E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Problematika Pendidikan Islam dalam Kajian Filsafat Pendidikan Islam: Problems of Islamic Education in the Study of the Philosophy of Islamic Education
Filsafat Pendidikan Islam memiliki beberapa persoalan di zaman modern ini. Dalam kajian Filsafat Pendidikan Islam, problematika yang menjadi tantangan pendidikan Islam saat ini mencakup permasalahan buta huruf dan ketidaktahuan akan makna Al-Qur’an, agenda paradigma atau dualisme konseptual, serta ketidakakuratan program dan arah yang salah. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika dalam kajian filsafat pendidikan Islam. Penulisan artikel ini menggunakan metode library riset atau penelitian pustaka yang berkesinambungan terhadap problematika, pendidikan, filsafat Islam. Penulisan ini membahas tentang Filsafat Pendidikan Islam yang mempunyai objek kajian dan problematika yang ada didalamnya. Objek kajiannya meliputi objek ontologis, objek epistemologi serta objek aksiologis
Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Morowali: Human Resource Development Strategy at the Central Statistics Agency of Morowali Regency
Strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) adalah pendekatan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kapasitas individu dalam suatu organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan sumber daya manusia Badan Pusat Statistik Kabupaten Morowali. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode penelitian yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, wawancara dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan Analisis SWOT yang meliputi analisis SWOT, matriks IFAS, matriks EFAS dan matriks grand strategy. Hasil perhitungan IFAS yaitu skor tertimbang untuk faktor kekuatan yaitu berjumlah 2,14 skor tertimbang faktor kelemahan 0,85 sehingga keseluruhan IFAS sebesar 3 menunjukkan bahwa faktor menunjukkan bahwa faktor kekuatan lebih kuat daripada faktor kelemahan. Perhitungan matriks EFAS yaitu skor tertimbang untuk faktor peluang berjumlah 1,52, skor tertimbang untuk faktor ancaman berjumlah 1,38 sehingga hasil keseluruhan dari EFAS tersebut sebanyak 2,91 menunjukkan bahwa faktor peluang lebih kuat dari faktor ancaman. Hasil analisis SWOT terhadap strategi pengembangan sumber daya manusia guna meningkatkan produktivitas karyawan yang dilakukan adalah strength-opportunity karena memiliki nilai kombinasi strategi SWOT (3,66). Strategi pengembangan sumber daya manusia pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Morowali yang dilakukan yaitu pelatihan-pelatihan pengembangan, dan menjalin kerjasama secara efektif
Gambaran Status Gizi Anak Umur 0-60 Bulan di Posyandu Ferbena Wilayah Kerja Puskesmas Wolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara: Overview of Nutritional Status of Children Aged 0-60 Months at Ferbena Integrated Health Post, Wolio Health Center Working Area, Baubau City, Southeast Sulawesi
Status gizi adalah kondisi antara asupan gizi yang diterima dengan kebutuhan gizi yang digunakan untuk mempertahankan cadangan zat gizi dan mengganti zat gizi yang hilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi anak umur 0-60 bulan di Posyandu Ferbena wilayah kerja Puskesmas Wolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan survei. Penelitian dilakukan di Posyandu Ferbena pada tanggal 28 Juni-25 Juli 2024. Penelitian menggunakan teknik accidental sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 20 anak. Analisis univariat digunakan untuk menganalisis data penelitian dengan bantuan software Ms. excel. Penentuan status gizi menggunakan pengukuran antropometri standar WHO 2006 dengan menghitung Z-score BB/U, PB/U atau TB/U, BB/PB atau BB/TB, dan IMT/U. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pengukuran antropometri ditemukan anak dengan severely underweight sebesar 5%, underweight sebesar 20%, severely stunted sebesar 20% dan stunted sebesar 5%, severely wasted sebesar 5%, wasted sebesar 15%, dan overweight sebesar 5%, sedangkan berdasarkan IMT/U ditemukan anak dengan severely wasted sebesar 11,8%, wasted sebesar 5,9%, dan possible risk of overweight sebesar 11,8%. Penelitian ini diharapkan dapat membantu deteksi dini dan penanganan masalah gizi melalui kegiatan pengamatan tumbuh kembang anak di Posyandu, sehingga dapat membantu mencegah terjadinya masalah gizi secara dini di Kota Baubau
Peran Financial Literacy dan Financial Technology dalam Meningkatkan Kinerja UMKM : The Role of Financial Literacy and Financial Technology in Improving MSME Performance
UMKM di Kota Palu merupakan sektor penting penunjang pertumbuhan perekonomian daerah. Dukungan dan program pengembangan pemerintah diharapkan dapat membantu UMKM menjadi lebih kompetitif dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana financial literacy dapat meningkatkan kinerja UMKM di Kecamatan Palu Timur. Dengan memahami variabel-variabel ini, diharapkan akan ditemukan metode yang lebih efisien untuk mendukung pertumbuhan UMKM dengan meningkatkan literasi keuangan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan metode survei, dengan sampel yang diambil dari populasi UMKM Kecamatan Palu Timur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan alat bantu dalam format SPSS. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 34 pelaku UMKM yang berada di Kecamatan Palu Timur dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan financial literacy dan financial technology yang baik diharapkan UMKM akan mampu membuat keputusan manajemen dan keuangan yang tepat untuk peningkatan kinerja dan keberlanjutan usaha
The Relationship Household Environmental Sanitation with Incidence of Stunting in Toddlers: Literature Review
Introduction: Stunting (Short Children) one of the nutritional problems faced in the world, especially in poor and developing countries. Stunting is a problem because the impact it has can affect the quality of human resources and be detrimental to the world of health, including increasing morbidity and mortality rates. Sub optimal brain development results in delay in motor skills and mental growth. Many studies have been conducted on the risk factors for stunting in toddlers, including environmental sanitation which is an indirect cause stunting incident.
