E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Efektivitas Media Edukasi pada Kader Pendamping dan Kontak Erat Pasien TB Paru di Kabupaten Pangkep: The Effectiveness of Educational Media for Pulmonary TB Companion Cadres and Close Contacts in Pangkep District
Latar belakang: Permasalahan TB Paru hingga saat ini belum dapat terselesaikan sepenuhnya, namun keberhasilan program terus diupayakan para professional kesehatan, sebagai upaya mendukung peningkatan derajat kesehatan penderita dan perlindungan bagi komunitas sekitar, olehnya dibutuhkan upaya komprehensif yang massif dalam mendukung keberhasilan program menuju eliminasi TB Paru 2030.
Tujuan: Pengkajian ini bertujuan untuk meninjau efektifitas penggunaan media edukasi buku saku terhadap pengetahuan kader PMO (Pendamping Minum Obat) dan kontak erat pasien TB paru di Kabupaten Pangkep
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi-eksperimen dalam mempelajari efektifitas pemberian intervensi pasca uji atau pada rancangan Pretest-Posttest design, sedangkan metode pengukuran dalam meninjau tingkat keberhasilan menggunakan instrument terstruktur, yang dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Test untuk mengetahui adanya perbedaan sebelum dan sesudah pemberian intervensi buku saku.
Hasil: Temuan menunjukkan 50% responden yang menjadi subjek riset merupakan kelompok pekerja Petani/Wiraswasta/BUMN/BUMD dan 44% ibu rumah tangga, dengan latar belakang pendidikan terakhir dominan pada kelompok SMA/Sederajat, sedangkan terkait kelompok umur keikutsertaan lebih tinggi pada usia ?40 tahun. Adapun melalui pemanfaatan edukasi dengan media buku saku ditemukan bahwasanya terdapat peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dan sikap responden (p<0.05) terkait pencegahan penularan tuberkulosis paru pada kontak keluarga.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian intervensi melalui edukasi pada kader pendamping dan kontak erat pasien atas upaya pencegahan penularan tuberkulosis paru pada kontak keluarga
Persepsi Perawat Pelaksana Terkait Budaya Adil dengan Perspektif Leininger dalam Pelaporan Insiden: Literature Review: Nurse Perceptions Regarding Just Culture Using Leininger’s Perspective In Incident Reporting: Literature Review
Latar Belakang: Keselamatan pasien merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan, dan budaya adil di rumah sakit berperan penting dalam mendukung pelaporan insiden keselamatan pasien.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi perawat terhadap budaya adil dan dampaknya terhadap pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit.
Metode: Penelitian ini menggunakan PRISMA yang mengambil data dari ProQuest, Gale Journal, Sage Journal, dan Science Direct dengan kata kunci: budaya adil; pelaporan insiden; persepsi perawat. Dari hasil pencarian tersebut didapatkan 700 kemudian dilakukan screening, didapatkan 12 jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi PICOT, masalah dan tujuan penelitian.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 3 aspek terkait pelaporan insiden; aspek perawat terakit budaya pelaporan, aspek manajemen terakit budaya pelaporan dan aspek budaya adil.
Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa budaya adil dan pemberdayaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pelaporan insiden keselamatan pasien. Faktor-faktor seperti komunikasi terbuka, ruang untuk emosi, dan keterlibatan manajer dianggap sangat penting untuk membangun budaya adil.
