E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Digital Economy Transformation: The Potential of Digital Transactions in Developing Small and Medium Enterprises in Palu City
This study introduces a digital economy perspective that focuses on digital transactions in developing a business, especially Small and Medium Enterprises (SMEs) in Palu City. The method used in this study is quantitative with a causal associative approach to determine the relationship and influence between exogenous variables (digital transactions) on endogenous variables (income level). The population of this study, namely SMEs in West Palu District, totaled 288, while the determination of the sample in this study used a census. The sampling technique is the purposive sampling technique, the number of samples obtained is 197 SMEs, while 91 SMEs do not meet the criteria that have been determined. The findings of this study are that digital transactions have a significant influence on the income level of a Small and Medium Enterprises (SMEs) in West Palu District, Palu City. Another finding is that digital transactions have a strong relationship with income levels
Ethical Considerations in AI-Enhanced Strategic Management: Implications for Corporate Social Responsibility
This study aims to analyze the ethical implications of the application of artificial intelligence (AI) in corporate strategic management and its impact on corporate social responsibility (CSR). The method used is a systematic literature review with a qualitative approach, collecting secondary data from various relevant journals. The results of the analysis of 15 studies show various approaches in exploring the ethics and impact of technology, especially AI, on strategic management and CSR. Several studies highlight the challenges in creating inclusive ethical regulations through AI auditing and ethical standardization. Ethical concerns arise in the use of AI in sectors such as insurance, education, and retail, especially related to privacy protection and customer satisfaction. These findings emphasize the need for a strong ethical framework to ensure the fair and responsible use of AI
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DENGAN METODE AEROB DI KELURAHAN PAPPOLO, KECAMATAN TANETE RIATTANG, KABUPATEN BONE
Kompos adalah pupuk organik yang merupakan hasil penguraian atau dekomposisi bahan organik yang dihasilkan dari tanaman, hewan, sampah, yang dilakukan oleh mikroorganisme aktif, seperti bakteri dan jamur. Kompos dapat dibuat menggunakan sampah yang berasal dari dapur seperti kulit buah, sisa sayur, sisa buah, sisa makanan dan sampah kebun seperti dedaunan, dan rumput, yang dapat dijadikan kompos.Ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia perlu mendapat perhatian dari Perguruan Tinggi. Pasalnya, pupuk kimia dapat mengurangi kesuburan tanah. Oleh karena itu, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Yapi Bone merasa perlu melatih dan mendampingi masyarakat agar beralih menggunakan pupuk organik. Pelatihan dan pendampingan pembuatan pupuk dirancang sebagai upaya mengurangi ketergantungan masyarakat dengan pupuk kimia. Selain itu, pelatihan dan pendampingan ini untuk mengolah potensi wilayah, dalam hal ini pupuk kandang, untuk meningkatkan produktifitas dan ekonomi masyarakat. Hasil pelatihan dan pendampingan ini menunjukkan bahwa kemitraan antara perguruan STIP YAPI Bone dan masyarakat menjadi penting. Kemitraan ini menjadikan masyarakat semakin mandiri dan berdaya saing. Selain itu, program pelatihan dan pendampingan ini menunjukkan komitmen STIP YAPI Bone dalam meningkatkan harkat dan martabat masyaraka
EDUKASI DIABETES MELLITUS DAN PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH
hiperglikemia akibat kegagalan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penyakit ini bersifat kronis dan jumlah penderitanya terus meningkat di seluruh dunia sejalan dengan bertambahnya jumlah populasi, usia, prevalensi obesitas, dan penurunan aktivitas fisik. Akibatnya, jumlah penderita akan berlipat ganda dalam satu dekade mendatang sehingga akan menambah beban biaya pelayanan di bidang kesehatan, terutama di negara berkembang. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah: untuk melakukan edukasi kesehatan tentang Diabetes Mellitus kepada masyarakat dan mengetahui jumlah kadar glukosa darah penderita Diabetes Mellitus. Metode kegiatan ini adalah dengan memberikan informasi dan pemeriksaan kesehatan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penelitian yang dilakukan pada 25 pasien didapatkan banyak yang tidak mengetahui pentingnya pemeriksaan kadar glukosa darah secara rutin pada pasien Diabetes Mellitus, pasien mampu menjawab dan menjelaskan pentingnya pemeriksaan kadar glukosa darah secara rutin dan pemahaman Diabetes Mellitus. Hasil penilaian setelah diberikan edukasi kesehatan tentang diabetes mellitus adalah semua pasien bersedia memeriksakan kadar glukosa darahnya. Kesimpulannya adalah terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan tentang diabetes mellitus serta adanya kesadaran untuk melakukan pentingnya pemeriksaan kadar glukosa darah secara rutin di pelayanan kesehata
The Sensitivity, Specificity and Cutoff of Physical Activity and Psychological Stress on Chronic Kidney Disease
Introduction: The prevalence of chronic kidney disease (CKD) in Kendari City, Southeast Sulawesi tends to increase. CKD is a Silent Killer disease, because sufferers do not realize it early. There are many risk factors for CKD, including low physical activity and psychological stress, but their effects on CKD unclears in Kendari City. The aim of study is to analyse level sensitivity, specificity and cutoff point of physical activity and psychological stress effect on CKD in Kendari City.
