E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Mother's Experience of Caring for Children with Stunting in the Riverside of Banjar Regency
Introduction: Stunting is one of the most common impacts of chronic malnutrition in the world. Banjar Regency is one of the regencies in South Kalimantan that has experienced a significant increase in stunting cases. Mothers often act as the primary caregivers of children, thus all actions taken by mothers related to care including fulfilling nutritional needs can affect the health and nutritional status of their children. It is important for a mother to have good knowledge about fulfilling nutrition for children, fulfilling immunizations, maintaining sanitation and treating infectious diseases in children. One way to gain knowledge is from experience. Mothers with stunted children have experiences that can be lessons regarding the actions taken during treatment, the obstacles felt and how to prevent stunting in the next generation.
Objective: This study aims to explore the experiences of mothers in caring for children with stunting in the riverside of ??Banjar Regency.
Method: A qualitative approach with a phenomenological design was used in this study. Data were collected using the in-depth interview method and analyzed using the sequence: transcribing, categorizing, using N-Vivo 12. The population in this study were all mothers who had stunted children in the riverside of ??Banjar Regency. In this study, mothers who became participants were selected using a purposive sampling method, namely data was taken from information from health center officers in Banjar Regency with inclusion criteria having experience caring for children with stunting, being able to communicate well and being willing to be participants. Data saturation was obtained on the 16th participant.
Result: The results of this study identified 5 themes, namely children's eating habits, children's conditions, mothers' efforts, mothers' difficulties and the role of fathers. Children's eating habits include incomplete menus, eating little, eating irregularly, eating without side dishes, and snacks before eating. The condition of stunted children in this study was slow development, frequent illness, and poor sleep quality. Mother’s efforts were to provide exclusive breastfeeding and routinely go to posyandu. The difficulties faced by mothers were difficulty in accessing health facilities, economic problems, children who did not want to be separated from their mothers, confusion in handling stunting and the presence of a closed mouth movement in children. The role of fathers included collaborating with mothers in parenting and being less involved in parenting.
Conclusion: The conclusion obtained in this study was that 5 themes were obtained from the experience of mothers in caring for children with stunting in the riverside of Banjar Regency
Measurement of Noise Intensity in the Al-Mahirah Lamdingin Market Area, Banda Aceh City in 2024
Introduction: Noise is a fairly important issue, especially in relation to comfort. Excessive noise levels in markets can have very dangerous negative impacts in many ways, namely health impacts as well as psychological and technical impacts.
Objective: The purpose of this study is to identify the noise level that occurs in the market area using a Sound Level Meter (SLM) and to map the noise level in the Al-mahirah Lamdingin market.
Methods: This study uses an observation method, data collection is carried out by direct observation and measurement of the research object. The sample in this study is one of the sectors of the community trade center, namely the Al-Mahirah Lamdingin market in Banda Aceh city which consists of 93 kiosks with 639 traders. Inclusion criteria are places where people often gather and pass by, areas that are flanked by lots of noise and come from different sources and machines that operate more than 4 hours in 1 day. Exclusion criteria are locations/areas that do not have noise sources and are far from the main road shoulder, machines that operate for less than 4 hours and operate only at certain times. Data were analyzed using Microsoft Excel software.
Results: The results of the study showed that the noise intensity at the Al-Mahirah Lamdingin Market was already in the risky category because it had the highest noise intensity of 55.2 dBA, but did not exceed the threshold value that had been set, namely 65 dBA.
