E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Kesehatan Gigi Dengan Perilaku Oral hygiene Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di SDN 01 Duhiadaa: Relationship between Level of Knowledge about Dental Health and Oral Hygiene Behavior in Elementary School Children at SDN 01 Duhiadaa
Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting bagi anak usia sekolah. Anak-anak dengan tingkat pengetahuan yang baik tentang kesehatan gigi cenderung memiliki perilaku oral hygiene yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan gigi dengan perilaku oral hygiene pada siswa SDN 01 Duhiadaa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 84 siswa kelas 5 dan 6 yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan kesehatan gigi yang baik (95,35%), sedang (1,16%), dan buruk (1,16%). Perilaku oral hygiene siswa dikategorikan cukup (56,32%), baik (39,08%), dan buruk (1,15%). Uji Spearman menunjukkan korelasi sebesar 0,217 dengan p-value = 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan gigi dengan perilaku oral hygiene. Kesimpulannya, terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan gigi dengan perilaku oral hygiene siswa. Oleh karena itu, edukasi kesehatan gigi perlu ditingkatkan melalui peran orang tua, guru, dan tenaga kesehatan guna membentuk kebiasaan perawatan gigi yang lebih baik sejak dini
Perlindungan Kerahasiaan Rekam Medis Elektronik Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum: Preliminary Results Of Thesis Research Protection Of The Confidentiality Of Electronic Medical Records For Persons With Mental Disorders At Sambang Lihum Mental Hospital
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan perlindungan kerahasiaan rekam medis elektronik (RME) terhadap orang dengan gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum dalam konteks penerapan Peraturan Menteri Kesehatan No. 24 Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tenaga medis, tenaga kesehatan, tenaga administrasi, dan manajemen rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan RME di RSJ Sambang Lihum telah sejalan dengan regulasi yang berlaku, dengan dukungan dari kebijakan internal, sistem pengamanan data, serta komitmen manajerial. Namun, keterbatasan infrastruktur seperti kapasitas listrik, kecepatan internet, serta gangguan eksternal menjadi kendala signifikan. Selain itu, belum semua tenaga profesional pemberi asuhan (PPA) memiliki kompetensi yang merata dalam pengoperasian RME, terutama tenaga senior. Perlindungan kerahasiaan pasien juga dilakukan melalui koordinasi antarunit serta mekanisme verifikasi sebelum akses data diberikan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan, perencanaan anggaran berkelanjutan, serta evaluasi berkala untuk meningkatkan efektivitas perlindungan data pasien dengan gangguan jiw
Pengaruh Pajak Restoran terhadap Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Donggala
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pajak restoran berpengaruh signifikan terhadapat Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Donggala. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Instrumen penelitian ini adalah laporan realiasi anggaran perbulan selama tahun 2020-2024. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pajak Restoran memiliki pengaruh positif yang kuat terhadap peningkatan Pendapatan asli daerah Di Kabupaten Donggala
NETRALITAS NOTARIS DALAM MEMBUAT AKTA PERJANJIAN KREDIT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aturan kewajiban notaris dalam menjaga netralitas pada pembuatan akta perjanjian kredit dan menganalisa mengenai sanksi yang dapat dikenakan jika notaris tidak bersikap netral dalam pembuatan akta. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif. Sehingga hasil dari penelitian ini adalah pertama, Aturan hukum di Indonesia secara tegas mewajibkan notaris untuk menjaga netralitas dalam pembuatan akta perjanjian kredit. Notaris harus menjamin bahwa isi akta dibuat berdasarkan kesepakatan yang seimbang dan adil, serta tidak mengandung klausul sepihak yang merugikan salah satu pihak. Hubungan kerja antara bank dan notaris sebagai rekanan menimbulkan potensi ketidaknetralan. Kedua, Notaris yang tidak menjaga netralitas pembuatan akta perjanjian kredit dapat dikenakan sanksi hukum berdasarkan tingkat pelanggaran. Sanksi berupa administrasi, kode etik, perdata, dan pidana. Ketidaknetralan notaris tidak hanya menciderai kepercayaan publik terhadap profesi, tetapi juga berpotensi menyebabkan batalnya akta dan merugikan salah satu pihak dalam perjanjian. Oleh karena itu, sikap profesional, jujur, dan mandiri adalah keharusan dalam menjalankan tugas kenotariatan.
