Repository Conference - Universitas Sriwijaya
Not a member yet
1907 research outputs found
Sort by
Perilaku Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Sayuran secara Online pada Masa Pandemi Covid-19
Anggraeni EL, Maria M. 2021. Consumer behavior towards online vegetable purchasing decisions during the Covid-19 pandemic. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-9 Tahun 2021, Palembang 20 Oktober 2021. pp. 355-364. Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).The spread of the Corona Virus in Indonesia and the imposition of a lockdown or restrictions on movement are the catalysts for accelerating the adoption of wider use of technology, including online shopping or e-commerce. Vegetable producers must be able to adjust the direction of consumer trends during the Covid-19 pandemic so that the market remains created. The objectives of the study were (1) to determine the characteristics of consumers who buy vegetables online and their responses to the differences in purchasing systems (online and traditional) and (2) to determine the factors that influence consumer behavior towards online vegetable purchasing decisions. The approach used is descriptive quantitative with purposive sampling method. The research was conducted at Bale Hydroponics Salatiga and Jinawi Fresh Farm. Respondents consisted of 50 people. Data analysis used validity test, reliability test, classical assumption test, t test, and multiple linear regression test. The results showed that there are characteristics of consumers who buy vegetables online, namely age 21-27 years, female gender, most occupations are self-employed, monthly income is more than Rp. 2,000,000, online media used by Instagram and WhatsApp, frequency of making purchases 2 times a month. There are differences in consumer considerations in buying vegetables online and traditional. The consideration of consumers in the online purchasing system is time efficiency. While traditional purchases are competitive prices. The factors that influence online purchasing decisions are price (X2) and lifestyle (X4). While trust (X1) and quality (X3) have no effect on online purchasing decisions
ANALISIS BUKU TEKS SMA/MA KELAS XII PADA MATERI SIFAT KOLIGATIF LARUTAN BERDASARKAN TAHAP SELEKSI METODE 4S TMD
Buku teks merupakan salah satu bahan ajar yang penting bagi proses pembelajaran. Pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan buku teks kimia SMA/MA kelas XII yang ada di Kota Palembang pada materi sifat koligatif larutan berdasarkan tahap seleksi dari metode 4S TMD. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian deskriptif (descriptive research) dengan pendekatan kualitatif, Hasil penelitian diuraikan secara objektif dalam bentuk uraian naratif. Terdapat tiga analisis dalam tahap seleksi 4S TMD, yaitu (a) kesesuaian dengan tuntutan kurikulum dilihat dari keluasan dan kedalaman materi, Pada materi sifat koligatif larutan di buku teks belum dapat dikatakan sepenuhnya sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Berdasarkan keluasan dan kedalaman materi, (b) Pada objek penelitian A terdapat tiga (3) label konsep yang dinyatakan sesuai (S) dengan lima (5) indikator pembelajaran dan nol (0) untuk kategori belum sesuai (BS). Sedangkan pada objek penelitian B juga terdapat tiga (3) label konsep dengan lima (5) indikator pembelajaran yang dinyatakan sesuai, nol (0) untuk kategori belum sesuai (BS) (c) penanaman nilai-nilai,Nilai-nilai yang ditanamkan pada materi sifat koligatif larutan pada objek penelitian A meliputi, gemar membaca, kreatif, rasa ingin tahu, disiplin, dan menghargai prestasi. Untuk objek penelitian B meliputi, rasa ingin tahu gemar membaca, serta kreatif.Kata Kunci: Buku Teks, Sifat Koligatif Larutan, 4S TMD, Tahap Seleksi
KEBUTUHAN e-MODUL PRODUKTIVITAS TELUR AYAM BURAS SEBAGAI PEMBELAJARAN DI ERA PANDEMI COVID-19