Conclusion: Based on the measurement of noise intensity in the Al-Mahirah Lamdingin market, the noise intensity value does not exceed the noise quality standard value but is already at a risky stage because the measurement results are close to the set quality standard and the frequency and time of noise exposure are quite long with the target group. It is necessary to carry out control at each point such as changing the layout of the machine so that the noise does not collect in one place and the use of Hearing Protection Equipment (APT) or it can be by controlling the device, be it equipment renewal or repair
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa Bongki Lengkese Melalui Program “Integrator: Integrated Environmental Agricultural Nutrition Programme” Sebagai Upaya Mendukung Pencapaian SDGs Desa : Improving Capacity of Community of Bongki Lengkese Village through “Integrator: Integrated Environmental Agricultural Nutrition Programme” in Supporting Village SDGs Achievement
Dalam Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, terdapat 18 tujuan yang dirancang untuk menciptakan desa yang sehat, sejahtera, dan inklusif. Beberapa tujuan penting termasuk tujuan 3 (Desa Sehat dan Sejahtera), tujuan 5 (Keterlibatan Perempuan Desa), dan tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan). Desa-desa di Indonesia, termasuk Desa Bongki Lengkese, masih memerlukan pendampingan untuk menggali potensi dan meningkatkan kapasitas masyarakatnya, terutama dalam hal pengelolaan lingkungan dan produksi yang berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pencapaian SDGs melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam pengelolaan lingkungan dan pertanian berkelanjutan. Kegiatan Integrated Environmental Agricultural Nutrition Programme (INTEGRATOR) ini meliputi pelatihan peer educator (pengolahan minyak jelantah, pemanfaatan maggot untuk pengolahan sampah organik, serta pengenalan sistem aquaponic). Kegiatan diikuti oleh 20 peserta dari Kelompok Tani Padaelo dan Kelompok Wanita Tani Samaturu di Desa Bongki Lengkese, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Metode pelatihan mencakup pemberian materi menggunakan media PowerPoint dan modul, buku saku, diskusi, praktik, dan percontohan. Pre dan post test digunakan untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan di tingkat lokal, yang selaras dengan tujuan SDGs
Meningkatkan Peran Masyarakat Dalam Pencegahan Tidak Pidana Perdagangan Orang: Enhancing the Role of Society in Preventing Criminal Acts of Human Trafficking
Perdagangan manusia merupakan kejahatan transnasional kompleks yang melibatkan eksploitasi fisik dan psikologis terhadap individu, terutama kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak. Faktor struktural seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, dan lemahnya penegakan hukum memperburuk situasi ini di Indonesia. Kejahatan-kejahatan ini melibatkan berbagai bentuk eksploitasi, seperti kerja paksa, prostitusi paksa, dan perbudakan hutang, yang seringkali diawali dengan penipuan atau pemaksaan oleh pelakunya. Dalam mencegah dan memberantas perdagangan orang, partisipasi masyarakat sangat penting, antara lain dengan berperan aktif dalam deteksi dini, pelaporan aktivitas mencurigakan, serta peningkatan kesadaran dan edukasi mengenai risiko eksploitasi. Kolaborasi antara pemerintah, LSM, dan masyarakat dapat memperkuat upaya perlindungan, memberdayakan kelompok rentan, dan membatasi pergerakan pelaku. Upaya kolektif, mulai dari pelatihan keterampilan hingga peningkatan akses terhadap layanan dasar, berkontribusi dalam mengurangi kerentanan masyarakat dan menciptakan sistem perlindungan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan partisipasi yang berkelanjutan, masyarakat dapat menjadi ujung tombak dalam memutus rantai kejahatan
Penerapan Teori Ekonomi Behavioral dalam Kebijakan Kesehatan Publik untuk Meningkatkan Kesadaran Gizi Masyarakat: Application of Behavioral Economic Theory in Public Health Policy to Increase Public Nutrition Awareness
