tersebut setelah film animasi tersebut berhasil dibuat dan disosialisasikan. Ada tiga tahap penting dalam proses perancangan animasi 3 dimensi dalam penelitian ini yaitu Pra Produksi, Produksi, dan Pasca Produksi. Hasil akhir dari penelitian berupa video yang dapat digunakan tidak hanya untuk disosialisasikan di sekitar desa Penyarang, namun dapat digunakan secara lebih luas lag

    Propagasi Komunikasi Radio Base Station Femtocell pada Tiang Lampu Jalan Frekuensi 10 GHz

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk perkembangan sistem komunikasi. Penelitian ini membahas tentang sistem komunikasi Radio Base Station (RBS) femtocell pada tiang lampu jalan. Frekuensi komunikasi yang digunakan 10 GHz. Frekuensi tersebut dipengaruhi oleh redaman atmosfer seperti uap air dan oksigen. Analisa penelitian terdiri dari variasi ketinggian RBS femtocell, dan code rate dari signal-to-interference-plus-noise-ratio (SINR) threshold dengan modulasi 16 QAM dan 64 QAM. Variasi ketinggian RBS yaitu 6 meter, 8 meter, dan 10 meter. Variasi code rate yang digunakan untuk SINR threshold dari modulasi 16 QAM seperti 1/2, 2/3, 3/4, dan 4/5. Variasi nilai code rate yang digunakan untuk SINR threshold dari modulasi 64 QAM seperti 2/3, 3/4, dan 4/5. Hasil penelitian dari nilai signal-to-noise ratio dan persentase daerah cakupan pada lintasan mobile station.This research purpose for the communication systems development. This research discussed about the communication systems Radio Base Station (RBS) femtocell at street lamp. The communication frequency was used 10 GHz. That frequency influenced by atmospheric attenuation consist of water vapor and oxygen. Research analyze consist of a high variation RBS femtocell, and code rate from signal-to-interference-plus-noise-ratio (SINR) threshold with 16 QAM and 64 QAM modulation. A high variation RBS consist of 6 meter, 8 meter, and 10 meter. The code rate variation was used for SINR threshold from 16 QAM modulation consist 1/2, 2/3, 3/4, and 4/5. The code rate variation was used for SINR threshold from 64 QAM modulation consist 2/3, 3/4, and 4/5. The result research from signal-to-noise-ratio value and percentage coverage area at mobile station track

    Simulasi dan Analisis QoS Video Conference Melalui Jaringan Interworking IMS - UMTS Menggunakan Opnet