 
Faktor Risiko Penyakit Demam Berdarah Dengue: Risk Factors for Dengue Fever
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan yang signifikan dari waktu ke waktu. Di Indonesia, jumlah kasus DBD tercatat sebanyak 95.893 orang dan tersebar di 472 kabupaten/kota. Secara garis besar, terdapat tiga komponen utama yang mempengaruhi tingkat endemisitas penyakit ini, yaitu manusia, vektor (Aedes aegypti dan Aedes albopictus), serta kondisi lingkungan. Penyakit ini merupakan jenis arbovirus yang ditularkan melalui virus dengue. Infeksi dengue yang menunjukkan gejala dapat menimbulkan beragam kondisi klinis, mulai dari demam dengue ringan (DF) hingga kondisi berat yang dapat mengancam jiwa seperti demam berdarah dengue (DHF) dan sindrom syok dengue (DSS). Penelitian ini dilakukan dengan metode kajian literatur guna mengevaluasi faktor risiko DBD serta pandangan mutakhir terkait upaya pencegahan dan pengendaliannya. Artikel ini merupakan hasil telaah pustaka yang dilakukan selama bulan Maret hingga April 2024, dengan menggunakan sumber informasi seperti artikel ilmiah, jurnal, dan situs resmi (WHO dan Kementerian Kesehatan) yang relevan dengan topik. Proses pencarian data dilakukan melalui berbagai platform seperti Google Scholar, Science Direct, Elicit, Litmaps, Connected Papers, DOAJ dan PubMed dengan kata kunci yang telah ditentukan. Referensi yang dipilih berasal dari publikasi dalam 10 tahun terakhir. Kajian ini dilakukan baik secara daring maupun luring, dan menggabungkan berbagai sumber literatur yang relevan guna memberikan pemahaman yang menyeluruh terhadap topik penelitian ini
Legal Consequences for Health Workers who Exceed Authority in Medical Services
This article examines the legal implications that healthcare professionals may encounter when they overstep their authorized scope in delivering medical services. Such occurrences are relatively common in Indonesia’s healthcare system, where doctors, nurses, and other medical personnel often act beyond their prescribed authority. Various factors, including lack of awareness, insufficient training, and the pressure to complete tasks quickly, may contribute to these actions. The purpose of this paper is to analyze the legal repercussions for healthcare professionals who exceed their authority and to provide a deeper understanding of the regulations governing the professional authority of healthcare providers in Indonesia. It is hoped that this article will offer valuable insights and enhance healthcare professionals’ understanding of the importance of adhering to legal guidelines in medical practice
Evaluation of Hospital Service Quality with the SERVQUAL Method Approach and Quality Function Deployment (QFD)
Quality hospital services are the main demand in the modern era that prioritizes patient satisfaction as the main indicator of the success of health services. This study aims to evaluate the quality of hospital services using a combined approach between the SERVQUAL and Quality Function Deployment (QFD) methods. The research was conducted qualitatively using in-depth interview techniques and participatory observation at one of the referral hospitals in Banten Province. The SERVQUAL method was used to identify gaps between patient expectations and perceptions of five service dimensions: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The results showed that the responsiveness and empathy dimensions had the most significant gaps, indicating the need for improvement in the aspects of service speed and attention to patients. Furthermore, the QFD method was applied to translate patient needs into technical specifications of hospital services through the preparation of the House of Quality (HOQ). Some of the key patient needs identified included improving the quality of staff communication, waiting room comfort, and utilization of digital service systems. The literature review supports that the combined approach between SERVQUAL and QFD is able to produce solutions that are applicable and oriented towards systemic improvement of health services. This research makes an important contribution to hospital management in designing strategies based on patient needs as well as a reference for sustainable service development. The results also highlight the important role of service innovation in improving hospital competitiveness at the regional level
The Role of Dividend Policy as Mediating the Effect of Leverage and Profitability on Stock Prices in Food and Beverage Subsector Companies Listed on the Indonesian Stock Exchange
