Official Journals of Universitas Indraprasta PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
    1647 research outputs found

    Self-Efficacy sebagai Mediator Hubungan antara Mindfulness dan Compassion Satisfaction pada Psikolog Klinis

    No full text
    Psikolog klinis rentan mengalami kelelahan dalam melakukan proses pekerjaan menolong klien. Namun, pada psikolog klinis kerap ditemukan perasaan puas yang muncul dari proses membantu klien yang dapat melindungi psikolog klinis dari dampak negatif akan kelelahan tersebut. Perasaan puas yang didapatkan dari proses menolong klien atau compassion satisfaction pada psikolog klinis perlu ditumbuhkan karena dapat membantu psikolog untuk melakukan proses terapeutik dengan klien secara lebih efektif. Salah satu faktor yang membantu meningkatkan compassion satisfaction adalah mindfulness atau kesadaran penuh akan momen yang sedang berlangsung dengan sikap ingin tahu, terbuka, dan tanpa penghakiman. Beberapa penelitian terdahulu menemukan bahwa mindfulness dan compassion satisfaction berhubungan secara positif pada tenaga kesehatan mental. Namun, terdapat sedikit penelitian yang meneliti tentang mekanisme yang memediasi hubungan antara kedua variabel ini. Salah satu kemungkinan variabel yang dapat menjembatani hubungan antara mindfulness dan compassion satisfaction pada adalah self-efficacy akan pekerjaannya, atau keyakinan individu akan kemampuannya dalam melakukan pekerjaan sebagai psikolog klinis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran mediasi self-efficacy terhadap hubungan antara mindfulness dan compassion satisfaction pada psikolog klinis. Berdasarkan data yang diambil yang diambil dengan metode convenience sampling (n = 280) dengan kuesioner self-report, hasil penelitian menunjukkan bahwa mindfulness dan compassion satisfaction  memiliki hubungan positif yang signifikan, dan hubungan tersebut dimediasi secara parsial oleh self-efficacy, dengan lama masa kerja dan jam kerja per minggu sebagai variabel kovariat. Hal ini mengindikasikan bahwa walaupun mindfulness tetap berhubungan positif secara signifikan dengan compassion satisfaction tanpa peran mediasi self-efficacy, hubungannya lebih kuat jika melalui mekanisme self-efficacy

    Sociodemographic Profile, Perceived Stress, and Coping Strategies Among ICU Nurses: A Cross-Sectional Study from Western India

    No full text
    Intensive Care Unit (ICU) nursing is one of the most demanding healthcare specialities, with nurses facing significant occupational stress. In India, critical nursing shortages and resource constraints further compound these challenges. Understanding the relationship between sociodemographic factors, perceived stress, and coping strategies is essential for developing targeted interventions. This cross-sectional study examined sociodemographic profile, perceived stress levels, and coping strategies among 184 ICU nurses at a tertiary care hospital in Western India. Data were collected using a sociodemographic questionnaire, Perceived Stress Scale (PSS-10), and COPE Inventory. Results revealed 70.7% of participants experienced moderate to high perceived stress (48.4% moderate, 22.3% high). Significant associations were found between stress levels and younger age (p<0.001), unmarried status (p<0.001), higher educational qualifications (p=0.004), limited ICU experience (p<0.001), nuclear family structure (p<0.001), and absence of children (p<0.001). Gender, service area, and duty shift showed no significant associations. Nurses predominantly employed adaptive coping strategies, including positive reinterpretation (73.4%), acceptance (66.3%), instrumental social support (65.2%), and active coping (62.5%). Maladaptive strategies were less frequent, with behavioral disengagement at 27.7% and substance use at 13.6%. Religious coping was utilized by 15.8%, reflecting cultural influences. Findings highlight a substantial psychological burden among ICU nurses and identify vulnerable subgroups requiring targeted interventions. The predominant use of adaptive coping suggests existing resilience that can be strengthened through comprehensive support programs, mentorship for younger nurses, and culturally appropriate stress management interventions

    Pemikiran Humanis Ahmad Tohari dalam Pendeskripsian Tokoh Secara Dramatik pada Kumpulan Cerpen Senyum Karyamin

