Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri)
Jurnal IAIN Pontianak (Institut Agama Islam Negeri)Not a member yet
1012 research outputs found
Sort by
SMART PARENTING: TEACHING ENGLISH FOR KIDS AT HOME
This article discusses the role of parents especially the mother in caring and guiding their children to learn and study English at home. English as a second language acquisition in Indonesia made this language important to be learned by children. The earlier the children study English, the better English they have. This study is a qualitative research using literature review method. The collection data used is literature review. The data are taken from the references deal with the research focus such as journals, articles, and books. This articles found that many activities can be occured by the smart parents in learning English at home with their children such as reading an English book stories, watching English movies, singing an English children song, coloring English vocabulary pictures, playing English vocabulary games, and playing a role play. The parents are also must prepare the English book stories, English children movies, English children songs, coloring English vocabulary pictures, and English vocabulary dictionary
EPISTEMOLOGI BAYANI, IRFANI DAN, BURHANI MUHAMMAD ABED AL-JABIRI DAN IMPLEMENTASINYA DALAM MEREKONSTRUKSI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
In recent times, the learning of Islamic Religious Education (PAI) has been perceived to be closer to a radical religious perspective and intolerant behavior. This perspective is very likely to develop because PAI is indeed constructed ideologically. This ideological style is because the PAI curriculum comes from products of Islamic thought in the dogmatic era of codification. PAI dogmatism is caused by the partiality of epistemology in the construction of the PAI curriculum. In order to be able to get out of the ideological-dogmatic style, this partiality must be stopped. PAI can utilize the epistemological division carried out by Muhammad Abed Al-Jabiri. Al-Jabiri developed three epistemologies in comprehensive Arabic reasoning. The epistemology consists of bayani, irfani, and burhani reasoning. These three epistemologies can break the epistemological partiality of PAI and replace it to become more comprehensive and integrative. This article aims to find the formula for the three epistemological relations of al-Jabiri in order to reconstruct the PAI curriculum. The author uses a literature study of the work of Muhammad Abed Al-Jabiri to find a theoretical framework for the epistemology of bayani, irfani, and burhani. This framework was then formulated in the PAI curriculum and looked for the form of relations between the three epistemologies. The author developed an integrative circular relationship pattern using a thematic learning approach on PAI. Through thematic learning, the construction of knowledge built into PAI learning is the result of the integration of three epistemologies that are circularly interconnected. Through this approach also, students will be accustomed to constructing knowledge using three epistemologies in an integrative and circular manner
MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING DAN PRINSIP-PRINSIPNYA DALAM PENDIDIKAN
Proses pembelajaran senantiasa melibatkan interaksi satu sama lain. Adapun Quantum Learning merupakan model pembelajaran yang didasarkan pada pengalaman empirik bahwa segala hal membentuk peristiwa pembelajaran tersebut—meliputi pengajar, kondisi psikis “pebelajar”, lingkungan, suasana proses pembelajaran—menjadi penentu dari keberhasilan proses pembelajaran. Apabila merujuk pada hasil aktivitas pembelajaran, maka prestasi “pebelajar” seringkali menjadi ukuran keberhasilan. Quantum Learning merupakan model pembelajaran revolusioner, yang prinsip utamanya menekankan bahwa minat belajar merupakan dasar dari proses pembelajaran itu sendiri. Hal tersebut berarti juga bahwa meminimalisasi tingkat stress “pebelajar” adalah penting. Quantum Learning yang terdapat dalam setiap pembelajaran yang dapat diterapkan, sebagaimana 1)menciptakan suasana yang menggairahkan, 2)perencanaan yang dinamis, 3)pemberdayaan landasan belajar yang kukuh, 4)penataan lingkungan belajar, dan 5)pemberdayaan keterampilan belajar
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA DAN DIET BEBAS GLUTEN/KASEIN TERHADAP PERBAIKAN GEJALA AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD)
Autism Spectrum Disorder (ASD) is a development impairment characterized by cognitive and neurobehavioral deficit, including communication and social problem that need psycology and education intervention for the children and the parents, also nutrition intervention with Gluten-Free Casein-Free (GFCF). This study’s aim is to identify the parenting style and Gluten-Free Casein-Free diet role in ASD’s symptoms modification. This study was start with collecting the references and research publications, and study the relationship of parenting style and GFCF diet to ASD. Flexible Parenting style in ASD is important and need to be adjusted based on the characteristic, development stage and the children’s situation. Diet GFCF can be a complementary therapy to reduce ASD’s symptoms particularly children with gluten allergy and have celiac disease. However, the children without any gastrointestinal symptoms to gluten/casein products need a consideration and advance examination to determine GFCF diet requirement.
[Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan suatu kelainan perkembangan saraf yang dicirikan dengan adanya defisit kognitif dan neurobehavioralyang mencakup masalah komunikasi dan perilaku sosial, yang memerlukanintervensi psikologis dan edukasi pada anak dan orang tua, serta intervensi nutrisi dengan pembatasan asupan gluten dan kasein yang dikenal dengan diet Gluten-Free Casein-Free (GFCF). Penulisan telaah jurnal ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua dan pembatasan asupan gluten dan kasein terhadap perbaikan gejala ASD. Penulisan telaah literatur dilakukan dengan mengumpulkan berbagai sumber teori dan hasil penelitian kemudian dilakukan telaah terhadap hubungan kedua faktor yaitu pola asuh dan pembatasan asupan gluten dan kasein terhadap ASD. Gaya pengasuhan pada ASD perlu dilakukan secara fleksibel sesuai dengan keunikan karakter anak, tahap perkembangan anak, dan situasi yang sedang dihadapi. Terapi pembatasan asupan gluten/kasein dapat menjadi pilihan terapi pelengkap untuk mengurangi gejala ASD terutama pada anak yang alergi gluten dan mengalami penyakit celiac. Namun, pada anak yang tidak memiliki gejala saluran cerna terhadap produk gluten/kasein perlu pertimbangan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan perlu tidaknya pembatasan gluten/kasein pada makanannya].
Kata Kunci: Autism Spectrum Disorder (ASD), Gluten-Free Casein-Free (GFCF), Pola Asuh Pada ASD, Autisme, Terapi Nutrisi Autism Spectrum Disorder (ASD)
Literasi Media Smartphone (Studi Fenomenologi Perilaku Pengguna Smartphone di Kota Pontianak)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan masyarakat dalam mengakses, menganalisis, menilai dan mengkritisi informasi yang dibawa teknologi komunikasi khususnya smartphone. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) telah mengumumkan hasil survei data statistik pengguna internet Indonesia tahun 2016, pengguna terbanyak adalah usia 35-44 tahun sebesar 29,2%. Sedangkan, pengguna paling sedikit adalah usia 55 tahun ke atas hanya sebesar 10%. Paling banyak pengguna internet menggunakan perangkat mobile (smartphone) sebesar 63,1 juta atau sekitar 47,6% dan 5,8% atau sebanyak 7.685.992 jiwa pengguna internet berada di pulau Kalimantan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tipe studi fenomenologi, menekankan pada kesadaran manusia dan aktivitas yang dilakukannya saat bertemu informasi di dalam media, pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap pengguna smartphone antara usia 35-44 Tahun, observasi dan kajian pustaka. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah literasi media dari National Leadership Conference on Media Education.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna smartphone di Kota Pontianak sebagai berikut : 1) Pengguna dapat dikategorikan dalam kelompok kolektor (Collectors) dan intensitas penggunaan cukup tinggi. 2) Kemampuan dalam menganalisis informan belum mampu menjelaskan maksud dari informasi yang diperoleh, membaca pesan secara tekstual. 3) Kemampuan dalam mengevaluasi, informan memiliki pandangan subjektif dalam memberikan penilaian terhadap sebuah informasi, bahkan penilaian cenderung mengandalkan informasi yang bersumber dari tokoh yang menjadi panutan. 4) Kemampuan dalam mengkomunikasikan, melalui layanan aplikasi yang tersedia pada smartphone. Seperti, facebook, Blackberry massanger dan Whatsapp diperuntukkan bagi kolega
TRADISI TABAUS SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI TRADISIONAL DI ERA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (Suatu Kajian Fenomenologi pada Masyarakat Negeri Buano Utara, Kecamatan Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku )
This study aims to Know and understand the existence of tradition tabaus diera TIK development. This study uses a qualitative descriptive research method. Data obtained based on observations, in-depth interviews (in-depth interviews) and documentation. The location for conducting research in the State of North Buano. Determination of informants is done by purposive sampling which is choosing one informant as a key informant who directs the researcher to look for other informants based on recommendations from him with the consideration that the informant chosen is the informant who knows and understands the problems to be studied. The results of this study indicate that the existence of tabaus in the era of ICT development is the existence of tabaus as a medium for disseminating information since ancient times, the only medium for delivering information or notification to the public, Tabaus is the result of ancestral thought which is believed to have an important role in the social life of society, too is hereditary.
