Jurnal Agrotech (Universitas Alkhairaat Palu)
Not a member yet
    125 research outputs found

    PENGARUH PENGATURAN SUHU AIR NUTRISI HIDROPONIK PADA BUDIDAYA CABAI HABANERO (Capsicum Chinense Jacq.)

    Full text link
    Teknologi budidaya tanaman secara hidroponik sangat maju perkembangnya, namun ada beberapa faktor yang harus selalu diperhatikan dalam budidaya secara hidroponik yaitu suhu nutrisi hidroponik. Sinar matahari yang selalu mengenai zona perakaran tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik mengakibatkan suhu di  daerah perakaran  semakin meningkat sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penurunan suhu air terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai yang dibudidayakan secara hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda pada bulan Juni sampai Oktober 2021. Penelitian ini terdiri dari pembuatan hidroponik dengan sistem dutch bucket, budidaya cabai habanero secara hidroponik, pembuatan sensor monitoring suhu air XH-W3001 dan pemasangan Resun CL-280 sebagai pengatur (menurunkan) suhu air di bak penampungan. Variabel yang diamati meliputi; pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun yang terbentuk,  umur berbunga, jumlah buah pertama, dan berat buah. Data Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok, terdiri dari 2 perlakuan yaitu penanaman cabai di dutch bucket tanpa pengaturan suhu (P0) dan penanaman cabai di dutch bucket dengan pengaturan suhu (P1). Setiap perlakuan diulang sebanyak 10 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam dan data yang berpengaruh nyata diuji dengan uji BNTα=0,05. Hasil penenlitian menunjukkan bahwa penurunan suhu air nutrisi tanaman hidroponik mempengaruhi pertambahan tinggi tanaman umur 30, 60 hst, pertambahan jumlah daun umur 30, 60 hst, umur berbunga, jumlah buah pertama, berat buah tanaman cabai harbanero.cabai habanero, hidroponik, Resun CL-280, suhu air, XH-W300

    POTENSI DAUN PEPAYA ( Carica papaya L.) SEBAGAI RACUN KONTAK DAN PENOLAK MAKAN TERHADAP Spodoptera Frugiperda

    Full text link
    Kemunculan hama baru Spodoptera frugiperda dapat merusak hingga 80% tanaman jagung sebagai inang utamanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan konsentrasi pestisida nabati ekstrak daun pepaya terbaik yang mampu meningkatkan mortalitas ulat grayak (Spodoptera frugiperda) pada tanaman jagung. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 kali ulangan : A (Kontrol) ; B (Insektisida deltametrin 1 ml/lt) ; C (Ekstrak daun pepaya 20 g/l) ; D (Ekstrak daun pepaya 40 g/l) ; E (Ekstrak daun pepaya 60 g/l) ; F (Ekstrak daun pepaya 80 g/l). Pengaplikasian melalui pada larva. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun pepaya berpengaruh terhadap mortalitas, persentase larva berhenti makan. Pemberian ekstrak daun pepaya dengan konsentrasi 80g/l memberikan mortalitas tertinggi sebesar 100,00% serta mematikan 50% larva uji lebih singkat dengan rata-rata kematian 6 jam setelah aplikasi berdasarkan analiss probit LT50. Perlakuan ekstrak daun pepaya konsentrasi 80 g/l dapat direkomendasikan untuk pengendalian hama S.frugiperda yang dapat menekan populasi larva S. frugiperda

    PENGARUH PANJANG STEK DAN KONSENTRASI HORMON IBA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT STEK TANAMAN KELOR (Moringa oleifera L.)

    Full text link
    Tanaman kelor memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia. Pengadaan bibit tanaman kelor dengan stek batang dapat dilakukan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pasar. Keberhasilan pembibitan tanaman kelor perlu ditingkatkan dengan mencari metode paling efektif khususnya dalam memilih panjang stek dan konsentrasi zat pengatur tumbuh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui panjang stek batang dan konsentrasi hormon IBA yang paling efektif dalam meningkatkan keberhasilan stek batang tanaman kelor. Pelaksanaan penelitian bertempat di Green House Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur tanggal 01 April 2021 sampai dengan 31 Juni 2021. Penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu panjang stek batang dan konsentrasi hormon IBA yang dikombinasi menjadi 12 perlakuan dengan tiga kali ulangan. Hasil analisis ragam penelitian tidak didapati adanya pengaruh nyata kombinasi perlakuan panjang stek dan konsentrasi hormon IBA terhadap semua parameter pengamatan. Panjang stek batang 50 cm dan pemberian konsentrasi hormon IBA 100 ppm secara faktor tunggal memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik

    ANALISIS KERAGAMAN GENETIK DAN HERITABILITAS BEBERAPA KULTIVAR PADI GOGO LOKAL

    Full text link
    Sulawesi Tengah merupakan salah satu provinsi yang kaya akan plasma nutfah padi gogo lokal, hanya saja belum teridentifikasi. Identifikasi dan seleksi sangat perlu untuk dilakukan untuk memperoleh plasma nuthfah padi gogo lokal yang memiliki genetik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai koefisien keragaman genetik dan heritabilitas beberapa kultivar padi gogo lokal. Penelitiaan ini dilaksanakan di lahan pertanian di Desa Tamarenja pada ketinggian tempat 180 sampai 250 mdpl, dengan letak lintang   LS 00o26’51.5” dan BT 119o49’50.6”, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala. Waktu penelitian dimulai dari bulan Maret sampai Agustus 20222. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tujuh Kultivar sebagai perlakuan yaitu: K1=Dongan, K2= Buncaili,   K3= Pae Bohe,  K4= Uva Buya , K5= Jahara, K6= Pulu Tau Leru dan K7= Pulu Konta, yang diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 28 petak percobaan, dimana setiap petak percobaan terdapat 28 rumpun sehingga total keseluruhan sebanyak 748 rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat yang diamati memiliki nilai koefisien keragaman genetik tergolong tinggi yaitu persentase gabah hampa, dan keragaman genetik tergolong rendah kecuali jumlah gabah/malai dan produksi  tergolong agak rendah. Panjang daun, umur keluar malai, umur panen, dan jumlah gabah/malai merupakan sifat-sifat yang mempunyai  nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan yang tinggi

    PENGARUH PEMBERIAN NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L.)

    Full text link
    Terong (Solanum melongena L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari oleh masyarakat dan memiliki tingkat permintaan pasar yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi pemberian naungan dan varietas terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terong ungu. Penelitian dilaksanakan di Desa Tarik, Kecamatan Tarik Kab. Sidoarjo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 – Maret 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan dua faktor yaitu naungan (petak utama) dan varietas (anak petak). Perlakuan naungan terdiri dari tiga taraf yaitu Naungan 0%, Naungan 25% dan Naungan 50%. Perlakuan varietas terdiri dari tiga taraf yaitu Antaboga, Mustang dan Ratih ungu. Berdasarkan taraf tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Hasil penelitian nenunjukkan bahwa kombinasi naungan dan varietas berpengaruh terhadap jumlah daun. Kombinasi perlakuan pemberian naungan 0% dengan Mustang dan perlakuan pemberian naungan 0% dengan Antaboga memberikan hasil jumlah daun terbanyak.&nbsp

    EFEKTIVITAS AIR FERMENTASI LIMBAH ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) VARIETAS MAXIPRO

    Full text link
    Tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan  oleh petani  karena pangsa pasar yang besar, namun produktifitasnya yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi air fermentasi limbah organik yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.) paling optimal. Penelitian dilakukan di Desa Sukaluyu, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa barat, Indonesia pada bulan Febuari-Maret 2022. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ekperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 7 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu: d1 (konsentrasi POC nasa 2 ml/l), d2 (konsentrasi air fermentasi limbah organik 0 ml/l), d3 (konsentrasi air fermentasi limbah organik100 ml/l), d4 (konsentrasi air fermentasi limbah organik 200 ml/l), d5 (konsentrasi air fermentasi limbah organik 300 ml/l, d6 (konsentrasi air fermentasi limbah organik 400 ml/l), d7 (konsentrasi air fermentasi limbah organik 500 ml/l), d8 (Pupuk NPK 350 kg/ha). Perlakuan d4 (konsentrasi air fermentasi limbah organik 200 ml/l) memberikan hasil tertinggi pada parameter tinggi tanaman dan parameter jumlah daun, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Bedasarkan hasil tersebut dapat disimpulakan bahwa pemberian air fermentasi limbah organik berbagai konsentrasi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun

    PENGARUH PENGGUNAAN DAYA LAMPU LED (Light Emitting Diode) DAN MEDIA TANAM SECARA INDOOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.)