Rekomendasi: Berdasarkan temuan dan analisis dari penelitian yang telah dilakukan, beberapa rekomendasi dapat diberikan untuk meningkatkan budaya adil di rumah sakit: Meningkatkan komunikasi terbuka, Menciptakan ruang untuk emosi, Keterlibatan manajer, Pendidikan dan Pelatihan, Meningkatkan umpan balik
Efektivitas Akupresur terhadap Penurunan Mual Muntah Pasien Kemoterapi: Literature Review: Effectiveness of Acupressure Therapy Against Reducing Nausea Vomiting In Chemotherapy Patients: Literature Review
Latar belakang: Kemoterapi sering menimbulkan efek samping pada pasien salah satunya adalah mual muntah. Mual muntah yang tidak ditangani dapat melemahkan dan mempengaruhi kualitas hidup pasien serta kepatuhan pengobatan. Salah satu terapi komplementer yang dapat dilakukan adalah terapi akupresur. Akupresur merupakan terapi yang menggunakan jari untuk merangsang titik-titik pada tubuh untuk menyeimbangkan energi
Tujuan: Untuk menelaah tentang efektivitas Akupresur terhadap penurunan mual muntah pada pasien kemoterapi
Metode: Penelitian ini merupakan literatur review. database yang digunakan adalah Pubmed, Google Scholar, Sciencedirect dan ResearchGate. Kriteria inklusi: artikel terbit antara tahun 2018-2023, free fulltext, berbahasa Inggris atau Indonesia. Proses skrining mengikuti protocol Preferred Reporting Items for Systematic review and Meta Analysis (PRISMA).
Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian terapi akupresur dapat menurunkan mual muntah pada pasien kemoterapi.
Kesimpulan: Terapi akupresur berpengaruh positif terhadap penurunan mual muntah pada pasien kemoterapi
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kecelakaan Proses pada Industri Kimia: Tinjauan Berdasarkan Laporan Investigasi CSB : The title is Written in English with a Maximum of 15 Words, Avoid Using the Word Relationship Influence
Latar belakang: Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan aspek penting dalam industri kimia untuk mencegah kecelakaan proses yang dapat membahayakan nyawa manusia dan lingkungan sekitar
Tujuan: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kecelakaan proses dalam industri kimia. Penelitian ini juga bertujuan untuk memahami akar masalah dan faktor yang menyebabkan insiden-insiden yang mengancam keselamatan di sektor industri kimia.
Metode: Studi ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kecelakaan proses pada industri kimia dengan menggunakan 44 Laporan Investigasi yang dikeluarkan oleh Chemical Safety Board (CSB) selama 11 tahun terakhir, mulai dari tahun 2012 hingga 2023. Rentang waktu kejadian yang diteliti adalah dari 12 Januari 2009 hingga 29 Januari 2020. Penyebab langsung kecelakaan dikategorikan menjadi 7 kategori, termasuk kegagalan peralatan, ketidakpatuhan terhadap prosedur, faktor alam, kekurangan dalam desain peralatan, kegagalan material, keberadaan sumber nyala, dan kurangnya identifikasi bahaya
Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa kegagalan peralatan merupakan penyebab kecelakaan terbanyak dengan presentase 35%, diikuti oleh ketidakpatuhan terhadap prosedur dengan presentase 25%, dan kegagalan material 14%. Penyebab lainnya seperti kekurangan dalam desain peralatan, faktor alam, keberadaan sumber nyala, dan kurangnya identifikasi bahaya masing-masing memiliki presentase yang lebih rendah
Kesimpulan: Penting bagi industri untuk meningkatkan pemeliharaan dan pengawasan terhadap peralatan agar dapat mengurangi risiko kecelakaan. Selain itu, penegakan prosedur keselamatan yang ketat dan pemahaman terhadap factor-faktor penyebab kegagalan material juga menjadi kunci dalam mencegah insiden yang dapat membahayakan keselamatan kerj
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Health Literacy Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Kota Kendari: Factors Associated with Health Literacy of Hypertension Patients in the Working Area of Perumnas Health Center, Kendari City
Latar belakang: Health literacy hingga saat ini masih dianggap suatu hal yang baru dan hanya berkaitan dengan kalangan individu yang buta huruf. Rendahnya minat baca mengenai informasi kesehatan di masyarakat, kurang baiknya komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien, maupun informasi pencegahan dan deteksi dini suatu penyakit masih terasa sulit dipahami oleh pasien. Pada tahun 2022 penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Perumnas sebanyak 2.933 kasus.
Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan akses informasi kesehatan dengan health literacy penderita hipertensi.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study.
Hasil: Hasil uji chi-square dukungan keluarga menunjukkan (X2hitung= 19,563), akses informasi kesehatan (X2hitung= 30,083) dimana X2hitung > X2tabel.
Kesimpulan: Ada hubungan antara dukungan keluarga dan akses informasi kesehatan dengan health literacy pada penderita hipertensi. Perlunya perhatian institusi terkait agar memprioritaskan edukasi khususnya kepada anggota keluarga akan pentingnya dukungan terhadap penderita, serta memberi inovasi baru dalam menyampaikan informasi kesehatan agar para masyarakat khususnya penderita mudah dalam mengakses informasi kesehatan
Analisa Penerapan Kartu Observasi Bahaya sebagai Penilaian K3 Karyawan di Perusahaan Jasa Inspeksi PT. EA Jakarta: Analysis of the Application of Hazard Observation Cards as an Employee K3 Assessment at the Inspection Services Company PT. EA Jakarta
Latar belakang: Penyebab kecelakaan kerja secara umum adalah unsafe act (perilaku tidak aman) dan unsafe condition (kondisi tidak aman). Program penerapan Kartu Observasi Bahaya sebagai salah satu leading Indikator K3 Karyawan merupakan bentuk fokus yang diamati adalah faktor manusia. Dalam beberapa kasus kecelakaan besar yang pernah terjadi, akar permasalahan yang menjadi penyebab kecelakaan adalah berasal dari faktor manusia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penerapan program Kartu Observasi Bahaya sebagai Indikator Penilaian K3 Karyawan Di Perusahaan Jasa Inspeksi PT. EA Jakarta.
Metode: Penelitian ini merupakan bentuk penelitian observasional dengan menggunakan analisis penelitian bersifat deskriptif yang menggambarkan, mendeskripsikan dan menguraikan objek penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian cross-sectional adalah suatu penelitian yang seluruh variabel diukur dan diamati dalam satu waktu (one point in time). Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari hasil observasi lingkungan kerja dan data sekunder perusahaan.
Hasil: Berdasarkan data yang diperoleh diketahui masih ditemukan tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman pada tahun 2023 yaitu 30% untuk tindakan tidak aman dan 80.95% kondisi Tidak aman. Kondisi tidak aman didominasi dengan kurangnya kerapihan para karyawan saat bekerja. Program Kartu Observasi bahaya dilakukan oleh seluruh pekerja dengan adanya komunikasi dua arah. Data yang dianalisa adalah data yang diambil selama tahun 2023. Dan setiap Kartu Observasi Bahaya yang masuk ke departemen K3 akan dengan segera dilakukan tindakan wawancara dan closing temuan. Kartu Observasi Bahaya digunakan sebagai indikator besarnya kepedulian pekerja terhadap K3, mengingat banyak dan kompleksnya potensi bahaya Di lingkungan perkantoran Perusahaan Jasa Inspeksi PT. EA Jakarta.
Kesimpulan: Pelaksanaan penerapan kartu observasi bahaya Di lingkungan perkantoran Perusahaan Jasa Inspeksi PT. EA Jakarta sudah sesuai dengan Undang- Undang No. 1 Tahun 1970 Pasal 9 Ayat 3 mengenai pembinaan terhadap tenaga kerja untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja. Program Kartu Observasi bahaya pada perusahaan jasa inspeksi PT. EA Jakarta sudah berjalan cukup baik, dimana terdapat 88.88% karyawan turut serta berpartisipasi mengamati dan mengisi kartu observasi bahaya di tahun 2023. Penerapan Kartu Observasi bahaya merupakan Leading Indicator dalam Pemantauan dan Evaluasi Kinerja K3
Efektivitas Kebijakan Kesehatan dalam Meningkatkan Pengelolaan Limbah Medis di Puskesmas Labuhan Rasoki Kota Padangsidimpuan: The Effectiveness of Health Policies in Improving Medical Waste Management
Latar belakang: Pengelolaan limbah medis yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan masyarakat, petugas kesehatan, serta lingkungan sekitar. Kota Padangsidimpuan, seperti kota-kota di Indonesia, menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah medis yang aman dan ramah lingkungan di fasilitas kesehatan, termasuk di Puskesmas Labuhan Rasoki. Meskipun telah ada kebijakan dan regulasi yang mengatur pengelolaan limbah medis, namun implementasinya seringkali masih belum optimal.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas kebijakan kesehatan dalam meningkatkan pengelolaan limbah medis di Puskesmas Labuhan Rasoki Kota Padangsidimpuan.
