E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
    4676 research outputs found

    Readiness and Acceptance of Health Providers using Clinical Decision Support System at Probolinggo Primary Healthcare Centers

    No full text
    Introduction: The government targets a significant reduction in antibiotic resistance by 2030 through wise antibiotic management, including implementing the Clinical Decision Support System (CDSS) for Health Providers in Non-Pneumonia acute respiratory infections (ISPA) and Non-specific Diarrhea in Primary Healthcare Centre (Puskesmas). However, the readiness and acceptance of Health Providers to CDSS need to be evaluated. This study evaluates the readiness and acceptance of doctors, nurses, midwives, pharmacists, and pharmacists' assistants in Puskesmas using CDSS. Methods: The method used was a cross-sectional quantitative survey with snowball sampling of 185 respondents at the Probolinggo Puskesmas in July-August 2024. The questionnaire was developed based on a combination of the Technology Readiness Index and the Technology Acceptance Model (TRAM), and the data was analyzed using SEM-PLS (Structural Equation Modeling-Partial Least Squares). Result: This study revealed that optimism contributed positively to the perception of ease of use (PEOU) and perception of benefits (PU) of CDSS. Innovation also contributed positively to PEOU, but not significantly to PU. Optimism increases PEOU and PU, while innovation only increases PEOU. Although innovation is insignificant to PU, it has a more significant impact on PEOU than optimism. Conclusion: These findings also show that PU affects the attitude of Health Providers to use CDSS (? = 0.286, p < 0.001) but does not directly affect behavioral intentions (? = 0.081, p = 0.250). PEOU significantly affected PU (? = 0.617, p < 0.001) and attitude (? = 0.661, p < 0.001). Attitudes towards CDSS greatly influenced the behavioral intentions of healthcare providers to use it (? = 0.851, p < 0.001), making it a strong predictor of CDSS adoption. The integration of TRI and TAM in predicting the readiness of Health Providers has proven helpful in understanding the factors of CDSS adoption in Puskesmas. These findings highlight the importance of training for health providers to improve CDSS readiness and acceptance. In addition, the results of this study can be the basis for policy development in implementing CDSS Primary Healthcare Centers to support a more rational use of antibiotics

    Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE), dan Dividend Payout Ratio (DPR) terhadap Harga Saham Perusahaan Sektor Food and Beverage Tahun 2021-2024: The Effect of Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE), and Dividend Payout Ratio (DPR) on Stock Prices of Food and Beverage Sector Companies in 2021-2024

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah guna menganalisis bagaimana DER, ROE, dan DPR memengaruhi harga saham perusahaan F&B yang terdata di Bursa Efek Indonesia (BEI) antara tahun 2021 dan 2024. Analisa regresi linier berganda digunakan pada kajian ini, dan perangkat lunak SPSS v.25 digunakan untuk menganalisis data sekunder. Perusahaan F&B yang terdata di BEI dalam periode yang ditentukan membentuk populasi penelitian. Sampling purposif, yang menentukan sampel berlandaskan karakteristik khusus yang selaras dengan capaian kajian, digunakan pada proses sampling. Sebanyak 76 sampel data dihasilkan dari ukuran sampel 19 perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian, DPR tidak mempunyai dampak substansial pada harga saham. Namun, DER dan ROE mempunyai dampak positif yang substansial. ROE yang tinggi memperlihatkan keefektivab yang kuat ketika memberikan keuntungan dari modal yang dipunyai, sementara DER yang tinggi memperlihatkan bahwasanya perusahaan lebih bergantung pada utang, yang dapat meningkatkan potensi keuntungan. Hasil ini memberi informasi berharga untuk investor serta manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan kebijakan keuangan dan investasi yang dapat meningkatkan kepercayaan pasar dan kinerja saham

    Pemanfaatan Internet of Things (IoT) dalam Meningkatkan Efektivitas Irigasi Pertanian : Analisis Presepsi dan Literasi Digital Petani di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan: Utilization of the Internet of Things (IoT) in Increasing the Effectiveness of Agricultural Irrigation: Analysis of Farmers' Perceptions and Digital Literacy in Lahat Regency, South Sumatra