Keywords : Tabaus, tradition, Communication, Technology, Information, traditional
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui dan memahami eksistensi tradisi tabaus diera perkembangan TIK. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh berdasarkan observasi, wawancara mendalam (indepth interview) dan dokumentasi. Lokasi pelaksanaan penelitian di Negeri Buano Utara. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposivesamplingyaitu yaitu memilih satu informan sebagai informan kunci yang mengarahkan peneliti mencari informan lainnya berdasarkan rekomendasi darinya dengan pertimbangan bahwa informan yang dipilih adalah informan yang mengetahui dan memahami permasalahan yang akan diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensi tabaus di era perkembangan TIK adalah adanya tabaus sebagai media penyebaran informasi sejak zaman dahulu, satu-satunya media penyampaian informasi atau pemberitahuan kepada masyarakat, Tabaus merupakan hasil pemikiran nenek moyang yang diyakini memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat, juga bersifat turun temurun.
Kata Kunci :Tabaus, tradisi, komunikasi, teknologi, informasi, tradisiona
Struktur Verba-Preposisi dalam al-Quran (Analisa Linguistik al-Quran)
Penelitian ini mengungkapkan Verba-Preposisi dalam al-Quran yaitu pada surah Yasin. Secara khusus, penelitian ini mengungkapkan struktur pola hubungan verba-preposisi dalam surah Yasin dan makna-makna yang dihasilkan oleh relasi verba-preposisi tersebut. Penelitian ini berpijak pada penelitian kepustakaan atau library reseach dengan objek utamanya adalah Surah Yasin. Penelitian yang berjenis kualitatif ini menggunakan teknik simak dalam mengumpulkan data dan menganalisisnya dengan metode padan intralingual dan ekstralingual. Hasilnya, penelitian ini menemukan adanya ketersambungan antara verba-preposisi dan sebagian verba dan preposisinya tersambung sehingga makna yang dihasilkan memiliki makna yang dekat dengan makna leksikal. Sedangkan makna idiomatik tidak mendominasi
ANALISIS ASPEK POSITIF DAN NEGATIF METODE DAKWAH JAMAAH TABLIGH DI INDONESIA
This research is aimed to explore the strengths, weakness, opportunities & treats of Jam’aah Tabligh da’wah method in Indonesia. Data obtained by doing literature review, observation, and interview to some informants such as representative member of Jam’aah Tabligh & society’s element. The result of this study show that there are three top strengths of Jam’aah Tabligh da’wah method, namely having a wide network, effectively da’wah result, and high solidarity among members. While, there are also three top weakness of Jam’aah Tabligh da’wah method, namely instantly in being missionary, un-open to another group of religious study, and using weak references. The opportunities are creating the religious society, creating Islamic environment, and helping government to reduce the crime. The treats of this da’wah method are potentially in treating the family unity, treating the individual economic stability, and treating the social harmony.
Keywords: Group of Da’wah, Da’wah Method, Jamaah Tablig, Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kekuatan, kelemahan, peluang & suguhan metode dakwah Jam'aah Tabligh di Indonesia. Data diperoleh dengan melakukan tinjauan pustaka, observasi, dan wawancara dengan beberapa informan seperti anggota perwakilan unsur Jam'aah Tabligh & masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga kekuatan utama dari metode dakwah Jam'aah Tabligh, yaitu memiliki jaringan yang luas, hasil dakwah yang efektif, dan solidaritas yang tinggi di antara para anggota. Sementara itu, ada juga tiga kelemahan utama dari metode dakwah Jam'aah Tabligh, yaitu langsung menjadi misionaris, tidak terbuka pada kelompok studi agama lain, dan menggunakan referensi yang lemah. Peluangnya adalah menciptakan masyarakat yang beragama, menciptakan lingkungan Islam, dan membantu pemerintah mengurangi kejahatan. Perlakukan metode dakwah ini berpotensi dalam memperlakukan kesatuan keluarga, merawat stabilitas ekonomi individu, dan memperlakukan kerukunan sosial.
Kata Kunci: Dakwah Kelompok, Metode Dakwah, Jama’ah Tabligh Indonesia
MANAJEMEN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS MASJID DI KOTA PONTIANAK
The function of sosilal masjidcan be played precisely when modern management principles are applied in the management of masjid. The function of the masjid is not only a function of worship, but also a masjid can be used as a media for empowering da'wah. Da'wah empowerment of the community is a missionary movement that is a real action carried out professionally in a da'wah institution by implementing modern management functions, in order to bring about change, namely the improvement of religious quality and social quality. Community empowerment is motivated by various weaknesses in the community. Through zakat and infaq funds, masjid administrators can manage it as a source of community empowerment. Through field interviews found at the Daarul Falah Masjid in Pontianak City, there is a community empowerment program that has two objectives, namely increasing mosque funding and improving the quality of the community. The types of empowerment intended consisted of: Business capital assistance, basic food subsidy assistance, scholarship assistance, medical assistance, kiosk rental, multipurpose building rentals. In its management Daarul Falah Masjid has implemented modern management principles, namely: planning, internal and external coordination, formal and non-formal direction, and evaluation.
