E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
    4676 research outputs found

    Study of Treatment in Heart Disease Patients Installation in Undata Hospital, Central Sulawesi

    No full text
    Introduction: Heart diseasesis a disorder of heart functionsdue to lack of bloods in the heart muscles due to narrowingsof the coronary artery. The purposesof this study was to describe t he characteristics and use of heart disease drugs based on parameters of rationality of drug use in Undata Hospital, Central Sulawesi Province including gender, age, heart drug class, complementary drug class, length of hospitalization, laboratory data, comorbidities , appropriate indications, the right drugs and the right dose. Methods: This researchsis a non-experimental type of research conducted prospectively during February-April 2022. The sampling technique in this study was purposive sampling, namely sampling based on established criteria. All samples that met the requirements who came to the hospital were used as research samples according to the required sample size of 40 respondents and based on the available data collection time. Results: The results of the study were 40 patients with hearts disease, the most heart disease sufferers were male with a percentage of 67.5%, in the age range of 56-65 years 32.5%, the most commonly used companion drug was Alprazolam as much as 17%, the most length of hospitalization was 4-6 days (55%), the most laboratory results were Hemoglobin/HGB examination as many as 21 patients (14.38%), the most comorbidities namely Hypertension with a percentage of 60% Conclusion: Appropriate use of heart disease drugs based on drug rational parameters in hospitals Undata of the right indication 100%, the right drug selection 100% and the right dose 100%. Recommendedsfor further researchersscan conduct research on cardiac drug interactions

    Analisis Spasial Kasus Pneumonia di Provinsi Sumatera Barat (Daratan) Tahun 2022 : Spatial Analysis of Pneumonia Cases in West Sumatra Province (Mainland) in 2022

    No full text
    Latar belakang: Pneumonia merupakan penyebab kematian anak terbesar dibandingkan penyakit menular lainnya. Di seluruh dunia, 800.000 balita meninggal karena pneumonia setiap tahunnya. Di Indonesia, lebih dari 19.000 balita meninggal karena pneumonia di 2018, atau lebih dari 2 anak setiap jam. Sumatera Barat merupakan wilayah yang capaian indicator pengobatan kasus pneumonia sesuai standar tahun 2022 di bawah target nasional (53%%) yaitu sebesar 13%. Kasus pneumonia di Sumatera Barat juga mengalami peningkatan dari tahun 2021 yaitu 3.546 kasus, menjadi 5.591 kasus pada tahun 2022. Analisis spasial diperlukan untuk mengetahui pola penyebaran kasus pneumonia antar wilayah dan memanfaatkan system informasi dan georafis untuk pemetaan wilayah. Tujuan: untuk  memberikan gambaran dan karakteristik kecenderungan pola pengelompokkan wilayah. Metode: Penelitian ini merupakan studi ekologi untuk mengetahui pola sebaran kasus pneumonia di Sumatera Barat Tahun 2022 secara spasial dengan analisis autokorelasi Global Moran's Indeks dan LISA (Local Indicators of Spatial Autocorrelation). Hasil: Wilayah dengan kasus tinggi terdapat di 6 kabupaten/ kota, yaitu Kabupaten Solok. Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Sijunjung Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Padang. Global Moran’s Indeks = 0,118 (nilai yang positif) dan lebih besar dibandingkan nilai ekspektasi E(I) yaitu -0,0588 , mengidentifikasikan adanya autokorelasi spasial positif untuk kasus pneumonia di Provinsi Sumatera Barat (daratan). Dari hasil analisis, p-value 0,047 (< alpha 0,05), yang artinya terdapat autokorelasi spasial untuk kasus pneumonia di di Provinsi Sumatera Barat (daratan) tahun 2022. Ditemukan 1 wilayah yang memiliki kuadran high-high  yaitu Kota Padang dan 1 wilayah dengan kuadran low- yaitu Kota Solok. Kesimpulan: Kasus pneumonia tinggi di Sumatera Barat terdapat di di 6 kabupaten/ kota, yaitu Kabupaten Solok, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Padang. Distribusi kasus pneumonia di Sumatera Barat bagian daratan memiliki pola yang mengelompok, dan kejadian pneumonia di suatu wilayah dipengaruhi oleh tetangga terdekatnya. Hasil analisis menunjukkan terdapat 1 wilayah pada kuadran high-high yaitu Kota Padang, dan 1 wilayah pada kuadran low-high, yaitu Kota Solok. Diharapkan pemerintah atau pengambil kebijakan dapat memprioritaskan wilayah yang memiliki kasus tinggi pneumonia, terutama wilayah Kota Padang sebagai hot-spot pneumonia dalam rangka meminimalisir dan menekan kasus pneumonia kedepannya

