E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
A climate Encouraging the Growth and Flourishing of Monkeypox in Indonesia
Introduction: Introduction: Climate change has significant impacts on human health and has the potential to trigger the emergence of various diseases by changing temperature, rainfall, wind patterns, and sunlight exposure. These changes create environmental conditions that support the survival, reproduction, and spread of disease-causing agents, such as viruses and bacteria. Adaptation of disease agents to these changes increases the risk of disease spreading in the community. In addition, climate change also expands the range of some disease agents, which were previously limited to certain areas, thus having a wider impact. Low temperatures (10–25°C), high humidity (?70%), and limited sunlight (UV index <6) promote the environmental persistence of the monkeypox virus, whereas high temperatures (>30°C) and UV exposure (290–320 nm) accelerate its degradation, influencing transmission patterns and infection risk in humans and animals.
Methods: This study examines the climate conditions that may support the development of monkeypox in Jakarta. The main focus of this study is to identify climate factors, such as temperature, humidity, and rainfall patterns, that allow the spread of monkeypox virus. Climate data are analyzed to understand how these conditions play a role in increasing the risk of monkeypox virus transmission, both from animals to humans and between humans.
Results: Our findings indicate a minimum temperature of 27.96°C, a maximum of 33.74°C, and an average of 30.11°C. The average humidity was 74.21%. The duration of sunlight ranged from a minimum of 7.30 hours to a maximum of 9.60 hours.
Conclusion: Climate factors are key triggers in the development of Monkeypox within the environment. Specific temperature and humidity levels can create favorable conditions for the spread of the Monkeypox virus in certain regions. Additionally, extreme climate fluctuations may influence the spread patterns and severity of the disease, underscoring the importance of understanding how environmental conditions affect the transmission of diseases like Monkeypox
Urban Transportation and Rising CO Emissions: A Case Study of East Jakarta and its Public Health Impacts
Introduction: Carbon monoxide (CO) emissions from urban transportation present a critical challenge for air quality, public health, and environmental sustainability. East Jakarta, with its rapid motorization and chronic traffic congestion, serves as a case study for the broader impacts of urban CO pollution. This study investigates the correlation between CO levels and traffic density, providing empirical insights into the dynamics of transportation-driven air pollution in densely populated cities.
Methods: A quantitative cross-sectional study was conducted in July 2024, measuring CO concentrations at 15 strategic locations using calibrated CO meters. Sampling sites were selected based on traffic volume, population exposure, and historical emission data to ensure a comprehensive urban representation. Data analysis included descriptive statistics, normality tests, and regression analysis to evaluate relationships between CO levels, traffic patterns, and supporting variables.
Results: Findings revealed an average CO concentration of 6,665 µg/m³, with Jatinegara Kaum (15,380 µg/m³) and Duren Sawit (13,031 µg/m³) exceeding the government air quality threshold (10,000 µg/m³). A strong positive correlation (R² = 0.78, p < 0.05) was identified between traffic congestion and CO levels, confirming vehicular emissions as the dominant contributor. Moreover, no significant correlation with weather variables was observed, further emphasizing the role of transportation in shaping local air quality.
Conclusion: These results underscore the urgent need for policy interventions, including the expansion of electric vehicle infrastructure, congestion pricing, and green urban planning. This study also highlights the necessity of integrating real-time air quality monitoring and AI-based traffic flow management to optimize pollution control efforts. By situating East Jakarta’s case within global urban air pollution trends, these findings offer scalable insights applicable to other rapidly urbanizing cities worldwide
Implementasi Pemberian Kompres Air Hangat Jahe pada Pasien Gerontik dengan Masalah Gout Arthritis untuk Mengurangi Nyeri di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Kota Palu Sulawesi Tengah : Implementation of Giving Warm Water Compresses with Ginger to Gerontic Patients with Gout Arthritis Problems to Reduce Pain in the Work Area of the Kamonji Health Center, Palu City, Central Sulawesi
Lansia merupakan seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas, hal ini merupakan proses yang berangsur-angsur mengakibatkan perubahan kumulatif, yang merupakan proses menurunnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam atau luar tubuh. Gout Arthritis (GA) merupakan suatu penyakit sendi yang ditandai dengan hiperurisemia atau peningkatan asam urat dalam darah.Tujuan penelitian ini melaksanakan gambaran tentang implementasi pemberian kompres air hangat jahe untuk mengurangi nyeri pada pasien gerontik. Desain studi kasus yang digunakan merupakan studi kasus deskriptif. Dimana peneliti ingin mengetahui hasil pemberian kompres air hangat jahe untuk mengurangi tingkat nyeri pada pasien gerontik di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji kota Palu Sulawesi Tengah. Hasil penelitian bahwa pasien mengalami nyeri pada bagian lutut kanan dan kiri. Setelah dilakukan tindakan pemberian kompres air hangat jahe pada pasien di dapatkan hasil bahwa pasien mengalami penurunan nyeri dari skala nyeri 3 (Ringan ) menjadi skala nyeri 1 (Ringan). Ditandai dengan adanya tanda tanda vital, Tekanan darah : 160/90 mmHg, Nadi : 85x/menit, Suhu : 36,5°C, Respirasi : 20x/menit, Saturasi oksigen : 99%. Kesimpulan bahwa sesuai dengan tahapan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi di dapatkan hasil bahwa tingkat nyeri sebelum diberikan kompres air hangat jahe di dapatkan kategori nyeri ringan, dan sesudah diberikan kategori nyeri ringan. Secara signifikan ditunjukkan bahwa pemberian kompres air hangat jahe adalah tehnik untuk mengurangi peradangan pada nyeri sendi.  