Keywords: Management, Community Empowerment and Masjid
Fungsi sosilal masjid dapat diperankan dengan tepat dikala prinsip-prinsip manajemen modern diterapkan dalam pengelolaan masjid. Fungsi masjid bukan hanya fungsi ibadah mahdlah, tetapi juga masjid dapat difungsikan sebagai media dakwah pemberdayaan. Dakwah pemberdayaan masyarakar merupakan gerakan dakwah yang bersifat tindakan nyata yang dilakukan secara professional dalam sebuah lembaga dakwah dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen modern, guna mewujudkan perubahan yakni peningkatan kualitas keagamaan dan kualitas sosial. Pemberdayaan masyarakat dilatarbelakangi adanya berbagai kelemahan pada masyarakat. Melalui dana zakat dan infak umat, pengurus masjid dapat mengelolanya menjadi sumber pemberdayaan masyarakat. Melalui wawancara lapangan ditemukan di Masjid Daarul Falah Kota Pontianak terdapat program pemberdayaan masyarakat yangmemiliki dua sasaran, yaitu peningkatan dana masjid dan peningkatan kualitas masyarakat. Jenis pemberdayaan dimaksud terdiri dari : Bantuan modal usaha, bantuan subsidi sembako, bantuan beasiswa, bantuan pengobatan, penyewaan kios, penyewaan gedung serbaguna. Dalam pengelolaannya Masjid Daarul Falah telah menerapkan prinsi-prinsip manajemen modern yaitu: perencanaan, koordinasi intern dan ekstern, pengarahan formal dan non formal, dan evaluasi.
Kata Kunci: Manajemen, Pemberdayaan masyarakat dan Masji
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA PERSPEKTIF ISLAM
Data from the field shows that the number of violence against women, especially in the household continues to increase from time to time. Domestic violence (Kekerasan Dalam Rumah Tangga [KDRT]) is one proof of gender equality and justice not being realized. It is generally understood that one of the important factors that support and even enrich the practice of domestic violence is religious teachings, especially Islamic teachings contained in the Koran and Hadith. The basic question raised in this paper is: is it true that the Qur'an and the hadith teach about domestic violence? By using the literature study method, it is found that there has been a interpretation of gender bias in interpreting the verses and hadiths related to hitting a wife who is indicative of nusyuz. The verses of the Qur'an and the traditions of the Prophet do not justify committing acts of violence against wives and women in general. Thus, the source of domestic violence is not sourced from the Qur'an and the hadith of the Prophet. The source is the understanding of scholars (ulama) who are gender biased. Therefore, a new perspective is needed in interpreting the verses of the Qur'an and the traditions of the Prophet towards understanding the teachings of Islam with gender justice.
Data dari lapangan menunjukkan angka kekerasan terhadap perempuan, khususnya di dalam rumah tangga terus meningkat dari waktu ke waktu. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan salah satu bukti belum terwujudnya kesetaraan dan keadilan jender. Umum dipahami bahwa salah satu faktor penting yang mendukung bahkan menyuburkan praktik KDRT adalah ajaran agama, khususnya ajaran Islam yang terdapat di dalam Alquran dan hadis. Pertanyaan mendasar yang diajukan dalam tulisan ini adalah: benarkan Alquran dan hadis mengajarkan tentang KDRT? Dengan menggunakan metode kajian pustaka, ditemukan bahwa telah terjadi tafsir bias jender dalam memaknai ayat-ayat dan hadis yang terkait dengan memukul istri yang terindikasi nusyuz. Ayat-ayat Alquran dan hadis-hadis Nabi tidak membenarkan melakukan tindak kekerasan terhadap isteri dan perempuan pada umumnya. Dengan demikian, sumber perilaku KDRT bukanlah bersumber dari Alquran dan hadis Nabi. Sumbernya adalah pada pemahaman para ulama yang bias jender. Oleh karena itu, diperlukan cara pandang baru dalam memaknai ayat-ayat Alquran dan hadis-hadis Nabi menuju pemahaman ajaran Islam yang kerkeadilan jender