E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
    4676 research outputs found

    Home Environmental factors with the Incidence of ISPA in Toddlers Indonesia: Literature Review

    No full text
    Background: ARI or acute respiratory infections can occur in the upper and lower respiratory tract. Toddlers are at risk of ARI due to indoor air pollution. Indonesia has the highest mortality rate of children under 5 years old due to ARI caused by several unqualified environmental factors such as ventilation area, occupancy density, air humidity, and lighting of toddlers' homes that do not meet the requirements of healthy homes. This literature review aims to analyse the association between home environmental factors and the incidence of ARI in children under five years of age in Indonesia. Method: Using the literature review method by reviewing scientific articles published in the Google Scholar, Researchgate, Sciencedirect and PubMed databases using the search keywords OR factors using boolean operators AND ARI in toddlers OR Accute Respisitory Infections under five years. The study was conducted from June to August 2024 in Indonesia. Result: 12 articles were found that met the inclusion criteria of the study. of the 12 articles reviewed showed that air temperature, air humidity, lighting intensity, ventilation area, residential density in the house, use of fuel for cooking, the presence of family members who smoke in the house are associated with the incidence of ARI in Indonesia. Conclusion: The most dominant factor associated is the presence of family members who smoke. Some other factors that are interconnected are the availability of adequate ventilation with air humidity in the house. Many of the toddlers affected by ARI live in homes that do not have adequate ventilation so that the humidity in the house becomes high and creates an environment that supports the growth of pathogenic germs that can increase the risk of ARI in toddlers

    Analisis Uji Karakteristik Bioetanol Campuran Kulit Nanas dan Buah Pisang Hutan: Analysis of Bioethanol Characteristics Test of Pineapple Peel and Forest Banana Fruit Mixture

    No full text
    Menipisnya persediaan energi fosil mendorong penelitian mengembangkan sumber energi alternatif dari sumber daya alam yang bisa diperbarui salah satunya yaitu biomassa. Biomassa yang ingin diteliti oleh peneliti disini berupa bioetanol. Bioetanol adalah cairan biokimia pada proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat dengan menggunakan bantuan mikroorganisme dilanjutkan dengan proses destilasi. Penelitian ini menggunakan bahan campuran kulit nanas dan buah pisang hutan dengan harapan kadar bioetanol dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan bioetanol campuran kulit nanas dan buah pisang hutan. Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimen dengan metode kuantitatif yang akan menganalisis karakteristik bioetanol dengan variasi komposisi kulit nanas dan buah pisang hutan, variasi A (80% kulit nanas 20% pisang hutan) variasi B (50% kulit nanas 50% pisang hutan) variasi C (20% kulit nanas 80% pisang hutan). Adapun hasil yang diperoleh dari ekperimen ini, variasi A mendapatkan hasil kadar alkohol 60%, 85,75 kadar air, 0,73 gr/ml densitas, 210 J nilai kalor, variasi B mendapatkan hasil kadar alkohol 53%, 86,7% kadar air, 0,71 gr/ml densitas, variasi C  mendapatkan hasil kadar alkohol 48%, 85,8% kadar air, 0,74 gr/ml densitas. Variasi A merupakan hasil terbaik yang menghasilkan 210 J, Kadar Alkohol 60%, Densitas 0,73 gr/ml, dan Nilai kadar air terendah sebesar 85,7%

    Analisis Faktor Host dan Sosial Budaya dengan Kejadian Hipertensi pada Usia Produktif (15-64 Tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Wiradesa: nalysis of Host and Socio-Cultural Factors with the Incident of Hypertension in the Productive Age (15-64 Years) in the Wiradesa Community Health Center Working Area