METODE CERAMAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM (KEUNTUNGAN DAN KETERBATASANNYA)
Metode ceramah merupakan salah satu pendekatan klasik yang paling sering digunakan dalam praktik pendidikan Islam, baik di lembaga formal seperti madrasah dan pesantren, maupun dalam pengajian non-formal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis efektivitas penggunaan metode ceramah dalam pendidikan Islam dengan menyoroti keuntungan dan keterbatasan yang melekat pada metode ini. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan studi literatur, ditemukan bahwa metode ceramah memiliki sejumlah keuntungan, antara lain efisiensi waktu, penyampaian materi secara sistematis, serta kemampuan menjangkau peserta didik dalam jumlah besar. Namun demikian, keterbatasan juga muncul, seperti minimnya partisipasi aktif siswa, potensi kejenuhan dalam proses belajar, dan kesulitan dalam mengukur pemahaman peserta didik secara langsung. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa metode ceramah perlu dipadukan dengan strategi pembelajaran aktif lainnya untuk mencapai tujuan pendidikan Islam yang holistik. Dengan demikian, pendidikan agama Islam perlu mempertimbangkan konteks, karakteristik peserta didik, serta tujuan pembelajaran dalam menentukan pendekatan yang tepat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai keuntungan dan keterbatasannya dalam penggunaan metode ceramah dalam pendidikan agama islam
Pengaruh Intensitas Waktu Penggunaan Tiktok Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa UPI Di Purwakarta: The Influence of Time Intensity of TikTok Usage on UPI Students' Learning Outcomes in Purwakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas waktu penggunaan aplikasi TikTok terhadap hasil belajar mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode survei melalui angket daring yang diisi oleh 50 responden mahasiswa aktif. Variabel utama yang dianalisis adalah durasi penggunaan TikTok per hari dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terakhir sebagai indikator hasil belajar. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara intensitas penggunaan TikTok dan hasil belajar mahasiswa dengan nilai korelasi sebesar 0,645. Uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara durasi penggunaan TikTok dan capaian akademik mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan TikTok, apabila dikelola secara bijak dan diarahkan pada konten edukatif, dapat memberikan dampak positif terhadap hasil belajar. Namun, hasil ini tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat secara langsung, karena faktor lain seperti manajemen waktu, jenis konten yang dikonsumsi, dan kedisiplinan belajar juga sangat memengaruhi. Penelitian ini menekankan pentingnya literasi digital dan pemanfaatan media sosial secara cerdas dalam mendukung proses pembelajaran di era digital
Analisis Hukum terhadap Perlindungan Konsumen dalam Transaksi Digital di Indonesia: Tinjauan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999: Legal Analysis of Consumer Protection in Digital Transactions in Indonesia: A Review of Law Number 8 of 1999
Perkembangan transaksi digital telah menciptakan peluang dan tantangan baru dalam perlindungan konsumen. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen sebagai dasar hukum utama belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan perlindungan dalam konteks digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan implementasi UUPK dalam menjawab permasalahan konsumen di era digital, serta mengkaji harmonisasi regulasi dengan UU ITE. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis terhadap bahan hukum primer dan sekunder, serta studi kasus pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UUPK masih bersifat umum dan belum mengatur isu-isu digital secara spesifik, seperti perlindungan data pribadi dan pertanggungjawaban platform. Implementasi di lapangan juga masih lemah karena keterbatasan kelembagaan, rendahnya literasi konsumen, dan absennya mekanisme penyelesaian sengketa digital yang efektif. Penelitian ini merekomendasikan pembaruan regulasi, penguatan lembaga pengawasan, serta integrasi mekanisme penyelesaian sengketa berbasis teknologi sebagai upaya perlindungan konsumen yang komprehensif di era digital
Kekerasan Dalam Rumah Tangga Dalam Tinjauan Hukum Positif Dan Hukum Islam: Domestic Violence in the Review of Positive Law and Islamic Law
Betapa banyak isteri yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga oleh suaminya sendiri, wajahnya disiram air keras oleh suaminya. Fenomena kekerasan yang dialami perempuan dalam rumah tangga ini, tentunya bagaikan fenomena gunung es, oleh karena sangat sedikit masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) mampu dikuak oleh perempuan. Perempuan lebih suka menyimpan kekerasan yang dialaminya, dari pada menceritakan atau melaporkan tindak pidana yang dialaminya ke kantor polisi, karena perempuan menganggap itu adalah aib keluarga yang tak boleh seorangpun mengetahuinya, terkecuali dia dan suaminya, anak-anaknyapun ia posisikan untuk tidak mengetahui kekerasan yang telah dialaminya.
