eJournal Komunitas Dosen Indonesia
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Pengaruh Return on Asset (ROA), Net Interest Margin (NIM), dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) Terhadap Harga Saham Pada PT Bank Tabungan Negara (BTN) Periode 2013-2022
Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk memastikan apakah variabel yang diteliti memegang pengaruh yang relevan terhadap harga saham baik secara negatif maupun positif pada PT Bank Tabungan Negara Tbk, dengan menambahkan lebih banyak sampel dengan masalah yang terjadi dalam beberapa tahun kebelakang. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah teknik kuantitatif dengan prosedur verifikasi dan deskripsi untuk menganalisis pengaruh antar variabel melalui perhitungan statistik. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dari laporan keuangan tahunan PT Bank Tabungan Negara (BTN) periode 2013-2022 sebagai populasi. Kriteria inklusi untuk sampel meliputi laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Desember, telah diaudit, lengkap, mencakup variabel penelitian, dan terkait dengan harga saham yang cenderung menurun selama periode tersebut. Data sekunder diperoleh dari situs resmi BEI dan annual report Bank Tabungan Negara, di mana harga saham menjadi variabel dependen dan Return on Asset (ROA) serta variabel lainnya menjadi variabel independen. Data tersebut kemudian diolah dengan menggunakan SPSS 26, menghasilkan kesimpulan bahwa ROA, NIM, dan BOPO mempunyai dampak positif dan negatif secara parsial maupun simultan terhadap harga saham, dengan nilai Koefisien determinasi sebesar 85,10%. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa ROA memegang pengaruh positif terhadap harga saham BTN, sementara NIM dan BOPO berpengaruh negatif. Ini menekankan pentingnya Bank BTN untuk memaksimalkan ROA dengan memperhatikan asetnya, sementara juga perlu meningkatkan kontrol atas aset produktif untuk mengoptimalkan pendapatan bunga bersihnya dan mengelola biaya operasional agar lebih efisien. Meskipun demikian, penelitian ini disarankan untuk menggali lebih banyak variabel guna hasil yang lebih komprehensif
Pengaruh Electronic Word Of Mouth dan Brand Awareness Terhadap Minat Beli Pada Toko Oleh – Oleh Nadhira Napoleon di Kota Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan guna mengetahui pengaruh dari electronic word of mouth dan brand awareness terhadap minat beli di toko oleh-oleh Nadhira Napoleon pekanbaru. Zaman sekarang ini, adanya teknologi menjadi suatu hal penting dan bermanfaat bagi manusia. Dilain sisi, gaya hidup yang berbeda mendorong manusia mempunyai banyak pilihan dalam memenuhi kebutuhannya. Semakin tingginya kehidupan masyarakat, maka kebutuhan akan produk/barang juga akan tinggi. Kondisi tersebut memberi pengaruh terhadap sikap masyarakat saat mencari produk yang hendak dibeli sesuai yang diharapkan. Sebab itu, pelaku bisnis harus mengetahui serta memahami kebutuhan manusia sehingga bisa terlaksana keinginan yang diharapkan seseorang. Pelaku bisnis harus mampu menarik calon konsumen agar mereka mau membeli produk yang ditawarkan. Data penelitian dikumpulkan melalui sebaran kuesioner yang dibagikan kepada konsumen toko oleh-oleh Nadhira Napoleon, sehingga data penelitian ini yakni memakai data primer. Metode yang dipakai pada penelitian ialah metode kuantitatif. Sampel yang didapat sebagai objek penelitian yakni sejumlah 100 responden dari konsumen toko oleh-oleh Nadhira Napoleon, dimana memakai teknik purposive sampling. yakni objek diperkirakan menurut ketentuan yang sudah dibuat peneliti. Hasil penelitian memperlihatkan secara parsial variabel electronic word of mouth berpengaruh terhadap minat beli. Secara Parsial variabel brand awareness berpengaruh terhadap minat beli. Secara simultan variable electronic word of mouth dan variabel brand awareness berpengaruh terhadap minat beli
Bagaimana Artificial Intelligence mengubah Lanskap Industri Kreatif: Disrupsi Artificial Intelligence dari Kacamata Praktisi Industri Kreatif
Revolusi pada big data dan perkembangan kapasitas komputasi membawa dampak terhadap berbagai industri, termasuk pada industri kreatif. Industri kreatif mempunyai dampak yang cukup signifikan terhadap laju Produk Domestik Bruto (PDB) yang merupakan faktor yang berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi negara. Hal ini membuat industri kreatif menjadi salah satu alternatif kuat untuk membangun kerajaan bisnis maupun sebagai pilihan sektor yang menarik untuk digeluti di dunia profesional. Namun, di era digital dimana penggunaan artificial intelligence (AI) sudah semakin marak, para penggiat di industri kreatif mulai mendapat tantangannya tersendiri. Hal ini dikarenakan para penggiat di industri kreatif dihadapkan pada kenyataan bahwa teknologi dapat menjadi ancaman untuk pekerjaan mereka juga dapat menjadi alat bantu yang dapat mendukung pekerjaan mereka. Penelitian ini hendak mengetahui bagaimana perkembangan AI