Jurnal Agrotech (Universitas Alkhairaat Palu)
Not a member yet
    125 research outputs found

    INVEKTIVITAS CENDAWAN ENTOMOPATOGEN Beauveria bassiana UNTUK MENGENDALIKAN HAMA BOLENG Cylas formicarius F

    Full text link
    Hama boleng (Cylas formicarius) merupakan hama utama pada tanaman ubi jalar dan dapat menurunkan hasil sebanyak 100%. Beauveria bassiana merupakan cendawan entomopatogen yang berpotensi untuk mengendalikan hama tanaman. Efikasi B. bassiana dipengaruhi oleh produksi toksin yang terdiri dari beauvericin, bassianin, bassiacridin, bassianolide, cyclosporine, oosporein, dan tenellin yang dapat mengganggu sistem syaraf dan membunuh serangga sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi cendawan entomopatogen B. bassiana untuk mengendalikan imago C. formicarius. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat 4 (empat) perlakuan yaitu kontrol (akuades); 107; 108; 109 konidia/ml dalam 6 (enam) kali ulangan.  Pengamatan dilakukan setiap hari selama 10 hari setelah aplikasi (hsa) dengan menghitung 10 imago C. formicarius yang mati akibat disemprot dengan suspensi cendawan B. bassiana sebanyak 1 ml/perlakuan. Data yang diperoleh berupa persentase mortalitas dan LT50 hama C. formicarius dan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) 5% pada pengamatan mortalitas dan LT50 dengan analisis uji probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan konidia B. bassiana 109 konidia/ml memberikan hasil paling efektif terhadap mortalitas C. formicarius sebesar 53% dengan nilai LT50 yang diperoleh 7,6 hari. Dengan demikian, cendawan entomopatogen B. bassiana sebagai agens hayati C. formicarius layak untuk dikembangkan

    PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK NPK MUTIARA DAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI GOGO LOKAL

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kultivar padi gogo lokal yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil pada setiap pemberian dosis pupuk NPK dan Urea. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk NPK yang terdiri dari 5 taraf yakni tanpa  NPK, NPK 100 kg/ha-1, NPK 200 kg/ha-1, NPK 300 kg/ha-1, dan NPK 400 kg/ha-1. Faktor kedua adalah  pupuk Urea yang terdiri atas 3 taraf  yakni tanpa Urea, Urea 50 kg/ha-1, dan Urea 100 kg/ha-1. Diperoleh 15 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 45 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian dosis pupuk urea pada setiap dosis pupuk NPK tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo lokal, pupuk NPK mutiara berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan produksi ton ha-1. Dosis pupuk NPK 100 kg/ha, NPK 200 kg/ha, NPK 300 kg/ha dan NPK 400 kg/ha merupakan dosis paling baik terhadap tinggi tanaman dan produksi ton ha-1, pupuk urea berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang malai, jumlah gabah permalai dan produksi ton ha-1. Dosis pupuk urea 50 kg/ha dan urea 100 kg/ha merupakan dosis paling baik terhadap tinggi tanaman, panjang malai, jumlah gabah permalai dan produksi ton ha-1

    VIRULENSI CENDAWAN ENTOMOPATOGEN Beauveria bassiana TERHADAP WERENG BATANG COKLAT Nilaparvata lugens Stal

    Full text link
    Penurunan hasil padi akibat serangan Nilaparvata lugens Stal dapat dilakukan pengendalian dengan agens hayati untuk menghindari resistensi pada Wereng Batang Coklat (WBC). Cendawan entomopatogen Beauveria bassiana adalah salah satu Agens hayati dengan kisaran inang yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui virulensi cendawan entomopotagen B. bassiana terhadap pengendalian N. lugens. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari 5 perlakuan yang diulang 4 kali: Kontrol (Akuades); 106 konidia/ml; 107 konidia/ml; 108 konidia/ml; 109 konidia/ml. Pengamatan dilakukan selama 7 hari setelah aplikasi (hsa) secara berturut-turut dengan menghitung 10 nimfa instar 3 N. lugens yang mati akibat penyemprotan 1 ml/perlakuan suspensi cendawan B. bassiana. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi suspensi konidia B. bassiana 109 konida/ml memberikan hasil tertinggi pada mortalitas B. bassiana hingga 95% dengan nilai LC50 (5,1 x 108 konidia/ml). B. bassiana terbukti virulen terhadap N. lugens dan menyebabkan mortalitas yang tergolong tinggi B. bassiana sehingga dapat menjadi rekomendasi alternatif pengendalian wereng batang coklat