Peraturan perundang-undangan di Indonesia, telah mencatat kekerasan dalam rumah tangga sebagai sebuah tindakan kriminal yang layak untuk dipertanggung jawabkan dan dipidana, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No.23 Tahun 2004. Pasal 1 Udang-Undang tersebut menyatakan bahwa Kekerasan Dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan yang berakibat timbulnya kesengsaraan (penderitaan) secara fisik, psikis, seksual dan atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.
Dengan demikian, kekerasan dalam rumah tangga tidak hanya berupa kekerasan fisik, namun juga psikis, ekonomi dan seksual. Pasal 6 UU PKDRT menyebutkan bahwa kekerasan fisik adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat. Terhadap kekerasan dimaksud UU menjerat pelaku dengan pidana penjara 5 tahun atau denda 15 juta rupiah, namun apabila luka yang ditimbulkan berat maka dijerat dengan pidana penjara 10 tahun atau denda 30 juta rupiah (pasal 44 UU-PKDRT). Sedangkan yang dimaksud dengan kekerasan psikis menurut pasal 7 UU tersebut adalah perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, ketidakberdayaan dan atau penderitaan psikis berat. Terhadap pelaku kekerasan psikis dijerat dengan pidana penjara 3 tahun atau denda 9 juta rupiah (pasal 45 UU-PKDRT). Adapun kekerasan seksual menurut pasal 8 UU PKDRT adalah pemaksaan hubungan seksual terhadap orang yang tinggal serumah baik untuk diri sendiri maupun untuk tujuan komersil. Pelakunya dijerat dengan pidana penjara 20 tahun atau denda 500 juta rupiah (pasal 48 UU-PKDRT). Sedangkan yang dimaksud dengan kekerasan ekonomi menurut pasal 9 UU tersebut adalah menelantarkan orang dalam ruang lingkup rumah tangganya, padahal ia berkewajiban atas kehidupan, perawatan dan pemeliharaan orang tersebut. Pelaku kekerasan ekonomi ini dijerat dengan pidana penjara selama 3 tahun atau denda 15 Juta rupiah (pasal 49 UU-PKDRT).