    No full text
    Latar belakang: Hipertensi merupakan suatu keadaan ketika tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis. Hal tersebut dapat terjadi karena jantung bekerja lebih keras memompa darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2018 prevalensi hipertensi di dunia sebesar 26.4% atau 972 juta orang terkena penyakit hipertensi, angka ini mengalami peningkatan di tahun 2021 menjadi 29,2%. Jumlah penyandang hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 Miliar orang yang terkena hipertensi. Tujuan: Tujuan dari penulisan ini yaitu untuk mengetahui faktor apa sajakah yang memengaruhi kerjadian hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Wiradesa. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode case control dengan total 60 responden. Hasil: Hasil dari analisis analisis chi square didapatkan bahwa terdapat hubungan antara ekonomi (OR: 0,434), status  gizi (OR: 4,125), dan stres (OR: 10,545) dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Wiradesa. Kesimpulan: Hasil uji bivariat dengan uji chi square didapatkan bahwa terdapat hubungan antara ekonomi, status gizi, dan stres terhadap kejadian hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Wiradesa

    Efektivitas Pemberian Daun Kelor Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil dengan Anemia: Literatur Riview: Effectiveness of Giving Moringa Leaves to Increase Hemoglobin Levels in Pregnant Women with Anemia: Literature Review

    No full text
    Latar belakang: Anemia terkait kehamilan telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia selama dekade terakhir. Ketika tidak ada cukup sel darah merah atau hemoglobin dalam darah, kondisi ini dikenal sebagai anemia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kadar batas normal hemoglobin (Hb) untuk ibu hamil adalah >11 gr/dl, anemia ringan sebagai Hb 10,0-10,9 gr/dl, anemia sedang sebagai Hb 7,0-9,9 gr/dl, dan anemia berat sebagai Hb 7.0 gr/dl. Daun kelor adalah pilihan non-farmasi untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil yang anemia. Tujuan: Untuk menelaah lebih dalam tentang pengaruh pemberian daun kelor terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia yang terdapat kesesuain dengan penelitian-penelitian sebelumnya dengan cara mereview beberapa penelitian. Metode: Penulis memakai beberapa sumber meliputi studi pencarian sistematis database terkomputerisasi (Pubmed dan Google Shcoolar) yang diambil dalam waktu 5 tahun terakhir dari tahun 2018-2022. Hasil: Artikel yang diperoleh dalam melakukan pencarian yaitu 50 jurnal, tetapi setelah dilakukan telaah artikel dan disesuaikan dengan judul berjumlah 14 jurnal dengan 5 internasional dan 9 nasional. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa Setelah meneliti literature pada 14 publikasi ilmiah yang relavan tentang pengaruh daun kelor terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil ditemukan bahwa ada pengaruh dari pemberian daun kelor terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil

    Hubungan Status Pekerjaan dengan Perilaku Kerja PP TB dalam Implementasi Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT): Correlation between Employment Status and PP TB Behaviour in Tuberculosis Prevention Treatment (TPT) Implementation

    No full text
    Latar belakang: Fakta dilapangan terbukti bahwa belum semua PP TB melaksanakan TPT, menunjukkan bahwa adanya masalah dalam perilaku kerjanya. Faktor individual sakah satunya status pekerjaan ialah aspek utama dalam Implementasi TPT yang perlu dikaji lebih lanjut. Tujuan: Menganalisis hubungan antara status pekerjaan dengan perilaku kerja PP TB dalam Implementasi TPT. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif digunakan untuk menfidentifikasi tingkat pengetahuan dan perilaku PP TB serta keterkaitan antara keduanya. Sedangkan kualitatif digunakan untuk menjabarkan hasil temuan. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 38 responden. Informan kualitatif diambil dari 1 responden yang terlibat dalam penelitian. Penelitian dilakukan di Tegal pada bulan Januari sampai November 2023. Instrumen kuantitatif menggunakan kuesioner yang telah lolos uji expert, validitas dan reliabilitas. Studi kualitatif menggunakan panduan wawancara. Analisis menggunakan uji univariat dan bivariat serta analisis data kualitatif dengan verbatim. Penelitian ini telah lolos uji etik dengan nomor 501/EA/KEPK-FKM/2023. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan sebagian besar PP TB ialah PNS dan perilaku kerjanya buruk (68,4%). Hasil juga menunjukkan adanya hubungan antara status pekerjaan dengan perilaku PP TB dalam Implementasi TPT dengan p= 0,037. Setelah dilakukan studi kualitatif, ditemukan perbedaan perlakuan antara pegawai tetap dan pegawai kontrak seperti intensif dan beban kerja yang diberikan. Kesimpulan: Status pekerjaan berhubungan dengan perilaku kerja PP TB dalam Implementasi TPT

