Official Journals of Universitas Indraprasta PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
1647 research outputs found
Sort by
Hambatan dan Katalis: Analisis Projek P5 terhadap Kreativitas Berbahasa Peserta Didik di SMA Nabawi Maftahul Uluum
Telaah qualitative ini berupaya melakukan identifikasi sekaligus analisis terhadap hambatan serta katalisator berpengaruh atas kreativitas berbahasa peserta didik pada progres implementasi P5 di SMA Nabawi Maftahul Uluum. Desain riset menetapkan dan diterapkan ancangan qualitative, descriptive, terfokus case study, subjek mitra didik SMA NMU, racikan riil fakta berupa data-data berbentuk tek dan konteks, didapatkan dengan proses pengamatan, wawancara, kemudian data-data dilakukan telaah yang didukung dengan dokumen yang relevan. Temuan telaah Obstacles And Catalysts mendeskripsikan adanya beberapa hambatan dalam pelaksanaan Projek P5, seperti keterbatasan sumber daya, tantangan dalam manajemen waktu, dan kurangnya keterlibatan orang tua. Sebaliknya, faktor-faktor yang berfungsi sebagai katalisator meliputi dukungan dari guru, kolaborasi antar siswa, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Meskipun terdapat hambatan, hasil penelitian menunjukkan bahwa Projek P5 secara signifikan meningkatkan kreativitas berbahasa peserta didik, dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis, inovasi, dan kolaborasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan terhadap pelaksanaan Projek P5 serta pengembangan strategi untuk mengatasi hambatan yang ada, demi meningkatkan efektivitas pembelajaran dan kreativitas siswa dalam berbahasa.
Perwujudan Cinta terhadap Bahasa Indonesia Melalui Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
Tindakan komunikasi merupakan proses dalam penukaran ide, gagasan, pesan, dan interaksi sosial. Penerapan bahasa dalam komunikasi ini selalu menitikberatkan kepada penggunaan bahasa dan penerapan penggunaan bahasa oleh masyarakat sebagaimana teknologi dan informasi mempengaruhi perilaku bahasa penuturnya. Arus teknologi dan informasi yang begitu pesat memberikan dampak hebat bagi masyarakat penutur Bahasa Indonesia. Persoalan bangga dan cinta terhadap penggunaan bahasa tetap tidak diindahkan juga oleh masyarakat Indonesia itu sendiri. Globalisasi tentu memberikan berbagai dampak, tidak terkecuali terhadap bahasa dan penuturnya. Hal ini dapat diimbangi dengan meminimalisir pengaruh sifat mimikri terhadap bahasa dengan penanaman pendidikan karakter siswa di sekolah melalui pembelajaran bahasa Indonesia. Pendidikan karakter dapat menjadi solusi dalam kegiatan pembelajaran untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa yang lemah lembut, sopan santun, sistematis, teratur, jelas, dan lugas mencerminkan pribadi penutur yang baik dan berpendidikan. Jelaslah dengan melibatkan pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah hal sangat penting. Dengan demikian, maka cinta terhadap bahasa Indonesia melalui pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat diwujudkan dengan melibatkan pendidikan karakter dalam kegiatan belajar Bahasa Indonesia di kelas. Melalui kegiatan pembelajaran dengan mengajarakan terkait kesantunan berbahasa, norma berbahasa, dan contoh dalam kegiatan berbahasa melalui pemilihan diksi, penyesuaian bahasa dengan lawan tutur dan situasi tutur
Penerapan Media Jengga Balok dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Jurug
Penerapan pembelajaran menggunakan media yang menarik tentu dapat mendukung peningkatan motivasi siswa untuk belajar sehingga suasana belajar menjadi tidak monoton terutama pembelajaran Bahasa Indonesia. Salah satu inovasi yang telah diterapkan adalah penggunaan media interaktif, seperti Jengga Balok, yang dirancang untuk membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perencanaan penerapan media Jengga Balok dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, 2) mendeskripsikan penerapan media Jengga Balok dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, 3) mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat penerapan media Jengga Balok dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, dan 4) mendeskripsikan solusi untuk mengatasi faktor penghambat media Jengga Balok dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Desain penelitian ini adalah studi kasus dengan melibatkan informan yaitu 1 kepala sekolah, 1 orang guru, dan siswa kelas IV SD Negeri 1 Jurug. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Upaya uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data menggunakan metode analisis data primer dan sekunder melalui hasil penelitian terdahulu berupa karya tulis yang sesuai dengan tema penelitian ini. