E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
OPTIMALISASI FUNGSI INTELIJEN KEPOLISIAN DALAM PENANGANAN KEJAHATA TERORGANISIR TRANSNASIONAL
Kejahatan terorganisir transnasional merupakan ancaman serius bagi stabilitas nasional Indonesia, yang memerlukan peran strategis intelijen kepolisian dalam mendeteksi dan menangani jaringan kejahatan lintas negara. Namun, regulasi yang ada masih bersifat umum dan belum optimal, sehingga menyulitkan pelaksanaan fungsi intelijen secara efektif. Melalui metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini menemukan bahwa kelemahan dalam pengaturan, khususnya dalam Perkabik No. 2 Tahun 2013, menjadi hambatan dalam penguatan peran intelijen kepolisian. Hasil kajian menegaskan pentingnya pembaruan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mendukung kerja sama internasional guna memperkuat upaya pencegahan dan penindakan kejahatan lintas batas. Kesimpulannya, optimalisasi fungsi intelijen kepolisian harus diwujudkan melalui reformasi regulasi yang lebih spesifik, adaptif, dan kolaboratif agar mampu menjawab tantangan kejahatan transnasional secara efektif dan akuntabel
Evaluation of the Utilization of the Hospital Management Information System (SIMRS) at Madani Regional General Hospital, Palu
Introduction: The Hospital Management Information System (SIMRS) plays a crucial role in supporting optimal healthcare services in hospitals. SIMRS enables efficient and effective management of information, ranging from patient data to hospital administration. At Madani Regional General Hospital, Palu, the implementation of SIMRS has been carried out; however, operational challenges and user satisfaction issues still need to be evaluated. This study aims to evaluate the utilization of SIMRS at Madani Regional General Hospital, Palu, in 2024, and to analysed the impact of system usage, user satisfaction, information quality, and service quality on the net benefits of SIMRS.
Methods: This study uses a quantitative method with a cross-sectional study approach and logistic regression analysis. The population of this study includes all employees at Madani Regional General Hospital, Palu. The sample consists of 172 respondents, determined using the Slovin formula
Results: The study shows that system usage (p = 0.007), user satisfaction (p = 0.003), information quality (p = 0.002), and service quality (p = 0.006) are associated with the utilization of SIMRS at Madani Regional General Hospital, Palu. Based on Binary Logistic analysis, the variable with the strongest influence is System Usage (Sig = 0.006)
Conclusion: This study concludes that the use of SIMRS at Madani Regional General Hospital, Palu, provides significant benefits in terms of hospital service efficiency and effectiveness. System usage is the most dominant factor influencing the utilization of HMIS, followed by user satisfaction, information quality, and service quality. It is recommended to continuously improve the quality of system usage by providing ongoing training for hospital staff
Analisis Yuridis Terhadap Pelanggaran Kode Etik Anggota Lembaga Legislatif: Legal Analysis of Violations of the Code of Ethics of Members of Legislative Institutions
Pelanggaran terhadap kode etik oleh anggota lembaga legislatif merupakan isu krusial dalam sistem pemerintahan demokratis di Indonesia. Kode etik yang ditetapkan oleh lembaga legislatif bertujuan untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas para anggotanya dalam menjalankan tugas mereka. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran kode etik oleh anggota legislatif dari perspektif hukum serta dampak hukum yang dapat timbul. Pembahasan meliputi dasar hukum kode etik, jenis pelanggaran, prosedur penanganan pelanggaran, serta konsekuensi hukum bagi anggota legislatif yang melanggar. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang relevan dan praktik penegakan hukum di Indonesia
The Relationship Between Peer Conformity and Bullying Behavior in the Work Area of Soropia Community Health Center
Introduction: Bullying is a deliberate activity aimed at hurting and intimidating through unequal power dynamics, with the potential to cause trauma and instil fear. This phenomenon occurs in various contexts, such as schools, workplaces, or online, and encompasses physical, verbal, social, and psychological violence. Its impacts are highly detrimental, including psychological trauma, decreased academic performance, depression, anxiety, and even suicide risk for victims, as well as potential future behavioural problems for perpetrators. Environments that tolerate bullying can create unhealthy and fear-filled atmospheres. This study aims to examine the relationship between peer conformity and bullying behavior in the working area of the Soropia Community Health Center.
