Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri)
Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri)Not a member yet
1012 research outputs found
Sort by
Experiential Marketing Mahasiswa Terhadap Kampus IAIN Pontianak
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi khususnya di Kalimantan Barat yang menawarkan usaha jasa berupa pendidikan tinggi tentu harus selalu berupaya mengembangkan usaha jasa di bidang pendidikan tinggi Islam sehingga mampu menjaga eksistensinya sampai kapan pun serta mengembangkan diri secara terus menerus sehingga semakin tumbuh dan berkembang menjadi institusi perguruan tinggi yang terbesar khususnya di provinsi Kalimantan Barat. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak selama ini telah melakukan berbagai upaya guna tetap mengokohkan eksistensinya ditengah persaingan antar perguruan tinggi. Berbagai upaya juga dilakukan untuk meningkatkan kepuasan para mahasiswa. Mahasiswa yang memperoleh dan merasakan secara langsung pengalaman terhadap jasa yang diberikan oleh kampus IAIN Pontianak. Melalui Sense, Feel, Think, Act dan Realte mahasiswa dapat memberikan pengalamannya terhadap kampus IAIN Pontianak
KONSEP PENGELOLAAN KOPERASI PESANTREN UNTUK KESEJAHTERAAN EKONOMI MASYARAKAT: TELAAH SURAH AL-HASYR AYAT 7
Abstrak
Al-Quran dengan ayat-ayatnya menjadi landasan ekonomi yang telah memberikan prinsip-prinsip kehidupan dalam menjalin hubungan antara manusia dengan sesamanya. Di dalamnya berisi aturan dan sekaligus tuntutan agar pengikut-pengikutnya berbuat hal-hal yang baik dan menjauhi tindakan yang dianggap pengerusakan dan kedzaliman. Oleh karenanya Al-Quran yang menjadi landasan dari keseluruhan ajaran Islam tidak sekedar berisi tentang kumpulan peraturan dan larangan, tetapi memberikan jaminan untuk terwujudnya kesejahteraan ekonomi masyarakat. Pada artikel ini, penulis bermaksud mengungkap kejelasan konsep pengelolaan koperasi pesantren untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat dalam perpektif surat al-Hasyr ayat 7. Al-Quran memandang bahwa kesejahteraan ekonomi bukan semata-mata hanya permasalahan distribusi ekonomi secara materi semata-mata tetapi juga menyangkut unsur non materi dan bidang-bidang yang lainnya. Oleh karena itu, untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan secara material dan spiritual tersebut, Ekonomi Islam mempunyai karakteristik dalam pertumbuhannya, yaitu serba meliputi, berimbang, realistis, berkeadilan, tanggungjawab, mencukupi dan berfokus pada manusia sesuai dengan haknya sebagai khalifah di muka bumi. Karakteristik tersebut menunjukkan bahwa tujuan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi dalam Islam adalah adanya kesempatan semua anggota masyarakat apapun ras, agama dan karakternya – untuk mendapatkan kesejahteraan, sehingga semua orang dapat merasakan nikmat dan karunia Allah Swt. Al-Quran menuntut para pengikutnya untuk menjalankan keseluruhan ajaran Islam dalam semua aspek kehidupannya. Konsekuensi dari konsep ini adalah kesejahteraan ekonomi harus dipandang sebagai perwujudan perintah Tuhan kepada hamba-hambanya. Sehingga kesejahteraan ekonomi merupakan upaya terus menerus dari umat manusia untuk berbuat sebaik-baiknya, baik kepada Tuhan maupun kepada sesama manusia berdasarkan petunjuk Al-Quran.
