E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Multi Akad Pada Transaksi Pengalihan Utang Dalam Fatwa Dewan Syari’ah Nasional–Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI): Multiple Contracts In Debt Transfer Transactions In The Fatwa Of The National Shari'ah Council-Majelis Ulama Indonesia (Dsn-Mui)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur-unsur multi akad pada transaksi pengalihan utang dalam fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan persoalan keabsahan multi akad dalam praktik Muamalah yang disebabkan adanya ragam interpretasi atas hadis: Nabi saw telah melarang dua kesepakatan dalam satu kesepakatan (HR. Ahmad) dan juga perbedaan Fuqoha dalam memahami konsep mendasar tentang Al-Uqud Al-Muraqabah. Adapun DSN-MUI sebagai lembaga fatwa yang menjadi acuan masyarakat yang memiliki kompetensi untuk menetapkan hukum ternyata belum mengeluarkan fatwa secara rinci dan eksplisit terkait pelaksanaan dan pemaknaan hadist di atas pada praktik Muamalah terutama di era adanya beragam jenis transaksi. Pada sisi lain menjadi penting dan menarik adalah fakta bahwa DSN-MUI telah mengeluarkan fatwa atas pengalihan utang yang terindikasi memiliki unsur multi akad pada beberapa alternatif pelaksanaanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka (library research) dengan studi dokumen dari berbagai literatur terkait, baik berupa buku, jurnal ataupun penelitian sejenis. Adapun metode yang digunakan adalah metode induktif analitis yakni pengambilan kesimpulan dari kaidah (hal-hal atau peristiwa) khusus untuk menentukan hukum (kaidah) yang umum. Hasil penelitian menunjukan multi akad yang terdapat pada transaksi pengalihan utang dalam fatwa DSN-MUI adalah sebagai berikut: pada alternatif 1 akad yang digunakan adalah Qard, Bai’ al wafa’, Murabahah. Alternatif 2: Bai’ Syirkah Milkdan Murabahah. Alternatif 3: Qard, Ijarah. Dan alternatif 4: Qard, Bai’, Ijarah Muntahiyah bi Tamlik dan semuanya merupakan jenis multi akad yang terbentuk karena modifikasi (al-uqud al-murakkabah al-ta’dîlah). Kesimpulan bahwa fatwa DSN-MUI tentang transaksi pengalihan hutang menggunakan multi akad modifikasi. Adapun saran kepada DSN-MUI hendaknya membuat bahasan khusus dalam bentuk fatwa terkait hukum multi akad dalam perspektif fiqih Muamalah dan kaitannya dengan beragam jenis transaksi Kontemporer
Pengaruh Harga dan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Ulang Pada Lipstik Maybelline (Studi Pada Mahasiswi Universitas Muhammaadiyah Palu): The Effect of Price and Product Quality on Repurchase Interest in Maybelline Lipstick (study on female student of the University Muhammadiyah Palu)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga dan kualitas produk terhadap minat beli ulang lipstik Maybelline pada mahasiswi Universitas Muhammadiyah Palu. Jenis penelitian yang diginakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Lokasi penelitian ini di Universitas Muhammadiyah Palu. Jenis dan sumber yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, data primer yang diperoleh dari hasil penyebaran Kuesioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu, 1.089 mahasiswi Universitas Muhammadiyah Palu. Sampel pada penelitian ini terdapat 100 mahasiswi Universitas Muhammdiyah Palu. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda, Uji F dan Uji T. Hasil penelitian membuktikan bahwa nilai harga dan kualitas produk secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang. Selanjutnya, harga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang karena nilai thitung>ttabel (1,710>1,984) dan kualitas produk secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian karena nilai thitung>ttabel ( 7,665>1,984). Hal ini mengartikan bahwa semakin terjangkau sebuah harga dan baik kualitas produk diberikan maka semakin meningkat pula minat beli ulang konsumen.
