E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Hubungan Anemia pada Ibu Hamil dengan Kejadian BBLR: Literature Review: Relationship Between Anemia in Pregnant Women and the Incidence of LBW: Literature Review
Latar belakang: Lebih dari 40% ibu hamil yang mengalami anemia menjadi penyebab dari Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan memberikan kontribusi hingga 60-80% terhadap kematian neonatal. Menurut Riskesdas (2018) prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 48,9% dan prevalensi di provinsi lampung mencapai 11,67%. Anemia pada ibu hamil disebabkan oleh kekurangan zat besi yang dipicu oleh asupan gizi yang kurang. Yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin. Upaya pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil dapat di lakukan dengan cara pemeriksaan kehamilan rutin (ANC), konsumsi tablet zat besi, dan pemantauan kadar hemoglobin secara teratur selama kehamilan dan diharapkan dapat meminimalkan dampak anemia pada ibu hamil serta mengurangi risiko BBLR.
Tujuan: Menganalisis hasil penelitian selama Lima tahun terakhir terkait hubungan anemia dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah (BBLR).
Metode: Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode literature review dimana peneliti mengkaji secara kritis ide-ide yang terkandung di dalam beberapa penelitian. Metode penelusuran di lakukan menggunakan analisis PICO. Pencarian artikel ini di lakukan pada sejumlah database ilmiah seperti ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar pada tahun 2018-2023.
Hasil: Dari hasil analisis 10 artikel dengan 7 jurnal internasional dan 3 jurnal nasional, terdapat hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah (BBLR) dan 1 jurnal mengatakan tidak terdapat hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah (BBLR), dan Sebanyak 9 artikel memiliki nilai p-value <0,05 dan satu artikel memiliki nilai p-value >0,05.
Kesimpulan: Anemia pada ibu hamil berpengaruh terhadap kejadian BBLR, Semakin rendah kadar hemoglobin pada ibu hamil maka semakin tinggi resiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir renda
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah : Literature Review: Analysis of Factors Associated with Nurse Performance in Regional General Hospitals : Literature Review
Latar Belakang:. Kinerja perawat merupakan aplikasi kemampuan atau pembelajaran yang telah diterima selama menyelesaikan program pendidikan keperawatan dalam memberikan pelayanan dan bertanggung jawab dalam peningkatan kesehatan, dan pencegahan penyakit serta pelayanan terhadap pasien. Gambaran kinerja perawat dalam melaksanakan seperangkat fungsi, tugas dan tanggungjawab. Hal ini merupakan dasar utama perawat untuk memahami dengan tepat fungsi, tugas dan tanggung jawabnya. Perilaku yang berhubungan dengan kinerja adalah yang berkaitan dengan tugas-tugas pekerjaan yang harus diselesaikan untuk mencapai sasaran suatu jabatan dan tugas. Kinerja perawat yang baik akan berdampak positif terhadap kepuasan pasien dan hasil pelayanan kesehatan. Untuk mendapatkan kinerja yang baik dari SDM, maka perlu adanya proses penilaian kinerja yang merupakan proses kontrol kinerja pegawai yang di evaluasi berdasarkan standar tertentu. Penilaian kinerja dilakukan secara efektif untuk mengarahkan pegawai dalam rangka menghasilkan jasa dan kualitas yang tinggi. Rumah sakit adalah bagian dari sebuah organisasi sosial secara integral serta kesehatan dimana ini memiliki fungsi dalam memberikan serta menyediakan pelayanan dalam hal penyembuhan pada pasien yang sakit serta pencegahan dari sebuah penyakit ke masyarakat. Pelayanan kesehatan di rumah sakit juga mempunyai kunci utama dalam bidang keperawatan dalam memberikan pelayanan kesehatan. Dikatakan baik atau buruknya pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit kepada pasien akan memiliki pengaruh kepada tingkat kepuasan pasien sendiri. Maka dari itu mutu pelayanan yang baik dilakukan pengukuran bisa dari segi fasilitas, tampilan fisik, secara teknologi beserta perilaku dan kinerja pemberi pelayanan kesehatan seperti, dokter, perawat dan bidan. Pelayanan keperawatan diberikan dalam bentuk kinerja perawat yang harus didasari oleh kemampuan yang tinggi untuk membentuk kinerja yang mendukung dalam menjalankan tugas dan pemberian pelayanan kesehatan
Tujuan: Penelitian ini merupakan literatur review yang bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat.
Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menelusuri jurnal melalui Proquest, Pubmed, Google Scholar, Garuda, dan Sinta yang kemudian diseleksi sesuai dengan topik. Penelitian ini adalah penelitian yang diterbitkan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2019-2023).
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat adalah motivasi, kemampuan, sikap, lingkungan kerja, kepemimpinan, dan kebijakan organisasi. Motivasi intrinsik dan ekstrinsik memiliki pengaruh positif terhadap kinerja perawat. Kemampuan perawat, sikap perawat, lingkungan kerja, kepemimpinan, dan kebijakan organisasi juga memiliki pengaruh positif terhadap kinerja perawat.
Kesimpulan: Penelitian ini adalah bahwa faktor-faktor internal dan eksternal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perawat. Manajemen rumah sakit perlu memperhatikan faktor-faktor tersebut dalam upaya meningkatkan kinerja perawat
Upaya Percepatan Penurunan Stunting Melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pangan Lokal : Systematic Review: Efforts to Accelerate Stunting Reduction Through Providing Additional Food (PMT) Local Food: Systematic Review
Latar belakang: Stunting merupakan permasalahan global yang serius. Prevalensi stunting yang tinggi menjadi ancaman terhadap kesejahteraan dan ketahanan nasional jangka panjang. Anak stunting akan mengalami ganguan kecerdasaan, rentan terkena penyakit bahkan dapat mengancam kematian. Berdasarkan data SSGI tahun 2022 prevalensi stunting Indonesia 21.6% sedangkan target prevalensi stunting pada tahun 2024 yaitu 14% dan target WHO yaitu kurang dari 20%. Salah satu upaya percepatan penurunan stunting yaitu melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pangan lokal kepada balita stunting untuk meningkatkan status gizi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pangan lokal terhadap penurunan stunting
Metode: Penelitian ini merupakan systematic review dengan menggunakan metode PRISMA. Pemilihan artikel sesuai kriteri inklusi dan eksklusi serta pencariannya melalui database Google scholar dengan kata kunci “PMT pangan lokal cegah stunting”. Artikel yang dilakukan review dari tahun 2020-2023 dan didaptkan 12 artikel yang dilakukan review.
Hasil: Hasil dari penelitian ini menjelaskan pemberian makanan tambahan (PMT) pangan lokal berpengaruh terhadap kenaikan Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) balita stunting jika pemberiannya minimal 30 hari. Udang rebon merupakan protein hewani yang mudah didapatkan dan harganya relatif murah, kenaikan tinggi badan dengan pemberian makanan tambahan berupa udang rebon terjadi signifikan
Kesimpulan: Pemberian makanan tambahan (PMT) pangan lokal berupa olahan udang rebon dapat menjadi salah satu strategi untuk percepatan penurunan stunting
Pengaruh Media Leaflet terhadap Peningkatan Perilaku Lansia dalam Pemanfaatan Daun Narcissus (Crynum Asiaticum L) untuk Meredakan Nyeri Rematik di Desa Ujung Gurap Kota Padangsidimpuan: The Influence of Leaflet Media on Increasing Elderly Behavior in Using Leaves Narcissus (Crynum Asiaticum L) to Relieve Rheumatic Pain in Ujung Gurap Village, Padangsidimpuan City
Latar belakang: Masyarakat modern tidak mempunyai banyak waktu dan istirahat yang cukup. Tingginya tuntutan pekerjaan dan terbatasnya waktu membuat mereka terjebak dalam stres. Akibatnya, banyak orang mengalami berbagai gangguan kesehatan. Salah satu penyakit tersebut adalah rematik. Reumatik atau rheumatoid arthritis adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan nyeri, bengkak, dan sensasi terbakar pada persendian. Pengobatan dapat dilakukan secara farmakologis & nonfarmakologis. Salah satu cara yang dapat dilakukan secara non farmakologi adalah dengan memanfaatkan daun bakung (Crynum Asiaticum L).
Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh media leaflet terhadap peningkatan perilaku lansia dalam penggunaan daun daffodil (Crynum Asiaticum L) untuk meredakan nyeri rematik pada lansia
Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental dengan menggunakan metode One Group Pretest Posttest Design. Populasi dan sampel penelitian ini adalah lansia di Desa Ujung Gurap yang berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon.
Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media leaflet terhadap peningkatan perilaku lansia yaitu pengetahuan (p= 0,000), sikap (p=0,000) dan tindakan (p=0,000) pada pemanfaatan daun lili (Crynum Asiaticum L) untuk meredakan nyeri rematik pada lansia.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh media leaflet terhadap peningkatan perilaku lansia dalam pemanfaatan daun lili (Crynum Asiaticum L) untuk meredakan nyeri rematik pada lansia
The Relationship Between Implementation of the Healthy Living Community Movement (Germas) Program Regarding the Health of the Elderly in the Rappang Health Center Working Area
Introduction: One of the main problems facing public health services is the global trend of an increasingly aging society which continues to pose major challenges for policy makers and health service providers as well as socio-economic challenges in the health sector. A number of challenges were encountered during the introduction of the GERMAS program, including a lack of awareness regarding physical exercise for the elderly and the importance of physical fitness. Health services rarely provide social education, thus contributing to the ignorance of the elderly.
Objective: To find out the relationship between the implementation of the healthy living community movement (GERMAS) program on the health of the elderly in the Rappang Community Health Center Working Area, Panca Rijang District..
Method: A cross-sectional technique is employed in the descriptive-analytic study design. The sample in this study was 68 reapondents taken using purposive sampling. This study was carried out at the Rappang Community Health Center's operational space, Panca Rijang District, Sidenreng Rappang Regency.
Result: From this research, the statistical results of the Chi-Square Test for the physical activity variable were obtained with a significance of 0.000 (p < 0.05), the fruit and vegetable consumption variable had a significance value of 0.025 (p < 0.05), the smoking behavior variable had a significance value of 0.000 (p < 0.05), the alcohol consumption variable has a significance value of 0.590 (p > 0.05), the periodic health check variable has a significance value of 0.000 (p < 0.05), the variable maintaining environmental cleanliness has a significance value of 0.007 (p < 0.05), and the variable m uses standard toilets with a significance value of 1.000 (p > 0.05).
Conclusion: The conclusion that can be drawn is that the GERMAS indicators have a significant relationship with the health of the elderly, namely physical activity, consuming fruit and vegetables, smoking behavior, regular health checks and maintaining environmental cleanliness
Hubungan Customer Perceived Value dengan Kepuasan Pasien pada KRIS RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar Tahun 2024
Latar Belakang: Strategi memprioritaskan kepuasan pasien dengan memperhatikan nilai yang dirasakan pelanggan (customer perceived value/CPV) merupakan pilihan yang tepat bagi rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan berkelanjutan terutama dengan munculnya berbagai inovasi pada sistem kesehatan. Fenomena penurunan nilai kepuasan pasien serta belum tercapainya standar kepuasan menurut SPM di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar terjadi seiring diberlakukannya kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dalam rangka pemenuhan prinsip ekuitas.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan CPV dengan kepuasan pasien di kelas rawat inap standar RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar.
Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional menggunakan desain cross sectional study. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 208 orang pasien rawat inap yang diambil dengan teknik Accidental Sampling. Analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Mann-Whitney.
Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara instalasi (0,000), profesionalisme (0,000), kualitas (0,000), nilai emosional (0,000), nilai sosial (0,000), dan persepsi nilai yang dirasakan/CPV (0,000) dengan kepuasan pasien.
Kesimpulan: Pada penelitian ini diperoleh fakta bahwa masing-masing dimensi instalasi, profesionalisme, kualitas, nilai emosional, nilai sosial dan CPV secara kolektif berhubungan dengan kepuasan pasien di kelas rawat inap standar RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar
Analysis of Determinants Associated with the Activeness of Posyandu Cadres in the Working Area of the Tarus Health Center, Kupang Tengah Sub-District, Kupang District
Background: The activeness of cadres is very important in Posyandu activities because if cadres are not active then the provision of health services and Posyandu activity programs cannot run well, so cadre coaching is needed by health workers to increase the active role of cadres in the implementation of Posyandu activities.
Purpose: This study aims to analyze the determinants associated with the activeness of Posyandu cadres in the working area of Puskesmas Tarus, Kupang Tengah District, Kupang Regency in 2024.
Methods: This type of research is an analytic survey with a cross sectional research design. The sample in this study were 71 people. Sampling in this study using simple random sampling technique with a level of significance ? = 0.05.
