E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
    4676 research outputs found

    Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap Staphylococcus epidermidis Penyebab Jerawat: Antibacterial Activites Cream Extracts of Kelor Leaves (Moringa oleifera Lam.) against Staphyloccus Epidermidis Cause of Acne

    No full text
    Prevalensi jerawat dalam masa remaja dan resistensi antibiotik yang tinggi mendorong eksplorasi alternatif antibiotik berbasis herbal. Daun kelor (Moringa oleifera Lam.) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang dapat dijadikan sebagai antibiotik berbasis herbal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari ekstrak daun kelor (5, 10, dan 15%) terhadap Staphylococcus epidermidis penyebab jerawat. Pengujian ini menggunakan metode difusi sumuran untuk melihat aktivitas antibakteri (zona hambat) dari ekstrak daun kelor berbagai konsentrasi terhadap Staphylococcus epidermidis. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dengan program SPSS. Hasil yang diperoleh berupa diameter zona hambat ekstrak etanol daun kelor konsentrasi 5, 10, 15%  yaitu: 23,01 mm, 23,34 mm dan 23,68 mm. Pengujian ini mempunyai nilai Sig = 0,000 yang berarti rata rata antar kelompok terdapat perbedaan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa zona hambat ekstrak daun kelor tergolong mempunyai daya hambat kuat terhadap Staphylococcus epidermidis

    Kejadian Kasus Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Bendan Berdasarkan Waktu dan Wilyah : Incidence of Diarrhea Cases in the Working Area of Bendan Health Center based on Time and Region

    No full text
    Latar belakang: : Diare merupakan suatu keadaan ketika konsistensi buang air besar lebih cair dari pada hari-hari biasanya, dengan frekuensi lebih dari tiga kali selama 24 jam. Diare merupakan sebagai kondisi seseorang meningkatnya frekuensi buang air besar dengan kondisi feses encer atau cair. Diare ditandai dengan gejala diawali dengan kram perut, muntah, mual dan penurunan berat badan. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) Penyakit diare merupakan penyebab kematian ketiga pada anak di bawah 5 tahun dan bertanggung jawab atas kematian sekitar 443.832 anak setiap tahunnya serta data pada negara berkembang lebih besar dari negara maju, pada negara berkembang angka kejadian diare di India sekitar 91.270 kasus, Nigeria sekitar 74.431 kasus, dan Pakistan sekitar 32.773 kasus, tiga negara tersebut merupakan negara berkembang (WHO 2017) sedangkan angka kejadian diare pada negara maju seperti Filipina sebesar 8,39%. Tujuan: Tujuan dari penulisan ini yaitu untuk mengetahui bagaimaan kejadaian diare di wilayah kerja puskesmas bendan berdasarkan waktu dan wilayah. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode pendekatan data sekunder dan menggunakan teknik total sampling. Hasil : Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa kejadian diare paling banyak terjadi di wilayah kelurahan Bendan pada usia 15-14 tahun dan didominasi oleh jenis kelamin perempuan. Kesimpulan: Hasil dari penelitian didapat bahwa terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, dan faktor kebersihan lingkungan terhadap kejadian diare di wilayah kerja puskesmas Bendan

    A ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA SECARA ARBITRASE MELALUI BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN (BPSK): Penyelesaian Sengketa Secara Arbitrase melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK)

    No full text
    Disputes arise due to various reasons and underlying problems. These consumer disputes occur due to violations of consumer rights. Judicially, consumer dispute resolution can be carried out through court or outside court, with the provisions regulated in the Consumer Protection Law Number 8 of 1999 and Based on the Decree of the Minister of Industry and Trade of the Republic of Indonesia Number: 350/MPP/Kep/12/2001 concerning Implementation Duties and Authorities of the Consumer Dispute Resolution Agency of the Minister of Industry and Trade. BPSK as an out-of-court consumer dispute resolution body that carries out arbitration functions is expected to provide legal certainty in resolving consumer disputes. The decision made by BPSK is final and binding, so the BPSK decision cannot be submitted for legal action again, according to the settlement method chosen by the consumer, whether mediation, conciliation or arbitration. BPSK as an out-of-court consumer dispute resolution body that carries out arbitration functions is expected to provide legal certainty in resolving consumer disputes. The decisions taken by the BPSK panel are final and binding, in accordance with the settlement method chosen by the consumer, whether mediation, conciliation or arbitration. The method used in this research is the normative legal method or also known as doctrinal legal research with a descriptive approach. The purpose of this research is to determine the process and effectiveness of resolving consumer disputes through arbitration through BPSK. &nbsp