    KOMPOSISI JENIS POC DENGAN PUPUK HAYATI PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI KERITING (Brassica juncea L. Var. Samhong) DENGAN SISTEM TANAM HIDROPONIK WICK

    Full text link
    Sawi (Brassica juncea L.) merupakan tanaman semusim yang menyerupai caisim. Permintaan akan sawi harus diimbangi dengan kualitas untuk membuka peluang pasar. Permasalahan pengembangan komoditas sawi adalah semakin sempitnya lahan pertanian. Teknik pertanian yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu urban farming, salah satunya hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi jenis POC dengan pupuk hayati yang tepat untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi keriting (Brassica juncea var. samhong). Penelitian dilakukan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kota Jakarta Selatan. Pada bulan November 2021-Februari 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 5 perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali : A (100 % AB Mix (Kontrol)); B (50% AB Mix + 50% POC Maggot + Agrimeth); C (50% AB Mix + 50% POC Maggot + Bioriz); D (50% AB Mix + 50% Eco Enzyme + Agrimeth); E (50% AB Mix + 50% Eco Enzyme + Bioriz). Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka dilakukan uji lanjut dengan LSD (Least Significance Different) pada taraf 5%. Hasil penelitian terdapat pengaruh nyata dari komposisi jenis POC dengan pupuk hayati pada pertumbuhan dan hasil tanaman sawi keriting pada seluruh parameter pengamatan. Perlakuan A (100% AB Mix) tidak berbeda nyata dengan perlakuan C (50% AB Mix + 50% POC Maggot + Bioriz) yang mampu mengefisiensikan penggunaan AB mix pada sistem hidroponik

    PERTUMBUHAN DAN KUALITAS NUTRIS INDIGOFERA ZOLLINGERIANA PADA TANAH MARJINANL DAN INOKULUM MIKORIZASEBAGAI PAKAN TERNAK KERBAU RAWA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui bagaimana pertumbuhan dan kualitas tanaman  Indigofera di tanah marjinal dengan bantuan pupuk hayati Fungi Mikoriza Arbuskular. Penelitian ini akan dilaksanakan di Kebun Percobaan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Musi Rawas,  untuk menganalisa kualitas nutrisi  akan di uji di laboratoriumn Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peterternakan Universitas Jambi  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap  (RAL) pola faktorial dengan 6 perlakukan . Setiap unit perlakuan di ulang 4 kali, sehingga jumlah keseluruhan unit percobaan sebanyak 24 unit percobaan. Adapun Faktor Perlakuakn Sebagai berikut : M0 = Tanpa Mikoriza M1 = 5 gr Mikoriza / polybag M2 = 10 gr Mikoriza / polybag M3 = 15 gr Mikoriza / polybag M4 = 20 gr Mikoriza / polybag M5 = 25 gr Mikoriza / polybag Data yang  penelitian ini akan di analisis menggunakan analisisi ragam (ANOVA), jika terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan maka akan dilakukan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) Dari hasil analisis sidik  ragam pertumbuhan Indigofera zollingeriana dan Inokulum Mikoriza pada tanah marjinal sebagai pakan ternak, berpengaruh  nyata (P<0.05) terhadap parameter  Tinggi tanaman, Jumlah Tangkai Daun, Diameter Batang, Panjang Akar dan Berat Biomas. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pemeberian  mikoriza arbuskula dapat meningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman Indigofera zollingerian

    KAJIAN DOSIS PUPUK MAJEMUK NPK 16-16-16 DAN KETEBALAN MULSA JERAMI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata L.) PADA SISTEM TANPA OLAH TANAH (TOT)

