Jurnal Universitas PGRI Banyuwangi
Not a member yet
3428 research outputs found
Sort by
SINTESIS BIOSURFAKTAN EKSTRAK DAUN PURING (Codiaeum variegatum) DAN KULIT JERUK PURUT (Citrus hystrix) SEBAGAI DETERGEN BIODEGRADABLE
Croton leaf (Codiaeum variegatum) and kaffir lime peel (Citrus hystrix) are plants that contain secondary metabolite compounds such as saponins and tannins. This research aims to utilize natural ingredients to biodegradable detergent synthesis and determine the quality of the biosurfactant product produced. The detergent composition was made using 5 variations of extract concentration, namely 15%, 30%, 45%, 50% and 55%. Analysis of the quality of detergent products includes organoleptic tests, pH tests, density tests, viscosity tests, foam height and foam stability tests as well as saponin and tannin levels contained therein before and after making the detergent. The detergent quality results obtained met SNI standards, namely pH 5-10, density 1.3 g/cm3, viscosity ranging from 3-20 cP, foam height 3-13 cm and foam stability 66.6% - 92.5%. Total saponin levels increased after making detergent and tannin levels decreased after making detergent. These results proved that croton leaf and kaffir lime peel can be used as raw materials for biodegradable detergent
PEMISAHAN GLISERIDA-GLISERIDA SISA DARI ASAM LEMAK HASIL LIPOLISIS
Produksi asam-asam lemak hasil lipolisis minyak sawit dapat diperoleh diatas 60%. Proses pemisahan gliserida-gliserida sisa dari asam-asam lemak hasil lipolisis harus dikembangkan untuk mendukung paket teknologi penyediaan asam-asam lemak dalam industri oleokimia dan juga dalam pembuatan ester metil asam-asam lemak. Ekstraksi dengan pelarut merupakan proses pemisahan yang tepat untuk memisahkan gliserida sisa dari asam-asam lemak karena gliserida memiliki titik didih yang sangat tinggi. Pelarut yang digunakan adalah diklorometan, dietil eter campuran diklorometan-dietil eter, dan asetonitril. Ekstraksi dioperasikan pada suhu 40-45oC selama 15-30 menit dan diaduk dengan putaran sebesar 150-200 rpm. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ekstraksi hasil lipolisis pelarut diklorometan-dietil eter tak menunjukkan hasil-hasil yang memuaskan. Hasil yang paling bagus menghasilkan angka asam ekstrak dan rafinat 131,8 dan 172,7 mg KOH/g sampel. Dari hasil penelitian yang diperoleh, penggunaan asetonitril dipandang paling layak untuk ditelusuri lebih lanjut dengan angka asam ekstrak dan rafinat sebesar 157,5 dan 62,6 mg KOH/g sampel
ANALISIS PENGARUH FERMENTASI BUAH NANAS DAN JENIS METODE EKSTRAKSI TERHADAP KADAR TOTAL FENOL PADA SERBUK MINUMAN MENYERUPAI KOPI BERBAHAN BAKU BIJI KURMA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fermentasi dengan nanas dan jenis metode ekstraksi terhadap Kadar Total Fenol dalam bubuk minuman mirip kopi yang terbuat dari biji kurma (Phoenix dactylifera L.). Biji kurma terlebih dahulu difermentasi menggunakan nanas, kemudian dikeringkan dalam oven, disangrai, dan digiling menjadi bubuk. Proses ekstraksi dilakukan dengan tiga metode: dekokta, maserasi etanol, dan seduh dingin. Kadar total fenol diukur menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan hasilnya dinyatakan dalam mg GAE/g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi meningkatkan kadar fenol pada semua metode ekstraksi yang diuji. Kadar fenol tertinggi diperoleh pada perlakuan fermentasi yang dikombinasikan dengan metode maserasi etanol, yaitu sebesar 124,265 mg GAE/g, sedangkan kadar terendah terdapat pada perlakuan tanpa fermentasi dengan metode seduh dingin, yaitu sebesar 36,123 mg GAE/g. Metode ekstraksi maserasi etanol terbukti paling efektif dalam mengekstrak senyawa fenol jika dibandingkan dengan dekokta dan seduh dingin. Dengan demikian, kombinasi fermentasi dan maserasi etanol merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan kadar total fenol pada tepung biji kurma
