Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Not a member yet
164 research outputs found
Sort by
Pengaruh Edukasi Gizi Melalui Akun Instagram Dalam Meningkatkan Pengetahuan Anemia
Adolescent girls are a group that is prone to iron deficiency anemia. Adolescent girls experience an increased need for nutrients, especially iron nutrients. This problem is due to the menstrual cycle that begins to occur in the adolescent phase. In addition, teenagers are starting to pay attention to their body shape, so they go on excessive diets. One of the factors causing this behavior is low knowledge of anemia. Knowledge of anemia can be increased by nutrition education. One method that can be used is education through Instagram. This study aimed to determine the effect of nutrition education through Instagram social media on the anemia knowledge of female students at Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang. This research used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design involving 222 samples selected by stratified random sampling technique. The statistical test used is the Wilcoxon test. The results showed an increase in the average knowledge of the respondents, from a score of 63.96 to 72.64. The statistical test shows an increase in knowledge (p-value 0.000). The level of anemia knowledge of female students was similar between departments. Education through Instagram accounts affects female students\u27 knowledge of anemia at Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang. Further researchers may research adolescents in the early years (12-15 years) to be the subject of the following study.Remaja putri termasuk kelompok yang beresiko mengalami anemia gizi besi. Remaja putri mengalami peningkatan kebutuhan zat gizi terutama zat gizi besi. Hal ini terjadi akibat dari siklus menstruasi yang mulai terjadi pada fase remaja putri. Selain itu, remaja putri mulai memperhatikan bentuk tubuh sehingga menjalani diet yang berlebihan. Salah satu faktor penyebab terjadinya perilaku tersebut adalah pengetahuan anemia yang rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan edukasi pengetahuan anemia pada remaja putri. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah melalui Instagram. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui media sosial Instagram terhadap pengetahuan anemia remaja putri di Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang. Metode penelitian ini menggunakan desain pra eksperimental dengan one group pretest-posttest design yang melibatkan 222 sampel di Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wicolxon. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan responden, dari skor 63,96 menjadi 72,64. Uji statistik menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan (p-value 0,000). Tidak ada perbedaan signifikan tingkat pengetahuan anemia mahasiswi antar jurusan. Edukasi melalui akun Instagram berpengaruh terhadap pengetahuan anemia mahasiswi di Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang. Peneliti selanjutnya dapat menjadikan remaja putri yang berada di masa awal (12-15 tahun) untuk menjadi subjek penelitian berikutnya
Multimodal Hand Hygiene Improvement Strategy Meningkatkan Kepatuhan Cuci Tangan Five Moment
Nurses can be a source of nosocomial infections in hospital. Nurse’s Hand Hygiene is most important step to reduce infection. The study aims to export the multimodal Hand Hygiene improvement strategy as a solution for PPI managers in increasing nurses handwashing compliance according to standards in hospitals. This research uses an observational pilot studi approach. The room used as a pilot study was a pediatric nursing room which consisted of 12 implementing nurses, 1 specialist doctor, and 1 assistant doctor. The results showed that the hand washing compliance of nurses’ increased to 80% after implementation of the Multimodal Hand Hygiene Improvement Strategy. The conlusion. nurses’ hand washing compliance is classified as obedient after the Multimodal Hand Hygiene Improvement Strategy is carried out. It is recommended that the Multimodal Hand Hygiene Improvement Strategy can be used as an approach to improve Five Moment Hand Hygiene compliance in hospitals.Perawat dapat menjadi sumber infeksi nosokomial di rumah sakit. Kebersihan tangan perawat menjadi hal yang sangat terpenting untuk mengurangi infeksi terkait perawatan, khususnya infeksi nosokomial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksploratif Multimodal Hand Hygiene Improvement Stategy sebagai solusi bagi pengelola PPI dalam meningkatkan kepatuhan cuci tangan perawat sesuai standar di rumah sakit. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan pilot study yang bersifat observasional. Ruangan yang digunakan sebagai pilot studi adalah ruangan keperawatan anak yang terdiri dari 12 orang perawat pelaksana, 1 orang dokter spesialis, dan 1 orang dokter asisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan cuci tangan perawat mengalami peningkatan menjadi 80% setelah diterapkan Multimodal Hand Hygiene Improvement Stategy Simpulan, kepatuhan cuci tangan perawat tergolong dalam kategori patuh setelah dilakukan Multimodal Hand Hygiene Improvement Stategy. Disarankan Multimodal Hand Hygiene Improvement Stategy dapat dijadikan pendekatan untuk meningkatkan kepatuhan Hand Hygiene Five Moment di rumah sakit
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Gadget Terhadap Interaksi Sosial Pada Anak Usia Sekolah
Gadgets have now become a daily necessity for modern society, so most parents have introduced gadgets to their children from an early age. Gadgets are not only used by adults, but children also have the same interests. As a result, the use of gadgets with long intensity with the type of application use without parental supervision will affect social interaction in children. The purpose of this study was to determine the relationship between intensity, type of use and gender in the use of gadgets on social interaction in school-age children. This study was conducted using a cross-sectional design and chi-square test with the results of univariate and bivariate analysis. The research sample amounted to 47 people. The instrument in this study used a questionnaire sheet consisting of a questionnaire sheet of intensity, gender, type of use and social interaction. The results of the study concluded that there was a relationship between the intensity of p-value=(0.001), the type of use p-value=(0.022) and gender p-value=(0.002) in the use of gadgets on social interaction in school-age childrenju. Conclusion there is a relationship between intensity, type of use and gender in the use of gadgets on social interaction in school-age children. The suggestion from the research is that parents can pay more attention to and monitor school-age children by supervising when children use smartphones.Gadget kini sudah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat modern sehingga membuat kebanyakan orang tua sudah memperkenalkan gadget kepada anak sejak usia dini. Akibatnya penggunaan gadget dengan intensitas lama dengan jenis pemakaian aplikasi tanpa pengawasan orang tua akan mempenggaruhi interaksi sosial pada anak. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan intensitas, jenis pemakaian dan jenis kelamin dalam pemakaian gadget terhadap interaksi sosial pada anak. Penelitian ini di lakukan dengan menggunakan desain Cross-sectional dan uji chi-square dengan hasil berupa analisa univariat dan bivariat. Sampel penelitian berjumlah 47 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar kuisioner yang terdiri dari lembar kuisioner intensitas, jenis kelamin, jenis pemakaian dan interaksi sosial. Hasil penelitian menyimpulkan ada hubungan antara intensitas p-value=(0,001), jenis pemakaian p-value= (0,022) dan jenis kelamin p-value=(0,002) dalam pemakaian gadget terhadap interaksi sosial pada anak usia sekolah. Kesimpulan terdapat hubungan intensitas, jenis pemakaian dan jenis kelamin dalam penggunaan gadget terhadap interaksi sosial pada anak usia sekolah. Saran dari penelitian adalah agar orang tua dapat lebih memperhatikan dan memantau anak usia sekolah dengan cara melakukan pengawasan ketika anak menggunakan smarthphone
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care