 
Konsep Kompetensi Guru dalam Pendekatan Al-Qur’an: The Concept of Teacher Competency in the Al-Qur'an Approach
Salah satu temuan dalam penelitian ini adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang ada hubungannya dengan guru yang diambil dari kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa diawali perjalanan dengan tujuan untuk menuntut ilmu pada seorang yang dianggap memiliki ilmu yang sangat tinggi, dalam ayat tersebut terdapat beberapa wujud etika seperti: 1) Musa memohon kepada Nabi Khidir untuk memberikan izin agar ia berguru kepada Nabi Khidir, 2) Nabi Khidir dapat menerima Musa dengan syarat; 3) Nabi Khidir memberikan ilmu, dan ilmu itu tidak akan dapat dimengerti oleh musa, 4) Nabi khidir memutuskan untuk berpisah karena ia tidak dapat menerapkan persyaratan yang diberikan Nabi khidir tersebut, 5) Nabi Khidir menjelakan ta’wil dari perilaku yang selama ini dia lakukan terhadap Nabi Musa as. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 pasal 8, kompetensi guru meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi professional
Development of Islamic Religious Education Learning Media Based on Pop-up Books on Taharah Material at SDN 95 Tanete, Maiwa District, Enrekang Regency
Using appropriate learning media will make students more interactive in the teaching and learning process. One of them is realized by developing media that can improve student learning outcomes. Therefore, researchers took the initiative to develop books as a medium that can attract students' attention. With the pop up book, it is hoped that it will make it easier for students to understand difficult material. The material used is taharah material with the subject of ablution. This type of research is Research and Development, with the ADDIE development model which has 5 systematic research stages, namely analysis, design, development, implementation and evaluation. Product trials were carried out on grade 2 students at SDN 95 Tanete, Maiwa District, Enrekang Regency. Data collection instruments were used to obtain data, namely interviews, tests and questionnaires. Meanwhile, the data analysis technique uses N-Gain Score. The results of research on developing pop up books as learning media show that, 1) the media aspect obtained material verification results 1 and 2 of 80% and 85% in the valid category, the media aspect obtained verification results of 80% in the valid category and the PAI learning aspect obtained the verification results were 87.5% in the very valid category, 2) pop up books were included in the practical category for use as PAI learning media with analysis results of 80%, 3) this media was included in the effective category for use based on the results of the posttest and pretest with the calculation results N-Gain for basic competencies 3.9 and 4.9 is 0.5 and 0.
Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Pediculosis capitis pada Murid Kelas 2 di SDN Duri Kepa 11 : Relationship between Personal Hygiene and the Incidence of Pediculosis capitis in Grade 2 Elementary School Students at Duri Kepa 11 Public Elementary School
Latar Belakang: Pediculosis capitis merupakan infeksi pada rambut dan kulit kepala manusia yang disebabkan oleh parasit Pediculus humanus var.capitis. Pediculosis capitis awalnya dianggap hanya terjadi pada masyarakat yang kondisi sosioekonomi rendah serta tingkat kebersihan yang buruk, namun saat ini sudah menjangkit ke semua kelas sosioekonomi dan terutama pada daerah dengan populasi yang padat.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian Pediculosis capitis pada anak SD kelas dua Duri Kepa 11 pada bulan Januari 2023.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 bulan Januari 2023 di SDN Duri Kepa 11, Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 bulan Januari 2023 di SDN Duri Kepa 11, Jakarta Barat.
Hasil: Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa subjek dengan Personal hygiene yang kurang dan mengalami Pediculosis capitis adalah sebanyak 17 subjek, sedangkan yang memiliki personal hygiene yang baik dan tidak mengalami Pediculosis capitis sebanyak 10 subjek.
Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini antara personal hygiene dan kejadian Pediculosis capitis didapatkan p = 0.710, yang dimana memiliki makna tidak adanya hubungan antara personal hygiene dan kejadian Pediculosis capitis
Hubungan Bauran Pemasaran dengan Loyalitas Pasien: Literature Review: The Relationship Between Marketing Mix and Patient Loyalty: Literature Review
Introduction: This research explores the relationship between the marketing mix (7Ps) and patient loyalty in the context of healthcare, particularly in outpatient units of hospitals in Indonesia. A deep understanding of factors influencing patient loyalty provides valuable insights for healthcare service managers.
Objective: The main objective of this study is to identify and analyze the relationship between marketing mix elements, including product, price, promotion, place, process, people, and physical evidence, with patient loyalty in the hospital environment. The research also aims to provide insights into key factors influencing patients' decisions to revisit healthcare services
Method: Using a systematic review approach following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines, the study conducted searches on Scopus and Google Scholar databases, considering articles published between 2018 and 2023. Twelve articles meeting inclusion criteria were identified and analyzed
Result: Research findings indicate a positive correlation between specific elements of the marketing mix and patient loyalty, emphasizing their significance in influencing patients' decisions to reuse healthcare services. Key influencing factors include service performance, responsiveness, adherence to standard timelines, and advertising.
