Fish Scientiae (E-Journal)
Not a member yet
    216 research outputs found

    PENGARUH LAMA WAKTU PERENDAMAN EKSTRAK BONGGOL NANAS (Ananas comosus) TERHADAP ORGANOLEPTIK PRODUK DENDENG CUMI-CUMI (Loligo sp)

    Full text link
    Cumi-cumi (Loligo sp) berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan yang dapat dikonsumsi karena cumi-cumi mengandung tinggi protein, lemak, asam amino esensial, kaya akan mineral seperti fosfor dan kalsium. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil organoleptik dendeng cumi-cumi (Loligo sp) yang direndam dalam ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus) dengan lama waktu perendaman yang berbeda. Rancangan penelitian ini bersifat eksperimental dengan perbedaan lama waktu perendaman ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus) terhadap organoleptik produk dendeng cumi-cumi (Loligo sp). Kesimpulan dari penelitian ini adalah produk dendeng cumi-cumi (Loligo sp) dengan lama waktu perendaman ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus) yang berbeda berpengaruh nyata terhadap profil organoleptik dendeng cumi-cumi (Loligo sp). Profil organoleptik dendeng cumi-cumi (Loligo sp) yang terbaik adalah perlakuan C (perendaman 8 jam) meliputi spesifikasi warna 5.85, bau 6.25, tekstur 6.4, rasa 6.15 didukung dengan uji penunjang kadar air 11.03% dan kadar protein 32.12%   Squid (Loligo sp) has great potential to be developed into processed products that can be consumed because squid contains high protein, fat, essential amino acids, rich in minerals such as phosphorus and calcium. This study aims to obtain the organoleptic profile of squid jerky (Loligo sp) soaked in pineapple hump extract (Ananas comosus) with different immersion time. The design of this study was experimental with differences in the length of time soaking the extract of pineapple hump (Ananas comosus) against the organoleptic product of squid jerky (Loligo sp). The conclusion of this study is that the product of squid jerky (Loligo sp) with a long soaking time in the extract of pineapple hump (Ananas comosus) has a significant effect on the organoleptic profile of squid jerky (Loligo sp). The best organoleptic profile of squid jerky (Loligo sp) is treatment C (8 hours immersion) including color specifications 5.85, smell 6.25, texture 6.4, taste 6.15 supported by supporting tests for moisture content of 11.03% and protein content of 32.12

    EFEKTIVITAS SHELTER PADA PENGANGKUTAN SISTEM TERTUTUP INDUK UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii de Man)

    Full text link
    Penelitian bertujuan untuk mendapatkan tingkat efektivitas penggunaan shelter dari botol air mineral  pada saat penggangkutan induk udang galah.  Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan  a).Perlakuan A adalah pada pengangkutan induk udang galah sebanyak 2 ekor/shelter  b).Perlakuan B adalah pada pengangkutan induk udang galah sebanyak 3 ekor/shelter.  c).Perlakuan C adalah pada  pengangkutan  induk  udang  galah  sebanyak 4  ekor/shelter.  Hasil yang didapat selama proses pengangkutan induk udang galah tidak ditemukan kematian induk undang galah sehingga kelangsungan hidup 100%, pada semua perlakuan. Dengan demikian Penggunaan Shelter dari botol air mineral efektif untuk menekan mortalias induk udang galah pada saat pengangkutan.  Kemudian secara keseluruhan nilai/kisaran kualitas air DO, pH, Suhu, Salinitas masih dapat di toleransi oleh udang galah.   This research was to get the effectiveness level of shelter when transportation of Giant Freshwater Prawn. The method used of Completely Random Design with the treatment  A) of Giant Freshwater Prawn at  2 tail/ shelter package. Treatment  B) of Giant Freshwater Prawn at  3 tail/ shelter package. Treatment  C of fresh water prawn at  3 tail/ shelter package. The results was obtained the transport process Giant Freshwater Prawn not found  of mortality, so the survival rate of 100%, on all treatment, and then the use of Shelter from mineral water bottle package was  effectiveness decrease Giant Freshwater Prawn of mortality. . Overall value white water quality range DO, pH, Temperature, Salinity can still be tolerated for Giant Freshwater Prawn