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi dan literasi digital petani terhadap efektivitas sistem irigasi berbasis Internet of Things (IoT) di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Penerapan teknologi IoT dalam sektor pertanian menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas lahan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 120 petani yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari tiga variabel utama: persepsi terhadap IoT, literasi digital, dan efektivitas irigasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap IoT berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas irigasi dengan koefisien regresi sebesar 0.317. Sementara itu, literasi digital memiliki pengaruh yang lebih dominan dengan koefisien 0.452. Nilai R Square sebesar 0.590 menunjukkan bahwa kombinasi kedua variabel mampu menjelaskan 59% variasi efektivitas irigasi. Uji korelasi juga menunjukkan hubungan yang kuat antara ketiga variabel. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun persepsi positif dan meningkatkan kapasitas literasi digital sebagai fondasi keberhasilan adopsi teknologi IoT dalam praktik pertanian. Implikasi dari penelitian ini menekankan perlunya sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan institusi pendidikan untuk menyusun strategi pelatihan dan penyuluhan yang kontekstual. Penyediaan infrastruktur digital dan model pelatihan partisipatif menjadi kunci untuk memperkuat adopsi teknologi secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap perumusan kebijakan pertanian digital di daerah pedesaan Indonesia

    Penentuan Harga Jual Produk Dengan Metode Cost Plus Pricing Pada Pengrajin Tenun Di Desa Towale Kecamatan Banawa Tengah Kabupaten Donggala: Determination of Product Selling Price Using Cost Plus Pricing Method for Weavers in Towale Village, Banawa Tengah District, Donggala Regency

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan dipengrajin tenun di Desa Towale Kabupaten Donggala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penentuan harga jual produk menggunakan metode pengrajin dan metode cost plus pricing. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 5 pengrajin tenun di Desa Towale Kabupaten Donggala mengenai penentuan harga jual produk menggunakan metode pengrajin dengan  mencatat modal dan penjualan, sedangkan upah perhari tidak dilakukan pencatatan. pengrajin tidak memiliki laporan keuangan dalam usahanya, diantaranya adalah anggapan akan usaha yang mereka jalankan merupakan usaha keluarga dan tidak begitu besar maka tidak diperlukan perhitungan

    Analisis Faktor Risiko Kejadian Shoulder Pain Pada Pekerja Depot Air Minum Isi Ulang Di Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo: Risk Factor Analysis of Shoulder Pain Occurrence in Refill Drinking Water Depot Workers in Kota Tengah District, Gorontalo City

    No full text
    Nyeri bahu sering kali dirasakan pada bagian depan bahu maupun bagian atas lengan dan dirasakan ketika melakukan pergerakan lengan sepeti pengangkatan benda contohnya pada pekerjaan pengangkatan galon air. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor risiko kejadian Shoulder Pain pada pekerja depot air minum isi ulang di Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian analitik observasional. Desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian ini seluruh pekerja depot air minum di kecamatan kota Tengah kota Gorontalo yang berjumlah 46 pekerja dari 25 depot air minum. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling.  Hasil analisis menggunakan uji Spearman’s Rho terdapat hubungan antara; usia dengan nilai 0.014, lama kerja dengan nilai 0.038, masa kerja dengan nilai 0,001, dan  postur kerja dengan nilai 0,000 dengan kejadian shoulder pain. Tidak terdapat hubungan antara indeks masa tubuh dengan kejadian shoulder pain dengan nilai 0,407. Kesimpulan terdapat hubungan antara; usia, lama kerja, masa kerja, postur kerja dengan kejadian shoulder pain dan tidak terdapat hubungan antara indeks masa tubuh dengan kejadian shoulder pain. Saran untuk pekerja depot air agar dapat memperhatikan lagi prosedur pengangkatan yang baik dan benar serta jika perlu menggunakan alat bantu pengangkatan untuk menghindari terjadinya shoulder pain

    Faktor Internal dan Faktor Eksternal Yang Mempengaruhi Kredit Macet Pada Bank Rakyat Indonesia Unit Marisa di Kabupaten Pohuwato: Internal and External Factors Affecting Bad Debt at Bank Rakyat Indonesia Marisa Unit in Pohuwato Regency