    Full text link
    Tanaman bayam merah memiliki kandungan gizi lebih yang baik dibandingkan dengan tanaman bayam hijau. Permintaan bayam merah di pasar perkotaan tergolong cukup tinggi. Produksi bayam merah secara indoor di perkotaan membutuhkan cahaya yang lebih dikarenakan intensitas cahaya yang kurang dalam bangunan perkotaan. Hal tersebut dapat diatasi dengan penambahan lampu LED karena memiliki spektrum cahaya yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui daya lampu LED dan media tanam yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil secara optimal tanaman bayam merah. Penelitian dilakukan bulan Oktober sampai Desember 2021 di Desa Bolorejo, Kauman, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur serta di Laboratorium Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dua faktor, daya lampu LED dan media tanam dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata kombinasi perlakuan lampu led dengan media tanam hanya pada karakter berat basah dan kering, serta kadar klorofil bayam merah. Perlakuan daya lampu LED memiliki pengaruh nyata hanya pada tinggi tanaman dan jumlah daun. Tidak ada pengaruh nyata perlakuan media tanam pada semua karakter pengamatan. Lampu LED 6 watt dan media tanah kompos merupakan hasil terbaik pada berat basah dan kering bayam merah

    PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) YANG DIBERI PUPUK KANDANG KAMBING DAN BOKASI LIMBAH PASAR DI TANAH ULTISOL

    Full text link
    Buah tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan salah satu produk pangan penting, selain itu tomat merupakan bahan baku industry dan kosmetika bahkan sebagai bahan obat-obatan, namun produksinya masih fluktuatif dari tahun ke tahun karena umumnya dibudidayakan pada tanah marjinal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang kambing dan bokasi limbah pasar terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah Ultisol. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola factorial, dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pupuk kandang kambing (K) yang terdiri dari 4 taraf yakni: K0=  tanpa perlakuan, K1= 300 g polybag-1, K2= 400 g polybag-1, K3= 500 g polybag-1. Faktor kedua adalah bokasi limbah pasar (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu P0=  tanpa perlakuan, P1= 300 g polybag-1, P2= 400 g polybag-1, P3= 500 g polybag-1. Hasil penelitian menujukkan bahwa penggunaan pupuk kandang kambing dan bokasi limbah pasar secara nyata meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah dan bobot buah per tanaman. Aplikasi 500 g pupuk kandang kambing dan 500 g bokasi limbah pasar masing-masing mencatatkan bobot buah terberat yakni 242,12 g dan 197,27 g per tanaman. &nbsp

    PENGGUNAAN INSEKTISIDA PADA TANAMAN BAWANG MERAH LOKAL PALU DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA Liriomyza, Sp DI GUNTARANO

    Full text link
    This study aims to determine the level of insecticide use and the intensity of pest leafminer fly attacks on local shallots in Palu in Guntarano Village. The research was conducted in Guntarano Village from April to July 2021. This study used a direct survey method using a structured questionnaire to obtain primary data by interviewing 10 respondent farmers. Respondents were selected based on their daily activities as local shallot farmers in Palu. Determination of respondents was carried out using a simple random sample method, while the observation of the percentage of Liriomyza sp pests was carried out at intervals of once every 7 days for 1 month. The results showed that the respondent farmers in cultivating shallots controlled herbivorous insects with the application of insecticides, with an interval of 1-3 times a week as many as 90% of respondent farmers had never participated in Integrated Pest Control (IPC)  training activities. Farmers who used doses while the average percentage of Liriomyza, sp was the highest in the fourth week of 49.55%

    KLASIFIKASI KERENTANAN BERAS DARI PLASMA NUTFAH PADI LOKAL ACEH TERHADAP HAMA Sitophilus oryzae (L.)

    Full text link
    Plasma nutfah padi lokal memiliki sifat keunggulan yang spesifik seperti aroma wangi, pulen, dan tahan terhadap hama. Penelitian tentang ketahanan beras terhadap Sitophilus oryzae dapat dilakukan dengan pengujian kerentanan beras dari berbagai aksesi padi lokal. Beras lokal Aceh belum teridentifikasi memiliki sifat fisik dan kimia sebagai sumber ketahanan terhadap infestasi S. oryzae. Penelitian bertujuan menentukan klasifikasi kerentanan beras dari plasma nutfah padi lokal Aceh terhadap hama S. oryzae selama penyimpanan. Beras lokal Aceh antara lain Sigudang, Segaru, Lilin, Malaya, Aweuh, Cantik Lembayan, Beras Merah, Siwe, Surya, Sitinggong, Sirangkoh, dan Sigupai. Evaluasi kerentanan beras menggunakan metode tanpa pilihan. Hasil penelitian menunjukkan beras lokal Aceh memiliki tingkat kerentanan terhadap S. oryzae yang berbeda-beda. Beras Malaya tergolong moderat, sedangkan beras Sigudang, Segaru, Lilin, Cantik Lembayan, Sirangkoh Mirah, dan Awueh tergolong moderat sampai rentan.  Beras Merah, Siwe, Surya, Sigupai, dan Sitinggong tergolong dalam katagori rentan terhadap serangan hama S. oryzae selama penyimpanan beras.  Kerentanan beras lokal Aceh dipengaruhi kandungan kimia beras seperti kadar air, lemak, protein, dan serat

    116

    full texts

    125

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Agrotech (Universitas Alkhairaat Palu)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