    Efektivitas Metode Edukasi Mobile Health Berdasarkan Self-Efficacy dan Diet DASH pada Penderita Hipertensi: Effectiveness of Mobile Health Education Method Based on Self-Efficacy and DASH Diet in Hypertensive Patients

    No full text
    Latar belakang: Kebiasaan buruk, seperti mengkonsumsi makanan berlemak jenuh dan tinggi sodium, dapat menyebabkan hipertensi, yang dapat diatasi dengan mengubah pola makan. DASH adalah program diet yang direkomendasikan untuk orang yang menderita hipertensi. Kecenderungan pasien hipertensi untuk tidak melakukan self-efficacy yang baik terhadap penyakitnya. Salah satu cara untuk meningkatkan efikasi diri dan pengelolaan diet DASH adalah dengan menggunakan teknologi digital terkini, seperti perawatan kesehatan seluler berbasis ponsel cerdas Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif metode mobile health education berdasarkan self-efficacy dan DASH diet pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode pre-experimental dengan satu kelompok pre-post-test. Metode purposive sampling digunakan untuk mengumpulkan 84 responden dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui variabel bebas: mobile health education, dan variabel dependen: self-efficacy dan DASH diet. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa pada saat pre-test, kebanyakan orang memiliki kategori berat badan tekanan darah sebesar 43,5%, self-efficacy yang buruk sebesar 60,7%, dan pengetahuan tentang diet DASH kurang dari 77,4%. Namun, setelah dididik, masyarakat menjadi lebih sadar akan diet DASH untuk hipertensi sebesar 65,4 %, self-efficacy meningkat sebesar 78,6 %, dan pengetahuan tentang diet DASH untuk hipertensi meningkat sebesar 72,6 %. Setelah itu, data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon menggunakan program Windows SPSS dengan level signifikan ? = 0,005. Dan nilai ? = 0,000, dimana 0,000 < 0,005, menunjukkan bahwa H1 diterima. Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan keliling berbasis self-efficacy dan DASH diet berdampak pada pasien hipertensi

    Intervensi Pengurangan Polusi Udara dari Sumber Bergerak dan Tidak Bergerak Berbagai Negara di Dunia : Systematic Review: Interventions for Reducing Air Pollution from Mobile and Immovable Sources in Various Countries in the World: Systematic Review

    No full text
    Latar belakang: Polusi udara menyebabkan 7 juta kematian dini penduduk tiap tahunnya, 4,2 juta kematian disebabkan oleh polusi udara di luar ruangan. Penanggulangan polusi udara telah dilakukan untuk polusi udara yang bersumber dari sumber bergerak dan tidak bergerak. Namun, diperlukan upaya yang lebih efektif untuk mengurangi polusi udara. Tujuan: Mengetahui upaya intervensi yang dilakukan negara-negara di dunia untuk mengurangi polusi udara. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic Review melalui penelusuran database Pubmed, ScienceDirect, dan Scopus. Kriteria inklusi yaitu artikel yang diterbitkan antara tahun 2013-2023, tersedia dalam bentuk full text, serta tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Kriteria ekslusi yaitu artikel yang termasuk buku atau dokumen, hasil dari meta analisis, review, dan systematicreview. Hasil: Setelah dilakukan penyaringan sesuai kriteria, 24 artikel diperoleh untuk dianalisis. Intervensi terhadap penanggulangan polusi udara dari sumber bergerak adalah skema kendaraan ganjil-genap (pengurangan konsentrasi PM2.5 yaitu 2%- 44%, pengurangan konsentrasi PM10 yaitu 5% - 49%), penggunaan Filter karbon aktif baru (NO2 kendaraan menurun sebesar 87%), pelaksanaan proyek kereta metro (total emisi yang dihemat meningkat 5 kali lipat), penerapan low emission zone (mengurangi konsentrasi NO2 13.4%), dan sistem energi terbarukan dan program subsidi (mengurangi emisi karbon). Upaya bagisumber tidak bergerak yaitu penggunaan LNG (liquid natural gas) dan insentif bagi industri yang menggunakan LNG (reduksi emisi CO2 naik dari 15% ke 26 %). Kesimpulan: Berbagai intervensi untuk mengurangi polusi udara telah dilakukan dan efektif untuk mengurangi polusi udara

