Scientific Journals of Bogor Agricultural University
Not a member yet
    25587 research outputs found

    Mewujudkan Keadilan Usahatani: Strategi Kebijakan Inklusif Hubungan Patron-Klien antara TengkulakΒ danΒ Petani

    No full text
    Sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, menyumbang 12,53% terhadap PDB dan menjadi sumber mata pencaharian mayoritas penduduk. Namun, pendapatan petani masih rendah dengan rata-rata hanya Rp1,1 juta per bulan, jauh di bawah sektor jasa dan industri. Rendahnya pendapatan ini disebabkan oleh panjangnya rantai distribusi dan ketergantungan petani pada tengkulak, yang menguasai akses pasar dan pembiayaan. Hubungan patron-klien antara tengkulak dan petani menimbulkan ketergantungan ekonomi, sosial, dan emosional, sehingga petani sulit mandiri dan meningkatkan taraf hidupnya. Tengkulak sering memberikan pinjaman sebelum panen dengan imbalan kewajiban menjual hasil panen kepada mereka, biasanya di bawah harga pasar, sehingga petani dirugikan secara finansial. Diperlukan upaya pemberdayaan petani melalui perluasan akses modal dan informasi, digitalisasi, pelatihan manajemen usaha tani, serta optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelompok tani. BUMDes dapat menjadi mediator antara petani dan pasar, menyediakan fasilitas penyimpanan, pemasaran kolektif, dan pelatihan teknis. Kebijakan pemerintah harus mendorong ekosistem usaha yang adil, mengurangi ketergantungan petani pada tengkulak, serta mempercepat reforma agraria dan industrialisasi berbasis lokal. Dengan pendekatan inklusif dan pemberdayaan, posisi tawar petani akan meningkat, rantai nilai pertanian menjadi lebih adil, dan keadilan usahatani dapat diwujudkan

    Tata Kelola Risiko dan Adaptasi Perubahan Iklim di Pesisir Subang: Urgensi Komunikasi Risiko dalam Perencanaan Berbasis Risiko

    No full text
    Wilayah pesisir Kabupaten Subang, khususnya Desa Mayangan dan Legonwetan di Kecamatan Legonkulon, menghadapi ancaman tenggelam di masa datang akibat percepatan abrasi dan banjir pasang surut yang semakin intens. Solusi untuk mengatasi risiko dari bahaya alam tersebut perlu dipertimbangkan dalam rencana tata ruang yang tepat dengan komunikasi risiko yang baik. Dalam konteks ini, perencanaan tata ruang semestinya menjadi instrumen utama pengelolaan risiko dan adaptasi. Namun, penelitian menunjukkan bahwa konsep komunikasi risiko sebagai sebuah proses dua arah untuk menentukan tingkat penerimaan masyarakat terhadap risiko bahaya alam belum dipahami dan diimplementasikan secara memadai oleh aktor penyusunan RDTR. Aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui forum formal sering tidak diakomodasi, dan berpotensi menimbulkan gejolak sosial. Proses komunikasi risiko justru lebih efektif dan berdampak melalui jalur informal yang diinisiasi oleh perangkat desa, disampaikan langsung kepada bupati, pemerintah pusat dan sektor swasta. Policy brief ini merekomendasikan: (1) redefinisi dan pengaturan formal komunikasi risiko dalam konteks perencanaan tata ruang, (2) penguatan pelibatan masyarakat sebagai subjek utama dalam penentuan skenario adaptasi, termasuk pengakuan atas inisiatif lokal yang sudah berjalan

    Strategi Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan di Kawasan Mangrove Pangkal Babu Tanjung Jabung Barat