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variable internal dan eksternal terhadap kredit bermasalah pada Bank Rakyat Indonesia Unit Marisa, baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan analisis regresi berganda. Berdasarkan pada hasil olahan data dengan menggunakan program SPSS, diperoleh hasil persamaan regresi Y = 2.041 + 0.399X1 +1.378X2.Nilai constant (a) sebesar 2.041 yang berarti jika nilai constant diabaikan, kredit bermasalah sebesar -2.041 yang juga dijadikan tolak ukur. Yang artinya setiap peningkatan satu satuan kinerja, kredit bermasalah pada BRI Unit Marisa mengalami peningkatan sebesar 2.041 satuan. Nilai X1 sebesar 0,339 berarti bahwa faktor internal berpengaruh positif terhadap kredit bermasalah sebesar 0,339. Jika faktor internal meningkat, peningkatan kredit bermasalah yang mengikutinya adalah 0,339 atau 33,9%.Nilai X2 sebesar 1,378 bermakna bahwa faktor eksternal berpengaruh positif terhadap kredit bermasalah sebesar 1,378. Jika faktor eksternal meningkat, peningkatan kredit bermasalah yang mengikutinya adalah 1,378 atau 13,78%. Hal itu menunjukkan bahwa variabel faktor internal (X1) dan eksternal (X2) berpengaruh positif terhadap kredit macet (Y) dan variabel yang paling dominan kontribusinya terhadap variabel kredit macet (Y) adalah variabel faktor eksternal (X2) yaitu sebesar 1,378 atau 13,78%.Olahan data pada program SPSS diperoleh nilai R Square (r2) sebesar 0,573atau 57,3%. Yang artinya kontribusi faktor internal (X1) dan variabel faktor eksternal (X2) mempunyai kontribusi sebesar 57,3% terhadap kredit bermasalah, sedangkan sisanya 42,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti

    ANALISIS KEBIJAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PROSTITUSI DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM

    No full text
    Prostitusi merupakan permasalahan sosial yang kompleks dan telah menjadi bagian dari dinamika masyarakat Indonesia sejak zaman kuno hingga era digital saat ini. Fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan aspek moralitas, tetapi juga menyangkut faktor ekonomi, budaya, hukum, dan sosial. Ketimpangan sosial dan ekonomi yang mengakar menjadi pendorong utama terjadinya praktik prostitusi, yang kemudian menimbulkan polemik dalam penegakan hukum pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan sejarah prostitusi di Indonesia serta mengevaluasi kebijakan hukum pidana yang berlaku dalam menanggulangi praktik tersebut secara adil dan efektif.Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum yang digunakan meliputi KUHP, UU ITE, UU Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, serta UU Pornografi. Sifat penelitian bersifat deskriptif dan analitis, dengan fokus pada kekaburan hukum dalam regulasi prostitusi.Bab II membahas sejarah perkembangan prostitusi dari masa kerajaan, kolonial, hingga era digital saat ini. Perubahan bentuk prostitusi dari lokalisasi fisik ke praktik daring mengungkap lemahnya regulasi yang tegas dan menyeluruh. Sementara itu, Bab III menguraikan prinsip keadilan dalam penanganan prostitusi, menekankan pendekatan humanis dan non-diskriminatif, serta pentingnya keterlibatan aparat penegak hukum dan formulasi kebijakan yang responsif terhadap realitas sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan hukum pidana di Indonesia masih bersifat ambigu dan belum menyentuh akar masalah secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan hukum yang lebih progresif dan komprehensif, yang tidak hanya menindak pelaku, tetapi juga memberikan perlindungan dan solusi alternatif bagi korban. Reformulasi kebijakan yang berkeadilan merupakan langkah penting dalam upaya mewujudkan tatanan sosial yang lebih adil dan manusiaw

    Anomali Demokrasi Lokal; Studi Atas Fenomena Calon Tunggal dalam Pilkada Maros 2024

