E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Analisis Hukum Pidana Terhadap Pelaku Pemalsuan Pertamax dalam Perspektif Undang-Undang Migas: Criminal Law Analysis of Pertamax Counterfeiters from the Perspective of the Oil and Gas Law
Tindakan pemalsuan Pertamax yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk meraih keuntungan secara ilegal bukan hanya merugikan konsumen, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan serta keberlanjutan industri energi di Indonesia. Pemalsuan bahan bakar, khususnya Pertamax, dapat dianggap sebagai tindak pidana dalam perspektif hukum pidana Indonesia, terutama dalam konteks Undang-Undang Migas (Minyak dan Gas). Artikel ini bertujuan untuk mengkaji aspek hukum pidana yang terkait dengan pemalsuan Pertamax, serta menganalisis penerapan ketentuan dalam Undang-Undang Migas terhadap praktik tersebut. Dengan pendekatan normatif, artikel ini akan menelusuri regulasi yang berlaku dan memberikan penjelasan terkait pelanggaran yang terjadi dalam pemalsuan bahan bakar ini
Implementasi Teknik Relaksasi Genggam Jari Untuk Mengurangi Nyeri Pada Pasien Dispepsia Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Di Instalasi Gawat Darurat RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Implementation of Finger Grasp Relaxation Technique to Reduce Pain in Dyspepsia Patients with Acute Pain Nursing Problems in the Emergency Room of Undata Hospital, Central Sulawesi Province
Dispepsia salah satu jenis penyakit yang tidak menular namun akibat paparan penyakit tersebut dapat menyebabkan mortalitas yang sangat tinggi. Penyakit degeneratif yang disebabkan oleh gaya hidup, pola makan yang tidak sehat, kualitas lingkungan yang tidak sehat, dan kondisi psikologis, stres, atau depresi berkepanjangan, telah menjadi penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia, salah satunya adalah dispepsia. Dispepsia adalah penyakit gangguan saluran pencenaan dengan gejala berupa rasa nyeri di bagian ulu hati atau rasa tidak nyaman pada lambung. Kondisi ini sebagai gangguan fisik yang disebabkan reaksi tubuh terhadap lingkungannya. Sehingga menyebabkan ketidakseimbangan metabolisme yang sering menyerang orang-orang dalam usia produktif. Tujuan penelitian ini melaksanakan gambaran tentang implementasi teknik relaksasi genggam jari untuk mengurangi nyeri pada pasien dispepsia. Relaksasi genggam jari adalah teknik nonfarmakologi yang dimana perpaduan dari relaksasi nafas dalam dan genggaman jari yang dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Terapi relaksasi genggam jari adalah tindakan yang dapat mengontrol tingkat nyeri. Desain studi kasus yang digunakan merupakan studi kasus deskriptif. Dimana peneliti ingin mengetahui hasil penerapan relaksasi genggam jari untuk mengurangi Tingkat nyeri pada pasien Dispepsia di Instalasi Gawat Darurat RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Berdasarkan analisa data Setelah dilakukan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Didapatkan hasil bahwa pasien mengalami nyeri pada perut bagian atas (prosesus xipoideus). Setelah dilakukan tindakan teknik relaksasi genggam jari pada pasien dispepsia didapatkan hasil bahwa pasien mengalami penuruan nyeri dari skala nyeri 4 (sedang) menjadi skala nyeri 1 (ringan). Ditandai dengan adanya tanda tanda vital, Tekanan darah : 100/70 mmHg, Nadi : 86x/menit, Suhu : 36,6oC, Respirasi : 22x/menit, Saturasi oksigen : 96%. Kesimpulan bahwa sesuai dengan tahapan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi didapatkan hasil bahwa tingkat nyeri sebelum diberikan relaksasi genggam jari di dapatkan kategori nyeri sedang, dan sesudah diberikan kategori nyeri ringan. Secara signifikan ditunjukkan bahwa tehnik relaksasi genggam jari adalah tehnik yang efektif dalam mengurangi intensitas nyer
Perilaku Masyarakat Tentang Pencegahan Stunting Sebelum dan Sesudah Edukasi Kesehatan di Desa Lambara Kecamatan Tanmbulava Kabupaten Sigi: Community Behavior Regarding Stunting Prevention Before and After Health Education in Lambara Village, Tanmbulava District, Sigi Regency
Stunting adalah suatu masalah yang dialami oleh balita karena kekurangan gizi kronis sehingga menyebabkan tinggi badan balita tidak sesuai dengan usianya.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu dan remaja putri setelah diberikan penyuluhan terkait pencegahan stunting.Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Responden terdiri dari 30 ibu dan remaja putri yang dipilih melalui teknik total sampling.. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden sendiri. Analisa data dalam penelitian ini yaitu analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan (p=0,046), sikap (p=0,000), dan tindakan (p=0,022) setelah diberikan penyuluhan. Sebelum penyuluhan, proporsi pengetahuan, sikap, dan tindakan baik masing-masing sebesar 53,3%, 66,7%, dan 70%. Setelah penyuluhan, proporsi meningkat menjadi 73,3%, 70%, untuk pengetahuan dan sikap.Namun, perubahan pada tindakan masyarakat (pretest 70% menjadi posttest 76,7%) tidak signifikan secara statistik
