E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Pentingnya Protein Hewani dalam Mencegah Balita Stunting: Systematic Review: The Importance of Animal Protein in Preventing Stunting in Toddlers: Systematic Review
Latar belakang: Satu dari lima anak di Indonesia dilaporkan mengalami stunting. Stunting menyebabkan anak memiliki tinggi badan yang tidak sesuai dengan anak seusianya dan hambatan perkembangan kognitif serta risiko penyakit tidak menular saat dewasa.
Tujuan: Tinjauan sistematis ini menganalisis pengaruh asupan protein hewani terhadap kejadian stunting pada balita.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain tinjauan sistematis. Penelusuran artikel melalui database elektronik PUBMED, EMBASE, Scopus, Science Direct, dan Google Scholar yang diterbitkan dalam rentang tahun 2013-2023 dengan kriteria yang disusun berdasarkan kerangka kerja PICO. Hasil pencarian dalam database disajikan menggunakan diagram alir PRISMA.
Hasil: Berdasarkan hasil analisis, 11 dari 14 artikel menunjukkan adanya hubungan antara asupan protein hewani dengan kejadian stunting pada balita. Balita stunting memiliki rata-rata asupan protein hewani yang lebih rendah dibandingkan balita yang tidak stunting. Tingkat keragaman jenis protein hewani yang dikonsumsi oleh balita juga memiliki hubungan dengan risiko stunting.
Kesimpulan: Balita yang tidak mengonsumsi protein hewani memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami stunting. Semakin beragam sumber hewani yang dikonsumsi maka semakin kecil peluang balita mengalami stunting.
 
Urgensi Lembaga Pengawas Hakim Mahkamah Konstitusi dalam Melakukan Pengawasan Terhadap Hakim Konstitusi yang Melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim: The Urgency of the Institution for Supervising Constitutional Court Judges in Supervising Constitutional Judges Who Violate the Code of Ethics and Code of Conduct for Judges
Adanya Lembaga Pengawas Hakim Mahkamah Konstitusi sangat dibutuhkan untuk mencegah Mahkamah Konstitusi menggunakan kekuasaannya secara salah, karena lembaga ini bertanggung jawab untuk memastikan bahwa para hakim Mahkamah Konstitusi mematuhi Kode Etik. Tanpa adanya badan pengawas, integritas Mahkamah Konstitusi bisa terancam oleh penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan oleh para hakimnya. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang (Statute Approach) dan pendekatan kasus (Case Approach) menggunakan Putusan MK Nomor 56/PUU-XX/2022, Putusan MK 005/PUU-IV/2006, dan Putusan MK Nomor 49/PUU-IX/2011. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah sudah adanya lembaga pengawas hakim Mahkamah Konstitusi yang mengawasi perilaku hakim konstitusi yang melanggar kode etik sesuai dengan undang-undang Mahkamah Konstitusi dan UUD 1945. Penelitian ini juga mengkaji pentingnya keberadaan lembaga pengawas hakim MK dalam mengawasi hakim konstitusi yang melanggar kode etik dan pedoman perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum ada Lembaga Pengawas khusus bagi Hakim Konstitusi seperti halnya Komisi Yudisial yang mengawasi hakim di bawah Mahkamah Agung. Penelitian ini juga menekankan urgensi atau pentingnya keberadaan Lembaga Pengawas Hakim Mahkamah Konstitusi untuk menjaga martabat Hakim Mahkamah Konstitusi dari penyalahgunaan wewenang dan memastikan Hakim MK tetap berada dalam aturan yang sudah ditetapkan. Terdapat urgensi bagi Lembaga Pengawas untuk menjaga kepercayaan publik terhadap integritas dan keadilan Hakim MK serta mencegah terjadinya konflik kepentingan. Saat ini, pengawasan Hakim MK dilakukan oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi dan Dewan Etik yang dibentuk Mahkamah Konstitusi sendiri sebagaimana diatur dalam Pasal 27A Undang-undang Nomor 7 Tahun 2020 tentang perubahan ketiga atas Undang-undang Nomor 24 Tahun 2003 Tentang Mahkamah Konstitusi.