Methods: This research used a quantitative study design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 52 respondents, with a sample of 46 respondents selected using consecutive sampling techniques. The instrument utilized was a questionnaire.
Results: The Fisher Exact Test showed a significant relationship, with a ? value of 0.000 < 0.05 and X² calculated = 40.310 > X² table = 3.841. Therefore, H? was rejected, and H? was accepted, indicating a positive relationship between peer conformity and bullying behavior in the working area of the Soropia Community Health Center.
Conclusion: Relevant stakeholders are encouraged to collaborate, including individuals, families, educational institutions, and the broader community, in efforts to prevent and address bullying, thereby creating a safe and supportive environment for all. The findings of this study are expected to provide useful information for adolescents to avoid bullying behavior and maintain harmony
Pembelajaran Akidah Akhlak dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Qur’an At-Taqwa Jampue: Learning of Creed and Morals in the Formation of Religious Character of Students at the Islamic Senior High School of the Darul Qur'an At-Taqwa Islamic Boarding School in Jampue
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami Pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Qur’an At-Taqwa Jampue, mengetahui dan memahami Karakter Religius peserta Didik di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Qur’an At-Taqwa Jampue, dan mengetahui serta Faktor penghambat dalam pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Qur’an At-Taqwa Jampue. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Instrumen penelitian yaitu pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, interview, dan dokumentasi. Analisis data dengan langkah-langkah berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, pengujian keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Qur’an At-Taqwa Jampue dilakukan secara terintegrasi dengan lingkungan pesantren yang religius. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari, yang didukung dengan kegiatan keagamaan seperti pengajian, halaqah, dan kajian kitab. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Peserta Didik terhadap prinsip-prinsip akidah yang benar serta membentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, menjadikan pembelajaran Akidah Akhlak sebagai landasan penting dalam membangun kepribadian siswa yang saleh dan berakhlak mulia. (2) Pembelajaran Akidah Akhlak di pondok pesantren ini memberikan kontribusi signifikan dalam pembentukan karakter religius peserta didik. Melalui pengajaran yang menekankan keteladanan, pengamalan nilai-nilai agama, dan pembiasaan ibadah, Peserta Didik secara bertahap menginternalisasi nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan dalam kehidupan mereka. Lingkungan pesantren yang mendukung dan konsistensi para pendidik dalam memberikan bimbingan turut memperkuat pembentukan karakter Peserta Didik, sehingga mereka mampu menunjukkan sikap religius seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial dalam interaksi sehari-hari. (3) Faktor Penghambat dalam Pembelajaran Akidah Akhlak meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, seperti kurangnya buku referensi, media pembelajaran yang memadai dan Metode Guru dalam mengajar yang monoton. Selain itu, latar belakang Peserta Didik yang beragam dari segi pemahaman agama dan kemampuan akademik juga menjadi tantangan bagi guru untuk menyampaikan materi secara efektif. Sehingga upaya pembentukan karakter Peserta Didik tidak sepenuhnya terintegrasi secara maksimal
Analisis Kompetensi dan Peran Administrator Dalam Organisasi Kesehatan: Competency Analysis and the Role of Administrators In Health Organizations
Di Indonesia, peran administrator kesehatan telah mengalami perkembangan signifikan, terutama setelah kemerdekaan. Awalnya, tugas manajerial di sektor kesehatan lebih banyak dipegang oleh tenaga medis seperti dokter dan perawat senior. Adapun tujuan dari penulisan ini yaitu untuk menganalisis administrator/manager organisasi kesehatan, kompetensi administrator/manager organisasi kesehatan dan tupoksi administrator/manager organisasi kesehatan. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis studi yaitu studi literatur (literature study). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hasil temuan peneliti atas beberapa artikel jurnal yang ditemukan. Adapun hasil dari penulisan ini yaitu menunjukkan dari 5 artikel penelitian bahwa gambaran analisis kompetensi dan peran administrator dalam organisasi kesehatan yang berbeda-beda tetapi memiliki maksud dan tujuan yang baik untuk organisasi yang dipimpinnya. Terdapat 3 artikel sesuai dengan kompetensi dan tupoksi yang telah ditetapkan dan 2 artikel lainnya tidak sesuai dengan kompetensi dan tupoksi yang ditetapkan. Administrator kesehatan berperan dalam meningkatkan pelayanan prima, merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana, serta menyajikan informasi hasil kerja untuk evaluasi kinerja unit. Dengan menjalankan kompetensi dan tupoksi ini secara efektif, administrator dapat memastikan bahwa organisasi kesehatan berfungsi dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan pasien serta masyarakat secara optimal
