E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
    4676 research outputs found

    Efektivitas Penggunaan Komik Gizi Sebagai Media Konseling terhadap Pola Makan Balita Stunting di Puskesmas Arjuno Kota Malang: Effectiveness of Using Nutritional Comic as a Counseling Media on the Eating of Stunting Toddlers in Arjuno Puskesmas Malang City

    No full text
    Latar belakang: Prevalensi stunting di Jawa Timur terus meningkat, salah satunya di Kota Malang ditunjukkan oleh peningkatan prevalensi pada tahun 2013 sebesar 15.7% menjadi 27.4% di tahun 2017. Puskesmas Arjuno menjadi salah satu puskesmas di Kota Malang dengan jumlah stunting sebesar 17.51%. Hal ini menjadi tinjauan yang menjadi fokus penelitian ini dalam pemberian konseling menggunakan media komik gizi sebagai alternatif perantara yang memuat ilustrasi terkait pola makan yang sehat bagi balita meningkatkan stimulus otak memudahkan menerima informasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas konseling menggunakan media komik gizi terhadap perubahan pola makan balita stunting di Puskesmas Arjuno Kota Malang. Metode: Metode penelitian menggunakan desain Quasi Experiment Pre-Post Design dengan penentuan sampel menggunakan metode rule of thumb, serta pengolahan data menggunakan analisis statistik Chi Square. Hasil: Intervensi yang dilakukan fokus meninjau keterkaitan variabel konseling menggunakan media komik gizi terhadap pola makan balita. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ayah dan ibu balita berlatar belakang pendidikan SMK, ayah (37.14%) dan ibu (42.85%). Tidak terdapat perbedaan signifikan antara perubahan pola makan sumber zat gizi makro dan mikro sebelum dan sesudah diberikan konseling gizi (p>0.05). Namun, konseling gizi signifikan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan orang tua terkait gizi (p=0.001). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian konseling menggunakan media komik gizi signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, sehingga media komik efektif meningkatkan pengetahuan orang tua terkait gizi di Wilayah Puskesmas Arjuno Kota Malang

    Pembinaan dan Pemantauan Pesantren Sehat di Pondok Pesantren Nurul Iman, Kabupaten Pesawaran, Lampung: Coaching and Monitoring for a Healthy Boarding School at Nurul Iman Islamic Boarding School, Pesawaran District, Lampung

    No full text
    Latar belakang: Provinsi Lampung memiliki 869 pondok pesantren dengan jumlah poskestren sebanyak 179. Poskestren bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga pesantren. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembinaan poskestren yang terpadu melalui puskesmas dan stakeholders terkait pesantren sehat. Sehingga diharapkan elemen di lingkungan pesantren (pimpinan, pengelola dan santri) dapat menjadi motor penggerak, motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran pembinaan dan pemantauan pesantren sehat di Pondok Pesantren Nurul Iman yang merupakan sasaran pembinaan dari Subdinas Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan pegawai lapangan subdinas promosi kesehatan Provinsi Lampung pengurus, dan guru Pondok Pesantren Nurul Iman Kabupaten Pesawaran. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi metode dan triangulasi data. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik content analysis. Hasil:  Pembinaan dan Pemantauan Poskestren di Pondok Pesantren Nurul Iman Kabupaten Pesawaran Latar belakang: Provinsi Lampung memiliki 869 pondok pesantren dengan jumlah poskestren sebanyak 179. Poskestren bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga pesantren. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembinaan poskestren yang terpadu melalui puskesmas dan stakeholders terkait pesantren sehat. Sehingga diharapkan elemen di lingkungan pesantren (pimpinan, pengelola dan santri) dapat menjadi motor penggerak, motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran pembinaan dan pemantauan pesantren sehat di Pondok Pesantren Nurul Iman yang merupakan sasaran pembinaan dari Subdinas Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan pegawai lapangan subdinas promosi kesehatan Provinsi Lampung pengurus, dan guru Pondok Pesantren Nurul Iman Kabupaten Pesawaran. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi metode dan triangulasi data. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik content analysis. Hasil:  Pembinaan dan Pemantauan Poskestren di Pondok Pesantren Nurul Iman Kabupaten Pesawaran merupakan  bentuk  tindak lanjut dari kegiatan pesantren sehat yang diadakan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung meliputi 3 kegiatan yakni persiapan, Musyawarah Masyarakat Pesantren (MMP) dan kunjungan ke poskestren Nurul Iman. Hasil kunjungan pembinaan dan pemantauan Poskestren menunjukkan bahwa pengelola dan kader Poskestren Nurul Iman telah mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penerapan pesantren sehat. Namun, masih terdapat beberapa aspek dalam pesantren sehat yang masih perlu diperhatikan. Pesantren Nurul Iman belum mempunyai struktur organisasi poskestren, sarana tempat cuci tangan di dalam poskestren, media edukasi dan masih adanya pemberian obat antibiotik yang tidak disertai resep dokter. Kesimpulan: Poskestren Nurul Iman telah melaksanakan dan mengikuti arahan dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Namun, ditemukan beberapa aspek yang masih harus diperbaiki dan ditindak lanjuti. Sehingga, Poskestren Nurul Iman masih perlu pembinaan dan pemantauan rutin oleh Puskesmas Kalirejo dalam menjalankan fungsinya