mempengaruhi sikap pelaku di industri kreatif. Theory of Planned Behavior digunakan sebagai dasar untuk memahami perilaku yang muncul akibat disrupsi AI. Metode campuran digunakan agar dapat memberikan asumsi secara menyeluruh atas akibat dari disrupsi AI, sekaligus juga bisa mendapatkan gambaran pemahaman secara holistik dari kacamata penggiat industri kreatif yang diwakili oleh beberapa responden dari berbagai bidang keahlian melalui wawancara terstruktur. Responden wawancara yang bekerja di industri kreatif, menyatakan bahwa kehadiran AI banyak membantu proses kreatif mereka sampai pada tahapan tertentu. Yakni, AI dipergunakan sebagai sarana triangulasi, referensi untuk pengembangan ide orisinil, membaca trend terkini, serta sebagai alat bantu ketika dihadapkan pada kebutuhan dengan waktu yang terbatas
ESG Risk and Firm’s Performance
This study aims to explore the link between market, financial, and operational performance and environmental, social, and governance (ESG) risk. This quantitative study is based on data analysis from up to 100 observations collected between 2019 and 2023. Companies listed on the Indonesia Stock Exchange IDX LQ45 throughout the observation period serve as the study's samples. Purposive sampling was used to choose the sample, and it was done so based on particular research-relevant criteria. The performance of the company is examined in relation to ESG risks using the robust standard errors model. Stakeholder theory, which highlights the significance of corporate management taking into account the interests of all stakeholders, serves as the foundation for the theoretical model of this work. The dependent variables in the practical model are ROA, ROE, and Tobin's Q, whereas the independent variable is the ESG risk rating. The conclusions drawn from the empirical data demonstrate that market and financial performance are significantly harmed by ESG risk. Nonetheless, operational performance is not significantly impacted by ESG risk. This research adds to the limited body of knowledge about the risk associated with sustainability reporting and how it affects a company's capacity to perform financially and on the market. Organizations that effectively handle environmental, social, and governance (ESG) risks can reap enduring advantages such as enhanced standing and stable finances. A crucial first step toward ensuring sustainability and competitiveness in the future is the incorporation of ESG into company strategy.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara kinerja pasar, keuangan, dan operasional dengan risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST). Berdasarkan pemeriksaan data yang dikumpulkan dari 100 observasi antara tahun 2019 dan 2023, penelitian ini bersifat kuantitatif. Kinerja perusahaan dikaji dalam kaitannya dengan risiko ESG dengan menggunakan model kesalahan standar yang kuat. Model teoritis dibangun berdasarkan teori pemangku kepentingan. Model praktis menggunakan peringkat risiko ESG sebagai variabel independen dan ROA, ROE, dan Tobin's Q sebagai variabel dependen. Temuan yang disimpulkan dari hasil empiris menunjukkan bahwa risiko ESG berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan dan pasar. Namun, risiko ESG tidak berpengaruh terhadap kinerja operasional. Penelitian ini berkontribusi pada literatur yang langka tentang tingkat pelaporan keberlanjutan berdasarkan risiko dan dampaknya terhadap kinerja
Analisis Pengaruh Live Streaming, Hedonic Shopping Motivation, Price Discount terhadap Impulse Buying (Studi pada Generasi Z Pengguna Social Commerce Tiktok)
TikTok is experiencing rapid growth because it enables users to enjoy content and shop simultaneously on a single platform. The platform's live streaming feature allows users, creators, and businesses to promote and sell products. Not only that, hedonic shopping motivation can increase consumers' desire to continue shopping. Impulse buying made by consumers are also usually motivated by sales promotions such as price discounts. This study attempts to analyze the influence of Live Streaming, Hedonic Shopping Motivation, and Price Discount on Impulse Buying. This study employs quantitative methods by analyzing the outcomes of respondent questionnaires delivered via Google Form. The study focuses on Generation Z individuals who have used the live streaming commerce app (TikTok Shop). Sampling utilized non-probability sampling with a purposive technique, gathering 200 respondents meeting specific criteria measured across 19 indicators using a Likert Scale. Data were analyzed using SPSS Version 26. The research employed data analysis methods such as instrument validation, testing classical assumptions, and conducting hypothesis testing through multiple linear regression. The findings indicate that Live Streaming, Hedonic Shopping Motivation, and Price Discount each have a positive and significant influence, both individually and collectively, on Impulse Buying, contributing to 86.4% of the variance, while the remaining variance is attributed to other factors