Objective: The Study aims to describe relationship between household environmental sanitation with the incidence of stunting toddlers.
Method: This research uses a systematic review method to summarize research results over the last 5 years. The data source comes from Indonesian Environmental Health Journal and the google scholar jurnal with the keywords “Stunting and environment”. The selected articles are results of research related to environmental sanitation factors and behavior that cause stunting.
Result: There are 7 for 10 research article showed a significant relationship between household environmental sanitation and the incidence of stunting in toddlers.
Conclusion: Based on the results of studies conducted in 10 Journals, information was obtained that those related to the incidence of stunting in toddlers include acces to clean water and drinking water, unhealthly latrines, food intake, processing of waste and household liquid waste that does not requirements, mother’s education level, parenting pattern for toddlers, exclusive breastfeeding and incidence of infection or diarrhea
Challenges and Strategies for Fulfilling Specialist and Subspecialist Doctors for Improvement Service Hospital Referral: Systematic Literature Review
Introduction: The availability of specialist and subspecialist doctors in sufficient numbers and with appropriate competencies is an absolute prerequisite for the success of the transformation of referral services. Data from the Ministry of Health in 2024 shows that Indonesia only has 0.18 specialist doctors per 1,000 population spread across various health facilities. This figure is still far below the ideal target of 0.28 per 1,000 population, so an additional 29,179 specialist doctors are needed.
Objective: This research aims to identify obstacles that hinder availability doctor specialists and subspecialists at the hospitals, as well as to explore effective approaches to overcome these problems.
Method: This study uses the Systematic Literature Review method. The method of selecting articles in this study is to search for articles that meet the inclusion and exclusion criteria through the Google Scholar database with the keywords "efforts to fulfill specialist and subspecialist doctors", "challenges to fulfill specialist and subspecialist doctors", "challenges and strategies to fulfill specialist and subspecialist doctors", "challenges and strategies to fulfill medical personnel". This study conducted a literature review of 14 relevant scientific publications, published in the last five years (2020-2024).
Result: The results of the study identified a number of significant obstacles in efforts to increase the availability of specialist and subspecialist doctors in hospitals, including aspects of regulation, budget allocation, human resource management, infrastructure, and monitoring and evaluation mechanisms.
Conclusion: The interconnection between these five aspects requires the implementation of a holistic strategy in an effort to increase the availability of specialist and subspecialist doctors in hospitals
Risk Factors for Work Fatigue in Welding Workers in the Oil and Gas Industry: Literature Review
Introduction: Welding workers in the Oil and Gas Industry are often exposed to heat sources such as sunlight and welding machines, especially when working outdoors. The welding process involves cutting, heating, grinding, joining, painting, and sanding, which can lead to significant fatigue, impacting their health and safety.
Objective: Workers who do welding are often exposed to heat sources, including sunlight and heat from welding machines because some employees do welding outdoors. Cutting iron, heating, grinding, joining, painting, and sanding are steps in the welding process carried out in a work environment exposed to sunlight. Thus, is fatigue a risk for welding workers in the Oil and Gas Industry. This study aims to determine the level of risk of causing work fatigue in welding workers in the Oil and Gas Industry.
Method: This study is a systematic literature review using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses) method. Literature searches were obtained from Google Scholar, Science Direct, and Neliti Jurnal. The keywords "risk of causing work fatigue" and "Risk of Causing Work Fatigue" and "work fatigue in welding workers" and "work fatigue in welding workers" were used in articles published from 2019-2023. with international journal rankings Q1 and Q2.
Result: A total of 105 articles were found, but only 16 articles were suitable for use after going through an elimination process that was adjusted to the research topic, passed duplication, and could be accessed in full. There are four risk factors for work fatigue in welding, namely, too much work, lack of time, conflict with welding workers, and the nature of ambiguity in each worker.