Dwi Fitri Surya Desita1), K. Anom W2), Eka Ad’hiya3)1),2),3) Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya, Jl. Raya Palembang-Prabumulih KM 32 Inderalaya Ogan Ilir 30662, Telp. 580058Email: [email protected] ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menguraikan kebutuhan mahasiswa terhadap e-modul Pembelajaran Kimia terintegrasi STEM Mata Kuliah Kewirausahaan di Pendidikan Kimia FKIP Univeritas Sriwijaya, topik Pakan untuk Peningkatan Produktivitas Telur Ayam Buras di Era Pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, pengambilan data dilakukan kepada mahasiswa semester 1 angkatan 2021 Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sriwijaya. Data penelitian dikumpulkan menggunakan angket dengan hasil validitas sebesar 0, 672 dan reliabilitas dengan kategori sangat tinggi sebesar 0,87, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kebutuhan mahasiswa sangat sesuai/memunginkan/layak untuk dikembangkan e-modul pembelajaran topik Peningkatan Telur Ayam Buras di era pandemi covid-19. Mahasiswa merespon sikap setuju untuk dibutuhkan e-modul ini sebesar sangat setuju 50% dan setuju 42% kemudian ragu-ragu 8%. Mahasiswa merespon sikap setuju untuk melakukan beternak untuk Meningkatkan Produktivitas Telur Ayam Buras sangat setuju yaitu 50% , setuju 38% dan ragu-ragu 12%. Di sarankan untuk meneliti analisis kurikulum dari pengembangan e-modul itu.Kata kunci: Kebutuhan e-modul pembelajaran, STEM, Pandemi Covid-19.
POTENSI SEMUT RANGRANG (OECOPHYLLA SMARAGDINA FABRICIUS) SEBAGAI PREDATOR BAGI HAMA KUTU KEBUL (BEMISIA TABACI GENNADIUS) DAN SUMBANGANNYA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA
Hama kutu kebul merupakan hama penting yang banyak menyerang perkebunan di Indonesia terutama pulau sumatera. Pengendalian hama ini bisa menggunakan pestisida kimiawi maupun nabati, namun penggunaan pestisida yang salah dapat menyebabkan resistansi terhadap hama. Alternatif yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama kutu kebul ialah menggunakan predator. Salah satu predator yang sering digunakan ialah semut rangrang. Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat bagaimana potensi semut rangrang sebagai predator dari hama kutu kebul. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sriwijaya. Penelitian dilaksanakan pada April 2021 hingga Mei 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semut rangrang berpengaruh secara nyata terhadap mortalitas hama B. tabaci berdasarkan F tabel 95% dan 99%. Oleh sebab itu, semut rangrang (O. smaragdina) dapat berpotensi sebagai predator bagi hama kutu kebul (B. tabaci). Kepadatan populasi dari predator semut rangrang akan mempengaruhi tingkat mortalitas dari hama kutu kebul. Kepadatan predator yang paling efektif pada 20 kutu kebul ialah 8 predator dengan waktu pengaplikasian selama 72 jam
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN SELF EFFICACY: PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X MENGGUNAKAN MODEL MULTIPEL REPRESENTASI
Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apakah model multipel representasi memiliki pengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif dan self efficacy peserta didik. Penelitian dilakukan dengan menerapkan metode kuantitatif. Sampel penelitian dihimpun secara acak kelas dari populasi seluruh kelas X di SMAS Al-Azhar 3 Bandar Lampung, didapatkan sampel kelas eksperimen (31 peserta didik) dan kelas kontrol (33 peserta didik). Pretest-Posttest Control Group Design dipilih sebagai desain penelitian sehingga data dikumpulkan dua kali pada awal (pretest) dan akhir (posttest). Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes dan angket yang telah melalui uji keabsahan instrumen sehingga layak digunakan sebagai alat ukur penelitian. Penelitian memperoleh hasil bahwa setelah dilakukan uji hipotesis ada perbedaan signifikansi pada taraf (α=0,05). Penelitian ini memperoleh hasil bahwa ada pengaruh model multipel representasi terhadap kemampuan berpikir kreatif dan self efficacy. Pengaruh yang signifikan terlihat bahwa terjadi peningkatan lebih besar pada setiap indikator-indikator kemampuan baik berpikir kreatif maupun sikap self efficacy pada kelas eksperimen daripada kelas kontrol melalui fase pembelajaran model multipel representasi yaitu fase orientasi, imajinasi-eksplorasi, internalisasi, dan evaluasi. Sehingga hasil penelitian diharapkan dapat membantu pihak sekolah dalam menjadi masukkan referensi model yang dapat digunakan untuk memahami topik sains khususnya pelajaran biologi, serta membantu meningkatkan kemampuan dalam berpikir dan memiliki kepercayaan diri