    Terapi Non Farmakologi dalam Pengendalian Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi: Literature Review: Non-Pharmacologic Therapy in Blood Pressure Control in Hypertensive Patients: Literature Review

    No full text
    Latar belakang: Hipertensi juga dikenal sebagai tekanan darah tinggi yaitu kondisi umum dimana tekanan dalam darah meningkat di atas normal 140/90 mmHg. Hal ini menyebabkan jantung bekerja harus lebih cepat dari biasanya untuk memompa darah melalui pembuluh darah. Tujuan: Mendapatkan gambaran dalam pemberian terapi non farmakologi terhaadap penhemdalian tekanan darah pada hipertensi KKata Kunci: Terapi Non Farmakologi; Hipertensi     Abstract Inintroduction: Hypertension also known as high blood pressure is a common condition where the pressure in the blood rises above the normal 140/90 mmHg. This causes the heart to work faster than usual to pump blood through the blood vessels. Objective: To get an overview of the provision of non-pharmacological therapy to control blood pressure in hypertension. MMethod: Literature Review, the data source for the database is google scholar with the relevance of 2018-2023 in accordance with the subject of writing published in Indonesian and English. Strategy method used to search for articles using the PICO framework with keywords that match the subject related to the analysis of non-pharmacological therapy in controlling blood pressure in hypertensive patients. Articles were selected according to the title, reviewing the abstract or full text according to the comparative approach before being included in the review and conducted a review. Result: from the five journals, it was found that there was a decrease in blood pressure after the administration of non-pharmacological therapy. Conclusion: from the findings of the analysis using data from several articles that non-pharmacological treatment of back massage therapy, warm water foot soak therapy, carrot juice administration, young coconut water administration and bay leaf decoction water administration are effective in controlling blood pressure for hypertensive patients.     K   Keywords: Non-pharmacological Therapy; Hypertension     Metode: Literature Review, sumber data untuk database yaitu google scholar  dengan relevansi tahun 2018-2023 yang sesuai dengan subjek penulisan yang di terbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa inggris. Metode Strategi yang digunkan untuk mencari artikel menggunakan PICO framework dengan kata kunci yang sesuai dengan subjek terkait analisis terapi non farmakologi dalam pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Artikel dipilih sesuai judul, peninjauan pada abstrak atau teks lengkap sesuai dengan pendekatan komperatif sebelum dimasukkan dalam ulasan dan dilakukan review. analisis dengan menggunakan data dari beberapa artikel yang bahwa pengobatan  non farmakologi terapi pijat punggung, terapi rendam kaki air Hasil: Dari kelima jurnal didapatkan bahwa adanya penurunan tekanan darah setelah pemberian terapi non farmakologi. Kesimpulan: Dari temuan hangat, pemberian jus wortel, pemberian air kelapa muda dan pemberian air rebusan daun salam efektir dalam pengendalian tekanan darah untuk pasien hipertens

    Efektifitas Aromaterapi Lavender dalam Menurunkan Tingkat Ansietas Pasien Pre Operasi: Literature Review: Effectiveness of Lavender Aromatherapy in Reducing Anxiety Levels in Preoperative Patients: Literature Review

