E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
    4676 research outputs found

    Disrupsi Teknologi Digital dalam Pelaksanaan Sistem Peradilan Pidana dan Pemenuhan Keadilan Di Indonesia: Disruption of Digital Technology in the Implementation of the Criminal Justice System and Fulfillment of Justice in Indonesia

    No full text
    Disrupsi   menggambarkan transformasi  mendasar  dalam  digitalisasi  berbagai  aspek, termasuk diantaranya dibidang system peradilan, khususnya peradilan pidana. Maka dari itu, penelitan ini bertujuan melihat pengaruh pelaksanaan sistem peradilan pidana dan kaitannya dengan pemenuhan keadilan di Indonesia. Pendekatan yang dugunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan undang-undang (statute approach) guna menelaah semua peraturan perundang-undangan, regulasi dan kebijakan yang berkaitan dengan teknologi digital pada sistem peradilan pidana. Peraturan Mahkamah Agung Tentang Administrasi dan Persidangan Perkara Pidana Di Pengadilan Secara Elektronik mempengaruhi  proses administrasi peradilan, baik pada mekanisme persidang secara elektronik. Persidangan secara elektronik adalah serangkaian proses memeriksa, mengadili, dan memutus perkara terdakwa oleh pengadilan yang dilaksanakan dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi, audio visual dan sarana elektronik lainnya. Selain itu juga digunakan pada proses permohonan izin secara elektronik dan pelimpahan berkas melalui Sistem Informasi Pengadilan. Administrasi perkara pidana terpadu secara elektronik telah berdampak pada percepatan proses peradilan, penyederhanaan system birokrasi yang rumit antara penegak hukum dan membuat biaya peradilan semakin efisian bagi pencari keadilan

    Key Factors Influencing Madiun Entrepreneurs in Starting Culinary Businesses: An Exploratory Factor Analysis Approach

    No full text
    This research aims to identify the factors influencing entrepreneurs' decisions to enter the culinary business sector in Madiun, Indonesia. Using a quantitative approach with Exploratory Factor Analysis (EFA), the study examines both internal and external factors that shape decision-making processes. Data were collected from 100 respondents through a structured questionnaire and analyzed using SPSS software. The results indicate that three main factors influence entrepreneurs: Product, Motivation, and Socio-Cultural factors. The Product factor, which includes variables such as ease of operation, market demand, and profitability, was found to be the most significant. Motivation, which encompasses personal skills, entrepreneurial interest, and self-empowerment, plays a key role in driving business choices. The Socio-Cultural factor reflects the influence of the environment, educational background, and available resources. These findings provide valuable insights for current and aspiring entrepreneurs, as well as policymakers, by highlighting the key drivers of success in the culinary business. The study suggests that the accessibility and growth potential of the culinary sector in Madiun make it an attractive industry for entrepreneurs seeking both personal and financial fulfillmen

    Analysis of Contributing Factors to Stunting in Poso Regency: A Perspective from the Special Stunting Handling Index

    No full text
    Introduction: The prevalence of stunting in children in Indonesia, including Poso Regency, remains relatively high despite a decrease in recent years. This study aims to analyze factors associated with stunting in Poso Regency. Methods: This study employed a cross-sectional analytical method with a sample size of 250 mothers and their children under 2 years old, using structured questionnaires and direct measurements to collect data. Univariate analysis, chi-square tests and binary logistic regression were performed with a final report of adjusted odds ratios (AORs) and 95% confidence intervals (CI). All of the analyses used Stata version 15. Results: Results indicate a significant association between stunting and the child's gender, maternal education, immunization, and breastfeeding. Boys face a 2.3 times higher risk of stunting, while children of mothers with primary education have a 4.7 times higher risk compared to those with higher education. Non-immunized and non-breastfed children also exhibit significantly higher stunting risks. Conclusion: The study underscores the impact of factors such as the child's sex, maternal education, immunization, and breastfeeding on stunting in Poso Regency. The study emphasizes the need for targeted educational programs by healthcare professionals, policy-driven nutritional support initiatives, and community-based awareness campaigns to effectively address stunting in Poso Regency

    Hubungan Umur, Masa Kerja dan Tuntutan Kerja dengan Stres Kerja Pada Karyawan PDAM di Kabupaten X