    DAMPAK NEGATIF TINDAK PIDANA KORUPSI DALAM TERWUJUDNYA STABILITAS NASIONAL

    No full text
    korupsi berasal dari Bahasa latin yaitu corruption. Dalam Bahasa Inggris adalah Corruption atau corrupt, dalam Bahasa perancis disebut corruption dan dalam Bahasa belanda disebut dengan corruptive, Sehingga pengimplementasian kalimat Bahasa Belanda dapat dijadikan kalimat korupsi dalam Bahasa Indonesia. Secara arti luas Korupsi memiliki makna yaitu korup yang berarti busuk, buruk, Undang-undang terkait Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi secara khusus mengatur hukum acara sendiri terhadap mekanisme penegakkan hukum dalam tindak pidana korupsi, Bahan hukum primer terdiri dari peraturan perundang-undangan yang terkait dengan objek penelitian yaitu : KUHP, UU Perampasan aset, KUHAP,  UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, untuk bahan hukum sekunder terdiri dari buku-buku, Dampak korupsi dalam perkembangan ekonomi adalah menimbulkan lesunya pertumbuhan ekonomi dan investasi, penurunan produktifitas, rendahnya kualitas barang dan jasa, menurunnya pendapatan negara dari sektor pajak, dan meningkatnya hutang negara. Adapun dampak korupsi dalam penegakan hukum adalah menimbulkan pemerintah tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan hilangnya kepercayaan rakyat terhadap lembaga Negara

    PROSES PENYELESAIAN HUKUM TERHADAP NOTARIS YANG MELANGGAR KODE ETIK NOTARIS

    No full text
    Pentingnya peran notaris dalam penegakan hukum di Indonesia membuat integritas dan profesional dari notaris serta kepatuhan terhadap kode etik notaris menjadi hal yang sangat penting. Permasalahan yang terjadi adalah masih terdapat terjadinya pelanggaran kode etik notaris yang tentu saja mengganggu proses penegakan hukum di Indonesia dan mencemarkan nama baik notaris di Indonesia. Metode yang telah digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah metode normatif-yuridis dilakukan dengan studi pustaka dengan menelaah data-data sekunder. Hasil penelitian menyatakan bahwa notaris di Indonesia diawasi oleh menteri dan Dewan Pengawas Notaris di Indonesia. Proses penyelesaian hukum pelanggaran kode etik notaris dimulai dari persidangan sidang tingkat pertama dilaksanakan oleh Dewan Pengawas Daerah atau Dewan Pengawas Wilayah dan persidangan pada tingkat banding yang dilakukan Dewan Pengawas Pusat atau Kongres. Beberapa bentuk sanksi yang dapat dijatuhkan kepada pejabat notaris yang telah melanggar ketentuan dalam kode etik notaris adalah dapat berbentuk Teguran secara lisan Peringatan secara tertulis; skorsing sementara waktu dari Ikatan Notaris Indonesia; dan Pemberhentian secara hormat atau tidak hormat dari Ikatan Notaris Indonesia

    Efektivitas Pemberian Akupresur terhadap Pengurangan Frekuensi Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester I : Literature Review: The Effectiveness of Giving Acupressure to Reduce the Frequency of Nausea & Vomiting in First Trimester Pregnant Women : Literature Review