Abstract
Al-Qur'an with its verses becomes the economic foundation that has given the principles of life in relationships between man and his fellowmen. It contains rules and guidance for his loyalists to do good things and stay away from actions that are considered vandalism and tyranny. Therefore, Al-Qur’an which is foundation of the whole teachings of Islam is not just about the collection of rules and prohibitions, but provides assurance for the realization of economic prosperity of the community. In this article, the writer intends to reveal the clarity of the concept of pesantren cooperative management for the economic welfare of community in the perspective of sura al-Hashr verse 7. Al-Quran believes that economic welfare is not only the problem of economic distribution materially but also concerning non material and other fields. Therefore, to achieve growth and development materially and spiritually, Islamic Economics has characteristics in its growth, which is all-round, balanced, realistic, fair, responsible, sufficient and focusing on human beings in accordance with their right as khalifah on earth. These characteristics indicate that the goal of growth and economic development in Islam is the opportunity of all members of any community of race, religion and character to gain prosperity, so that everyone can experience the blessings and grace of Allah. Al-Qur'an demands all of its loyalists to carry out the whole teaching of Islam in all aspects of their life. The consequence of this concept is that economic welfare should be viewed as the embodiment of God's command to his servants. So that economic welfare is a continuous effort of mankind to do the best, both to God and fellow human beings based on the guidance of Al-Quran
Transboundary Haze: Islam Prohibits Destruction of Earth
Recurring episodes of transboundary haze have been similarly to an annual event in Malaysia since the 1980’s. Transboundary haze is typically haze caused by forest fires in Sumatra and Kalimantan, Indonesia which moves thousands of miles and encompasses neighboring regional countries. This is caused by human hands that continue to pursue unplanned development without taking into account the aspect of environmental sustainability. This study looks into and the understanding of recurring occurrences of transboundary haze in Sarawak. From the perspective of Islam, by making the Holy Quran as the absolute source of reference, God forbids the destruction of nature and calls upon mankind to do good not only to other humans and animals but also to the environment. Human beings are endowed with a great mind that can guide them to make and do the right thing, thus, various efforts need to be taken into consideration and be done collectively amongst the ASEAN countries in a joint effort towards reducing or preventing continuous episodes of transboundary haze within the region
Analisis Pembiayaan Murabahah (Peran Perempuan Selaku Pengambil Kebijakan Pembiayaan dan Nasabah pada PT. Bank Muamalat Indonesia, TBK Cabang Pontianak)
Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh ketidaksetaraan gender di Indonesia masih terlihat di berbagai bidang. Masih sedikitnya perempuan yang menduduki posisi-posisi penting di lembaga bisnis hingga politik. Di beberapa wilayah di Indonesia, perempuan yang memilih untuk mengasuh anaknya lebih dihargai daripada mereka yang memiliki karier yang sukses di luar rumah. Penelitian ini mencoba menggambarkan salah satu peran perempuan baik selaku pengambil kebijakan pembiayaan murabahah maupun selaku nasabah. Dimana fenomena lain yang terjadi adalah mendominasi dan meningkatnya pembiayaan bermasalah pada bank syariah, karena semakin beragamnya produk dan jumlah dana pembiayaan yang disalurkan semakin besar resiko pembiayaan bermasalah yang akan dihadapi bank, hal serupa juga terjadi pada PT. Bank Muamalat Indonesia (BMI), Tbk Cabang Pontianak. Untuk mengidentifikasi pembiayaan bermasalah tersebut perlu memperhatikan prosedur pemberian pembiayaan dan selektif dalam menganalisis pembiayaan salah satunya menggunakan prinsip pembiayaan 5C yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition Of economy.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap: 1) Prosedur pemberian pembiayaan murabahah pada calon nasabah PT. BMI, Tbk cabang Pontianak, yang dilakukan oleh pejabat perempuan dan nasabah perempuan selaku informan; 2) Analisis pembiayaan murabahah pada calon nasabah PT. BMI, Tbk cabang Pontianak; 3) kendala dalam memberikan pembiayaan murabahah pada calon nasabah PT. BMI, Tbk Cabang Pontianak, yang dilakukan oleh pejabat perempuan dan nasabah perempuan selaku informan
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya yaitu pengumpulan data, data condensation, data display, Conclusing Drawing. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini terdiri dari triangulasi dan member check.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) Prosedur pemberian pembiayaan murabahah pada calon nasabah PT. BMI, Tbk Cabang Pontianak diantaranya: permohonan nasabah, verifikasi data nasabah, analisis pembiayaan, pengajuan kekomite, persetujuan, akad dan pengikatan jaminan; pencairan, dan monitoring. Prosedur pembiayaan murabahah yang dilakukan secara umum belum sepenuhnya dijalankan yakni pada tahap akad dan monitoring; 2) Dalam menganalisis pembiayaan murabahah pada calon nasabah PT. BMI, Tbk Cabang Pontianak menggunakan prinsip 5C yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition Of economy, ke 5C tersebut telah digunakan namun yang lebih diperhatikan ialah Character dan Capacity; 3) Kendala dalam memberikan pembiayaan murabahah pada calon nasabah PT. BMI, Tbk Cabang Pontianak diantaranya: masalah waktu, keabsahan data, nasabah kurang kooperatif, jaminan kurang marketable, usaha belum berjalan lama, dan calon nasabah belum pernah melakukan pembiayaan
KAJIAN LIVING AL-HADITS ATAS TRADISI SHALAT BERJAMA’AH MAHGRIB-ISYA` DI RUMAH DUKA 7 HARI DI DUSUN NUGUK, MELAWI, KALIMANTAN BARAT
The analysis used in this study is Karl Mannheim's sociology of knowledge, especially on three aspects of meaning: Objective meaning, expressive meaning and documentary meaning. The results of this study are: 1) Objective Meanings, all people believe that the traditions they do are inherited from their predecessors; 2) Meaning of Expression, they believe in fadhilah by reciting yasin and tahlil can help the body in the grave; and, 3) Documentary Meanings, they do not realize the meaning implied or hidden in the tradition, so that the actor or actor does not realize that what he is doing is an expression that shows the culture as a whole.
(Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim, terutama pada tiga aspek makna: Makna objektif, makna ekspresif dan makna dokumenter. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Makna Objektif, semua masyarakat meyakini bahwa tradisi yang mereka lakukan adalah warisan dari pada pendahulu mereka; 2) Makna Ekspresi, mereka meyakini fadhilah dengan dibacakan yasin dan tahlil dapat menolong mayat di alam kubur; dan, 3) Makna Dokumenter, mereka tidak menyadari makna yang tersirat atau tersebunyi di dalam tradisi tersebut, sehingga aktor atau pelaku tindakan tidak menyadari bahwa apa yang dilakukannya itu merupakan suatu ekspresi yang menunjukan kepada kebudayaan secara keseluruhan).
BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM PADA SISWA BERPERILAKU KECENDERUNGAN NARSIS DI KELAS XI MAN 2 PONTIANAK
The purpose of this study was to reveal the guidance of Islamic counseling on the behavior of students who tend to be narcissistic. This study uses action research methods. The process of conducting research was carried out with the following stages: planning, action, reflection (observation) and evaluation. The results of the study showed: (1) The right Islamic Counseling Guidance Service in dealing with students behaving students was by using the type of group guidance and counseling; (2) The results of the application of this model appear in the data that: based on the data obtained when viewed from the meeting before the action until after the 6th and 7th meetings, there was a decrease in the percentage of narcissistic behavior by 39.22%. The percentage of narcissistic behavior of 72.12% decreased to 32.90%.
(Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap bimbingan konseling Islam terhadap perilaku siswa yang cenderung narsis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan. Proses pelaksanaan penelitian dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: perencanaan, tindakan, refleksi (pengamatan) dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Layanan Bimbingan Konseling Islam yang tepat dalam menangani siswa berperilaku siswa adalah dengan menggunakan jenis bimbingan dan konseling kelompok; (2) Hasil dari penerapan model ini tampak pada data bahwa: berdasarkan data yang diperoleh jika dilihat dari pertemuan sebelum tindakan sampai kepada setelah pertemuan ke 6 dan 7, terjadi penurunan persentase perilaku narsis sebesar 39,22%. Persentase perilaku narsis sebesar 72,12% menurun menjadi 32,90%)
ALIRAN GERAKAN FAJAR NUSANTARA (GAFATAR) DALAM PERSPEKTIF MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) KALIMANTAN BARAT (STUDI KASUS TERHADAP KRONOLOGI LAHIRNYA FATWA MUI KALIMANTAN BARAT TENTANG AJARAN GAFATAR)
This writing aims to observe how Indonesian Council of Ulama (MUI) in West Kalimantan responds the appearance of Gafatar sect in West Kalimantan. In fact, the branch of MUI in Indonesia could not deliver the fatwa that Gafatar was misguided sect. Moreover, the MUI of West Kalimantan Province should firstly consult the central MUI in Jakarta before stating the misguided fatwa. Besides, the fatwas of central and regional MUI have generally the similar position and could not abort one another. Should there are some differences, both leaders of MUI (central and regional) could discuss to find the solution
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENERAPKAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI (SMAN) PERKOTAAN JOMBANG JAWA TIMUR
Abstract This study examines the diversity that exists in schools, the concept of multicultural Islamic education, as well as the role of Islamic Education Teachers in applying multicultural education in senior high school (SMAN) Perkoataan Jombang East Java Indonesia. This is because of the author's interest in this theme. Multicultural education is still limited to the concept and theory alone, the author tries to be drawn in life and practice. This research uses qualitative approach with field study design (Field Research), which takes the object of SMA Negeri 1 Jombang East Java. In this study, researchers used the method of observation, interview and documentation to collect the required data. Data analysis is done by giving meaning to the data collected and from that meaning will be taken conclusion. The conclusions that can be drawn from this research are 1). The existing condition in urban high school in Jombang is very diverse. Such diversity includes the ethnic diversity, religion, social status and mindset. Schools give each individual the freedom to actualize according to what they want. 2) Multicultural religious education is an educational model that emphasizes moral values, such as compassion, one's love, help, tolerance, appreciate the diversity and nature of mutual respect for humanity. 3) The role of PAI teachers in applying the existing multicultural education has been in accordance with what is the purpose of multicultural education. It is based on teaching and learning activities that take place in the school. Keywords: PAI Teachers in Urban High Schoo