Methods: This study applied a quantitative method with cross sectional study recruited 136 people who aged 17-75 years old. They were interviewed with a questionnaire and took urine samples to determine proteinuria as a biomarker of CKD, using the 24-hour urinalysis method. Data analysis used the ROC curve at a 95% confidence interval (p<0.05) was considered statistically significant.
Results: This study found that physical activity had the ability to predict CKD by 68.6% (95%CI: 59.7%-77.5%). Meanwhile, the psychological stress variable has the ability to predict CKD is 76.1% (95% CI: 64.6%-87.7%). The sensitivity and specificity of physical activity are 62.9% and 63.6% respectively. The cut-off point of physical activity is 4.25 hours per day. Meanwhile, the sensitivity and specificity of psychological stress is 71.4% and 69.6% respectively. The Cutoff points for psychological stress is 12.50 or mild stress.
Conclusion: Physical activity and psychological stress variables can both be used to predict CKD in Kendari City. However, the ability of the psychological stress variable is slightly stronger than the physical activity variable. Someone who does physical activity equal to or above 4.25 hours per day is 62.9% less likely to suffer from kidney disease, compared to those whose physical activity is less than 4.25 hours per day. Thus, for someone who experiences mild psychological stress or above, they are 71.4% more likely to experience kidney disease, compared to those who are not stressed. The results of this study can contribute to the literature to determine program standards in carrying out health promotion and prevention towards controlling chronic kidney disease
The Role of Teacher-Parent Communication in Enhancing Students' Learning Motivation at Mts Maarif, Limboro, Polewali Mandar
This study aims to 1) identify the forms of communication between teachers and parents that enhance student motivation at Mts Maarif Limboro, 2) determine the role of teacher communication in boosting student learning motivation at Mts Maarif Limboro, 3) examine the role of parent communication in enhancing student learning motivation at Mts Maarif Limboro, 4) identify the barriers teachers face in improving student learning motivation at Mts Maarif Limboro, and 5) explore the challenges parents face in enhancing their children's learning motivation at Mts Maarif Limboro. This research adopts a field study approach with a qualitative methodology. The primary data sources include eighth-grade homeroom teachers, Fikih teachers, parents of students, and eighth-grade students. Data collection was conducted through interviews with relevant parties, including eighth-grade homeroom teachers, Fikih teachers, parents, and eighth-grade students, as well as through observation and documentation. The credibility of the data was ensured using triangulation techniques. The data analysis process involved data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that 1) the form of communication used by teachers and parents is interpersonal communication, 2) the role of teacher communication with students involves educating and motivating, 3) the role of parent communication with children involves guiding and facilitating their learning needs, 4) the barriers teachers face in increasing student motivation include students' lack of receptiveness to the material and ineffective interpersonal relationships among students, and 5) the barriers parents face in enhancing their children's learning motivation include limited interaction time at home and economic conditions.
 
Kesadaran Hukum Perawat Terhadap Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit Umum Daerah Pambalah Batung; Pendekatan Sosiolega: Nurses' Legal Awareness of Patient Safety at Pambalah Batung Regional General Hospital; Sociolegal Approach
Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan yuridis empiris (sosiolegal). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Tujuan penelitian adalah menganalisis kesadaran hukum perawat terhadap keselamatan pasien serta perlindungan hukum pasien dalam pelayanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran hukum tenaga kesehatan di RSUD Pambalah Batung lebih dipengaruhi oleh praktik dan pengalaman langsung di lapangan daripada pemahaman teoritik terhadap regulasi. Kesadaran hukum perawat masih bersifat deklaratif, belum menjadi kesadaran operasional. Meskipun perawat mengetahui bahwa keselamatan pasien merupakan bagian dari standar layanan, pemahaman mereka belum sampai pada tingkat bahwa keselamatan adalah hak hukum pasien yang wajib dilindungi secara aktif. Hal ini tampak dari minimnya komunikasi bermakna, pelaksanaan informed consent yang cenderung administratif, dan kurangnya keterlibatan keluarga dalam upaya pencegahan insiden. Perlindungan hukum terhadap pasien pun masih bersifat formalistik. Walaupun tersedia dokumen seperti SPO keselamatan dan panduan insiden, belum terbangun budaya organisasi yang mendukung keterbukaan dan pembelajaran dari kegagalan. Perlindungan lebih diarahkan pada institusi daripada hak pasien. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara hukum tertulis (law in the books) dan praktik nyata (law in action), yang menjadikan sistem keselamatan pasien rapuh. Rumah sakit semestinya menjadi jembatan antara ilmu dan cinta, keputusan dan doa, data dan makna. Dalam hal ini, keluarga bukan pengganggu, melainkan bagian esensial dari sistem keselamatan pasien.
