E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Peran Hukum Lingkungan dalam Mendukung Konservasi Sumber Daya Alam di Indonesia: The Role of Environmental Law in Supporting Natural Resource Conservation in Indonesia
Hukum lingkungan memainkan peran penting dalam mendukung konservasi sumber daya alam di Indonesia. Studi ini menganalisis efektivitas regulasi lingkungan, tantangan dalam implementasi, serta solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keberlanjutan ekosistem. Dengan menggunakan metode studi dokumen, penelitian ini menelaah berbagai peraturan, kebijakan, serta laporan akademik yang berkaitan dengan hukum lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) telah memberikan kerangka hukum yang jelas, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, termasuk lemahnya penegakan hukum, korupsi dalam proses perizinan, serta minimnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan lingkungan.Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini merekomendasikan beberapa langkah strategis, seperti penguatan sanksi terhadap pelanggar hukum lingkungan, peningkatan transparansi dalam perizinan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pemantauan lingkungan. Selain itu, keterlibatan masyarakat dan sektor swasta dalam menerapkan prinsip green business juga sangat diperlukan untuk mendukung keberlanjutan sumber daya alam. Dengan pendekatan yang lebih sistematis dan kolaboratif, hukum lingkungan dapat menjadi instrumen yang lebih efektif dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan konservasi ekosistem di Indonesia
Edukasi dan Pengolahan Daun Kelor untuk Pencegahan Stunting dan Anemia : Education And Processing of Moringa Leaves for Prevention of Stunting and Anemia
Latar Belakang: Tingginya prevalensi stunting dan enemia di indonesia, terutama pada balita dan remaja, mendorong upaya peningkatan pengetahuan masyarakat untuk pencegahan dini.
Tujuan: Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat daun kelor untuk mencegah stunting dan anemia. Memberikan pelatihan pengolahan daun kelor menjadi es krim dan sosialisasi cara pengolahannya.
Metode: Edukasi melalui penyuluhan dan leaflet, serta metode kuantitatif (pre-test dan post-test) untuk mengukur pengetahuan siswi SMP Negeri 14 Baubau sebelum dan sesudah materi, pendampingan pengolahan es krim daun kelor, dan pembagian es krim.
Hasil: Peningkatan pengetahuan siswi tentang stunting, manfaat daun kelor, dan pengolahannya serta respon positif terhadap edukasi dan produk.
Kesimpulan: inovasi es krim daun kelor berpotensi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal untuk pencegahan stunting.  
Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Melalui Program One Pesantren One Product Jatim Dipondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto: Family Economic Empowerment Through the One Pesantren One Product East Java Program at the Amanatul Ummah Islamic Boarding School in Mojokerto
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan ekonomi keluarga dan dampak program OPOP di Pesantren Amanatul Ummah. Fokus utama penelitian adalah pada pemberdayaan santri dalam unit usaha air minum "Afia" dan pemberdayaan ekonomi keluarga pesantren, di mana keuntungan dari usaha ini disalurkan kembali untuk pesantren. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan strategi penelitian lapangan. Sumber data primer meliputi wawancara dengan berbagai pihak terkait, termasuk Gubernur Jawa Timur, Wakil Gubernur, Kepala Kemenag Jawa Timur, Kepala Diskop UKM, Sekjen OPOP, Bupati Mojokerto, dan berbagai pihak di pesantren. Data sekunder diperoleh melalui website OPOP, buku materi, dan Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 62 tahun 2020 tentang OPOP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program OPOP di Pesantren Amanatul Ummah cukup berhasil. Program ini tidak hanya menyerap tenaga kerja dari santri, alumni, dan masyarakat sekitar, tetapi juga memberikan kontribusi ke pesantren berupa 50% dari keuntungan bersih perusahaan. Dampak positif lainnya terlihat dari kemudahan dalam perizinan, sertifikat MUI, promosi, dan pemasaran, serta peningkatan SDM melalui pelatihan internal. Penulis menyarankan agar pelatihan lebih sering diadakan, tidak hanya untuk internal pesantren tetapi juga untuk keluarga pesantren agar lebih berwawasan dalam berwirausaha. Selain itu, penambahan unit usaha lain perlu dilakukan untuk memberdayakan lebih banyak santri dan alumni. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa program OPOP memberikan dampak signifikan dalam pemberdayaan ekonomi keluarga pesantren, namun masih ada ruang untuk pengembangan lebih lanjut
Keharaman Nikah Siri dan Pandangan Masyarakat Enrekang: The Prohibition of Secret Marriage and the Views of the Enrekang Community
Penelitian ini menggali larangan pernikahan siri dan mengkaji perspektif masyarakat Enrekang di Sulawesi Selatan, Indonesia. Pernikahan siri, yang didefinisikan sebagai praktik menikah beberapa kali melalui perceraian berturut-turut atau kematian pasangan, dipandang berbeda lintas budaya dan sistem hukum. Memanfaatkan pendekatan metode campuran yang menggabungkan survei dan wawancara, penelitian ini menilai sikap masyarakat terhadap pernikahan siri dan mengeksplorasi faktor-faktor budaya, agama, dan hukum yang mendasari yang memengaruhi pandangan ini. Temuan ini menunjukkan dominasi persepsi negatif tentang pernikahan siri di Enrekang, sebagian besar dibentuk oleh nilai-nilai tradisional dan ajaran Islam yang menekankan stabilitas Pernikahan dan mencegah perceraian. Studi ini berkontribusi pada pemahaman norma-norma Pernikahan regional dan menyarankan implikasi bagi kebijakan dan pendidikan masyarakat untuk mengatasi stigmatisasi yang terkait dengan pernikahan kembali siri