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian terdiri dari 3 orang yaitu Kepala Puskesmas Labuhan Rasoki, Petugas Kesehatan Lingkungan, dan Pembimbing Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan. Penelitian dilakukan di Puskesmas Labuhan Rasoki Kota Padangsidimpuan dan dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Februari tahun 2024. Pemilihan informan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi dan wawancara mendalam (indepth interview), serta analisis data dilakukan secara kualitatif.
Hasil: Penelitian didapati kebijakan kesehatan yang diambil dalam penanganan limbah medis di Puskesmas Labuhan Rasoki sudah memenuhi syarat mengkuti Permen LHK No: P.56/Men LHK Sekjen/2015 tentang tata cara dan persyaratan teknis pengolahan limbah B3 dari Fasyankes dan PMK No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas. Fasilitas pengelolaan limbah medis sudah memadai serta penanganan vektor juga sudah mengikuti peraturan keputusan Kepala Bapeda No. I Tahun 1995 tentang tata cara persyaratan teknis penyimpanan dan pengumpulan limbah bahan berbahaya dan berancun. Kerja sama juga sudah dijalin dengan pihak ke 3 yaitu PT. Rona Uli Jaya Utama terkait pengankutan limbah medis. Tetapi belum adanya dilakukan pelatihan tentang pengolahan limbah medis sebagai penunjang kinerja petugas limbah medis baik dari pihak puskesmas maupun pihak ke 3 atau dinas kesehatan.
Kesimpulan: Pengelolaan limbah medis di Puskesmas Labuhan Rasoki sudah berjalan dengan baik dimana kebijakannya mengikuti permen LHK nomor P.56/menlhk-setjen/2015 sebagai dasar pengolahan limbah medis serta fasilitas yang tersedia sudah memadai dan telah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga namun untuk kompetensi staf belum pernah dilakukan pelatihan terkait pengelolaan limbah medis
Analisis Faktor Psikososial Terhadap Kejadian Stres Kerja pada Karyawan Perusahaan Jasa Pertambangan di PT X Tahun 2024: Analysis of Psychosocial Factors on the Occurrence of Occupational Stress in Mining Services Company Employees at PT X in 2024
Latar Belakang: Survei yang dilakukan dengan melibatkan 4.170 karyawan dari berbagai perusahaan di seluruh dunia melaporkan peningkatan persentase karyawan yang mengalami tingkat stres menengah dan tinggi pada tahun 2023, yaitu sebesar 73%. Kesenjangan antara tuntutan pekerjaan saat ini dan keterbatasan keterampilan karyawan dapat menyebabkan stres di tempat kerja. Faktor di tempat kerja yang dapat menyebabkan stres kerja dikenal dengan istilah faktor atau bahaya psikososial. Selama 5 tahun terakhir, terdapat 16 kejadian kecelakaan kerja yang terjadi pada Perusahaan Jasa Pertambangan (PJP) di PT X. Berdasarkan hasil investigasi, penyebab dasar dari kecelakaan kerja tersebut berhubungan dengan kondisi personal karyawan yang berkaitan dengan faktor psikososial di tempat kerja.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor psikososial pada karyawan Perusahaan Jasa Pertambangan di PT X, serta menganalisis hubungannya terhadap kejadian stres kerja.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain studi potong lintang, dengan responden penelitian sebanyak 105 karyawan. Pengukuran variabel independen berupa faktor psikososial menggunakan kuesioner Copenhagen Psychosocial Questionnaire III (COPSOQ III) dan pengukuran varibel dependen berupa stres kerja mengunakan kuesioner Depression, Anxiety and Stress Scale-21 (DASS-21). Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan software SPSS versi 29.0.
Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase responden yang mengalami stres kerja adalah sebesar 20.95%. Adapun hasil uji chi square menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara faktor psikososial dengan kejadian stres kerja pada responden, yang meliputi faktor tuntutan kuantitatif, kecepatan kerja, dukungan sosial dari rekan kerja, pengakuan, kualitas dari pekerjaan, kepuasan kerja, kepercayaan dengan atasan, keadilan organisasi, dan interaksi individu dengan orang lain (p value ? 0.05).
Kesimpulan: Pengetahuan terhadap faktor psikososial yang memengaruhi stres kerja pada karyawan Perusahaan Jasa Pertambangan di PT X tersebut dapat memberikan tambahan wawasan bagi industri pertambangan mengenai penyusunan kebijakan, prosedur, maupun program intervensi yang tepat untuk mengendalikan stres yang terjadi pada karyawan, khususnya di industri pertambangan
Environmental Sanitation and PHBS Analysis of Stunting Incidents in Toddler in Paser District
Background: Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition, especially in the first 1,000 days of life (HPK). The direct causes of stunting in toddlers are a history of Low Birth Weight (LBW), food availability, household consumption patterns and infectious diseases in toddlers.
Objective: The aim of this research is to analyze environmental sanitation and PHBS on the incidence of stunting in Paser Regency.
Research Method: Correlative analytical research type, with a case control approach with a case population of 4,665 toddlers in 21 villages/subdistricts and for the sample using 1:1, that means a sample of 62 cases and 62 controls.
Results: The results of this research are the variable ownership of healthy toilets, p-value 0.005 and OR=3.054, 95%CI 1.388-6.716), water quality (p-value 0.017 and OR=2.298, 95%CI 1.158-4.564), PHBS behavior (p-value 0.04 and OR=2.020, 95%CI 1.025-3.978) and SBABS variables (p-value 0.002 and OR=2.911, 95%CI 1.458-5.811)
Conclusion: So it can be concluded that there is a significant relationship between latrine ownership, water quality, PHBS and SBABS behavior and the incidence of stunting in Paser Regenc
Implementation of a no Smoking Area at SMPN 12 Malang in the Janti Health Center Working Area
Introduction: Smoking is harmful to our health and the health of those around us. Diseases caused by smoking can ultimately weaken the potential of human resources. In response to this, the government has established a program to deal with cigarette smoke, one of which is a smoke-free area, and there are seven places that must implement a smoke-free area, one of which is a place of teaching and learning.
Objective: The purpose of this study was to determine the implementation of a smoke-free area at SMPN 12 Malang in the working area of the Janti health center as a step towards realizing a smoke-free school environment.
Method: This research uses quantitative methods that are descriptive in nature. The population of this study is the whole of the research object. The sampling technique used was total sampling totaling 72 people. The sample in this study were all teachers, staff, security officers, janitors, and canteen guards at SMPN 12 Malang. Data collection techniques are questionnaires, observations, and interviews, the instruments used are questionnaire sheets, observation sheets, and interview guidelines.
Result: The results of research on the implementation of a smoke-free area at SMPN 12 Malang found that the policy pattern is good because it already has a policy, human resources are sufficient because there is no special officer to supervise the smoke-free area and sanctions for violators of the smoke-free area, and the area sign in the good category has been installed but the placement is still not strategic because it is installed in front of the class and covered by lush trees, and the media used is only one, namely the statue of the no-smoking area sign or smoking ban.
Conclusion: The implementation of a smoke-free area at SMPN 12 Malang in the policy pattern is in the good category, human resources are sufficient, and the smoke-free area sign is good