Pregnancy and childbirth is a physiological thing, if not managed properly and correctly it will become pathological.Continuity of care includes integrated services for mothers and children from pre-pregnancy to childbirth, postnatal period and childhood. The purpose of this research providing continuous care to Mrs. E aged 32 years multipara at PMB Evi Apriani. The results showed that the care provided from pregnancy, childbirth, postpartum and newborn all went smoothly and the condition of mother and baby was good and healthy. Conclusion, after being given continuity of care from pregnancy, childbirth, postpartum and newborn all went smoothly and the condition of the mother and baby was normal.Suggestions for health workers to maintain the quality of health services and early screening to determine continuous obstetric care and quality of service.Kehamilan dan kelahiran merupakan suatu hal yang fisiologis, jika tidak di kelola dengan baik dan benar akan menjadi patologis. Continuity of Care meliputi pelayanan terpadu bagi ibu dan anak dari prakehamilan hingga persalinan, periode postnatal dan masa kanak-kanak. Tujuan penelitian ini memberikan asuhan berkesinambungan pada Ny. E umur 32 tahun multipara di PMB Evi Apriani. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan asuhan yang diberikan dari mulai kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir semua berjalan lancar serta kondisi ibu dan bayi baik dan sehat. Simpulan, setelah diberikan asuhan continuity of care mulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir semua berjalan lancar serta kondisi ibu dan bayi normal. Saran bagi tenaga kesehatan untuk mempertahan kualitas pelayanan kesehatan serta skrining awal untuk menentukan asuhan kebidanan yang berkesinambungan dan mutu pelayanan
Hubungan Antara Frekuensi Makan Dengan Status Gizi Balita
The success of the nutrition program, 30% is determined by the health or nutrition sector which is called specific interventions and 70% by the external health sector which is called sensitive intervention. Data on the nutritional status of toddlers in the 2017 Pundong Health Center area, malnutrition status in Selorejo Village was 9.7%, Panjang Rejo was 7.3% and Srihardono Village was 13.7%. The cause of malnutrition problems at the Tangkil Posyandu is caused by many factors, one of which is the lack of attention from parents to provide breast milk and food for their children because the child is entrusted to his grandmother and the mother works. The purpose of this study was to determine the relationship between eating frequency and nutritional status of toddlers aged 6 months to 60 months in Pundong District, Srihardono Village, Tangkil Hamlet. This type of research is a quantitative study with a cross sectional design. The research population is 36 respondents. The sampling technique is a saturated sample. The sample of this research is 36 respondents. Statistical test using the Chi-Square Test. The research tool is a questionnaire. The results of the analysis based on the results of the Chi-Square Test showed that the value of p (0.000) <0.05 means that the frequency of eating is related to nutritional status.Keberhasilan program gizi, sebesar 30% ditentukan oleh sektor kesehatan atau gizi yang disebut dengan intervensi spesifik dan sebesar 70% oleh sektor luar kesehatan yang disebut dengan intervensi sensitif. Data status gizi balita di wilayah Puskesmas Pundong 2017 status gizi kurang di desa selorejo sebanyak 9,7% panjangrejo sebanyak 7,3% dan Desa Srihardono sebanyak 13,7%. Penyebab masalah gizi kurang pada posyandu Tangkil disebabkan oleh banyak faktor salah satunya kurangnya perhatian dari orang tua untuk memberi ASI maupun makanan untuk anaknya dikarenakan sang anak dititipkan ke neneknya dan si ibu bekerja. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui Hubungan Frekuensi Makan dengan Status Gizi Balita Umur 6 Bulan sampai 60 Bulan di Kecamatan Pundong, Kelurahan Srihardono, Dusun Tangkil. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 36 responden. Teknik pengambilan sampel adalah sampel jenuh. Sampel penelitian ini sebanyak 36 responden. Uji statistik memakai Uji Chi-Square. Alat penelitian adalah kuesioner. Hasil analisis berdasarkan hasil Uji Chi-Square menunjukkan bahwa nilai p (0.000) < 0.05 artinya frekuensi makan berhubungan dengan status gizi
Pemahaman Siswa Tentang Penerapan Protokol Kesehatan Selama Pembelajaran Tatap Muka