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemikiran serta cara pandang seorang pengarang tentang nilai humanis dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin. Pemikiran pengarang atau pandangan dunia pengarang in  dapat dijumpai melalui pendeskripsian tokoh dalam karya sastra, baik secara langsung ataupun tak langsung. Pokok permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana pemikiran humanis Ahmad Tohari yang meliputi perilaku benar, perdamaian, kebenaran, cinta, non kekerasan, dan kecerdasan sosial pada deskripsi tokoh dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin. Penulis berharap agar penelitian ini dapat bermanfaat bagi penanaman nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat Kumpulan cerpen Senyum Karyamin ini dipilih untuk dianalisis karena tiga belas cerpen di dalam kumpulan tersebut sarat dengan nilai humanisme. Metode penelitian yang digunakan adalah dekriptif kualitatif dengan analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wujud nilai humanis yang terkandung dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin terdiri dari perilaku benar berjumlah 14.53%, perdamaian berjumlah 2.56%, kebenaran berjumlah 41.88%, cinta berjumlah 30.77%, Non-kekerasan berjumlah 2.56%, dan Kecerdasan Sosial berjumlah 7.7%. Hasilnya, wujud nilai humanis yang mendominasi kumpulan cerpen Senyum Karyamin adalah nilai humanis dengan jenis kebenaran sebanyak 41.88%. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa pemikiran Ahmad Tohari tentang nilai humanis adalah bagaimana hubungan antarsesama manusia mengarah pada kebenaran, kejujuran, berperilaku benar, dan selalu mengutamakan kasih atau cinta

    Nilai Moral dalam Film “Budi Pekerti” dan Relevansinya untuk Pembentukan Karakter Siswa

    Full text link
    Character education is a crucial pillar in shaping a generation with strong morals and integrity, yet the challenge lies in finding effective methods to convey these values. Film, as a popular medium, holds significant potential for internalizing moral values, but its use in character education for students remains underutilized. This study aims to analyze the moral values embedded in the film Budi Pekerti by Wregas Bhanuteja and their relevance to character building in students. The study employs a narrative approach with qualitative analysis, grounded in Thomas Lickona's theory of character education, which encompasses cognitive, affective, and behavioral moral dimensions. Data were analyzed through an in-depth observation of the storyline, dialogues, and character behaviors in the film. The findings reveal that the film explicitly conveys moral values such as honesty, patience, responsibility, empathy, and tolerance. These values align with the needs of character development in students within the framework of modern education, particularly the Merdeka Curriculum, which emphasizes strengthening the Pancasila student profile. In conclusion, the film Budi Pekerti serves as an alternative educational medium to support character education in students. This study encourages educators to utilize creative media to integrate moral values into the teaching and learning process

    Dampak Penggunaan Twitter Mempengaruhi Kesehatan Mental Generasi Z

    Full text link
    Penelitian ini membahas bagaimana Twitter memengaruhi kesehatan mental Generasi Z. Dengan metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis 15 artikel dari jurnal nasional dan internasional. Hasilnya, Twitter memberikan dampak yang beragam, baik positif maupun negatif. Dampak negatif meliputi meningkatnya stres, kecemasan, dan depresi akibat paparan konten seperti berita buruk, ujaran kebencian, dan cyberbullying. Selain itu, perbandingan sosial yang sering terjadi di platform ini dapat menurunkan rasa percaya diri pengguna. Namun, Twitter juga memiliki sisi positif, seperti membantu membangun komunitas daring yang mendukung melalui hashtag, meningkatkan kesadaran publik tentang kesehatan mental melalui kampanye seperti #MentalHealthAwareness, serta mempermudah akses ke layanan kesehatan mental. Oleh karena itu, edukasi tentang penggunaan media sosial yang bijak sangat penting untuk mengurangi risiko dan memanfaatkan manfaatnya secara maksimal. Penelitian ini memberikan wawasan yang bermanfaat bagi individu, keluarga, dan pengambil kebijakan untuk menciptakan strategi mendukung kesejahteraan mental Generasi Z secara menyeluru

    AL-AMTSAL: SALAH SATU METODE PENGAJARAN NABI SAW KAJIAN KITAB AL-AMTHAL DALAM JAMI’ AL-TIRMIDHI

    Full text link
    This study examines al-amtsal (parables) as a teaching method employed by Prophet Muhammad saw, focusing on the abwab al-amthal in Jami’ al-Tirmidhi. Using a qualitative literature-based approach from primary and secondary sources, the research identifies patterns of al-amtsal in hadiths and evaluates their relevance for contemporary Islamic education. Findings indicate that al-amtsal facilitates understanding of abstract concepts, engages in the affective dimension, and strengthens the internalization of spiritual values. Although originating in the Prophet’s time, this method remains relevant and adaptable for modern teaching strategies. Therefore, al-amtsal should be developed as a contextual teaching method grounded in the Prophetic tradition