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi di Kalangan Masyarakat dan Pekerja: Literature Review: Factors Associated with the Incident of Hypertension Among the Community and Workers: Literature Review

    No full text
    Latar belakang: Berdasarkan data WHO, kasus hipertensi sampai sekarang masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar yaitu 22% dari peduduk dunia mengalami hipertensi. Hipertensi yang diderita seumur hidup dan dengan risiko komplikasi jantung koroner dan stroke berpengaruh terhadap produktivitas penderita hipertensi. Tujuan: Menganalisis faktor risiko terjadinya hipertensi di kalangan masyarakat umum dan pekerja. Metode: Metode penelitian menggunakan literature review yang diakses dari Science and Technology Index (SINTA) dengan menggunakan kata kunci Hipertensi. Artikel yang telah didapatkan kemudian diseleksi agar relevan dengan tujuan penelitian Hasil: Literature review menunjukkan bahwa faktor risiko yang mempengaruhi hipertensi adalah pengetahuan, sikap, kebiasaan merokok, pajanan kebisingan, aktivitas penerbangan, obesitas, stres, kebiasaan minum kopi, kebiasaan minum alkohol, aktivitas fisik, lama kerja, kadar plumbum, suhu rumah, intensitas kebisingan dan paparan bising menahun. Kesimpulan: Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian hipertensi yang terkait dengan lingkungan kerja yaitu kebisingan di tempat kerja, lama kerja dan kadar Plumbum (Pb) di udara lingkungan kerja

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi pada Pekerja : Literature Review: Factors Affecting the Incidence of Hypertension in Workers : Literature Review

    No full text
    Latar belakang: Hipertensi adalah suatu kondisi atau keadaan yang secara signifikan dapat meningkatkan resiko penyakit lainnya. Prevalensi dari kejadian hipertensi didunia dapat meningkat setiap tahunnya. Komplikasi hipertensi dapat menyebabkan komplikasi seperti, stroke, infark miokard, gagal jantung dan gagal ginjal. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran terkait faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian hipertensi pada pekerja. Metode: Dalam penulisan ini metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan narative review. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang didapatkan dari beberapa database seperti: Google Schoolar, DOAJ, Pubmed, Science Direct dan Research Gate. Pencarian literatur menggunakan kurun waktu tahun penerbitan jurnal dari tahun 2019 hingga 2023. Hasil: Hasil telaah dari keseluruhan artikel yang telah dikaji menggambarkan bahwa berbagai faktor resiko dari hipertensi yang dialami pekerja terdiri dari durasi tidur, konsumsi alkohol, stres kerja, lingkungan panas dan durasi dari jam kerja. Kesimpulan: Hipertensi terhadap pekerja dapat disebabkan oleh berbagai faktor resiko, sehingga pekerja yang bekerja dilingkungan panas dan bising serta bekerja dengan durasi kerja yang lebih besar dan durasi tidur yang tidak normal dan pekerja pekerja yang mengkonsumsi alkohol dalam jangka panjang beresiko mengalami hipertensi ditempat kerja

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Hipertensi pada Ibu Hamil: Factors Affecting the Occurrence of Hypertension in Pregnant Women

