Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri)

Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
    1012 research outputs found

    KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM PANDANGAN ADIAN HUSAINI

    Get PDF
    Abstract: Education character that has been done at this time seems still unable to show its success in improving the nation character. Although it is too early to assess the success of the new idea, by looking at the various cases of moral degradation which is lately increased by students, it strengthens that character education still needs attention and improvement. By this, the government is supposed to provide the space for the education observers for contributing their thought and patching the gap that is still lacking from the character education. In this occasion, the researcher raises the thought of one of the Islamic Education form, namely Adian Husaini, discussing about his contributions aim to improve the education. By borrowing the concept of Islamic Education from Syed Muhammad Naquib Al-Attas, which bases on ta’dib, Adian Husaini arranges that Islam is the main principle in Islamic education and character education. Thus, all important aspects such as objectives, curriculum and evaluation must run according to the Islamic worldview. The hope is that education can generate the generation of believers, devout, civilized, and intelligent and noble. Abstrak: Pendidikan karakter yang telah dilaksanakan saat ini, terlihat masih belum mampu menunjukkan keberhasilannya dalam memperbaiki karakter bangsa. Meskipun terlalu dini untuk menilai keberhasilan dari gagasan yang masih berusia muda tersebut, namun dengan melihat berbagai kasus degradasi moral yang semakin marak dilakukan oleh para pelajar akhir-akhir ini, menguatkan bahwa pendidikan karakter masih perlu mendapatkan perhatian dan perbaikan. Dengan ini, maka sudah sepatutnya pemerintah memberikan ruang kepada para pemerhati pendidikan untuk menyumbangkan pemikirannya, menambal celah yang masih kurang dari pendidikan karakter. Pada kesempatan ini, peneliti mengangkat pemikiran salah satu tokoh pendidikan Islam, yaitu Adian Husaini, mengenai sumbangsihnya dalam rangka perbaikan pendidikan. Dengan meminjam konsep pendidikan Islam dari Syed Muhammad Naquib Al-Attas, yaitu berbasis pada ta’dib, Adian Husaini merumuskan bahwa Islam merupakan asas utama dalam pendidikan Islam dan pendidikan karakter. Dengan demikian, segala aspek penting seperti tujuan, kurikulum dan evaluasi pendidikan haruslah berjalan sesuai dengan pandangan hidup Islam (Islamic worldview). Harapannya, pendidikan dapat melahirkan generasi yang beriman, bertakwa, beradab, cerdas, serta berakhlak mulia

    POLA KERUKUNAN MELAYU DAN TIONGHOA DI KOTA SINGKAWANG

    Get PDF
    This paper briefly describes how the pattern of harmony between Malay and Chinese communities in Singkawang City, two major ethnicities and became political authorities alternately in the city; through sociological communication studies. The result of the study it was found that the harmony of the people in Singkawang City can be categorized as dynamic and harmonious. Tolerance is so high applied in the life of society and politics by the people. In terms of social relations, there are no significant differences between these two ethnicities, almost the same can be said to be no difference at all, there is no element of legal discrimination for every ethnic group in here. Constraints that arise in their social life are the use of language, as well as the Chinese community which seems more closed and more restricting the association with other ethnic groups. (Tulisan ini secara singkat memaparkan tentang bagaimana Pola Kerukunan masyarakat Melayu dan Tionghoa di Kota Singkawang, dua etnis besar dan menjadi penguasa politis secara bergantian di Kota tersebut; melalui kajian komunikasi-sosiologis. Hasil kajian sosiologis atas Kerukunan masyarakat di Kota Singkawang dapat dikategorikan dinamis dan harmonis. Toleransi yang begitu tinggi diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat maupun politik oleh masyarakat kota Singkawang. Kemudian, dari sisi hubungan sosial, tidak ada perbedaan yang signifikan antar dua etnis ini, hampir sama bahkan dapat dikatakan tidak ada perbedaan sama sekali, di mana tidak ada unsur diskriminasi hukum bagi setiap etnis di Kota Singkawang. Kendala yang muncul di kehidupan bermasyarakat mereka adalah yaitu pengunaan dalam berbahasa, seperti halnya masyarakat Tionghoa yang nampak lebih tertutup dan lebih membatasi pergaulan dengan etnis lain)