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan media Jengga Balok sebagai sarana pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SD Negeri 1 Jurug terlaksana dengan baik dan juga maksimal digunakan. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pengajaran yang lebih menarik dan interaktif, serta mendukung guru dalam merancang strategi pengajaran yang lebih efektif. Selain itu, temuan penelitian ini dapat memberikan panduan bagi sekolah lain untuk mengintegrasikan media konkret ke dalam proses pembelajaran, sehingga meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan
Analisis Kebutuhan Layanan Pendidikan Seksualitas Siswa SMAN 4 Kota Jambi
Pendidikan seks masih sering dianggap sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan apalagi dipelajari, baik di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun masyarakat. Pendidikan seks sangat penting untuk diajarkan kepada anak mulai dari usia sedini mungkin agar anak dapat memahami dengan baik mengenai anggota tubuh yang dimilikinya, dan sang anak dapat menjaga diri agar terhindar dari kekerasan seksual yang dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan kebutuhan siswa di SMAN 4 Kota Jambi. Metode penelitian ini, yaitu deskriptif kualitatif dengan penentuan informan menggunakan unit sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui focus group discussion dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimulan. Didapatkan layanan pendidikan seksualitas masih perlu untuk diberikan kepada siswa di sekolah untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pendidikan seksualitas. Pendidikan seksualitas yang komperhensif harus diberikan guna mencegah terjadinya siswa yang mencari informasi mengenai seks sendiri dari orang lain ataupun media sosial yang belum jelas kebenarannya, hal tersebut dapat menyebabkan terjerumusnya siswa dalam pengetahuan seks yang salah. Penggunaan modul layanan pendidikan seksualitas sebagai referensi untuk memberikan layanan pendidikan seksualitas, diberikan sebagai panduan kepada siswa untuk mempelajari pendidikan seksualitas di sekolah
URGENSI TASAWUF DALAM MENGATASI DEKADENSI MORAL DI ERA DIGITAL
Era digital memiliki dampak buruk terhadap persoalan moral yang mengarah pada munculnya dekadensi moral di masyarakat secara masif. Tasawuf merupakan ajaran Islam yang menitikberatkan tidak hanya pada pencapaian kesalehan secara individual saja akan tetapi juga pencapaian kesalehan secara sosial yang ditunjukkan dengan perilaku yang luhur (mulia). Penelitian ini bertujuan untuk menelaah tentang urgensi tasawuf dalam mengatasi dekadensi moral di era ditigal. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan data-datanya berupa literatur-literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ajaran-ajaran tasawuf dapat dijadikan sebagai Solusi dalam mengatasi dekadensi moral di era digital
Representasi Media dalam Program Hitam Putih: Perspektif Ekonomi Politik Budaya media
Penelitian yang berjudul “Representasi Media dalam Program Hitam Putih: Perspektif Ekonomi Politik dari Budaya Media” ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana program talkshow “Hitam Putih” di Trans7 merepresentasikan berbagai persoalan sosial dan budaya melalui lensa ekonomi politik. Dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana media tidak hanya menyampaikan informasi, namun juga membentuk persepsi masyarakat terhadap realitas sosial yang ditampilkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berperan penting dalam membentuk opini masyarakat dan mempengaruhi perilaku sosial melalui pengemasan konten yang menarik dan relevan. Acara “Hitam Putih” berhasil menarik perhatian penonton dengan menyajikan isu-isu terkini secara menarik, sehingga menimbulkan persepsi positif di kalangan masyarakat. Selain itu, representasi presenter yang lebih menghibur dan informal juga berkontribusi terhadap keberhasilan program dalam menarik minat penonton, meskipun hal ini mengubah ekspektasi mengenai kualitas intelektual seorang pembawa acara talk show.Melalui analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa “Hitam Putih” tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, namun juga sebagai alat untuk mengkonstruksi realitas sosial yang dapat mempengaruhi pandangan dan sikap masyarakat terhadap berbagai permasalahan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang hubungan antara media, budaya, dan ekonomi politik dalam konteks komunikasi massa.