Coronavirus Disease 2019 (COVID 19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV-2). The ages range which has the risk of COVID-19 infections are school aged children and adolescents. Face-to-face learning at schools has to be held carefully so that the schools do not become new cluster of COVID-19 infection. Students’ knowledge and attitudes are very fundamental in health protocols implementation during face-to-face learning process. The study aims at describing students’ knowledge on and attitudes towards health protocols implementation during face-to-face learning at Muhammadiyah Mutihan Elementary School of Wates Yogyakarta. The study design was analytical descriptive with cross-sectional approach. The samples of the study were 85 students and were taken by using purposive sampling technique through knowledge and attitudes questionnaire. The result revealed that related to students’ knowledge on health protocols implementation, 58% of students was in good category and 42.2% of students was in poor category. Meanwhile, related to students’ attitudes the result found that 76.5% of students was in good category and 23.5% of students was in poor category. Schools should maintain students’ knowledge related to health protocols implementation at schools and always provides education for students in terms of health protocols implementation at schools during face-to-face learning.Coronavirus Disease 2019 (COVID 19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV-2). Kelompok usia yang berisiko terjangkit COVID-19 salah satunya anak usia sekolah dan remaja. Pembelajaran tatap muka di sekolah harus dilaksanakan dengan hati-hati agar sekolah tidak menjadi cluster baru penyebaran COVID-19. Pengetahuan dan perilaku siswa penting dalam penerapan protokol kesehatan selama pembelajaran tatap muka. Tujuan dalam penelitian ini untuk menggambarkan pengetahuan dan perilaku siswa tentang penerapan protokol kesehatan selama pembelajaran tatap muka di SD Muhammadiyah Mutihan Wates Yogayakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 85 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan yaitu pengetahuan siswa dalam penerapan protokol kesehatan dengan kategori baik sebanyak 58,8% dan kurang sebanyak 42,2%, sedangkan untuk perilaku siswa dengan kategori baik sebanyak 76,5% dan kurang 23,5%. Di harapkan sekolah tetap mempertahankan pengetahuan siswa tentang protokol kesehatan dan selalu memberikan edukasi kepada siswa dalam penerapan protokol kesehatan disekolah
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Self Acceptance Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa
Regardless of physical status, CKD patients need to feel self-acceptance towards themselves. In this study, CKD patients undergoing hemodialysis at RSU Dadi Keluarga Purwokerto will be examined for the relationship between social support and self-acceptance. With a cross-sectional approach, non-probability Accidental Sampling as a sample collection strategy, and the G-power software formula for sampling, this research method uses correlative analysis to collect data from 70 respondents. The Unconditional Self-Acceptance Questionnaire (USAQ) and the Social Support Questionnaire were used in this study. 43 respondents (61.4%) were male and aged between 46 and 65 years were the characteristics of the majority. 13 to 24 months are spent on hemodialysis. 18 respondents (25.7%), whose last education was high school or middle school, respectively 49 respondents (70%) and 35 respondents (50%) had jobs. Based on the results of the independent and dependent variables, good social support was obtained for 51 respondents (72.9%) and moderate self-acceptance for 47 respondents (67.1%). With a p-value of 0.000 (p-value 0.005) and a correlation coefficient of 0.619, the findings of this study indicate a substantial relationship between social support and self-acceptance. This relationship is strong. As a result, in someone who has undergone hemodialysis therapy, social support is closely related to self-acceptance.Terlepas dari status fisiknya, pasien CKD perlu merasakan self-acceptance terhadap dirinya sendiri. Pada penelitian ini, pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RSU Dadi Keluarga Purwokerto akan diperiksa hubungan antara dukungan sosial dan penerimaan diri. Dengan pendekatan cross-sectional, non-probability Accidental Sampling sebagai strategi pengumpulan sampel, dan formula software G-power untuk pengambilan sampel, metode penelitian ini menggunakan analisis korelatif untuk mengumpulkan data dari 70 responden. Kuesioner Penerimaan Diri Tanpa Syarat (USAQ) dan Kuesioner Dukungan Sosial digunakan dalam penelitian ini. 43 responden (61,4%) berjenis kelamin laki-laki dan berusia antara 46 hingga 65 tahun merupakan karakteristik mayoritas. 13 hingga 24 bulan dihabiskan untuk hemodialisis. 18 responden (25,7%), yang pendidikan terakhirnya adalah SMA atau SMP, masing-masing 49 responden (70%) dan 35 responden (50%) mempunyai pekerjaan. Berdasarkan hasil variabel independen dan dependen, diperoleh dukungan sosial baik sebanyak 51 responden (72,9%) dan penerimaan diri sedang sebanyak 47 responden (67,1%). Dengan nilai p-value 0,000 (p-value 0,005) dan koefisien korelasi 0,619, temuan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan substansial antara dukungan sosial dan penerimaan diri. Hubungan ini kuat. Hasilnya, pada seseorang yang pernah menjalani terapi hemodialisis, dukungan sosial sangat erat kaitannya dengan penerimaan diri