    KOMUNIKASI DAN DAKWAH PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM

    Get PDF
    Komunikasi dan dakwah sangat berperan pada kesuksesan lembaga pendidikan Islam komunikasi merupakan proses penyampaian ide, gagasan baik yang bersifat horizontal, vertikal atau diagonal. Upaya komunikasi yang efektif dapat dilakukan dengan memenuhi semua unsur komunikasi yang terdiri atas komunikator, pesan, channel, sumber, efek serta sumber komunikasi. Selain itu perlu melakukan pendekatan persuasif dan kedekatan emosioanal dengan meingkatkan keahlian berkomunikasi untuk dakwah. Bentuk komunikasi efektif pada lembaga pendidikan adalah komunikasi adalah komunikasi interprofesional-kolaboratif, komunikasi asosiatif-akomdatif dan interpersonal, bentuk komunikasi ini harus disesuaikan dengan budaya organisasi yang dianut bersama

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MASYARAKAT KECAMATAN PONTIANAK KOTA TERHADAP PENGGUNAAN KARTU DEBIT SEBAGAI INSTRUMEN PEMBAYARAN NON TUNAI

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masing kurangnya pengetahuan masyarakat Kecamatan Pontianak Kota dalam menggunakan instrumen pembayaran non tunai khususnya kartu debit, padahal dapat dikatakan bahwa Kecamatan Pontianak Kota merupakan salah satu pusat perekonomian dimana terdapat beberapa pasar tradiaional dan pasar modern. Pengetahuan serta sosialisasi yang kurang juga menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat belum menggunakan instrumen pembayaran non tunai. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui apakah faktor eksternal memiliki pengaruh terhadap minat masyarakat terhadap penggunaan kartu debet sebagai instrumen pembayaran non tunai. (2) Untuk mengetahui apakah faktor internal memiliki pengaruh terhadap minat masyarakat terhadap penggunaan kartu debet sebagai instrumen pembayaran non tunai. (3) Untuk mengetahui apakah faktor internal dan eksternal memiliki pengaruh secara simultan terhadap minat masyarakat terhadap penggunaan kartu debet sebagai instrumen pembayaran non tunai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplanasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat wilayah Kecamatan Pontianak Kota dengan 100 orang responden sebagai sampelnya.Hasil uji koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,625219. Hal ini membuktikan bahwa 62,5% minat masyarakat menggunakan kartu debit sebagai instrumen pembayaran non tunai dapat dijelaskan oleh faktor yang mempengaruhi minat, sedangkan sisanya 37,5% dijelaskan oleh variabel lainnya diluar variabel penelitian. Hasil uji validitas dan reliabilitas variabel faktor yang mempengaruhi minat sebagai variabel bebas maupun minat masyarakat sebagai variabel terikat menunjukkan bahwa kuesioner yang ditujukan kepada para responden telah memenuhi syarat kedua uji tersebut. Hasil uji normalitas variabel faktor eksternal dan faktor internal sebagai variabel bebas maupun minat masyarakat sebagai variabel terikat menunjukkan bahwa data residual terdistribusi dengan normal. Persamaan regresi berdasarkan data yang telah diolah adalah: . Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Hasil uji T menyatakan bahwa faktor eksternal secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap minat masyarakat dalam menggunakan kartu debet,  hal ini dapat dibuktikan dengan nilai p value sebesar 0,3968 lebih besar dari 0,05. (2) Hasil uji T menyatakan bahwa faktor internal secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat masyarakat dalam menggunakan kartu debet,  hal ini dapat dibuktikan dengan nilai p value sebesar 0,0000 lebih kecil dari 0,05. (3) Hasil uji F menyatakan bahwa variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. Hal ini dibuktikan dari nilai p value sebesar 0,000000 lebih kecil dari 0,05