    REKRUTMEN TENAGA PENDIDIK: METODE, STRATEGI, DAN IMPLIKASINYA PADA MUTU PENDIDIKAN

    Full text link
    Artikel ini membahas proses rekrutmen tenaga pendidik sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Rekrutmen guru tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan jumlah tenaga pengajar, tetapi juga menjamin kualitas melalui seleksi berbasis kompetensi. Kajian ini menggunakan pendekatan studi pustaka (library research) dengan teknik analisis isi terhadap berbagai sumber literatur ilmiah, regulasi, dan hasil penelitian terdahulu. Fokus pembahasan meliputi metode dan teknik rekrutmen, strategi yang digunakan, sumber rekrutmen (internal dan eksternal), serta implikasinya terhadap kualitas pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa rekrutmen yang sistematis, transparan, dan berbasis kebutuhan institusional berdampak positif terhadap profesionalisme guru dan hasil belajar peserta didik. Implementasi strategi adaptif dan pemanfaatan teknologi digital juga menjadi kunci dalam mengatasi tantangan kekurangan dan distribusi guru. Oleh karena itu, penguatan kebijakan rekrutmen yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi kunci dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing

    PENGARUH KECERDASAN SPIRITUAL DAN REGULASI EMOSI TERHADAP RESILIENSI MAHASISWA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kecerdasan spiritual dan regulasi emosi terhadap resiliensi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data dari sejumlah mahasiswa sebagai responden melalui kuesioner. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang berumur 18-25 tahun di perguruan tinggi Indonesia. Total sampel penelitian adalah 200 mahasiswa. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner online google form. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual & regulasi emosi memengaruhi nilai resiliensi sebesar 89.3% dengan F (2,3) = 819.995, p<0.05 dan R2 = 0.893. Hasil analisis regresi juga menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual secara positif memengaruhi resiliensi dengan koefisien B = 0.205, p = 0.000. Kemudian, regulasi emosi juga secara positif mempengaruhi resiliensi dengan koefisien B = 1.019, p =0.000. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual dan regulasi emosi merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi resiliensi mahasiswa. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kecerdasan spiritual dan regulasi emosinya agar dapat lebih tangguh dalam menghadapi tantangan dalam perkuliahan dan kehidupan sehari-hari

    TANTANGAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK PADA ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

    Full text link
    Pendidikan karakter merupakan salah satu upaya strategis dalam merespons perubahan nilai dan perilaku yang terus berkembang di era modern. Esensi dari pendidikan karakter adalah membentuk kemampuan peserta didik agar dapat membedakan mana yang benar dan salah, memelihara nilai-nilai moral yang baik, serta mengaktualisasikannya dalam perilaku sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Namun, dalam konteks era Revolusi Industri 4.0 yang lekat dengan karakteristik generasi milenial, proses pembentukan karakter menghadapi berbagai hambatan. Hambatan tersebut berasal dari dua sisi utama: internal dan eksternal. Faktor internal mencakup naluri, kebiasaan, faktor keturunan, dorongan kehendak, serta suara hati. Sedangkan faktor eksternal meliputi pengaruh pergaulan bebas, ketergantungan terhadap gawai, tayangan televisi yang bernilai negatif, serta pengaruh dari keluarga dan institusi pendidikan

    Perancangan Buku Cerita Bergambar Seni Lukis Timbul Untuk Tunanetra Berjudul Sentuh Aku

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang buku cerita bergambar Sentuh Aku yang dapat menginspirasi dan membantu penyandang tunanetra dan pendamping untuk mengeksplorasi dan menekuni dunia seni melalui seni lukis timbul. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan seorang guru dengan pengalaman dalam mengajar anak-anak tunanetra, observasi, buku-buku, kamus, artikel dalam jurnal, skripsi, ensiklopedia, undang-undang, modul, artikel majalah, klasifikasi medis, dan halaman web. Diketahui bahwa penyandang tunanetra jenis low vision masih dapat melihat bentuk sederhana berukuran besar dan warna cerah dan bahwa anak-anak penyandang tunanetra dapat mengikuti kegiatan yang pada umumnya menggunakan indera penglihatan dengan bantuan dan bimbingan pendamping. Anak-anak tersebut juga memiliki rasa penasaran dan keinginan untuk mengalami pengalaman yang baru. Seni lukis timbul dapat menjadi sebuah jembatan aksesibilitas bagi anak tunanetra dengan seni, maka dorongan untuk menekuni seni lukis timbul diperlukan. Hasil dari penelitian merupakan perancangan buku cerita bergambar berjudul Sentuh Aku. Buku cerita dibuat dengan kertas khusus braille berukuran 18 x 46 cm yang memiliki efek timbul pada huruf braille serta ilustrasi utama setiap halaman. Buku juga memiliki dua jenis huruf yaitu alphabet dengan font Verdana dan braille. Terdapat 35 ilustrasi pada buku yang dibuat dengan warna yang cerah dan gaya ilustrasi yang sederhana

    625

    full texts

    1,647

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Official Journals of Universitas Indraprasta PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