MODEL PENGEMBANGAN INTERVENSI ANTI-BULLYING GAME PADA REMAJA KORBAN BULLYING
Bullying merupakan fenomena yang semakin mengkhawatirkan, khususnya di bidang pendidikan. Beberapa penelitian menemukan bahwa individu yang menjadi korban bullying memiliki dampak psikologis seperti depresi, pasif, rasa malu yang berlebihan, mengalami trauma dan menarik diri dari lingkungan sosialnya. Banyaknya dampak psikologis bullying yang muncul pada remaja membuat peneliti tertarik untuk mengembangkan model intervensi game anti bullying pada remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model intervensi game anti-bullying bagi korban bullying. Desain penelitian menggunakan penelitian dan pengembangan yang dilakukan dalam 6 tahap yaitu konsep, desain, pengumpulan material, manufaktur, pengujian dan distribusi. Penelitian ini menghasilkan model intervensi game anti bullying untuk remaja berupa produk game edukasi yang terdiri dari game board dan flashcard. Hasil akhir dari penelitian ini diharapkan secara bertahap dapat mengurangi dampak perilaku bullying pada remaja di sekolah.Kata kunci: Intervensi, Bullying, Game, Remaj
Persentase Serangan Lalat Buah pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.)
Asdhyshani M, Latif APM, Sianipar DRP, Mefiyanto E, Gina P, Hamidson H. 2021. Percentage of fruitfly attacks on chili plants (Capsicum annum L.). In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-9 Tahun 2021, Palembang 20 Oktober 2021. pp. 747-754. Palembang: Penerbit dan Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Fruitfly were the most detrimental pests in plant cultivation in Indonesia so that fruitfly were the main pests of horticultural crops, one of which was chili plants. This observation aimed to determine the percentage of fruitfly attacks on chili (Capsicum annum L. ) plants. The percentage of attacks was carried out by calculating the amount of plant damage used a formula to found out how much damage to chili plants. For the researched method used a literature studied. From the results of the studied, it was found that chili plants was attacked by Bactrocera carambolae and Bactrocera papayae. The percentage of fruitfly attacks on chili was calculated used the following formula; p (percentage of fruitfly attacks) = (number of large chilies infested) divided by (number of large chilies infested) plus (number of healthy chilies) multiplied by 100 percent. In Pancasari village, Sukasada, Buleleng, the highest percentage of attacks was in the AVPP 1003-B line with a percentage of 66.49% and the lowest attacked was in the Kencana variety with a percentage of 23.82%. While in the Dusun Sandan area, Bangli village, Baturiti district, Tabanan regency, the highest percentage of attacks was in the AVPP 1004 line with a percentage of 31.02% and the lowest percentage was in the local variety Kencana, namely 4.12 %. The conclusion is that the largest attack between the two areas are in Pancasari village, Sukasada, Buleleng, in the AVPP 1003-B line with a percentage of 66.49%. And the lowest attack is in Sandan hamlet, Bangli village, Baturiti district, Tabanan regency on the Kencana local variety, which was 4.12 %
Analisis Logical Framework Approach terhadap Keberadaan Pasar Kalangan Desa dalam Pemenuhan Pangan Rumah Tangga di Desa Ulak Pianggu Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir
Putri NE, Armika A. 2021. The analysis of logical framework approach to the existence of village markets in fulfilling household food in Ulak Pianggu Village Pampangan District Ogan Komering Ilir Regency. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-9 Tahun 2021, Palembang 20 Oktober 2021. pp. 900-910. Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI). Household food in rural areas is related to the availability of existing food access, one of the providers of food access in rural areas is the village market. The village market in South Sumatra is better known as the circle market. The purpose of this study was to identify efforts to increase the role of the village market in fulfilling household food in Ulak Pianggu Village. This study uses the Logical Framework Approach (LFA) method which consists of four analyzes, namely stakeholder analysis, problem analysis, objective analysis, and strategy analysis. The results of this study found that the market for Ulak Pianggu Village did not play a role in fulfilling household food, because the food available in the Ulak Pianggu Village market was incomplete. Based on the analysis of the Logical Framework Approach (LFA), a recommended solution was found, namely by increasing the availability of food types in the community market in order to increase the role of the village market in fulfilling household food in Ulak Pianggu Village