    Get PDF
    Ekosistem mangrove Pangkal Babu di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, memiliki potensi besar dalam pengembangan ekowisata berkelanjutan yang mengintegrasikan konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan mitigasi perubahan iklim. Meskipun pernah mengalami degradasi akibat alih fungsi lahan menjadi tambak dan perkebunan, rehabilitasi berbasis masyarakat berhasil memulihkan tutupan mangrove dan melahirkan destinasi ekowisata nasional sejak 2019. Pengembangan kawasan ini tidak hanya menjaga jasa ekosistem mangrove seperti perlindungan pesisir, penyediaan sumber pangan, serta penyerapan karbon tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif dan pariwisata. Namun saat ini pengembangan pariwisata masih terbatas, terdapat beberapa kendala diantaranya keterbatasan infrastruktur, kapasitas pengelolaan, dan promosi masih menjadi hambatan utama. Kebijakan strategis diperlukan dengan menekankan pada konservasi dan rehabilitasi kawasan multipihak, penguatan kelembagaan Pokdarwis dan BUMDes serta adanya local hero, pembangunan infrastruktur penunjang atraksi dan aksesibilitas wisata, riset dan edukasi konservasi, serta integrasi skema pendanaan berkelanjutan blue finance dan branding ekowisata blue carbon. Dukungan lintas sektor, ekowisata mangrove Pangkal Babu berpotensi menjadi pusat inovasi wisata hijau dan berkontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional

    Menantikan Revisi UU Bagi Hasil Perikanan

    No full text
    Sistem bagi hasil perikanan di Indonesia selama ini diatur melalui U da gpundang (UU) No. 16 Tahun 1964 yang disusun dengan latar situasi sosial-ekonomi enam dekade lalu. Regulasi ini sudah tidak relevan untuk menjawab tantangan saat ini, karena tidak mengatur standar perlindungan pekerja, tidak menyesuaikan dengan sutyasu lokal, serta tidak menjamin keadilan ekonomi bagi nelayan. Padahal, sektor perikanan menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional dan sumber utama penghidupan masyarakat pesisir. Jika tidak direvisi, ketidakjelasan aturan ini akan terus menempatkan nelayan pada posisi rentan, memperlebar kesenjangan sosial, dan melemahkan keberlanjutan ekonomi perikanan. Policy brief ini merekomendasikan revisi UU Bagi Hasil Perikanan dengan menekankan perlindungan sosial, penyesuaian kerangka ketenagakerjaan modern, mendorong kontrak tertulis, serta perlunya mekanisme formal penyelesaian sengketa. Dengan pembaruan hukum yang adil dan adaptif, sistem bagi hasil dapat menjadi instrumen yang memperkuat kesejahteraan nelayan sekaligus mendorong sektor perikanan menuju keberlanjutan yang lebih pasti

    Hidden Metabolic Risks in Young Adults: an Analysis of Obesity, Prediabetes, and Hypercholesterolemia

    Get PDF
    Β Gangguan metabolik pada usia dewasa muda sering tidak terdeteksi karena berkembang secara perlahan tanpa gejala awal. Kondisi seperti obesitas, prediabetes, hiperglikemia, dan hiperkolesterolemia semakin sering dijumpai pada mahasiswa dan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular di kemudian hari. Hal ini disebabkan karena, perubahan pola hidup seperti peningkatan konsumsi makanan cepat saji, kurang aktivitas fisik, serta pola tidur yang tidak teratur. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko metabolik tersembunyi pada usia dewasa muda melalui pemeriksaan obesitas, prediabetes, dan hiperkolesterolemia. Desain penelitian menggunakan pendekatan Cross Sectional dengan 131 responden. Data diklasifikasikan berdasarkan kategori IMT serta batas klinis glukosa dan kolesterol. Analisis statistik dengan uji Chi-square. Hasil menunjukkan bahwa hiperglikemia dan hiperkolesterolemia ditemukan pada seluruh kategori status gizi, termasuk mahasiswa dengan IMT normal dan gizi kurang. Tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dengan glukosa darah (p = 0.767) maupun kolesterol (p = 0.663), dan analisis lanjutan juga tidak menunjukkan pengaruh IMT terhadap risiko metabolik. Temuan ini menunjukkan bahwa indikator metabolik tidak selalu sejalan dengan IMT, sehingga skrining kesehatan yang lebih komprehensif perlu dilakukan pada kelompok usia muda untuk mendeteksi risiko secara dini dan mendukung pencegahan jangka panjang.Metabolic disorders in young adults often go unnoticed because they develop gradually without early symptoms. Conditions such as obesity, prediabetes, hyperglycemia, and hypercholesterolemia are increasingly observed among university students and may elevate the risk of cardiovascular disease later in life. This study aimed to analyze hidden metabolic risks in young adults by examining obesity, prediabetes, and hypercholesterolemia. A cross-sectional design was employed involving 131 respondents. Data were classified based on BMI categories as well as clinical thresholds for blood glucose and cholesterol. Statistical analysis was conducted using the Chi-square test. The findings showed that hyperglycemia and hypercholesterolemia were present across all nutritional status categories, including students with normal BMI and those underweight. No significant association was found between BMI and blood glucose (p = 0.767) or cholesterol levels (p = 0.663), and further analysis also indicated no effect of BMI on metabolic risk. These results suggest that metabolic indicators do not always correspond to BMI, highlighting the need for more comprehensive health screening among young adults to enable early detection and long-term prevention of metabolic disorders

    KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG BERDASARKAN GRADIEN TIPE HABITAT DI AREAL TAMBANG EMAS PT NATARANG, KABUPATEN TANGGAMUS, PROVINSI LAMPUNG: Bird Species Diversity Based on Habitat Type Gradients in The Gold Mining Area of PT Natarang, Tanggamus, Lampung Province

    Get PDF
    Birds are one of the components of the environment that have an important function in maintaining environmental stability. The inventory of the richness and diversity of bird species was carried out by the transect method combined with the Index Point of Abundance method. Six transects along 200-300 meters in each transect are placed in the hilly lowland forest, the hilly lowland secondary forest, the coffee plantation and the open area of grass bushes in the PT Natarang Mining area. At every distance of 50 meters in each transect, all birds seen and heard were recorded in their individual and type in a 20-minute period. There are a total of 50 types of birds recorded in the PT Natarang gold mining area. The value of the bird species diversity index ranged from 1.81-2.81, the highest in gradient habitat types of the lowland hilly forest and the lowest in the open area of gradient habitat type. The structure of the bird community in PT Natarang\u27s concession area is dominated by insect-eating birds (48.00%), while fruit-eating birds (22.00%). The number of protected bird species found in the PT Natarang gold mine concession area is 10 species such as the Crested serpentΒ  Eagle (Spilornis cheela), Changeable Haw Eagle (Spizaetus cirrhatus), Black thighet Falconet (Microhierax fringillarius), Black Hornbill (Anthracoceros malayanus), rhinoceros hornbill (Buceros rhinoceros), Pied Fantail (Rhipidura javanica) Olive backed Sunbird (Nectarinia jugularis), Brown throated Sunbird (Anthreptes malacensis), Crimson Sunbird (Aethopyga siparaja), and Little Spider Hunter (Arachnothera longirostris).Birds are key components of the environment with an important role in maintaining environmental stability. In forested landscapes, the forest environment and the gradient of habitat types influence the richness and diversity of bird species, and bird diversity can be used as a practical measure of environmental stability. An inventory of bird richness and diversity was conducted using a transect approach combined with the Index Point of Abundance (IPA) method to count birds associated with different habitat-type gradients. Six transects, each 200–300 m long, were established in the PT Natarang gold mining area across four habitat types: hilly lowland forest, hilly lowland secondary forest, coffee plantation, and an open area dominated by grasses and shrubs. Along each transect, observation points were set at 50 m intervals. At every point, all birds seen and heard were recorded, noting both the number of individuals and the species, within a 20-minute observation period. A total of 50 bird species were recorded in the PT Natarang concession area. The bird species diversity index ranged from 1.81 to 2.81, with the highest value in the lowland hilly forest habitat gradient and the lowest value in the open habitat gradient. Bird community structure in the concession was dominated by insect-eating birds (48.00%), followed by fruit-eating birds (22.00%). Ten protected species were found in the concession area: Crested Serpent Eagle, Changeable Hawk-Eagle, Black-thighed Falconet, Black Hornbill, Rhinoceros Hornbill, Pied Fantail, Olive-backed Sunbird, Brown-throated Sunbird, Crimson Sunbird, and Little Spiderhunter. These protected species were present along the gradient