Results: The results showed that there was a relationship between the variables of knowledge (p=0.000), attitude (0.002) and training 0.002 with the activeness of Posyandu cadres in the working area of the Tarus Health Center, Kupang Tengah District, Kupang Regency.
Conclusion: It is expected that health workers at the Tarus Health Center should always maintain the implementation of cadre training by providing counseling on the importance of activeness of Posyandu cadres so that Posyandu activities can run well, and it is also expected that Posyandu cadres can increase activeness as a social responsibility in the community
Effectiveness of Stroke Bundle Care in Emergency Unit on Acute Stroke Patient’s Outcome: Literature Review
Background: Stroke leads to death and disability with continuously increasing incidence rates. Immediate management of acute stroke plays a crucial role in minimizing its impact. Comprehensive management through effective stroke bundle care in emergency units has been recognized as an efficient approach and is a crucial step in determining accurate actions, with the potential to enhance patient independence and reduce morbidity and mortality.
Objective: The aim of this theoretical study is to explore the impact of implementing a stroke care bundle in the emergency unit on the outcome of acute stroke patients.
Method: This study employs a literature review method with 20 journals from three databases: PubMed, Semantic Scholar, and Google Scholar.
Results: Stroke bundle care significantly improves patient outcomes, evident in increased Barthel Index and decreased mortality rates. Clinical factors, particularly NIHSS scores, significantly determine patient outcomes, and attention to nursing, time coordination, and clinical factor management can enhance stroke care effectiveness.
Conclusion: This study reaffirms that the implementation of stroke bundle care significantly enhances outcomes for patients with acute stroke by reducing mortality rates, improving independence, and fostering effective coordination among the care team.
Recommendation: Further integration of stroke bundle care into clinical practice is needed, with in-depth research on clinical factors and interdisciplinary collaboration to enhance acute stroke management.
 
The Effect of Providing Education Using E-Booklet Media on Changing Students' Knowledge about Prevention of Hypertension Disease at Smanu Pakis Malang District
Introduction: Hypertension in teenagers can continue into adulthood and cause complications and even death. Providing information is one strategy that can produce behavior, namely by increasing knowledge so that it raises awareness. Providing information can be done through educational media, one of which is e-booklet.
Objective: The aim of this research was to determine the level of students' knowledge about preventing hypertension before and after being given education, and the effect of providing education using e-booklet media on changes in students' knowledge about preventing hypertension at SMANU Pakis, Malang Regency.
Method: This research is a quantitative research with a pre-experiment research design using a one group pretest posttest design. The population of this study was 327 students at SMANU Pakis Malang Regency with a sample size of 38 students selected using purposive sampling techniques. The instrument used was a questionnaire.
Result: The research results showed that 44.7% of students' knowledge scores before being given education had sufficient knowledge with an average score of 67.63, while after being given education 73.7% of students had good knowledge with an average score of 85.92. The Wilcoxon test results show ap value of 0.000 < 0.05, meaning that Ha is accepted and there is an influence of providing education using e-booklet media on changes in students' knowledge about preventing hypertension.
Conclusion: Providing education using e-booklet media can change students' previous knowledge to become good. Through providing education, it is hoped that it can broaden students' insight into taking early prevention and can be used as a basis for further research
Intimate Organ (Vaginal) Hygiene on Knowledge and Behavior During Menstruation in Girls at SMP Negeri 12 Kec. Tamalanrea, Makassar City, South Sulawesi
Background: Background: Cleanliness of the genital area, especially during menstruation, is often ignored by women. During menstruation, blood and sweat come out and stick to the vulva, which can cause the genital area to become damp.
Objective: The aim of this research is to determine the relationship between knowledge and vulva hygiene behavior during menstruation in girls at SMP Negeri 12 Kec. Tamalanrea, Makassar City, South Sulawesi.
Method: This research uses a correlation research design with a cross sectional approach. Data collection uses questionnaires. Data analysis uses univariate and bivariate data analysis.
Results: The results of the study showed that almost half had good knowledge (39.75%), half had sufficient knowledge (50%), and a small number of respondents had poor knowledge (11.25%). The majority behaved well (85%) and a small proportion of respondents behaved badly (15%).
Conclusion: it was found that there was a relationship between knowledge and vulva hygiene behavior during menstruation in girls at SMP Negeri 12 with a p value of 0.000