Pengaruh Tumpang Sari Cabai dengan Kubis terhadap Hama dan Penyakit Tanaman Cabai Di Desa Kerinjing Kota Pagar Alam
Arsi A, Sihite GAP, Gustiar F, Irmawati I, SHK Suparman, Hamidson H, Irsan C, Suwandi S, Pujiastuti Y, Khodijah K, Nurhayati N, Umayah A, Gunawan B, Sukma AT, Bakkit PKC. 2021. The effect of intercropping chili with cabbage on pests and plant disease in Kerinjing Village Pagar Alam city. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-9 Tahun 2021, Palembang 20 Oktober 2021. pp.101-113. Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Red chili (Capsicum annuum) belongs to the family Solanaceae and is one of the vegetable commodities that has many benefits, high economic value. The aim of this field practice is to find out the difference in intensity of pest and disease attacks on intercropping and monoculture chili plants. This field practice was carried out in Kerinjing Village, Dempo Utara District, Kota Pagar Alam, South Sumatra. The reseach uses the case method by deliberate sampling in a field by counting the number of mounds in the field and determining the sample on the mound to be observed. On the two fields that were observed were found pests and diseases that attacked the chili plants namely mandibular pests and curly diseases, yellow disease and leaf spot disease. The average intensity of mandibular pest attacks on monocultures is 2.7% while on intercropping is 11.12%. The mean intensity of attacks of curly diseases was 33.87% in monocultures and 22.35 in intercropping. In jaundice, the mean intensity of attack was 14.87% in monoculture land and 8.25% in intercropping land while the mean intensity of spotting was 5.67% in monoculture land and 1.30% in intercropping land. From the observations that have been made that there is no significant difference between monoculture land and intercropping land for pests and diseases of chili plants. Weather affects the attack of pests and diseases on both fields, where dry weather affects the spread of disease-causing vectors so that the intensity of the attacks is higher. And also the use of crop rotation that is not right also exacerbates the level of pest and disease attacks on chili plants
Kajian Sifat Fisikokimia Permen Jelly Jeruk Kalamansi dengan Perbedaan Jenis dan Konsentrasi Bahan Pemanis
Fadhilah C, Syafutri MI. 2021. Study of physicochemical properties of calamondin jelly candy with difference of types and sweetener concentrations. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-9 Tahun 2021, Palembang 20 Oktober 2021. pp. 459-464. Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).The use of calamondin is still limited to food ingredients and the food industry. Some studies had tried to process it into a powder product and also hard candy, so it has the potential to be processed into jelly candy. This study aimed to study the physicochemical properties of calamondin jelly candy with the difference of types and sweetener concentrations. This study used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD). The factor used was sweetener which consisted of 9 levels (granulated sugar 20%, 30%, 40%, palm sugar 20%, 30%, 40%, and honey 20%, 30%, 40%). The parameters observed included physical properties (hardness) and chemical properties (reducing sugar, water, and ash content). The results showed that the sweetener had significant effects on increasing the ash content, but had no significant effect on the hardness, reducing sugar content, and water content. The use of 30% granulated sugar was the best treatment for calamondin jelly candy because it approached SNI (2008) based on parameters of water content, ash content, and reducing sugar content