The Effect of Return on Assets, Interest Rates, and Inflation on Stock Prices in Private Banks 2015-2023
The objective of this research is to examine the impact of inflation, interest rates, and return on assets (ROA) on the stock prices of private banks that are listed on the Indonesia Stock Exchange between 2015 and 2023. With approaches to verification and description, the research methodology is quantitative. The financial reports from banking sub-sector companies obtained through documentation approach and literature review constitute the secondary data used. The study sample, which included Bank OCBC NISP (NISP), Bank BCA (BBCA), and Bank Permata (BNLI), was selected using purposive sampling. Descriptive and verification statistics, such as multiple linear regression and traditional assumption tests, were used to analyse the data. The t-test results indicate that while interest rates have a nearly substantial negative link with stock prices, inflation has no significant effect on stock prices, and return on assets (ROA) has a large positive effect. The findings of the F test demonstrate that the combination of ROA, interest rates, and inflation in the regression model significantly affects stock prices. According to the study, the stock prices of Indonesian private banks show no obvious effect from inflation, financial performance (ROA) and interest rates are major drivers. For investors and financial managers making financial strategy and investment decisions, these findings offer insightful information
KPP Tegallega Bandung's Individual Taxpayer Compliance: The Impact of Tax Administration Modernization, Tax Knowledge, and Tax Sanctions
This research aims to evaluate how company image, service quality, and word of mouth influence customer decisions in choosing JNE delivery services at the Medan branch. Purchase intention, in this context, refers to the desire to use the service. The research used quantitative methods with Ordinary Least Square (OLS) and involved primary and secondary data from 100 respondents selected by chance. Analysis was carried out using SPSS 23. Based on the description of the respondent profiles, there were 38 men (38%) and 62 women (62%). In terms of age, there were 11 respondents under 20 years of age, while the 20-25 year age group was the largest with 45 people. The 26-30 year age group consists of 30 people, and those aged over 30 years consist of 14 people. The main occupation of respondents who use JNE Medan Marelan Branch services is dominated by 40 employees, followed by 30 students, 11 self-employed people, and 19 others (including those who have not worked, not working, domestic workers) of the total number of respondents, 65 people have used JNE Medan Marelan services more than 5 times, while 35 people have used these services less than 5 times. Findings show that individual company image does not have a significant effect on intention to use, while service quality and word of mouth has a significant positive influence. Overall, these three factors have a significant impact on interest in using services. The Adjusted R Square value is 0.517, indicating that 51.7% of interest in using JNE is influenced by these three variables, while 48.3% is influenced by other factors not studied
Pengaruh Fraud Triangle Pada Kecurangan melalui Analisis Beneish Ratio Index Sebagai Pendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan
Kecurangan laporan keuangan merupakan suatu bentuk kecurangan perusahaan yang diperoleh dengan menghilangkan nilai-nilai tertentu dari laporan keuangan dan membuat laporan palsu untuk menyesatkan pengguna laporan keuangan dengan cara salah mengartikan atau memanipulasi nilai intrinsik laporan keuangan. Riset ini ditujukan guna menilai dampak Financial target, Organizational structure, dan Auditor change pada kecurangan dengan penggunaan Analisis Beneish Ratio Index sebagai pendeteksi kecurangan laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kuantitatif, meliputi uji analisis statistik deskriptif dan uji analisis regresi logistik. Populasi yang digunakan pada penelitian ini terdapat 6 perusahaan dikalikan dengan periode penelitian sehingga dari hasil perhitungan terdapat 24 sampel. Pengujiaan ini memperoleh hasil analisis statistik deskriptif bahwa nilai minimum, nilai maximum, nilai rata- rata dan standart devisiasi pada variabel X (Financial target, Organizational structure, dan Auditor change) dengan varibel Y (Kecurangan laporan keuangan) memiliki sebaran variabel yang besar (pergerakan naik turunnya besar) sehingga dipastikan bahwa adanya resiko kecurangan laporan keuangan dari perusahaan sub sektor transportasi udara yang diteliti. Sedangkan secara uji hipotesis ialah financial target, organizational structure, dan Auditor change tidak berdampak pada pendeteksian kecurangan laporan keuangan pada perusahaan sub sektor transportasi udara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2019 -2022