 
Perbedaan Efektivitas Umpan Jagung Kuning Dan Ikan Teri Sebagai Rodentisida Dalam Pengendalian Tikus Di Pasar Rakyat Liluwo Kota Gorontalo: Difference in Effectiveness of Yellow Corn Bait and Anchovies as Rodenticides in Controlling Rats at Liluwo Traditional Market, Gorontalo City
Tikus merupakan vektor berbagai penyakit yang membahayakan kesehatan masyarakat dan banyak ditemukan di lingkungan pasar tradisional. Rodentisida yaitu metode yang digunakan untuk mengendalikan populasi tikus. Salah satu metode pengendalian tikus yang ramah lingkungan adalah pengendalian fisik dengan menggunakan perangkap hidup (live trap) yang diberi umpan. Jagung kuning digunakan sebagai umpan nabati dengan mengandalkan warna, tekstur dan nutrisi yang dimiliki. Ikan teri digunakan sebagai umpan hewani dengan mengandalkan bau, tekstur dan nutrisi yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas umpan jagung kuning dan ikan teri sebagai rodentisida dalam pengendalian tikus di Pasar Rakyat Liluwo Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan rancangan one shot case study. Sebanyak 20 perangkap hidup dipasang setiap hari selama 5 hari berturut-turut, masing-masing 10 perangkap diberi umpan jagung kuning dan 10 perangkap diberi umpan ikan teri. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney dengan ? = 5% (0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan jagung kuning memiliki tingkat kesuksesan perangkap (trap success) yang lebih tinggi yaitu 17 ekor (34%) dibandingkan ikan teri yaitu 7 ekor (14%). Jagung kuning dinilai lebih efektif karena memiliki warna mencolok, tekstur dan kandungan karbohidrat tinggi yang disukai oleh tikus. Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan efektivitas umpan jagung kuning dan ikan teri sebagai rodentisida dalam pengendalian tikus di Pasar Rakyat Liluwo Kota Gorontalo (p-value 0,013 < 0,05). Disarankan untuk meningkatkan jumlah dan ukuran perangkap agar hasil penangkapan lebih maksimal
KEKUATAN EKSEKUTORIAL AKTA PERDAMAIAN DALAM PERKARA SENGKETA EKONOMI PERSPEKTIF HUKUM PERDATA
Akta perdamaian merupakan instrumen hukum yang memiliki kekuatan eksekusi yang setara dengan putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap. Akta ini lahir dari kesepakatan antara pihak-pihak yang bersengketa di hadapan hakim dalam proses persidangan, yang kemudian dituangkan dalam berita acara persidangan. Dalam praktik penyelesaian sengketa di bidang ekonomi, akta perdamaian sering menjadi pilihan karena mampu memberikan kepastian hukum sekaligus menghemat waktu bagi para pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kekuatan eksekutorial akta perdamaian dalam penyelesaian sengketa ekonomi berdasarkan perspektif hukum perdata. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan terhadap peraturan perundang-undangan dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akta perdamaian memiliki kekuatan eksekusi yang sebanding dengan grosse akta, sehingga dapat langsung dilaksanakan tanpa harus mengajukan gugatan baru. Dasar kekuatan ini tercantum dalam Pasal 130 HIR yang menegaskan bahwa akta perdamaian memiliki kekuatan hukum yang sama dengan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Kendati demikian, terdapat beberapa batasan hukum seperti keabsahan kesepakatan, kejelasan isi akta, dan syarat bahwa objek perdamaian tidak boleh bertentangan dengan ketentuan hukum. Oleh karena itu, pembuatan akta perdamaian harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan sengketa baru pada tahap pelaksanaan
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU TENAGA KERJA DALAM PENERAPAN K3 PADA PEKERJAAN DRAINASE (STUDI KASUS PEKERJAAN DRAINASE JLN. KEPUTIH TEGAL TIMUR, SURABAYA)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap perilaku tenaga kerja pada proyek konstruksi, dengan studi kasus pada proyek drainase U-Ditch. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan software WarpPLS. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengetahuan (X1) dan sikap (X2), sedangkan variabel terikat adalah perilaku tenaga kerja (Y). Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 11 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku tenaga kerja dengan koefisien jalur sebesar 0,802 dan p-value < 0,001. Sebaliknya, pengetahuan memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap perilaku tenaga kerja, dengan koefisien jalur sebesar 0,180 dan p-value sebesar 0,252. Nilai R-squared sebesar 0,94 menunjukkan bahwa kombinasi variabel pengetahuan dan sikap mampu menjelaskan 94% variasi perilaku tenaga kerja. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pengetahuan dan sikap sebagai faktor kunci dalam membentuk perilaku kerja yang produktif di lapangan konstruksi