    Get PDF
    Next Generation Network (NGN) merupakan salah satu teknologi masa depan yang memberikan layanan berupa voice, data, multimedia, dan internet yang mengacu pada konvergensi layanan berbasis IP. Sebuah teknologi yang mendukung konsep konvergensi berbasis IP adalah IP Multimedia Subsystem (IMS). UMTS merupakan salah satu teknologi bergerak seluler generasi ke tiga (3G) yang sebagian besar masyarakat gunakan karena rata-rata masyarakat sudah menggunakan gadget yang mendukung jaringan 3G. Dengan menggunakan jaringan 3G, masyarakat dapat melakukan komunikasi video conference. Video conference merupakan salah satu komunikasi jarak jauh yang bersifat real time sebagai pengganti tatap muka. Namun, layanan video conference pada jaringan IMS – UMTS perlu diketahui kelayakannya. Video conference merupakan layanan yang sensitif terhadap delay sehingga perlu dilakukan analisis QoS. Pada penelitian ini dilakukan simulasi dan analisis QoS video conference pada jaringan IMS – UMTS. Simulasi ini akan dibuat dengan menggunakan software OPNET modeler 14.5. Skenario yang digunakan adalah skenario Integrated Service (IntServ) untuk mengamati jaringan IMS dan Differentiated Service (DiffServ) untuk mengamati hubungan antara IMS dengan UMTS. Penelitian ini menggunakan jumlah user yang berbeda-beda yaitu 4 user, 8 user, dan 12 user dengan waktu simulasi yang berbeda, yaitu 100 detik, 200 detik, dan 300 detik. Dari hasil penelitian yang didapat, pada skenario Intserv dihasilkan nilai rata-rata terbesar untuk throughput adalah 26.643 Mbit/s, end-to-end delay sebesar 233.069 ms, dan jitter  sebesar 0.073 ms. Untuk skenario Diffserv dihasilkan nilai rata-rata terbesar untuk throughput adalah 8.484 Mbit/s, end-to-end delay sebesar 164.138 ms, dan jitter sebesar 0.488 ms. Untuk nilai packet loss ke dua skenario menghasilkan nilai kurang dari 1%. Jika dilihat dari standar ITU-T G-114, rata-rata nilai parameter pada ke dua skenario termasuk dalam kategori baik.Next Generation Network (NGN) merupakan salah satu teknologi masa depan yang memberikan layanan berupa voice, data, multimedia, dan internet yang mengacu pada konvergensi layanan berbasis IP. Sebuah teknologi yang mendukung konsep konvergensi berbasis IP adalah IP Multimedia Subsystem (IMS). UMTS merupakan salah satu teknologi bergerak seluler generasi ke tiga (3G) yang sebagian besar masyarakat gunakan karena rata-rata masyarakat sudah menggunakan gadget yang mendukung jaringan 3G. Dengan menggunakan jaringan 3G, masyarakat dapat melakukan komunikasi video conference. Video conference merupakan salah satu komunikasi jarak jauh yang bersifat real time sebagai pengganti tatap muka. Namun, layanan video conference pada jaringan IMS – UMTS perlu diketahui kelayakannya. Video conference merupakan layanan yang sensitif terhadap delay sehingga perlu dilakukan analisis QoS. Pada penelitian ini dilakukan simulasi dan analisis QoS video conference pada jaringan IMS – UMTS. Simulasi ini akan dibuat dengan menggunakan software OPNET modeler 14.5. Skenario yang digunakan adalah skenario Integrated Service (IntServ) untuk mengamati jaringan IMS dan Differentiated Service (DiffServ) untuk mengamati hubungan antara IMS dengan UMTS. Penelitian ini menggunakan jumlah user yang berbeda-beda yaitu 4 user, 8 user, dan 12 user dengan waktu simulasi yang berbeda, yaitu 100 detik, 200 detik, dan 300 detik. Dari hasil penelitian yang didapat, pada skenario Intserv dihasilkan nilai rata-rata terbesar untuk throughput adalah 26.643 Mbit/s, end-to-end delay sebesar 233.069 ms, dan jitter  sebesar 0.073 ms. Untuk skenario Diffserv dihasilkan nilai rata-rata terbesar untuk throughput adalah 8.484 Mbit/s, end-to-end delay sebesar 164.138 ms, dan jitter sebesar 0.488 ms. Untuk nilai packet loss ke dua skenario menghasilkan nilai kurang dari 1%. Jika dilihat dari standar ITU-T G-114, rata-rata nilai parameter pada ke dua skenario termasuk dalam kategori baik

    Analisis Throughput Dan Skalabilitas Virtualized Network Function VyOS Pada Hypervisor VMWare ESXi, XEN, DAN KVM