 
Analisis Hukum Islam terhadap Penggunaan Media Sosial sebagai Penyebab Perceraian: Islamic Law Analysis of the Use of Social Media as a Cause of Divorce
Mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga yang bahagia dan harmonis menjadi dambaan semua orang. Tak pernah ada yang berharap mengalami keretakan kehidupan rumah tangga yang telah mereka bina. Sejatinya, setiap pasangan suami istri akan berupaya semaksimal agar kehidupan rumah tangganya tidak berakhir pada perceraian. Islam memandang bahwa perceraian adalah sesuatu/perkara yang dihalalkan, tetapi dibenci Allah. Namun faktanya, tidak semua kehidupan rumah tangga berjalan langgeng, mulus, atau berakhir bahagia. Akhirnya, keputusan untuk bercerai pun menjadi jalan terakhir yang harus ditempuh bagi pasangan suami istri melalui putusan pengadilan. Penelitian ini berupaya menganalisa mengenai perceraian yang disebabkan karena pengaruh media sosial ditinjau dari sudut pandang hukum Islam. penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian hukum Normatif-Empiris. Penelitian hukum normatif yaitu penelitian hukum yang mengkaji hukum tertulis dari aspek teori, sejarah, filosofi, perbandingan, struktur dan komposisi, lingkup dan materi, penjelasan umum dari pasal demi pasal, formalitas dan kekuatan mengikat suatu undang-undang tetapi tidak mengikat aspek terapan atau implementasinya
Analisis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan di Puskesmas Awan Rantekarua: Analysis Operational Assinstance Fund Management of Health at Awan Rantekarua Puclic Health Center
Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) merupakan salah satu bantuan dari pemerintah yang dananya dialokasikan ke7Puskesmas sebagai unit pelaksana8teknis (UPT) Dinas0Kesehatan. Penelitian ini7bertujuan untuk0mengetahui pengelolaan dana0BOK Puskesmas dilihat dari0Perencanaan, Pelaksanaan, Pencatatan, Pembukuan, dan Pelaporan di Puskesmas0Awan Rantekarua Kecamatan Awan Rantekarua Kabupaten Toraja Utara. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: Rencana pengelolaan keuangan BOK Puskesmas Awan Rantekarua meliputi perencanaan Rencana Usulan kegiatan (RUK) yang kemudian tersusun menjadi Rencana Program Kegatan (RPK), yang kemudian di rapatkan bersama dengan kapus untuk disetujui dan kemudian diserahkan kebagian verifikator untuk diverifikasi dan selanjutkan diserahkan ke kepada dinas untuk disetujui dan dicairkan. Pelaporan dana BOK dilaporkan secara triwulan ke Dinas Kesehatan disertai laporan pertanggungjawaban sebagai bukti bahwa dana BOK telah digunakan dan pelaporannya dipublikasikan dengan cara ditempel di papan pengumuman puskesmas
Pengaruh Edukasi Perawatan Payudara Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Mamboro: The Influence of Breast Care Education Onmothers' Knowledge and Attitudes Breastfeeding in the Working Area Puskesmas Mamboro
Perawatan payudara sangat membantu untuk menjaga kebersihan payudara karena menjaga putting tetap bersih untuk mencegah infeksi dari penumpukan kotoran dan meningkatkan kelembutan dan bentuk puting. Masalah penelitian ini adalah dari 320 ibu yang memiliki bayi 0-6 bulah hanya terdapat 164 ibu yang memberikan Asi eksklusif, dan ibu yang tidak memberikan Asi eksklusif berjumlah 156 orang, sehingga peneliti tertarik melakukan edukasi perawatan payudara. Tujuan penelitian diketahuinya pengaruh edukasi perawatan payudara terhadap pengetahuan dan sikap ibu menyusui di Puskesmas Mamboro. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimentl dengan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu Menyusui diwilayah kerja Puskesmas Mamboro berjumlah 320 orang. Jumlah sampel 40 ibu menyusui. Pengambilan sampel proporsional random sampling. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Uji yang di gunakan Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon (data tidak berdistribusi normal) dengan nilai sig pre test-post test pengetahuan edukasi 1 sebesar 0,001 < 0,05, nilai sig post test pengetahuan edukasi 2 dan edukasi 3 sebesar 0,000 < 0,05. dan nilai sig pre testpost test sikap edukasi 1 sebesar 0,004 < 0,05, nilai sigi post test sikap edukasi 2 dan 3 sebesar 0,001 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi perawatan payudara terhadap pengetahuan dan sikap ibu menyusui diwilayah kerja Puskesmas Mamboro. Menurut asumsi peneliti, peningkatan pengetahuan dan sikap ibu menyusui karena di dukung adanya informasi baru melalui edukasi yang di lakukan sehingga efektif dalam peningkatan pengetahuan dan sikap ibu menyusui. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa ada pengaruh edukasi perawatan payudara terhadap pengetahuan dan sikap ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Mamboro. Saran dalam penelitian ini diharapkan ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Mamboro untuk menerapkan perawatan payudara