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi nudging dan teknologi mHealth dalam meningkatkan kesadaran gizi masyarakat perkotaan dan pedesaan di Indonesia, dengan mempertimbangkan faktor sosial, budaya, dan psikologis. Metode yang digunakan melibatkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui survei, wawancara, serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi nudging berhasil meningkatkan pemilihan makanan sehat sebesar 19,5% secara keseluruhan, dengan peningkatan lebih besar di pedesaan (+21%) dibandingkan perkotaan (+18%). Penggunaan aplikasi mHealth juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesadaran gizi, dari 35% menjadi 78%. Namun, literasi digital masyarakat pedesaan lebih rendah (64%) dibandingkan perkotaan (80%), sehingga membutuhkan pendampingan tambahan. Faktor sosial dan budaya, seperti kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat di pedesaan, serta faktor psikologis, seperti stres di wilayah perkotaan, turut memengaruhi pola makan masyarakat. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan berbasis komunitas, edukasi gizi, dan teknologi yang inklusif untuk mendukung perbaikan pola makan dan kesehatan masyarakat secara menyeluruh
Efektivitas Pemidanaan Penjara dalam Mencegah Tindak Pidana Berulang di Indonesia: The Effectiveness of Imprisonment in Preventing Recurrence of Crime in Indonesia
Sistem pemidanaan penjara di Indonesia saat ini menghadapi sejumlah tantangan signifikan, termasuk overkapasitas lembaga pemasyarakatan (lapas), stigma sosial terhadap narapidana, dan tingginya tingkat residivisme. Meskipun rehabilitasi dianggap sebagai tujuan penting dari pemidanaan, program pembinaan yang ada saat ini belum sepenuhnya berhasil mencapai tujuan tersebut. Kurangnya kualitas program rehabilitasi, ditambah dengan ketidakmampuan sistem pemasyarakatan dalam menyelesaikan masalah sosial dan ekonomi yang melatarbelakangi perilaku kriminal, membuat alternatif pemidanaan semakin dibutuhkan. Oleh karena itu, reformasi sistem pemasyarakatan dengan memperkenalkan alternatif pemidanaan seperti restorative justice dan reintegrasi sosial menjadi kunci dalam menciptakan sistem pemidanaan yang lebih manusiawi dan efektif. Pemberdayaan mantan narapidana, pencegahan kriminalitas melalui pendidikan, serta pemberian peluang kerja bagi mantan narapidana perlu menjadi fokus utama dalam program pembinaan untuk mencegah kejahatan berulang dan memperbaiki kualitas hidup mereka setelah keluar dari penjara. Dalam konteks ini, peran kebijakan hukum dan reformasi pemidanaan yang memperkenalkan pendekatan yang lebih holistik sangat penting untuk mengatasi masalah yang ada dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia
Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Wilayah Kota Palu : Quality Management of Health Services at Palu City Regional Health Centers
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik manajemen mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas yang berada di wilayah Kota Palu. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas dihadapkan pada beberapa tantangan utama, termasuk keterbatasan sumber daya, variabilitas dalam kualitas layanan antar Puskesmas, dan kebutuhan peningkatan kapasitas SDM kesehatan. Namun, telah dilakukan berbagai upaya peningkatan mutu melalui pelatihan, penerapan standar pelayanan minimal, dan penggunaan teknologi informasi. Temuan ini memberikan implikasi bahwa untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas, diperlukan sinergi yang baik antara pemerintah, manajemen Puskesmas, dan masyarakat, serta pengalokasian sumber daya yang lebih memadai
PENYELESAIAN SANKSI DISIPLIN PROFESI DOKTER DI PERADILAN TATA USAHA NEGARA (PTUN)
Di dalam praktek, tindakan medis terhadap tubuh manusia oleh dokter atau dokter gigi kadang menimbulkan permasalahan yang berujung terjadinya sengketa medis. Biasanya yang dipersengketakan berupa Pelanggaran etika kedokteran pelanggaran disiplin kedokteran; pelanggaran hak orang lain/pasien. Apabila terjadinya pelanggaran disipilin dokter atau dokter gigi dalam pelaksanaan praktik kedokteran tentunya hal tersebut dapat merugikan pasien dan tidak terpenuhinya perlindungan terhadap hak-hak pasien dalam pelayanan kesehatan. Oleh karena itu diperlukan upaya hukum. Jenis penelitian yang digunakan pada artikel ilmiah ini yaitu normatif dengan mengkaji hukum dengan meletakkan hukum sebagai sebuah bangunan sistem norma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila terjadi pelanggaran disiplin dalam praktik kedokteran oleh dokter atau dokter gigi pasien dapat mengadukan pelanggaran