Hubungan Program Pemberian Makanan Tambahan dengan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK): Literature Review
Chronic Energy Deficiency (CED) is a nutritional problem in pregnant women which is still a nutritional problem in the world. Efforts made to improve the nutrition of pregnant women with CED are by providing additional food. Purpose: to determine the relationship between the supplementary feeding program and chronic energy deficiency pregnant women (KEK). Method: this research uses literature review by collecting articles according to the topic and purpose of writing obtained from various journal databases. The study was carried out by analyzing scientific articles obtained from the Google Scholar and Scopus electronic databases with inclusion criteria, 2013-2023, Indonesian and English. The research article analysis technique is in a table format containing the author, title, year, method (design, sample and analysis), and results. Result: the research results obtained 10 articles using the PICO formulation. Based on the 10 research articles obtained, it shows that giving supplementary feeding programs (PMT) to pregnant women with chronic energy deficiency (KEK) has an effect on increasing total energy intake, nutritional status, body weight, increasing upper arm circumference (LILA), decreasing malondialdehyde levels. , lack of vitamin A and babies with KEK mothers who consume PMT are born normally, do not experience LBW (Low Birth Weight Babies). This literature review study is expected to be a reference, especially in the field of public health.Kurang Energi Kronis (KEK) merupakan masalah gizi pada ibu hamil yang hingga saat ini masih menjadi permasalah gizi di dunia. Upaya yang dilakukan dalam perbaikan gizi ibu hamil KEK adalah dengan pemberian makanan tambahan. Tujuan: untuk mengetahui hubungan program pemberian makanan tambahan dengan ibu hamil kekurangan energi kronik (KEK). Metode: penelitian ini menggunakan literature review dengan cara mengumpulkan artikel yang sesuai topik dan tujuan penulisan yang didapat dari berbagai databased jurnal. Telaah dilakukan dengan menganalisis artikel ilmiah yang didapat dari database elektronik google scholar dan scopus dengan kriteria inklusi, tahun 2013-2023, bahasa indonesia dan bahasa Inggris. Teknik analisis artikel penelitian yaitu dengan format tabel yang berisi penulis, judul, tahun, metode (desain, sampel dan analisis), dan hasil. Hasil: hasil penelitian didapatkan 10 artikel dengan menggunakan perumusan PICO. Berdasarkan 10 artikel penelitian yang diperoleh, menunjukkan bahwa pemberian program pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu hami kekurangan energi kronik (KEK) berpengaruh pada kenaikan asupan energi total, status gizi, berat badan, penambahan lingkar lengan atas (LILA), penurunan kadar malondialdehyde, kekurangan vitamin A dan bayi dengan ibu KEK yang mengonsumsi PMT lahir dengan normal, tidak mengalami BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah). Studi literature review ini diharapkan bisa menjadi referensi khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat
Efektivitas Terapi Relaksasi Benson Terhadap Kecemasan Lansia dengan Hipertensi
The elderly are individuals over the age of 60 who experience various biological and psychological changes. The increase in the number of the elderly presents various challenges to various aspects of life and health, such as the emergence of various genetic diseases. The decline in the function of body organs is characterized by the increasing susceptibility of the body to various diseases, one of which is hypertension causing emotional mental problems such as anxiety. Benson Relaxation Therapy is one of the nonfacological interventions that can be given to overcome anxiety, which consists of four basic components, namely a queit atmosphere, mental devices, passive attitudes, and a comfortable position. This study aims to determine the Effectiveness of Benson Relaxation