Hukum Pidana Bagi Anak di Bawah Umur Perspektif Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012: Criminal Law for Minors Perspective of Law Number 11 of 2012
Pergaulan bagi anak akan berdampak positif karena membawa nilai-nilai kebaikan jika berada dalam koridor yang benar. Namun, pergaulan juga sering menyeret para remaja ke dalam perbuatan melanggar hukum, melakukan perbuatan asusila, amoral, bahkan tindakan kejahatan. apabila anak dibawah umur melakukan Tindakan pidana semisal pembunuhan, diatur dalam Undang-undang No.11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Bentuk sanksi terhadap anak yang melakukan tindak pidana pembunuhan tidak diatur secara eksplisit, namun dalam UU No. 11 Tahun 2012 diatur mulai dari Pasal 69 s/d Pasal 83 yang pada intinya mengutamakan upaya diversi dan pidana penjara ½ dari maksimum pidana orang dewasa yang dikenakan sebagai upaya terakhir, tergantung dari unsur-unsur tindak pidananya dan juga melihat apakah akibat dari perbuatan tersebut mengakibatkan korban meninggal ataukah masih hidup
IMPLEMENTASI SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL SECARA VERBAL MELALUI MEDIA SOSIAL DI INDONESIA
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan mengapa pelaku melakukan pelecehan seksual secara verbal melalui media sosial, menganalisis implementasi sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana pelecehan seksual secara verbal pada Putusan Mahkamah Agung Nomor: 83 PK/PID.SUS/2019. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan normative yuridis. Faktor utama pelaku melakukan pelecehan seksual secara verbal melalui media sosial adalah sebagai berikut: pertama, dorongan biologis karena laki-laki memiliki dorongan seksual yang lebih besar dibandingkan perempuan, sehingga laki-laki yang cenderung melakukan tindakan pelecehan terhadap perempuan. Implementasi sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana pelecehan seksual secara verbal pada Putusan Mahkamah Agung Nomor: 83 PK/PID.SUS/2019 yang menjatuhkan pidana pidana penjar selama 6 (enam) bulan dan pidana denda sejumlah Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan, masih kurang tepat hal itu dikarenakan hakim tidak melihat secara utuh bahwa keberadaan UU ITE sehingga menimbulkan multi tafsir antara hakim yang ada di Pengadilan Negeri Mataram dengan Hakim Mahkamah Agung. Hakim juga tidak melihat kasus dan perbuatan secara utuh dimulai dari motif, niat sampai dengan tujuan dari perbuatan yang dilakukan oleh Baiq Nuril Maknun sehingga keputusan Mahkamah Agung dianggap mencederai rasa keadilan bagi Baiq Nuril Maknun yang menurut para team pembela/pengacara, Komnas Perempuan dan masyarakat yang simpati bahwa Baiq Nuril Maknun adalah korban pelecehan seksual secara verbal
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Waipare Kecaamatan Kangae Kabupaten Sikka: Faktors Related to the Incident of Dengue Hemorrhagic Fever in the Working Area of the Waipare Health Center, Kangae District, Sikka District
Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan suatu jenis penyakit arbovirus yang ditularkan melalui gigitan artropoda seperti nyamuk. Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. kasus DBD di Nusa Tenggara Timur bervariasi dari tahun 2018 hingga 2021. Pada tahun 2018, terdapat 1.603 kasus, yang meningkat menjadi 4.832 kasus pada tahun 2019. Puncaknya terjadi pada tahun 2020, dengan 6.178 kasus dan 63 kematian, namun turun menjadi 2.807 kasus pada tahun 2021. Kasus DBD di Puskesmas Waipare mencapai 113 kasus pada tahun 2020, turun menjadi 21 kasus pada tahun 2021 dan meningkat menjadi 36 kasus pada tahun 2022. Ada 52 kasus antara Januari dan Maret 2023.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD di wilyah kerja Puskesmas Waipare Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka.
Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik dan desain penelitian Case control untuk mengkaji variabel-variabel yang berhubungan dengan kasus DBD di wilayah Puskesmas Waipare, Kangae, Sikka.
