Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri)
Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri)Not a member yet
1012 research outputs found
Sort by
Bulliying di Media Sosial: Potret Memudarnya Empati
Empati merupakan perilaku dasar yang ada pada manusia. Empati ini perlu dilatih agar menjadi bagian kerpibadian manusia yang positif. Hal ini karena empati itu menjadikan orang lain saling memahami, toleransi dan merasakan apa yang sedang orang lain alami.Memudarnya empati banyak dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya adalah mudahnya teknologi yang dapat di akses dalam kehidupan masyarakat melalui media masa yang memberikan dampak negatif. Informasi tentang video, broadcash, pesan melalui FB, WA, Twetter, Instagram dan lain-lain yang mudah sekali diberikan kepada orang dimanapun berada. Apabila informasi yang diberikan banyak menampilkan video porno, kekerasan, saling memaki, menghina, agresifitas dan lain-lain.Semua itu akan memberikan dampak yang terus menerus di simpan di ingatan dan menjadikan sikap dan tindakan manusia, yang disebut dengan perilaku bulliying. Bulliying yaitu menyakiti orang lain baik secara fisik maupun psikis yang banyak dilihat di media masa. Orang tidak merasa bersalah, tidak memikirkan dampak dari pesan melalui media yang dikirimkan akan berpengaruh pada interaksi dan hubungan sosial yang ada
Penggunaan Wasilah Dakwah terhadap Anak-Anak Pemulung Waduk Permai
Penelitian ini adalah penelitian participation action research (PAR), dengan pendekatan kualitatif. Sebagai penelitian PAR keterlibatan masyarakat sangat dominan karena merekalah yang mengetahui permasalahannya dan bagaimana pemecahannya (problem solving). Dalam hal ini peneliti dan tim memetakan persoalan mereka dan ikut urung rembuk dalam mencari problem solvingnya. Sehingga, dalam berdakwah bisa ditemukan wasilah yang tepat dan sesuai dengan usia anak-anak pemulung. Sebagai satu kesimpulan dari penelitian pelaksanaan dakwah keagamaan pada anak-anak pemulung Waduk Permai melalui media dakwah di Surau Ikhwanul Muslimin Kota Pontianak, didapatkan beberapa poin penting sebagai berikut: pertama, Kegiatan dakwah keagamaan melalui wasilah ini dilakukan pada anak-anak pemulung yang ada di Waduk Permai, Kota Pontianak; kedua, Kegiatan dakwah keagamaan melalui wasilah pada anak-anak pemulung dapat dilaksanakan dengan baik; ketiga, Secara substansi, kegiatan dakwah keagamaan melalui wasilah telah berhasil menumbuhkan semangat keagamaan, kemandirian sikap, kekompakan anak-anak dan kecintaan mereka terhadap ilmu pengetahuan agama Islam; keempat, Pelaksanaan kegiatan dakwah keagamaan melalui wasilah pada anak-anak pemulung Waduk Permai juga telah mampu memberikan semangat dan perhatian dari para pemerhati dakwah Islam di dunia kampus khususnya IAIN Pontianak sebagai kampus negeri yang berorietasi agama
Pluralisme dan Radikalisme Muslim Masyarakat Transisi: Ekspresi Keberagamaan di Kawasan Industri Kabupaten Bekasi
Kawasan industry Kabupaten Bekasi dipilih sebagai sampel karena karakternya yang khas. Kehidupan tipe masyarakat pedesaan beralih secara cepat menuju tipe masyarakat perkotaan akibat industrialisasi. Adapun topic ekspresi keberagamaan yang dipilih adalah pluralism dan radikalisme dari masyarakat Muslim yang berdomisili di kawasan tersebut. Penentuan fokus masyarakat Muslim dilatarbelakangi oleh rasionalisasi bahwa mereka adalah penduduk dominan yang paling mewarnai kehidupan sosial di sekitarnya. Dengan menggunakan teknik penelitian lapangan melalui pengumpulan data berdasarkan observasi, wawancara dan kuesioner, penelitian ini diarahkan untuk mengklarifikasi fokus penelitian yang diformulasikan dalam bentuk pertanyaan: Bagaimanakah transisi kehidupan sosial akibat industrialisasi berkontribusi terhadap pluralism dan radikalisme masyarakat Muslim Kabupaten Bekasi?
