E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Masalah Urgen atas Pengakuan Tertuduh dalam Perkara Pidana di Pengadilan: Urgent Problem regarding the Confession of the Accused in Criminal Cases in Court
Artikel ini bertujuan untuk memastikan secara yuridis formal terhadap pengakuan tertuduh atas perkara pidana di Pengadilan. Hukum di negeri ini selalu dalam praktek kehidupan sehari-hari ternyata selalu ditemui dilapangan yang selalu dalam jawaban bersifat kontradikrif, oleh sebab itu dikalangan mereka yang berprofesi hukum lebih cenderung berpikir atau berpendapat bahwa pengakuan itu“an sich”karena belum tentu merupakan bukti yang kuat untuk memastikan atas segala kesalahan bagi tertuduh, karena dalam pengelaman membuktikan untuk memperlihatkan kepada kita semua bahwa ternyata atas pengakuan si tertuduh di luar sidang dan yang terjadi dalam sidang selalu saling berbeda satu dengan yang lain. Untuk itu pengakuan dari si tertuduh saja, secara yuridis formal, belum tentu dapat kita katakan berharga sebagai alat bukti yang sah, kecuali harus disertai dengan keterangan oleh tertuduh itu sendiri, kemudian diperkuatkan lagi oleh keterangan-keterangan dari pada saksi-saksi atau alat bukti yang sah, sesuai yang dinyatakan dalam Pasal 307 HIR (Herziene Indonesiach Reglement). Sebab hal itu pula Pasal 308 HIR menyatakan bahwa pengakuan dari sitertuduh yang tanpa dibarengi dengan keadaan dan kondisi yang sesuai dengan keterangan tertuduh atau saksi, serta dengan bukti-bukti yang lainnya seperti kapan dan dimana perbuatan yang dilakukan oleh tertuduh, dengan cara yang bagaimana dan menggunakan dengan alat apa, tidak dianggap sah dan belum cukup untuk dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan yuridis oleh hakim untuk dapat menjatuhkan putusan pidana. Walaupun kenyataan faktanya demikian, namun hukum positif, khususnya yang terdapat dalam Pasal 308 HIR, sudah mengatur secara tegas bahwa suatu pengakuan yang sudah disampaikan di luar sidang lalu kemudian dicabut kembali oleh tertuduh dalam sidang pengadilan dengan suatu alasan apapun juga, tetap juga pengakuan tersebut bernilai sebagai alat bukti yang sah menurut hukum, kecuali apabila pencabutan kembali pengakuan dari si tertuduh tersebut berdasarkan bukti dan alasan-alasan tertuduh yang tepat, sah dan masuk akal, maka dilihat secara yurudis atas pencabutan kembali pengakuan tertuduh menjadi sah. 
Hubungan Pelayanan Kefarmasian dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di RSUD Madani Palu : The Relationship Between Pharmaceutical Services and Outpatient Patients’ Satisfaction at RSUD Madani Palu
Latar belakang: Pelayanan kefarmasian bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan rumah sakit dan berorientasi pada pelayanan pasien dan penyediaan obat yang bermutu.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelayanan kefarmasian dengan kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Madani Palu.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Sampel berjumlah 98 orang dengan teknik pengambilan sampel nonprobability sampling dengan pendekatan accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.
Hasil: Penelitian ini menunjukkan, dari 98 responden yang menyatakan tangible (bukti langsung) pelayanan farmasi yang baik sebanyak 59,2% dan kurang baik sebanyak 40,8%, hasil uji chi square nilai p: 0,000 (p value ? 0,05). Reliability (kehandalan) yang baik sebanyak 54,1% dan kurang baik sebanyak 45,9%, hasil uji chi square nilai p: 0,000 (p value ? 0,05). Aspek responsiveness (daya tanggap) yang baik sebanyak 54,1% dan kurang baik sebanyak 45,9%, hasil uji chi square nilai p: 0,000 (p value ? 0,05). Aspek assurance (jaminan) yang baik sebanyak 51% dan kurang baik sebanyak 49%, hasil uji chi square nilai p: 0,000 (p value ? 0,05). Aspek empathy (empati) yang baik sebanyak 52% dan kurang baik sebanyak 48%, hasil uji “chi square” nilai p: 0,000 (p value ? 0,05).
Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan pelayanan kefarmasian dengan kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Madani Palu. Saran bagi RSUD Madani Palu diharapkan lebih memberikan pelatihan kepada staf farmasi tentang manajemen persediaan obat yang efektif dan efisien. Pastikan mereka memahami pentingnya penanganan yang cepat dan tepat terhadap permintaan pasien
PENYELESAIAN SENGKETA TANAH MELALUI PROSES HYBRID MEDIASI-ARBITRASE MENURUT UU NO. 30 TAHUN 1999
Penyelesaian Sengketa pertanahan yang bersifat keperdataan oleh pengadilan, dilakukan melalui proses gugatan berdasarkan ketentuan HIR/RBg. Sistem penyelesaian sengketa di pengadilan yang formalistik, dan adanya berbagai upaya hukum yang dapat ditempuh, mengakibatkan lamanya waktu penyelesaian sehingga biaya tidak terukur, dan produk penyelesaian sengketa berupa Putusan Pengadilan yang bersifat “kalah – menangâ€, menjadi alasan penggunaan pilihan penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Melalui penelitian hukum normatif dan mempergunakan metode analisis data secara kualitatif dan deskriptif analisis, diperoleh hasil bahwa sengketa pertanahan yang bersifat keperdataan penyelesaiannya dapat dilakukan di luar pengadilan melalui proses silang atau “mediasi-arbitraseâ€. Nota kesepakatan yang dipersiapkan oleh mediator dalam proses “mediasi-arbitrase†secara khusus dibuat berdasarkan kesepakatan para pihak, akan mengikat para pihak pada proses arbitrase, yang akan menghasilkan putusan arbitrase yang final dan mengikat. Sehingga “mediasi-arbitrase†dapat menjadi sarana penyelesaian sengketa yang memenuhi asas kepastian hukum, asas kemanfaatan dan asas keadilan. Kelemahan daripada mediasi disempurnakan oleh arbitrase yang bersifat final dan mengikat dalam satu proses penyelesaian
Konsumsi Vitamin A untuk Mencegah Kejadian Stunting : Systematic Review: Consumption of Vitamin A to Prevent Stunting Incidents: Systematic Review
Latar belakang: Stunting atau pendek merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak bayi dan balita akibat dari kekurangan gizi kronis dan kondisi ini akan terlihat setelah anak berusia 2 tahun. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 angka prevalensi stunting di Indonesia yaitu 36,8%, tahun 2010 yaitu 35,6%, dan pada tahun 2013 prevalensinya meningkat menjadi 37,2%, terdiri dari 18% sangat pendek dan 19,2% pendek. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan prevalensi balita stunting di Indonesia sebesar 30,8%. Suplementasi Vitamin A berpengaruh terhadap dua indikator gizi anak yaitu anemia (dikategorikan menjadi anemia, dan anemia ringan/sedang) dan kegagalan antropometrik (stunting, wasting, dan underweight) pada anak usia 6–59 bulan.
Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi vitamin A dengan kejadian stunting
Metode: penelitian menggunakan metode Systematic Literatur Review dengan menggunakan 3 alat atau mesin pencarian jurnal, yaitu Embase, ScienceDirect, PubMed dan menggunakan diagram PRISMA (Preffered Reporting Item For Systematic Review and Meta Analysis) yang di terbitkan dalam tahun 2014 sampai 2023. Jurnal yang didapat sebanyak 441 jurnal dan 10 jurnal di review peneliti.
Hasil: 7 dari 10 artikel yang di analiasis ada hubungan antara konsumsi Vitamin A dengan kejadian Stunting, ini menunjukan bahwa asupan micronutrient (Vit A) yang rendah akan beresiko lebih besar terhadap kejadian Stunting.