    No full text
    Latar belakang: Kecemasan pada pasien pre operasi dapat memengaruhi fisik maupun psikis yang dapat menyebabkan tertundanya operasi. Salah satu terapi yang dapat digunakan dalam menangani kecemasan pre operasi adalah dengan pemberian aromaterapi lavender. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi terkait intervensi terapi komplementer yaitu aromaterapi lavender dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien pre operasi. Metode: Metode penulisan Literatur review ini menggunakan metode pendekatan narative review. Data yang digunakan merupakan data primer dari database PubMed, Google Schoolar, ProQuest dan Research Gate. Kriteria inklusi yaitu original full text, terbit tahun 2018 hingga 2023, berbahasa indonesia dan inggris. Sedangkan kriteria ekslusinya yakni artikel review, survei serta laporan dan artikel yang tidak sesuai. Hasil pencarian didapatkan 13 artikel yang dianalisis dari 594 artikel yang disaring sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil: Pemberian aromaterapi lavender secara inhalasi dengan dihirup terbukti dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien pre operasi. Kesimpulan: Aroma terapi lavender berpengaruh positif dalam menurunkan tingkat kecemasan dan kestabilan hemodinamik pasien pre operasi

    Pengukuran Kualitas Udara dalam Ruang di Puskesmas Gambir : Indoor Air Quality Measurement at Gambir Community Health Center

    No full text
    Latar belakang: Udara bersih merupakan kebutuhan utama manusia untuk hidup. Makhluk hidup terutama manusia membutuhkan oksigen untuk bernafas. Udara yang dibutuhkan manusia untuk bernafas seharusnya adalah udara yang bersih, sehingga paru-paru manusia yang menghirup udara bersih dapat bekerja dengan baik dan sirkulasi udara dalam tubuh pun berjalan dengan baik. Namun pada kenyataannya, seiring dengan perkembangan pembangunan, terjadi pencemaran udara yang menyebabkan penurunan kualitas udara. Tujuan: Penelitian ini bertujuan guna mengetahui bagaimana kualitas udara dalam ruang di Puskesmas Gambir apakah sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Metode: Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif observasional, mempergunakan metode observasional dalam pengkajian kualitas udara dalam ruang di Puskesmas Gambir serta menghimpun data primer. Data tersebut selanjutnya diperbandingkan dengan standar yang ditetapkan oleh Perarturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Lingkungan. Hasil: Untuk parameter pertikulat udara yaitu PM 2,5 tidak memenuhi Standar Baku Mutu Kualitas Lingkungan (SBMKL) dan untuk parameter PM 10 dari 8 hari yang di lakukan pengukuran 4 hari nya menunjukkan hasil Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan 4 hari menunjukkan hasil Memenuhi Syarat (MS)

    Program Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Hipertensi GEMAS GASI pada Remaja di SMA Al-Hikmah Surabaya: GEMAS GASI Hypertension Prevention Knowledge Improvement Program in Adolescents at Al-Hikmah High School Surabaya

    No full text
    Latar belakang: World Health Organization menyatakan bahwa hipertensi sebagai penyebab kematian lebih dari 10 juta kematian setiap tahun. Pencegahan hipertensi perlu dilakukan sejak dini karena penderita hipertensi dapat berawal dari masa remaja. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh upaya pencegahan hipertensi melalui program GEMAS GASI (Gerakan Remaja Sehat Cegah Hipertensi) terhadap peningkatan pengetahuan terkait hipertensi pada anak usia sekolah menengah atas (SMA). Metode: Jenis penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif melalui uji Paired Simple T-Test. Rancangan penelitian menggunakan One Group Pretest and Posttest. Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa SMA Al-Hikmah Surabaya berusia 16 – 17 tahun. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah program yang ditandai dengan nilai p-value 0,000. Sebanyak 64,3% siswa memiliki pengetahuan yang meningkat, dan sisa 35,7% siswa memiliki pengetahuan yang tetap setelah program. Program berhasil meningkatkan pengetahuan siswa hingga lebih dari 50%. Kesimpulan: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa program GEMAS GASI telah meningkatkan pengetahuan siswa terkait upaya pencegahan hipertensi