Strategi Deteksi Kecurangan dalam Laporan Keuangan : Analisa Fraud Triangle
Kecurangan laporan keuangan merujuk pada tindakan manipulatif sebuah organisasi atau individu untuk menyesatkan stakeholders terkait kondisi keuangan suatu entitas. Hal ini bisa terjadi karena kecenderungan perusahaan untuk selalu menyajikan kinerja perusahaan yang baik sehingga dapat menarik para investor dan mendapatkan kredit dari para kreditur. Oleh karena itu, kejujuran dalam pelaporan keuangan merupakan prinsip yang sangat penting dalam menjaga transparansi dan kepercayaan dalam dunia bisnis. Riset ini mempergunakan elemen dari fraud triangle yaitu Tekanan Eksternal, Target Keuangan, Stabilitas Keuangan, serta variabel Ineffective monitoring dan Pergantian Auditor (Audit Switch) dalam mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan, dengan metode kuantitatif. Sampel berjumlah 22 perusahaan ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pengolahan data ini dengan SPSS versi 27 dengan Uji Analisis Regresi Linear Berganda dan Uji Hipotesis. Dalam analisis statistik, hasil uji t memperlihatkan nilai signifikansi untuk Tekanan Eksternal adalah 0.581, untuk Target Keuangan mempergunakan Return On Asset (ROA) adalah 0.498, untuk Stabilitas Keuangan mempergunakan ACHANGE adalah 0.773, untuk Pengawasan yang Tidak Efektif mempergunakan perbandingan Dewan Komisaris dan Komisaris Independen adalah 0.508, dan untuk Pergantian Auditor mempergunakan variabel dummy adalah 0.018. Temuan riset menyatakan bahwa Tekanan Eksternal, Target Keuangan, Stabilitas Keuangan, dan Ineffective monitoring tidak berdampak signifikan pada kecurangan laporan keuangan, namun Pergantian Auditor terbukti berdampak pada kemungkinan kecurangan dalam laporan keuangan.Kecurangan laporan keuangan merujuk pada tindakan manipulatif sebuah organisasi atau individu untuk menyesatkan stakeholders terkait kondisi keuangan suatu entitas. Oleh karena itu, kejujuran dalam pelaporan keuangan merupakan prinsip yang sangat penting dalam menjaga transparansi dan kepercayaan dalam dunia bisnis. Riset ini mempergunakan elemen dari fraud triangle yaitu Tekanan Eksternal, Target Keuangan, Stabilitas Keuangan, serta variabel Ineffective monitoring dan Pergantian Auditor (Audit Switch) dalam mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan, dengan metode kuantitatif. Sampel berjumlah 22 perusahaan dipilih dengan metode purposive sampling. Pengolahan data ini dengan SPSS versi 27 dengan Uji Analisis Regresi Linear Berganda dan Uji Hipotesis. Dalam analisis statistik, hasil uji t memperlihatkan nilai signifikansi untuk Tekanan Eksternal adalah 0.581, untuk Target Keuangan mempergunakan Return On Asset (ROA) adalah 0.498, untuk Stabilitas Keuangan mempergunakan ACHANGE adalah 0.773, untuk Pengawasan yang Tidak Efektif mempergunakan perbandingan Dewan Komisaris dan Komisaris Independen adalah 0.508, dan untuk Pergantian Auditor mempergunakan variabel dummy adalah 0.018. Temuan riset menyatakan bahwa Tekanan Eksternal, Target Keuangan, Stabilitas Keuangan, dan Ineffective monitoring tidak berdampak signifikan pada kecurangan laporan keuangan, namun Pergantian Auditor terbukti berdampak pada kemungkinan kecurangan dalam laporan keuangan
Pengaruh Kemanfaatan, Kemudahan Penggunaan, dan Risiko Terhadap Minat Penggunaan BSI Mobile ( Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam)
Kemajuan teknologi informasi dapat mengubah pola perilaku nasabah atau konsumen dalam bertransaksi perbankan, dimana kenyamanan, manfaat, dan keamanan menjadi prioritas utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji faktor-faktor yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap minat penggunaan layanan BSI Mobile pada Program Studi Ekonomi Syariah, meliputi persepsi kemanfaatan, kemudahan penggunaan, dan risiko. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Populasi dalam penelitian ini adalah 71 mahasiswa. Dalam eksplorasi ini digunakan strategi non-likelihood, yaitu prosedur pengujian yang tidak memberikan pintu terbuka yang setara kepada setiap komponen atau individu dari populasi untuk dipilih sebagai contoh. Berikut ini dapat diambil kesimpulan dari hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan dan diteliti, khususnya mengenai pengaruh Kemanfaatan, kemudahan penggunaan, dan risiko terhadap minat menggunakan BSI mobile: Pengaruh kegunaan terhadap minat menggunakan mobile banking bank syariah Nilai Sig dapat diperoleh dari tabel 4.5. Karena H02 diterima dan Ha2 ditolak sebesar 0,637 lebih besar dari 0,05, maka hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi manfaat dengan minat nasabah menggunakan mobile banking bank syariah. Pengaruh kemudahan penggunaan mobile banking bank syariah terhadap minat masyarakat dalam menggunakannya. Diperoleh nilai Sig.0.003 < 0.05, selanjutnya H04 diabaikan dan Ha4 diakui