EDUKASI PENGEMASAN DAN PELABELAN SAUS TOMAT PADA KELOMPOK WANITA TANI DI KABUPATEN MAGELANG
Tomat merupakan komoditas pertanian yang memiliki kandungan gizi tinggi seperti polifenol, karotenoid, asam askorbat, kalium, vitamin A, dan vitamin C. Salah satu cara untuk memperpanjang masa simpan tomat yaitu dengan mengolahnya menjadi produk olahan seperti saus tomat, yang dapat digunakan sebagai kondimen untuk makanan. Dalam produk saus tomat diperlukan pengemasan dan pelabelan untuk meningkatkan nilai jual produk. Pengemasan dan pelabelan pada makanan bertujuan melindungi produk dari kerusakan serta memberikan informasi yang benar dan jelas terkait produk yang akan dijual. Kelompok Wanita Tani (KWT) Permai Tani di Dusun Grenjeng, Desa Gandusari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang memiliki komoditas pertanian berupa tomat yang melimpah, yang pada saat ini hanya dijual dalam bentuk segar dan dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Edukasi pengemasan dan pelabelan pada produk olahan tomat diperlukan sebagai upaya untuk meningkatkan nilai jual dari komoditas tomat yang ada di Desa Gandusari. Kegiatan yang dilakukan pada program pengabdian adalah edukasi mengenai pengemasan dan pelabelan pada produk saus tomat, sehingga target luaran yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman anggota KWT Permai Tani mengenai pengemasan dan pelabelan produk saus tomat. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Metode dan pendekatan yang dilakukan yaitu survei dan observasi lapangan, edukasi, monitoring, dan evaluasi. Tomatoes are an agricultural commodity with high nutritional content, including polyphenols, carotenoids, ascorbic acid, potassium, vitamin A, and vitamin C. To extend their shelf life, tomatoes can be processed into tomato sauce, which serves as a condiment. Proper packaging and labelling are essential to increase the product's economic value. Food packaging and labelling aim to protect the product from damage and provide accurate and clear information to consumers. The Permai Tani Women's Farming Group (KWT) in Grenjeng, Gandusari Village, Bandongan District, Magelang Regency, has an abundance of tomatoes, which are currently only sold fresh and used for daily needs. Training in packaging and labelling for processed tomato products is necessary to enhance the economic value of tomato commodities in Gandusari Village. The activity conducted in the program included education on the packaging and labelling of tomato sauce products. The expected outcome is to improve the knowledge and understanding of KWT Permai Tani regarding the packaging and labelling of tomato sauce products. This activity is expected to contribute to improving community welfare. The methods used in the program include surveys and field observations, educational sessions, monitoring, and evaluation
Membangun Minat Guru di Kalimantan Barat untuk Studi Lanjut Pendidikan Tinggi
Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk membangun minat guru di Kalimantan Barat untuk melakukan studi lanjut pendidikan tinggi. PKM ini dilakukan secara daring dalam bentuk sosialisasi program studi jenjang sarjana jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pascasarjana program magister, dan pendidikan profesi guru dengan melibatkan penulis selaku narasumber utama dan tim beserta pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Pesertanya adalah 162 guru yang berasal dari 14 Kabupaten/Kota yang ada di Kalimantan Barat. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dan dilanjutkan dengan kegiatan inti sosialisasi oleh penulis dan tim, sesi tanya jawab, dan ditutup dengan pembagian tautan formulir presensi dan umpan balik kegiatan. Kegiatan PKM ini sukses berdasarkan umpan balik dari peserta yang mayoritas memberikan penilaian "Bagus Sekali" (60,49%) diikuti dengan penilaian "Bagus” (38,27%), dan penilaian “Cukup” (1,23%). Dengan demikian, kegiatan PKM ini bermanfaat bagi guru di Kalimantan Barat dalam membangun minat para guru untuk melanjutkan studi lanjut jenjang pendidikan tinggi
Presupposition dalam Teka-Teki Tradisional Batak Toba
This study aims to describe the types of presupposition and how the presupposition occurs in the TB Traditional Riddle. This study uses an ethnographic approach. The data of this study is divided into oral and written data. Oral data were obtained through observation and in-depth interviews with informants. The interview involved 3 informants who met the criteria described by (Spradley, 1979). The questions asked included descriptive questions, structural questions and contrast questions. The written data for this study is sourced from a book entitled Huling-Hulingan and Torkan-Torkanan by (Sibarani, 1995). The data analysis model used also refers to the method proposed by Spradley, making domain analysis, making taxonomic analysis, and making component analysis. The results show that the traditional TB riddle includes the types of existential, lexical, structural, factive, non-factive and counterfactual presuppositions. Presupposition is something abstract that bridges between the speaker's speech and the reaction/answer of the listener. The entire process is within the scope of the context that overshadows every speech situation. The effect of this context can cause single presuppositions, double presumptions, and vague presumptions in the listener/respondent. Context also influences the listener in making an answer from one or more presuppositions that arise in his or her mind
Development of Android-Based Learning Media in Mathematics and Natural Sciences Philosophy Courses for Physics Education Students
MIPA Philosophy is a course that discusses the basics of the philosophy of science, especially in the context of Mathematics and Natural Sciences (MIPA). The learning media used in Mathematics and Natural Sciences philosophy courses for physics education students generally only use Power Point (PPT), papers and presentations. Conventional learning methods may be less effective in generating interest and increasing student understanding. Therefore, more interactive and interesting learning media are needed to help students understand the material better. This research aims to develop Android-based learning media for the Mathematics and Natural Sciences Philosophy course in the UNINDRA Physics Education Study Program. The development model in this research uses ADDIE, which includes Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The results of trials carried out on students obtained an average score of 89.95% with the interpretation "very feasible". These results can be concluded that Android-based learning media in Mathematics and Natural Sciences philosophy courses is very suitable to be used as a medium in the learning process