    LIFESTYLE AND PRODUCT KNOWLEDGE AS DETERMINANTS OF CONSUMER SATISFACTION IN SKINCARE FLASH SALE PURCHASES ON E-COMMERCE

    Get PDF
    Technological advancements have significantly changed consumer behavior, shifting purchasing patterns from offline to online platforms. Flash sales have become a widely used promotional strategy to stimulate product sales, with skincare products among the most popular categories purchased through e-commerce. This study aimed to analyze consumer satisfaction in skincare purchases during flash sale events, focusing on the influence of lifestyle and product knowledge. Using an explanatory quantitative design with purposive sampling, data were collected from 183 respondents and analyzed using Microsoft Excel 2016, SPSS version 25, and SmartPLS 3.0. The results of the Structural Equation Modeling (SEM) analysis revealed that lifestyle has a significant positive effect on both product knowledge and consumer satisfaction, while product knowledge does not significantly affect satisfaction. These findings suggest that lifestyle plays a more dominant role than knowledge in shaping consumer satisfaction during online flash sale events, emphasizing the importance of psychological and behavioral factors in impulsive online purchasing contexts

    Encapsulated Cardamom Waste Extract (Amomum compactum) Supplementation Improves Health and Performance of Broiler Chickens

    Get PDF
    Encapsulated cardamom waste extract (ECWE) contains flavonoids with antibacterial and antioxidant properties that may enhance broiler health and performance. This study evaluated the effects of ECWE as a phytobiotic on broiler intestinal microbiota, pH, H/L ratio, lymphoid organs, and performance. A total of 200 unsexed Ross broilers (8 days old) with an average body weight of 215.08Β±5.1 g/bird were assigned to five dietary treatments: T0 (control), T1 (0.02% ECWE), T2 (0.04% ECWE), T3 (0.06% ECWE), and T4 (0.08% ECWE). Results showed that 0.08% ECWE significantly increased lactic acid bacteria (LAB) populations, lymphoid organ, and broiler performance. The increase in LAB given 0.08% ECWE is more effective in helping to reduce intestinal pH and to minimize the growth of pathogenic bacteria that can interfere with chicken digestion. In addition, the antioxidant properties in ECWE had a positive effect on the development of lymphoid organs, especially the thymus. It is concluded that ECWE supplementation at 0.08% was the most effective in improving digestive tract health and optimizing broiler performance

    Analisis Nilai Ekonomi Wisata Alam Kebun Teh Ciliwung Puncak Bogor (The Ciliwung Tea Estate est. 1907)