    Faktor Risiko Kegagalan Pengobatan Tuberkulosis: Systematic Review

    No full text
    Latar belakang: Kegagalan pengobatan Tuberkulosis (TB) menjadi salah satu faktor masifnya penyebaran TB serta menimbulkan penambahan pasien TB Resisten Obat (RO). Indonesia belum berhasil mencapai target keberhasilan pengobatan TB pada tahun 2021. Tujuan: Tujuan dari tinjauan sistematis ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kegagalan pengobatan TB di berbagai negara agar nantinya dapat menjadi referensi dalam penanggulangan masalah TB di Indonesia. Metode: Terdapat empat database (PubMed, Scopus, EMBASE dan MEDLINE) yang digunakan untuk menelusuri artikel. Kata kunci yang digunakan untuk pencarian diantaranya: (tuberculosis) OR (TB) AND (treatment failure) OR (treatment default) OR (treatment flop). Penelusuran artikel pada tinjauan sistematis ini mengacu pada PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis) diagram. Hasil: Analisis dilakukan pada enam artikel yang berasal dari negara yang berbeda-beda, yaitu Burkina Faso, Pakistan, Etiopia, China, Kolombia, dan Malaysia. Hanya satu artikel yang menggunakan desain case-control sementara sisanya merupakan studi kohort retrospektif. Karakteristik sampel mayoritas laki-laki dan berada pada rentang usia produktif. Dalam penelitian ini ditemukan faktor-faktor yang berhubungan dengan kegagalan pengobatan TB, antara lain adalah usia, jenis kelamin laki-laki, pendidikan, kasus TB berulang, TB-HIV, diabetes mellitus, perokok, serta faktor lainnya, seperti tinggal di perkotaan, penurunan berat badan, waktu mulai pengobatan, beban basil, tingkat keparahan penyakit, tatalaksana pengobatan, pengawasan minum obat, penggunaan obat-obatan (narkoba), dan lokasi TB esktra paru juga termasuk dalam faktor risiko kegagalan pengobatan TB. Kesimpulan: Diperlukan upaya-upaya untuk mengatasi faktor risiko untuk mengurangi kegagalan pengobatan TB, seperti pendampingan pengobatan khususnya bagi pasien lansia, kolaborasi layanan berhenti merokok dalam praktik standar manajemen kasus TB, serta mencegah adanya koinfeksi TB-HIV dengan melakukan skrining pada kelompok rentan

    Spatial Analysis of Risk Factors for Tuberculosis Incidence in South Jakarta City in 2022

    No full text
    Introduction: South Jakarta City, within DKI Jakarta, bears a substantial burden of TB cases, yet case detection rates and treatment success remain low. Factors such as population density, gender disparity, socio-economic conditions, and healthcare accessibility influence TB transmission. The city's high population density presents challenges in controlling TB spread. Additionally, males and low-income families face higher TB risks. Objective: This study aims to analyze TB case distribution across 10 districts in South Jakarta, assess TB case clustering, and understand the spatial regression model of TB risk factors. Method: The methodology of this research utilizes a quantitative approach with an ecological study design and spatial methodology, secondary data from various sources, including the national TB control reporting application. Data processing involves GeoDa v1.22, QGIS v.3.32.3, SPSS v.22, and GWR v4.0 applications for spatial analysis. Result: Findings reveal that spatial autocorrelation tests using Moran's Index on TB cases in South Jakarta City are not statistically significant, indicating no spatial autocorrelation. The LISA test identifies Mampang Prapatan District as a cold spot in Quadrant III (Low-Low). GWR regression analysis highlights three spatially influential risk factor variables affecting TB cases: gender ratio, number of health centers, and population density. The first two variables affect all districts in South Jakarta City, whereas population density only impacts the Setiabudi District. Conclusion: In conclusion, Mampang Prapatan district in South Jakarta City exhibits low TB transmission risk, considering population density and other factors. Notably, three spatial risk factors affect TB transmission in South Jakarta City, warranting attention from the health department in TB elimination efforts

    0

    full texts

    4,676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