Implementasi Teknik Pemijatan Marmet dengan Masalah Keperawatan Menyusui Tidak Efektif Pada Ibu Post Partum di Ruangan Matahari Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Implementation of Marmet Massage Technique with Breastfeeding Nursing Problems is Not Effective in Post Mothers Partum in the Sun Room at Undata Hospital Central Sulawesi Province
Postpartum adalah periode yang dilalui ibu dari hari pertama kelahiran hingga 6 minggu kelahiran. Pada tahap ini, ada perubahan fisik, alat produksi, perubahan psikologis yang menghadapi masa laktasi atau menyusui.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi teknik pemijatan marmet dengan masalah keperawatan menyusui tidak efektif pada ibu post partum di RSUD undata provinsi sulawesi tengah.Metode penelitian ini menggunakan studi kasus deskripftif yang membahas kasus tertentu, dan membutuhkan peneliti untuk memulai penelitian dengan menggunakan teori deskriptif untuk menjelaskan hasil penelitian secara terperinci. Tindakan keperawatan yang dilakukan yaitu teknik pemijatan marmet dengan masalah keperawatan menyusui tidak efektif pada ibu post partum. Hasil penelitian setelah diberikan implementasi teknik pemijatan marmet pada Ny.S dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 01 sampai 03 september 2024 pasien mengatakan ASI nya sudah keluar namun belum lancar, pasien nampak sudah keluar ASI namun hanya sedikit, tekanan darah: 140/70 mmhg, nadi: 88x/menit, suhu: 36,7°C, Respirasi: 22x/menit, Spo2: 98%. Kesimpulan penelitian ini adalah pada penanganan permasalahan yang dialami oleh Ny.S analisis cenderung kurang maksimal karena pengeluaran ASI yang belum lancar, namun dianjurkan kepada pasien untuk melakukan teknik pemijatan marmet dirumah.  
Parental Perception of Preschool Children's Mental Health and Synchronous Online Education Effectiveness in Knowledge Enhancement
Introduction: Mental health in children is crucial for their growth, development, and academic achievement. The high prevalence of mental health disorders in children necessitates efforts to enhance parental knowledge via more accessible channels. This study aims to evaluate parental perceptions of children's mental health and assess the impact of online mental health education on parental knowledge.
Methods: A quasi-experimental design using a single-group pre-test and post-test method was conducted with 52 participants. The intervention consisted of synchronouz mental health education delivered via an online meeting platform, with data collected through pre- and post-test evaluations using Google Forms.
Results: 53.8% of parents were concerned about their child's mental health, yet 40.4% were unsure about their capacity to recognize symptoms, and 78.8% had never conducted early screening. The Wilcoxon Signed-Rank Test indicated no statistically significant difference in knowledge scores before and after the intervention (p=0.177). However, the mean score increased slightly from 6.71 (SD=1.05) in the pre-test to 6.98 (SD=1.29) in the post-test. The effect size (r = -0.64, 95% CI = [-0.91, -0.37]) shows an impact classified as moderate to large.
Conclusion: While many parents are concerned for their children's mental health, many cannot recognize symptoms and have not undertaken early screening. Although statistical significance was not achieved, the observed effect size and knowledge improvement in specific individuals highlights online education's potential to enhance parental understanding of children's mental health. It is imperative to advance the exploration of interactive and adaptable learning strategies to maximize the effectiveness of educational interventions
The Intersection of Policy, Economics, and Workforce Resilience in Global Healthcare Systems: A Narrative Review
Introduction: In this study, we aimed to examine systemic barriers and facilitators affecting healthcare workers, including policy frameworks, economic conditions, and organizational structures. With healthcare worker support mechanisms playing a critical role in ensuring the effectiveness and sustainability of healthcare systems, our objective was to assess the impact of these factors on healthcare worker well-being, service quality, and healthcare disparities, particularly among marginalized populations.
Methods: This comprehensive narrative review involved an in-depth analysis of peer-reviewed literature from major academic databases. The study focused on healthcare worker experiences, policy impacts, and cultural considerations. Articles were selected based on relevance to healthcare worker support mechanisms, and data synthesis was conducted to identify key themes.
Results: The primary outcome of the study indicated that inadequate healthcare worker support contributes to disparities in care, burnout, and reduced service quality. Additionally, findings emphasized the importance of policies promoting equitable resource allocation, mental health support, and interdisciplinary collaboration. Economic stability and culturally sensitive healthcare models were identified as crucial for improving worker well-being and patient outcomes.
