Jurnal Agrotech (Universitas Alkhairaat Palu)
Not a member yet
125 research outputs found
Sort by
ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN BERDASARKAN NILAI PRODUKSI DI KABUPATEN GROBOGAN
Sektor pertanian merupakan sektor yang dapat meningkatkan pendapat masyarakat dan menjadi penggerak utama dalam bidang agribisnis di Kabupaten Grobogan. Sektor pertanian masih sangat dominan terhadap pembentukan Product Domestic Regional Bruto di Kabupaten Grobogan, dibandingkan dengan sektor lainnya yaitu sebesar 28,64%. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan produk dan menganalisis daya saing produk unggulan di Kabupaten Grobogan menggunakan analisis LQ dan tipologi klassen, data yang diambil yaitu melalui BPS yang kemudian diolah lagi time series untuk data tahun 2015-2019. Data diperoleh dari nilai produksi komoditi pertanian Kabupaten Grobogan dan nilai produksi komoditi pertanian Provinsi Jawa Tengah dari komoditi tanaman pangan. Terdapat 8 (delapan) komoditas tanaman pangan, yaitu: padi sawah, padi ladang, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar. dimana tergolong LQ > 1 terdapat komoditas yang memenuhi daerahnya, antara lain: Jagung, kedelai, dan kacang hijau. Jadi, diperoleh nilai jagung sebesar 2,37456, kedelai sebesar 3,83755, dan kacang hijau sebesar 2,91047 dan komoditas lainnya tergolong LQ < 1 dimana komoditas tidak dapat memenuhi daerahnya. Sedangkan, pada analisis tipologi klassen termasuk kategori unggul, antara lain: kacang hijau pada kuadran I lalu jagung dan kedelai pada kuadran III. Sedangkan komoditas lainnya, yaitu padi sawah, kacang tanah, padi ladang, ubi kayu, dan ubi jalar tergolong pada kuadran II dan IV
PENGARUH BERBAGAI MEDIA TANAM HIDROPONIK SISTEM WICK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae var. alboglabra)
Budidaya tanaman kailan dengan hidroponik sistem wick perlu memperhatikan penggunaan media tanam yang tepat agar mendapatkan hasil produksi tanaman yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis media tanam terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) pada hidroponik sistem wick. Penelitian ini dilakukan Green House Taiwan Technical Mission (TTM) Karang Pawitan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada bulan Oktober sampai Desember 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 7 perlakuan dalam 4 ulangan yaitu M0 (Kontrol), M1 (Arang Sekam), M2 (Akar Pakis), M3 (Hidroton), M4 (Arang Sekam + Akar Pakis), M5 (Arang Sekam + Hidroton), M6 (Akar Pakis + Hidroton). Hasil percobaan menunjukkan bahwa jenis media tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah daun umur 42 hst (10,99 helai), panjang akar (34,08 cm), luas daun (398,04 cm²), bobot segar tanaman dengan akar (30,74 gram) dan bobot segar tanaman tanpa akar (24,03 gram) terhadap tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) pada hidroponik sistem wick
RESPON INDUKSI KALUS TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) VARIETAS ASA AGRIBUN TERHADAP PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI 2.4 D (Dichlorophenoxyacetic) DAN BAP (Benzly Amino Purine)
Tebu (Saccharum offinarumm L.) merupakan komoditas perkebunan yang bernilai ekonomis cukup tinggi karena sebagai bahan baku utama dalam pembuatan gula. Perbanyakan tanaman tebu umumnya dilakukan secara vegetatif menggunakan stek, namun metode tersebut memiliki kekurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi 2.4D dan BAP terhadap respon induksi kalus tanaman tebu varietas ASA Agribun. Penelitian dilakukan di Laboratorium Unit Pengelola Benih Unggul Pertanian (UPBUP), Pusat Standardisasi Instrumen Perkebunan (PSIP), Bogor dari bulan Januari sampai dengan Maret 2021. Bahan tanaman tebu yang digunakan adalah umbut daun muda varietas ASA Agribun yang masih menggulung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial dengan 2 faktor yaitu konsentrasi 2.4D dan BAP yang terdiri dari 9 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali; D0B0 ( 2.4D 1 ppm + BAP 0 ppm); D0B1 (2.4D 1 ppm + BAP 0.1 ppm); D0B2 ( 2.4D 1 ppm + BAP 0.2 ppm); D1B0 ( 2.4D 2 ppm + BAP 0 ppm); D1B1 (2.4D 2 ppm + BAP 0.1 ppm); D1B2 (2.4D 2 ppm + BAP 0.2 ppm); D2B0 (2.4D 3 ppm + BAP 0 ppm), D2B1 (2.4D 3 ppm + BAP 0.1 ppm); D2B2 (2.4D 3 ppm + BAP 0.2 ppm). Parameter yang diamati adalah persentase eksplan hidup, waktu muncul kalus, berat segar dan diameter kalus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi pemberian 2.4D dan BAP dalam memacu pertumbuhan dan perkembangan kalus tanaman tebu varietas ASA Agribun. Perlakuan D1B0 ( 2.4D 2 ppm + BAP 0 ppm) merupakan kombinasi terbaik dalam waktu muncul kalus, berat segar dan diameter kalu
PENGARUH DOSIS DAN FREKUENSI PEMBERIAN BIO-SLURRY KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT
Tanaman tomat memiliki potensi dan manfaat untuk dikembangkan. Upaya peningkatan produksi tomat perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan pemberian pupuk organik secara efektif sebagai penyediaan unsur hara tanaman tomat. Penelitian bertujuan menggali informasi dosis dan frekuensi pemberian bio slurry kotoran kambing hasil fermentasi Mol Trichoderma sp. yang efektif untuk pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Penelitian bertempat di lahan Dusun Gandu, Desa Mlaras, Sumobito, Jombang bulan Februari sampai bulan Mei 2022. Rancangan percobaan dalam penelitian adalah RAL faktorial dua faktor, yaitu dosis bio slurry kotoran kambing dan frekuensi pemberian bio slurry kotoran kambing yang dikombinasikan menjadi 16 dan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi dosis dan frekuensi pemberian memiliki interaksi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, umur muncul bunga, jumlah total bunga, dan diameter buah. Perlakuan dosis dan frekuensi pemberian secara faktor tunggal masing-masing memberikan pengaruh nyata pada parameter hasil tanaman tomat. Kombinasi perlakuan dosis 75 ml/liter air dan 4x frekuensi pemberian bio slurry kotoran kambing hasil fermentasi Mol Trichoderma sp. memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik
ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN KARAKTER MORFOLOGI GALUR TETUA JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) MS-UNSIKA GENERASI M7 DI KARAWANG
Jagung merupakan sumber karbohidrat pengganti beras. Salah satu jenis jagung yang diminati masyarakat adalah jagung manis. Hal ini dikarenakan jagung manis memiliki rasa yang lebih manis dan wangi yang harum. Kurangnya penggunaan benih yang bermutu masih menjadi penyebab rendahnya produksi jagung. Keragaman genetik yang tinggi dibutuhkan dalam pembentukan varietas unggul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kekerabatan dan jarak genetik galur-galur tetua jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) MS-UNSIKA generasi M7 berdasarkan karakter morfologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksperimental, terdiri dari 12 perlakuan dan diulang sebanyak 2 kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Kemudian dianalisis dengan analisis klaster menggunakan software NTSYS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan kekerabatan yang jauh dengan keragaman yang luas antara galur dan varietas pembanding. Nilai koefisien similarity yang dihasilkan adalah 0,412 dengan nilai jarak genetik berkisar 0,1765 - 0,8235. Dalam persilangan, dibutuhkan keragaman genetik yang luas karena dapat memperkecil peluang terjadinya persilangan dalam
PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) AKIBAT SUBSTITUSI PROPORSI LIMBAH BATANG PISANG PADA MEDIA TUMBUH
Penggunaan limbah batang pisang sebagai media substitusi jamur merang dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui subtitusi proporsi limbah batang pisang yang terbaik bagi jamur merang. Penelitian dilaksanakan di Desa Waringin Karya, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang pada bulan Mei sampai Juni 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 5 ulangan. Terdapat 5 perlakuan mandiri yaitu A (Jerami 100%), B (Batang pisang 100%), C (Jerami 25% + Batang pisang 75%), D (Jerami 50% + Batang pisang 50%), E (Jerami 75% + Batang pisang 25%) sehingga terdapat 25 unit percobaan. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5% untuk mengetahui perlakuan paling baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh nyata pada substitusi proporsi limbah batang pisang terhadap panjang badan buah, diameter badan buah, jumlah badan buah, bobot badan buah, berat total panen per petak, dan intensitas panen satu periode tanam. Perlakuan B (Batang pisang 100%) memberikan hasil terbaik panjang badan buah (22,45 mm), diameter badan buah ( 19,75 mm), bobot badan buah (6,90 g)
PENGARUH KOMBINASI MEDIA TANAM ORGANIK DAN NILAI EC LARUTAN NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica narinosa L.H. Bailey) VARIETAS PAGODA PADA HIDROPONIK SISTEM WICK