    Implementasi Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat : Literature Review: The Implementation of Electronic Medical Record in The Emergency Department : Literature Review

    No full text
    Latar belakang: Implementasi rekam medis elektronik dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit, termasuk di unit gawat darurat. Namun penerimaan, efektivitas dan kendala yang dihadapi belum banyak dipublikasikan. Tujuan: Tujuan dari literature review ini untuk mengetahui bagaimana implementasi rekam medis elektronik di unit gawat darurat. Metode: Metode literature review dengan mengumpulkan berbagai artikel serta referensi yang relevan dengan tujuan serta pertanyaan penelitian dan menggunakan database yaitu Proquest dan PubMed. Hasil: Hasil dari pengumpulan dan pengkajian dari berbagai referensi yang didapat menunjukkan manfaat, efektivitas dan hambatan dari implementasi rekam medis elektronik di unit gawat darurat. Kesimpulan: Implementasi rekam medis elektronik di unit gawat darurat dapat dimaksimalkan dengan meningkatkan penerimaan pengguna, efektivitas dan mengurangi hambatan yang ada sehingga dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit

    Pendidikan Seksual Dasar Menggunakan Video Animasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa di SD Ketib Sumedang : Animated Video Regarding Sex Education In Elementary School Towards Knowledge and Attitudes at SDN Ketib Sumedang

    No full text
    Latar belakang: Kasus kekerasan seksual pada anak di Sumedang meningkat dari 10.328 kasus pada tahun 2021 menjadi 11.686 pada tahun 2022, sehingga diperlukan upaya pencegahan salah satunya melalui pendidikan seksual pada anak untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual.   Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan seksual menggunakan media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap anak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif (experimental pre-post test with control group design) dengan sampel 44 siswa yang dibagi 2 kelompok yang diberikan edukasi menggunakan video animasi dan kelompok ceramah di SDN Ketib Sumedang. Sampel dipilih secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Pengaruh pendidikan seksual menggunakan video animasi lebih besar terhadap pengetahuan (P=0,019; CI: 95%) dan sikap (P=0,000; CI: 95%). Kesimpulan: Pengaruh penggunaan media video animasi lebih besar terhadap pengetahuan dan sikap anak dibandingkan dengan ceramah

    Hubungan Kualitas Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis di Kecamatan Panekan: The Relationship Quality of the Physical Environment of Homes with the Incidence of Tuberculosis in Panekan District

    No full text
    Latar belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyerang paru-paru dan organ lainnya. Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebar dari penderita TBC dapat melalui udara. Bakteri tersebut dapat menyerang organ paru dan di luar paru (ekstra paru). Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara kualitas lingkungan fisik rumah dengan kejadian Tuberkulosis di Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Metode: Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan rancangan studi case control dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian bivariat variabel kepadatan hunian (nilai p = 0,000. OR = 10,091), variabel jenis lantai rumah (nilai p = 0,002. OR = 3,551), variabel kualitas dinding (nilai p = 0,001. OR = 4,125), variabel keberadaan langit-langit (nilai p = 0,009. OR = 2,97), variabel luas ventilasi (nilai p = 0,003. OR = 3,451), variabel keberadaan genting kaca (nilai p = 0,000. OR = 4,958). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepadatan hunian, jenis lantai dan sanitasi lantai rumah, kualitas dinding rumah, keberadaan langit-langit rumah, luas ventilasi rumah, keberadaan genting kaca, kebiasaan membuka jendela di pagi hari, kontak serumah dengan penderita TB Paru BTA (+), perilaku merokok, perilaku penggunaan bahan bakar saat memasak dengan kejadian tuberkulosis di Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Tahun 2023