    No full text
    Latar belakang: World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa sekitar 450 juta orang di dunia mengalami stres. Survei yang dilakukan oleh health and safety executive (HSE) menyatakan stress dan depresi terkait pekerjaan pada tahun 2017/2018 adalah 595.000 kasus dengan tingkat pervelensi 1.800 per 100.000 pekerja. Di Indonesia tercatat sekitar 10% dari total penduduk Indonesia mengalami stres. Tujuan: Menganalisis hubungan umur, masa kerja dan tuntutan kerja dengan stress kerja pada karyawan PDAM di Kabupaten X. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dilakukan pada karyawan PDAM yang terdiri dari 65 karyawan. Penelitian ini mengambil seluruh populasi karyawan PDAM. Uji statistik menggunakan uji Chi-Square pada variabel usia, masa kerja dan tuntutan kerja dengan stress kerja. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa umur (? value=0,003), masa kerja (? value=0,000), tuntutan kerja (? value=0,000) berhubungan stres kerja. Saran: Perlunya dukungan tambahan seperti melakukan konseling secara rutin, melakukan latihan fisik dan mental seperti olahraga dan relaksasi untuk dapat mengurangi stres kerja

    Efektivitas Media Edukasi terhadap Perubahan Pengetahuan dan Perilaku Personal Hygiene Menstruasi pada Remaja Putri: Literature Review: Effectiveness of Educational Media in Personal Menstrual Hygiene Knowledge and behavior for Adolescent Girl: Literature Review

    No full text
    Latar belakang: Menstruasi merupakan hal yang normal dan teratur setiap bulan. Pengetahuan dan perilaku personal hygiene menstruasi pada remaja masih kurang. Hal yang terpenting saat haid adalah menjaga personal hygiene terutama organ reproduksi. Akibat buruknya personal hygiene menstruasi menyebabkan terjadinya infeksi saluran kemih, infeksi sistem reproduksi, keputihan, dan iritasi kulit. Tujuan: Dibuatnya literature review ini untuk mengetahui apakah media edukasi yang diberikan kepada remaja dapat mempengaruhi pengetahuan dan perilaku personal hygiene menstruasi Metode: Metode yang digunakan dalam artikel ini yaitu berupa Literature Review. Peneliti mencari beberapa literature menggunakan database Google Scholar dengan kata kunci personal hygiene menstruasi, remaja, media edukasi, dan efektivitas, artikel yang diambil yaitu artikel-artikel relevan dalam 10 tahun terakhir Hasil: Dari artikel yang telah direview dapat diketahui bahwa pemberian edukasi terhadap personal hygiene menstruasi pada remaja dapat diberikan dengan beberapa media, diantaranya audiovisual, leaflet dan booklet. Kesimpulan: Dari hasil literature review dapat disimpulkan bahwa media edukasi memiliki dampak positif terhadap pengetahuan dan perilaku kebersihan menstruasi. Penggunaan media edukasi seperti media audiovisual, booklet dan leaflet terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan perilaku remaja putri tentang personal hygiene menstruasi

    Terapi Komplementer Keperawatan dalam Mengurangi Mual Muntah akibat Kemoterapi: Literature Review: Complementary Nursing Therapy for Chemotherapy-induced Nausea and Vomiting: Literature Review

    No full text
    Latar belakang: Diperkirakan 70% hingga 80% pasien yang menjalani kemoterapi mengalami mual dan muntah. Mual dan muntah akibat kemoterapi dapat mengakibatkan penurunan kesehatan fisik, mental, kualitas hidup, serta dapat meningkatkan beban biaya keuangan pada pasien kemoterapi. Intervensi farmakologis belum sepenuhnya dapat mengendalikan mual dan muntah, maka terapi komplementer perlu dikembangkan untuk mendukung keberhasilan kemoterapi. Tujuan: Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi beragam terapi komplementer yang terbukti dapat mengurangi mual dan muntah akibat kemoterapi. Metode: Tinjauan literatur dilakukan melalui basis data: Google Scholar, PubMed, dan Research Gate dalam rentang tahun 2017 hingga 2022. Artikel dipilih berdasarkan abstrak serta teks lengkap yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekskusi. Artikel disusun menggunakan panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic review and Meta Analysis). Untuk menguji kelayakan dan kualitas artikel menggunakan Critical Appraisal Skills Programme (CASP). Hasil: Diperoleh 50 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dari 28.879 artikel, terdapat 20 artikel dibahas dalam tinjauan literatur ini. Ditemukan sebanyak 23 jenis terapi komplementer dalam upaya mengurangi mual dan muntah akibat kemoterapi. Kesimpulan: Tiga terapi komplementer dengan penelitian terbanyak adalah pijat, akupuntur dan akupresur, telah terbukti dapat mengurangi mual dan muntah akibat kemoterapi. Namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, mengingat belum banyaknya penelitian mengenai terapi komplementer dalam upaya mengurangi mual dan muntah akibat kemoterapi di Indonesia

    Prevalensi dan Faktor Risiko Kejadian Efek Samping Obat pada Pasien TB-MDR: Literature Review: Prevalence and Risk Factors for Adverse Drug Reactions in MDR-TB Patients: Literature Review