Kesimpulan: balita yang tidak mendapatkan/mengkonsumsi vitamin A maka semakin besar untuk kejadian Stunting
Autokorelasi Spasial Angka Kematian Neonatal di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat Tahun 2022 dengan Metode Moran’s I dan Geary’s C: Spatial Autocorrelation of Neonatal Mortality Rates in the Provinces of Central Java, East Java and West Java in 2022 Using Moran's I and Geary's C Methods
Latar belakang: Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat merupakan 3 provinsi tertinggi penyumbang kematian neonatal secara nasional. Secara persentase kematian neonatal di 3 Provinsi ini sebesar 40,65% dari jumlah kematian neonatal di tingkat nasional.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat autokorelasi spasial antar kabupaten/kota berdasarkan angka kematian neonatal dan mengidentifikasi kabupaten/kota yang menjadi hotspot kematian neonatal di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat tahun 2022.
Metode: Penelitian ini berdesain studi ekologi dengan pendekatan spasial. Analisis autokorelasi global pada penelitian ini menggunakan pendekatan metode Geary’s C dan Moran’s I, sedangkan autokorelasi lokal menggunakan metode Local Moran dan Local Geary.
Hasil: Hasil uji autokorelasi secara global angka kematian neonatal menggunakan metode Moran’s I maupun Geary’s C menunjukkan adanya autokorelasi positif dan membentuk pola mengelompok. Cluster map dengan metode Local Moran mengidentifikasi 5 wilayah hotspot, yaitu Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo, sedangkan cluster map dengan metode Local Geary mengidentifikasi 6 wilayah hotspot yaitu Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Rembang dan Kabupaten Bondowoso.
Kesimpulan: Berdasarkan analisis autokorelasi global dengan metode Geary’s C dan Moran’s I Angka Kematian Neonatal di Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat menunjukkan pola mengelompok. Metode Local Moran mengidentifikasi 5 wilayah hotspot sedangkan dengan menggunakan metode Local Geary mengidentifikasi 6 wilayah hotspot
Autokorelasi Spasial Unmet Need Keluarga Berencana di Pulau Sumatera Tahun 2022: Spatial Autocorrelation Unmet Need for Family Planning on Sumatra Island in 2022
Latar belakang: Salah satu permasalahan program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia adalah tingginya angka kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need KB). Di Pulau Sumatera, terdapat disparitas angka unmet need KB antar wilayah, dimana sebagian provinsi memiliki angka unmet need KB tinggi dan sebagian lainnya rendah.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan autokorelasi spasial berdasarkan angka unmet need KB dan menemukan wilayah hotspot unmet need KB di Pulau Sumatera tahun 2022.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi ekologi. Unit analisis dalam penelitian ini adalah kabupaten/kota, sedangkan ruang lingkup wilayah yang dianalisis meliputi kabupaten/kota yang berada di pulau induk Sumatera sebanyak 131 kabupaten/kota. Uji autokorelasi spasial dilakukan dengan menggunakan Indeks Moran dan Local Indicator of Spatial Autocorrelation (LISA).
Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif unmet need KB di Pulau Sumatera tahun 2022 (p value=0,001, I=0,646, E(I)=-0,008). Artinya, persentase unmet need KB pada satu wilayah kabupaten/kota berkaitan dengan wilayah sekitarnya, dengan pola mengelompok (clustered). Wilayah yang menjadi hotspot unmet need KB di Pulau Sumatera tahun 2022 berdasarkan pola kluster yang terbentuk adalah sebanyak 27 kabupaten/kota.