    AKAD MURÂBAHAH DAN PERMASALAHANNYA DALAM PENERAPAN DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH

    Get PDF
    Dalam praktiknya, penerapan akad murabahah di lembaga keuanganIslam dalam hal ini perbankan syariah bukan termasuk bai’ al-‘inah, bai’ al-ma’dum, bai’ atani fi bai’ah atau hilah untuk mengambil riba. Terlepas dari pengertian diatas, terdapat persolaan murabahah yang menuai beberapa kritik, skema mark-up (keuntungan pendapatan) terhadap praktek di lembaga keuangan syariah (perbankan syariah). Tulisan ini bertujuan mengungkapkan dan mendeskripsikan persoalan praktik transaksi Murabahah di lembaga keuangan syariah. Dimulai dengan kegelisahan akademik persoalan murabahah, landasan dalil, model skema transaksi ba’i al-murabahah versi ulama klasik, model skema pengembangan versi ulama kontemporer, model skema penerapan murabahah di perbankan syariah, akad dan problem implementasinya di perbankan syariah, mekanisme pembiayaanmurabahah di perbankan syariah dan perkembangan pembiayaan murabahah. Menurut penulis problem keagamaan terletak pada sifat dasar monetary reward bank. Jika hal tersebut adalah upah  peminjaman, maka hal itu sama saja dengan bunga. Pada sisi yang lain, jika hal yang dimaksud adalah monetary rewards (upah/gaji) untuk balas jasa pelayanan yang telah diberikan atau resiko yang ditanggung, maka hal tersebut dapat diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bai’al-murabahah termasuk jual beli yang dibolehkan, yaitu jual-beli barang dengan harga yang pasti (harga pokok plus margin keuntungan) yang harus dibayar oleh pembeli (nasabah) pada saat jatuh tempo yang telah ditentukan.

    LANGUAGE LEARNING STRATEGIES IN LEARNING SPEAKING

    Get PDF
    Abstract Strategi pembelajaran bahasa adalah alat untuk membantu mahasiswa dalam belajar bahasa Inggris. Strategi ini adalah salah satu cara untuk membantu mahasiswa dalam mengatasi permasalahan berbicara dalam bahasa Inggris. Mahasiswa sebaiknya mengetahui jenis strategi pembelajaran bahasa dalam berbicara bahasa Inggris untuk membantu mereka belajar bahasa dengan cara yang lebih baik. Masalah dalam penelitian ini yaitu “Strategi pembelajaran bahasa apa sajakah yang digunakan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNTAN semester 3 dalam belajar berbicara dalam bahasa Inggris?” dan “Bagaimana frekuensi penggunaan strategi pembelajaran bahasa yang digunakan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNTAN semester 3 dalam belajar berbicara dalam bahasa Inggris?” Penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu untuk mengetahui strategi pembelajaran bahasa yang digunakan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNTAN semester 3 dalam belajar berbicara dalam bahasa Inggris, mengetahui frekuensi penggunaan strategi pembelajaran bahasa yang digunakan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNTAN semester 3 dalam belajar berbicara dalam bahasa Inggris, dan memberikan saran untuk meningkatkan penggunaan strategi pembelajaran bahasa kepada mahasiswa yang memiliki tingkat penggunaan strategi pembelajaran bahasa yang masih rendah. Objek penelitian ini berjumlah 50 orang mahasiswa semester tiga program studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Untan Pontianak Tahun Akademik 2010/2011. Bentuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pengumpulan data yaitu melalui kuesioner untuk menentukan frekuensi penggunaan strategi pembelajaran bahasa. Sesuai dengan tujuan penelitian, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi pembelajaran bahasa Inggris oleh mahasiswa berada pada tingkat medium dengan skor rata-rata 3,05. Data menunjukkan bahwa dalam menggunakan strategi pembelajaran bahasa terdapat 10 mahasiswa yang memiliki frekuensi tinggi (20%), 31 mahasiswa dengan tingkat penggunaan strategi sedang (62%), dan 9 mahasiswa yang memiliki tingkat penggunaan strategi yang rendah (18%). Dari enam strategi pembelajaran bahasa, ditemukan bahwa strategi kognitif merupakan strategi dengan tingkat penggunaan paling tinggi dengan skor rata-rata 3,71. Selanjutnya, strategi kompensasi menduduki peringkat yang kedua dengan skor rata-rata 3,29. Ranking ketiga yaitu strategi afektif dengan skor rata-rata 3,18. Ranking keempat dan kelima secara berurutan yaitu strategi metakognitif dengan skor rata-rata 3,01 dan strategi mengingat dengan skor rata-rata 2,52. Terakhir, strategi terakhir dengan skor terendah yaitu 2,47 adalah strategi sosial. Kata kunci : strategi pembelajaran bahasa, strategi berbicara, pendidikan bahasa Inggri