    No full text
    Latar belakang: Kehamilan seringkali disertai dengan banyak masalah, yang paling umum adalah mual muntah, biasanya dimulai antara minggu ke-6 sampai 8 kehamilan dan berakhir sekitar minggu ke-12, namun pada beberapa wanita ada kemungkinan gejala dapat berlanjut hingga minggu ke-20. Mual muntah yang berlebih dapat mengakibatkan bayi memiliki berat badan lahir rendah dan mengalami kelahiran prematur. Akupresur merupakan  terapi komplementer yang dapat meredakan mual muntah dan aman digunakan selama kehamilan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah lebih dalam tentang efektivitas pemberian akupresur terhadap pengurangan frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode Literatur review dimulai dengan mengidentifikasi jurnal artikel yang relevan dengan kata kunci (pregnant women, acupressure, nausea and vomiting, emesis gravidarum). Penelusuran artikel menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris melalui data base seperti Google Scholar dan PubMed, yang dibatasi hanya terbitan 2017-2023. Artikel yang digunakan dalam penyusunan yaitu artikel nasional dan internasional berjumlah 10 artikel, yaitu 5 artikel nasional dan 5 artikel internasional. Hasil: Hasil penyaringan dari 10 artikel terdapat pengaruh secara signifikan pemberian terapi akupresur pada titik Pericardium 6 yang mampu menurunkan mual muntah pada ibu hamil. Kesimpulan: Mual muntah saat hamil tidak boleh diabaikan bahkan pada kasus ringan, perlu adanya deteksi dan penanganan dini untuk mengatasi mual muntah, jika tidak diobati sejumlah kecil kasus dapat berlanjut hingga persalinan dan berdampak juga pada janin. Hasil telaah dari 10 artikel menunjukkan terdapat pengaruh secara signifikan pemberian akupresur pericardium 6 terhadap penurunan frekuensi mual muntah pada ibu hamil.&nbsp

    Efektifitas Media Edukasi Tentang Preeklamsia terhadap Pengetahuan Ibu Hamil : Literature Review: The Effectiveness of Educational Media About Preeclampsia on Pregnant Women's Knowledge : Literature Review

    No full text
    Latar belakang: Preeklamsia merupakan kondisi naiknya tekanan darah pada ibu hamil diatas 140/90 mmHg disertai proteinuria positif pada usia kehamlan 20 minggu atau lebih. Salah satu Faktor resiko dari preeklamsia pada ibu hamil yaitu kurangnya pengetahuan ibu. peningkatan  Pengetahun dapat dipengaruhi oleh dua faktor yang pertama faktor internal seperti usia dan jenis kelamin dan faktor eksternal seperti pekerjaan, pengalaman, sosial budaya, lingkungan dan sumber informasi. Sumber informasi menjadi salah satu faktor untuk mencapai kehidupan yang berkualitas dapat dengan memberikan pendidikan kesehatan. Sehingga dibutuhkan penanganan dengan meningkatkan kemampuan dalam pengetahuan, sikap serta ketrampilan pada setiap individu maupun kelompok guna mencapai kehidupan yang berkualitas dengan pemberian edukasi. Upaya memberikan pendidikan kesehatan dapat memanfaatkan berbagai media untuk pencapaian keberhasilan dalam melakukan edukasi. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektifitas edukasi terhadap peningkatan pengetahuan pada ibu hamil tentang preeklamsia. Metode: Artikel ini disusun menggunakan metode kajian literatur, pemilihan literatur menggunakan pencarian database google scolar menggunakan kata kunci “media edukasi”, “ibu hamil”, “pengetahuan”, dan “preeklamsia”. Pencarian literatur menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa inggris dengan rentan terbitan 5 tahun terakhir. Ditemukan 8 artikel (7 artikel nasional dan 1 artikel internasional) dengan kriteria inklusi dan eksklusi dan membahas tentang efektifitas media edukasi terharap pengetahuan ibu hamil tentang preeklamsia. Hasil: analisis dari beberapa penelitian menjelaskan bahwa media edukasi sangat efektif dalam mempengatuhi pengetahuan ibu hamil tentang preeklamsia. Kesimpulan: Pemanfaatan media edukasi seperti media video, WhatsApp Group, leaflet, buku saku dan E-Booklet sebagai penunjang dalam pemberian pendidikan kesehatan terbukti efektif serta menjadi suatu hal yang penting untuk membantu tercapainya peningkatan pengetahuan pada ibu hamil tentang preeklamsia

    Upaya Mempersiapkan Kesehatan Mental Ibu Hamil: Literature Review: Efforts to prepare for the mental health of pregnant women: Literature Review