    ANALISIS INDEKS PENCEMARAN DAN DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN SUNGAI JAING KABUPATEN TABALONG PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Full text link
    Sungai Jaing merupakan salah anak Sungai Tabalong yang memiliki manfaat sebagai sumber air baku PDAM bagi masyarakat Kabupaten Tabalong dan habitat untuk budidaya ikan. Di sisi lain, Sungai Jaing juga menerima beban limbah dari berbagai aktifitas rumah tangga, industri dan pertanian/perkebunan. Hasil pantau Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong tahun 2018 - 2020, terdapat kecenderungan penurunan kualitas air Sungai Jaing yang disinyalemen karena meningkatnya beban pencemaran air. Pengukuran kualitas air dan debit aliran dilakukan pada Februari 2020 dan Oktober 2020 di segmen hulu, tengah, dan hilir badan Sugai Jaing. Hasil perhitungan indeks pencemaran (IP) pada pengukuran Februari 2020 pada ketiga segmen sungai menunjukkan kondisi cemar sedang dengan IP = 5,732 – 7,300 (6,608±0,58). Parameter yang memberi kontribusi besar pada nilai IP adalah DO, Cu, Sulfida, Fenol, Fe, Zn, Detergen dan BOD. Hasil perhitungan IP pada pengukuran Oktober 2020 memperlihatkan seluruh segmen sungai berada pada kondisi cemar ringan dengan IP = 2,694 – 3,378 (3,106 ±0,36). Parameter yang memberi kontribusi besar pada IP adalah Fosfat, BOD, COD, Fe, Cd, detergent, E.Coli dan Coliform. Cu, Fe, dan Zn adalah  parameter logam yang memiliki kecenderungan melampaui daya tampung beban pencemaran air. Parameter DO melampaui daya tampung beban pencemaran air di semua lokasi pengukuran dan BOD pada lokasi pengukuran segmen hilir.  Parameter BOD dan COD cenderung menunjukkan penurunan DTBPA pada bagian hulu dan hilir, sedangkan parameter DO terdapat kecenderungan  penurunan nilai DTBPA pada segmen tengah. Nilai IP dan DBPA lebih buruk pada periode pengukuran Oktober 2020 dibandingkan hasil pengukuran bulan Februari 2020   The Jaing stream is a tributary of the Tabalong River which has benefits as a source for Clean Water Plant of Local Company (PDAM) Tabalong Regency and a habitat for fish farming. On the other hand, the Jaing River also receives a load of waste from the various household, industrial and agricultural/plantation activities. The results of monitoring the DLH Tabalong in 2018 - 2020, there is a tendency to decrease the water quality, which is caused by the increasing load pollution capacity. Measurement of water quality and the flow rate was carried out in February 2020 and October 2020 include the upstream, middle, and downstream segments of the Sugai Jaing watershed. The results of the pollution index (IP) in February 2020 measurements in the three river segments showed moderately polluted conditions with IP = 5.732 – 7,300 (6.608±0.58). The greatly contributed parameters to the IP value were DO, Cu, Sulfide, Phenol, Fe, Zn, Detergent, and BOD. The results of IP calculations in October 2020 show that all river segments are in a lightly polluted condition with IP = 2.694 – 3.378 (3.106 ± 0.36). The greatly contributed parameters to IP were Phosphate, BOD, COD, Fe, Cd, detergent, E.Coli, and Coliform. Cu, Fe, and Zn are metal parameters that have a tendency to exceed the water pollution load capacity. The DO parameter exceeds the water pollution load capacity at all measurement locations and BOD at the downstream segment measurement locations. The BOD and COD parameters tend to show a decrease in pollution load capacity (PLC)  in the upstream and downstream sections, while the DO parameter has a tendency to decrease in the middle segment. The IP and PLC values ​​were worse in the October 2020 measurement period than the February 2020 measurement result