The Effect of Miming Games on Vocabulary Mastery of Seventh Grade Students at SMP Al-Anwari
The purpose of this research was to determine whether there is an effect of using Miming Game on Vocabulary Mastery. This research used quantitative research method with pre-test and post-test one-group pre-experimental design. The respondents of this research were 19 seventh grade students. The researcher gave a pre-test to students. The pre-test was administered prior to the implementation of the treatment, whereas the post-test was conducted following the completion of the intervention delivered by the researcher. Data collection in this study was carried out through the administration of these tests. T-test analysis formula was used in this research to determine the average difference of post-test and pre-test in the experimental class. The t-test was analyzed and applied interpreted with a significance degree of 5% with df = 19, and obtained a t-table of 1.734. The result of the t-test analysis is 1.7911. This means that the t-test (1.7911) is higher than the t-table (1.734) at 5% significance. Based on the results of the research, it can be concluded that the use of Miming Game as a learning media is effective for vocabulary mastery
Rancang Bangun Prototipe Alat Penguras Air Otomatis Pada Perahu Nelayan Berbasis Mikrokontroler
Poor weather is a common problem faced by fishermen. For example, heavy rain can cause boats to flood, potentially damaging the boat’s motor engine. This research is based on the problem, of designing a microcontroller-based automatic water pump prototype. The method used in the research is experimental, following the Research and Development (R&D) model. The prototype design uses a 12-volt battery to operate the Arduino as the automatic water pump system, with a 9-volt input voltage that has been converted using a step-down converter. Meanwhile, the water pump is directly connected to the battery. In testing the ultrasonic sensor as a water detector, an average discrepancy of 0.5 cm was recorded. The relay response test was conducted by supplying voltage to the relay and measuring the relay pump activation delay over a few seconds. The SMS-based notification system test, conducted using a Sim800L, showed an average response time of 0.6 seconds across five trials. This prototype can make the water draining process easier, saving time and energy, and improving efficiency
Optimalisasi Teknik Image Enhancement untuk Klasifikasi Varietas Apel Menggunakan SVM dan CNN
One of the largest export commodities in Indonesia is fruit commodities, one of which is apples. Apples have many varieties that differ in shape, color and size, which can cause identification and highlighting of apples to have limitations by requiring manual inspection from experts. This manual inspection is influenced by the expert's ability and experience in assessing the texture, color pattern, smell and characteristics of apples. In addition, the large diversity of apple varieties does not guarantee the completeness and ease of access related to information and data on apple varieties. The availability of this information is very important in supporting increased fruit production and determining superior apple varieties. So, a system is made that can classify apple varieties such as ana apples, manalagi apples, fuji apples, red delicious apples and rome beauty apples automatically. The apple variety classification methods used are SVM and CNN. The accuracy result of the SVM method is 94% based on texture feature parameters. While the CNN accuracy result is 100% Using learning rate 0.001 and epoh 20
PENGARUH PEMBERIAN BIOSAKA DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.)