    Get PDF
    Virtualisasi berjalan diatas suatu hypervisor yang merupakan suatu program untuk membuat dan menjalankan virtual machine. Hypervisor mengatur sejumlah resources hardware seperti RAM, CPU, dan storage yang dimiliki hardware aslinya untuk digunakan bersama-sama dengan virtual environment. Salah satu implementasi yang dapat dimanfaatkan dengan adanya virtualisasi adalah Network Function Virtualization atau yang biasa disebut NFV. Konsep ini memanfaatkan teknik virtualisasi untuk membuat suatu Virtualized Network Function (VNF) yang memiliki fungsi sama dengan network device aslinya. Salah satu VNF yang dapat digunakan secara bebas adalah VyOS. VyOS merupakan sistem operasi jaringan berbasis open source yang memiliki fungsi seperti hardware router tradicional, firewall. VPN, proxy dan fungsi jaringan lainnya. Pada penelitian ini dilakukan pengujian performansi VyOS pada bare-metal hypervisor (XEN, VMware ESXi) dan hosted hypervisor (Kernel-based Virtual Machine atau KVM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari ketiga hypervisor tersebut dalam menjalankan VNF dengan parameter throughput, dan parameter skalabilitas. Dari hasil pengujian dan análisis dapat disimpulkan bahwa KVM memiliki performansi kecepatan tertinggi dengan besar throughput 19.29 GB/s. Sedangkan untuk parameter skalabilitas, VMware memiliki skalabilitas yang sangat baik yang ditunjukkan dengan kecilnya degradasi performansi pada throughput saat menjalankan banyak VNF daripada XEN dan KVM.Virtualisasi berjalan diatas suatu hypervisor yang merupakan suatu program untuk membuat dan menjalankan virtual machine. Hypervisor mengatur sejumlah resources hardware seperti RAM, CPU, dan storage yang dimiliki hardware aslinya untuk digunakan bersama-sama dengan virtual environment. Salah satu implementasi yang dapat dimanfaatkan dengan adanya virtualisasi adalah Network Function Virtualization atau yang biasa disebut NFV. Konsep ini memanfaatkan teknik virtualisasi untuk membuat suatu Virtualized Network Function (VNF) yang memiliki fungsi sama dengan network device aslinya. Salah satu VNF yang dapat digunakan secara bebas adalah VyOS. VyOS merupakan sistem operasi jaringan berbasis open source yang memiliki fungsi seperti hardware router tradicional, firewall. VPN, proxy dan fungsi jaringan lainnya. Pada penelitian ini dilakukan pengujian performansi VyOS pada bare-metal hypervisor (XEN, VMware ESXi) dan hosted hypervisor (Kernel-based Virtual Machine atau KVM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari ketiga hypervisor tersebut dalam menjalankan VNF dengan parameter throughput, dan parameter skalabilitas. Dari hasil pengujian dan análisis dapat disimpulkan bahwa KVM memiliki performansi kecepatan tertinggi dengan besar throughput 19.29 GB/s. Sedangkan untuk parameter skalabilitas, VMware memiliki skalabilitas yang sangat baik yang ditunjukkan dengan kecilnya degradasi performansi pada throughput saat menjalankan banyak VNF daripada XEN dan KVM

    Ekstraksi Kata Dasar Secara Berjenjang (Incremental Stemming) Berbasis Aturan Morfologi untuk Teks Berbahasa Indonesia

    Get PDF
    Ekstraksi kata dasar atau stemming pada Bahasa Indonesia adalah proses yang kompleks di mana beberapa partikel awalan dan beberapa partikel akhiran dari 13 awalan, 3 sisipan dan 19 akhiran yang dikenal dapat digunakan secara sekaligus pada sebuah kata. Selain itu, proses stemming tidak selalu menghasilkan 1 kata dasar (non-deterministik), karena terdapat beberapa kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki 2 kemungkinan yaitu sebagai kata dasar maupun kata berimbuhan, misalnya pada kata “beruang”. Penelitian yang telah ada sebelumnya menggunakan kombinasi awalan dan akhiran yang tidak mungkin dan menerapkan heuristik untuk memilih kata dasar. Dalam penelitian ini diusulkan sebuah metode stemming secara berjenjang di mana berdasarkan urutan tertentu, secara bergantian partikel akhiran dan awalan dilepaskan dari sebuah kata sehingga dihasilkan sebuah kata dasar. Jika ditemukan beberapa kandidat kata dasar maka salah satu kata dasar akan dipilih. Metode ini diuji pada 6464 dokumen Al-Quran Terjemahan Indonesia dengan menggunakan kamus berukuran 5000 kata yang disampling secara acak dari Kamus Besar Bahasa Indonesia.. Dari 3432 kata unik yang diproses 94,7% kata dasar dapat diekstrak secara langsung dan hanya 5,3% yang perlu diproses lebih lanjut karena kandidat kata dasar yang ditemukan lebih dari satu. Dibandingkan dengan melakukan pemilihan kata dasar secara manual, metode ini dapat  memilih kata dasar yang tepat hingga 79.12%.&nbsp

    321

    full texts

    392

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Infotel (Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Purwokerto)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