Therapy against the anxiety of the elderly with hypertension at the Panti Lansia Harapan Kita. The research was conducted with a quasi-experimental design. Sample selection was carried out using the total sampling technique, as many as 18 respoden. Data analysis using the paired sample t-test obtained a p value of 0.000, which means that there is an effect of benson relaxation therapy on the anxiety of the elderly with hypertension before and after being given therapy. The results of this study are expected to be a referral source for nurses in providing interventions to the elderly with hypertension who experience anxiety.Lansia merupakan individu berusia diatas 60 tahun yang mengalami berbagai perubahan biologis dan psikologis. Peningkatan jumlah lansia memberi berbagai tantangan pada berbagai aspek kehidupan dan kesehatan, seperti munculnya berbagai penyakit genetik. Penurunan fungsi organ tubuh ditandai semakin rentannya tubuh dengan berbagai penyakit, salah satunya hipertensi menimbulkan permasalahan mental emosional seperti kecemasan. Terapi Relaksasi Benson adalah salah satu intervensi nonfamakologi yang dapat diberikan untuk mengatasi kecemasan, yang terdiri atas empat komponen dasar yaitu suasana yang tenang, perangkat mental, sikap pasif, serta posisi nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Terapi Relaksasi Benson terhadap kecemasan lansia dengan hipertensi di Panti Lansia Harapan Kita. Penelitian dilakukan dengan design quasi experiment. Pemilihan Sampel dilakukan dengan teknik total sampling, sebanyak 18 respoden. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test didapatkan hasil p value 0,000, yang artinya terdapat pengaruh pemberian terapi relaksasi benson terhadap kecemasan lansia dengan hipertensi sebelum dan setelah diberikan terapi. Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi sumber rujukan untuk perawat dalam memberikan intervensi pada lansia dengan hipertensi yang mengalami kecemasan
Pengaruh Pemberian Five Fingers Hypnosis Therapy Dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Masyarakat Paska Bencana Banjir
Banjarmasin is one of the provinces with flood emergency response status, precisely in Paku Alam Village, Sungai Tabuk District, Banjar Regency. The impact felt not only causes physical problems, but causes serious psychological problems. The purpose of this study was to find out the impact of giving Five Fingers Hypnosis Therapy in reducing the level of community anxiety after the flood disaster in Paku Alam Village, Banjar Regency. The research method used was pre-experimental with a one group pretest-posttest design, the sampling location was in Paku Alam Village, East Banjarmasin District. The sample in this study amounted to 30 people. The results of the study showed that giving five finger hypnosis therapy was proven to be able to overcome and reduce the level of community anxiety after the flood disaster in Paku Alam Village, Banjar Regency. It is hoped that survivors can apply Five Fingers Hypnosis Therapy independently in order to minimize the risk of serious mental health problems.Bencana banjir menjadi permasalahan rutin yang sering dihadapi oleh masyarakat yang tinggal diwilayah bantaran sungai. Meskipun masyarakat sadar akan resiko bahaya dan dampak yang diakibatkan oleh bencana banjir bukan hanya menimbulkan permasalahan fisik, namun juga menyebabkan permasalahan secara psikologis, seperti halnya kecemasan. Penggunaan five fingers hypnosis therapy merupakan salah satu upaya pencegahan sedini mungkin yang bisa dilakukan untuk menanggulani permasalahan psikologis yang dialami warga masyarakat paska bencana banjir. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian Five Fingers Hypnosis Therapy dalam menurunkan tingkat kecemasan masyarakat paska bencana banjir di Desa Paku Alam Kabupaten Banjar. Metode penelitian yang digunakan adalah pre eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-posttest design, lokasi pengambilan sampel di Desa Paku Alam Kecamatan Banjarmasin Timur. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Hasil Penelitian menunjukkan dengan pemberian five finger hypnosis therapy terbukti dapat mengatasi dan menurunkan tingkat kecemasan masyarakat Paska Bencana Banjir Di Desa Paku Alam Kabupaten Banjar. Kepada para penyintas diharapkan bisa mengaplikasikan Five Fingers Hypnosis Therapy secara mandiri agar meminimalisir resiko permasalahan kesehatan jiwa yang bersifat serius