disiplin. Namun, menurut Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia No. 32/2015, keputusan Konsil Kedokteran Indonesia tidak dimaksudkan untuk tujuan yudisial dan oleh karena itu para hakim pengadilan tidak terikat untuk mematuhinya. Hal ini melemahkan posisi Konsil Kedokteran Indonesia sebagai regulator, Implementasi dalam penjatuhan hukuman disiplin bagi profesi dokter, sehingga mengakibatkan dokter yang tergugat membuat gugatan ke pengadilan tata usaha negara. Berdasarkan Pasal 1 Angka 9 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 jo. UndangUndang Nomor 51 Tahun 2009 dengan mengacu pada ketentuan ini, maka tidak sedikit hakim yang berpendapat bahwa Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia masuk dalam kategori badan atau pejabat tata usaha Negara. Kesimpulan pada penulisan ini yaitu penegakan disiplin profesi dokter dan dokter gigi seharusnya dipisahkan dari bidang hukum, karena penegakan disiplin ini dimaksudkan untuk melindungi masyarakat, mempertahankan, dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, serta menjaga kehormatan profesi dokter dan dokter gigi
ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI GORONTALO NOMOR 209/PID.SUS/2021 BERKAITAN DENGAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA YANG DILAKUKAN DENGAN PEMUFAKATAN JAHAT
The results of the research show that the Gorontalo City Consumer Dispute Resolution Agency in the last 3 years has data in 2021 that has resolved 3 cases, in this case 2 mediations and 1 arbitration. Furthermore, in 2022 there will be 17 cases with the qualification of 15 mediation cases and 2 of them are cases carried out by arbitration. As of the latest data, which is currently running in 2023, the Gorontalo City Consumer Dispute Resolution Agency has resolved 14 mediation cases and 2 arbitration cases. In Consumer Dispute Resolution, it is carried out using the trial principle which produces decisions quickly, simply and without costs, but in fact there are still decisions which charge court costs to the parties, namely cases number 003 and 004 in 2021 and 2022. For this reason, 2 (two) Aquo's decision is part of an evaluation of the Gorontalo City Consumer Dispute Resolution Agency to include legal considerations in a case that is subject to and complies with the Consumer Protection Law
The Effect of Murottal Al-Quran on the Level of Anxiety in Breast Cancer Patients Undergoing Chemotherapy at Ibnu Sina Hospital Makassar
Introduction: Anxiety is a serious problem in cancer patient’s sufferers, especially breast cancer undergoing chemotherapy. It has an impact on reducing the quality of life and the success of treatment. A breast cancer sufferer start to experience psychological disorders from the diagnosis is established, undergoing treatment, during and after treatment, both surgery and chemotherapy. Anxiety is generally develop base on fearness about bad future, such as losing family support or even death. Listening to murrotal chanting will stimulate the brain to release Gamma Amino Butyric Acid (GABA), encephalin, or beta endorphin which lead to eliminate anxiety, depression and stress neurotransmitters, resulting in calmness feeling.
Method: This research is a case control study with quasi-experimental design. Total of 30 respondents who were breast cancer chemotherapy patients at Ibnu Sina Hospital of Makassar, divided into two groups. The first group received voice recording of the Murrotal Al-Quran for 30 minutes with the same Qori and surah (Al-Ikhlas, Al-Falaq and An-nas) while the other group were treated with 0,5 mg alprazolam tablets. Interviews and measurements of anxiety level were measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale carried out before and 60 minutes after treatment in both groups. Purposive sampling technique were used to collect data and analysed with Wilcoxon test.
Result: Significant anxiety levels improvements take place in both treatment groups (p<0.05), without any significant differences (p=0,13). Murrotal listening has the same effect as anti-anxiety drugs. The advantage of murrotal listening compared with medication are: easy administration method, no side effects and does not require a doctor's prescription, and get a spiritual reward.
Conclusion: Murrotal listening has a good inpact in improving anxiety level of breast cancer patients undergoing chemotherapy