    Factors Influencing Community Decisions in Choosing Community Health Centers for Promotive and Preventive Health Services: Literature Review

    No full text
    Introduction: Minister of Health Regulation Number 43 of 2019 stated that Community Health Centers (Puskesmas) were health service facilities that provided community health efforts (UKM) and individual health efforts (UKP) at the first level, prioritizing promotive and preventive efforts in their working areas. The reason for composing this article was crucial, as Community Health Centers, as both general health services and providers of promotive and preventive services, were expected to attract public interest.. Objective: Analyzed factors influencing community choices of health centers for promotive and preventive services. Method: A qualitative research study was conducted, employing a literature review via electronic databases, particularly utilizing Scopus journal sources. Keywords like "Primary health care," "consumer attraction," and "decision to visit the health center" guided the search, Inclusion criteria set for articles published in English, freely accessible, and between 2019 and 2023. Result: Based on the literature search process through electronic databases, 7 articles were obtained. The selected articles met the predetermined criteria. These articles were related to the use of price transparency tools, community satisfaction and dissatisfaction, the Health Extension Program, the crucial role of good healthcare services, as well as the influence of income and grants. Conclusion: Factors influencing the community's choice of Community Health Centers as a health service included offering lower service costs through insurance or BPJS Kesehatan, the presence of the Health Extension Program (HEP), patient satisfaction with services, gender factors, income, access to grants, and contact with health education

    Upaya dan Komitmen Pemerintah dalam Program Percepatan Penurunan Kasus Stunting di Kelurahan Pejagan, Bangkalan: Government Efforts and Commitment in the Programe to Accelerate the Reducing Stunting Cases in Pejagan Village, Bangkalan

    No full text
    Latar belakang: Tingginya kasus stunting pada anak balita di kabupaten Bangkalan masih menjadi angka yang cukup tinggi diseluruh Jawa Timur. Tingginya angka kasus stunting di Kabupaten ini tentunya memerlukan perhatian dari banyak pihak, seperti pemerintah dan tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah tersebut. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis situasi dan keadaan masyarakat di Kelurahan Pejagan, meningkatkan dan mencari tahu faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam penurunan kasus stunting di Kelurahan Pejagan serta sebagai bahan perencaaan kebijakan kesehatan bagi pemerintah Kelurahan Pejagan. Metode: Metode dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan melakukan wawancara dan diskusi bersama pemerintah yang berwenang serta masyarakat, lalu melakukan edukasi kesehatan kepada kader-kader di desa. Hasil: Berdasarkan hasil dari pengabdian masyarakat yang telah dilakukan, diketahui bahwa pemerintah sudah melakukan komitmen dan pergerakan dalam menangani hal ini melalui pelaksanaan kebijakan kesehatan, namun masih kurang banyaknya ketertarikan dari masyarakat untuk terlibat dan mengikuti kebijakan tersebut serta programnya tersedia masih belum cukup untuk menunjangan kebutuhan masyarakat Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pemerintah sudah menetapkan tim audit kasus stunting, lalu sudah membentuk kader-kader kesehatan, tim pendamping keluarga, dan aktif melaksanakan Posyandu. Pemerintah juga telah bergerak aktif memberikan PMT, pemberian vitamin, penimbangan berat badan bagi anak melalui Posyandu dan kunjungan rutin ke TK/PAUD. Namun, diketahui masih kurangnya bantuan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu tersebut, kurangnya program yang mendukung penurunan stunting, sehingga minimnya partisipasi masyarakat untuk mengikuti kegiatan

    Hubungan Cuaca dan Kepadatan Penduduk dengan Kejadian DBD: Literature Review: The Relationship between weather and population density and dengue fever incidence: Literature Review

    No full text
    Latar belakang: Penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dapat menyerang semua orang terutama pada anak serta sering menimbulkan kematian dan wabah.  Infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue yang ditandai demam 2 – 7 hari disertai dengan manifestasi perdarahan, penurunan trombosit (trombositopenia), adanya hemokonsentrasi yang ditandai kebocoran plasma (peningkatan hematokrit, asites, efusi pleura, hipoalbuminemia). Perubahan curah hujan, suhu udara dan kelembaban udara dapat meningkatkan peluang terjadinya demam berdarah dengue. Temperatur tinggi dapat mempersingkat siklus hidup nyamuk, meningkatkan replikasi virus dengue, kelembaban yang tinggi dapat meningkatkan kelangsungan hidup nyamuk dan curah hujan yang tinggi menyediakan tempat berkembang biak nyamuk. Tujuan: Menganalisa hubungan cuaca (curah hujan, suhu dan kelembaban) dan kepadatan penduduk dengan kejadian DBD. Metode: Studi literatur dari berbagai penelitian dan jurnal yang relevan dengan tujuan penelitan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.   Hasil: Faktor Iklim yang mempengaruhi kejadian DBD adalah suhu, kelembaban dan curah hujan dan kepadatan penduduk. Kesimpulan: Cuaca (Curah hujan, suhu dan kelembaban) sdan kepadatan penduduk berhubungan dengan kejadian DBD