Conclusion: The study confirms the importance of specific marketing mix elements in shaping patient loyalty in hospitals. Location, promotion, personnel, and physical evidence emerge as key elements for hospitals to focus on in enhancing patient loyalty. Practical recommendations are provided as guidance for hospital managers to improve these aspects and enhance the overall patient experience
Peran Keragaman Pangan terhadap Stunting pada Balita di Indonesia: Literature Review : The Role of Dietary Diversity in Stunting among Toddlers in Indonesia: Literature Review
Latar belakang: Prevalensi stunting di Indonesia telah menurun dari 30,8% (tahun 2018) menjadi 21,6% (tahun 2022), tetapi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat kategori tinggi. Keragaman pangan diketahui menjadi salah satu determinan penyebab stunting pada balita.
Tujuan: Menganalisis peran keragaman pangan terhadap stunting pada balita di Indonesia.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review. Penelurusan artikel dilakukan dalam database Scopus dengan kata kunci dietary diversity dan stunting. Kriteria inklusi antara lain berupa artikel hasil penelitian primer yang dilakukan di Indonesia yang diterbitkan pada tahun 2019–2023 serta beberapa kriteria lainnya.
Hasil: Penelitian ini menganalisis 8 artikel hasil penelitian di beberapa daerah di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumba, Indonesia. Sebanyak 7 dari 8 artikel menyatakan adanya hubungan signifikan antara keragaman pangan dengan stunting pada balita di Indonesia. Selain keragaman pangan, beberapa artikel yang dikaji juga menunjukkan adanya faktor lain yang berhubungan signfikan dengan kejadian stunting, meliputi: ketidakcukupan asupan zat gizi, usia anak, panjang lahir, karakteristik orang tua, serta ketersediaan dan akses makanan.
Kesimpulan: Keragaman pangan memiliki peran penting terhadap stunting pada balita di Indonesia. Konsumsi makanan yang semakin bervariasi, maka semakin lengkap zat gizi yang diterima tubuh, sehingga berdampak terhadap pertumbuhan yang optimal. Peningkatan keragaman pangan perlu didukung dengan pengoptimalan intervensi lainnya agar penanggulangan stunting dapat lebih komprehensif
Hubungan Sanitasi dan Air terhadap Kejadian Diare: Literature Review: The Relationship between Sanitation and Water and the Occurrence of Diarrhea: Literature Review
Latar belakang: Diare merupakan penyakit yang yang ditandai dengan buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair. Diare dapat disebabkan oleh berbagai bakteri, virus dan organisme parasit. Faktor lingkungan menjadi faktor risiko terjadinya penyakit berbasis lingkungan salah satunya diare. Lingkungan tidak sehat yang didukung dengan perilaku yang tidak sehat dapat menjadi potensi berkembangbiaknya bakteri penyebab diare.
Tujuan: Penelitian ini menganalisis hubungan sanitasi dan air pada kejadian diare.
Metode: Penelitian yang digunakan yaitu studi literature dengan metode pencarian pada tinjauan pustaka, dimana mencari literatur yang sesuai dengan media yang relevan seperti google scholar, garuda, e-jurnal dalam bidang kesehatan tentang kejadian diare. Penelusuran literatur sebagai referensi dari tahun 2013-2023 dan mendapatkan 22 artikel atau jurnal yang relevansi dalam 10 tahun terakhir.
Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan meliputi jenis penampungan tinja, kualitas air minum dan jenis sarana air minum serta perilaku cuci tangan pakai sabun (CPTS) dengan kejadian diare.
Kesimpulan: Adanya hubungan antara jenis penampungan tinja, kualitas air minum, jenis sarana air minum dan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan kejadian
Pendayagunaan Pendayagunaan Zakat dalam Meningkatkan Ekonomi Mikro untuk Kesejahteraan Ummat di Desa Padende Kecamatan Marawola kabupaten sigi Propinsi Sulawesi Tengah: Utilization of Zakat in Improving Microeconomics for the Welfare of the Ummah in Padende Village, Marawola District, Sigi Regency, Central Sulawesi Province
Zakat adalah salah satu rukun Islam yang berdimensi keadilan social kemasyarakatan. Secara etiomologi zakat berarti suci, baik, tumbuh, bersih dan berkembang, dan secara terminologi zakat adalah sejumlah harta yang diwajibkan oleh Allah diambil dari harta orang-orang tertentu (aghniy?’) untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya dengan syarat syarat tertentu. Esensi dari zakat adalah pengelolaan dana yang diambil dari aghniy?’ untuk diserahkan kepada yang berhak menerimanya dan bertujuan untuk mensejahterakan kehidupan sosial kemasyarakatan umat Islam.