Pengaruh Financial Leverage dan Operating Leverage Terhadap Earning Per Share (EPS) pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2019-2023: The Effect of Financial Leverage and Operating Leverage on Earning Per Share (EPS) in Manufacturing Companies in the Food and Beverage Sub-Sector Listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the Period of 2019-2023
Penelitian ini menganalisis pengaruh Financial Leverage (DFL) dan Operating Leverage (DOL) terhadap Earning Per Share (EPS) pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI selama 2019-2023. Sampel terdiri dari 7 perusahaan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data kuantitatif diperoleh melalui dokumentasi di www.idx.co.id dan situs perusahaan, dan dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan EViews 13. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa DFL tidak berpengaruh signifikan terhadap EPS (H1 ditolak) dengan nilai probabilitas 0,7004, dan DOL juga tidak berpengaruh signifikan terhadap EPS (H2 ditolak) dengan nilai probabilitas 0,8482. Uji simultan menunjukkan nilai F sebesar 0,708423, yang mengindikasikan bahwa secara bersama-sama, DFL dan DOL tidak berpengaruh signifikan terhadap EPS (H3 ditolak). Nilai R² sebesar 0,221 menunjukkan bahwa 22% variasi EPS dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen yang diteliti
Optimalisasi Pembelajaran Daring Dalam Meningkatkan Akses Pendidikan di Daerah Terpencil: Optimizing Online Learning to Increase Access to Education in Remote Areas
Pembelajaran daring telah menjadi solusi utama dalam meningkatkan akses pendidikan, terutama di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan infrastruktur. Namun, implementasi pembelajaran daring di daerah tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti minimnya akses internet, keterbatasan perangkat, serta rendahnya kesiapan guru dan siswa dalam memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan utama dalam implementasi pembelajaran daring di daerah terpencil serta mengeksplorasi solusi yang dapat diadaptasi agar proses pembelajaran lebih efektif dan inklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan infrastruktur merupakan hambatan utama yang menyebabkan rendahnya efektivitas pembelajaran daring. Selain itu, sebagian besar guru dan siswa mengalami kesulitan dalam mengakses dan memahami materi daring tanpa adanya bimbingan langsung. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan pendekatan blended learning berbasis komunitas, yang mengombinasikan pembelajaran daring dengan sesi tatap muka di pusat-pusat belajar lokal. Selain itu, pengembangan konten pembelajaran yang lebih kontekstual, seperti materi berbasis bahasa lokal dan metode interaktif berbasis audio dan video, terbukti meningkatkan keterlibatan siswa hingga 75%. Dengan strategi yang lebih adaptif terhadap kondisi daerah terpencil, pembelajaran daring dapat dioptimalkan untuk meningkatkan akses pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan
Investigating Students’ Motivation in Doing English Excercise Practice
This research aims to describe the level of motivation and the type of motivation wether instrumental or integrative motivation. This research took place one of vocational high school of Polewali Mandar. The research applied descriptive quantitative design. Population of this research was 210 of students SMKS Suparman Wonomulyo. The sample of this research 40 students representtative each grade. In collecting the data qusionnaire was used as instrument. The data was calculated by using SPSS to find out percentage and frequency. The result showed that in motivation level, most students had low level. In Instrumental motivation the students had average level motivation.While, integrative motivation the students had high level motivation, and questionnaire section attitude towards English excercise practice the students generally had negative attitude
Influence of BIM (Building Information Modeling) Technology on Construction Efficiency
Building Information Modeling (BIM) represents a groundbreaking technology that has reshaped the construction sector by offering more streamlined and integrated solutions across different project stages, from planning and design to facility management and maintenance. As a digital system, BIM enables construction experts to engage with precise and integrated data through 3D models, which merge both technical and functional characteristics of the building. This article explores how BIM impacts construction efficiency, particularly in terms of time, cost, quality, and team coordination. Research and case studies indicate that BIM significantly improves construction processes by minimizing waste, accelerating timelines, and enhancing the effectiveness of facility upkeep