    Evaluasi Hasil Pengukuran Faktor Fisika Lingkungan Kerja di PT. X Tahun 2018, 2019 & 2021 : Evaluations the Results of Measuring Physical Factors of the work Environment at PT. X years 2018, 2019 & 2021

    No full text
    Latar belakang: Higiene adalah usaha kesehatan masyarakat yang mempelajari pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan manusia atau suatu upaya untuk mencegah timbulnya penyakit karena pengaruh lingkungan. Tujuan: Mengevaluasi data yang diperoleh tentang besarnya paparan yang dijumpai dan menyarankan tindakan pengendalian yang dapat memberikan perlindungan terhadap kesehatan kerja Metode: Studi ini dilakukan secara statistik deskriptif yang bertujuan untuk mengevaluasi hasil pengukuran faktor-faktor fisika di lingkungan kerja dengan parameter pengukuran sinar-UV, cahaya, kebisingan dan iklim kerja Tahun 2018, 2019 dan 2021. Adapun pengukuran yang dilakukan secara direct reading dengan menggunakan UV Radiation Meter, Lux Meter, Noise Dosimeter, Sound Level Meter dan Thermal Environmental Monitor. Hasil: Laporan pengukuran lingkungan kerja  yang didapat menunjukan ada beberapa hasil yang melebihi NAB (Nilai Ambang Batas) yang mengacu pada regulasi Permenakertrans No. 5 Tahun 2018 yaitu pengukuran di sinar-UV, cahaya, kebisingan  dan iklim kerja Kesimpulan: Dari pemantauan higiene industri ditemukan beberapa hasil yang perlu mendapatkan perhatian karena menunjukan intensitas/ kadar yang cenderung melebihi regulasi yang berlaku dan perlunya tindakan evaluatif seperti penyesuaian SOP / penggunaan APD yang sesuai, mempersingkat dan memperjauh kontak dengan sumber bahaya serta penyesuaian kebutuhan cahaya yang diperlukan sesuai jenis pekerjaan demi menjaga kesehatan dan keselamatan kerja baik kepada lingkungan kerja maupun pekerja

    Analysis of Factors Influencing BPJS Membership Status in the Independent (PBPU) and Non-Worker Segments

    No full text
    Introduction: Universal Health Coverage (UHC) is a significant agenda outlined in the SDG 2030. In order to achieve UHC, Indonesia established the Social Security Management Agency (BPJS) in 2014. Nearly a decade after its establishment, BPJS experienced a financial deficit in its first six years, followed by a surplus during the COVID-19 pandemic. This has impacted the sustainability of BPJS Health. One of the factors contributing to the financial deficit is the non-compliance of participants in paying BPJS contributions, particularly in the Non-Wage Earner/Self-Employed/Independent (PBPU) and Non-Worker segments who are required to pay contributions individually. When participants fail to pay contributions for six consecutive months, their membership status is converted to inactive. From the 2022 BPJS Sample Data, it was found that 799,384 out of 2,305,435 (34.67%) participants had inactive membership status. Objective: This study aims to analyze the factors influencing BPJS membership status in the Independent and Non-Worker segments. Method: The method that used in this study is quantitative analysis of secondary data from the 2022 BPJS Sampel Data with the Linear Probability Model (LPM), Logit and Probit Models. The analysis is conducted using STATA to obtain univariate, bivariate and multivariate analyses. Result: From a sample of 545,507 participants, if was found that 54.20% had inactive membership status. Factors such as age, gender, marital status, treatment class, healthcare facility type, and participant segmentation affect membership status. The LPM regression results indicate that the factors leading to inactive membership status are being of productive age, male, belonging to class 1 and 2, utilizing primary healthcare facilities, and being in the Independent segment. Conclusion: Therefore, stateholders such as the central government and BPJS need to collaborate in efforts to reduce the number of inactive membership statuses

    0

    full texts

    4,676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