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada sistem TOT terhadap pemberian dosis pupuk majemuk NPK 16-16-16 dan pemberian mulsa jerami dengan ketebalan tertentu, serta mengetahui dosis yang efisien dari penggunaan pupuk NPK 16-16-16 dan tingkat ketebalan mulsa jerami untuk tanaman jagung manis yang dibudidayakan pada sistem tanpa olah tanah (TOT). Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Pada penelitian ini pembagian petak menjadi 2 macam yaitu petak utama yang merupakan perlakuan ketebalan mulsa jerami dan anak petak  yang merupakan dosis pupuk NPK 16-16-16.  Petak utama pada penelitian ini disusun dengan menggunakan rancangan dasar RAK Hasil penelitian ini menemukan bahwa perlakuan dosis pupuk Majemuk NPK 16-16-16 berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis.  Perlakuan dosis pupuk Majemuk NPK 16-16-16 300 kg/ha menunjukan hasil terbaik terhadap panjang tanaman (umur 28, 42, dan 56 HST), jumlah daun (umur 28, 42, dan 56 HST), panjang tongkol berkelobot, diameter tongkol berkelobot, berat tongkol berkelobot, dan kadar gula dengan perlakuan terbaik menggunakan dosis pupuk majemuk NPK 16-16-16 300 kg/ha (P3). Selain itu perlakuan ketebalan mulsa jerami berpengaruh nyata terhadap parameter berat tongkol berkelobot dan kadar gula

    RESPON Vigna radiate L. TERHADAP VESIKULA ARBUSKULA MIKORIZA PADA BERBAGAI BENTUK SEDIAAN

    Full text link
    Kacang hijau (Vigna radiata L) tergolong salah satu komoditi yang resisten terhadap cekaman kekeringan. Meski demikian, kacang hijau juga memiliki periode kritis khususnya pada periode perkecambahan, menjelang berbunga dan pengisian polong.  Peningkatan serapan air dan unsur hara di lahan kering dan kurang subur dapat dilakukan dengan mengaplikasikan agen hayati vesikula arbuskula mikoriza (VAM). Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui respon pertumbuhan kacang hijau akibat VAM pada berbagai bentuk sediaan dan  diharapkan dapat menjadi bahan informasi pada masyarakat mengenai pemanfaatan VAM dalam berbagai bentuk sediaan. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang Kota Parepare, Sulawesi Selatan pada ketinggian 37 m dpl dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  satu faktor yaitu aplikasi VAM dalam bentuk sediaan tablet, shazet dan serbuk. Peubah yang diukur adalah  panjang akar, volume akar, tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk sediaan VAM memberikan pengaruh positif terhadap peubah panjang akar, volume akar, tinggi tanaman dan berat kerig tanaman kacang hijau. Sehingga bentuk sediaan tablet dan sachet dapat direkomendasikan sebagai bentuk sediaan alternatif untuk meningkatkan pertumbuhan kacang hijau di area pertanaman

    KEMAMPUAN DAYA SIMPAN DAN DAYA TUMBUH Trichoderma asperellum TR3 DALAM BERBAGAI KEMASAN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas dan daya simpan formulasi bubuk cendawan Trichoderma asperellumTR3 dalam berbagai kemasan.  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu, yang berlangsung pada bulan Januari 2022 sampai Juni 2022.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan kombinasi perlakuan K1 = Aluminium Foil; K2 = Botol; K3 = Plastik Cetik, masing-masing diulang 3 kali sehingga terdapat 9 unit kombinasi perlakuan.  Berdasarkan hasil pengamatan endapan menunjukkan bahwa pada kemasan botol memberi hasil lebih kecil dengan nilai rerata 47,6% dibanding dengan kemasan aluminium foil yang memiliki nilai rerata 52,8% dan plastik cetik 64,4%.  Nilai rata-rata endapan tersebut menunjukkan persentase yang baik untuk dijadikan sebagai bahan dasar formulasi  cendawan T.asperellum  TR3 dalam  berbagai kemasan.  Sedangkan  hasil pengamatan  viabilitas menunjukan bahwa kemasan alumini um foil memberi hasil viabilitas dan daya simpan cendawan T.asperelum TR3 yang lebih baik pada pengamatan 10 MSI, meskipun berpengaruh tidak nyata dengan pengamatan lainnya