    No full text
    Artikel ini membahas fenomena Pilkada dengan satu pasangan calon (paslon) di Kabupaten Maros tahun 2024 sebagai bentukanomali dalam praktik demokrasi elektoral di tingkat lokal Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodefenomenologi transendental, penelitian ini berupaya mengungkap bagaimana masyarakat memaknai situasi politik tanpa pilihandalam konteks Pilkada satu paslon. Analisis dikaji melalui kerangka teori demokrasi minimalis Joseph Schumpeter, yangmenekankan pentingnya kompetisi antar elite politik sebagai inti dari demokrasi. Temuan menunjukkan bahwa absennyakompetitor politik dalam Pilkada Maros bukan hanya menurunkan kualitas partisipasi pemilih, tetapi juga menciptakan krisisrepresentasi dan delegitimasi hasil pemilihan secara moral. Koalisi besar sembilan partai yang secara bulat mendukung satupasangan calon menunjukkan dominasi elite politik yang pragmatis dan melemahkan fungsi partai sebagai penyedia alternatifpolitik. Partisipasi pemilih yang menurun dan suara kolom kosong yang tinggi menjadi simbol resistensi publik terhadapdemokrasi tanpa pilihan. Artikel ini menyimpulkan bahwa Pilkada Maros 2024 mencerminkan regresi demokrasi lokal, di manaprosedur elektoral dijalankan tanpa substansi kompetitif yang esensial bagi demokrasi. Reformasi sistem pencalonan, penguatankaderisasi partai, dan peran masyarakat sipil menjadi krusial untuk menjaga integritas dan keberlanjutan demokrasi lokal diIndonesia.Kata kunci: Pilkada satu paslon, demokrasi minimalis, Joseph Schumpeter, partisipasi pemilih, regresi demokrasi, KabupatenMaro

    Pengaruh Teknik Latihan Penguatan Otot (Standing Hip Abduction) Terhadap Kekuatan Otot Panggul dan Kaki Pada Pasien Pasca Stroke Di Klinik Kinesia Sentra Rehabilitasi

    No full text
    Stroke merupakan cedera otak yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah atau suplai darah yang tidak memadai sehingga menyebabkan infark atau perdarahan pada parenkim otak. Selain itu juga, stroke dapat menyebabkan gangguan pada fungsi motorik yang berimbas pada kekuatan otot pasien sehingga dapat menyebabkan penderita mengalami kelemahan otot. Kondisi ini harus segera ditangani karena dapat menyebabkan kelemahan otot permanen hingga kelumpuhan. Salah satu upaya yang dapat mengatasi kelemahan otot pada pasien pasca stroke yaitu dengan latihan Standing Hip Abduction.  Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh teknik latihan penguatan (standing hip abduction) terhadap kekuatan otot panggul dan kaki pada pasien pasca stroke. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pre-eksperimental dengan pendekatan pre-post test dengan rancangan one group pre-post test design.   Populasi dalam penelitian ini adalah pasien pasca stroke di klinik kinesia sentra rehabilitasi. Metode pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling sebanyak 21 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh latihan standing hip abduction terhadap kekuatan otot dengan p-Value sebesar 0,000 (p-Value < 0,05). Di harapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat langsung kepada pasien yang mengalami kelemahan otot terutama pada pasien pasca stroke

    PENJATUHAN SANKSI PIDANA TERHADAP KEMATIAN MAHASISWA KARENA KEALPAAN DALAM MENGIKUTI KEGIATAN KADERISASI KAMPUS (PUTUSAN Nomor 92/Pid.B/2024/PN Gto)

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk melihat bagaimana penjatuhan sanksi kepada pelaku tindak pidana karena kelapaannya menyebabkan orang lain mati dalam hal ini para terdakwa merupakan panitia pelaksana kegiatana kaderisasi untuk mahasiswa baru. Dalam konteks hukum pidana ada yang dinamakan dolus yang merupakan kesalahan yang disengaja dan culpa merupakan kesalahan karena kealpaan. Dalam tindak kesalahan kealpaan diatur dalam pasal 359 KUHP yang memiliki unsur-unsur Barang siapa, Karena kelapaannya menyebabkan orang lain mati dan Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta yang melakukan perbuatan. Metode penelitian ini menggunakan normatif yuridis dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu melalui studi kepustakaan. Data yang diperoleh bersumber dari jurnal, internet dan putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjuk bahwa kelima terdakwa dijatuhi hukuman  penjara selama 3 tahun hal tersebut tentunya lebih rendah dari apa yang dituntut oleh JPU. Dengan memperhatikan alasan yang meringankan dan alasana yang memberatkan majelis hakim tentunya yang mempunyai kewenangan lebih untuk mempertimbangkan hal tersebut. Para terdakwa terbukti lalai dalam melaksanakan kegiatan kaderisasi sehingga karena kealpaannya menyebabkan korban yang merupakan mahasiswa baru meninggal dunia

    0

    full texts

    4,676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