Conclusion: In conclusion, our study contributes to the understanding of healthcare worker support by highlighting the systemic barriers and facilitators affecting their well-being and performance. This research provides insights into the need for policy reforms and organizational interventions to enhance healthcare workforce resilience. Future studies should focus on longitudinal evaluations of healthcare worker support mechanisms and comparative analyses of different healthcare systems, ultimately advancing strategies for sustainable and effective global healthcare systems
Relative Risk and Distribution Assessment of Tuberculosis Cases: A Time-Series Ecological Study in Aceh, Indonesia
Introduction: Tuberculosis (TB) remains a critical public health issue, particularly in high-incidence regions like Aceh Province, Indonesia. This study aimed to estimate the Relative Risk (RR) and analyze significant differences in the temporal distribution of TB cases across Aceh Province.
Methods: A time-series ecological study was conducted using TB case and population data from 23 districts/cities in Aceh Province between 2016 and 2022. Data were analyzed using R software, applying descriptive and inferential statistics. The Standardized Morbidity Ratio (SMR) method estimates RR and is categorized into five risk levels. The Kolmogorov-Smirnov test assessed data normality, guiding the selection of statistical tests. The Friedman and Wilcoxon Signed-Rank tests examined differences in TB case distribution trends.
Results: Significant spatial and temporal variations in TB risk were identified. Districts such as Banda Aceh (RR = 2.29–2.13) and Lhokseumawe (RR = 1.89–2.21) consistently demonstrated high RR from 2016 to 2022, reflecting persistent TB transmission. A general upward trend in TB cases was observed across districts, with significant spatial variation (p < 0.001), highlighting a worsening TB burden.
Conclusions: The study emphasizes the urgent need for targeted public health interventions tailored to TB's unique spatial and temporal dynamics in Aceh Province, Indonesia. Applying SMR and robust statistical analyses provides valuable insights to inform localized TB control policies and strengthen management strategies in high-burden areas
Gamifying Interprofessional Education: Development of the 'My Medicine E-Matching Card' Innovation
Introduction: Interprofessional education (IPE) is essential for equipping healthcare students with the competencies required for effective collaborative and patient-centered care. Traditional IPE methods, however, often lack interactivity and fail to simulate authentic clinical dynamics.
Objective: This study aimed to design and evaluate the My Medicine E-Matching Card, a gamified digital platform intended to enhance IPE through interactive, case-based learning and foster collaboration among students of multiple health professions.
Methods: A qualitative case study approach was employed involving 20 IPE lecturers from nursing, medicine, pharmacy, and dentistry programs at Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Data were collected through focus group discussions (FGDs) and analyzed using thematic analysis to guide the development of the application's features.
Results: The analysis identified three core themes: the need for clear role delineation, interactive clinical case simulations, and mechanisms for real-time interdisciplinary collaboration. These themes were integrated into the app design. Lecturers noted improved student engagement, enhanced collaborative decision-making, and reduced hierarchical barriers. Key features of the application included customizable clinical scenarios, asynchronous learning access, and structured feedback tools.
Conclusion: The My Medicine E-Matching Card demonstrates promise in advancing interprofessional learning by integrating gamification into IPE. By simulating real-life clinical encounters in a digital environment, the platform cultivates teamwork, communication, and clinical reasoning skills. Further longitudinal studies are warranted to assess its educational impact and scalability across institutions.  
Technology Acceptance of the OKY Application Among Junior High School Girls in Indonesia: A Tam-Based Study
Introduction: Adolescents experience significant physical changes during puberty; however, many lack adequate knowledge regarding menstrual hygiene management. This knowledge gap can lead to negative health outcomes. The OKY application is a menstrual tracker that also provides an encyclopedia on puberty and menstrual hygiene, and offers valuable educational resources. Despite its potential, the application remains underutilized by adolescents. This study aims to analyze the relationship between technology acceptance variables and the use of the OKY application among junior high school students.
Methods: This study employed a cross-sectional design. Data were collected from 72 female junior high school students who had been introduced to the OKY application. Participants were selected using proportionate stratified random sampling. The Technology Acceptance Model (TAM) was utilized to assess user perceptions through a structured questionnaire. TAM was utilized innovatively to assess students' perceptions of the application's ease of use, usefulness, and intention to use through a structured questionnaire specifically tailored for this educational setting. Data analysis was conducted using the Spearman correlation test to evaluate relationships among variables. Instrument validation and ethical approval were secured in accordance with research ethics guidelines.
Result: The study revealed a strong correlation between knowledge, skill, and curiosity with perceived usefulness of the OKY application. Furthermore, significant relationships were identified between perceived ease of use, attitude toward using, behavioral intention, and actual system use. These findings indicate that both cognitive and affective factors influence the adoption of the application.
Conclusion: To enhance the adoption and effective use of the OKY application for menstrual hygiene management, it is recommended to strengthen socialization initiatives and implement peer counseling programs. Such interventions may support increased awareness, acceptance, and consistent use of the application among adolescents