    No full text
    Latar belakang: upaya mempersiapkan kesehatan mental ibu hamil merupakan bentuk kegiatan untuk membantu kehamilan dengan memiliki kesiapan kesehatan mental dalam menghadapi kehamilannya dan mempersiapkan kesehatan mental ibu hamil juga bisa di lakukan dengan beberapa upaya dukungan pasangan, dukungan sosial ,konseling kognitif, kecukupan gizi ibu hamil,dan menjaga pola makan ibu hamil.dengan hal ini bisa mempersiapkan kesehatan mental ibu hamil. Tujuan: untuk memberikan upaya mempersiapkan kesehatan mental pada ibu hamil. Metode : Literature Review ini dimulai dengan mengidentifikasi jurnal artikel yang relevan dengan kata(preparing for pregnancy;mental health; support).Penelusuran artikel menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris melalui data base seperti google scholar ,sciencedirect dan pubmed, yang dibatasi hanya terbitan 2018-2023. Artikel yang digunakan dalam penyusunan yaitu artikel nasional dan internasional berjumlah 13 artikel, yaitu 3 artikel nasional dan 10 artikel internasional, yang kemudian dianalis lengkap. Hasil: Hasil kajian artikel menunjukkan 5 upaya yang bisa dilakukan untuk mengawasi kesehatan mental saat hamil,upayanya antara lain dukungan pasangan, dukungan sosial ,konseling kognitif, kecukupan gizi ibu hamil,dan menjaga pola makan ibu hamil. Kesimpulan:Kesehatan mental seorang ibu selama hamil merupakan persiapan yang penting. Maka kita harus memperhatikan upaya mempersiapkan kesehatan mental ibu hamil. Hasil analisis menyimpulkan bahwa dukungan pasangan kehamilan, dukungan sosial ,konseling kognitif, kecukupan gizi ibu hamil,dan menjaga pola makan ibu hamil dapat mempersiapkan kesehatan mental ibu selama hamil. Mungkin hal ini harusnya menarik perhatian para bidan, tenaga kesehatan dan pemerintah dan kedepannya akan semakin meningkat, meningkatkan kondisi mental para ibu sehingga setiap calon ibu memiliki kehamilan yang baik

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta : Factors Related to Exclusive Breastfeeding in Umbulharjo I Public Health Center Working Region of Yogyakarta

    No full text
    Latar belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama bagi bayi yang menyediakan semua nutrisi diawal kelahirannya hingga berusia 6 bulan. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Umbulharjo I sebesar (57,3%) menempati urutan kedua terendah di Kota Yogyakarta. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan propotional random sampling sebanyak 86 sampel. Melakukan analisis data univariat dan bivariat menggunakan chi square dengan ?=0,05. Hasil: Analisis univariat menunjukkan mayoritas ibu memiliki pendidikan tinggi sebanyak (90,7%), ibu yang bekerja sebanyak (51,2%), ibu memiliki pengetahuan tinggi sebanyak (57,0%), ibu yang memiliki sikap positif sebanyak (52,3%) dan mayoritas ibu tidak memberikan ASI eksklusif sebanyak (68,6%). Hasil analisis bivariat  menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pemberian ASI eksklusif, sedangkan pendidikan dan pekerjaan tidak ada hubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta

    Hubungan Pemberian Susu Formula dengan Kejadian Diare pada Bayi 0-6 Bulan: The Relationship Between Formula Milk Feeding and Diarrhea on Newborns Aged 0-6 Months

    No full text
    Latar belakang: Diare menjadi penyebab kematian kedua pada anak usia dibawah lima tahun. Salah satu penyebab terjadinya diare adalah pemberian susu formula. Pemilihan jenis susu formula dan kebersihan penyajian susu formula menjadi faktor penyebab terjadinya diare pada bayi usai 0-6 bulan. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pemberian susu formula dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Pattingaloang dan Puskesmas Tamamaung Kota Makassar. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu observasi analitik dan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 114 responden yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Pattingaloang dan Puskesmas Tamamaung Kota Makassar. Hasil: Bayi yang mengonsumsi susu formula paling banyak mengalami diare sebanyak 47 bayi (41.23%), sedangkan bayi yang tidak mengalami diare sebanyak 18 bayi (15.79%). Selain itu, bayi yang mengonsumsi ASI eksklusif paling banyak tidak mengalami diare sebanyak 47 bayi (41.23%), sedangkan bayi yang mengalami diare sebanyak 2 bayi (1.75%). Hasil uji hubungan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p-value 0.000 yang lebih kecil daripada 0.05. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi susu formula dengan kejadian diare. Kesimpulan: Pemberian susu formula merupakan penyebab diare terbanyak pada anak usia 0-6 bulan. Susu formula yang paling banyak menyebabkan diare adalah susu sapi

    0

    full texts

    4,676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