Reconstruction of Islamic Educational Thought: Challenges and Opportunities in the Modern Era
In the face of the increasingly rapid development of the times, Islamic education is now faced with various challenges that require adjustment to the social, cultural, and technological dynamics that continue to develop. The influence of globalization and modernization has brought about major changes in people's way of thinking and expectations towards education, including Islamic education. Therefore, it is important to reconstruct Islamic educational thinking so that it remains relevant and effective in producing a generation that is able to compete in the modern era, without losing the fundamental values of Islamic teachings. This research aims to explore the challenges faced by Islamic education, as well as identify opportunities that can be used in the process of renewing their thinking. This study uses a qualitative approach with literature study as the main method to analyze existing problems and find solutions. It is hoped that the results of this research can contribute to developing the concept of Islamic education that is more flexible, inclusive, and able to respond to changes in the times quickly
Building Synergy Between Islamic Educators and National Education in Indonesia
Education is one of the important aspects in building a quality generation. In Indonesia, there are two education systems that run in parallel, namely Islamic Education and National Education. Both have the same goal, which is to produce individuals who are intelligent, have noble character, and are beneficial to society. However, there are still challenges in creating effective synergy between the two. This journal aims to discuss how to build synergy between Islamic Education and National Education in Indonesia in order to support the development of quality human resources. Through a study of various education policies and examples of existing implementations, it is hoped that solutions can be found to unite the two education systems without overriding the values contained in each system. It is hoped that with this synergy, Indonesia can produce a generation that is not only academically intelligent, but also has good morals and is able to face global challenges. integrating two existing education systems, namely Islamic education based on religious values and national education that focuses on character formation and skills according to the needs of the nation. In this study, it conducts a review, analysis, and synthesis of previously published works, such as books, journal articles, theses, and dissertations. The method used in this research journal uses a qualitative research method with the type of library research
A climate Encouraging the Growth and Flourishing of Monkeypox in Indonesia
Introduction: Introduction: Climate change has significant impacts on human health and has the potential to trigger the emergence of various diseases by changing temperature, rainfall, wind patterns, and sunlight exposure. These changes create environmental conditions that support the survival, reproduction, and spread of disease-causing agents, such as viruses and bacteria. Adaptation of disease agents to these changes increases the risk of disease spreading in the community. In addition, climate change also expands the range of some disease agents, which were previously limited to certain areas, thus having a wider impact. Low temperatures (10–25°C), high humidity (?70%), and limited sunlight (UV index <6) promote the environmental persistence of the monkeypox virus, whereas high temperatures (>30°C) and UV exposure (290–320 nm) accelerate its degradation, influencing transmission patterns and infection risk in humans and animals.
Methods: This study examines the climate conditions that may support the development of monkeypox in Jakarta. The main focus of this study is to identify climate factors, such as temperature, humidity, and rainfall patterns, that allow the spread of monkeypox virus. Climate data are analyzed to understand how these conditions play a role in increasing the risk of monkeypox virus transmission, both from animals to humans and between humans.
Results: Our findings indicate a minimum temperature of 27.96°C, a maximum of 33.74°C, and an average of 30.11°C. The average humidity was 74.21%. The duration of sunlight ranged from a minimum of 7.30 hours to a maximum of 9.60 hours.
Conclusion: Climate factors are key triggers in the development of Monkeypox within the environment. Specific temperature and humidity levels can create favorable conditions for the spread of the Monkeypox virus in certain regions. Additionally, extreme climate fluctuations may influence the spread patterns and severity of the disease, underscoring the importance of understanding how environmental conditions affect the transmission of diseases like Monkeypox