Sedangkan dari sisi hukum Islam, Islam melarang suami melakukan kekerasan fisik kepada isterinya, sebagaimana sebuah hadist riwayat Abu Dawud dari Iyas bin Abdillah bin Abi Dzubab, Nabi melarang para suami memukul isterinya. Islam juga melarang umatnya melkaukan kekerasan psikis sebagaimana Quran Surat al-Thalaq ayat 6 : ”Tempatkanlah isterimu dimana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk kemudian menyempitkan hati mereka”. Dalam hal kekerasan ekonomi, Quran Surat Al-Baqarah ayat 233 mewajibkan suami untuk menafkahi isteri dan anaknya Dan kewajiban ayah adalah memberikan makan dan pakaian kepada ibu anaknya dengan cara yang baik. Sedangkan dalam hal kekerasan seksual, Islam mewajibkan umatnya menggauli isteri dengan cara yang maruf, sebagaimana Dalam hadist Nabi riwayat Abu Dawud dan Imam Turmudzi disebutkan :adalah terlaknat, suami yang mendatangi isterinya lewat anus.Janganlah kalian mendatangi isteri kalian lewat anus
Analisis Hukum Peralihan Hak Atas Tanah Tanpa Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah Sebagai Alas Hak Dalam Balik Nama Sertifikat Tanah: Legal analysis of the transfer of land rights without a deed from the official who made the land deed as the basis for the rights behind the name of the land certificate
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peralihan Hak Atas Tanah Tanpa Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Sebagai Alas Hak Dalam Balik Nama Sertifikat Tanah. Perjanjian jual beli tanah di bawah tangan selama memenuhi syarat sah perjanjian dalam pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) maka perjanjian itu sah dan mengikat orang yang melakukan perjanjian, namun tidak bisa digunakan sebagai alas hak untuk balik nama sertifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) karena dalam Peraturan Pemerintah nomor 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah mengharuskan peralihan hak atas tanah melalui jual beli harus didaftarkan dengan akta yang dibuat oleh PPAT. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah berlakunya PP No. 24 tahun 1997 maka peralihan hak atas tanah melalui jual beli harus didaftarkan dengan akta yang dibuat oleh PPAT karena merupakan akta otentik yang kekuatan pembuktiannya kua
Efektivitas Pengelolaan Wakaf Produktif pada Sektor Riil (Studi Kasus Baitulmaal Muamalat perwakilan Jawa Timur): Effectiveness of Productive Waqf Management in the Real Sector (Case Study of Baitulmaal Muamalat, East Java Representative)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengelolaan wakaf produktif pada sektor riil dengan fokus pada kemitraan antara Badan Wakaf Manajemen (BMM) dan Ayam Bakar Pak D outlet Kartini Sidoarjo. Studi kasus pada kemitraan BMM dengan gerai ayam bakar Pak D di Sidoarjo digunakan untuk mendalami mekanisme pengelolaan, pembagian keuntungan, pengelolaan risiko, serta dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Data primer dari penelitian ini merupakan data keuangan pengelolaan wakaf produktif yang dilakukan Baitulmaal Muamalat Perwakilan Jawa Timur pada Ayam Bakar Pak D outlet Kartini Sidoarjo dari tahun 2022-2024 dan data sekunder dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak-pihak terkait, seperti pengurus BMM, perwakilan UMKM, dan penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kemitraan antara BMM dan UMKM merupakan inovasi dalam pengelolaan wakaf produktif. Mekanisme pembagian keuntungan yang jelas dan transparan, serta pengelolaan risiko yang baik, telah berkontribusi pada keberhasilan program ini. Dalam pengelolaannya ditemukan bahwa pengelolaan yang dilakukan sudah dinilai efektif. Selain itu, investasi wakaf produktif pada sektor riil terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap masyarakat, baik dalam hal peningkatan kesejahteraan ekonomi maupun sosial. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi, seperti risiko bisnis, pergantian personel, dan perubahan regulasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan wakaf produktif
Analisis Hukum Ekonomi Syariah Dalam Menanggulangi Sengketa Antara Penyedia Jasa Tour Travel Haji Dan Umroh Dengan Konsumen: Analysis of Sharia Economic Law in Resolving Disputes Between Hajj and Umrah Tour Travel Service Providers and Consumers
Perselisihan antara konsumen dan penyelenggara jasa perjalanan ibadah haji dan umroh menjadi fenomena yang kerap muncul dalam praktik ekonomi syariah modern. Sumber sengketa ini umumnya berasal dari wanprestasi, minimnya keterbukaan informasi, penyimpangan pengelolaan dana, hingga pelanggaran terhadap isi perjanjian yang telah disepakati. Dalam hal ini, hukum ekonomi syariah hadir tidak hanya sebagai seperangkat aturan formal, tetapi juga membawa nilai-nilai luhur seperti keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip-prinsip hukum ekonomi Islam di antaranya akad (ijab qabul), kejujuran (shidq), keadilan (‘adl), serta tanggung jawab (mas’uliyyah) dalam penyelesaian konflik antara jamaah dan pihak penyedia jasa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan metode analisis kualitatif terhadap berbagai rujukan hukum Islam, fatwa DSN-MUI, dan perundang-undangan nasional. Temuan menunjukkan bahwa penyelesaian berbasis prinsip syariah, seperti musyawarah dan perdamaian (sulh), berkontribusi dalam meredam konflik serta mencegah terjadinya pelanggaran serupa di kemudian hari. Penerapan hukum ekonomi syariah secara tepat dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara travel dan membentuk sistem perlindungan hukum yang berkeadilan dan berkelanjutan