Stock price fluctuations are a common phenomenon in the capital market. One of the internal factors that affect stock price fluctuations is the company's dividend distribution decision. Dividends distributed to shareholders can affect investors' perceptions of the company's value and share price. In determining the amount of dividends to be distributed, companies need to consider several factors such as leverage ratio, liquidity ratio, and profitability. The leverage ratio describes the extent to which the company uses borrowed funds. The use of high leverage can limit the company's ability to pay dividends. Conversely, low leverage provides greater financial flexibility to pay higher or consistent dividends. Leverage has a significant effect on stock price fluctuations. Companies with high leverage tend to be more risky for investors due to large interest obligations. As a result, their share prices are more volatile than companies with low leverage. In addition, high profitability indicates the company's ability to generate large profits. This allows the company to pay dividends more consistently or in large amounts. Conversely, low profitability may lead to withholding dividend payments. High profitability also supports stock price stability as it attracts investors. So it is necessary to analyse the effect of financial ratios and dividend policy on stock price volatility of food and beverage companies
ANALISIS ANALISIS KEPADATAN LAPISAN PONDASI AGREGAT KELAS A DENGAN METODE SAND CONE DI RUAS JALAN NAGAMBOA-WATUMITE KABUPATEN ENDE
Pada pekerjaan peningkatan jalan Nagamboa Watumite,pengerjaan pemadatan lapis pondasi agregat (LPA) kelas A diharuskan memiliki kepadatan dan daya dukung tanah yang memenuhi persyaratan.Salah satu metode yang digunakan untuk menentukan kepadatan lapisan pondasi agregat kelas A adalah dengan menggunakan metode sand cone.Pengujian densitas tanah di tempat (lapangan) dengan alat konus pasir sesuai dengan persyaratan SNI 2828:2011,sementara pengujian kepadatan basah lapangan dikoreksi tehadap kepadatan laboratorium menggunakan persyaratan dari SNI 1976:2008.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepadatan lapis pondasi agregat kelas A dengan metode sand cone di ruas jalan Nagamboa-Watumite kabupaten Ende.Hasil pengujian Sand Cone agregat kelas A dilakukan mulai di 11 titik pengujian mulai dari STA 1+125 hingga STA 5+125. Dari hasil analisis tersebut,didapatkan rata-rata nilai kadar air yaitu 6,21%. Nilai derajat kepadatan tertinggi tercatat pada STA 3+100R, yaitu 100,23%. Sedangkan nilai kepadatan terendah ada pada STA 1+650 CL, dengan nilai 100,09%. Jika dihitung rata-ratanya, nilai kepadatan adalah 100,15%.Dari hasil yang diperoleh, diketahui bahwa sudah memenuhi spesifikasi SNI 1976:2008 yang mengharuskan kepadatan tanah minimal 95%. Oleh karena itu, pemadatan pada jalan Nagamboa-Watumite dapat dikatakan sangat baik karena telah melebihi spesifikasi minimal tersebut
Karamunting Fruit Gel as a Natural Dental Plaque Disclosing Solution
Introduction: Dental and oral health issues remain a global challenge, with rising dental caries cases, particularly in regions like Sub-Saharan Africa and Indonesia, where 57.6% of the population is affected. Among Indonesian children aged 3-9, caries and toothache are prevalent, highlighting the need for early plaque detection and targeted interventions. This study aims to evaluate the effectiveness of disclosing solution gel formulated from Karamunting fruit (Melastoma malabathricum L.) as a dental plaque identifier in children attending the Special Education School under the Surabaya Foundation for Children with Disabilities.
Methods: This study utilized a quasi-experimental design using a post-test with a control group framework. A total of 24 respondents were selected through random sampling and divided into four
groups. The first three groups were given Karamunting fruit gel at concentrations of 7.5%, 10%, and 12.5% respectively, while the fourth group received a chemically-based disclosing solution as the control. This design allowed for a comparative analysis of the effectiveness of the natural and chemical formulations in detecting dental plaque.
Results: The result of the analysis, conducted by using Kruskal-Wallis revealed a p-value of 0.004 (<0.05) indicating a statistically significant effectiveness among Karamunting gel concentrations of 7.5%, 10%, and 12.5% when compared to chemically-based disclosing solution. These findings demonstrate that Karamunting gel is effective in identifying dental plaque, with its efficacy varying significantly according to the concentration used.
Conclusion: The disclosing solution gel derived from Karamunting fruit (Melastoma malabathricum L.) showed a potential as an effective alternative for dental plaque notification