Dengan menafsirkan data melalui pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini menemukan bahwa transisi akibat industrialisasi memang sangat berpengaruh terhadap sikap pluralism masyarakat Muslim. Namun, pluralism itu masih sangat datar dan dangkal (superficial) sehingga sangat mungkin seketika berubah radikal seiring berubahnya kondisi-kondisi umum di sekitar
Pencatatan Transaksi dan Laporan Keuangan Pada Entitas Bisnis Islami
Kemunculan entitas bisnis Islami seperti bank-bank dan lembaga keuangan Islam sebagai organisasi yang relatif baru menimbulkan tantangan besar. Para pakar syariah Islam dan akuntansi harus mencari dasar bagi penerapan standar akuntansi yang berbeda dengan standar akuntansi entitas bisnis konvensional seperti telah dikenal selama ini. Standar akuntansi tersebut menjadi kunci sukses bagi entitasbisnis Islami dalam melayani masyarakat di sekitarnya sehingga, seperti lazim-nya,harus dapat menyajikan informasi yang cukup, dapat dipercaya, dan relevan bagi para penggunanya, namun tetap dalam konteks syariah Islam
Conflicting Religious Identities: Blaspheming Islam and the Future of Democracy in Indonesia
The paper explores the phenomena of conflicting religious identities among Indonesian politicians in Jakarta’s regional election (pilkada) in 2017. The 2017 most dramatized Jakarta regional election has been seen as a very important political phenomenon in recent time as it revealed the conflicting social-political identity construction across religious and ethnic groups in the region. This work attempts to provide explanation from the perspective of religious studies on the roles of religious identities in the political realm as well as religious and political symbols as tools to achieve political supports. The case of Ahok mentioning one of the Quranic verses of al-Maidah 51 in Kepulauan Seribu exposes the fundamental question of wheter it is apart of blaspheming Islam and insulting ulama. It also shows how the Islamist groups respond to it by using the case of the politicizing al-Maidah 51 to reduce Ahok electability and disqualify him from political contestation by accusing him to blaspheme Islam. The complexity of applying Quranic texts to the modern political platform brings this article to outline how Muslim scholars interpret all-Maidah 51 and how they situate the text into the context of modern politics in Indonesia as well as how it influences the future of Indonesian democracy
Kontribusi Pendidikan Islam Terhadap Perempuan dan Feminisme
Islamic Education has a great goal to create wonderfu civilization that has intellectual and religious ability based on the aims of Islamic Education itself. Because, without the exact aim of Islamic Education, so the methods used would not be based on Islam itself. Moreover, the Islamic Education aims to guide, create, and develop humans to be Allah’s followers that have incredible beliefs, especially women who are created to be special creatures
Fenomena Trafficking in Person Di Wilayah Perbatasan Kalimantan Barat
Human Trafficking is an extraordinary crime which happened in the modern era today. In the origin first time, this crime has been exist in the centuries years ago. In Southeast Asia Human Trafficking fall in transnational crime; which is the offender take action is inter-country. In this paper discussed about Human Trafficking in women which occuring in border area between West Kalimantan, Indonesia and Serawak, Malaysia. Method used in this research is descriptive analysis by collecting data over secondary data from various field such as books, scientific journals, and others. Basically, phenomena trafficking in person on women have occured in the border area West Kalimantan in which not seen like human trafficking cases. Mode of used in this cases is the recruitment to work in household or companies in Malaysia. While actus was done by illegal agent, they are passing through illegal way. The things being factor of the occurrence of trafficking in person is education and poverty experienced by women
Perdagangan Perempuan
One of the moral decadencies within societies is woman trafficking. In the past Greek ancient, women were considered as low-rank and disgusting creatures. The conservative perspective had continued in the Europe for decades, that it was being reversed after renaissance in England and aufklarung in Germany. At that moment, women had similar position with men. Meanwhile, in the Arab world before Islam came, women had been acknowledged as poor and ashamed people that should work as men’s servant. Thus, before having converted to Islam, Umar bin Khattab had buried his own daughter alive. Furthermore, the similar facts occured in some countries included Indonesia. In Indonesia, especially, before being freed from the colonial, women had only works as servant, kitchen keeper, and could not study. Moreover, after colonialism, women have different destiny, they become more indepence and professional, even there is still an exploitation within women these days
Kaum LGBT dalam Sejarah Peradaban Manusi
The existence of lesbian, gay, bisexual, or transgender (in Indonesia known as LGBT) has become a sexual problem ini human’s life. These minority people considerably have a sexual deviance in their life. Therefore, sometimes, they are discriminated and violated by people who dislike their existence. Eventhough, on the other side, every man has an affinity rights in Law. Besides, LGBT is not an epidemic disease in society entirely. Some of them has contributed in the historical event in the past. Thus, through this article, the writer would present the information of LGBT’s life from historical and religious perspective
Konsep Diri dalam Komunikasi
Konsep Dirimerupakan unsur penting dalam setiap komunikasi. Pemahaman yang baik terhadap diri dan orang lain akan sangat menentukan keberhasilan sebuah komunikasi. Karena itu, artikel ini memberikan fokus kajian pada aspek konsep diri dalam komunikasi antarbudaya pada mahasiswa KPI angkatan 2011/2012. Hasil kajian inimendapati bahwa konsep diri menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan komunikasi antarbudayadalam diri mahasiswa, dengan beberapa kesimpulan spesifik; 1)umumnya mahasiswa memulai komunikasi sebagaimana mereka memberikan gambaran tentang diri dan orang lain;2) pengenalan diri dan orang lain dipercayai sebagai pemandu mereka dalam membangun komunikasi sosialnya, khususnya konteks antarbudaya; 3)konsep diri (dan orang lain) pada akhirnya memberikan identitas mengenai tipe komunikasi antarbudaya mahasiswa, baik dalam konteks pertemanan maupun alasan memilih teman antarbudaya