    VIRULENSI BAKTERI Edwardsiella ictaluri PENYEBAB PENYAKIT ENTERIC SEPTICEMIA OF CATFISH (ESC) PADA IKAN PATIN (Pangasius pangasius)

    Full text link
    Penyakit infeksius yang menyerang ikan patin, salah satunya disebabkan bakteri Edwardsiella ictaluri.  Bakteri ini menyebabkan penyakit sistemik enteric septicemia of catfish (ESC). Penelitian bertujuan untuk mengetahui gejala klinis dan rerata waktu kematian akibat serangan bakteri E. ictalury pada ikan patin. Bakteri diinokulasi ke media BHIA (Brain Heart Infusion Agar, merek Conda Pronadisa) dan BHIB (Brain Heart Infusion Broth, merek Merck) diinkubasi pada suhu 24 oC selama 24 - 48 jam. Suspensi bakteri dengan kepadatan 2,7 x 101 – 1010 cfu/mL diinfeksikan pada 300 ekor ikan patin berukuran 11-12 cm dan diamati selama 7 hari. Penelitian menggunakan metode eksperimental dan Completely Randomized Design (CRD). Analisis lebih lanjut dengan Duncan multiple range test (DMRT). Hasil Penelitian menunjukkan gejala klinis yang muncul pada ikan patin antara lain, ikan berenang secara vertikal, warna tubuh pucat, nekrosis, petechiae, liver pucat dan membesar, ginjal berwarna gelap dan kaku, asites insang pucat. Nilai rerata waktu kematian (RWK) ikan patin berkisar antara 1,16 – 2,26 hari.   Infectious diseases that attack catfish, one of which is caused by the bacterium Edwardsiella ictaluri. This bacterium causes systemic enteric septicemia of catfish (ESC). The aim of the study was to determine the clinical symptoms and the mean time of death due to the attack of E. ictaluri bacteria on catfish. Bacteria were inoculated into BHIA media (Brain Heart Infusion Agar, Conda Pronadisa brand) and BHIB (Brain Heart Infusion Broth, Merck brand) were incubated at 24 oC for 24-48 hours. Bacterial suspension with a density of 2.7 x 101 – 1010 cfu/mL was infected with 300 catfish measuring 11-12 cm and observed for 7 days. The study used experimental methods and completely randomized design (CRD). Further analysis with Duncan multiple range test (DMRT). The results showed clinical symptoms that appeared in catfish, among others, fish swimming vertically, pale body color, necrosis, petechiae, pale and enlarged liver, dark and stiff kidneys, ascites, pale gills. The mean time of death (MTD) of catfish ranged from 1.16 to 2.26 days

    AKSEPTASI KONSUMEN TERHADAP KOMPOSISI DAN KONSENTRASI BUMBU MI BELUT (Monopterus albus Zuieuw) INSTAN

    Full text link
    Mi belut instan merupakan mi basah dengan penambahan 4,5% daging belut lumat pada adonan mi.  mi basah dengan kandungan daging belut dikeringkan untuk memudahkan dalam penyimpanan dan komersilisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik organoleptik dari variasi dan konsentrasi bumbu mie belut (Monopterus albus) instan. Tahapan pengolahan mi belut instan yaitu pengadonan, pengukusan dan pengeringan (metode penggorengan). Mi instan kemudian ditambahkan bumbu sesuai perlakuan kemudian dilakukan pengujian organoleptik tingkat penerimaan/kesukaan panelis terhadap spesifikasi kenampakan, warna, tekstur, aroma dan rasa.. Hasil pengujian organoleptik menunjukkan nilai tertinggi kenampakan pada perlakuan A5B1 (7,9), warna pada perlakuan A4B4 (7,1), tekstur pada perlakuan A5B5 (7,1), aroma pada perlakuan A4B4 (7,7), rasa pada perlakuan A4B4 (7,4). Berdasarkan hasil tersebut, maka diambil perlakukan terbaik pada A4B4 dengan nilai.   &nbsp