Hasil: Uji chi-square digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tidak berhubungan dengan kejadian DBD (p-value= 0,006). Sementara itu, sikap mencegah, tindakan PSN (p-value = 0,001) dan ventilasi berkasa (p-value = 0,004), serta keberadaan jentik (p-value = 0,002) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian DBD, sedangkan pencahayaan tidak berhubungan dengan kejadian DBD (p-value = 0,255).
Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan pencahayaan terhadap kejadian DBD dan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap mencegah, tindakan PSN, ventilasi berkasa dan keberadaan jentik nyamuk terhadap kejadian DB
Efektivitas Program LATHI “Dolanan Anti Hipertensi” dalam Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Lansia Desa Prambatan: Effectiveness of the LATHI Program “Anti-Hypertension Games” in Increasing Community the Knowledge of the Elderly in Prambatan Village
Latar belakang: Hipertensi merupakan sillent killer dan prioritas dalam dunia kesehatan secara global. Adapun hipertensi memiliki faktor yang dapat dibagi menjadi dua faktor yakni faktor yang dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. World Health Organization memperkirakan bahwa 1,28 milliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia mengalami hipertensi. Di Indonesia angka kematian akibat hipertensi yakni sebesar 427.218 dan usia yang rawan menderita hipertensi yakni rentang usia 55-64 tahun. Adapun, salah satu kabupaten di Jawa Timur yakni Kabupaten Bojonegoro masih memiliki permasalahan hipertensi dan selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Oleh karena itu, pencegahan penyakit hipertensi dalam bentuk edukasi perlu segera dilakukan untuk menekan angka kesakitan dan kecacatan pada penderitanya.
Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pengimplementasian program LATHI dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Prambatan tentang penyakit hipertensi.
Metode: Jenis penelitian ini yakni deskriptif kuantitatif dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sasaran dalam penelitian ini yakni 61 orang lansia berusia 45-80 tahun di Desa Prambatan, Balen, Bojonegoro. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test yang dilihat berdasarkan nilai mean dan p-value.
Hasil: Hasil penelitian ini yakni sebanyak 44 responden atau 72,13% mengalami peningkatan pengetahuan, 9 responden memiliki pengetahuan yang tetap, dan 8 responden dengan tingkat pengetahuan menurun. Selain itu, berdasarkan uji analisis Wilcoxon secara bivariat didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 <0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan tingkat pengetahuan masyarakat Desa Prambatan mengenai hipertensi antara sebelum dan sesudah diberikan program LATHI.
Kesimpulan: Program LATHI “Dolanan Anti Hipertensi” dapat menjadi alternatif sarana promosi kesehatan yang efektif untuk menekan angka kejadian penyakit degeneratif seperti hipertensi. Hal ini dikarenakan mudah diterima masyarakat terutama yang berusia lansia karena menyenangkan dan informatif
Analisis Faktor Status Kesehatan terhadap Utilisasi RITP Peserta BPJS Kesehatan di Indonesia Tahun 2019-2020: Analysis of Health Status Factors on RITP Utilization among BPJS Health Beneficiaries in Indonesia 2019-2020
Latar belakang: Pelayanan primer merupakan pelayanan utama dalam pelayanan kesehatan. Salah satu pelayanan primer yang ada di puskesmas adalah pelayanan rawat inap. Jumlah puskesmas rawat inap di Indonesia semakin bertambah namun akses pelayanan rawat inap oleh pasien BPJS mengalami penurunan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan utilisasi RITP pada peserta BPJS Kesehatan di Indonesia tahun 2019-2020.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan mengolah Data Sampel BPJS Kesehatan Tahun 2015-2020. Sampel penelitian ini adalah peserta BPJS Kesehatan yang memanfaatkan pelayanan FKTP pada tahun 2019-2020. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat.
Hasil: Penelitian menunjukkan utilisasi RITP pada peserta terdiagnosis penyakit tidak menular (9,11%) lebih tinggi dibandingkan dengan utilisasi RITP pada peserta terdiagnosis penyakit menular (4,28%) dan pada peserta terdiagnosis tidak ada keluhan sebesar 1,50%. Adapun hasil uji Chi Square mendapatkan nilai p-value sebesar 0,000 lebih kecil daripada 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara diagnosis penyakit dengan utilisasi RITP.
Kesimpulan: Diagnosis penyakit berhubungan dengan utilisasi RITP peserta BPJS Kesehatan di Indonesia tahun 2019-2020