Hal tersebut setidaknya tercermin dari firman-firman Allah yang berkaitan dengan perintah zakat. Selain itu, diperkuat pula dengan perintah Nabi Muhammad SAW kepada Mu’adz bin Jabal yang diperintahkan untuk mengambil dan mengumpulkan harta (zakat) dari orang-orang kaya yang kemudian dikembalikan kepada fakir miskin dari kelompok mereka. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa peran strategis daripada zakat bagi masyarakat itu antara lain sebagai berikut: (1). Membangkitkan keadilan sosial di tengah masyarakat, disamping karena munculnya sumber-sumber penerimaan zakat dari jenis-jenis penghasilan baru juga karena zakat diberdayakan untuk kepentingan fakir-miskin yang ditunaikan oleh orang-orang kaya di tengah-tengah mereka; (2) Terciptanya keseimbangan sosial yang dibangun oleh zakat menjadikan fakir mendapat bagiannya yang diperoleh dari sebagian kekayaan orang-orang kaya yang ada disekitarnya, sehingga kesenjangan sosial tidak terpaut tinggi; (3) Masyarakat merasa mendapat jaminan ketika zakat bisa diwujudkan dalam
bentuknya, sehingga fakir miskin tidak perlu khawatir untuk berobat atau mendapatkan pelayanan pendidikan karena tiadanya uang jaminan misalnya; (4 Dengan terhimpunnya dana zakat yang besar disamping sebagai modal pembangunan, juga bermanfaat bagi dana siaga yang siap digunakan setiap saat terutama terhadap kejadian-kejadian di luar dugaan baik bencana alam, kebakaran, banjir dan lain-lain.
Dalam Islam upaya pengatasan kemiskinan adalah dengan zakat. Oleh karena itu, zakat seharusnya dikelola secara produktif dan profesional sehingga zakat dapat mengambil bagian dalam merealisasikan ide-ide Islam untuk mensejahterakan masyarakat Saah satu lembaga yang terbukti telah mengelola zakat secara terpercaya, transparan, dan profesional adalah Badan Amil Zakat , Infaq dan Shadaqah (BAZIS) desa Padende Kecamatan Marawola Kab. sigi, yang menjadi obyek penelitian ini.. Kajian ini menggunakan pendekatan sosial-ekonomi, Analisis yang yang digunakan bertujuan untuk mempermudah data ke dalam bentuk yang lebih mudah untuk dibaca dan diinterpretasikan. Analisis yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis deskriptif
Asuhan Keperawatan Keluarga pada Ny. H yang Menderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Talise Kota Palu: Family Nursing Care to Mrs. H Who Suffers from Hypertension in the Working Area of the Talise Public Health Center Palu City
Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah tinggi ketika tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg, berdasarkan pada dua kali pengukuran atau lebih. Salah satu masalah gangguan kesehatan yang sering terjadi pada setiap keluarga adalah penyakit hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus untuk menggambarkan atau mendeskripsikan masalah asuhan keperawatan keluarga dengan salah satu anggota keluarga menderita Hipertensi.Hasil penelitian setelah dilakukan asuhan keperawatan pada Ny. H dan keluarga selama 3x2 jam kunjungan rumah pada diagnosa nyeri akut terjadi penurunan skala nyeri dari skala 5 menjadi skala 3, diagnosa defisit pengetahuan hasil yang didapatkan adanya peningkatan pengetahuan pada Ny. H dan keluarga mengenai hipertensi dan perilaku hidup sehat, diagnosa pemeliharaan kesehatan tidak efektif hasil yang didapatkan Ny. H dan keluarga mampu menerapkan perawatan pada anggota keluarga yang menderita hipertensi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa evaluasi yang dicapai selama 3x2 jam kunjungan rumah masalah teratasi tetapi belum optimal. Diharapkan asuhan keperawatan yang telah diberikan kepada Ny. H dan keluarga akan diterapkan oleh keluarga dirumah