    SISTEM INFORMASI PERIKANAN TANGKAP BERBASIS WEB DI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Full text link
    Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengidentifikasi dan menganalisis elemen sistem perikanan tangkap Kabupaten Tanah Laut, serta merancang dan membangun sistem informasi perikanan tangkap Kabupaten Tanah Laut berbasis web. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Oktober 2020 di Kabupaten Tanah Laut. Bahasa pemograman yang digunakan yaitu PHP. Pembuatan database dan desain sistem informasi menggunakan aplikasi XAMPP dan Sublime Text. Metode dalam  membangun sistem ini dilakukan dengan menggunakan The Waterfall Model, adapun tahapannya yaitu 1) Analisis kebutuhan, 2) Tahap perancangan sistem informasi, 3) Tahap implementasi sistem informasi, 4) Tahap validasi sistem informasi, dan 5) Tahap pemeliharaan (maintenance). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa elemen sistem perikanan tangkap di Kabupaten Tanah Laut yaitu terdiri dari nelayan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Pelabuhan Muara Kintap, dan Pengusaha Perikanan dan sistem informasi ini yaitu Sistem Informasi Perikanan Tangkap Tanah Laut (SI-PTTL) dengan 5 komponen yaitu SI-PTTL, admin, database, informasi, dan user . Menu yang ditampilkan pada SI-PTTL ialah menu profil admin, data master, data transaksi, dan grafik   The purpose of this research is to identify and analyze elements of the Tanah Laut district capture fisheries system, as well as to design and build a web-based capture fisheries information system in Tanah Laut District. This research was conducted in March-October 2020 in Tanah Laut District. The programming language used is PHP. Database creation and information system design using XAMPP and Sublime Text applications. the method of building this system is done by using The Waterfall Model. The stages include 1) Requirements analysis, 2) Information system design stage, 3) Information system implementation stage, 4) Information system validation stage, and 5) Maintenance stage. The results showed that elements of the capture fisheries system in Tanah Laut District consisted of fishermen, the Department of Food Security and Fisheries, Muara Kintap Port, and Fisheries Entrepreneurs. The menu displayed on the SI-PTTL is the admin profile menu, master data, transaction data, and graphics &nbsp

    STRUKTUR UKURAN SEPAT RAWA (Trichogaster trichopterus) DI PERAIRAN RAWA BANGKAU KALIMANTAN SELATAN

    Full text link
    Sepat rawa (Trichogaster trichopterus) merupakan ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis sebagai sumber protein. Upaya nelayan hanya mengandalkan hasil tangkapan dari alam dengan melakukan penangkapan terus-menerus, sehingga hal ini dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap populasi sepat rawa di perairan rawa Bangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur ukuran sepat rawa di perairan rawa Bangkau. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan dari bulan Maret – Juni 2019. Metode yang digunakan adalah sampling acak sederhana, kemudian data dianalisis secara deskriptif. Selama penelitian total sampel yang diukur sebanyak 2371 individu, dimana panjang sepat rawa yang tertangkap berkisar 54 – 105 mm dengan panjang rerata 8,0 ± 8,69 mm dan ukuran berat sepat rawa yang tertangkap berkisar antara 2,42 – 21,12 gram dengan berat rerata 8,40 ± 2,82 gram. Persamaan regresi yang terbentuk dari hubungan panjang total dan berat sepat rawa yaitu Y = 0,294X - 15,144 dengan koefisien korelasi R2 = 0,824

    PENGARUH PEMBERIAN KADAR KAPUR YANG BERBEDA TERHADAP TINGKAT KEMATIAN (LD50) PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DAN IKAN PAPUYU (Anabas testudineus) DI PT. ARUTMIN INDONESIA SITE ASAM-ASAM