The Concept of Tawheed of Buginese People in the Ancient Manuscript Lontara Attorioloang Ri Wajo of West Kalimantan
This paper discusses a tawheed concept of buginese people in the ancient manuscript, Lontara Attorioloang ri Wajo and focuses on the concept of al-uluhiyah and ar-rububiyah of Buginese people according to the manuscript. This work is based on research on manuscript through philology approach since Lontara Attorioloang ri Wajo is a handwriting manuscript written without punctuation (comma or full stop) and space. The concept of tawheed al-uluhiyah of buginese people in Lontara Attorioloang ri Wajo manuscript is shown in the form of testimony of the presence of Dewata Seuwwae or God the one; He begets not, nor was He begotten. The belief of the oneness of god is embodied in self-surrender and full obedience by performing worship qhairu mahda but not ibadah mahdah. This confession can be seen in 18 dialogues between Arung Matoa and an Arung from another place. The concept of tawheed ar-rububiyah in the manuscript is shown in the form of a belief that Dewata Seuwwae or the one God is a lord of the worlds; He determines all creatures’ destiny and prosperity. Further, the Buginese people’s belief in the oneness of God is shown by the agreement they have made, and Arung Matoa Toudamang’s message about how to behave toward god, other person, and nature. There are 8 dialogues in the form of agreement and pappaseng
PENGAJIAN KITAB KIFAYAH WA MINHAJ AL-AHFIYA JAMAAH MASJID DARUL MUTTAQIN KOTA PONTIANAK
Abstract: This research was conducted because the implementation of the study taught by KH. Syamsuddin Husein al-Hafidz using Book of the Kifayah al-Atqiya 'Wa Minhaj al-Aṣfiya' that carried out every Sunday, the Maghrib about two years followed by few students and mostly by men. The study done was still rigid and monotonous, which eventually can lead to boredom in the congregation. Research uses descriptive method with a qualitative approach. The technique of checking validity of the data using triangulation and member checking. Based on the results of the data obtained by the researchers, the following conclusions are produced: 1) The objectives obtained in the study of the book Kifayah al-Atqiya 'Wa Minhaj al-Aṣfiya' a) Assembly of science, b) Advice, and c) Arguing while for the long-term goal of worshiping God alone. 2) The material presented nine suluk (paths) to Allah, namely: a) At-Taubah, b) Al-Qana'ah, c) Az-Zuhud, d) Learning science Syar'i, e) Maintain the sunnah of the Prophet, f) At-Tawaqal, g) Al-Ikhlas, f) Al-Uzlah (aloof), and g) Keep time with dhikr. 3) The method used by the bandongan method.
Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi Ta’lim yang diisi oleh KH. Syamsuddin Husein al-Hafidz dengan kajian kitab kuningnya yaitu kitab Kitab Kifayah al-Atqiya’ Wa Minhaj al-Aṣfiya’ nya di Masjid Darul Muttaqien, Pontianak, di mana ta’lim ini dilakukan setiap Ahad, ba’da Maghrib kurang lebih dua tahunan hanya diikuti oleh sedikit jamah dan hampir semua jamaah laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tehnik pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi dan member check. Berdasarkan hasil data yang diperoleh peneliti, menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: 1) Tujuan yang didapatkan dalam pelaksanaan kajian a) Majelis ilmu, b) Nasehat, dan c) Berdebat sedangkan untuk tujuan jangka panjangnya yaitu untuk beribadah kepada Allah semata. 2) Materi yang disampaikan ada sembilan suluk (jalan)menuju Allah yaitu: a) At-Taubah, b) Al-Qana’ah, c) Az-Zuhud, d) Belajar ilmu Syar’i, e) Menjaga sunnah-sunnah Nabi, f) At-Tawaqal, g) Al-Ikhlas, f) Al-Uzlah (menyendiri), dan g) Menjaga waktu dengan dzikir. 3) Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kajian yaitu dengan metode bandongan. Kyai membacakan, menerjemahkan, menerangkan, kalimat demi kalimat kitab itu dengan makna dan menjelaskan berdasarkan contoh kehidupan sehari-hari. Ta’lim yang dilakukan masih bersifat kaku dan monoton, yang akhirnya nanti dapat menimbulkan kebosanan pada jama’ah