Broadbeaked Mustard (Brassica narinosa L.H. Bailey) or better known by other names Ta Ke Chai and Tatsoi is a type of mustard is still relatively rare in the market even though some farmers have started cultivating it, its production and distribution are not as much as other types of mustard greens, and has a relatively higher selling price than the selling price of other mustard greens. The purpose of this study was to determine the effect of a combination of organic growing media and EC value of the nutrient on the growth and yield of Pagoda mustard in a hydroponic wick system. The study used a single factor randomized block design with 12 treatments, namely A (rockwool + EC 1.5-1), B (rockwool + EC 2.5-1), C (rockwool + EC 3.5-1), D (charcoal husk + EC 1.5-1), E (husk charcoal + EC 2.5-1), F (husk charcoal + EC 3.5-1), G (cocopeat + EC 1.5-1), H ( cocopeat + EC 2.5-1), I (cocopeat + EC 3.5-1), J (sawdust + EC 1.5-1), K (sawdust + EC 2.5-1), L ( sawdust + EC 3.5-1) with repeated 3 times. The results showed that the combination of organic growing media and EC value of the nutrient significantly affected the parameters of plant height, leaf number, root length, fresh weight, marketable weight, and leaf area of Broadbeaked mustard (Brassica narinosa L.H. Bailey) pagoda variety in hydroponic wick system. Treatment I (cocopeat + EC 3.5-1 gave the highest yield on an average fresh weight of 187.08 g, a marketable weight of 141.08 g
RESPONS PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elais Guineensis Jacq.) DI PRE-NURSERY TERHADAP PEMBERIAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT (LCPKS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan pupuk organik limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan awal (pre nursery). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2022 sampai Juni 2022, bertempat di PT. Letawa, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat. Dosis pupuk organik limbah cair pabrik kelapa sawit yang digunakan adalah L0 (Kontrol), L1 (0,5 l/bibit), L2 (1,0 l,bibit), L3 (1,5 l/bibit), L4 (2,0 l/bibit), L5 (2,5 l/bibit). Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan berbagai dosis limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) belum mampu memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Namun demikian terdapat kecenderungan pertumbuhan bibit kelapa sawit pada dosis L3 (1,5 l/bibit) seperti tinggi tanaman, diameter tanaman, jumlah daun, luas daun bibit kelapa sawit. Pada perlakuan L4 (2,0 l/bibit) cenderung meningkatkan pertumbuhan panjang akar terpanjang pada bibit kelapa sawit
INTENSITAS PENYAKIT TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS CIHERANG PADA APLIKASI BEBERAPA TEKNIK PENGENDALIAN
Teknik pengendalian penyakit tanaman dapat memengaruhi intensitas penyakit. Penelitian ini bertujuan mendapatkan teknik pengendalian terbaik yang dapat menekan intensitas penyakit pada tanaman padi (Oryza sativa L.) varietas Ciherang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal, terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan teknik pengendalian terdiri dari kontrol (K), pengendalian kombinasi (PK), pengendalian biointensif (PB) dan pengendalian sintetis (PS). Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam dan apabila hasilnya berbeda nyata, maka diuji lanjut dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat pengaruh nyata pada intensitas penyakit blas (Pyricularia oryzae), hawar daun bakteri (Xanthomonas oryzae), dan hawar daun pelepah (Rhizoctonia solani). Perlakuan PS memberikan hasil terendah terhadap insidensi penyakit blas (39,3-37,6%), insidensi hawar daun bakteri (15,5-54,5%), insidensi hawar daun pelepah (0,3-60,6%), severitas penyakit blas (31,1-51,1%), severitas penyakit hawar daun bakteri (14,5-39,0%), dan severitas hawar daun pelepah (0,2-25,8%)
KOMPATIBILITAS RIZOBAKTERI DAN MIKORIZA TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH KAKAO (Theobroma cacao L.)
Pengujian kompatibilitas rizobakteri dan mikoriza terhadap perkecambahan benih kakao. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2022, di Laboratorium Agronomi Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Penelitian Menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 9 perlakuan yaitu tanpa rizobakteri dan mikoriza (R0M0), tanpa rizobakteri + dosis mikoriza 25 g (R0M1), tanpa rizobakteri + dosis mikoriza 50 g (R0M2), aplikasi rizobakteri isolat SK03 + tanpa mikoriza (R1M0), aplikasi rizobakteri isolat SK03 + dosis mikoriza 25 g (R1M1), aplikas rizobakteri isolat Sk03 + dosis mikoriza 50 g (R1M2), aplikasi rizobakteri isolat S06 + tanpa mikoriza (R2M0), aplikasi rizobakteri isolat S06 + dosis mikoriza 25 g (R2M1), aplikasi rizobakteri isolat S06 + dosis mikoriza 50 g (R2M2). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Rizobakteri diperbanyak menggunakan media TSA dan disuspensikan. Pengujian perkecambahan dilakukan dengan menanam benih pada boks perkecambahan yang telah diberi perlakuan mikoriza dan perlakuan benih menggunakan rizobakteri sesuai perlakuan. Data hasil pengamatan ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Kompabilitas rizobakteri dan mikoriza mempengaruhi potensi tumbuh maksimum, kecepatan tumbuh dan panjang akar kecambah. Hasil tertinggi diperoleh pada perlakuan R2M2 dengan potensi tumbuh, kecepatan tumbuh dan panjang akar berturut-turut sebesar 100,00%, 12,43 etmal, dan 13,68 cm sedangkan perkecambahan terendah pada perlakuan R0M0