    Analisis Kejadian Pernikahan Dini di Desa Kawat Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimamtan Barat

    Get PDF
    Early marriage is a marriage that has happened to a person with the status of women under 20 years of age. Figures early marriage almost found throughout the Province of Indonesia, approximately 10% of young women had their first child at the age of 15-19 years. The research aims to understand and explain the factors related to Genesis Early Marriage In the Kawat village of Tayan Hilir Sub district Sanggau Regency West Kalimanan Province in 2016.Research design used in this study was cross sectional. With a sample of 268 respondents, the sampling technique is done probolity sampling, is simple random sampling.Variables that relate segnifikan namely education level, economic status, pregnancy unwed of marriage, pornography exposure, traditions, knowledge about reproductive health, exposure to information about the risks of early marriage and promiscuity. While most dominant variable is pregnant unwed of marriage. To overcome these local governments to cooperate with BKKBN to more aggressively implement programs to youth genre through training programs in order to get married at an ideal age. To realize these efforts, there must be cooperation of the parents because of the involvement of parents is the most important

    MAQASHID AL-SYARI’AH: Kajian Mashlahah Pendidikan dalam Konteks UN Sustainable Development Goals

    Get PDF
    Abstract: This paper will discuss the concept of maqashid Sharia as an Islamic education approach in realizing global goals. Education as a development instrument for Human Resources (HR) that encourages competent management and use of Natural Resources (SDA) should play an important role in the realization of the Sustainable Development Goals (SDGs) program. And educational goals oriented to the SDGs program can be conceptualized by the maqashid shari’ah approach. Because Ibn ‘Asyûr thinks that the benefits that will be achieved by maintaining the maqashid shari’ah are the main objectives of Islamic sharia. In the context of social piety, noble character is the ultimate goal of Islamic education. This is part of the Islamic mission as a religion which is "rahmatan lil ‘alamin". By spreading the Mashlahah in all the joints of life. On a global scale, Islamic education is required to be able to answer various contemporary problems that arise and create benefits for all parties. It can be seen from the purpose of Islamic shari’ah. Substantially the objectives of the Shari’a which we call "Maqashid al-Syari’ah" contain benefits. And SDGs also contain the mashlahah that the world wants to achieve. Although this study is included in the shari’ah discipline, according to al-Nahlawi, the concept of maslaha has a close relationship with education. In this case, Islamic education must be able to realize the Sustainable Development Goals (SDGs) agreed upon by 193 world leaders on September 25, 2015 and then through the UNDP (United Nations Development Program). Makalah ini akan membahas konsep maqashid syariah sebagai pendekatan pendidikan Islam dalam mewujudkan tujuan global. Pendidikan sebagai instrumen pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mendorong untuk cakap dalam mengelola dan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) harusnya bisa memainkan peranan penting dalam upaya realisasi program Sustainable Development Goals (SDGs). Tujuan pendidikan yang berorientasi pada program SDGs bisa dikonsepsi dengan pendekatan maqashid syari’ah. Karena Ibn ‘Asyûr beranggapan kemaslahatan yang akan diraih dengan memelihara maqashid syari’ah merupakan tujuan utama syariah Islam. Dalam konteks kesalehan sosial, budi pekerti yang luhur menjadi tujuan akhir pendidikan Islam. Hal ini menjadi bagian misi Islam sebagai agama yang "rahmatan lil ‘alamin". Dengan menyebarkan mashlahah dalam semua sendi kehidupan. Dalam skala global, pendidikan Islam dituntut untuk dapat menjawab berbagai masalah kontemporer yang muncul dan menciptakan kemaslahatan untuk semua pihak. Hal itu bisa dilihat dari tujuan syari’at Islam. Secara substansial tujuan syariat yang kita sebut dengan ”Maqashid al-Syari’ah” mengandung kemashlahatan. SDGs juga memuat mashlahah yang hendak dicapai dunia. Meski kajian ini masuk dalam disiplin ilmu syari’ah, namun menurut al-Nahlawi, konsep mashlahah ini memiliki hubungan yang erat dengan pendidikan. Dalam hal ini, pendidikan Islam harus mampu mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang telah disepakati oleh 193 pemimpin dunia pada 25 September 2015 dan kemudian melalui UNDP (United Nations Development Programme)

    NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI TEREMPOH MELAYU SINTANG

    Get PDF
    This research is a study of the trempoh tradition that was carried out by the Malay community in sub-district Sintang, Districts Sintang, province West Borneo. The trempoh tradition is a repertoire of local culture that serves as a means of friendship and unifying between tribes, religions and ethnicities living in sub-district Sintang. This research determine to know how the implementation, multicultural values, and Islamic education values from the trempoh tradition. This research is a field research that uses descriptive qualitative method to describe the implementation and values of the tradition that are supplanted through observation, interviews and documents related to the tradition. The results of this study explain that the implementation of the trempoh tradition consists of the takbiran activities, family terempoh, male trempoh, female trempoh, and family terempoh. In the trempoh traditions there are multicultural values, such as: diversity, equality, humanity, justice, and democracy, while the Islamic education values from trempoh traditions, such as: religious, compassion, politeness, and social care. Penelitian ini merupakan studi terhadap tradisi terempoh yang dilakukan oleh masyarakat Melayu di Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Tradisi terempoh merupakan khasanah budaya lokal yang berfungsi sebagai sarana silaturahmi dan pemersatu antar suku, agama dan etnis yang tinggal di Kecamatan Sintang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, nilai-nilai multikultur, dan nilai-nilai pendidikan Islam dari tradisi terempoh. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memaparkan pelaksanaan dan nilai-nilai dari tradisi terempoh melalui observasi, wawancara dan dokumen terkait tradisi terempoh. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pelaksanaan tradisi terempoh terdiri dari kegiatan takbiran keliling, terempoh keluarga, terempoh laki-laki, terempoh perempuan, dan terempoh kaum kerabat. Dalam tradisi terempoh terdapat nilai-nilai multikultural, berupa: keragaman, kesetaraan, kemanusiaan, keadilan, dan demokrasi, sementara nilai-nilai pendidikan Islam dari tradisi terempoh, yaitu: religius, kasih sayang, kesantunan, dan kepedulian sosial

    PERGURUAN TINGGI ISLAM BERBASIS RISET MENYONGSONG BONUS DEMOGRAFI INDONESIA 2045

    Get PDF
    The focus of the study in this paper is “The concept of developing PTKI through a research-based education system in welcoming bonus demographic 2045". The conclusion of this paper is that the application of research-based learning systems can be an effective strategy in responding to the challenges of PTKI, especially in increasing the interest of the community to choose PTKI. In addition, this concept can also be used to produce students, outputs and PTKI alumni who excel in quality in order to prepare themselves to meet the Indonesian demographic bonus of 2045. The concept of developing research-based learning is done in several ways, namely: (1) in the research-based learning process, of course research results in accordance with the material material that will be taught, (2) conducting research activities in the learning process, (3) analyzing the results of the study comparatively with several other research results in the same study. (Fokus kajian dalam makalah ini adalah Pengembangan PTKI melalui sistem pendidikan berbasis riset dalam menyambut bonus demografis 2045. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa penerapan sistem pembelajaran berbasis riset dapat menjadi strategi yang efektif dalam menanggapi tantangan PTKI, terutama dalam meningkatkan minat masyarakat untuk memilih PTKI. Selain itu, konsep ini juga dapat digunakan untuk menghasilkan mahasiswa, output dan alumni PTKI yang unggul dalam kualitas dalam rangka mempersiapkan diri untuk memenuhi Indonesia bonus demografi 2045. Konsep pengembangan pembelajaran berbasis penelitian dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: (1) dalam proses pembelajaran berbasis penelitian, tentu saja hasil penelitian sesuai dengan materi materi yang akan diajarkan, (2) melakukan kegiatan penelitian dalam proses pembelajaran, (3) menganalisis hasil penelitian secara komparatif dengan beberapa hasil penelitian lain dalam penelitian yang sama)

    925

    full texts

    1,012

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