    No full text
    Latar belakang: Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) masih tergolong tinggi. Hipertensi dalam kehamilan sering terjadi dan merupakan salah satu penyebab kematian ibu. Di Indonesia, hipertensi dalam kehamilan menduduki peringkat kedua tertinggi penyebab kematian itu setelah perdarahan. Tujuan: untuk melihat hubungan antara faktor-faktor Ibu dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar Tahun 2022. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional dengan pendekatan case control. Populasi adalah seluruh ibu hamil dengan jumlah 245 orang di Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar periode Januari – Juni Tahun 2022. Dengan menggunakan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi didapatkan sampel sebanyak 152 orang. Analisis datanya meliputi analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariatnya uji chi square. Hasil: Hasil analisis datanya meliputi analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariatnya uji chi square. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan sebesar 5% (?=0,05). pengaruh antara umur (p=0,000), paritas (p=0,037), stress (p=0,000), obesitas (p=0,000), riwayat hipertensi (p=0,000), aktivitas fisik (p=0,000), Dari hasil pengujian Chi-Square, didapatkan hubungan antara faktor-faktor Ibu dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar tahun 2022. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara faktor-faktor umur ibu, paritas, stress, obesitas, aktivits fisik dan riwayat hipertensi dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar tahun 2022

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Personal Hygiene Santri di Pondok Pesantren Ar-Rofi’I Jakarta Selatan Tahun 2023: Factors Associated with the Personal Hygiene Behavior of Santri at the Ar-Rofi'I Islamic Boarding School, South Jakarta in 2023

    No full text
    Pendahuluan: Perilaku personal hygiene merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi penyebaran skabies. Personal hygiene yang buruk dapat memperburuk infeksi skabies dan meningkatkan risiko penyebaran ke orang lain. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan personal hygiene pada santri di Pondok Pesantren Ar-Rofi’i Jakarta. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri di Pondok Pesantren Ar-Rofi’i Jakarta tahun 2023 berjumlah 173 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling dengan sampel 77 santri. Pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Chi Square. Hasil: Hasil univariat menunjukkan responden memiliki personal hygiene yang baik (53,2%), pengetahuan tinggi (58,4%), sikap kurang (57,1%), sarana personal hygiene tidak mendukung (55,8%), tidak dapat dukungan teman sebaya (54,5%), dan dapat dukungan pesantren (62,3%). Hasil bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan perilaku personal hygiene yaitu pengetahuan (Pvalue 0,010), Sikap (Pvalue 0,026), dan sarana personal hygiene (Pvalue 0,033). Saran: Berdasarkan hasil penelitian disarankan dapat menyediakan informasi mengenai personal hygiene berupa memberikan penyuluhan rutin ataupun menggunakan media promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan serta peningkatan sikap santri terhadap personal hygiene

    Implementation of Stunting Prevention Program in Indonesia: Literature Review

    No full text
    Introduction: The health problem of stunting is still a crucial problem in various regions of the world. The reduction of stunting is one of the goals of the Sustainable Development Goal (SDG) target where in 2030 the expected target is 89 million people, but in fact, there is no maximum progress in achieving the World Health Assembly (WHA) global nutrition target in 2025. Various studies have been conducted out there that provide comprehensive facts related to various kinds of programs or methods in reducing the prevalence of stunting that can be taken into consideration by the government in making new policies related to stunting prevention. Objective: This study aims to identify the various implementations of stunting prevention interventions in Indonesia. Method: The research method uses a scoping review with the PRISMA approach. Literature research through three databases, namely PubMed, ScienceDirect, and Scopus. The inclusion criteria for this study were articles published from 2017 to 2023, articles that had free access and full text, research locations in Indonesia, and not systematic review and/or meta-analysis articles. Result: The search results obtained 13 final articles that discuss variations in interventions in stunting prevention. The results of the review of 13 articles found that effective prevention of stunting can be done by various methods, such as providing education, counseling, therapeutic group therapy, practical demonstrations, and home visits through professional collaboration between health workers and health cadres to pregnant women and mothers with children less than five years old, as well as premarital education classes for prospective couples. Conclusion: Implementation of effective stunting prevention interventions should be multisectoral and include family planning, premarital couples, and women with early pregnancies as the main target focus for stunting prevention. &nbsp

    0

    full texts

    4,676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