Pendidikan Anti Korupsi di SMK Pandanaran: Membangun Generasi Muda Sebagai Pilar Bangsa: Anti-Corruption Education at SMK Pandanaran : Shaping the Youth as the Nation’s Pillars
Korupsi merupakan tantangan besar yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan bangsa, termasuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Pendidikan anti korupsi menjadi salah satu strategi penting untuk memutus mata rantai korupsi. Terutama melalui pembentukan generasi muda yang berintegritas. Kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan pendidikan anti korupsi kepada siswa SMK Pandanaran Boyolali dengan metode sosialisasi, diskusi, dan permainan edukatif. Kegiatan ini dilaksanakan pada 22 November 2024 dengan jumlah 42 peserta didik. Sosialisasi dilakukan menggunakan presentasi materi tentang pengertian, dampak, dan upaya pencegahan korupsi, dilanjutkan diskusi interaktif serta game berbasis platform Kahoot untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai bahaya korupsi dan pentingnya integritas. Dapat dilihat dengan antusiasme tinggi siswa dalam kegiatan diskusi dan permainan, yang memperkuat pengetahuan dan kesadaran mereka akan nilai-nilai anti korupsi. Dengan demikian, tantangan seperti keterbatasan waktu dalam kurikulum tetap menjadi hambatan dalam penerapan pendidikan anti korupsi secara berkelanjutan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya pendidikan anti korupsi sebagai bagan integral dalam pembentukan karakter siswa untuk menciptakan generasi muda yang peduli dan berkomitmen terhadap pemberantas korupsi
Implementasi Supply Chain dan Innovation Capacity dalam Meningkatkan Business Performance pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Es Teh yang ada di Kota Bekasi : Implementation of Supply Chain and Innovation Capacity in Improving Business Performance in Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) Ice Tea in Bekasi City
Penelitian ini dilakukan bertujan untuk dapat mengetahui mengimplementasikan Supply Chain dan Innovasi Capacity dalam meingkatkan Business Performance. Dari penelitian ini Business Performance (Y) adalah variable dependent, Supply Chain (X1) dan Innovation Capacity (X2) adalah variable independen. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 149 responden pebjual Es Teh yang ada di Kota Bekasi dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan tektik software SmartPLS (Partial Least Square). Dan hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kinerja Supply Chain tidak dapat dipengaruhi oleh kinerja bisnis, dan kemampuan inovasi bisnis dapt dipengaruhi
Application of Diversion in Perspective Justice
The application of diversion from a justice perspective focuses on achieving case resolution that focuses more on recovery and rehabilitation, especially in cases involving children. In this context, diversion acts as an alternative to prevent children from formal criminal justice processes which tend to have negative impacts, such as stigmatization or trauma. Diversion is not just a transfer of case resolution, but is also part of a restorative justice approach.
Thus, the application of diversion from a justice perspective is not only seen as a diversion from the legal process, but also as an effort to restore and provide opportunities for children to correct their mistakes, as well as reduce the negative impacts of involvement in the formal criminal justice system
Implementation of Good Governance in Indonesia in an Effort to Minimize Corruption Crime
Corruption is one of the biggest challenges in governance in Indonesia, which adversely affects national development and public trust in the government. This research aims to analyze how the implementation of good governance principles, such as transparency, accountability, participation, and law enforcement, can minimize corruption. Using a descriptive-analytical qualitative approach, data were obtained through documentation studies, in-depth interviews, and participatory observations in various government agencies at the central and local levels. The results show that the main obstacles in the implementation of good governance include the lack of public access to public information, weak internal supervision, low public participation in the decision-making process, and injustice in law enforcement against perpetrators of corruption. Strategies such as data digitization through e-governance, strengthening internal and external audits, increasing participation through public consultation forums, and reforming the legal system have proven to have a positive impact in creating cleaner and more accountable governance.This study concludes that consistent and integrated application of good governance principles can reduce the potential for corruption while increasing public trust in government. The success of this strategy requires political commitment, increased institutional capacity and broad community involvement. This study makes an important contribution to developing public policy and governance practices in Indonesia, while offering an implementation model that is adaptive to the local context. With a holistic approach, this research is expected to serve as a reference for future corruption eradication efforts