Kesimpulan: Kejadian unmet need KB di Pulau Sumatera tahun 2022 membentuk pola mengelompok berdasarkan wilayah kabupaten/kota yang berdekatan dan tidak terjadi secara acak. Wilayah hotspot dapat diusulkan sebagai prioritas dalam melakukan intervensi penurunan unmet need KB di Pulau Sumatera
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga dan Pola Asuh Orangtua untuk Membentuk Perilaku Sosial Remaja (Studi Kasus Keluarga Kristen di Rusunawa Rawa Bebek): The Role of Christian Religious Education in the Family and Parenting Patterns to Shape Adolescent Social Behavior (Case Study of Christian Families in Rusunawa Rawa Bebek)
Keluarga merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat, sehingga peran keluarga dalam memberi pondasi atau dasar untuk anak-anak mereka dapat menjalankan kehidupan ditengah-tengah masyarakat sangat krusial. Dalam hal ini maka peran pendidikan agama dan pola asuh orangtua memiliki kontribusi besar dalam membentuk perilaku social anak dalam keluarga.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran pendidikan agama kristen dalam keluarga dan pola asuh orangtua yang akan membentuk perilaku social anak dalam keluarga di usia remaja.Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pendidikan agama kristen dan pola asuh orangtua yang dilakukan sejak dini menjadi pondasi yang kuat dalam membentuk perilaku social karena Firman Tuhan menunjukkan secara eksplisit bahwa pendidikan dan pola asuh yang diberikan orangtua harus bersifat relegius dan membuat remaja dapat bertumbuh dalam perilaku yang kristiani
Pengaruh Kompensasi, Lingkungan Kerja, dan Work Family Conflict, terhadap Turnover Intention: The Influence of Compensation, Work Environment, and Work Family Conflict on Turnover Intention
The purpose of this research is to determine the influence of compensation, work environment, and work family conflict on turnover intention of PT employees. Gitamadu Sweets Manufacturers Semarang. This type of research used in this research uses quantitative research methods. The population used is all employees of PT. Gitamadu Sweets Manufacturers Semarang, using saturated samples as a sampling technique. So the sample used in this research was 167 employees. Data analysis used in this research used multiple linear regression analysis with the help of the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) program. The research results show that the work environment influences turnover intention, there is no influence between the compensation variable and the work family conflict variable on turnover intention
Eksistensi Lembaga Bantuan Hukum dalam Memberikan Bantuan Hukum bagi Masyarakat: The Existence of Legal Aid Institutions in Providing Legal Aid for the Community
Lembaga Bantuan Hukum merupakan lembaga non-profit yang pendiriannya bertujuan untuk memberikan pelayanan bantuan hukum secara gratis (cuma-cuma) kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum, namun tidak mampu bahkan yang tidak mengerti hukum. Lembaga bantuan hukum berperan besar dalam access to justice bagi masyarakat yang tidak mampu karena berperan besar dalam memberikan solusi dari tingkat konsultasi, tingkat pendampingan bagi masyarakat di luar pengadilan (non-litigasi) hingga tingkat pendampingan bagi masyarakat di tingkat pengadilan (litigasi). Eksistensi Lembaga Bantuan Hukum ini sangat membantu bagi masyarakat terutama masyarakat yang tidak mampu secara finansila dan masyarakat yang tidak memiliki pengetahuan terhadap hukum, karena Lembaga Bantuan Hukum memberikan bantuan hukum secara gratis atau tanpa imbalan dari masyarakat. Bahkan apabila ada Lembaga Bantuan Hukum yang terbukti menerima atau meminta pembayaran dari penerima bantuan hukum dan/atau pihak lain yang terkait dengan perkara yang sedang ditangani dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun dengan denda paling banyak Rp50 juta
Peranan Pembelajaran Organisasi dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi (Studi Kasus Perusahaan Properti PT. Madea Mitra Mandiri di Kota Palu): The Role of Organizational Learning to Improve the Organizational Performance (A Case Study on Property Company PT. Madea Mitra Mandiri Palu)
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan strategi pembelajaran organisasi melalui kapabilitas organisasi dan keunggulan kompetitif dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi pada perusahaan properti, PT. MadeaMitraMandiri, Palu. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mana penelitian ini dilakukan di PT. MadeaMitraMandiri dan mempekerjakan empat orang informan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa atribut pembelajaran organisasi dibangun melalui keterbukaan, kepercayaan, dan pemecahan masalah. Atribut kemampuan organisasi dibentuk melalui negosiasi, pemahaman hukum dan pelemahan izin. Atribut Keunggulan Kompetitif dibangun dari desain dan fasilitas, sedangkan atribut kinerja organisasi dibentuk oleh harga, kredit, dan bonus atau penghargaan