Conclusion: This finding is useful for knowing the risk factors for work fatigue in welding workers, there are four factors, namely, too much work, lack of time, conflict with welding workers, and the nature of ambiguity in each worker. To reduce the risk at work is by socializing related to occupational safety and health, increasing awareness of the importance of health and safety for workers with the aim of creating safe working conditions and ensuring occupational safety and health
Respon Pemberian Solid dan Beberapa Jenis Pgpr Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kelapa Sawit (Elaes Guineensis Jacq) di Pre Nursery: Response of Solid and Several Types of Pgpr on the Growth of Oil Palm Seedlings (Elaes Guineensis Jacq) in Pre Nursery
Pertumbuhan tanaman kelapa sawit dengan pemberian solid dan PGPR. Penelitian ini telah dilaksanakan di Jl. Samanudi, Lk. VIII Kota Binjai, pada bulan Januari 2023 sampai dengan Maret 2024. Penelitian menerapkan sebuah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan, Faktor pertama Solid terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu S0 = Tanpa solid, hanya topsoil, S1 = 50% solid dan 50% topsoil, S2 = 50% solid dan 50% top soil. Faktor kedua, yakni PGPR dengan tiga taraf perlakuan, yaitu P0 = 0 ml, P1 = 50 ml, dan P2 = 50 ml. Parameter yang diamati yaitu Diameter Batang (mm), Tinggi Tanaman (cm), Luas Daun (cm2) dan Jumlah Daun. Pada penelitian ini, perlakuan solid tidak berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan diameter batang, tinggi tanaman, luas daun, dan jumlah daun. Perlakuan PGPR berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan diameter batang, tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun. Gabungan antara perlakuan solid dan PGPR tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan diameter batang, tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun.  
Analisis Kandungan Bakteri Escherichia Coli pada Lobster Bambu (Panulirus Versicolor) di Perairan Torosiaje Laut Kabupaten Pohuwato: Analysis of Escherichia Coli Bacterial Content in Bamboo Lobster (Panulirus Versicolor) in Torosiaje Sea Waters, Pohuwato Regency
Bakteri Escherichia coli juga merupakan bakteri indikator kualitas air karena keberadaannya di dalam air mengindikasikan bahwa air tersebut terkontaminasi oleh feses, yang kemungkinan juga mengandung mikroorganisme enterik patogen lainnya. Permasalahan yang sering timbul di wilayah pesisir yakni rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat, rendahnya kualitas lingkungan, kurangnya kepemilikan jamban yang di lengkapi septic tank dan sanitasi lingkungan. Praktik ini tentunya akan memberikan kondisi signifikan pada kontaminasi bakteri Escherichia coli pada air laut terutama pada biota laut lobster. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jumlah kandungan bakteri Escherichia coli pada lobster bambu di Perairan Torosiaje Laut Kabupaten Pohuwato Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif desain Cross Sectional Study. Dengan pengambilan sampel objek yaitu lobster bambu dan sampel subjek sebanyak 10 responden. Pengukuran konsentrasi Escsherichia coli lobster bambu dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel lobster tidak memenuhi syarat kesehatan yang sesuai dengan SNI 7388 : 2009 karena semuanya positif Escherichia coli Diharapkan agar masyarakat umum yang membudidayakan lobster agar dapat membuat keramba lobster agak jauh dari permukiman tempat tinggal masyarakat umum agar tidak mudah terkontaminasi bakteri Escherichia coli
Digitalisasi terhadap Pelayanan Publik (Implementasi Digitalisasi Terhadap Pelayanan Publik di Pemerintah Kota Kediri dan Kabupaten Jember): Digitalization of Public Services (Implementation of Digitalization of Public Services in the Kediri City Government and Jember Regency)
Dewasa ini, layanan publik dituntut untuk semakin cepat, murah, mudah, dan transparan. Untuk menjawab tuntutan tersebut, pemerintah tengah gencar melakukan digitalisasi di segala sektor pemerintahan dengan harapan dapat mewujudkan pelayanan publik yang terpadu, berkualitas, dan terpercaya. Pemerintah telah mengeluarkan Perpres No. 132 Tahun 2022 tentang Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Nasional dan diakselerasi dengan Perpres No. 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional. Namun, dalam perjalanannya masih ditemui beberapa kendala seperti maladministrasi hingga ketimpangan penggunaan teknologi di beberapa wilayah di Indonesia baik dalam hal akses terhadap teknologi maupun kemampuan individu dalam penggunaan teknologi informasi. Untuk itu, dilakukan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik random narratives approach pada dua pemerintah daerah yaitu Pemerintah Kabupaten Jember dan Pemerintah Kota Kediri untuk mengetahui efektivitas penerapan digitalisasi terhadap penyelenggaraan pelayanan publik dengan memanfaatkan informasi yang berkaitan dengan hasil IPP serta hasil indeks SPBE. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan enam komponen penerapan e-government yaitu aspek pengembangan aplikasi, pengembangan kompetensi, konektivitas, regulasi, citizen interface, serta permodalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Pemerintah Kota Kediri, optimalisasi digitalisasi birokrasi tidak sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Sementara Pemerintah Kabupaten Jember tetap dapat memberikan layanan publik dengan kualitas yang baik meskipun digitalisasi birokrasi belum optimal. Perlu diketahui bahwa hasil penelitian ini tidak terlepas dari pengaruh beberapa aspek seperti tantangan yang dihadapi serta kekuatan yang dimiliki masing-masing instansi. Secara umum, peningkatan kualitas pelayanan publik melalui digitalisasi birokrasi pada kedua instansi dapat terwujud dengan adanya pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur, perencanaan pengadaan pegawai yang baik, serta peningkatan partisipasi publik