    No full text
    Latar belakang: Efek samping obat merupakan masalah kesehatan penting yang sering terjadi pada pengobatan Tuberculosis Multi Drug Resistant (TB-MDR) dan berpengaruh pada kepatuhan pengobatan dan keberhasilan pengobatan. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran efek samping dan faktor risiko yang berhubungan dengan terjadinya efek samping obat pada pasien TB-MDR. Metode: PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Penelusuran literatur pada database Pubmed, Proquest, Scopus dan Science Direct. Kata kunci: “adverse event” “adverse drug reaction” “drug resistant” “MDR” “tuberculosis” “predicted factor”. Kriteria inklusi literatur berbahasa Inggris, full text, free open access, rentang waktu publikasi 10 tahun terakhir, dan memiliki desain studi analitik. Hasil: Berdasarkan hasil penelusuran di 4 database diperoleh total 468 artikel yang kemudian dilakukan proses skrining dan kelayakan melalui kriteria inklusi dan eksklusi hingga didapatkan 6 artikel yang dilakukan sintesis. Kesimpulan: Prevalensi efek samping pasien TB-MDR adalah 40-80,7%. Mayoritas pasien mengalami efek samping ototoxicity, arthralgia, gastrointestinal disease, psychiatric disturbance, hepatotoxicity, dermatologic disease. Faktor risiko yang berhubungan dengan efek samping adalah usia lebih tua, berat badan tinggi, status pasien yang bekerja, riwayat efek samping, riwayat pengobatan TB sensitive obat (SO), komorbiditas, alkohol, dan perokok aktif, paduan pengobatan TB-MDR (paduan jangka panjang, paduan individual, paduan tanpa bedaquiline), tidak menerima transportasi kontrol bulanan, menerima DOT (directly observed therapy) dari fasilitas kesehatan perifer, dan keterlambatan pelaporan kasus TB MDR. Sedangkan faktor yang menurunkan risiko efek samping adalah paduan pengobatan dengan bedaquiline, underweight dan menerima pasokan makana

    Pengaruh Media Video Pencegahan Stunting terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri: Literature Review: The Effect of Stunting Prevention Video Media on the Knowledge and Attitudes of Adolescent Girls: Literature Review

    No full text
    Latar belakang: Masalah stunting merupakan tantangan kesehatan global yang memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Dalam upaya pencegahan, edukasi stunting melalui media video diakui sebagai sarana yang potensial untuk menyampaikan informasi stunting. Selain itu, keterlibatan remaja putri dalam upaya pencegahan stunting dapat memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kualitas hidup anak-anak di masa depan. Mengetahui bahwa pengetahuan dan sikap remaja putri memegang peranan penting dalam mencegah stunting, diperlukan pendekatan edukatif yang tepat untuk meningkatkan kesadaran mereka terhadap gizi seimbang dan perawatan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki secara mendalam tentang sejauh mana media video pencegahan stunting memengaruhi pengetahuan dan sikap remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode literature review yang didasarkan pada panduan PRISMA. Hasil: Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan sebelumnya, edukasi stunting menggunakan media video memiliki dampak yang signifikan. Remaja putri cenderung mengalami peningkatan dalam aspek pengetahuan dan sikap mengenai pencegahan stunting setelah dilakukan intervensi menggunakan media video.  Kesimpulan: Media video dinilai merupakan media yang paling efektif dibandingkan media lain dalam edukasi pencegahan stunting. Melalui video tentang edukasi pencegahan stunting, para remaja putri memiliki peningkatan dalam aspek pengetahuan dan sikap mereka terhadap kasus stunting. Visualisasi yang kuat dan cerita yang inspiratif dalam video mampu membangkitkan kesadaran mendalam terhadap konsekuensi stunting dan memotivasi remaja putri untuk mengadopsi perilaku hidup sehat

    Dampak Penggunaan Metode Komunikasi ISBAR terhadap Pelaksanaan Keselamatan Pasien di Rumah Sakit: Literature Review: The Impact of Using the ISBAR Communication Method on the Implementation of Patient Safety in Hospitals: Literature Review