    Full text link
    Penelitian inimbertujuan untuk mengetahui penurunan pH pada genangan air tambang galian batubara, mengetahui reaksi kapur terhadap pemulihan pH air galian tambang batubara yang ada di PT. Arutmin Indonesia Site Asam-asam, dan mengetahui jenis ikan apa yang dapat bertahan hidup pada genangan air galian penambangan batubara. Analisis hasil menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) kemudian menggunakan 2 jenis ikan, 6 perlakuan dan 24 pengulangan. Analisis tersebut digunakan untuk mengetahui arah hubungan antara level pH dengan jumlah ikan yang mati. Perlakuan A1B5 (0,30gr) merupakan perlakuan yang berpengaruh terhadap LD50 Ikan Nila (Oreochormis niloticus), Kemudian diikuti perlakuan A1B1 (0,10gr) terhadap LD50 Ikan Nila (Oreochormis niloticus).   This study aims to determine the decrease of pH level in the puddle of coal mining quarry, determine the calx reaction for pH recovery of coal mining water excavation in PT.  Arutmin Indonesia Site Asam-Asam, and also to find out what kind of fish which able to survive in puddle of coal mining. The results of the study were analyzed by using the Randomized Group Design method which includes 2 types of fish, 6 treatments and 24 repetitions. This analysis was used to determine the direction of the relationship between pH level and the number of the dead fish. A1B5 (0.30gr) is a treatment that represents LD50 Tilapia (Oreochormis niloticus), then followed by A1B1 (0.10gr) LD50 to Tilapia (Oreochormis niloticus)

    ORGANOLEPTIK MIE BELUT (MONOPTERUS ALBUS ZUIEUW) INSTAN DENGAN PENAMBAHAN SEMI REFINED CARRAGEENAN (SRC) EUCHEUMA COTTONII

    Full text link
    The purpose of this research was to study the effect of SRC addition on the organoleptic characteristics of instant eel noodles (Monopterus albus zuieuw) in cup packaging for 30 days of storage. The research was making wet noodles with added crushed meat of eel and then added 2% semi refined carrageenan (SRC). Eel noodles that are still in their wet form are then dried using the frying method. Instant eel noodles are then packaged in paper cups then stored at room temperature for 30 days. Instant noodles were characterized as organoleptic every 10 days. Organoleptic analysis result data appearance, color, taste, smell and texture then analyzed the data using the sign test to determine the differences of each treatment at each storage age. The results of the sign test analysis on the data obtained show that the 2% SRC treatment can maintain organoleptic quality except in texture and taste. The average organoleptic value at each storage level, the addition of SRC 2% i can inhibit the decrease in organoleptic values ​​by an average of 1%

    EFEKTIVITAS ALAT PENGERING MODEL MSN TYPE RAK PADA KUALITAS IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) KERING

    Full text link
    Efektivitas alat pengering model type msn pada kualitas ikan nila (oreochromis niloticus) kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas alat pengering ikan model msn type rak terhadap kualitas ikan nila (oreochromis niloticus) kering, dan kegunaan dari penelitian ini untuk memberikan informasi mengenai efektivitas alat pengering ikan model msn type rak terhadap kualitas ikan nila (oreochromis niloticus) kering. Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 3 kali pengulangan, dengan media alat pengering ikan yang berbeda yaitu pengeringan ikan dengan alat para-para sebagai media control, pengeringan ikan dengan alat model msn type rak dan pengeringan ikan dengan alat pondok plastik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengeringan ikan dengan media alat model msn type rak lebih efektiv dibandingkan alat pengering lainnya. Hasil nilai suhu yang didapatkan lebih tinggi bisa mencapai 510C dibandingkan alat pengering yang lain. Hasil uji analisa kadar air menunjukan nilai rerata lebih tinggi terdapat pada alat pengering ikan model msn type rak yaitu 33,43%, dibandingkan alat pengering ikan dengan para-para dan pondok plastik yang hanya menghasilkan nilai 29,49% pada pondok plastik dan para-para 28,93% yang dimana pada alat pengering ikan model msn type rak masih memiliki kelemahan tidak adanya tempat sirkulasi udara pada alat tersebut. Hasil uji organoleptik/uji deskriftif menunjukan panelis lebih menyukai produk ikan nila kering dengan menggunakan pengeringan ikan alat model msn type rak dengan nilai kenampakan, aroma/bau, rasa dan tekstur lebih tinggi dibandingkan dengan alat pengering ikan lainnya

    209

    full texts

    216

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Fish Scientiae (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