    Get PDF
    ABSTRACT The Ciliwung Tea Estate in the Puncak area of Bogor Regency is a natural tourist destination with significant potential for development. This study aims to analyze tourist perceptions, estimate economic value, identify factors influencing visits, and formulate recommendations for the development of the tourist area. The methods used in this study include descriptive analysis with a Likert scale to measure perceptions, the Individual Travel Cost Method (ITCM) for economic value estimation, multiple linear regression analysis to examine the influence of variables on visitation numbers, and qualitative descriptive analysis in formulating recommendations. The results of the study show that tourist perceptions are very good, with a total score of 338.86 from seven assessment categories covering aspects of beauty, air quality, cleanliness, safety, facilities, accessibility, and photo areas. The economic value of tourism generated reaches IDR 176,244,252,217 per year. Based on the regression results, four variables were found to have a significant influence on tourist visitation levels: travel costs, income, number of dependents, and duration of familiarity with the tourist location. Recommendations for the development of Ciliwung Tea Estate include improving the quality of infrastructure and supporting facilities, developing more effective digital promotion strategies, developing educational tourism attractions such as tea processing, enhancing human resource capacity in the tourism sector, and organizing sports tourism events to enhance appeal and expand the tourist market segment. Keywords: development recommendations, economic value, individual travel cost method, LikertΒ Β Β  scale, sustainabilityABSTRAK Kebun Teh Ciliwung di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, merupakan destinasi wisata alam yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi wisatawan, mengestimasi nilai ekonomi, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kunjungan, serta merumuskan rekomendasi pengembangan kawasan wisata. Metode yang pendekatan Individual Travel Cost Method (ITCM digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif dengan skala likert untuk mengukur persepsi,) untuk estimasi nilai ekonomi, analisis regresi linear berganda untuk melihat pengaruh variabel terhadap jumlah kunjungan, serta analisis deskriptif kualitatif dalam menyusun rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi wisatawan tergolong sangat baik, dengan skor total sebesar 338,86 dari tujuh kategori penilaian yang mencakup aspek keindahan, kualitas udara, kebersihan, keamanan, fasilitas, aksesibilitas, dan area foto. Nilai ekonomi wisata yang dihasilkan mencapai Rp176.244.252.217 per tahun. Berdasarkan hasil regresi, terdapat empat variabel yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap tingkat kunjungan wisatawan, yaitu biaya perjalanan, pendapatan, jumlah tanggungan, dan lama mengenal lokasi wisata. Rekomendasi pengembangan wisata alam Kebun Teh Ciliwung meliputi peningkatan kualitas infrastruktur dan fasilitas pendukung, penyusunan strategi promosi digital yang lebih efektif, pengembangan atraksi eduwisata seperti pengolahan teh, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pariwisata, serta penyelenggaraan event sport tourism sebagai upaya meningkatkan daya tarik dan memperluas segmen pasar wisatawan. Kata Kunci: keberlanjutan, nilai ekonomi, individual travel cost method, rekomendasi pengembangan, skala likert

    Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Tiametoksam Terhadap Pengendalian Populasi Lalat Rumah (M.Domestica) Di Kandang Ayam Layer Open House

    Get PDF
    Telur ayam merupakan salah satu bahan pangan utama di Indonesia, tidak hanya karena harganya yang terjangkau, tetapi juga karena kandungan proteinnya yang tinggi. Namun demikian, tingkat produksi telur ayam di Indonesia masih belum optimal. Salah satu faktor yang memengaruhi penurunan produksi adalah infestasi parasit, baik endoparasit maupun ektoparasit. Peternakan ayam sering kali menjadi tempat ideal bagi lalat, khususnya lalat rumah (Musca domestica), untuk berkembang biak, terutama karena keberadaan manur yang mendukung pertumbuhan larva lalat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai konsentrasi insektisida tiametoksam dalam mengendalikan populasi lalat rumah pada kandang ayam layer dengan sistem open house. Metode yang digunakan meliputi pembuatan larutan insektisida, pemasangan perangkap lalat, serta penghitungan jumlah lalat yang tertangkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi A (7,14%) dan B (0,91%) dari tiametoksam memiliki efektivitas dalam menurunkan jumlah lalat, namun perbedaan keduanya tidak signifikan secara statistik (p = 0,085 > 0,05). Sebaliknya, perbandingan antara kelompok A dan kontrol (C) menunjukkan hasil signifikan (p = 0,009 < 0,05), sementara antara kelompok B dan C tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,599 > 0,05).Β  Kata kunci: ektoparasit, kandang ayam layer, lalat rumah, tiamektosa

    21,498

    full texts

    25,587

    metadata records
    Updated in lastΒ 30Β days.
    Scientific Journals of Bogor Agricultural University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! πŸ‘‡