Vitamin A, yang ditemukan dalam konsentrasi sangat tinggi pada pakcoy, membantu menjaga kesehatan kornea. Karena penggemarnya yang setia dan risiko kehilangannya yang kecil, vitamin A mungkin sangat bermanfaat bagi pakcoy. Rendahnya kesuburan tanah yang dikarenakan pupuk anorganik yang berlebihan merupakan faktor yang membuat rendahnya produksi pakcoy di Indonesia. Oleh karena itu, penggunaan biosaka dan pupuk organik diharapkan bisa memperbaiki struktur tanah serta penyerapan hara oleh tanaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perlakuan biosaca dan pupuk organik terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) serta kombinasi biosaca dan pupuk organik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni dan Agustus 2024 di Jalan Sunda, Desa Bakaran Batu No. 007, Dusun III, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua komponen dan tiga kali ulangan. Dengan tiga taraf pemberian 1 ml/liter air (B1), 2 ml/liter air (B2), dan 3 ml/liter air (B3), biosaca sebagai faktor pertama. Pupuk organik sebanyak 25 ton/ha (P1), 35 ton/ha (P2), dan 45 ton/ha (P3) sebagai komponen kedua. Analisis varians dan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) α = 5% digunakan untuk menguji data yang terkumpul. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah daun tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) meningkat secara signifikan ketika biosaca diberikan; perlakuan optimal adalah 2 mililiter per liter air (B2). Jumlah daun pada tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) meningkat secara signifikan ketika pupuk organik diberikan; perlakuan optimal adalah 45 ton/ha (P3). Laju pertumbuhan relatif tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) dipengaruhi secara signifikan oleh pemberian biosaka dan pupuk organik; perlakuan optimal adalah 2 mililiter per liter air dan 25 ton per hektar (B2P1)
Uji In Silico Peptida Bioaktif dari Protein Miosin Ikan Nila (Oreochromis niloticus) sebagai Antibiofilm Terhadap Staphylococcus aureus
Salah satu produk turunan dari ikan nila yaitu peptida bioaktif dari protein miosin. Peptida bioaktif dapat berperan aktif di bidang kesehatan yaitu sebagai antibiofilm terhadap Staphylococcus aureus, bakteri penyebab infeksi pada manusia. Metode yang digunakan mencakup pemotongan protein menggunakan enzim pepsin dan tripsin, prediksi kelarutan, toksisitas, serta aktivitas antibiofilm menggunakan berbagai web server. Hasil penapisan menunjukkan 10 peptida yang memenuhi kriteria kelarutan yang baik dalam air, non-toksik, dan memiliki aktivitas antibiofilm. Analisis docking molekuler menggunakan AutoDock Vina menunjukkan bahwa 9 peptida memiliki nilai binding affinity (∆G) lebih negatif dibandingkan dengan cefotaxime sebagai ligan referensi, dengan nilai ∆G terendah mencapai -12,0 kcal/mol. Penelitian ini menunjukkan bahwa peptida bioaktif dari protein miosin ikan nila memiliki potensi sebagai antibiofilm terhadap S. aureus, yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam aplikasi teknologi hijau dan formulasi bio-sanitizing. Uji lanjutan secara in vitro perlu dilakukan untuk mengonfirmasi potensi antibiofilm dari peptida yang dihasilkan
KARAKTERISASI BIOKIMIA DAN RESPONS FAKTOR ABIOTIK PADA Bacillus flexus
Bacillus flexus merupakan bakteri Gram-positif dengan potensi besar dalam bioteknologi dan bioremediasi karena kemampuan enzimatik dan adaptasinya terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat biokimia B. flexus dan responsnya terhadap faktor abiotik (suhu, pH, tekanan osmotik) guna mengoptimalkan aplikasinya. Uji biokimia menunjukkan kemampuan hidrolisis pati (produksi amilase), fermentasi glukosa, laktosa, dan manitol (heterofermentatif), serta produksi katalase. Uji abiotik mengungkap pertumbuhan optimal pada suhu mesofilik (24–26°C), pH basa (5–9), dan toleransi osmotik tinggi (sukrosa 40%, NaCl 30%). Hasil ini menegaskan potensi B. flexus sebagai penghasil enzim industri (amilase, katalase) dan agen bioremediasi di lingkungan salin/alkali. Saran untuk penelitian selanjutnya meliputi pengukuran kuantitatif aktivitas enzim dan uji aplikasi skala besar
ANALISIS BAKTERI PADA AIR MINUM REBUS DENGAN METODE MPN (Most Probable Number)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan dan jumlah bakteri Coliform dan Escherichia coli pada air minum rebus menggunakan metode ( Most Probable Number ) MPN. Sampel udara diambil secara aseptis dari Desa Penataban, Banyuwangi, dan diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (LABKESDA) Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Uji pendugaan dan uji penegasan dilakukan untuk mendeteksi kekeruhan dan pembentukan gas sebagai indikator keberadaan bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air minum rebus mengandung bakteri Coliform dengan nilai MPN ≥240 CFU/100 ml, sedangkan bakteri Escherichia coli tidak terdeteksi. Hal ini menunjukkan bahwa air minum rebus tidak memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya higienitas dalam proses perebusan dan penyimpanan udara.
Kata kunci : air minum rebus; koliform; Escherichia coli; MPN; sanitasi air