    No full text
    Latar belakang: Komunikasi yang tidak memadai merupakan faktor utama yang berkontribusi pada kejadian yang tidak diinginkan, termasuk kejadian sentinel yang menyebabkan bahaya atau kematian bagi pasien. ISBAR (Introduction, Situation, Baground, Assesment, Recommendation) adalah salah satu metode komunikasi yang efektif dalam pelaksanaan keselamatan pasien. Tujuan: Mengidentifikasi dampak penggunaan metode komunikasi ISBAR terhadap pelaksanaan pasien di rumah sakit. Metode: Pelurusuran artikel melalui 3 database yaitu PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci “ISBAR” AND “patient safety” AND “hospital”. Total temuan artikel adalah sebanyak 239 artikel dengan 8 artikel memenuhi kriteria inklusi. Adapun kriteria inkulusi dalam penelitian ini yaitu batasan publikasi pada tahun 2019-2023, artikel berbentuk open access, original article, dan full text.   Hasil: Studi kajian pada lokasi penelitian rumah sakit di 8 negara menunjukkan adanya dampak penggunaan metode komunikasi ISBAR terhadap pelaksanaan keselamatan pasien. ISBAR berdampak terhadap peningkatan komunikasi spesifik dan efektif serta kerja sama antar tim profesi. Meskipun ditemukan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan ISBAR, tetapi pelaksanaan komunikasi ISBAR terbukti efektif pada pelaksanaan keselamatan pasien di rumah sakit.  Kesimpulan: Terdapat beberapa komponen yang berdampak terhadap penerapan ISBAR di rumah sakit seperti meminimalkan terjadinya miskomunikasi dan kesalahpahaman antar perawat serta adanya peningkatan dalam iklim keselamatan pasien, kepuasan kerja, persepsi manajemen, dan kondisi kerja. Diperlukan adanya pelatihan dan praktik metode komunikasi ISBAR secara efektif dan keberlanjutan untuk mendukung keberhasilan komunikasi yang terstruktur, efektif, dan efisien dalam pelaksanaan keselamatan pasien

    Pencarian Bantuan Kesehatan Ditinjau dari Status Kesehatan Mental Mahasiswa Kesehatan: Help Seeking in Terms of Mental Health Status among Health Students

    No full text
    Latar belakang: Kesehatan mental merupakan salah satu aspek kesehatan penting dari kehidupan manusia dan bermasyarakat. Kesehatan mental yang buruk memengaruhi kesejahteraan, kemampuan bekerja, serta hubungan antara teman, keluarga, dan masyarakat. Prevalensi masalah kesehatan mental juga meningkat setiap tahunnya, baik secara global maupun di Indonesia. Oleh karena itu, tindakan pencegahan dini dengan melakukan upaya pencarian bantuan kesehatan penting untuk mencegah terjadinya gangguan mental yang kronis.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencarian bantuan ditinjauh dari status kesehatan mental pada mahasiswa kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Kesehatan yang terdaftar pada program studi Keperawatan, Kebidanan dan Farmasi pada Jenjang D3, D4 dan Profesi pada Poltekkes Kemenkes Palembang, Poltekkes Kemenkes Bandung dan Poltekkes Kemenkes Jayapura. Jumlah sampel sebanyak 388 responden yang diambil menggunakan metode convenience sampling dengan menyebarkan kuesioner secara online (google form) selama 3 bulan. Instrumen yang digunakan menggunakan alat ukur SRQ-20 (Self reported quetionare-20) dan General Help Seeking Quetionare. Hasil: Pencarian bantuan kesehatan secara umum menghubungi sumber informal orang tua (57%), teman (21.13%) dan dan pasangan (25.77%) sedangkan sumber formal, seperti profesional kesehatan mental psikolog, psikiater, konselor (12.63%) dan dokter umum (10.57%). Responden lebih tinggi pada kelompok gangguan mental emosional (68%) dibandingkan dengan kelompok yang tidak memiliki gangguan mental emosional (32%). Hasil uji mann-whitney menemukan bahwa terdapat perbedaan pencarian bantuan ditinjau dari status kesehatan mental pada mahasiswa kesehatan (p-value=0.001<0.005). Pencarian bantuan pada kelompok yang memiliki gangguan mental emosional lebih tinggi menghubungi sumber bantuan formal seperti profesional kesehatan mental (8.25%) dibandingkan dengan kelompok yang tidak memiliki gangguan mental emosional (4.38%) ketika mengalami masalah emosinal, (11.60%) dan (7.22%) ketika mengalami pikiran untuk bunuh diri.    Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian menunjukan bahwa pencarian bantuan kesehatan secara umum lebih tinggi dengan menghubungi sumber informal. Responden lebih tinggi pada kelompok gangguan mental emosional. Terdapat perbedaan pencarian bantuan ditinjau dari status kesehatan mental pada mahasiswa kesehatan. Pencarian bantuan pada kelompok yang memiliki gangguan mental emosional lebih tinggi menghubungi sumber formal. Rekomendasi dari penelitian ini adalah melakukan tindakan promotif dengan mengintergrasikan kurikulum kesehatan mental pada proses pembelajaran dan mengedukasi para staf dan mahasiswa mengenai jalur pencarian bantuan kesehatan

    0

    full texts

    4,676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