    DETERMINASI KAPASITAS INDUKSI POLIPLOIDI MUTAGEN KIMIAWI KOLKISIN DAN BIO-CATHARANTHINE PADA BAWANG MERAH PALU SECARA IN VITRO

    Full text link
    Bawang merah palu (Allium cepa L. Var. Aggregatum) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai kandungan gizi dan senyawa yang tergolong zat non gizi serta enzim yang berfungsi untuk terapi, meningkatkan dan mempertahankan kesehatan tubuh serta memiliki aroma khas yang digunakan untuk penyedap masakan dan bahan baku utama industri bawang goreng. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi yang tepat dari mutagen kimia yaitu bio-catharanthine yang paling efektif untuk mendapatkan bawang merah palu poliplodisasi yang dideteksi melalaui analisis sitologi (flow cytometry). Penelitian dilakukan di Laboratorium Biosains dan Bioteknologi Reproduksi Tanaman, Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian dan Unit Perbenihan Tanaman Teaching Industry, Universitas HasanuddinMakassar. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan April - Juli 2023. Pada perlakuan bio-catharanthine waktu muncul akar hanya terbentuk pada kalus yang diberikan perlakuan biocathranthine konsentrasi 0,075% dengan lama perendaman 12. Sedangkan pada perlakuan biocatharanthine waktu muncul tunas pada kalus yang diberikan perlakuan bio-cathranthine konsentrasi 0,050 % lama perendaman 3 jam setelah dipindahkan ke media regenerasi 25 (hst). Selama pengamatan berlangsung kalus hanya membentuk akar dan tunas pada kedua kalus tersebut. Dalam penelitian ini, Bio-cathrantine hanya dapat memberi pengaruh dalam pembentukan akar dan tunas pada kalus dengan  konsentrasi 0,075% dengan lama perendaman 12 jam dan pada konsentrasi 0,050 % lama perendaman 3 jam pada tanaman bawang merah palu. Hal ini dapat terjadi karena kualitas kalus yang tidak kompak sehingga diperoleh kualitas kalus yang berbeda-beda

    PATOGENISITAS CENDAWAN ENTOMOPATOGEN Beauveria bassiana (Bals.) PADA HAMA PASCAPANEN

    Full text link
    Sitophilus oryzae dan Tribolium castaneum merupakan hama primer yang menyebabkan kerusakan kuantitas dan kualitas pada bahan pangan dan olahannya di penyimpanan. Pemanfaatan patogen serangga seperti cendawan entomopatogen mempunyai prospek yang baik untuk mengendalikan hama pascapanen. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas cendawan entomopatogen Beauveria bassiana yang menyebabkan infeksi dan mortalitas pada imago S. oryzae dan T. castaneum. Aplikasi suspensi cendawan entomopatogen B. bassiana pada imago S. oryzae dan T. castaneum dengan metode pencelupan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cendawan entomopatogen B. bassiana lebih efektif menyebabkan infeksi dan mortalitas pada imago S. oryzae dibandingkan imago T. castaneum. Mortalitas pada imago S. oryzae lebih tinggi terjadi pada dengan pengenceran 10-1 sebesar 91,67%, sedangkan pada imago T. castaneum hanya mencapai 75%. Nilai LT50 pada imago S. oryzae dan T. castaneum pada pengenceran 10-1 lebih singkat yaitu 8,46 dan 9,15 hari daripada pengenceran 10-3. Cendawan entomopatogen B. bassiana memiliki kemampuan untuk mengendalikan hama S. oryzae dan T. castaneum.  Informasi ini memberikan prospek yang baik bagi pengendalian hayati pada hama pascapanen lainnya di penyimpana

    116

    full texts

    125

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Agrotech (Universitas Alkhairaat Palu)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